Toroida dengan 270 Lilitan Magnetik
Toroida dengan 270 Lilitan Magnetik
BAB
Perkenalan
Pemanfaatan energi listrik selalu menguntungkan karena lebih murah, mudah disalurkan, mudah
dikendalikan dan lebih efisien. Energi listrik umumnya dihasilkan dari sumber daya alam seperti
air, batu bara, solar, angin, energi atom, dll. Dari sumber-sumber ini, pertama-tama energi mekanik
dihasilkan dengan satu atau lain cara dan kemudian energi mekanik tersebut diubah menjadi
energi listrik dengan cara mesin yang cocok. Untuk pemanfaatan energi listrik, diubah lagi menjadi
bentuk energi lain seperti mekanik, panas, cahaya, dll. Sudah menjadi rahasia umum bahwa
penggerak listrik telah diadopsi secara universal oleh industri karena kelebihan yang melekat
padanya. Perangkat konversi energi selalu diperlukan di kedua ujung sistem kelistrikan pada
umumnya. Alat atau mesin yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dan sebaliknya
disebut alat konversi energi elektro-mekanis.
Machine Translated by Google
2 Mesin Listrik
Pengoperasian semua mesin listrik seperti mesin DC , trafo, mesin sinkron, motor induksi, dll, bergantung pada rangkaian
magnetnya. Jalur tertutup yang diikuti oleh garis-garis gaya magnet disebut rangkaian magnet. Pengoperasian semua perangkat
listrik (misalnya,
transformator, generator, motor, dll.) bergantung pada kemagnetan yang dihasilkan oleh rangkaian magnetnya. Oleh karena
itu, untuk mendapatkan karakteristik yang diperlukan dari perangkat ini, sirkuit magnetiknya harus dirancang dengan cermat.
Dalam bab ini, kita akan memusatkan perhatian kita pada dasar-dasar dasar rangkaian magnetik dan
aplikasinya sebagai perangkat konversi energi elektromekanis.
Keberadaan medan magnet pada suatu titik di sekitar magnet juga dapat ditentukan dengan menempatkan jarum magnet
pada titik tersebut seperti ditunjukkan pada Gambar 1.1. Meskipun garis-garis gaya magnet tidak ada secara nyata dan hanya
bersifat khayalan, namun konsepnya sangat berguna untuk memahami berbagai efek magnet. Diasumsikan (karena
pengaruhnya) bahwa garis gaya magnet memiliki sifat-sifat penting berikut:
(i) Arah garis gaya magnet adalah dari kutub N ke kutub S di luar magnet. Tetapi
di dalam magnet arahnya dari kutub S ke kutub N.
(ii) Mereka membentuk lingkaran tertutup.
(iii) Kecenderungan mereka adalah mengikuti jalur yang paling sedikit keengganannya.
(iv) Mereka bertindak seperti tali yang diregangkan, selalu berusaha memendekkan dirinya.
(v) Mereka tidak pernah berpotongan satu sama lain.
Jalur tertutup yang diikuti oleh fluks magnet disebut rangkaian magnet.
Sirkuit magnetik biasanya terdiri dari bahan magnetik yang memiliki permeabilitas tinggi (misalnya besi, baja
lunak, dll.). Pada rangkaian ini, fluks magnet dimulai dari suatu titik dan berakhir pada titik yang sama setelah
menyelesaikan jalurnya.
Gambar 1.2 menunjukkan sebuah solenoida yang mempunyai N lilitan
pada inti besi (cincin). Ketika arus I ampere dialirkan melalui solenoid, fluks
magnet Wb terbentuk di dalam inti.
Misal l = panjang rata-rata rangkaian magnet dalam m;
a = luas penampang inti dalam m2;
Menurut hukum kerja, usaha yang dilakukan untuk menggerakkan satu unit kutub satu kali mengelilingi rangkaian (atau
jalur) magnet sama dengan jumlah lilitan ampere yang dilingkupi oleh rangkaian magnet.
F = = DI DALAM
(i) berbanding lurus dengan N dan I yaitu NI disebut gaya gerak magnet (mmf). Ini menunjukkan bahwa
fluks meningkat jika salah satu dari keduanya meningkat dan sebaliknya.
(ii) berbanding terbalik dengan l/a ÿ0 ÿr disebut keengganan jalur magnet. Faktanya, keengganan adalah oposisi
terhadap fluks magnet oleh jalur magnet. Semakin rendah keengganannya, maka fluksnya semakin tinggi dan
sebaliknya.
mmf
Dengan demikian, Fluks =
keengganan
Perlu diperhatikan bahwa persamaan di atas mempunyai kemiripan yang kuat dengan hukum Ohm untuk arus
listrik (I = ggl/hambatan). MMF dianalogikan dengan ggl pada rangkaian listrik, keengganan dianalogikan dengan
hambatan, dan fluks dianalogikan dengan arus. Karena kesamaan ini, ungkapan di atas kadang-kadang disebut
sebagai hukum Ohm tentang rangkaian magnet.
Saat mempelajari rangkaian magnet, secara umum kita menjumpai istilah-istilah berikut:
1. Medan magnet: Daerah di sekitar magnet yang kutub-kutubnya menunjukkan gaya tarik-menarik atau
tolakan disebut medan magnet.
Machine Translated by Google
4 Mesin Listrik
2. Fluks magnet (): Banyaknya garis gaya magnet yang diatur dalam suatu rangkaian magnet disebut fluks magnet.
Satuannya adalah weber (Wb). Hal ini analog dengan arus listrik I pada rangkaian listrik.
3. Kerapatan fluks magnet pada suatu titik adalah fluks per satuan luas yang tegak lurus terhadap fluks di titik tersebut.
titik.
Umumnya diwakili oleh huruf 'B'. Satuannya adalah Wb/m2 atau Tesla, yaitu,
F 2
B= Wbm/ atau T (1 Wb/m2 = 1 × 104 Wb/cm2 )
A
4. Permeabilitas: Kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan garis gaya magnet melaluinya disebut
permeabilitas bahan tersebut.
Umumnya diwakili oleh ÿ (mu, huruf Yunani). Semakin besar permeabilitas suatu bahan maka semakin besar pula
konduktivitasnya terhadap garis gaya magnet dan sebaliknya. Permeabilitas udara atau vakum adalah yang paling
buruk dan direpresentasikan sebagai ÿ0 (dengan ÿ0 = 4 × 10–7 H/m).
Permeabilitas relatif: Permeabilitas absolut (atau aktual) ÿ dari bahan magnetik jauh lebih besar daripada
permeabilitas absolut udara ÿ0. Permeabilitas relatif bahan magnetik diberikan dibandingkan dengan udara atau
ruang hampa.
Oleh karena itu, rasio permeabilitas bahan ÿ terhadap permeabilitas udara atau vakum ÿ0 disebut permeabilitas
relatif ÿr bahan.
