Nama: Fariha Salsabila
NIM: PO713412303335
Kelas: 1B D4 Teknologi Laboratorium Medis
Kelompok: Lemari 3, Sesi 2
Tugas: Membuat MSDS dari reagent yang kita pilih
[Link] Reagent: Phenylhydrazinium chloride
Rumus Kimia: C8H9CIN2
Bobot Molekul: 144.6 g/mol
Simbol Warning:
Toxic: Bahan yang bersifat beracun dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila
terteelan/terhirup.
Bahaya Kesehatan serius: Bahan ini dapat menyebabkan kerussakan serius dan jangka
panjang pada kesehatan.
Bahaya untuk Lingkungan: Bahan kimia yang berbahaya bagi satu atau beberapa
komponen lingkungan,dapat merusak ekosistem.
Material Safety Data Sheet (MSDS)- Phenylhydrazinium chloride-C8H9CIN2
BAGIAN 1. IDENTIFIKASI PRODUK DAN PERUSAHAAN
1.1 Informasi Produk
Nama Produk: Phenylhydrazinium chloride
Rumus Kimia: C8H9CIN2
Sinonim: Phenylhydrazine hydrochloride
Nomor CAS: 59-88-1
Nomor Katalog: 107253
Nomor EC: 200-444-7
Nomor Indeks EC: 612-023-00-9
Bobot Molekul: 144.61 g/mol
Kode HS: 2928 00 90
1.2 Identifikasi Produsen
Merck KGaA, 64271 Darmstadt, Germany,Tel.+49(0)6151 72-2440
EMD Millipore Corporation 290 Concord Road,Billerica MA 01821 USA, Tel. +1-978-715-
4321
BAGIAN 2. IDENTIFIKASI BAHAYA
2.1 Klasifikasi bahan atau campuran
Toksisitas akut, Oral (Kategori 3),berbahaya jika tertelan (H301)
Toksisitas akut, Penghirupan (Kategori 3), beracun jika terhirup (H331)
Toksisitas akut, Kulit (Kategori 3),Bahaya jika terkena Kulit (H311)
Iritasi kulit (Kategori 2), menyebabakan iritasi kulit (H315)
Iritasi mata (Kategori 2), menyebabkan iritasi serius pada mata (H319)
Sensitilisasi kulit (Kategori 1),dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit (H317)
Mutagenisitas sel nutfah (Kategori 2), menyebabakan kerusakan genetik (H341)
Karsinogenisitas (Kategori 1B), dapat menyebabka kanker (H350)
Toksisitas organ sasaran spesifik - paparan berulang (Kategori 1), H372
Toksisitas perairan akut (Kategori 1), H400
Toksisitas perairan kronis (Kategori 1), H410
2.2 Sistem Klasifikasi:
Kesehatan 2
Api 0
Reaktifitas 0
2.3 Elemen Label
Kata Sinyal: BAHAYA
Piktogram:
Pernyataan Berbahaya:
● Beracun jika tertelan, kena kulit, atau jika terhirup
● Menyebabkan iritasi kulit.
● Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
● Menyebabkan iritasi mata yang serius.
● Diduga menyebabkan cacat genetik.
● Dapat menyebabkan Kanker
● Dapat menyebabkan kerusakan pada organ melalui paparan yang berkepanjangan atau
berulang.
● Sangat beracun bagi kehidupan perairan dengan efek jangka panjang
Pernyataan Pencegahan:
● Dapatkan instruksi khusus sebelum digunakan.
● Hindari menghirup debu/asap/gas/kabut/uap/semprotan.
● Hindari pelepasan ke Lingkungan
● Cuci kulit secara menyeluruh setelah memegang
● Kenakan sarung tangan pelindung/pakaian pelindung/pelindung mata/pelindung wajah.
Tanggapan:
JIKA TERTELAN: Segera hubungi pusat/ahli racun atau dokter. Bilas mulut.
