0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan14 halaman

Faktor Pengaruh Dompet Digital DANA

Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dompet digital Dana berdasarkan studi kasus di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan tiga variabel yaitu persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan persepsi risiko yang mempengaruhi minat penggunaan dompet digital. Hasilnya menunjukkan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan dompet digital Dana

Diunggah oleh

bibie albar w
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan14 halaman

Faktor Pengaruh Dompet Digital DANA

Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dompet digital Dana berdasarkan studi kasus di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan tiga variabel yaitu persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan persepsi risiko yang mempengaruhi minat penggunaan dompet digital. Hasilnya menunjukkan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan dompet digital Dana

Diunggah oleh

bibie albar w
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

Jurnal Inovasi Manajemen & Bisnis (JIMB)

Website: [Link]/[Link]/JIMB | E-ISSN: 2830-3776

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN


DOMPET DIGITAL DANA (STUDI KASUS MASYARAKAT DKI
JAKARTA)
Ma’rifatul Hikmah1, Aldi Fathurrahman2, Tatang Rukiyat3(*)
1-3Program Studi Akuntansi, ITB Ahmad Dahlan Jakarta

ABSTRACT INFORMASI ARTIKEL

The aim of the study was to analyze public interest in using the Dikirim: 20 November 2022
DANA digital wallet using the Technology Acceptance Model or Ditelaah: 21 November 2022
TAM with a sample of 130 respondents using digital wallets in DKI Diterima: 23 November 2022
Jakarta. The data is processed using descriptive analysis with Amos
SEM data processing. The results of the study are (1) perceived Publikasi daring:
convenience influences interest in using a digital wallet (2) perceived 25 November 2022
usefulness influences interest in using a digital wallet (3) perceived
risk influences interest in using a digital wallet

Kata Kunci: TAM, persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, persepsi risiko, minat
menggunakan, dompet digital

Juli – Desember 2022, Vol 1 (2) : Hal. 104-117


©2022 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan.
All rights reserved.

