0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan16 halaman

Unsur dan Prinsip Seni Rupa

Dokumen tersebut membahas tentang pelajaran seni budaya khususnya materi karya seni rupa. Dokumen menjelaskan delapan unsur dasar seni rupa yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, ruang, dan gelap terang. Selain itu dibahas pula sembilan prinsip seni rupa seperti kesatuan, keseimbangan, irama, komposisi, proporsi, pusat perhatian, keselarasan, gradasi

Diunggah oleh

Kartika Wulan Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan16 halaman

Unsur dan Prinsip Seni Rupa

Dokumen tersebut membahas tentang pelajaran seni budaya khususnya materi karya seni rupa. Dokumen menjelaskan delapan unsur dasar seni rupa yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, ruang, dan gelap terang. Selain itu dibahas pula sembilan prinsip seni rupa seperti kesatuan, keseimbangan, irama, komposisi, proporsi, pusat perhatian, keselarasan, gradasi

Diunggah oleh

Kartika Wulan Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELAJARAN:SENI BUDAYA

NAMA :[Link] ALDY SUCIPTO


[Link] DIVA ZAESA

KELAS : X MIPA 4

MATERI : KARYA SENI RUPA

HARI, TANGGAL : SENIN, 19 JULI 2021


1. Unsur,prinsip,dan karya dalam seni rupa
[Link]-unsur seni rupa yang berupa garis, bidang,
titik, bentuk, volume, warna, tekstur, dan ruang atau
kedalaman.

1. Titik
Unsur-unsur seni rupa yang paling mendasar adalah titik. Menurut Sadjiman
Ebdi Sanyoto, penulis buku Nirmana; Dasar-dasar Seni dan Desain (2009)
berpendapat bahwa,
“Secara umum dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena
ukurannya yang kecil, dikatidakan kecil karena obyek tersebut berada pada area
yang luas dan manakala dengan obyek yang sama dapat dikatidakan besar
apabila diletidakan pada area yang sempit”.
Dalam sebuah karya seni rupa, elemen titik digunakan untuk melengkapi bagian-
bagian terkecil. Hal ini biasanya nampak pada lukisan. Bahkan, ada pula teknik
lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik
dikenal dengan sebutan Pointilisme.

2. Garis
Kemudian, unsur-unsur seni rupa yang kedua yakni garis atau goresan dari
suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya. Garis
merupakan bentuk yang lebih panjang dari titik dan bisa dibedakan menjadi
beberapa bentuk, yakni garis lurus, garis melengkung, garis panjang, garis
pendek, garis horizontal, garis vertikal, garis diagonal, garis putus-putus dan lain-
lain.
Dari beragam jenis garis tersebut, biasanya memberikan kesan dan simbol
masing-masing sehingga dapat merepresentasikan ide, gagasan, dan lain
sebagainya. Berdasarkan wujudnya, garis dibedakan menjadi dua yakni garis
nyata dan garis semu. Garis termasuk dalam unsur dasar seni rupa yang juga
penting.

3. Bidang
Unsur-unsur seni rupa yang ketiga yakni bidang. Dalam hasil karya seni rupa
dua dimensi, bidang akan terbentuk karena adanya pertautan antara garis yang
membatasi suatu bentuk. Bidang sendiri juga memiliki dimensi panjang dan lebar
atau biasa disebut dengan pipih. Jika dilihat dari bentuknya, bidang terdiri dari
bidang biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang tak beraturan serta
bidang bersudut.
Dalam unsur dasar seni rupa, terdapat bidang dasar yakni bidang segiempat,
segitiga, lingkaran, trapezium dan sebagainya.

4. Bentuk
Unsur-unsur seni rupa selanjutnya adalah bentuk. Seperti halnya namanya,
bentuk merupakan wujud atau ejawantah dari karya seni tersebut ketika berada
di alam dan nampak nyata.
Bentuk bisa disebut juga sebuah unsur yang komplek karena mempunyai 3
dimensi yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang digabung menjadi satu hingga
membentuk sebuah volume atau isi. Pada umumnya, bentuk dibedakan menjadi
dua yakni bentuk beraturan dan bentuk tidak beraturan. Contohnya kotak,
bundar, ornamental, kubistik atau silindris.