JIKA TERKENA KULIT: Cucilah dengan air yang banyak.
JIKA TERHIRUP: Bawalah korban ke udara segar dan posisi yang nyaman untuk bernapas.
JIKA TERKENA MATA: Bilas dengan seksama dengan air selama beberapa menit.
Lepaskan kontak lensa jika memakainya dan mudah melakukannya.
JIKA TERPAPAR ATAU KHAWATIR: Dapatkan nasihat dan perhatian medis. simpan di
tempat yang berventilasi baik. Jaga agar wadah tetap tertutup rapat.
BAGIAN 3. KOMPOSISI DAN INFORMASI BAHAN
Nama Komponen Nomor CAS Rumus Bobot Molekul Konsentrasi
Phenylhydrazinium 59-88-1 C8H9CIN2 144.61 g/mol <100%
chloride
BAGIAN 4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA
4.1 Deskripsi tindakan pertolongan pertama:
Catatan umum: Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. Perlindungan diri dari
pemberi pertolongan pertama.
Inhalasi: Pindahkan ke udara segar. Konsultasi ke dokter.
Jika terhirup: Segera hubungi dokter. Jika pernapasan tidak teratur atau terhenti, berikan
pernapasan buatan.
Jika terjadi kontak kulit: Bilas kulit dengan air/pancuran. Setelah kontak dengan kulit, segera
cuci dengan banyak air. Jika terjadi reaksi kulit, konsultasikan dengan dokter. Jika terjadi
iritasi kulit, konsultasikan dengan dokter.
Jika terjadi kontak mata: Bilas sebanyak-banyaknya dengan air bersih dan segar setidaknya
selama 10 menit, dengan membuka kelopak mata. jika teriadi iritas pada mata,
konsultasikan ke dokter.
Jika Tertelan: Segera bilas mulut dengan air dan minum banyak air.
4.2 Gejala atau Efek yang terjadi
Jika Kontak Mata: Kekeruhan Kornea,iritasi
Jika Kontak dengan Kulit: Pruritis,mengakibatkan luka bakar,reaksi alergi
Jika terhirup: Iritasi Paru
Jika Tertelan: Mual, Diare
BAGIAN 5. TINDAKAN PEMADAMAN
5.1 Media pemadaman yang sesuai: Gunakan semprotan air,Busa tahan alcohol,Bubuk
pemadam kering atau karbon dioksida.
5.2 Saran untuk petugas Pemadam: Jika terjadi kebakaran atau ledakan,jangna
menghirup [Link] biarkan air bekas pemadam kebakaran masuk ke saluran
pembuangan atau saluran [Link] api dengan tindakan pencegahan normal dari jarak
yang [Link] alat bantu pernapasan mandiri (jika perlu).Kenakan pakaian pelindung
diri.
BAGIAN 6. TINDAKAN TERHADAP PELEPASAN YANG TIDAK DISENGAJA
6.1 Tindakan pencegahan pribadi, alat pelindung dan prosedur darurat: Kenakan
peralatan pelindung. Jangan menghirup uap, kabut atau gas. Dan Pastikan ventilasi yang
memadai.
6.2 Tindakan penceaahan terhadap lingkungan: Jangan sampai masuk kedalam saluran
air, air permukaan dan air tanah. Simpan air cucian yang terkontaminasi dan buang.
6.3 Metode dan bahan untuk penahanan dan pembersihan: Ambil dan atur
pembuangannya tanpa menimbulkan debu. sapu dan sekop. simpan dalam wadan tertutup
dan sesuai untuk [Link] ventilasi pada area yang terkena dampak.
BAGIAN 7. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN
7.1 Tindakan pencegahan untuk penanganan yang aman: Gunakan pelindung kepala
ekstraktor (laboratorium). Tangani dan buka wadah dengan hati-hati. Hindari paparan.
Hindari pembentukan debu, bersihkan area vang terkontaminasi secara menveluruh.