*
Korespondensi: aldifathurrahman22@[Link] (A. Fathurrahman)
PENDAHULUAN

Gaya hidup masyarakat, telah bergeser seiring dengan perkembangan


teknologi informasi yang begitu pesat. Termasuk peralihan gaya bertransaksi
keuangan, dari penggunaan uang tunai menjadi non tunai (Hanafiah, 2022).
Masyarakat saat ini telah beradaptasi menuju gaya hidup cashless atau dikenal
dengan istilah cashless society dimana banyak masyarakat yang lebih memilih
menggunakan uang digital dibanding uang tunai saat melakukan transaksi
keungan.
Dompet digital muncul menawarkan lebih banyak kemudahan dengan
teknologi terkini yang apat diakses oleh semua kalangan. Menurut
Megadewandanu, dkk (2016) dompet digital merupakan kegiatan berbelanja
ataupun kegiatan yang lainnya tanpa membawa uang fisik. Manfaat menjadi
cashless sangat banyak, terutama bagi kaum milenial yang menjunjung tinggi
efisiensi dan pragmatisme di tengah gaya hidup kekinian(Shahnaz & Wenats,
2020). Dompet digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat dimana dalam waktu seminggu sekitar satu hingga dua kali
menggunakan pembayaran transaksi mencapai 68% (Haryati, 2021).
Selain itu, perubahan gaya bertransaksi juga didorong oleh peningkatan
secara masif penetrasi internet dan penggunaan smartphone di Indonesia
(Sazali & Rozi, 2020). Hal Ini terbukti dengan layanan mobile payment semakin
populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70% dalam lima
tahun terakhir di Indonesia (Antareza et al., 2021). Hal ini yang menjadikan
dompet digital menjadi salah satu metode pembayaran mobile payment yang
semakin diminati konsumen (Hanafiah, 2022).
Setidaknya ada 38 dompet digital yang telah mendapatkan izin resmi
dari Bank Indonesia (Badri, 2020). Semakin banyaknya aplikasi pembayaran
digital membuat transaksi uang elektronik melalui dompet digital meningkat.
Ditahun 2018, transaksi e-wallet di Indonesia mencapai angka USD1,5 miliar
dan diprediksikan akan meningkat menjadi USD 25 miliarpada tahun 2023.
Nilai transaksi uang elektronik juga melonjak hingga 281,39%. Pada 2018
nilai transaksi uang elektronik telah mencapai Rp47,2 triliun. Terjadi
penambahan sebesar Rp34,8 triliun atau hampir tiga kali lipat dibandingkan
2017 yang sebesar 12,4 triliun. Pada bulan Juli 2019 yang lalu nilai transaksi
uang elektronik telah melampaui nilai transaksi 2018, yakni sebesar 69
triliun (Lubis, 2022).
Fenomena meningkatnya transaksi uang elektoronik menunjukkan
bahwa penggunaan dompet digital telah diterima oleh masyarakat untuk
menunjang kegiatan bertransaksi sehari-harinya (Ardianto & Azizah, 2021).
Selain itu, fenomena tersebut menarik perhatian peneliti untuk menganalisis
berbagai faktor yang mengakibatkan peningkatan minat penggunaan dompet
digital. Dalam hal ini peneliti akan menguji minat seseorang untuk
menggunakan dompet digital, yang mengadopsi Teori Technology Acceptance
Model (TAM) yang dikembangkan oleh davis dalam Pantow et al (2020)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 105
Menurut teori ini, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi minat seorang
individu (behavioral intention) untuk menggunakan suatu teknologi tertentu
(determinant of system use) yaitu persepi kegunaan (perceived usefullness) dan
persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) (Davis, 1989).
Persepsi kemudahan merupakan tingkat harapan pengguna atas usaha
yang wajib dikeluarkan untuk menggunakan sebuah system (Tony Sitinjak,
2019). Seseorang yang menganggap sistem mudah digunakan akan berpikir
bahwa menggunakannya tidak perlu terlalu banyak bekerja (Mawardani &
Dwijayanti, 2021). Lebih lanjut kemudahan transaksi sebagai suatu tingkatan
dimana seseorang percaya bahwa teknologi dapat dengan mudah dipahami.
Jika penggunan dompet digital untuk melakukan pembayaran lebih rumit
dibandingkan pembayaran secara tunai, maka penggunaan dompet digital
dapat ditinggalkan oleh pengguna (Aisha & Kurnia, 2022).
Persepsi kegunaan merupakan harapan dari pengguna agar
meningkatkan produktivitas dan kinerjanya dengan bantuan teknologi.
Menurut Aulia & Suryanawa (2019) Persepsi kegunaan berhubungan dengan
produktivitas dan efektivitas dalam penggunaan suatu sistem untuk
meningkatkan kinerja penggunanya. Sedangkan menurut (Tony Sitinjak, 2019)
persepsi kegunaan merupakan sebuah pandangan subjektif pengguna atas
seberapa besar kemungkinan penggunaan sebuah system dapat meningkatkan
kinerjanya. Jika seseorang merasa sistem aplikasi yang ia gunakan dapat
meningkatkan kinerjanya, maka kemungkinan orang tersebut untuk
menggunakan aplikasi yang sama pun akan semakin besar (Ika Febrilia et al.,
2020).
Minat sebagai aspek kejiwaan bukan hanya mewarnai perilaku
seseorang untuk melakukan aktifitas yang menyebabakan seseorang merasa
tertarik kepada sesuatu (Romadloniyah & Prayitno, 2018). Minat juga
merupakan preferensi seseorang yang didorong oleh keinginan untuk
menggunakan suatu produk barang ataupun jasa guna memenuhi kebutuhan
(Ardianto & Azizah, 2021).
Studi terdahulu telah melakukan modifikasi terhadap teori TAM seperti
yang dilakukan oleh (Ardianto & Azizah, 2021) yang menambahkan variabel
kepercayaan dan persepsi resiko dalam penelitiannya mengenai minat
penggunaan dompet digital di kota Surabaya. Selain itu penelitian lain yang
dilakukan oleh (Ika Febrilia et al., 2020) yang meneliti minat menggunakan
cashless payment dompet digital dengan menambahkan variabel self-efficacy
dan persepsi risiko pada teori TAM. Sehingga dari penelitian tesbut membuat
peneliti akan menambahkan variabel persepsi risiko pada penelitian ini.
Persepsi risiko merupakan suatu pandangan ketidak yakinan terhadap
konsekuensi negatif yang diakibatkan dalam pengambilan keputusan oleh
konsumen (Mansour Samadi, Ali Yaghoob-Nejadi, 2009). Sedangkan menurut
(Andriyano, 2016) menyatakan bahwa persepsi risiko (perceived risk) adalah
suatu persepsi tentang ketidakpastian dan konsekuensi-konsekuensi yang tidak
diinginkan dalam menjalankan suatu aktivitas tertentu. Sehingga apabila resiko
yang terdapat dalam menggunakan suatu system teknologi tinggi maka akan

