OSI
Sejarah Osi Layer
Sebelum adanya OSI Layer, sistem komunikasi antarkomputer berlangsung
menggunakan protokol yang dibuat sendiri-sendiri oleh produsen dan pengembang
perangkat. Ini membuat banyaknya perbedaan protokol yang ada, meski masih berada
dalam satu jaringan.
Perbedaan protokol memunculkan permasalahan dalam hal komunikasi.
Pertukaran informasi sulit dilakukan pada perangkat atau jaringan dengan protokol
berbeda. Maka sekitar akhir tahun ’70-an, digagaslah dua proyek besar untuk
menentukan protokol standar bagi semua perangkat.
Salah satu proyek digarap oleh ISO. Sementara CCITT Komisi Konsultan
Komunikasi dari Prancis mengerjakan penyusunan model lainnya. Keduanya
menghasilkan konsep yang menarik. Sehingga kemudian dilebur menjadi satu dalam
Open System Interconnection pada 1983.
OSI Layer sebenarnya dibuat agar menjadi model protokol komunikasi yang
diadopsi secara internasional oleh para pengembang di bidang internet. Sayangnya hal
tersebut gagal terwujud karena munculnya protokol TCP/IP hasil pengembangan
Departemen Pertahanan AS. Protokol baru ini dianggap lebih efisien dalam
pengaplikasiannya. Namun OSI Layer tidak hilang begitu saja. Saat ini, protokol ini
masih dipakai secara luas, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk menjelaskan
sistem kerja dan hubungan antar protokol dalam jaringan komunikasi.
Pengertian Osi
OSI Layer (Open Systems Interconnection Layer) adalah sebuah model referensi
yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan cara kerja komunikasi dalam
jaringan komputer. Model ini menggambarkan jaringan komputer sebagai serangkaian
lapisan atau tingkat, di mana setiap lapisan memiliki tugas dan fungsi tertentu dalam
proses komunikasi data. Setiap komputer dalam jaringan memiliki cara
berkomunikasinya masing-masing. Komputer bermerek A memiliki bahasa sendiri, dan
hanya bisa berkomunikasi dengan perangkat lain yang bermerek sama. Hal tersebut
juga terjadi pada sistem jaringan. Di mana pertukaran informasi antar jaringan tidak
bisa terjalin dengan baik. Sementara tentu saja proses komunikasi dibutuhkan tidak
hanya oleh komputer dalam satu sistem jaringan tertentu.
Maka, dibutuhkan standar khusus untuk memungkinkan komunikasi dapat terjalin
secara menyeluruh. Oleh karena itulah, kemudian ISO (International Standart
Organization) menetapkan standar OSI Layer tentang protokol komunikasi untuk segala
jenis sistem jaringan.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa OSI Layer adalah sebuah konsep yang
memungkinkan pertukaran informasi terjadi antara berbagai jenis sistem komunikasi
komputer, dengan menggunakan protokol standar, yaitu TCP/IP.
Protokol sendiri merupakan format aturan tentang proses pertukaran informasi
antarkomputer menggunakan TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet
Protocol). Sementara, IP adalah sistem alamat dalam jaringan internet yang
dihubungkan oleh TCP.
Lapisan - Lapisan OSI Layer
Model OSI terdiri dari 7 lapisan, dan masing-masing lapisan memiliki perannya
sendiri dalam memfasilitasi komunikasi data antara perangkat dalam jaringan. Model
OSI membantu dalam pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana komponen
jaringan berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Berikut penjelasan mengenai
tujuh lapisan dalam konsep OSI Layer.
Application
Tahapan ini berhubungan langsung dengan pengguna. Application Layer
merupakan prosedur penyambungan komunikasi dari perangkat. Artinya,
Application Layer adalah penghubung antara perangkat dan sistem komunikasi.
Contohnya saat mengirim surel. Program e-mail, seperti Gmail, akan memulai
komunikasi dengan jaringan sebelum pesan bisa dikirim. Di sinilah Application
Layer berlangsung melibatkan protokol HTTP, SMTP, FTP, dan telnet.
Presentation
Presentation Layer bertanggung jawab untuk mempersiapkan data agar bisa
digunakan dengan program tertentu. Atau dengan kata lain, mempresentasikan
data agar program tersebut dapat menyerap, mengakses, dan menggunakannya.
Presentation Layer berperan sebagai penerjemah bahasa komunikasi yang
berbeda antara dua perangkat komputer. Melakukan enkripsi data dari perangkat
sumber, lalu men-dekripsi-nya pada perangkat penerima.
Session
Durasi waktu yang diperlukan untuk berkomunikasi disebut Session atau sesi.
Lapisan ini bertanggung jawab untuk membuka jaringan dalam durasi waktu
yang cukup agar pertukaran data berjalan dengan baik. Session Layer
mengirimkan data melalui pos-pos. Contohnya, untuk mengirim 100 data,
Session Layer bisa mengatur penempatan pos setiap 10. Jika setelah mencapai
50 tiba-tiba jaringan putus, maka pengiriman data bisa diulangi dari pos terakhir.
Transport
Transport Layer berperan sebagai penanggung jawab kiriman pesan antara dua
perangkat. Mengambil data dari layer sebelumnya dan meneruskannya ke
lapisan berikutnya, sekaligus memastikan bahwa data tersampaikan dengan baik.
Lapisan ini juga bertanggung jawab mengendalikan alur komunikasi antara dua
perangkat yang kecepatan internetnya berbeda agar dapat saling
mengoptimalkan. Juga, memastikan data tersampaikan secara lengkap dan
meminta kiriman ulang jika gagal.
