Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1.
Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
EFIKASI DIRI DENGAN KEJADIAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
TIPE 2: STUDI KORELASI
SELF-EFFICACY WITH INCIDENCE OF WOUND AMONG DIABETES MELLITUS
PATIENT: A CORRELATION STUDY
Usman Usman¹*, Imran Imran²**, Kharisma Pratama³***, Wuriani4****, Cau Kim Jiu5*****
*****Program Studi Keperawatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalbar
Korespondensi email: usmanudan@[Link]
Abstrak
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang mengancam
kehidupan manusia. Angka kejadian DM terus mengalami peningkatan secara dramatis dari
tahun ke tahun. Salah satu komplikasi yang dapat diakibatkan oleh DM adalah Luka Kaki
Diabetik (LKD). Oleh sebab itu diperlukan efikasi diri pada pasien untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya dan juga dapat meningkatkan upaya mandiri pasien dalam
melakukan perawatan DM. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan efikasi diri dengan kejadian luka pada pasien dengan DM tipe 2. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Pengukuran variabel efikasi diri menggunakan kuesioner The Diabetes
Management Self Efficacy Scale sedangkan variabel dependen menggunakan lembar ceklis
kejadian luka. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien dengan Teknik
purposive sampling. Penelitian dilakukan di Klinik Kitamura Pontianak dan di tatanan
komunitas Desa Punggur. Hasil: Hasil analisis data menggunakan spearman rank
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistic dengan P= 0.00 <
0,05. Nilai korelasi kedua variabel tersebut tinggi yakni sebesar 0.471 dan memiliki korelasi
positif. Hal ini bermakna bahwa semakin baik efikasi diri pasien DM tipe 2 maka beresiko
rendah mengalami Luka Kaki Diabetik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pentingnya
efikasi diri pasien dengan DM tipe 2 agar dapat mencegah Luka Kaki Diabetik.
Kata kunci : Efikasi diri, kejadian luka, pasien, diabetes mellitus, luka kaki diabetik
Abstract
Introduction:Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that threatens human
life. The incidence of DM continues to increase dramatically from year to year. One of the
complications that can be caused by DM is Diabetic Foot Ulcer (DFU). Therefore self-efficacy
is needed in patients to solve the problems they face and increase the patient's independent
efforts in treating it. Aim:To determine the relationship between self-efficacy and the
incidence of DFU patients with type 2 DM. Method:Used an analytical observational method
with a cross sectional approach. The Diabetes Management Self-Efficacy Scale
questionnaire used in this study, while the dependent variable used a wound occurrence
checklist. Total samples were 60 patients with purposive sampling technique. The research
was conducted at the Kitamura Clinic in Pontianak and at the community setting Punggur
Village. Result:The results of data analysis used spearman rank showed that there was a
statistically significant relationship with P= 0.00 < 0.05. The variables correlation is high, it is
0.471, and had possitive effect means that if has hight self-efficacy of DM patients,it will be
low risk of Diabetic Foot Ulcer. This study indicates that the importance of self-efficacy of
patients with DM in order to prevent Diabetic Foot Ulcer.
Keywords : Self-efficacy, incidence of wound, patient, diabetes mellitus, diabetic foot ulcer
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
101
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
PENDAHULUAN Prevalensi Luka Kaki Diabetik di
Diabetes Melitus (DM) merupakan Indonesia sekitar 15% dengan resiko
gangguan serius terhadap sistem endokrin amputasi sebesar 30% dan 37% pasien
manusia (Pratama & Phutthikhamin, 2017). akan meninggal pasca amputasi selama 3
Penderita Diabetes Mellitus di dunia tahun. Setiap pasien Diabetes Mellitus akan
mengalami peningkatan secara signifikan mengalami stress yang berbeda beda dan
dari tahun ketahun. Merujuk pada dokumen juga memiliki strategi koping yang berbeda
International Diabetic Federation (IDF), saat pula (Usman et al. 2021; Alexiadou and
ini mengkonfirmasi bahwa diabetes adalah Doupis 2012); Sulistyowati and Indria
salah satu kedaruratan kesehatan global 2020). Salah satu upaya yang dapat
yang tumbuh paling cepat di abad ke-21. Di dilakukan untuk mencegah terjadinya
tahun 2019, diperkirakan 463 juta orang komplikasi neuropati diabetik adalah
menderita diabetes dan jumlah ini perawatan kaki. Perawatan kaki merupakan
diproyeksikan mencapai 578 juta pada kegiatan yang dilakukan oleh penderita
tahun 2030, dan 700 juta pada tahun 2045 diabetes melitus yang terdiri dari memeriksa
(Ogurtsova et al., 2022). keadaan kaki setiap hari, memotong kuku
Indonesia adalah negara yang masuk dengan benar, menjaga kaki agar tetap
ke dalam top ten country dengan urutan ke- bersih, memilih alas kaki yang tepat,
7 negara dengan prevalensi tertinggi DM pencegahan trauma pada kaki, dan
pada usia antara 20-79 tahun yaitu 10,7 juta penanganan awal trauma pada kaki.