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
106
merendahkan minat seseorang untuk menggunakan.
Berdasarkan latar belakang di atas peneliti ingin menganalisa
penerimaan masyarakat dalam menggunakan dompet digital. Variabel
penelitian ini berbeda dengan penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya.
Variabel yang akan digunakan untuk mengukur penerimaan yaitu
menggunakan teori TAM yaitu persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan,
persepsi resiko sebagai variabel eksogen dan variabel minat menggunakan
sebagai variabel endogen.
Hubungan Persepsi kemudahan dengan minat menggunakan Dompet
digital Dana
Persepsi kemudahan merujuk pada system teknologi informasi dengan
kepercayaan individu agar tidak merepotkan sebuah usaha yang besar dalam
menggunakan (Susilo et al., 2017). Dalam penelitan yang dilakukan oleh
Mawardani & Dwijayanti (2021) persepsi kemudahan telah mempengaruhi niat
mahasiswa dalam menggunakan dompet digital. Sejalan dengan itu penelitian
yang dilakukan oleh Abrilia & Tri (2020) secara positif persepsi kemudahan
berpengaruh terhadap minat menggunakan e-wallet DANA. Selain itu
penelitian yang dilakukan oleh Ardianto & Azizah (2021) yang mengatakan
baik secara langsung maupun tidak langsung persepsi kemudahan
berpengaruh positif terhadap niat menggunakan dompet digital. Untuk itu
penelitian ini membangun hipotesis sebagai berikut :
H1: persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat
menggunakan dompet digital DANA
Hubungan Persepsi Kegunaan dengan minat menggunakan Dompet
digital Dana
Persepsi kegunaan merupakan suatu ukuran untuk mengetahui tingkat
kepercayaan seseorang terhadap penggunaan suatu sistem untuk
meningkatkan kinerjanya. Apabila seseorang percaya mengenai sistem
informasi dan berguna, maka sistem tersebut akan digunakan dan sebaliknya
(Venkatesh & Davis 2000). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sumantika
(2020) yang meneliti mengenai minat penggunaan dompet digital di Daerah
Istimewa Yogyakarta menghasilkan bahwa persepsi kegunaan memiliki
hubungan yang postif terhadap minat menggunakan dompet digital. Sejalan
dengan itu penelitian yang dilakukan oleh Astuti & Nugroho (2021) juga
menemukan hasil yang sama bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap minat untuk menggunakan dompet digital. Untuk itu
penelitian ini membangun hipotesis sebagai berikut :
H1: persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap minat
menggunakan dompet digital DANA
Hubungan Persepsi Risiko dengan minat menggunakan Dompet
digital Dana
Risiko merupakan suatu keadaan ketidakpastian, dimana jika terjadi
suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian,
sehingga menyebabkan tidak ingin menggunakan suatu produk (Sekarsari,
2018). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ardianto & Azizah (2021) persepsi

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 107
risiko tidak berpengaruh terhadap minat menggunakan dompet digital. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nuryasman & Warningsih (2021)
bahwa persepsi risiko tidak berpengaruh terhadap niat menggunakan e-wallet.
Namun penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitan yang dilakukan
oleh Veronica & Nuryasman (2022) dan Achadi & Winarto (2020) yang
mengatakan bahwa persepsi risiko memeliki pengaruh yang positif terhdap
minat menggunakan dompet digital. Untuk itu penelitian ini membangun
hipotesis sebagai berikut :
H1: persepsi Risiko berpengaruh positif terhadap minat menggunakan
dompet digital DANA