Network
Network berarti jaringan. Dalam hal ini, Network Layer bertugas untuk
memberikan jalur, sebagai fasilitas bagi proses pertukaran informasi antara dua
jaringan berbeda. Network Layer tidak diperlukan pada komunikasi perangkat di
jaringan yang sama.
Network Layer mencari jalur komunikasi terbaik antarjaringan (routing).
Lapisan ini menyalurkan data kiriman dari perangkat sumber dengan cara
membaginya dalam paket-paket kecil. Lalu menyusunnya kembali ketika telah
sampai pada perangkat penerima.
Data Link
Jika Network Layer adalah penyalur informasi antarjaringan, Data Link
merupakan pemberi jalur komunikasi di dalam jaringan yang sama. Tugas-
tugasnya hampir sama dengan Network Layer dan Transport Layer, hanya saja
internal dalam satu jaringan.
Physical
Lapisan paling dasar dari ketujuh OSI Layer. Bertanggung jawab
mentransmisikan data dalam bentuk bit stream. Physical Layer mencakup segala
peranti pertukaran informasi yang dimiliki oleh dua perangkat yang
melakukannya, termasuk kabel dan tombol-tombol.
Bit stream bisa dikatakan sebagai data digital. Bentuknya tak kasat mata dan
berurutan melalui alur tertentu yang bisa ditransmisikan melalui media fisik.
Contoh data digital, seperti tegangan listrik, frekuensi radio, frekuensi internet,
cahaya, dan lain-lain.
E-mail yang Anda kirimkan bergerak melalui ketujuh lapisan OSI Layer di atas.
Proses yang cukup panjang, bukan? Sebelumnya mungkin Anda tak pernah
membayangkan bagaimana proses itu berjalan.
Fungsi OSI later
Pengembangan konsep OSI Layer sebenarnya ditujukan agar produsen komputer
serta pengembang jaringan dan perangkat lunak dapat membuat produk yang bisa
saling terhubung tanpa memaksa pengguna melakukan usaha lebih.
Dalam perjalanannya, para produsen komputer dan pengembang jaringan internet
tidak menerapkan protokol model OSI Layer secara baku. Pasalnya tidak semua proses
komunikasi memerlukan prosedur OSI Layer karena dapat menggunakan protokol yang
lebih sederhana.
Namun, konsep OSI Layer tidak serta merta ditinggalkan begitu saja. Model
prosedur ini masih banyak digunakan, terutama dalam melacak permasalahan yang
mengakibatkan gagalnya fungsi jaringan. Sehingga, kemudian dapat diatasi dan
komunikasi berjalan normal kembali.
OSI Layer bekerja melewati tujuh lapisan prosedur yang berurutan. Ketika
seseorang tidak bisa mengakses internet dengan laptopnya, berarti ada masalah yang
mungkin terjadi pada salah satu lapisan prosedur tersebut.
Konsep OSI Layer memudahkan proses pencarian titik awal permasalahan,
sehingga memangkas waktu yang diperlukan untuk melacak problem jaringan. Dengan
begitu, usaha untuk mengatasi masalah jaringan pun berjalan lebih mudah dan singkat.
Cara Kerja OSI layer
Prosedur OSI Layer berlaku, baik di perangkat pengirim maupun perangkat
penerima. Artinya, data dari perangkat pengirim akan melewati layer 1 sampai 7.
Sebelum sampai ke perangkat penerima, data tersebut masih harus melewati tujuh
layer yang sama, tetapi urutannya terbalik.
Suatu ketika, Anda menggunakan aplikasi pengolah pesan untuk mengirim surel
kepada adik. Selesai mengetik, Anda menekan tombol “kirim”. Lalu aplikasi pengolah
pesan akan memanggil Application Layer untuk memilih protokol (dalam hal ini SMTP)
untuk menyampaikan data.
Presentation Layer terlebih dahulu memampatkan data dan meneruskannya ke
Session Layer untuk memulai proses pengiriman. Kiriman diproses oleh Transportation
Layer dalam bentuk segmen, kemudian dipecah lagi dalam potongan-potongan kecil
pada Network Layer.
Network Layer menyampaikan adanya potongan-potongan data ke Data Link Layer.
Di Data Link Layer ini, data tersebut masih akan dipecah-pecah kembali agar bisa
dikirimkan melalui perangkat keras pada Physical Layer.
Physical Layer mengonversi data ke dalam bentuk bit stream lalu diteruskan
melalui media fisik, seperti modem, kabel, fiber optik, atau perangkat konektivitas
jaringan lainnya. Perangkat inilah yang pertama kali menerima paket bit stream data di
alamat e-mail adik Anda.
E-mail kiriman Anda masih harus melewati tujuh OSI Layer lagi, sebelum adik Anda
dapat membacanya seperti biasa. Namun kali ini prosesnya berlangsung secara terbalik.
Pertama, Physical Layer akan memproses bitstream menjadi data yang bisa disalurkan
oleh Data Link.
Data Link kemudian akan menyusun kembali potongan-potongan data ke dalam
paket untuk Network Layer. Network Layer memprosesnya dalam bentuk segmen untuk
disampaikan ke Transportation Layer, yang kemudian akan menggabungkan data
sehingga utuh kembali.
Data utuh tersebut masih mentah dan akan mengalir melewati Session Layer di
jaringan komputer adik Anda. Session Layer meneruskannya ke Presentation Layer yang
juga membersihkannya dari kompresi-kompresi.
Selanjutnya, Presentation Layer menyampaikannya ke Application Layer yang
kemudian akan memproses data mentah dalam bentuk yang bisa dibaca oleh program
e-mail di komputer adik Anda. Adik Anda pun menerima surel tersebut sesuai dengan
bentuk yang Anda kirimkan.