7.2 Tindakan yang harus dipenuhi oleh gudang: Simpan ditempat yang sejuk.
7.3 Ruang penyimpanan khusus: Suhu penyimpanan yang disarankan: 15 - 25 °C
7.4 Informasi lebih lanjut tentang kondisi penyimpanan: Jaga agar wadah tetap tertutup
rapat. simpan dalam kondisi berventilasi Baik,Sejuk dan kering. Jaga agar wadah tetap
tertutup rapat dan dan untuk mencegah kebocoran.
BAGIAN 8. PENGENDALIAN PAPARAN/PERLINDUNGAN PRIBADI
8.1 Pengendalian Paparan:
Komponen dengan nilai batas yang memerlukan pemantauan di tempat [Link]
mengandung zat dengan nilai batas untuk pekerjaan.
8.2 Perlindungan Pribadi:
◦ Pelindung mata/wajah: Pelindung wajah dan kacamata pengaman Gunakan peralatan
pelindung mata yang telah diuji dan disetujui berdasarkan standar pemerintah yang sesuai
seperti.
◦ Perlindungan kulit: Gunakan sarung tangan. Sarung tangan harus diperiksa sebelum
digunakan. Gunakan teknik melepas sarung tangan yang benar (jangan menyentuh
permukaan luar sarung tangan) untuk menghindari kontak kulit dengan produk ini. Buang
sarung tangan yang terkontaminasi Setelah digunakan sesuai dengan hukum yang berlaku
dan praktik laboratorium yang baik. cuci dan keringkan tangan.
◦ Perlindungan Tubuh: Pakaian lengkap yang melindungi dari bahan kimia. Jenis peralatan
pelindung harus dipilih sesuai dengan konsentrasi dan jumlah zat berbahaya di tempat kerja
tertentu.
◦ Perlindungan pernapasan: JIka penilalan risiko menunjukkan respirator pemurni udara
sesuai, gunakan partikel vang mencukupi selurun wajah. gunakan respirator udara yang
disediakan untuk seluruh wajah. Gunakan respirator dan komponen yang telah diuji dan
disetujui berdasarkan standar pemerintah yang sesuai
◦ Pengendalian paparan lingkungan: Cegah kebocoran atau tumpahan lebih lanjut jika aman
untuk dilakukan. Jangan biarkan produk masuk ke saluran [Link] ke
lingkungan harus dihindari.
BAGIAN 9. SIFAT FISIKA DAN KIMIA
9.1 Informasi tentang sifat fisik dan kimia dasar
Keadaan Fisik: Padat
Warna: Putih,Keputihan
Bau: Tajam
Titik Leleh/beku: 250/254⁰C (penguraian)
Titik Didih: Tidak Ada
Suhu Penguraian: >245⁰C
Ph (nilai): 2,6 – 2.9 (dalam larutan air)
Kelarutan: 50G/AKU pada suhu 20⁰C
Tekanan Uap: Tidak Ada
Kepadatan Uap: Tidak Ada
Berat Kepadatan: 330kg/m3
9.2 Informasi Lainnya: Tidak Ada
BAGIAN 10. STABILITAS DAN REAKTIVITAS
10.1 Reaktivitas: Produk dalam bentuk yang dikirimkan tidak mampu menimbulkan ledakan
namun jika adanya debu halus dapat menyebabkan bahaya ledakan debu.
10.2 Stabilitas: Reaktivitas jika terkena udara
10.3 Kondisi yang harus dihindari: Jauhkan dari paparan matahari,kontak dengan udara.
BAGIAN 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI
11.1 Toksisitas Akut: LD50 oral 2,100 mg/kg (tikus)
11.2 Potensi dampak kesehatan:
◦ Pada kulit: Beracun jika kena kulit. Menyebabkan iritasi kulit.
◦ Di mata: Menyebabkan iritasi mata.
◦ Inhalasi: Beracun jika terhirup.
