CANDI PENINGGALAN KERAJAAN SRIWJAYA
Candi Muara Takus
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya
adalah Candi Muara Takus. Candi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus Kecamatan
XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia yang dikelilingi dengan tembok 74 x 74
meter terbuat dari batu putih ketinggian lebih kurang 80 cm. Candi ini sudah ada sejak jaman
keemasan Kerajaan Sriwijaya dan menjadi salah satu pusat pemerintahan Kerajaan tersebut.
Candi ini terbuat dari batu pasir, batu bata dan batu sungai yang berbeda dengan candi
kebanyakan di Jawa yang terbuat dari batu andesit. Bahan utama membuat Candi Muara
Takus ini adalah tanah liat yang diambil dari desa Pongkai. Dalam kompleks ini terdapat
sebuah stupa berukuran besar dengan bentuk menara yang sebagian besar terbuat dari batu
bata dan batu pasir kuning dan di dalam bangunan Candi Muara Takus juga terdapat
bangunan candi yakni Candi Bungsu, Candi Tua, Palangka dan juga Stupa Mahligai.
Arsitektur dari Candi Muara Takus ini sangat unik sebab tidak ditemukan pada wilayah
Indonesia yang lain dan memiliki kesamaan bentuk dengan Stupa Budha di Myanmar,
Vietnam serta Sri Lanka sebab pada stupa mempunyai ornamen roda serta kepala singa yang
hampir ditemukan juga di semua kompleks Candi Muara Takus.
11. Candi Muaro Jambi
Kompleks Candi Muaro Jambi merupakan
kompleks candi terluas di Asia Tenggara yakni seluas 3981 hektar dan kemungkinan besar
adalah peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya serta Kerajaan Melayu. Candi Mauaro Jambi
terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro nJambi, Jambi, indonesia di tepi Batang
Hari. Kompleks candi ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh letnan inggris
bernama S.C. Crooke saat melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk keperluan militer.
Kemudian pada tahun 1975, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran serius dipimpin
oleh R. Soekmono. Dari aksara Jawa Juno yang terdapat dari beberapa lempengan yang juga
ditemukan, seorang pakar epigrafi bernama Boechari menyimpulkan jika candi tersebut
merupakan peninggalan dari abad ke-9 sampai 12 Masehi.
Dalam kompleks candi ini terdapat 9 buah candi yang baru mengalami proses pemugaran
yakni Gedong Satu, Kembar Batu, Kotomahligai, Gedong Dua, Tinggi, Gumpung, Candi
Astano, Kembang Batu, Telago Rajo dan juga Kedaton. Dalam kompleks Candi Muaro Jambi
tidak hanya ditemukan beberapa buah candi saja, namun juga ditemukan parit atau kanal
kuno buatan manusia, kolam penampungan air dan juga gundukan tanah yang pada bagian
dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks candi ini setidaknya terdapat 85 buah
menapo yang dimiliki oleh penduduk setempat.
12. Candi Bahal
Candi Bahal, Candi Portibi atau Biaro Bahal
merupakan kompleks candi Buddha dengan aliran Vajrayana yang ada di Desa Bahal,
kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
Candi ini terbuat dari material bata merah yang pada bagian kaki candi terdapat hiasan berupa
papan berkeliling dengan ukiran tokoh yaksa berkepala hewan yang sedang menari. Wajah
penari tersebut memakai topeng hewan seperti upacara di Tibet dan diantara papan tersebut
ada hiasan berupa ukiran singa yang sedang duduk.
Candi ini juga sangat cocok untuk dijadikan destinasi saat anda berkunjung ke sumatera
karena keindahannya yang sangat mencolok. Selain itu anda juga dapat melestarikan budaya
di indonesia.
13. Gapura Sriwijaya
Gapura Sriwijaya terletak di Dusun Rimba, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam,
Sumatera Selatan. Dalam situs Gapura Sriwijaya ini terdapat 9 Gapura akan tetapi sampai
saat ini baru ditemukan sebanyak 7 gapura saja. Keadaan gapura pada situs ini sudah dalam
keadaan roboh karena kemungkinan disebabkan oleh faktor alam seperti erosi, gempa dan
lainnya. Reruntuhan Gapura Sriwijaya ini berbentuk bebatuan segi lima memanjang dengan
tanda cekungan bentuk oval ke dalam pada salah satu bagian sisi batu. Tanda cekungan ini
merupakan pengunci supaya batu bisa disatukan atau ditempel.