M
yaitu, ÿr = atau ÿ = ÿ0 ÿr
m0
Jelasnya, permeabilitas relatif udara adalah ÿ0/ÿ0 = 1. Nilai permeabilitas relatif semua bahan non-magnetik juga
1. Namun, nilainya mencapai 8000 untuk besi lunak, sedangkan nilainya untuk mumetal (besi 22% dan nikel 78%)
mencapai 1,20,000.
5. Intensitas medan magnet : Gaya yang bekerja pada satuan kutub utara (1 Wb) bila ditempatkan pada suatu titik
dalam medan magnet disebut intensitas medan magnet pada titik tersebut. Hal ini dilambangkan dengan H.
Dalam sirkuit magnet, ini didefinisikan sebagai mmf per satuan panjang jalur magnet. Dilambangkan dengan H,
secara matematis,
mmf DI DALAM
H= = DI m panjang
/
jalur magnet l
6. Gaya gerak magnet (mmf): Tekanan magnet yang mengatur atau cenderung mengatur fluks magnet dalam suatu
rangkaian magnet disebut gaya gerak magnet. Sesuai hukum ketenagakerjaan, hal ini dapat didefinisikan sebagai
berikut:
Usaha yang dilakukan untuk menggerakkan satu satuan kutub magnet (1 Wb) sekali mengelilingi rangkaian magnet
disebut gaya gerak magnet. Secara umum
Itu tergantung pada panjang (l), luas penampang (a) dan permeabilitas (ÿ = ÿ0 ÿr ) dari bahan yang membentuk
sirkuit magnetik. Diukur dalam AT/Wb.
Machine Translated by Google
aku
Keengganan, S =
saya m0 r
1 A m tuan
Permeansi = = 0 Wb/AT atau H
keengganan aku
Kesamaan
1. Jalur tertutup untuk fluks magnet disebut rangkaian 1. Jalur tertutup arus listrik disebut
magnet. sirkuit listrik.
2. Fluks = mmf/keengganan 2. Arus = ggl/resistansi
3. Fluks, dalam Wb 3. Arus, I dalam ampere
4. mmf di AT 4. ggl di V
=
aku aku aku 1 aku
7. Permeabilitas, ÿ 7. Konduktivitas, = 1/
8. Reluktivitas 8. Resistivitas
F
SAYA
6 Mesin Listrik
Perbedaan
1. Faktanya, fluks magnet tidak mengalir tetapi terbentuk 1. Arus listrik (elektron) sebenarnya mengalir dalam suatu
di sirkuit magnet (pada dasarnya kutub molekul sejajar). rangkaian listrik.
2. Untuk fluks magnet, tidak ada isolator yang sempurna. 2. Untuk arus listrik, terdapat sejumlah besar isolator
Ini dapat dipasang bahkan pada bahan non-magnetik sempurna seperti kaca, udara, karet, dll., yang tidak
seperti udara, karet, kaca, dll. dengan mmf yang wajar memungkinkan arus mengalir melaluinya dalam kondisi
3. Keengganan (S) suatu rangkaian magnet tidak konstan normal.
melainkan bervariasi seiring dengan nilai B. Hal ini 3. Resistansi (R) suatu rangkaian listrik hampir konstan
karena nilai ÿr sangat berubah seiring dengan karena nilainya bergantung pada nilai yang hampir
perubahan B. konstan. Namun, nilai dan R mungkin sedikit berbeda
jika suhu berubah.
4. Setelah fluks magnet diatur dalam sirkuit magnet, tidak 4. Energi mengembang terus menerus selama arus
ada energi yang diperluas. Namun, sejumlah kecil mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Energi ini
energi diperlukan pada permulaan untuk menciptakan hilang dalam bentuk panas.
fluks pada rangkaian.
= mmf = DI DALAM
keengganan kem/ m0
R
F aku
= B
atau DI wajib, JIKA = aku = Hl
A mm mm
0 R 0 R
Rangkaian magnet yang mempunyai sejumlah bagian dengan dimensi dan bahan berbeda yang membawa medan magnet yang
sama disebut rangkaian magnet seri. Seperti rangkaian magnet seri (rangkaian komposit) ditunjukkan pada Gambar 1.5.
=
aku aku aku
1 +++ 2 3 G
A A m A
10mm
1 mm mm20 2 30 3 rr sebuah g 0
Jumlah mmf = S
ˆ
= fÅ _
1 +++ 2 3 G
A A m A
10mm mm mm ˜
E 1 20 2 30 3 rr sebuah g 0 ¯
Bl Bl
= +++Dengan 2 2
Dengan 1 1 33 gg
mm mm
0 rr1r mm
0 2 m 03 0
Rangkaian magnet yang mempunyai dua atau lebih dari dua jalur fluks magnet disebut rangkaian
magnet paralel. Perilakunya dapat dibandingkan dengan rangkaian listrik paralel.
Gambar 1.6 menunjukkan rangkaian magnet paralel. Sebuah kumparan pembawa arus dililitkan pada bagian
tengah AB. Kumparan ini membentuk fluks magnet
1 pada bagian tengahnya yang terbagi lagi menjadi dua jalur
yaitu (i) jalur ADCB yang membawa fluks dan2 (ii) jalur AFEB yang membawa fluks. 3.
Dua jalur magnet ADCB dan AFEB sejajar. AT yang diperlukan untuk rangkaian paralel ini
sama dengan AT yang diperlukan untuk salah satu jalur.
8 Mesin Listrik
Fluks magnet yang tidak mengikuti jalur yang diinginkan dalam suatu
rangkaian magnet disebut fluks bocor.
Ketika sejumlah arus dilewatkan melalui solenoid, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 1.7, fluks magnet dihasilkan olehnya.
Sebagian besar fluks ini diatur dalam inti magnet dan melewati celah
udara (jalur yang diinginkan). Fluks ini dikenal sebagai fluks berguna.
Namun, sebagian fluks hanya dipasang di sekitar kumparan dan tidak
di dalam.
digunakan untuk kerja apa pun. Fluks ini disebut fluks kebocoran
Total fluks aku .
Fringing: Dapat dilihat pada Gambar 1.7 bahwa fluks yang berguna ketika diatur dalam celah udara, cenderung
menonjol keluar di b dan b karena garis-garis magnet yang diatur dalam arah yang sama saling tolak menolak.
Hal ini meningkatkan luas efektif di celah udara dan menurunkan kerapatan fluks. Efek ini dikenal sebagai fringing.
Pinggiran berbanding lurus dengan panjang celah udara.
Contoh 1.1
Sebuah cincin besi dengan keliling rata-rata 400 cm dibuat dari besi bulat dengan luas penampang 20 cm2.