◦ Tertelan: Berbahaya jika tertelan.
11.3 Kemungkinan karsinogen pada manusia: dapat menyebaban cacat genetik.
BAGIAN 12. INFORMASI EKOLOGI
12.1 Toksisitas: Sangat beracun bagi kehidupan akuatik dengan efek jangka panjang.
12.2 Proses penguraian: ~ Permintaan Oksigen Teoretis dengan nitrifikasi: 1,908 mg/mg
~ Permintaan oksigen: 1.438 mg/mg
~ Karbon Dioksida Teoretis: 1.826 mg/mg
12.3 Potensi Biokumulasi: Tidak terakumulasi seara signifikan dalam organisme.
12.4 Hasil penilaian PBT DAN vPvB: Tidak ada
12.5 Dampak buruk lainnya: Sangat beracun terhadap lingkungan
BAGIAN 13. PERTIMBANGAN PEMBUANGAN
13.1 Metode pengolahan limbah: Bahan ini dan wadahnya harus dibuang sebagai limbah
berbahaya. Buang isi/wadah sesuai dengan peraturan lokal/regional/nasional/internasional.
13.2 Informasi terkait pembuangan limbah: Jangan membuangnya ke saluran
pembuangan. Hindari pelepasan ke lingkungan. Lihat petunjuk khusus/lembar data
keselamatan
13.3 Pengolahan limbah wadah/kemasan: Ini merupakan limbah yang berbahaya; hanya
kemasan yang disetujui (misalnya menurut ADR) yang boleh digunakan.
13.4 Ketentuan terkait limbah: Alokasi nomor identitas limbah/deskripsi limbah harus
dilakukan sesai dengan EEC, khusus untuk industri dan prosesnya.
13.5 Kemasan yang terkontaminasi: Buang sebagai produk yang tidak terpakai.
13.6 Keterangan: Sampah harus dipisahkan ke dalam kategori yang dapat ditangani secara
terpisah oleh fasilitas pengelolaan sampah lokal atau nasional. Harap pertimbangkan
ketentuan nasional atau regional yang relevan.
BAGIAN 14. INFORMASI TRANPORTASI
14.1. Nomor PBB/Nomor ID: 2811
14.2. Nama Pengiriman PBB yang tepat: Padatan beracun,Organik
14.3. Kelas bahaya Transfortasi: 6.1, ikan dan pohon
14.4. Kelompok pengemasan: III
14.5. Transfortasi darat dan perairan: Bahaya bagi lingkungan dan lingkungan perairan.
14.6. Jumlah terbatas: 5 kg
[Link] pencegahan bagi pengguna: Tidak Ada
BAGIAN 15. INFORMASI PERATURAN
15.1 Penilaian Keamanan Bahan Kimia
Tidak ada Penilaian Keamanan Bahan Kimia yang dilakukan untuk bahan ini.
Bahan ini, sebagaimana diproduksi, mengandung satu atau lebih zat yang diatur sebagai zat
berbahaya berdasarkan Undang-Undang dan Kompensasi Respons Lingkungan
Komprehensif (CERCLA) (40 CFR 302)
15.2 Informasi lainnya
Petunjuk 94/33/EC tentang perlindungan generasi muda di tempat kerja. Patuhi pembatasan
pekerjaan berdasarkan Petunjuk Perlindungan Maternitas (92/85/EEC) untuk ibu hamil atau
menyusui.
BAGIAN 16. INFORMASI LAINNYA
Informasi di atas diyakini benar namun tidak dimaksudkan untuk mencakup semuanya dan
hanya digunakan sebagai panduan. Informasi dalam dokumen ini didasarkan pada
pengetahuan kami saat ini dan berlaku untuk produk dengan memperhatikan tindakan
pencegahan keselamatan yang sesuai. Itu tidak mewakili jaminan apa pun atas sifat-sifat
produk.
