0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Warna Hijau Terbaik untuk Menangkap Spodoptera

Dokumen ini membahas penelitian tentang jenis warna hijau yang paling banyak dihinggapi oleh ngengat Spodoptera litura F. Penelitian ini menggunakan empat variasi warna hijau pada papan perangkap untuk mengetahui warna yang paling disukai serangga tersebut.

Diunggah oleh

Septi Lilik Yuliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Warna Hijau Terbaik untuk Menangkap Spodoptera

Dokumen ini membahas penelitian tentang jenis warna hijau yang paling banyak dihinggapi oleh ngengat Spodoptera litura F. Penelitian ini menggunakan empat variasi warna hijau pada papan perangkap untuk mengetahui warna yang paling disukai serangga tersebut.

Diunggah oleh

Septi Lilik Yuliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Buah melon merupakan buah yang diminati banyak orang. Rukmana

(1994) berpendapat bahwa buah melon telah menjadi salah satu mata dagang

ekspor impor di pasar Internasional dan kebutuhan dunia akan buah melon

pada tahun 1988 mencapai 159.914 ton atau senilai US $ 96.113. Kebutuhan

ekspor melon ini terutama untuk memenuhi kebutuhan buah melon negara-

negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, dan Swedia. Bila

buah melon diekspor ke negara lain, maka harus memiliki kualitas yang

bagus. Salah satu syarat kualitas yang bagus adalah tidak cacat akibat

serangan serangga.

Permintaan buah melon yang semakin meningkat menyebabkan para

petani banyak yang menanam buah melon. Budidaya buah melon akan

menghasilkan buah yang berkualitas bila tidak ada gangguan hama dan

penyakit. Kerugian akibat hama yang menyerang tanaman melon salah

satunya adalah penurunan kualitas dan kuantitas buah melon yang diproduksi.

Penurunan kualitas dan kuantitas buah melon dapat mempengaruhi daya

ekspor buah melon. Daya ekspor buah melon yang kurang menyebabkan

pendapatan dalam negara berkurang sehingga menyebabkan kesejahteraan

petani buah melon berkurang (Sunarti dan Khomsan, 2012).

Akibat budidaya suatu tanaman yang bersifat monokultur pasti

memiliki hama penting dan penyakit yang sering menyerang. Hama dan

1
2

penyakit selalu menjadi musuh utama para petani buah melon. Hama buah

melon menurut Tjahjadi (1989) adalah Ulat Agrotis, ulat Crocidolomia, ulat

Plutella, ulat Spodoptera, kutu daun Aphis sedangkan penyakit buah melon

adalah busuk lunak, busuk hitam, akar gada, bercak daun. Larva Spodoptera

litura F. merupakan hama penting dalam budidaya melon karena memiliki

daya rusak tinggi. Gejala serang larva Spodoptera litura F. yang masih kecil

merusak daun dan menyerang serentak secara berkelompok, dengan

meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas (Balai Penelitian Tanaman

Serealia, 2012). Dalam penelitian ini akan digunakan ngengat Spodoptera

litura F. (fase imago) yang termasuk dalam ordo Lepidoptera

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti (2009)

tentang ketertarikan Spodoptera litura F. terhadap perangkap warna, ngengat

ulat grayak lebih tertarik pada perangkap warna hijau. Ngengat Spodoptera

litura F. memiliki ketertarikan terhadap warna (Borror dkk, 1996) sehingga

menyebabkan kecenderungan menyukai warna hijau yang mirip dengan

warna makanannya yaitu daun melon atau buah melon.

Serangga memiliki dua tipe mata yaitu mata tunggal dan mata

majemuk. Mata majemuk dapat membentuk bayangan mozaik, sedangkan

mata tunggal memiliki lensa tunggal yang berfungsi untuk membedakan

warna. Kedua mata ini saling bekerja sama terhadap rangsang warna-warna

tertentu. Ordo Lepidoptera sebagian besar spesiesnya memiliki mata

majemuk (Borror dkk, 1996). Ngengat Spodoptera litura F. termasuk dalam

ordo Lepidoptera dan diyakinkan bahwa ngengat ini memiliki ketertarikan


3

terhadap warna-warna tertentu. Warna-warna ini lah yang menjadi isyarat

visual serangga untuk melakukan respon ransangnya. Salah satu respon dari

sumber ransangannya adalah kopulasi dan meletakkan telur.