Permeabilitasnya adalah 500. Jika dililit dengan 400 putaran, berapakah arus yang diperlukan untuk menghasilkan
fluks sebesar 0,001 Wb?
Larutan:
Rangkaian magnet ditunjukkan pada Gambar 1.8.
Rata-rata panjang jalur magnet, l = 400cm = 4m
M
aku
DALAM = × M
A Gambar 1.8 Rangkaian magnet
m m0 hal
4
400 × Saya = 0·001 ×
- -
¥¥¥¥ 4 4 10 500 hal 7
20 10
0 .001 4¥
Saat ini, saya = - -
= 7 958 (Jawab)
4
20 10 500 400 hal ¥ ¥10 7
¥4 ¥¥
Machine Translated by Google
Contoh 1.2
Sebuah elektromagnet mempunyai celah udara 4 mm dan rapat fluks pada celah tersebut adalah 1·3 Wb/m2. Tentukan
lilitan ampere untuk celah tersebut.
Larutan:
Di Sini, aku
G = 4 mm = 0·4 cm = 4 × 10–3 m; B G
= 1·3 Wb/m2
–3
= 13 ÿ
=H G
× saya
G
= lg –7 4 10¥¥ = 4136·83 AT (Jawab)
Bgm0 _ 10 ¥
4P
Contoh 1.3
Sebuah kumparan kawat berisolasi 500 lilitan dan hambatannya
4 dililitkan erat pada cincin besi. Cincin tersebut mempunyai
diameter rata-rata 0,25 m dan luas penampang seragam 700
mm2. Hitung fluks total pada cincin ketika suplai DC sebesar
6V diterapkan pada ujung belitan. Asumsikan permeabilitas
relatif 550.
Larutan:
Rata-rata panjang cincin besi, l = D = × 0·25 = 0·25
M Gambar 1.9 Rangkaian magnet
Luas penampang = 700 mm2 = 700 × 10–6 m2
Arus mengalir melalui kumparan,
S
Tegangan diterapkan melintasi kumparan
saya =
Ketahanan kumparan
= 6 = ÿ 1 5A
5
DI DALAM tidak ¥a mm
0 R
Fluks total pada ring, = =
itu/ mm 0 R aku
- 6 - 7
500 1 5 700 10 ¥ÿ ¥ ¥ 4 10 ¥ ¥
hal ¥ 550
= = 0·462 mWb (Jawab)
0 25 ÿ
Contoh 1.4
Apa persamaan rangkaian listrik dan rangkaian magnet? Sebuah cincin besi dengan panjang rata-rata 50 cm dan
permeabilitas relatif 300 mempunyai celah udara 1 mm. Jika cincin dilengkapi dengan belitan sebanyak 200 lilitan dan
arus sebesar 1 A dibiarkan mengalir, tentukan rapat fluks yang melintasi celah udara.
Larutan:
Di sini, l = 50 cm = 0·5 m; ÿr = 300; aku
Saya
G = 1 mm = 0·001 m; N = 200 putaran; Saya = 1 A
B
Ampere-putaran yang diperlukan untuk celah udara = lg m0
Machine Translated by Google
10 Mesin Listrik
B
Ampere-putaran yang diperlukan untuk cincin besi aku
Saya
= mm 0 R
B B
atau Total putaran ampere yang diperlukan = l + Gm aku
aku
...(Saya)
mm 0 0 R
B E aku
ˆ B 0 .5
atau 200 = aku
G
+
Saya
~ (0 .01 + )
M0 ÁË MR = ¯ m0 300
= B B
(0 001 0 00167 ÿ +ÿ ) = ¥ ÿ 0 00267
m0 m0
–7
200 ¥ M
atau Kerapatan fluks, B = = 200 4¥10
¥
= 0·09425 T (Jawab)
0 0 00267
ÿ
hal 0 00267 ÿ
Contoh 1.5
Sebuah kumparan dengan 1000 lilitan dililitkan pada inti baja berlapis yang mempunyai luas penampang 5 cm2. Inti
memiliki celah udara 2 mm yang dipotong tegak lurus. Berapa nilai arus yang diperlukan untuk mempunyai rapat fluks
celah udara sebesar 0,5 T? Permeabilitas baja dapat dianggap tak terhingga. Tentukan induktansi kumparan.
Larutan:
aku
G = 2 mm = 2 × 10–3 m; B = 0·5 T; ÿr =
B B = 05 ÿ - 3
DI = aku aku
- 7 0 ¥¥
2 10
+ = 796
G aku
+ m mm 0 0 R 10 ¥
4P
E B ˆ
Dari m R =• ¥ =; aku 0 Saya
ÁË mm
0 R ˜¯
PADA
= 796
Diperlukan saat ini, saya = = 0·796 A (Jawab)
SAYA 1000
- 4
NF
Induktansi kumparan, L=
¥¥
= NBA = 1000 0¥ÿ¥¥ 0 796
5 5 10
SAYA SAYA .
Contoh 1.6
Kerapatan fluks sebesar 1·2 Wb/ m2 diperlukan dalam celah udara 2 mm pada elektromagnet yang mempunyai jalur besi
sepanjang 1 meter. Hitung gaya magnet dan arus yang diperlukan jika elektro magnet mempunyai 1273 lilitan. Asumsikan
permeabilitas relatif besi adalah 1500.
Larutan:
B = 12 ÿ
= B = 12ÿ
Contoh 1.7
Perkirakan jumlah lilitan ampere yang diperlukan untuk menghasilkan fluks sebanyak 100.000 garis yang mengelilingi
sebuah cincin besi dengan luas penampang 6 cm2 dan diameter rata-rata 20 cm yang mempunyai celah udara selebar 2
mm. Permeabilitas besi tersebut dapat diambil 1200. Abaikan kebocorannya fluks di luar celah udara 2 mm.
Larutan:
= 100.000 × 10–8
= 0·001 Wb
= 0·6283 m
= 0·6263 m
Sekarang, mmf = fluks × keengganan
Putaran ampere diperlukan untuk jalur besi,
aku
0 6263
ÿ
ATI = f =ÿ ¥ Saya
0 001 ¥
A mm – –7
0 hal
6 10 4 4 10 P
1200 ¥ ¥¥ ¥
= 692·21 PADA
Machine Translated by Google
12 Mesin Listrik
aku
G 0 002
ÿ
Contoh 1.8
Sebuah batang besi tempa dengan panjang 30 cm dan diameter 2 cm dibengkokkan menjadi bentuk lingkaran seperti terlihat pada Gambar.
0,11. Kemudian dililitkan dengan 500 lilitan kawat. Hitung arus yang diperlukan untuk menghasilkan fluks 0,5 mWb pada
rangkaian magnet dengan celah udara 1 mm; ur (besi) = 4000 (asumsikan konstan).