2. Nama Reagent: Ammoniumheptomolybdat Tetrahydrat
Rumus Kimia: (NH4)6 MO7 O24 . 4 H2O
Bobot Molekul: 1.235,86 g/mol
Simbol Warning:
Irritant (iritasi): Bahan yang dapat menyebabkan iritasi,gatal-gatal dan dapat menyebabkan
luka bakar pada kulit.
Material Safety Data Sheet (MSDS)- Ammoniumheptomolybdat Tetrahydrat-
(NH4)6 MO7 O24 . 4 H2O
BAGIAN 1. IDENTIFIKASI PRODUK DAN PERUSAHAAN
1.1 Informasi Produk:
Nama Produk: Ammoniumheptomolybdat Tetrahydrat
Rumus Kimia: (NH4)6 MO7 O24 . 4 H2O
Sinonim: Hexaammonium heptamolybdate 4-hydrate
Nomor Produk: 1.01182
Nomor Katalog: 101182
Nomor Reach: 01-2119498057-28-xxxx
Nomor CAS: 12054-85-2
Penggunaan yang Teridentifikasi: Reagent Untuk Analisis
1.2 Informasi penyuplai/produsen
Perusahaan: Merck KGaA
Frankfurter Str. 250
D-64271 Darmstadt
Telepon: +49 (0) 6151 72-0
Nomor telepon darurat: 001-803-017-9114 (CHERMTREC)
BAGIAN 2. IDENTIFIKASI BAHAYA
2.1 Klasifikasi bahan atau campuran
◦ Kerusakan mata yang serius / iritasi mata, Kategori 2 H319
◦ Korosi / iritasi kulit, Kategori 2 H315
◦ Toksisitas sistemik organ target khusus - paparan tunggal, Kategori 3
◦ Iritasi saluran pernapasan H335
2.2 Elemen Label
KATA SINYAL: PERINGATAN
PIKTOGRAM BAHAYA:
PERNYATAAN BAHAYA:
H315 - Menyebabkan iritasi kulit.
H319 - Menyebabkan gangguan mata berat.
H335 - Dapat menyebabkan iritasi pernapasan.
PERNYATAAN KEHATI-HATIAN::
P261 - Hindari menghirup debu.
P264 – Cuci kulit yang terbuka secara menyeluruh setelah penanganan
P271 - Gunakan hanya di luar ruangan atau di area vang berventilasi baik.
P273 - Hindari pelepasan ke lingkungan.
P280 - Kenakan pelindung mata, sarung tangan pelindung. P302+P352
TANGGAPAN:
◦ JIKA TERKENA KULIT: Cuci dengan sabun dan air yang banyak.
◦ JIKA TERKENA MATA: Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit Lepaskan
lensa kontak, iika ada dan mudah dilakukan Lanjutkan membilas.
◦ Hubungi Pusat racun atau dokter iika merasa tidak enak badan.
◦ JIKA TERJADI IRITASI: Dapatkan nasehat/perhatian medis.
◦ JIKA IRITASI MATA BERLANJUT: Dapatkan nasehat/perhatian medis. Lepaskan
pakaian yang terkontaminasi dan cuci sebelum digunakan kembali.
◦ Simpan di tempat yang berventilasi baik wadah tetap tertutup rapat dan Toko terkunci.
◦ Buang isi wadah untuk mematuhi peratuan lokal. Negara dan federal.
2.3 Sistem Klasifikasi
1
0
0
Keterangan:
1 - Bahan yang, dalam kondisi darurat, dapat menyebabkan iritasi parah.
0 - Bahan yang tidak akan terbakar pada kondisi kebakaran biasa, termasuk bahan yang
secara intrinsik tidak mudah terbakar seperti beton, batu, dan pasir.
0 - Bahan yang biasanya stabil, bahkan dalam kondisi kebakaran.
