Bab 9
Analisis Risiko
Tujuan Belajar dalam Bab ini adalah:
Analisis Pengendalian Risiko
Analisis Optimalisasi Risiko
Analisis Risiko
” Manajemen Risiko tidak dapat mengelola sesuatu
yang tidak dapat diukur ”
- James Lam -
Analisis risiko adalah merupakan upaya yang dilakukan perusahaan untuk
melakukan analisa-analisa risiko yang mungkin dihadapi dan mengukur efek/dampak
(positif atau negatif) risiko tersebut terhadap kinerja perusahaan.
Seperti yang sudah kita pelajari dalam proses manajemen risiko, analisis risiko
ada pada tahapan ”Pengukuran Risiko”. Analisis pengukuran risiko ini merupakan
bagian dari proses manajemen risiko yang sangat penting. Oleh karenanya, manajemen
risiko perusahaan seharusnya menaruh perhatiannya lebih serius terhadap analisis
risiko ini, karna hasil kerjanya akan sangat menentukan berhasil tidaknya perusahaan
mencapai tujuannya.
Ada beberapa teknik analisis yang dapat digunakan untuk mengelola risiko di
tingkat perusahaan (ERM), seperti :
Teknik Pengendalian Risiko
Teknik Optimisasi Risiko / Hasil
1. Analisis Pengendalian Risiko
Teknik ini dirancang untuk memastikan bahwa perusahaan masih memegang
kendali terhadap risiko-risiko bisnis yang diambilnya.
Ada tiga bentuk teknik analisis pengendalian risiko, seperti scenario analysis,
economic capital, dan risk indicators (sistem peringatan dini).
Scenario Analysis
Scenario Analysis atau analisis skenario adalah bentuk pengendalian risiko yang paling
dasar. Analisis skenario ini melakukan pengendalian risiko dengan cara
meruntut/melacak skenario yang sudah pernah dialami atau terjadi, kemudian
menangkap dampak perubahan-perubahan yang dialami perusahaan. Dengan
memperoleh historical data (data historis) yang ada dan dampak risiko yang mungkin
ditimbulkan, maka seorang eksekutif diharapkan akan mampu mengendalikan risiko
yang dihadapi perusahaan. Berbagai contoh adalah sebagai berikut:
Seorang analis, untuk dapat melakukan analisa dengan baik terhadap dampak krisis
global saat ini, maka dia harus mengumpulkan data historis krisis global tahun
1997/1998. Pengolahan data tersebut, kemudian digabungkan dengan data krisis
saat ini tahun 2008, maka eksekutif ini akan bisa mengukur dampak krisis yang
49
Analisis Risiko
terjadi bagi perusahaan, baik dari segi suku bunga, kenaikan nilai tukar, volume
penjualan, sampai pada strategi perusahaan.
Pengendalian risiko seperti ini dapat digunakan dalam pengukuran berbagai jenis risiko
yang ada, seperti risiko kredit, risiko pasar, asuransi, dan risiko operasional. Kemudian,
pengendalian risiko berdasarkan skenario analisis ini akan mampu menambah percaya
diri perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko yang ada.
Economic Capital
Teknik pengukuran pengendalian risiko lain yang lazim adalah economic capital.
Economic Capital atau kecukupan modal ekonomis adalah bentuk pengendalian risiko
dari sisi permodalan, yang maksudnya adalah jumlah sumber daya financial yang secara
teoritis harus ditahan perusahaan untuk memastikan tingkat solvensi (kecukupan modal)
organisasi pada tingkat kepercayaan tertentu dan berdasarkan risiko-risiko yang
diterimanya.
Standar solvensi (kecukupan modal) adalah tingkat kelayakan modal yang seharusnya
ada untuk menjaga agar perusahaan masih beroperasi dengan baik. Standar kecukupan
modal ini akan memberi dampak kedalam dan keluar perusahaan.
- Dampak internal adalah secara nyata akan menumbuhkan percaya diri manajemen
bahwa perusahaannya dari sisi permodalan masih sehat.