Larutan:
Di Sini, SAYA
= 30 cm = 0·3 m;
Saya
Diameter, d = 2 cm
P
d 2= 4
( )2
hal 2
¥ 10 –4 m2
Luas, a =
4
= ÿ × 10–4 m2
F DAN aku
aku g
ÿ
+
aku
DALAM =
ÿ
sebuah
0 mm
R
m
Dalam Î 0ÿ
- 3
0 5ÿ¥10 DAN
03
ÿ
0 001
ÿ ÿ
saya = + = 4 433 A (Jawab)
10 47 7 4
ÿ
¥ ¥ ¥ 10
-- -
500 104¥¥
400
hal. hal Dalam Î ÿ
Contoh 1.9
Sebuah cincin berbentuk lingkaran dengan diameter 20 cm mempunyai celah udara selebar 1 mm. Luas penampang cincin
adalah 3·6 cm2. Hitung nilai arus searah yang diperlukan dalam sebuah kumparan dengan 1000 lilitan yang dililitkan secara
seragam di sekeliling cincin untuk menghasilkan fluks sebesar 0,5 mWb di celah udara. Abaikan pinggiran dan asumsikan
permeabilitas relatif besi sebesar 650.
Larutan:
aku
Saya
- 2
62 83
ÿ¥ 10
= = 213669 AT/Wb.
- 7 - 4
4 10 ¥ hal 650
¥ ¥ÿ¥ 3 6 10
- 3
aku
G ¥
1 10
Keengganan celah udara = = = 2210485 AT/Wb
- 7 - 4
m0 A 4 hal 10 3 6 10 ¥ ¥ÿ¥
Jumlah DI = 2173 5ÿ
Saya saat ini = = 2·1735 A (Jawab)
N 1000
Contoh 1.10
Sebuah kumparan dililitkan secara seragam dengan 300 lilitan pada sebuah cincin baja dengan permeabilitas relatif 900
yang mempunyai diameter rata-rata 20 cm. Cincin baja tersebut terbuat dari batangan yang mempunyai penampang
melingkar dengan diameter 2 cm. Jika kumparan mempunyai hambatan 50 ohm dan dihubungkan dengan suplai 250 V
DC, hitunglah (i) mmf kumparan, (ii) intensitas medan pada cincin, (iii) keengganan jalur magnet, (iv) fluks total dan (v)
permeans cincin.
Larutan:
= 250 =5A
R 50
= 1500
= 2387·3 AT/m (Jawab)
0 2ÿ hal
Gambar 1.12 Rangkaian magnet
1
(iii) Keengganan jalur magnet, S = 0 am mr
P 2 P 2
dimana, a = d=4 ¥ ÿ(4
0 02 ) = ÿ × 10–4 m2; ÿr = 900
14 Mesin Listrik
= mmf = 1500
= 0·848 m Wb (Jawab)
S 17 684¥105 ÿ
Contoh 1.11
Hitung permeabilitas relatif sebuah cincin besi ketika arus eksitasi yang diambil oleh kumparan 600
lilitan adalah 1,2 A dan fluks total yang dihasilkan adalah 1 m Wb. Rata-rata keliling cincin adalah 0,5
m dan luas penampangnya 10 cm2.
Larutan:
DALAM =
F ¥ aku
A mm
0 hal
F ¥ aku
ÿr = sebuah ni
m
0
dimana N = 600 putaran; Saya = 1·2 SEBUAH; = 1 m Wb = 1 × 10–3 Wb; aku = 0·5 m; a = 10 cm2 = 10 × 10–4 m2
1 ¥10
¥ÿ 0- 35
ÿr = = 552·6 (Jawab)
10 10¥ - 4 ¥ hal
4 10 ¥ - 7 600 1 2
¥ ¥ÿ
Contoh 1.12
Sebuah cincin besi dengan panjang rata-rata 1 m mempunyai celah udara 1 mm dan belitan sebanyak 200 lilitan.
Jika permeabilitas relatif besi adalah 500 ketika arus 1 A mengalir melalui kumparan, tentukan rapat fluksnya.
Larutan:
Rangkaian magnet ditunjukkan pada Gambar 1.13.
E aku
aku
ˆ
yaitu, NI = fÁ _ +
E
A mmm A Saya G
¯
˜
0 R 0
E ˆ
+
aku
E mmm
Pada ˜
¯
0 R 0
aku
= 1 mm = 0·001 m; Gambar 1.13 Rangkaian magnet
G
aku
= (1 – 0·001) = 0.999 m
Saya
200 × 1 = B E 0 999 ÿ
+ 0 001 ˆ
ÿ
4P10¥ – 7 ¯
˜
ÁË 10 ¥500
4P ¥ –7
200
atau B= = 0·0838 Wb/m2 (Jawab)
2385 73 ÿ
Machine Translated by Google
Contoh 1.13
Inti magnet berbentuk persegi panjang ditunjukkan pada Gambar 1.14 (a). mempunyai luas penampang persegi 16 cm2.
Celah udara sebesar 2 mm dipotong pada salah satu anggota tubuhnya. Tentukan arus eksitasi yang dibutuhkan dalam
kumparan yang mempunyai 1000 lilitan pada inti untuk menghasilkan fluks celah udara sebesar 4 m Wb. Permeabilitas
relatif inti adalah 2000.
Larutan:
Disini, Luas penampang x, a = 16 cm2 = 16 × 10–4 m2; aku = 2 mm = 2 × 10–3 m
G
4 4
Panjang jalur besi, l = 25
( 2 20 2 -¥ + -¥ 2 02 2
Saya
2 ) ¥ -ÿ
= 73·8cm = 0·738m
B B
Total ampere putaran yang diperlukan = + aku
aku
G
aku mm 00 R
- 3
= 25
ÿ¥¥2 10
+
25
ÿ¥ÿ0 738
- 7 - 7
10 ¥
4P 4 P10¥ 2000
¥
16 Mesin Listrik
Larutan:
-
¥
1 10 3
Kerapatan fluks di celah udara, B = fg = = 1 Wb/m2
G A ¥
10 10 - 4
- 3
F = 1 ÿ¥
2 10
Kerapatan fluks pada cincin besi, B = = 1·2 Wb/m2
A ¥
10 10 - 4
B B
saya
+ Hai li = lm mm +
G
Total putaran ampere yang diperlukan = H aku aku
aku
G G 0 G
0 R
= 1 - 2
12 ÿ
+ 0 2 10 ¥ÿ¥ 1¥
- 7 -
10 ¥
4P 4 10 ¥ hal 7 ¥ 400
= 3978·87 (Jawab)
Contoh 1.15
Sebuah cincin baja berjari-jari rata-rata 10 cm dan berpenampang lingkaran berjari-jari 1 cm mempunyai celah udara 1
panjang mm. Dililitkan secara merata dengan 500 lilitan kawat berarus 3 A. Abaikan kebocoran magnet. Celah udara
mengambil 60% dari total mmf. Tentukan keengganan total.