BAGIAN 3. KOMPOSISI DAN INFORMASI BAHAN
Nama Komponen Nomor CAS Rumus Bobot Molekul Konsentrasi
Ammoniumheptomolybdat 12054-85-2 (NH4)6 MO7 1.235,86 100%
Tetrahydrat O24 . 4 H2O g/mol
BAGIAN 4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA
4.1 Deskripsi tindakan pertolongan pertama
Catatan Umum: Lepaskan pakaian yang terkontaminasi
Jika Terhirup: Bawalah korban ketempat yang ber udara segar
Jika terkena kulit: Bilas kulit dengan air/pancuran.
Jika terkena Mata: Bilas secara hati-hati dengan air dalam beberapa [Link] lensa
mata apabila memakainya
Jika Tertelan: Bilas mulut dan segera beri korban minur air putih
4.2 Gejala dan Efek terpenting
Potensi dampak dan geiala kesehatan manusia yang merugikan: Berdasarkan data yang
tersedia, kriteria klasifikasi tidak terpenuhi.
Gejala/efek setelah terhirup: Dapat menyebabkan iritasi pernafasan
Gejala/ efek setelah kontak dengan kulit: Menyebabkan iritasi kulit.
Gejala/efek setelah kontak dengan mata: Menyebabkan iritasi mata yang serius
Gejala/efek setelah tertelan: Dampak yang serius,seperti:Mual,Muntah,,Diare.
Gejala kronis: Kontak yang terlalu lama atau berulang dengan kulit dapat menyebabkan
dermatitis.
4.3 Pertolongan Medis Segera
Dapatkan bantuan medis segera.
BAGIAN 5. TINDAKAN PEMADAM KEBAKARAN
5.1 Media Pemadaman Api
Gunakan tindakan pemadam kebakaran yang sesuai untuk situasi local dan lingkungan
sekitar/sekeliling.
Media yang digunakan: Busa,bubuk kering,karbon dioksida,semprotan air,pasir
Media yang tidak sesuai: Jangan gunakan aliran air yang deras
5.2 Bahaya khusus yang muncul dari bahan atau campuran
Tidak Mudah terbakar.
Perkembangan Gas atau Uap menyala berbahaya mungkin terjadi dalam kejadian
[Link]: Nitrogen Oxides
5.3 Saran bagi Petugas Pemadam Kebakaran
Gunakan semprotan air atau kabut untuk mendinginkan wadah yang [Link]-hatilah
saat memadamkan api kimia apa [Link] air pemadam kebakaran memasuki
lingkungan.
Gunakan Alat Pelindung Diri khusus bagi petugas dan jika terjadi kebakaran pakai alat bantu
pernafasan SCBA.
5.4 Informasi Lebih Lanjut
Tekan (pukul kebawah) gas/uap/kabut dengan semprotan air jet (yang tidak terlalu
kencang). Cegah air pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan atau sistim air
tanah.
BAGIAN 6. TINDAKAN TERHADAP PELEPASAN YANG TIDAK DISENGAJA
6.1 Tindakan pencegahan pribadi,peralatan pelingdung dan prosedur darurat
◦ Peralatan Pelindung (Non darurat): Kenakan sarung tangan darurat,jas lab untuk
mencegah kontak kulit yang berkepanjangan atau berulang.
◦ Prosedur Darurat (Non darurat): Evakuasi personel yang tidak diperlukan
Peralatan pelindung (Darurat): Lengkapi kru pembersihan dengan pelindung yang tepat.
Prosedur Darurat (Darurat): Area Ventilasi
6.2 Tindakan pencegahan terhadap lingkungan
Cegah masuknya ke selokan dan perairan [Link] tahu pihak berwenang jika cairan
memasuki selokan atau perairan [Link] pelepasan ke lingkungan.
6.3 Metode penahan dan pembersihan
Didarat, Sapu atau sekop ke dalam wadah yang [Link] timbulnya [Link]
jauh dari bahan lain.