- Dampak eksternal adalah bahwa dengan kecukupan modal yang ada, perusahaan
akan mampu membiayaai risiko-risiko pasar, operasional yang ada.
Oleh karenanya, pengendalian risiko dengan cara economic capital ini sangatlah
membutuhkan perhatian dari pemilik perusahaan dan manajemen lini agar bisnis dapat
terus berlangsung dengan baik. Sebagai contoh seperti dibawah ini :
Bank Indonesia memberikan peraturan pada perbankan di Indonesia dengan
mengeluarkan peraturan BI tentang kecukupan modal, yang sering dikenal dengan
CAR (Capital Adquacy Ratio) minimal 8%.
Risk Indicators
Cara ketiga untuk teknik pengendalian risiko adalah risk indicators (indikator risiko) atau
sering dikatakan bahwa teknik ini mampu memberikan ”sistem peringatan dini”.
Pengendalian risiko ini bekerja dengan cara mengumpulkan data-data dan informasi-
informasi yang sangat signifikan digunakan sebagai indikator risiko perusahaan.
Teknik ini dirancang untuk menyajikan informasi tepat waktu mengenai perubahan
kondisi risiko yang memungkinkan manajemen mengambil langkah tepat untuk mitigasi
risiko. Sistem peringatan dini digunakan baik untuk data pasar eksternal maupun
internal.
Sistem eksternal, memanfaatkan data pasar dan ekonomi untuk menandai perubahan
jumlah eksposur risiko yang mungkin dihadapi perusahaan. Data yang biasa digunakan
antara lain adalah tingkat suku bunga, pergerakan nilai tukar, tingkat pengangguran,
kecenderungan pasar dengan perubahan pola hidup masyarakat, dan seterusnya.
50
Analisis Risiko
Sistem internal, memanfaatkan data spesifik perusahaan untuk memperkirakan
perubahan tingkat risiko. Pemantauan internal ini biasanya didapat dari bertambahnya
risiko gagal bayar kartu kredit nasabah, atau juga piutang tidak tertagih perusahaan
yang terus meningkat, kenaikan nilai tukar yang menyebabkan semakin tingginya harga
bahan baku import, dan seterusnya.
Sistem peringatan dini ini diperoleh dari mengumpulkan berbagai data dan informasi
yang signifikan, yang merupakan indikator risiko. Dengan sistem peringatan dini yang
baik, manajemen akan secara dini juga mengetahui kemungkina terjadinya risiko.
Sehingga akan memungkinkan manajemen menetapkan kebijakan dan prosedur untuk
menurunkan tingkat eksposur terhadap suatu risiko tertentu yang berhasil teridentifikasi
oleh sistem peringatan dini.
2. Teknik Optimisasi Risiko / Hasil
Manajemen risiko tidak dimaksudkan untuk mengurangi risiko suatu perusahaan
hingga ke titik nol, karna tanpa risiko, tidak ada hasil. Manajemen risiko akan membantu
manajemen untuk memastikan bahwa perusahaan mendapatkan imbalan yang
memadai atas risiko yang diambilnya, dengan ketentuan bahwa risiko-risiko yang
diambil berada dalam toleransi tingkat risiko sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Sesuai dengan prinsip investasi, ”high risk high gain”, maka dengan kemampuan
perusahaan mengambil risiko yang besar, hasil yang didapat biasanya akan sesuai.
Berbeda hasilnya jikalau yang terjadi adalah apabila perusahaan berani untuk take a
high risk tetapi tidak didukung dengan kemampuan finansial, sales force yang handal,
serta distribusi yang baik, maka perusahaan akan menuai atau masuk pada risiko yang
kemungkinan besar diatas kemampuan perusahaan. Nah, jikalau perusahaan masuk
dalam kondisi demikian, maka selanjutnya perusahaan akan mengalami penyakit yang
bergantian satu dan lainnya, seperti kemampuan economic capital yang menurun dan
seterusnya yang membawa dampak pada menurunnya kinerja bisnis perusahaan.
Oleh karenanya, perusahaan sebaiknya berani mengambil risiko sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya.
51