Larutan:
Mmf untuk celah udara = 60% dari total mmf = 0·6 × 1500 = 900 ATs
aku
-
¥
1 10 3
10 8
S = = AT/Wb
- -
G 10 4410
hal ¥ ¥¥ 7 2 4P
Mmf untuk besi = Total mmf – udara mmf = 1500 – 900 = 600 ATs
8 8 8
10 10 10 1 1
Keengganan total, S = S G + Dan = 2 2
)
+= 6+ (
4 hal hal 24 6
Contoh 1.16
Tentukan gaya gerak magnet, fluks magnet, keengganan, dan rapat fluks jika sebuah cincin baja berdiameter rata-rata
30 cm dan berpenampang lingkaran berdiameter 2 cm mempunyai celah udara sepanjang 1 mm. Ia dililitkan secara
merata dengan 600 lilitan kawat berarus 2,5 A. Abaikan kebocoran magnet.
Jalur besi mengambil 40% dari total gaya gerak magnet.
Larutan:
Karena jalur besi memakan 40% dari total mmf, maka keengganan besi sebesar 40% dan sisa keengganannya
(60%) merupakan jalur udara.
SA
= = 60 3
= 1·5
S Saya
40 2
aku
A
Keengganan jalur udara, Sa = A m0
P
dimana aku = 1 × 10–3 m; sebuah = (2)2 × 10–4 = ÿ × 10–4 m2;
A
4
- 4
¥
1 10
- - = 2·533 × 106 AT/Wb
Dalam = 4 7
hal¥ ¥¥
10 4 10
= 6 2 533 10 ¥
ÿ
pada
Keengganan jalur besi, Si = = 1·688 × 106 AT/Wb
1 5ÿ 15 ÿ
mmf = 1500
Fluks magnet, = = 0·3554 m Wb (Jawab)
keengganan 4 221 106¥
ÿ
- 3
F = 0 3554 10 ¥
ÿ
Contoh 1.17
Sebuah cincin besi terdiri dari tiga bagian; aku 1 = 10 cm, a1 = 5 cm2; aku2 = 8 cm, a2 = 3 cm2; aku3 = 6 cm, a3 =
2·5 cm2. Itu dililit dengan kumparan 250 putaran. Hitung arus yang dibutuhkan untuk menghasilkan fluks sebesar 0·4
1 = 2670, 2 = 1050, 3
mWb. = 600.
Machine Translated by Google
18 Mesin Listrik
Larutan:
- 3
F = 0 4ÿ¥10
Kerapatan fluks B1 = - 4
a1 5 10¥
= 0·8 Wb/m2
- 3
F = 0 4ÿ¥10
B2 = - 4
a2 3 10¥
= 1·33 Wb/m2
- 3
F = 0 4ÿ¥10
B3 = - 4
a3 2 5 10 ÿ ¥
= 1·6 Wb/m2
Gambar 1.15 Rangkaian magnet seri sesuai data
B1
_
B2 B3
_
DI = + aku 1 aku 2
+ aku 3
mm
0 1mm mm 02 03
= 1 08 ÿ
1 33 ÿ
16
ÿ
-
DAN
¥ÿ 0+ 10
2670 ¥ÿ 0+ 08 ¥ ÿÿ 0 06
7 1050 600
4 hal
10 ¥ ÎÍ ÿÿ
= 231·92
saya =
PADA
= 231 92 ÿ = 0·928 A (Jawab)
N 250
Contoh 1.18
Inti berbentuk cincin yang ditunjukkan pada Gambar 1.16 terbuat dari bahan yang memiliki permeabilitas relatif 1000.
Kerapatan fluks pada luas penampang terkecil adalah 2 T. Jika arus yang melalui kumparan tidak melebihi 1.5 A ,
hitung jumlah lilitan kumparan tersebut.
Larutan:
Fluks di inti, = B × A = 2 × 2 × 10–4 = 4 × 10–4 Wb
S = S1 + S2 + S3
=
aku aku aku
1 + 2 + 3
1 mm rrmm 2
A A mm 3 0 A
0 0
= 1 E 1 ++ sebuah
aku
2
aku aku
3 ˆ
m 0tuan A A ˜
ÁË 1 2 3 ¯
= 1 E 01 ÿ
++ 70444
ÿ
15 4 02ÿ
ˆ
Pada __
10¥ 1000 ¥ 2 10¥
4 hal
10 ¥3¥10 E ¯
= 13·926 × 105 AT/Wb
Contoh 1.19
Rangka magnet yang ditunjukkan pada Gambar 1.17
terbuat dari besi berpenampang persegi, sisi 3 cm. Setiap
celah udara lebarnya 2 mm. Masing-masing kumparan
dililit dengan 1000 putaran dan arus rangsangannya
adalah 1,0 A. Permeabilitas relatif bagian A dan bagian B
masing-masing dapat diambil sebesar 1000 dan 1200.
Hitung, (i) keengganan bagian A; (ii) keengganan
bagian B; (iii) keengganan dua celah udara; (iv)
keengganan total rangkaian magnet lengkap; (v) mmf
Gambar 1.17 Rangkaian magnet seri
yang dihasilkan dan (vi) pengaturan fluks pada rangkaian.
Larutan:
aku
A
(i) Keengganan jalur A, SA = A
m m0 ra
DALAM = - - 7
= 176839 AT/Wb (Jawab)
9 10 4 4 10 1000 ¥ ¥¥ ¥ hal
aku
B
(ii) Keengganan jalur B, SB = A
m m0 rB
Machine Translated by Google
20 Mesin Listrik
0 34
ÿ
aku
= G
(iii) Keengganan dua celah udara, S G A
m0
dimana, l = 2 + 2 = 4 mm = 4 × 10–3 m
G
mmf = 2000
(vi) Pengaturan fluks pada rangkaian, = = 0·5045 m Wb (Jawab)
keengganan 3964136
Contoh 1.20
Inti magnet yang terbuat dari baja lembaran anil memiliki dimensi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.18. Luas
penampang dimana-mana adalah 25 cm2. Fluks pada cabang A dan B adalah 3500 m Wb, tetapi fluks pada cabang C adalah
nol. Tentukan lilitan ampere yang diperlukan untuk kumparan A dan kumparan C. Permeabilitas relatif baja lembaran adalah
1000.
Gambar 1.18 Diberikan rangkaian magnet paralel Gambar 1.19 Distribusi fluks pada rangkaian magnet paralel
Larutan:
Rangkaian magnet yang diberikan adalah rangkaian paralel. Untuk menentukan ATs untuk kumparan 'A', distribusi fluks
ditunjukkan pada Gambar 1.19.