BAGIAN 7. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN
7.1 Tindakan pencegahan untuk penanganan yang aman
Tindakan pencegahan yang aman: Cuci tangan dan area terbuka lainnya dengan sabun
lembut dan air sebelum makan, minum atau merokok dan ketika pulang kerja. Sediakan
ventilasi yang baik di area proses untuk mencegah pembentukan uap. Hindari menghirup
debu. Gunakan hanya di luar ruangan atau di area yang berventilasi baik.
Tindakan Kebersihan: Cuci kulit yang terbuka secara menyelurun setelah penanganan.
7.2 Kondisi untuk pennyimpanan yang aman
Kondisi Penyimpanan: Simpan hanya dalam wadah aslinya di tempat sejuk dan berventilasi
baik, jauh dari bahan yang tidak kompatibel. Jaga agar wadah tetap tertutup rapat.
Produk yang tidak kompetibel: Tidak Ada
Bahan yang tidak kompotibel: Sumber penyalaan. Cahaya matahari langsung.
BAGIAN 8. PENGENDALIAN PAPARAN/PERLINDUNGAN PRIBADI
8.1 Parameter Kontrol
Amonium Molibdat Tetrahidrat (12054-85-2)
ACGIH ACGIH TWA (mg/m3) 0,5mg/m3
8.2 Pengendalian teknik yang sesuai
Pengendalian yang sesuai: Air mancur pencuci mata darurat harus tersedia di sekitar
potensi paparan
8.3 Alat Pelindung Diri
Sarung tangan. Kacamata pengaman. Produksi debu, masker debu dengan filter tipe P1.
◦ Pelindung tangan: Kenakan sarung tangan pelindung.
◦ Perlindungan mata: Kacamata kimia atau kacamata pengaman
◦ Perlindungan kulit dan tubuh: Kenakan pakaian pelindung yang sesai
◦ Perlindungan pernapasan: Produksi debu: masker debu dengan filter tipe P1
◦ Informasi lainnya: Jangan makan, minum atau merokok saat digunakan.
BAGIAN 9. SIFAT FISIKA DAN KIMIA
9.1 Tentang sifat fisika dan kimia dasar
Bentuk Fisik: Padat (bubuk)
Wana: Keputihan
Bau: Tidak Berbau
Titik Leleh: 400⁰C
Titik Didih: Tidak ada
Titik nyala: Tidak ada
Suhu Penguraian: 190 ⁰C
Kelarutan dalam air: 450 g/L PADA SUU 20⁰C
Sifat mudaah terbakar (padat,gas): Tidak mudah terbakar
Tekanan UAP: 2,9 G/cm3 pada suhu 20⁰C
Kepadatan massal: 1.000 - 1.500 kg/m3
Sifat peledak: Tidak ada
Sifat Okidator: Tidak ada
9.2 Informasi Lainnya
Densitas Cura: 800 kg/m3
BAGIAN 10. STABILITAS DAN REAKTIVITAS
10.1 Reaktivitas: Bahan ini tidak reaktif dalam kondisi ruangan normal.
10.2 Stabilitas kimia: Bahan ini stabil pada kondisi suhu dan tekanan lingkungan normal
dan penyimpanan serta penanganan yang diantisipasi
10.3 Kemungkinan reaksi Bahaya: Asam kuat
10.4 Kondisi yang harus dihindari: Tidak ada kondisi khusus yang diketahui yang harus
dihindari.
10.5 Bahan yang tidak kompatibel: tembaga
10.6 Produk penguraian yang berbahaya: Produk pembakaran akan berbahaya.
BAGIAN 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI
● Toksisitas dosis berulang - Tikus - pria dan wanita - Oral - 92 hari Tidak ada efek
merugikan yang teramati - 17 mg/kg
● Komentar: (dalam analogi dengan produk serupa)
● Nilai yang diberikan dalam analogi zat-zat berikut ini: Disodium molybdate dihydrate
● Untuk yang terbaik dari pengetahuan kita, kimia, fisika, dan sifat toksikologi belum
diselidiki secara menyeluruh.