ditahun 2019, diprediksi 13,7 juta ditahun Perawatan kaki yang dilakukan dengan baik
2030 dan 16,9 juta ditahun 2045 (Pratama bisa mencegah dan mengurangi komplikasi
et al., 2020). Selanjutnya menempati urutan kaki diabetes hingga 50% (Pratama and
ke 5 jumlah penderita DM tidak terdiagnosa Phuttikhamin, 2017) Efikasi diri menjadi
diperkirakan 7,9 juta (73,7%) Jumlah sesuatu yang penting dalam melakukan
tersebut signifikan naik dari tahun ke tahun. manajemen DM yang bertujuan agar
Indonesia termasuk urutan ke-3 dalam penderita DM melakukan perawatan diri
gangguan toleransi glukosa yang masing sesuai dengan yang dianjurkan. Nilai efikasi
masing; 29,1 juta ditahun 2019, 32,8 juta diri yang rendah berpengaruh terhadap
ditahun 2030, dan urutan ke-4 dengan 35,7 kepatuhan perilaku perawatan diri (Isniyah
juta ditahun 2045 (El‐Amawy and Sarsik, 2018).
2021) . Mempertimbangkan hal tersebut,
Pada tahun 2014 Ndraha mengatakan Efikasi Diri diperlukan untuk menentukan
bahwa Penyakit Diabetes Mellitus dapat strategi yang tepat untuk meningkatkan
menimbulkan rasa putus asa dan stres hal Efikasi diri pasien sebagai upaya mandiri
ini dikarenakan Diabetes Mellitus pasien untuk menyelesaikan masalah yang
merupakan penyakit dengan waktu yang dihadapinya. Terdapat bukti bahwa
lama dan umumnya perkembangan treatment meningkatkan efikasi diri berefek
penyakitnya lambat (Association American pada perbaikan yang signifikan dalam
Diabetes, 2014). Hal yang dapat perilaku manajemen perawatan diri diamati
memperburuk kondisi serta dapat setelah intervensi (Albikawi, Petro-Nustas,
meningkatkan resiko komplikasi luka kaki and Abuadas, 2015).
diabetik adalah stres yang berkepanjangan. Sebuah studi korelasi menunjukkan
Luka kaki diabetik ini adalah salah satu bahwa efikasi diri yang tinggi pada
komplikasi dari sekian banyak komplikasi penderita diabetes melitus akan
yang akan diderita oleh pasien DM tipe 2 meningkatkan perilaku terkait perawatan
yaitu terjadi perlukaan pada area kaki, sehingga mengurangi risiko perilaku
permukaan kulit yang disertai dengan yang merusak kaki (Huda et al., 2020) Studi
kerusakan hingga pada kematian jaringan, lain intervensi bibliotherapy dapat
infeksi, atau bahkan terjadi kematian saraf meningkatkan efikasi diri pasien diabetes
dan penyakit perifer. (Lutfiah 2021). Untuk itu efikasi diri pasien
yang tinggi diperlukan untuk mencapai
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
102
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
kesembuhan dalam perawatan. Pasien
dengan efikasi diri tinggi akan yakin ia HASIL DAN PEMBAHASAN
mampu mengerjakan tugas, mencapai Lokasi penelitian ini adalah di Klinik
tujuan, dan merencanakan tindakan untuk PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak.
mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian ini Klinik ini merupakan salah satu Klinik
adalah untuk mengetahui hubungan antara Khusus penderita Diabetes Mellitus dengan
efikasi diri dengan kejadian luka pada rata-rata kunjungan pasien rawat jalan
pasien DM tipe 2 berjumlah 30-40 orang setiap harinya.