Dalam penelitian ini akan digunakan perangkap warna yang terdiri

dari variasi warna hijau untuk memerangkap ngengat Spodoptera litura F. di

lahan tanaman melon. Masih banyak petani yang menggunakan pestisida

kimiawi yang berbahaya untuk memberantas hama serangga. Dampak

buruknya dapat berimbas kepada manusia. Banyak cara untuk mengatasi

hama ngengat Spodoptera litura F. pada tanaman melon dengan cara yang

lebih harmonis. Salah satu cara adalah dengan melakukan Program

Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu kegiatan PHT adalah

memasang perangkap untuk serangga target. Perangkap serangga ada

beberapa macam yaitu perangkap warna, perangkap lampu, perangkap

feromon.

Warna hijau termasuk golongan warna sekunder karena terbentuk dari

dua campuran warna primer yaitu warna kuning dan warna biru. Warna-

warna sekunder dapat bervariasi tergantung seberapa banyak warna primer

yang digunakan (Isroi, 2005). Penelitian ini menggunakan papan perangkap

berukuran 10 cm × 20 cm dengan empat variasi warna hijau. Papan berwarna

diberi perekat untuk perangkap Spodoptera litura F. dan dipasang pada tiang

kayu dengan panjang 150 cm. Penelitian ini diharapkan mampu menekan

populasi Spodoptera litura F. hingga dibawah tingkat kerugian ekonomi

budidaya tanaman melon.


4

B. Rumusan Masalah

Jenis warna hijau manakah yang paling banyak dihinggapi ngengat

Spodoptera litura F.?

C. Tujuan Penelitian

Mengetahui jenis warna hijau yang paling banyak dihinggapi ngengat

Spodoptera litura F.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian akan dipublikasikan sehingga dapat menjadi acuan

yang lebih spesifik untuk semakin mengenal biologi ngengat Spodoptera

litura F. Penggunaan pestisida kimiawi yang berbahaya bagi kesehatan

manusia dan ekosistem untuk mengendalikan hama Spodoptera litura F.

masih banyak digunakan para petani dan pekebun. Hasil publikasi dapat

memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai teknologi pengendalian

hayati dengan cara mekanik sehingga para petani dan pekebun dapat

mengurangi pemakaian pestisida kimiawi.

E. Keterbatasan Penellitian

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti memiliki beberapa

keterbatasan. Penelitian ini hanya terbatas membahas tentang warna

berdasarkan teori Brewster. Warna yang dibedakan berdasarkan empat

golongan yaitu primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Empat jenis warna

hijau yang dipakai dalam penelitian hanya diukur kecerahan, tingkat

kemerahan, dan tingkat kehijauan dengan alat Color Reader.


5

Papan menggunakan cat kimia yang mengeluarkan bau kimia,

sehingga indra penciuman ngengat Spodoptera litura F. kemungkinan

mempengaruhi ketertarikan. Dalam penelitian hanya dibahas indra

penglihatan ngengat Spodoptera litura F. sebagai penerima rangsang dari

warna papan. Indra penciuman tidak dibahas karena keterbatasan bahan

penelitian yang dipakai.

Penelitian ini membahas jenis warna hijau yang disukai ngengat

Spodoptera litura F. di lahan tanaman melon. Tidak disinggung struktur mata

yang dimiliki oleh ngengat Spodoptera litura F. tetapi disinggung struktur

mata serangga yang dimiliki oleh serangga pada umumnya terutama yang

tergolong dalam ordo Lepidoptera.

F. Keaslian Penelitian

Dalam penelitian Widyastuti (2006) digunakan warna putih, kuning,

hijau, dan biru sebagai warna papan perangkap untuk hama Spodoptera litura

F. Penelitian ini menunjukkan bahwa S. Litura F. lebih tertarik terhadap

warna hijau.

Dalam penelitian Sari (2006) digunakan warna putih, kuning, hijau,

dan biru sebagai warna papan perangkap untuk hama Thrips tabaci Lind.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Thrips tabaci Lind. lebih tertarik terhadap

warna putih.

Anda mungkin juga menyukai