METODE
Desain penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif.
Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif kausal yang mencoba memastikan
hubungan antara dua variabel atau lebih (Umar Bakry, 2015). Data diperoleh
dengan menyebarkan kuesioner kepada 130 responden pengguna dompet
digital di DKI Jakarta . Skala likert digunakan untuk menentukan sifat atau
atribut suatu benda berdasarkan ukuran tertentu. Menurut Sugiyono (2017)
Skala Likert digunakan untuk menganalisis persepsi Kemudahan, Persepsi
Kegunaan dan persepsi risiko dan Minat menggunakan dompet digital
Untuk mengukur variabel persepsi kemudahan dalam penelitian ini
akan menggunakan indicator yaitu mudah dipelajari, fleksibel, mudah
digunakan dan menambah keterampilan (Romla & Ratnawati, 2018).
Selanjutnya untuk mengukur variabel Persepsi kegunaan akan menggunakan
indicator mempercepat transaksi, lebih efektif, meningkatkan produktivitas dan
mempermudah pekerjaan (Fatmawati, 2015). Variabel Persepsi Risiko akan
diukur dengan indicator tingginya risiko, keamanan bertransaksi, keamanan
system dan risiko privasi. Sedangkan variabel Minat menggunakan akan di
ukur melalui indicator Tertarik Menggunakan, Senang Menggunakan dan
kecenderungan untuk Menggunakan (Lalu Agustino, 2021).
Pengujian data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan aplikasi
software SPSS AMOS versi 24.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Dalam penelitian ini jumlah responden yang digunakan adalah 130
responden dengan jumlah responden laki-laki sebanyak 53 dan 77 orang
responden perempuan. Usia responden didominasi oleh usia antara antara 20-
25 tahun sebanyak 104 orang dan usia antara 26-30 tahun dengan jumlah 14
orang. Sedangkan responden paling sedikit berkisar antara 31-35 tahun
sebanyak 9 orang, sedangkan mereka yang berusia di atas 35 tahun yaitu
sebanyak 3 orang.

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
108
Pendidikan terakhir responden pengguna aplikasi dompet digital
DANA mayoritas berlatar belakang pendidikan strata 1 yaitu sebanyak 69
orang. Selanjutnya yaitu sebanyak 43 orang berlatar pendidikan SLTA sederajat.
Berikutnya yaitu sebanyak 18 orang berlatar pendidikan lebih tinggi dari Strata
1. Dari asal daerah responden pengguna aplikasi dompet digital DANA pada
penelitian ini mayoritas bertempat tinggal di Kota Jakarta Selatan yaitu
sebanyak 73 orang. Selanjutnya yaitu sebanyak 31 orangbertempat tinggal di
Kota Jakarta Pusat. Berikutnya yaitu sebanyak 18 orang bertempat tinggal di
Kota Jakarta Timur. Sedangkan responden paling sedikit pengguna aplikasi
dompet digital DANA pada penelitian ini yaitu bertempat tinggal di Jakarta
Barat yaitu sebanyak 5 orang dan di kota Jakarta Utara yaitu sebanyak 3 orang.
Selanjutnya sebelum melakukan pengujian Hipotesis pada penelitan.
Instrument penelitian perlu dilakukan dilakukan pengujian validitas dan
reliabelitas.

Validity test
Nilai signifikansi loading factor atau pembebanan standar yang
diantisipasi harus sama dengan atau lebih besar dari 0,5 pada Amos agar
dianggap valid (Ghozali Imam, 2016).
Table 1. Validity Test
Estimate

X1_1 <--- Kemudahan .637

X1_2 <--- Kemudahan .708

X1_3 <--- Kemudahan .792

X1_4 <--- Kemudahan .891

X1_5 <--- Kegunaan .831

X1_6 <--- Kegunaan .804

X1_7 <--- Kegunaan .693

X1_8 <--- Kegunaan .765

X1_9 <--- Risiko .817

X1_10 <--- Risiko .850

X1_11 <--- Risiko .872

X1_12 <--- Risiko .901

Y_13 <--- Minat .876

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 109
Estimate

Y_14 <--- Minat .799

Y_15 <--- Minat .909


Sumber: Data Diolah (2022)

Dari hasil output amos yang diatas dapat diketahui bahwa pada model
tersebut dinyatakan valid karena seluruhnya memiliki nilai loading factor ≥
0,05 yaitu 0,000.

Reliability Test
Untuk menguji reliabilitas ini dapat menggunakan dua cara yaitu
composite reliability dan variance extracted. Cut-off value dari composite
reliability adalah > 0,70 dan untuk variance extracted adalah > 0,50 (Ghozali
Imam, 2016).