Berikut akan ditampilkan karakateristik
BAHAN DAN METODE responden berdasarkan usia, jenis kelamin,
Penelitian ini menggunakan metode Gula Darah Sewaktu, Ankle Brachial Index,
observational analitik dengan pendekatan Lama mencerita DM, Kejadian Luka, Efikasi
crossectional. Jumlah sampel dalam Diri.
penelitian ini berjumlah 60 pasien Diabetes
Mellitus tipe 2 yang dilakukan di Klinik Tabel 1. Karakteristik Responden
Kitamura Pontianak dan di tatanan berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, GDS, dan
komunitas daerah Desa Punggur nilai Ankle Brachial Index.
Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat
dengan menggunakan teknik pengambilan No Karakteristik f %
sampel adalah pusposive sampling. Peneliti 1 Usia
< 45 Tahun 19 31,7
menentukan/ menskrining calon partisipan. ≥ 45 Tahun 41 68,3
Partisipan yang memenuhi syarat di minta 2 Jenis Kelamin
kesediaanya untuk menjadi responden Laki-laki 22 36,7
penelitian. Responden diminta mengisi Perempuan 38 63.3
infomed consent, setelah menandatangani 3 Gula darah Sewaktu
50-100mg/dl 8 13,3
informed consent, partisipan diminta 100-150mg/dl 16 26,7
mengisi minimum data sheet dan mengisi 150-200mg/dl 15 25
formulir pengkajian self effikasi. Untuk >200mg/dl 21 35
responden yang sulit membaca akan 4 Ankle Brachial Index
>1.31 (Klasifikasi di uji 0 0
dibantu untuk dibacakan dan diisi sesuai pembuluh darah)
dengan jawaban responden. Pengukuran 0,91-1,31 (Normal) 2 3,3
variabel efikasi diri menggunakan kuesioner 0.70-0,90 (PAD Ringan) 24 40
The Diabetes Management Self Efficacy 0,40-0,69 (PAD Sedang) 29 48,3
Scale sedangkan variabel kejadian luka ≤ 0,40 (PAD Berat) 5 8.4
menggunakan (Depth, Maceration, 5 Lama Menderita DM
Inflamation, Size, Tissue type of wound bed < 5 Tahun 32 53,3
(DMIST). Nilai uji validitas kuesioner efikasi ≥5-10 Tahun 18 30
diri, didapatkan nilai r 0.362 sedangkan nilai >10 Tahun 10 16,7
reliabilitas dengan uji Alpha Cronbach
0.840. Sementara itu lembar ceklist DMIST Tabel 1 menunjukkan bahwa
memiliki nilai sensivitas sebesar 0.855 dan berdasarkan usia rata-rata responden
spesifitas 0.786 yang artinya bahwa berusia ≥45 tahun berjenis kelamin
kuesioner efikasi diri dan lembar ceklis perempuan yang memiliki GDS terbanyak
DMIST dapat dinyatakan valid dan reliabel. adalah >200mg/dl dan mengalami PAD
Jenis Analisa data yang digunakan pada sedang yang dibuktikan dengan nilai Ankle
penelitian ini adalah uji Spearman rank Brachial Index antara 040-0.69 serta lama
dikarenakan data tidak berdistribusi normal. menderita DM paling tinggi adalah < 5
Penelitian ini telah lolos uji etik dari komite tahun.
etik penelitian di Sekolah Tinggi Ilmu
Keperawatan Muhammadiyah Pontianak Tabel 2. Karakteristik Responden
dengan nomor 258.A/[Link]/KET. berdasarkan efikasi diri dan kejadian luka.
ETIK/VIII/ 2021.