Karena jalur 'B' dan 'C' sejajar satu sama lain dan jalur 'A',
yaitu, 1 S1 = 2S2 _
- 6 - 2 - 2
3500 10 30 10 ¥ ¥¥ 80 10¥
yaitu, =f 2 ¥
saya0tuan A mm
0 R
AT yang dibutuhkan untuk kumparan 'A' = AT untuk jalur 'A' + AT untuk jalur 'B' atau 'C'
- 6
¥
3500 10
=
- 7 ¥ ¥¥
- 4
(08ÿ+ÿ
03 )
4 10 ¥ hal 1000 25 10
= 1225·5 (Tahun.)
Untuk menetralkan fluks pada bagian 'C', kumparan menghasilkan fluks sebesar 1312·5 ÿ Wb dengan arah berlawanan.
- 6
1312 5ÿ¥10
¥ÿ0 8
= = 334·22 (Jawab)
- 7 - 4
4 10 ¥ hal ¥ ¥¥
1000 25 10
Kurva B–H dari beberapa bahan magnetik umum ditunjukkan pada Gambar 1.22. B –H
kurva untuk bahan non-magnetik ditunjukkan pada Gambar 1.23. Merupakan kurva garis lurus karena H
0
B = atau BH sebagai nilai adalah konstan.
0
Machine Translated by Google
22 Mesin Listrik
Gambar 1.22 Kurva BH untuk bahan magnet yang berbeda Gambar 1.23 Kurva BH untuk bahan non-magnetik
Gambar 1.24 Sirkuit untuk menelusuri loop histeresis Gambar 1.25 Lingkaran histeresis
Machine Translated by Google
Ketika intensitas medan H dinaikkan bertahap dengan bertambahnya arus pada solenoid (dengan menurunkan
nilai R), rapat fluks B juga bertambah hingga tercapai titik jenuh a dan kurva yang diperoleh adalah oa. Jika sekarang
gaya magnetisasi secara bertahap dikurangi menjadi nol dengan menurunkan arus dalam solenoid menjadi nol.
Kerapatan fluks tidak menjadi nol dan kurva yang diperoleh adalah ab seperti ditunjukkan pada Gambar 1.25. Ketika
gaya magnet H nol, rapat fluks masih bernilai ob.
Nilai kerapatan fluks 'ob' yang ditahan oleh bahan magnet disebut magnet sisa dan kekuatan menahan magnet
sisa ini disebut retentivitas bahan.
Untuk mendemagnetisasi cincin magnet, gaya magnetisasi H dibalik dengan membalikkan arah aliran arus di
solenoid. Hal ini dicapai dengan mengubah posisi tiang ganda, saklar lempar ganda (yaitu, posisi '2'). Ketika H
dinaikkan dalam arah sebaliknya, kerapatan fluks mulai berkurang dan menjadi nol dan kurva mengikuti jalur bc.
Dengan demikian sisa kemagnetan bahan magnetis dihilangkan dengan menerapkan gaya magnet oc dalam arah
yang berlawanan.
Kekuatan Koersif
Nilai gaya magnet oc yang diperlukan untuk menghilangkan sisa magnet disebut gaya koersif.
Untuk menyelesaikan perulangan, gaya magnetisasi H ditingkatkan lebih lanjut dalam arah sebaliknya hingga
saturasi mencapai (titik 'd') dan kurva mengikuti jalur cd. Sekali lagi H direduksi menjadi nol dan kurva mengikuti
jalur de. Dimana oe mewakili sisa magnetisme. Kemudian H dinaikkan ke arah positif dengan mengubah posisi
saklar reversibel ke posisi '1' dan meningkatkan aliran arus pada solenoid. Kurva mengikuti jalur efa dan perulangan
selesai. Sekali lagi adalah gaya magnetisasi yang digunakan untuk menghilangkan sisa magnetisme .
Oleh karena itu, cf adalah gaya koersif total yang diperlukan dalam satu siklus magnetisasi untuk menghilangkan
sisa magnet.
Karena arti histeresis tertinggal, dan dalam hal ini kerapatan fluks B selalu tertinggal
di belakang gaya magnetisasi, H, oleh karena itu, loop (abcdefa) yang diperoleh disebut loop histeresis.
Ketika gaya magnet diterapkan, bahan magnetik menjadi termagnetisasi dan magnet molekuler disejajarkan dalam
arah tertentu.
Namun, ketika gaya magnetisasi dalam bahan magnetis dibalik, gesekan internal magnet molekuler melawan
pembalikan magnetisme, sehingga mengakibatkan histeresis. Untuk mengatasi gesekan internal magnet molekuler
(atau untuk menghapus sisa magnet), sebagian gaya magnet digunakan. Usaha yang dilakukan oleh gaya
magnetisasi melawan gesekan internal magnet molekuler menghasilkan panas. Energi yang terbuang dalam bentuk
panas akibat histeresis disebut kehilangan histeresis.
Hilangnya histeresis terjadi di semua bagian magnetik mesin listrik dimana terjadi pembalikan magnetisasi.
Kehilangan ini mengakibatkan pemborosan energi dalam bentuk panas. Akibatnya, jumlahnya meningkat
Machine Translated by Google
24 Mesin Listrik
suhu mesin yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, bahan magnetik yang sesuai dipilih untuk konstruksi bagian tersebut,
misalnya baja silikon yang paling cocok dimana kehilangan histeresisnya minimal.
(i) Baja keras: Loop histeresis untuk baja keras ditunjukkan pada Gambar 1.26 (a). Loop ini memiliki area yang lebih besar
yang menunjukkan bahwa material ini akan mengalami kehilangan histeresis yang lebih besar. Oleh karena itu, tidak
pernah digunakan untuk konstruksi bagian-bagian mesin. Namun loopnya menunjukkan bahwa material tersebut memiliki
retentivitas dan koersivitas yang tinggi. Oleh karena itu lebih cocok untuk pembuatan magnet permanen.
(ii) Baja silikon: Loop histeresis untuk baja silikon ditunjukkan pada Gambar 1.26 (b). Loop ini memiliki luas terkecil yang
menunjukkan bahwa material ini akan memiliki kehilangan histeresis yang kecil. Oleh karena itu, paling cocok untuk
konstruksi bagian-bagian mesin listrik yang pembalikan magnetisasinya sangat cepat, misalnya jangkar mesin DC, inti
transformator, starter motor induksi, dll.
(iii) Besi tempa: Gambar 1.26 (c) menunjukkan loop histeresis untuk besi tempa. Lingkaran ini menunjukkan bahwa material
ini memiliki sisa magnetisme dan koersivitas yang cukup baik. Oleh karena itu, paling cocok untuk membuat inti
elektromagnet.