5. Tekstur
Dalam sebuah karya seni, salah satu unsur-unsur seni rupa yang paling penting
adalah tekstur. Tekstur merupakan sebuah unsur yang di mana unsur tersebut
adalah sifat dari sebuah benda. Sifat-sifat tersebut bisa terkesan kasar, halur,
mengkilap, licin, dan sebagainya.
Pada umumnya, tekstur dapat di bagi menjadi dua macam, yakni tekstur semu
yang dimana tidak nyata atau kesan saat melihat dan menyentuhnya berbeda.
Serta tekstur nyata kesannya sama dari permukaan benda saat dilihat dan
diraba.
Tekstur berfungsi untuk memberikan karakter tertentu pada bagian bidang
permukaan yang bisa menimbulkan nilai-nilai estetik.

6. Warna
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari unsur-unsur seni rupa adalah
warna. Warna merupakan pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki
pigmen tertentu. Warna dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder,
warna tersier, analogus dan komplementer. Warna menjadi salah satu unsur
dasar seni rupa yang penting.

7. Ruang atau Kedalaman


Unsur-unsur seni rupa yang telah disebutkan di atas biasanya terdapat di seni
rupa dua dimensi. Sedangkan ruang dan kedalaman merupakan bagian dari
unsur-unsur seni rupa tiga dimensi. Ruang bisa dirasakan langsung oleh
penikmat seni seperti ruangan di dalam gedung, rumah, sekolah dan lain-lain.
Setiap bentuk pasti memiliki ruang, oleh karena itu ruang merupakan unsur
dasar seni rupa yang harus ada.
Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto, ruang dibedakan menjadi dua jenis yakni ruang
dua dimensi/dwimatra dan tiga dimensi/trimatra.

8. Gelap Terang
Unsur-unsur seni rupa yang terakhir adalah Gelap Terang. Setiap objek tentunya
memiliki intensitas cahaya yang berbeda di setiap sudutnya. Hal ini juga berlaku
pada sebuah karya seni rupa.
Gelap dan terang memberikan kesan yang mendalam atau kontras dalam
sebuah karya seni rupa. Teknik gelap terang dibedakan menjadi dua yaitu
chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette
yakni bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi.

[Link] seni rupa meliputi: kesatuan (unity),


keseimbangan (balance), irama (rythme), komposisi,
proporsi (kesebandingan), pusat perhatian ( center of
interes), keselarasan (harmoni), gradasi, penekanan
(kontras).
[Link](Unity)

Prinsip Kesatuan (Unity) adalah wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa
sehingga unsur-unsur seni rupa saling berhubungan satu sama lain dan tidak
berdiri sendiri. Sehingga unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun
sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik.
Prinsip kesatuan merupakan bahan awal komposisi karya seni.

2. Keseimbangan (Balance)
Prinsip keseimbangan berhubungan dengan berat ringan nya suatu karya seni.
Karya seni diatur agar mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya.
Prinsip keseimbangan ini memberikan pengaruh besar pada kesan suatu
susunan unsur-unsur seni rupa. Balance bisa dibuat secara formal/simetris dan
dengan informal/asimetris serta keseimbangan radial/memancar.
Terdapat 4 jenis keseimbangan, yaitu:
 Keseimbangan Sentral (Terpusat)
 Keseimbangan Diagonal
 Keseimbangan Simetris
 Keseimbangan Asimetris

3. Irama (Rythme)
Irama atau Ryhme merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur
dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Pengulangan ini bisa
berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna.
Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan
terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika
yang unik. Untuk itu pintar-pintar dalam melakukan variasi warna, ukuran, jarak,
dan tekstur.