No Karakteristik f %
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
103
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
1 Efikasi Diri Menurut Ratnawati (2016)
Baik 22 36,7 menyatakan bahwa semakin tinggi nilai
Kurang Baik 38 63,3 efikasi diri pasien DM tipe 2 maka akan
2 Kejadian Luka semakin tinggi pula tingkat keyakinan
Ya 42 70
pasien DM tipe 2 dalam melakukan
Tidak 18 30
perawatan diri yang berhubungan dengan
diabetes. Seseorang yang menderita DM
Tabel 2 menunjukkan bahwa
tipe 2 dan memiliki skor efikasi diri yang
berdasarkan efikasi diri pasien dan
tinggi lebih mungkin untuk melakukan diet,
Kejadian luka didapatkan rata-rata pasien
olahraga, kontrol glukosa darah mandiri,
DM tipe 2 memiliki efikasi diri kurang baik
konsumsi obat, dan perawatan kaki
sebesar 63.3% dan memiliki luka sebanyak
diabetes dengan optimal. Seseorang yang
70%.
memiliki efikasi diri yang baik, akan
mendorong dirinya untuk berperilaku positif
Tabel 3. Hubungan antara efikasi diri
dalam kehidupannya, sehingga dalam
dengan Kejadian Luka.
menjalani penyakit DM tipe 2 yang
Variabel Kajadian Luka
dideritanya, ia mampu mempertahankan
Efikasi Ya Tidak dietnya, serta mampu patuh dalam
Diri n % n % melakukan pola hidup sehat sesuai
Baik 12 20 18 30 P: 0,00 manajemen DM tipe 2 termasuk perawatan
Kurang 26 43,3 4 6.7 kaki diabetes sehingga kejadian luka
Baik berulang bisa diatasi dengan sendirinya
(Hatmanti, 2017).
Tabel 3 menunjukkan bahwa Menurut Afrida (2017) pasien DM tipe
mayoritas responden DM tipe 2 memiliki 2 yang memiliki efikasi diri rendah
efikasi diri kurang baik dan terjadi luka cenderung memiliki kualitas hidup yang
sebanyak 43,4% sementara responden rendah pula. Pernyataan tersebut
dengan efikasi diri baik dan tidak terjadi menguatkan pendapat yang dikemukakan
luka sebesar 20%. Hasil uji bivariat dari oleh Bandura tentang kepercayaan diri
kedua variabel tersebut adalah terdapat seseorang mengenai kemampuan dalam
hubungan yang signifkan secara statitsik melakukan sesuatu. Pada umumnya
antara efikasi diri dengan kejadian luka seseorang tidak akan melakukan sesuatu
pada pasien dengan DM tipe 2 dengan nilai sampai ia yakin bisa melakukannya,
p value 0.00. walaupun seseorang yakin bahwa
Hubungan antara kedua variabel perubahan yang dilakukan akan bermanfaat
tersebut berada pada kategori tinggi dan tetapi jika seseorang tidak yakin bisa
positif dengan nilai statistik 0,471. hal ini melakukannya maka perubahan tidak akan
membuktikan bahwa sebanyak 47,1 % terjadi.
kejadian luka pada pasien dengan DM tipe Pada penelitian ini responden yang
2 dipengaruhui oleh efikasi diri yang kurang memiiki efikasi diri kurang baik dan
baik, sementara 42,9% sisanya dipengaruhi mengalami luka sebanyak 26 orang atau
oleh faktor lain yang tidak dibuktikan dalam 43,3%. selain itu faktor lain keterkaitan
penelitian ini. Selain itu korelasi kedua antara efikasi diri dengan kejadian luka
variabel tersebut positif, artinya bahwa adalah dikarekan nilai Gula Darah Sewaktu
semakin baik efikasi diri pasien dengan DM yang rata-rata 35% >200mg/dl, nilai Ankle
tipe 2 maka akan semakin rendah resiko Brachial Index sebanyak 48,3% mengalami
mengalami luka kaki diabetik. PAD sedang.
Efikasi diri adalah keyakinan diri, Hal ini sejalan dengan penelitian
apakah dapat melakukan tindakan yang Pranata and Sari (2021) yang mengatakan
baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau bahwa terdapat hubungan yang signifikan
tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang antara efikasi diri pasien dengan kadar gula
dipersyaratkan (Afrida 2017; Alkahfi, darah pasien Diabetes Mellitus tipe 2. GDS
Palimbo, and Marlina 2016).