Tabel 2. Reliability Test

Variabel CR VE

Kemudahan 0,95 0,75

Kegunaan 0,96 0,51

Risiko 0,94 0,52

Minat 0,85 0,51

Sumber : Data Diolah (2022)

Berdasarkan tabel diatas serta hasil pengujian bahwa semua nilai


reliability memiliki nilai >0,7 yang artinya bahwa pengukuran model SEM ini
sudah memenuhi syarat pengukur reliabilitas. Untuk nilai variance extrac juga
memiliki besaran nilai >0,5 yang artinya dapat diketauhi bahwa model
pengukuran SEM ini sudah memenuhi syarat ekstrasi factor yang baik.
Uji Normalitas
Persyaratan lain analisis persyaratan lain analisis SEM adalah bahwa
data berdistribusi normal. Normalitas data dilihat dari nilai Critical Ratio
Skewness Value pada tingkat signifikansi 0,01. Data dikatakan berdistribusi
normal jika Critical Ratio Skewness Value di bawah ± 2,58 (Ghozali, 2014).
Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Critical Ratio Skewness Value seperti
digambarkan pada tabel 3 di bawah ini :

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
110
Tabel 3. Uji Normalitas

Variable min Max skew c.r. kurtosis c.r.

Y_15 1.000 5.000 -1.258 -4.925 1.678 3.285

Y_14 1.000 6.000 -.519 -2.031 -.019 -.037

Y_13 1.000 5.000 -.505 -1.979 -.623 -1.219

X_12 1.000 5.000 -.797 -3.122 .053 .103

X_11 1.000 5.000 -1.031 -4.038 .681 1.333

X_10 1.000 5.000 -1.407 -5.510 1.273 2.492

X_9 1.000 5.000 -1.473 -5.768 1.546 3.026

X_8 1.000 5.000 -1.251 -4.897 .863 1.690

X_7 1.000 5.000 -1.329 -5.204 1.027 2.011

X_6 1.000 5.000 -1.207 -4.727 .891 1.745

X_5 1.000 5.000 -1.575 -6.166 1.842 3.606

X_4 1.000 5.000 -1.136 -4.449 .190 .371

X_3 1.000 5.000 -1.128 -4.417 .041 .081

X_2 1.000 5.000 -.941 -3.686 -.088 -.171

X_1 1.000 5.000 -1.118 -4.377 .301 .588

Multivariate 62.348 13.241

Sumber : Data Diolah (2022)

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua indikator Critical Ratio


Skewness Value berada di bawah ± 2.58, sehingga disimpulkan bahwa indikator
dari konstruk berdistribusi normal
Analisis Full Model SEM
Analisis pengolahan data pada full model dilakukan dengan melakukan uji
kesesuaian. Hasil pengolahan data pada analisis full model SEM dapat
dijelaskan pada Diagram dibawah ini :

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 111
Gambar 1. Full Model SEM

Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa model dapat diterima


dan digunakan sebagai model persamaan struktural yang baik Sehingga uji
kelayakan model SEM telah memenuhi syarat yang sudah ditetapkan.
Hypothesis test
Kemudian Langkah selanjutnya setelah semua asumsi sudah terpenuhi
maka selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pada tahapan ini yaitu
memperhatikan nilai t value atau C.R ≥ 1,96 dan nilai propabilitas (P) ≤ 0,05.
Tabel dibawah ini adalah hasil pengolahan pada AMOS terhadap diagram full
model untuk menguji hipotesis :
Tabel 4. Path Coefficient Test

Sumber : Data Diolah (2022)


Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai nilai t value atau C.R
setiap variabel ≥ 1,96 dan nilai propabilitas (P) ≤ 0,05, maka dapat disimpulkan
bahwa hipotesis pada penelitian ini dapat diterima. Adapun pembahasan
secara mendalam dapat dilihat dibawah ini.
Hipotesis pada variable kemudahan (X1) terhadap minat (Y) memiliki
nilai probabilitas (P) sebesar ***/0,000 dan C.R sebesar 6.515. hasil tersebut telah
memenuhi syarat dengan hasil pengolaha data yang menunjukan nilai
propability 0,000 dengan syarat < 0,05 dan nilai C.R 6.515 dengan syarat >1,96
dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis 1 diterima karena terdapat
pengaruh yang positif antara variable Kemudahan (X1) terhadap variable
Minat (Y). Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
112
dilakukan oleh Sari, et,.al, (2019) yang mengatakan bahwa faktor kemudahan
tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat dalam menggunakan e-wallet.
Tetapi penelitian ini juga telah mendukung hasil penelitian yang telah
dilakukan oleh Abrilia & Tri (2020), Falah (2021) dan Rodiah & Sari Melati (2020)
yang dalam penelitiannya menghasilkan bahwa faktor kemudahan
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat seserorang dalam
menggunakan E-wallet. Tingginya faktor kemudahan yang dirasakan oleh
seseorang dalam menggunkan suatu aplikasi seperti fitur dalam aplikasi
mudah dipelajari, aplikasi mudah digunakan dan dalam melakukan transaksi
mudah dilakukan dapat meningkatkan minat seseorang untuk menggunakan
aplikasi tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi faktor
kemudahan dalam menggunkan aplikasi dompet digital DANA maka semakin
tinggi juga minat seseorang untuk menggunakan aplikasi tersebut.
Hipotesis pada variable kegunaan atau manfaat (X2) terhadap minat (Y)
memiliki nilai probabilitas (P) sebesar ***/0,000 dan C.R sebesar 3.648. hasil
tersebut telah memenuhi syarat dengan hasil pengolahan data yang
menunjukan nilai propability 0,000 dengan syarat < 0,05 dan nilai C.R 3.648
dengan syarat >1,96 dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis 2 diterima
karena terdapat pengaruh yang positif antara variable Kegunaan/manfaat (X3)
terhadap variable Minat (Y). Hal ini dapat bermakna bahwa semakin besar
manfaat yang dirasakan oleh pungguna maka semakin besar juga minat untuk
menggunakan aplikasi dompet digital DANA. Dalam ha ini besarnya manfaat
yang dirasakan dapat berupa mempercepat segala aktivitas transaksi keuangan,
meningkatkan produktifitas, dapat membuat pekerjaan lebih efektif dan
mempermudah pekerjaan. Besarnya maanfaat yang dirasakan tersbut
mengakibatkan seseorang berminat uantuk menggunakan aplikasi
[Link] penelitian ini sejalan denagan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Lalu Agustino (2021), Afolo & Dewi (2022) dan Agustina et al., (2022) yang
dalam penelitiannya menghasilkan bahwa persefsi manfaat memiliki pengaruh
yang positif dan signifikan terhadap minat seseorang dalam menggunakan e-
wallet.
Hipotesis pada variable risiko (X2) terhadap minat (Y) memiliki nilai
probabilitas (P) sebesar ***/0,000 dan C.R sebesar 3.599. hasil tersebut telah
memenuhi syarat dengan hasil pengolaha data yang menunjukan nilai
propability 0,000 dengan syarat < 0,05 dan nilai C.R 3.599 dengan syarat >1,96
dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis 3 diterima karena terdapat
pengaruh yang positif antara variable Risiko (X3) terhadap variable Minat (Y).
Hal ini bermakna bahwa semakin rendah risiko suatu aplikasi maka semakin
tinggi minat seseorang untuk menggunakan aplikasi tersebut. Demikian juga
sebaliknya apabila aplikasi tersebut tinggi risikonya maka seseorang akan
semakin berhati-hati untuk menggunakan aplikasi tersebut. Dalam hal ini risiko
yang dimaksud adalah keamanan data-data pribadi, keamanan dalama setiap
transaksi dan keamana system aplikasi yang digunakan. Jika risiko tersebut
tingga maka minat seseorang untuk menggunakan aplikasi akan rendah.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 113
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Veronica &
Nuryasman (2022), Sari, et al., (2019) dan Achadi & Winarto (2020) yang
menghasilkan bahwa faktor resiko memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap penggunan e-wallet. Walaupun demikian, penelitian ini juga
bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ericaningtyas &
Minarso (2021) dan Nuryasman & Warningsih (2021) yang mengatakan bahwa
persefsi risiko tidak mempengaruhi minat seseorang untuk menggunakan
aplikasi e-wallet.