4. Komposisi
Prinsip seni rupa Komposisi merupakan salah satu prinsip yang menjadi dasar
keindahan dari sebuah karya seni.
Karena komposisi berhubungan dengan penyusunan unsur-unsur seni rupa
sehingga menjadi susunan yang teratur, serasi.
Sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik sehingga dapat
bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

5. Proporsi (Kesebandingan)

Prinsip ini bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian


lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang.
Besar kecil, panjang pendek, luas sempit, tinggi rendah adalah masalah prinsip
proporsi.
Contoh mudah yang bisa kita jadikan gambaran yaitu ketika akan membuat
lukisan tubuh manusia maka bagian tubuh (kita ambil wajah) ukuran antara alis,
mata, hidung, mulus harus seimbang.
6. Pusat Perhatian (Center of Interes)

Prinsip seni rupa ini disebut juga prinsip dominasi adalah usaha untuk
menampilkan bagian tertentu dari karya seni rupa sehingga terlihat menonjol
atau gampang nya terlihat berbeda dengan bagian yang lain di sekitarnya.
Bisa dilakukan dengan cara mengatur posisi, warna, ukuran, dan unsur lainnya.

7. Keselarasan (Harmoni)
Keselarasan adalah prinsip guna menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa
dari berbagai bentuk berbeda.
Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak
bertentangan.
Keselarasan bisa dimunculkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan,
bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip
harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

8. Gradasi

Gradasi merupakan susunan warna berdasarkan tingkat perpaduan berbagai


warna yang digunakan di dalam karya seni secara berangsur angsur.
Prinsip gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan
seni rupa 2 dimensi lain. Karena gradasi berperan menghidupkan karya seni.

9. Penekanan (Kontras)
Kontras mengatur perbedaan dari 2 unsur yang berlawanan, perbedaan
mencolok terletak di warna, bentuk, dan ukuran sehingga karya seni tidak
terkesan selalu lama.
Dengan prinsip seni rupa ini maka hasilnya karya seni akan terasa lebih
berwarna dan menarik.

[Link] dalam karya seni rupa dua dimensi dan tiga


dimensi

[Link] dalan karya seni rupa dua dimensi


Bahan adalah zat yang digunakan untuk melukis, yang terdiri dari:
1. Pensil; dibuat dengan campuran grafitda tanah liat.
2. Konte; bertekstur halus dan berwarna sangar hitam.
3. Pensil warna; terdiri dari bermacam-macam warna yang bertekstur lembut
4. Krayon; terbuat dari unsur lilin dan kapur
5. Pena; beris tinta yang biasanya berwarna, hitam, biru, dan merah.
6. Cat cair; bahan untuk melukis di atas kertas, bersifat transparan dan
mudah
larut.
7. Cat minyak; membutuhkan waktu yang lama (beberapa hari) untuk
mengering.
8. Kanvas; kain yang berlapis cat campur lem
9. Kuas; untuk menggoreskan cat
10. Palet; tatakan/wadah untuk menaruh dan mencampur warna-warna cat.
11. Komputer; untuk teknik-teknik tertentu seperti gambar-gambar digital.
12. Kertas; Media untuk melukis.

[Link] Hasil Karya 3 Dimensi dan Cara Membuatnya

1. Topeng

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, topeng merupakan penutup muka
(dari kayu, kertas, dan sebagainya) yang menyerupai muka orang, binatang, dan
sebagainya. Biasanya, topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah.
Topeng dibuat dengan cara dipahat, dicetak, dan dilukis.

2. Patung atau Arca

Mengutip buku Seni Rupa SMP oleh Eighteen Salasi, patung adalah karya seni
yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Bahan yang biasa
digunakan untuk membuat patung terdiri dari beberapa bahan, yakni:

 Bahan lunak: lilin, sabun, tanah liat, dan plastisin


 Bahan sedang: kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni
 Bahan keras: kayu jati, kayu ulin, batu padas, batu andesit dan batu
pualam.
 Bahan cor/cetak: gips, fiber, logam, timah, perak, dan emas.

Cara membuatnya bisa dengan dipahat, dibentuk dengan tangan, maupun


dicetak.

3. Keramik
Mengutip buku Tanah liat putih Tangor oleh Ferry Abdul Jaham, keramik adalah
semua barang/bahan yang dibuat dari bahan tanah/batuan silikat serta melalui
pembakaran. Cara membuat keramik adalah bisa dengan pijit, butsir, pilin,
pembakaran, dan glasir.

4. Kriya

Mengutip buku Kriya Kayu Tradisional oleh Martono, kriya adalah sebuah karya
seni yang dibuat menggunakan keterampilan tangan (hand skill) serta
memperhatikan segi fungsional (kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan
emosional/rasa). Ada banyak cara membuat hasil kriya, yakni dengan cara
dipahat, dicetak, diplester, dan disambung.