Masalah Numerik
1. Sebuah cincin besi mempunyai luas penampang 400 mm2 dan diameter rata-rata 25 cm. Itu dililit dengan 500 putaran.
Jika nilai permeabilitas relatifnya 500, tentukan fluks total yang terjadi pada cincin tersebut. Resistansi kumparan
adalah 400 ÿ dan tegangan suplai 200 V. (Jawab 0·08 m Wb)
Machine Translated by Google
2. Sebuah cincin besi dengan diameter rata-rata 22 cm dan luas penampang 10 cm2 mempunyai celah udara selebar 1 mm. Cincin tersebut
dililitkan secara merata dengan 200 lilitan kawat. Permeabilitas material cincin adalah 1000. Diperlukan fluks sebesar 0.16 mWb pada
celah tersebut. Berapakah arus yang harus dialirkan melalui kawat tersebut? (Jawaban 1 076 A)
3. Sebuah cincin besi mempunyai luas penampang 3 cm2 dan diameter rata-rata 25 cm. Celah udara sebesar 0,4 mm telah dibuat dengan
potongan gergaji pada bagian tersebut. Cincin tersebut dililit dengan 200 putaran yang dilalui arus 2 A.
Jika fluks totalnya adalah 21 × 10–5 weber, tentukan ÿ untuk besi dengan asumsi tidak ada kebocoran. (Tahun 2470)
4. Sebuah cincin besi mempunyai panjang keliling rata-rata 60 cm dengan celah udara 1 mm dan belitan seragam sebanyak 300 putaran. Ketika
arus sebesar 1 A mengalir melalui kumparan, tentukan rapat fluksnya. Permeabilitas relatif besi adalah 300. Asumsikan ÿ0 = 4ÿ × 10–7 H/
m. (Jawab 0·1256 T)
5. Pada rangkaian magnet yang ditunjukkan pada Gambar 1.27, sebuah kumparan dengan 500 lilitan dililitkan pada bagian tengahnya. Jalur
magnet dari A ke B melalui ekstremitas luar mempunyai panjang rata-rata masing-masing 100 cm dan luas penampang efektif 2.5 cm2.
Tungkai bagian tengah memiliki panjang 25 cm dan luas penampang 5 cm2. Celah udara panjangnya 0·8 cm.
Hitung arus yang mengalir melalui kumparan untuk menghasilkan fluks sebesar 0,3 m Wb di celah udara. Permeabilitas relatif bahan inti
adalah 800 (abaikan kebocoran dan pinggiran).
Gambar 1.27:
Jawab. Magnet yang mempertahankan kemagnetannya secara permanen disebut magnet permanen. Sedangkan magnet yang kemagnetannya
tetap sementara disebut magnet sementara. Sepotong besi lunak yang dililitkan pada kawat menjadi magnet sementara ketika arus
DC dilewatkan melalui kawat.
Jawab. Ujung-ujung magnet tempat garis-garis gaya magnet tampak memancar atau masuk disebut kutub magnet, yang masing-masing
diidentifikasi sebagai kutub utara dan selatan.
Jawab. Ruang yang ditempati oleh garis-garis gaya magnet di sekitar magnet disebut medan magnet.
Jawab. Sumbu magnet adalah garis khayal yang menghubungkan kedua kutub magnet. Ini juga disebut sebagai magnet
khatulistiwa.
Machine Translated by Google
26 Mesin Listrik
Jawab. Jalur tertutup lengkap yang diikuti oleh sekelompok gaya garis magnet disebut rangkaian magnet. Dalam suatu rangkaian
magnet, fluks magnet berangkat dari kutub utara, melewati rangkaian dan kembali ke kutub utara.
Jawab. 1. Garis-garis magnet selalu keluar dari kutub utara dan berakhir di kutub selatan di luar magnet, sedangkan garis-garis tersebut
tersusun dari kutub selatan ke kutub utara di dalam magnet.
3. Garis-garis gaya magnet yang diatur dalam satu arah mempunyai gaya tolak menolak di antara keduanya dan oleh karena itu
jangan berpotongan.
Jawab. Gaya yang menggerakkan fluks magnet melalui suatu rangkaian magnet disebut gaya gerak magnet.
Ini dihasilkan dengan mengalirkan arus listrik melalui kawat dengan jumlah lilitan. Ini diukur dalam ampere-turn (AT).
MMF pada rangkaian magnet dapat dibandingkan dengan EMF pada rangkaian listrik. Keduanya adalah tekanan. MMF adalah
tekanan magnet dan EMF adalah tekanan listrik.
Jawab. Permeabilitas relatif (ÿr ) suatu bahan (atau media) didefinisikan sebagai rasio kerapatan fluks yang dihasilkan dalam bahan atau
media tersebut dengan kerapatan fluks yang dihasilkan dalam ruang hampa dengan gaya magnet yang sama.
B
ÿr =
B0
Jawab. Permeance adalah kebalikan dari keengganan. Ini adalah kemudahan bahan magnetik yang mengatur fluks magnet di dalamnya.
Ini setara dengan konduktansi dalam rangkaian listrik. Satuannya adalah weber per ampere-turn.
1
Permeansi =
Keengganan
1 A mm 0 R
= =
aku
/ mm0 R
aku
R – permeabilitas relatif
Machine Translated by Google
Bertahun-tahun.
Ya.
Sirkuit Magnetik Sirkuit Listrik
TIDAK.
1. Jalur tertutup untuk fluks magnet disebut rangkaian magnet. Jalur tertutup bagi arus listrik disebut rangkaian listrik.
MMF ggl
2. Fluks () = Arus (I) =
Keengganan Perlawanan
aku aku
5. Reluktivitas Resistivitas
6. Ketahanan Konduktansi
F SAYA
DI DALAM DI DALAM
Jawab. Sirkuit magnetik komposit terdiri dari bahan magnetik yang berbeda. Bahan magnetik memiliki permeabilitas dan panjang yang berbeda-beda,
mungkin juga memiliki celah udara. Setiap jalan akan memiliki keengganannya masing-masing.
Karena bahan-bahan tersebut disusun secara seri, maka keengganan total diberikan oleh jumlah keengganan individu.
MMF DI DALAM
Fluks = yaitu, =
Keengganan S
Persamaan di atas mirip dengan hukum ohm pada rangkaian listrik. Fluks dianalogikan dengan arus, MMF dengan EMF dan keengganan terhadap
hambatan pada rangkaian listrik.
Jawab. Faktor kebocoran didefinisikan sebagai rasio fluks total terhadap fluks berguna.
Q.15. Mengapa celah udara pada sirkuit magnet perlu dijaga sekecil mungkin?