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
104
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
tersebut akan mempengaruhi nilai Ankle yang memiliki efikasi diri kurang akan ragu
Brachial Index yang rendah dan berdampak dalam mencapai tujuannya. Perubahan
pada Peripheral Arterial Desease (PAD). perilaku pada pasien DM sangat diperlukan
Artinya bahwa dengan memiliki efikasi diri untuk mencapai tujuan dari manajemen DM
yang baik dimungkinkan pasien dapat yakni kadar glukosa yang terkontrol dan
melakkan control terhadap makanan mencegah terjadinya komplikasi serta
sehingga nilai Ankle Brachial Index menjadi meningkatkan kualitas hidup (Erniantin,
baik dan tidak terjadi PAD yang berakibat 2017).
pada kejadian luka berulang nantinya. Responden yang memiliki efikasi diri
Adanya efikasi diri yang kurang baik mempunyai harapan yang muncul dari
mengakibatkan tidak terjadinya perubahan keyakinan bahwa dirinya suatu saat dapat
perilaku positif terkait tindakan dalam hidup lebih baik jika melakukan
penatalaksanaan DM tipe 2. Hal ini sejalan penatalaksanaan DM dengan tepat
dengan penelitian yang dilakukan oleh sehingga resiko untuk mengalami berbagai
Rahman, Yulia, and Sukmarini (2017); komplikasi dapat dicegah seperti komplikasi
Astuti (2016); (Damayanti, Sitorus, and adanya luka kaki diabetic (Jiu et al. 2021;
Sabri 2014), yang menyatakan bahwa salah Anindita, Diani, and Hafifah, 2019). Menurut
satu faktor kunci perubahan perilaku adalah Wu & Yusra dalam Ningtyas (2013)
efikasi diri. Seseorang dengan efikasi diri menyatakan bahwa lama menderita DM
yang baik mampu melakukan apa yang juga berpengaruh terhadap efikasi diri
dianjurkan, hal ini dikarenakan terjadi pasien dalam perawatan yang tentunya
perubahan cara berfikir, motivasi diri dan akan berpengaruh juga terhadap kualitas
kemauan untuk bertindak (Afrida, 2017). hidup mereka. Pasien yang sudah
Adanya efikasi diri baik akan mendorong terdiagnosa DM ≥ 11 tahun memiliki efikasi
seseorang untuk berperilaku positif dalam diri yang baik dibandingkan dengan pasien
kehidupannya. Sebaliknya pada penderita yang terdiagnosa DM < 10 tahun, hal ini
DM tipe 2 dengan efikasi diri kurang akan disebabkan karena pasien sudah memiliki
memiliki komitmen yang rendah dalam pengalaman dalam mengelola penyakitnya
perawatan diri dan kontrolglikemik sehingga serta memiliki koping yang baik.
akan berdampak pada resiko mengalami Pasien yang sudah lama menderita
luka kaki diabetic (Rahman et al., 2017; diabetes melitus memiliki kualitas hidup dan
Hatmanti, 2017; Ismatika and Soleha, 2017) efikasi diri yang tinggi serta cara perawatan
Efikasi diri menentukan seseorang kaki yang baik karena bisa mempelajari
untuk berfikir, merasa, memotivasi dirinya, perilaku dan cara merawat kesehatannya
dan berperilaku untuk mendapatkan tujuan dari pengalaman yang sudah dilaluinya
yang diinginkan. Efikasi diri berkembang selama menjalani penyakit tersebut
melalui sumber-sumber yakni pengalaman sehingga pasien dapat memahami dengan
diri sendiri, pengalaman orang lain, baik hal-hal yang mesti dilakukan tentang
persuasi verbal berupa nasihat, saran, dan perawatan kaki dalam kehidupannya sehari-
bimbingan dari orang lain. Proses hari dan melakukan kegiatan tersebut
terbentuknya efikasi diri dimulai dari proses dengan konsisten dan bertanggung jawab
berfikir, termasuk cara mendapatkan, yang pada akhirnya kejadian luka berulang
pengorganisasian dan pemakaian dapat diatasi oleh pasien tersebut.
informasi, kemudian timbulnya motivasi
yang dibangkitkan melalui proses berfikir, SIMPULAN DAN SARAN
pengaturan keadaan emosi dan reaksi Kesimpulan penelitian ini adalah
emosional, serta memilih kegiatan dan terdapat hubungan yang signifikan secara
situasi yang sesuai dengan statistic antara efikasi diri dengan kejadian
kemampuannya. Seseorang dengan efikasi luka pada pasien dengan DM tipe 2 dan
diri yang baik mempunyai harapan yang memiliki korelasi positif yang artinya bahwa
kuat terhadap keberhasilan dalam semakin baik efikasi diri maka semakin
mencapai tujuan, sedangkan seseorang rendah resiko pasien mengalami luka kai
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
105
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
diabetik. Sumbangan korelasi kedua DAN KEPERAWATAN 7(2):332–46.