● Sifat berbahaya tidak dapat diabaikan tapi tidak mungkin jika produk ditangani dengan
tepat.
● Hal berikut ini berlaku untuk garam ammonium secara umum:
Setelah tertelan: gejala iritasi, mual, muntah, diare.
Efek sistemik: setelah pemasukan dalam jumlah sangat banyak: penurunan tekanan
darah, pingsan, gangguan CNS, sesak, kondisi narkosis, paralisis pernapasan, hemolisa.
Gejala akut molybdenum (VI) intoksikasi : diare, anemia (pengurangan kadar hemoglobin
dalam darah), kelelahan. Efek toksik pada fungsi hati dan ginjal setelah digunakan dalam
dosis tinggi.
Tangani sesai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik.
BAGIAN 12. INFORMASI EKOLOGI
12.1 Toksisitas
Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya bagi lingkungan perairan.
12.2 Proses penguraian
Metode untuk menentukan tingkat penguraian hayati tidak berlaku untuk zat anorganik.
12.3 Potensi bioakumulasi: Data tidak tersedia.
12.4 Mobilitas di dalam tanah: Data tidak tersedia.
12.5 Hasil penilaian PBT dan PVB: Data tidak tersedia.
12.6 Dampak buruk lainnya: Pelepasan dilingkungan harus dihindarkan
BAGIAN 13. PERTIMBANGAN PEMBUANGAN
13.1 Metode Pembuangan
Rekomendasi pembuangan limbah: Buang dengan cara yang aman sesuai dengan
peraturan regional/[Link] isi/wadah dengan cara yang telah ditetapkan. Hindari
Pembuangan langung ke lingkungan.
BAGIAN 14. INFORMASI TRANSPORTASI
14.1 Nomor PBB: ADR/RID: - IMDG: - IATA: -
14.2 Nama pengapalan yang sesuai berdasarkan PBB
ADR/RID: Bukan barang berbahaya untuk transportasi
IMDG: Bukan barang berbahaya untuk transportasi
IATA: Bukan barang berbahaya untuk transportasi
14.3 Kelas bahaya transportasi
ADR/RID: - IMDG: - IATA: -
14.4 Kelompok pengemasan
ADR/RID: - IMDG: - IATA: -
14.6 Tindakan kehati-hatian khusus bagi pengguna Informasi lebih lanjut
Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut peraturan pengangkutan.
BAGIAN 15. INFORMASI PERATURAN
15.1 Regulasi tentang lingkungan, kesehatan dan keamanan untuk produk
Lembar data keselamatan ini taat pada persyaratan Peraturan (UE) No. 1907/2006.
15.2 Asesmen Keselamatan Kimia
Untuk produk ini penilaian keamanan bahan kimia tidak dilakukan
BAGIAN 16. INFORMASI LAINNYA
Informasi di atas diyakini benar namun tidak diakui termasuk sema dan akan digunakan
sebagai panduan saja. Informasi dalam dokumen ini didasarkan pada status pengetahuan
kami yang ada dan berlaku pada produk terkait dengan tindakan pencegahan untuk
keselamatan yang sesai. Ini tidak mewakili setiap jaminan properti produk. Sigma-Aldrich
Corporation dan Afiliasinya tidak akan bertanggung jawab atas semua kerusakan yang
disebabkan oleh penanganan atau kontak dengan produk di atas. Lihat [Link]-
[Link] dan/atau sisi belakang faktur atau slip pengemasan untuk syarat dan ketentuan
penjualan tambahan. Lisensi yang diberikan untuk membuat salinan kertas terbatas untuk
penggunaan internal saja. Merek di header dan/atau footer dokumen in untuk sementara
tidak sesai secara visual dengan produk yang dibeli karena kami sedang berada dalam
transisi merek kami.