KESIMPULAN

Terdapat keterbatasan penelitian yang dapat berpengaruh terhadap hasil


penelitian, yakni variable independen dalam penelitian ini hanya tiga yakni
persepsi manfaat, persepsi kemudahan, persepsi risiko. Sehingga masih
terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk melihat faktor yang
dapat mempengaruhi minat penggunaan aplikasi dompet digital DANA. Selain
itu objek penelitian ini juga hanya berfokus pada masyarakat yang berada di
Provinsi DKI Jakarta sehingga belum dapat mengeneralkan sampel pengguna
aplikasi dompet digital DANA secara luas. Adapun rekomendasi penelitian
untuk peneliti selanjutnya yaitu agar dapat menggunakan berbagai variabel
yang masih terkait dengan penelitian ini, seperti kepercayaan yang dirasakan,
sikap, layanan, dan variabel lain. Serta menambah sejumlah sampel, indikator,
dan lokasi penelitian untuk membuat penelitian lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Abrilia, N. D., & Tri, S. (2020). Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Fitur
Layanan Terhadap Minat Menggunakan E-Wallet Pada Aplikasi Dana Di
Surabaya. Jurnal Pendidikan Tata Niaga, 8(3), 1006–1012.

Achadi, A., & Winarto, H. (2020). Mengunakan Layanan Go Pay Pada


Pelanggan. Manajemen Bisnis, 17(1), 11–23.

Aisha, N., & Kurnia, E. (2022). Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Daya Tarik
Iklan Terhadap Keputusan Menggunakan Dompet Digital “ OVO .” Bursa
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 153–163.

Antareza, C., Saefuloh, D., & Gunawan, A. I. (2021). Persepsi pelaku usaha kecil
terhadap penggunaan e-wallet sebagai sistem pembayaran. Industrial
Research Workshop and National Seminar, 4–5.

Ardianto, K., & Azizah, N. (2021). Analisis Minat Penggunaan Dompet Digital
Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Pada Pengguna
di Kota Surabaya. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 23(1), 13.
[Link]

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
114
Astuti, I. S., & Nugroho, E. S. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Minat Masyarakat dalam menggunakan Aplikasi Dompet
Digital Go-Pay. Jurnal Manajemen, 13(1), 26–36.

Aulia, N., & Suryanawa, I. K. (2019). Pengaruh Persepsi Kegunaan dan


Kemudahan Penggunaan Pada Minat Penggunaan Quick Response Code
dalam Transaksi Keuangan. E-Jurnal Akuntansi, 28(3), 1749.
[Link]

Badri, M. (2020). Adopsi Inovasi Aplikasi Dompet Digital di Kota Pekanbaru.


Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, 8(1), 120.
[Link]

Ghozali Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23
(8th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hanafiah, M. (2022). Analisis Penggunaan Dompet Digital Pada Masa Pandemi


Covid- 19 Menggunakan Metode K-Prototype. [Link], 2(7), 1–7.

Haryati, D. (2021). Fenomena Cashless Society Pada Generasi Milenial dalam


Menghadapi COVID-19. Business Innovation and Entrepreneurship Journal,
3(1), 32–37. [Link]

Hazbiyah Shahnaz, & Wuryanta Eka Wenats. (2020). Fenomena Cashlesspada


Pembentukan Gaya Hidup Baru Generasi Milenial. Jurnal Ikon Agustus
2020, 24(2), 185–199. [Link]
[Link]/[Link]/IKON/article/view/1237/1000

Ika Febrilia, Shela Puspita Pratiwi, & Irianto Djatikusumo. (2020). Minat
Penggunaan Cashless Payment System – Dompet Digital Pada Mahasiswa
Di Fe Unj. JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 11(1), 1–19.
[Link]

Lalu Agustino. (2021). Pengaruh Promosi, Persepsi Kemudahan Dan Persepsi


Manfaat Terhadap Minat Penggunaan E-Wallet Dengan Kepercayaan
Sebagai Variabel Mediasi Pada Pengguna E-Wallet Di Kota Banjarmasin.
Kindai, 17(3), 401–422. [Link]

Lubis, R. H. (2022). Penggunaan Dompet Digital dan Wallet Terhadap Budaya


Konsumtif pada Masyarakat di Kota Tangerang Serta Pandangan Syariah
Tentang Etika Konsumsi. Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan Dan Ekonomi
Syariah, 2(01), 1–10.