variabel tersebut sebesar 47,1% sementara Anindita, Mia Widha, Noor Diani, and Ifa
sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang Hafifah. 2019. “Hubungan Efikasi Diri
tidak dibuktikan pada penelitian ini, untuk itu Dengan Kepatuhan Melakukan Latihan
perlu untuk melakukan penelitian lanjutan Fisik Pada Pasien Diabetes Mellitus
tentang berbagai faktor yang dapat Tipe 2.” Nusantara Medical Science
menyebabkan penderita DM tipe 2 Journal 19–24.
megalami luka kaki diabetik. Association American Diabetes. 2014.
“Diagnosis and Classification of
Funding Diabetes Mellitus.” Diabetes Care
Penelitian ini atas pendanaan mandiri. 37(Supplement_1):S81–90.
Astuti, N. 2016. “Efikasi Diri Dan
Konflik of Interest Manajemen Diri Pada Pasien Diabetes
Penelitian ini tidak memiliki konflik Tipe 2, 5 (1), 13–18.”
kepentingan dengan pihak manapun Damayanti, Santi, Ratna Sitorus, and
Luknis Sabri. 2014. “Hubungan Antara
Ucapan Terima Kasih Spiritualitas Dan Efikasi Diri Dengan
Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus
ITEKES Muhamamdiyah Kalimantan Barat, Tipe 2 Di RS Jogja.” Medika Respati:
Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Jurnal Ilmiah Kesehatan 9(4).
Muhamamdiyah yang telah membantu El‐Amawy, Heba Saed and Sameh Magdy
secara moril dan materil kegiatan penelitian Sarsik. 2021. “Saline in Dermatology:
ini. A Literature Review.” Journal of
Cosmetic Dermatology 20(7):2040–51.
KEPUSTAKAAN Erniantin, Dika. 2017. “Gambaran Kualitas
Afrida, Afrida. 2017. “Hubungan Efikasi Diri Hidup Penderita Diabetes Melitus
Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien (Studi Pada Anggota Komunitas Dan
Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Non Anggota Komunitas Diabetes Di
Sakit Labuang Baji Makassar.” Jurnal Puskesmas Ngrambe Kabupaten
Ilmiah Kesehatan Diagnosis Ngawi).”
10(6):595–99. Hatmanti, Nety Mawarda. 2017. “Hubungan
Albikawi, Zainab Fatehi, Wasileh Petro- Antara Self Efficacy Dengan Quality of
Nustas, and Mohammad Abuadas. Life Pada Pasien Diabetes Mellitus
2015. “THE EFFECT OF DIABETES Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas
SELF EFFICACY ENHANCING Kebonsari Surabaya.” Journal of
INTERVENTION ON DIABETES SELF Health Sciences 10(2).
CARE MANAGEMENT BEHAVIORS Huda, Nuh, Nursalam Nursalam, Tintin
AMONG JORDANIAN TYPE TWO Sukartini, Sherley Ajeng Pratiwi, and
DIABETES PATIENTS.” American Dedi Irawandi. 2020. “The Impact of
International Journal of Contemporary Family Confidence on Foot Care
Scientific Research 2(8):34–48. Behavior by Family Members Suffering
Alexiadou, Kleopatra and John Doupis. from Diabetes Mellitus.” International
2012. “Management of Diabetic Foot Journal of Psychosocial Rehabilitation
Ulcers.” Diabetes Therapy 3(1):4. 24(7).
Alkahfi, Rina, Adriana Palimbo, and Marlina Ismatika, Ismatika and Umdatus Soleha.
Marlina. 2016. “Pengaruh Efikasi Diri 2017. “Hubungan Self Efficacy Dengan
Dan Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Self Care Pasien Pasca
Pencegahan Kaki Diabetik Pada Stroke Di Rumah Sakit Islam
Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Surabaya.” Journal of Health Sciences
Tipe 2 Di Rsud Dr. H. Moch. Ansari 10(2).