5. Anyaman

Mengutip buku Kerajinan Tangan & Kesenian SD 2 oleh Dedi Nurhadiat,


anyaman adalah susunan pita atau tali yang diatur secara tumpang tindih. Benda
yang kerap dianyam adalah rambut, tali, dan pita. Hasilnya juga dapat dengan
mudah ditemukan, seperti kipas dari bambu, kulit ketupat dari daun kelapa, kursi
dari rotan, dan tikar.

2. Tehknik dalam berkarya seni rupa


A. Teknik Seni Rupa Dua Dimensi

1. Teknik Plakat

Teknik plakat ini paling sering dipakai untuk melukis. Teknik ini biasanya
memakai cat poster dan cat minyak akrilik yang digoreskan dengan tebal,
sehingga menghasilkan warna yang padat dan pekat.
2. Teknik Kolase

Teknik kolase merupakan teknik melukis dengan cara memotong kertas yang
kemudian ditempelkan pada sebuah objek tertentu, sehingga membentuk
sebuah lukisan. Teknik ini akan menghasilkan lukisan yang realis atau abstrak.
Hasil karya seni rupa dari teknik ini biasanya sering disebut dengan mozaik.

3. Teknik Transparan

Teknik transparan merupakan teknik yang sering dipakai ketika menggambar


atau melukis dengan menggunakan cat air. Tetapi cat air ini hanya sekadar
digoreskan tipis-tipis saja, sehingga akan menghasilkan tekstur yang transparan.

4. Teknik Aquarel (Sapuan Basah)

Teknik ini menggunakan bahan campuran cat air di atas kertas, kain, atau
bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas, maka juga bisa
menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak. Hasilnya berupa gambar yang
transparan karena menggunakan sapuan tipis dalam menggores.

5. Teknik Pointilis

Teknik pointilis adalah teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan


titik-titik hingga membentuk suatu objek.

6. Teknik Arsir

Dibuat dengan menorehkan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis
berulang yang menimbulkan kesan gelap terang hingga gradasi.

7. Teknik Dussel

Teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan


gelap terang atau tebal tipis. Alat yang digunakan antara lain pensil, crayon, dan
konte.
8. Teknik Siluet

Teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga


menimbulkan kesan siluet.

9. Teknik Plakat

Yaitu cara menggambar dengan menggunakan bahan cat air atau cat poster
dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup.

10. Teknik Semprot

Ini adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan bahan cat cair dengan
menggunakan sprayer. Untuk melukis dengan teknik ini kita harus hati-hati untuk
setiap poin lukisnya. Contoh lukisan teknik semprot yaitu gambar reklame.

11. Teknik Tempera

Teknik melukis yang dilakukan khusus pada dinding yang masih basah sehingga
hasilnya akan menyatu dengan desain arsiteknya.

[Link] seni rupa 3 dimensi

1. Teknik Aplikasi

Teknik aplikasi adalah teknik karya hias dalam seni menjahit. Teknik ini
diterapkan dengan menempelkan beragam guntingan kain yang dihias
menyerupai binatang, bunga, dan bentuk lainnya.

2. Teknik Mozaik

Teknik mozaik adalah cara membuat karya seni dengan menempel benda 3
dimensi yang ditata rapi, sehingga menghasilkan lukisan.

3. Teknik Merakit
Teknik satu ini dilakukan dengan menyambung beberapa potongan bahan.
Bahan ini bisa digabung dengan beberapa cara seperti disekrup, dipatri, dan
mengelas.

4. Teknik Pahat

Teknik pahat adalah teknik pembentukan karya seni yang dilakukan dengan
membuang bahan yang diperlukan. Teknik ini bisa dibuat dengan kikir, martil,
dan alat pahat.

5. Teknik Menuang atau Cor

Teknik menuang merupakan karya seni yang dibuat dengan menuang bahan cair
ke alat cetakan. Setelah mengeras, bahan itu dikeluarkan dari cetakan. Semen,
gips, dan karet menjadi beberapa bahan yang kerap digunakan untuk teknik ini.

Anda mungkin juga menyukai