Mansour Samadi, Ali Yaghoob-Nejadi. (2009). A Survey of the Effect of


Consumers’ Perceived Risk on Purchase Intention in E-Shopping. Business
Intelligence Journal, 2 No. 2, 261–275.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 115
[Link]
Hernandez/publication/26844794_Atenquique’s_environmental_and_eco
nomic_development_shrinkage_in_Globalization_era/links/0c9605255db
02b535e000000/Atenquiques-environmental-and-economic-development-
shrinkage-

Mawardani, F., & Dwijayanti, R. (2021). Pengaruh Persepsi Kemudahan


Penggunaan Dan Promosi Cashback Terhadap Minat Mahasiswa Dalam
Menggunakan Dompet Digital Shopeepay Pada Aplikasi Shopee. Jurnal
Pendidikan Tata Niaga (JPTN), 9(3), 1455–1463.

Pantow, A. K., Sungkowo, B., Limpeleh, E. A. N., & Tandi, A. (2020). Analisis
Penggunaan Myob Accounting Software Pada Mahasiswa Akuntansi
Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model. Jurnal Akademi
Akuntansi, 3(2), 200–207. [Link]

Romadloniyah, A. L., & Prayitno, D. H. (2018). Pengaruh Persepsi Kemudahan


Penggunaan, Persepsi Daya Guna, Persepsi Kepercayaan, Dan Persepsi
Manfaat Terhadap Minat Nasabah Dalam Menggunaan E-Money Pada
Bank Bri Lamongan. Jurnal Akuntansi, 3(3), 699.
[Link]

Romla, S., & Ratnawati, A. (2018). Keputusan Pembelian E-Commerce Melalui


Kemudahan Penggunaan, Kualitas Informasi Dan Kualitas Interaksi
Layanan Web. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19(1), 59.
[Link]

Sazali, H., & Rozi, F. (2020). Belanja Online dan Jebakan Budaya Hidup Digital
pada Masyarakat Milenial. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in
Communication Study, 6(2), 85–95.
[Link]

Sekarsari, N. R. (2018). PENGARUH PERCEVIED EASE OF USE, PERCEVIED


USEFULNEDS, DAN PERCEPTION OF PRODUCT RISK TERHADAP
ONLINE SHOPPING INTENTION PADA PRODUK FASHION. Jurnal
Ekobis Dewantara, 1(5).
[Link]
90

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Sukis Warningsih, N. M. (2021). Determining Factors of Digital Wallet Usage.


Jurnal Manajemen, 25(2), 271. [Link]

Sumantika, A. P. & A. (2020). Analisis Technology Acceptance Model Pada


Pengguna Dompet Digital Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal

Jurnal Inovasi Manajemen dan Bisnis (JIMB)


Juli – Desember, Vol. 1 (2) : hlm 104-117
116
Manajemen, 10(February), 137–146.
[Link]

Susilo, W. T., Ariyanti, M., & Drs, S. (2017). Pengaruh Daya Tarik Promosi,
Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan Dan Harga Terhadap Minat
Beli E-Toll Card Bank Mandiri Effect of Attraction of Promotion, the
Perception of Facilities Benefit Perseption, and the Price of Interest To Buy
E-Money Toll . EProceedings of Management, 4(1), 25–31.

Tony Sitinjak, M. (2019). Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan Dan Persepsi


Kemudahan Penggunaan Terhadap Minat Penggunaan Layanan
Pembayaran Digital Go-Pay. Jurnal Manajemen, 8(2), 27–39.

Umar Bakry. (2015). Metodologi Penelitian: Kualitatif versus Kuantitatif”, dalam


Metode Penelitian Hubungan Internasional. Pustaka Pelajar.

Venkatesh; Viaswanath, & Davis; Fred D. (2000). A Theoretical Extension of the


Technology Acceptance Model: Four Longitudinal Field Studies.
Management Science, 46(2), 186–204.
[Link]

Veronica, & Nuryasman. (2022). Pengaruh Persepsi Risiko, persepsi


Kemudahan dan Literasi keuangan terhadap Minat Pengguna LINKAJA.
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan, 04(02), 516–524.

Y Andriyano, D. R. (2016). Pengaruh persepsi kemudahan, persepsi


kebermanfaatan, persepsi risiko dan kepercayaan terhadap minat
menggunakan rekening ponsel (studi kasus pada nasabah CIMB Niaga
Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Profita : Kajian Ilmu Akuntansi, 2.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Dompet Digital Dana


(Studi Kasus Masyarakat DKI Jakarta)
(Ma’rifatul Hikmah, Aldi Fathurrahman & Tatang Rukiyat ) 117

Anda mungkin juga menyukai