Saleh Banjarmasin.” DINAMIKA Isniyah, Faridatul. 2018. “HUBUNGAN
KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DEPRESI DENGAN EFIKASI DIRI
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
106
Jurnal Masker Medika Volume 11, Nomor 1. Juni 2023
e-ISSN : 2654-8658 [Link]
p -ISSN :2301-8631 10.52523/maskermedika.v11i1.523
PADA PASIEN DIABETES MELITUS Setiawan, Asmiyenti Djaliasrin Djalil,
(DM) TIPE 2 DI WILAYAH KERJA Cau Kim Jiu, and Tisa Gusmiah. 2020.
PUSKESMAS PUGER KABUPATEN “Nursing Technology in Vibration
JEMBER.” Perception Threshold Testing in
Jiu, Cau Kim, Kharisma Pratama, Tisa Diabetic Peripheral Neuropathy
Gusmiah, Yenni Lukita, Jaka Pradika, Patients.” Pp. 322–25 in 1st
and Gusti Jhoni Putra. 2021. “Efikasi International Conference on Science,
Diri Dengan Kualitas Hidup Pada Health, Economics, Education and
Pasien Dengan Luka Kaki Diabetik: Technology (ICoSHEET 2019). Atlantis
Studi Korelasi.” Jurnal Ilmu Kesehatan Press.
MAKIA 11(2):67–71. Rahman, Handono Fatkhur, Yulia Yulia, and
Lutfiah, Lulu. 2021. “EMANFAATAN Lestari Sukmarini. 2017. “Efikasi Diri,
BIBLIOTERAPI ISLAM PADA PASIEN Kepatuhan, Dan Kualitas Hidup Pasien
PALIATIF: EVIDENCE BASE Diabetes Melitus Tipe 2 (Self Efficacy,
NURSING.” Adherence, and Quality of Life of
Ningtyas, Dwi Wahyu. 2013. “Analisis Patients with Type 2 Diabetes).”
Kualitas Hidup Pasien Diabetes Pustaka Kesehatan 5(1):108–13.
Melitus Tipe II Di RSUD Bangil Ratnawati, Novia. 2016. “HUBUNGAN
Kabupaten Pasuruan.” EFIKASI DIRI TERHADAP KUALITAS
Ogurtsova, Katherine, Leonor Guariguata, HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS
Noël C. Barengo, Paz Lopez-Doriga TIPE 2 DI PKU MUHAMMADIYAH
Ruiz, Julian W. Sacre, Suvi Karuranga, YOGYAKRTA.”
Hong Sun, Edward J. Boyko, and Sulistyowati, Erna and Dewi Martha Indria.
Dianna J. Magliano. 2022. “IDF 2020. “Analisa Pengaruh Tingkat
Diabetes Atlas: Global Estimates of Kecemasan Dan Depresi Pasien
Undiagnosed Diabetes in Adults for Dengan Keluarga (Caregiver)
2021.” Diabetes Research and Clinical Terhadap Kualitas Hidup Pasien
Practice 183:109118. Kanker Di Malang.” Jurnal Bio
Pranata, Johan Ady and Ike Wuri Winahyu Komplementer Medicine 7(1).
Sari. 2021. “Hubungan Efikasi Diri Usman, Usman, Wuriani Wuriani, Jaka
Dengan Kontrol Gula Darah Pada Pradika, Cau Kim Jiu, Gusti Jhoni
Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 Di Putra, Kharisma Pratama, Tisa
Puskesmas Gamping 2 Sleman Gusmiah, and Yenni Lukita. 2021.
Yogyakarta.” Jurnal Penelitian “Aspek Spiritualitas Dengan Skor
Kesehatan" SUARA Penyembuhan Luka Pada Pasien
FORIKES"(Journal of Health Homecare Dengan Luka Kaki Diabetik:
Research" Forikes Voice") 12(4):495– Studi Korelasi.” Jurnal Keperawatan
98. 13(2):321–26.
Pratama, Kharisma and Nichapatr
Phutthikhamin. 2017. “Implementation
of Diabetic Foot Ulcer Prevention
Program in the Provincial Hospital,
Pontianak, West Borneo, Indonesia.” in
ASEAN/Asian Academic Society
International Conference Proceeding
Series.
Pratama, Kharisma and Nichapatr
Phuttikhamin. 2017. “Diabetic Foot
Ulcer Prevention: An Evidence Based
Practice.” Jurnal Keperawatan Dan
Kesehatan 8(2):79–84.
Pratama, Kharisma, Gusti Jhoni Putra, Didik
[Link] 10.52523/maskermedika.v11i1.523
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
107