Jawab. Biasanya, putaran ampere (AT) yang diperlukan untuk celah udara jauh lebih besar daripada yang diperlukan untuk rangkaian magnet. Hal ini
disebabkan karena keengganan udara yang sangat tinggi dibandingkan dengan keengganan besi. Oleh karena itu, selalu lebih baik untuk menjaga
Jawab. Dalam rangkaian magnet paralel, sejumlah besar fluks mengikuti jalur yang diinginkan. Pada saat yang sama sejumlah kecil fluks bocor melalui
udara sekitar karena udara bukan merupakan isolator magnet. Oleh karena itu kebocoran fluks mudah terjadi. Fluks bocor tidak ada gunanya,
28 Mesin Listrik
Jawab. Saat melintasi celah udara, garis gaya magnet cenderung menonjol keluar. Alasannya adalah garis-garis gaya magnet saling tolak menolak
ketika melewati bahan non-magnetik. Fenomena ini dikenal dengan istilah fringing.
Jawab. Fenomena yang menyebabkan kerapatan fluks magnet (B) tertinggal dari intensitas medan magnet (H)
dalam bahan magnetik disebut histeresis magnetik.
Q.19. Tuliskan satuan MMF, keengganan, fluks dan berikan hubungan diantara keduanya.
Bertahun-tahun.
Kuantitas Satuan
Aliran Weber
Keengganan DI/weber
MMF
Keengganan =
Aliran
Sebagai ilustrasi, perhatikan sebuah kumparan yang mempunyai banyak lilitan yang dihubungkan dengan galvanometer.
Ketika magnet batang permanen didekatkan ke kumparan atau menjauhi kumparan, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.28
(a), terjadi defleksi pada jarum galvanometer. Meskipun demikian, defleksi jarum yang berlawanan adalah dua kasus.
Sebaliknya, jika magnet batang dibiarkan diam dan kumparan didekatkan ke magnet atau menjauhi magnet, seperti
terlihat pada Gambar 1.28 (b), maka jarum galvanometer akan mengalami defleksi lagi. Lendutan pada jarum berlawanan
pada kedua kasus.
Namun, jika magnet dan kumparan keduanya tetap diam, tidak peduli berapa banyak fluks yang saling terhubung
dengan kumparan maka jarum galvanometer tidak mengalami defleksi.
Machine Translated by Google
(i) Lendutan jarum galvanometer menunjukkan adanya ggl induksi pada kumparan. Kondisi ini terjadi hanya ketika fluks
yang menghubungkan dengan rangkaian berubah, yaitu magnet atau kumparan sedang bergerak.
(ii) Arah ggl induksi pada kumparan bergantung pada arah medan magnet dan arah gerak kumparan.
Hukum Pertama: Hukum ini menyatakan bahwa “Setiap kali sebuah konduktor memotong medan magnet, ggl diinduksi
dalam konduktor.”
atau
“Setiap kali fluks magnet yang menghubungkan dengan rangkaian (atau kumparan) berubah, ggl diinduksi dalam rangkaian.”
Gambar 1.29 menunjukkan sebuah konduktor yang ditempatkan dalam medan magnet magnet permanen yang
dihubungkan dengan galvanometer. Setiap kali konduktor digerakkan ke atas atau ke bawah, yaitu melintasi medan, terjadi
defleksi pada jarum galvanometer yang menunjukkan bahwa terdapat ggl yang diinduksikan pada konduktor. Jika konduktor
digerakkan sepanjang (paralel) medan, tidak terjadi defleksi pada jarum yang menandakan tidak ada ggl yang diinduksi pada
konduktor.
Untuk pernyataan kedua, perhatikan sebuah kumparan yang ditempatkan di dekat magnet batang dan sebuah
galvanometer dihubungkan melintasi kumparan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.30. Ketika magnet batang (kutub-
N) didekatkan ke kumparan [lihat Gambar 1.30 (a)], terjadi defleksi pada jarum galvanometer. Jika sekarang magnet batang
(kutub-N) diambil dari kumparan [lihat Gambar 1.30 (b)], jarum galvanometer kembali dibelokkan tetapi arahnya berlawanan.
Lendutan pada jarum galvanometer menunjukkan adanya ggl induksi pada kumparan.
Gambar 1.29 Konduktor bergerak di lapangan Gambar 1.30 Kumparan diam tetapi magnet batang
(medan) bergerak
Machine Translated by Google
30 Mesin Listrik
Hukum Kedua: Hukum ini menyatakan bahwa “Besarnya ggl induksi pada suatu kumparan berbanding lurus
dengan laju perubahan hubungan fluks.
N ( 2 - ) dst
1
Laju perubahan hubungan fluks = Wb-belokan/dtk
T
N ( dst -
2 1)
ggl terinduksi, Dia
N ( dst -
dan = 2 1
) (mengambil proporsionalitas konstan, sebagai kesatuan)
T
DF
Dalam bentuk diferensial, e = N volt
dt
Biasanya, tanda minus diberikan pada ekspresi di sebelah kanan yang menunjukkan bahwa ggl diinduksi dalam
arah yang berlawanan dengan sebab (yaitu, perubahan fluks) yang menghasilkan ggl tersebut (menurut hukum
Lenz).
D
fe = -N dt volt
Arah ggl induksi dan arus dalam konduktor atau kumparan dapat ditentukan dengan salah satu dari dua metode
berikut:
1. Aturan Tangan Kanan Fleming: Aturan ini diterapkan untuk menentukan arah ggl induksi pada konduktor
yang bergerak melintasi lapangan dan dinyatakan sebagai berikut;
“Renggangkan, jari telunjuk, jari kedua, dan ibu jari tangan kanan saling tegak lurus. Jika jari pertama
menunjukkan arah medan magnet, ibu jari menunjukkan arah gerak penghantar, dan jari kedua menunjukkan
arah ggl induksi pada penghantar.”
“Akibatnya, ggl yang diinduksi secara elektro-magnetik dan karenanya arus mengalir dalam kumparan atau rangkaian
sedemikian rupa sehingga medan magnet yang dihasilkannya, selalu berlawanan dengan penyebab yang menghasilkannya.”
Penjelasan: Ketika kutub-N sebuah magnet batang didekatkan ke kumparan seperti yang ditunjukkan pada Gambar
1.30, sebuah ggl diinduksikan dalam kumparan dan karenanya arus mengalir melaluinya sedemikian rupa sehingga
sisi ' B' kumparan mencapai Utara. polaritas yang menentang pergerakan magnet batang. Sedangkan ketika kutub-N
magnet batang diambil dari kumparan seperti ditunjukkan pada Gambar 1.30, arah ggl yang diinduksi pada kumparan
Machine Translated by Google
kumparan terbalik dan sisi 'B' kumparan mencapai polaritas Selatan yang sekali lagi menentang pergerakan magnet batang.
Ketika fluks yang menghubungkan dengan konduktor (atau kumparan) berubah, ggl diinduksi di dalamnya. Perubahan
hubungan fluks ini dapat diperoleh dengan dua cara berikut:
(i) Dengan menggerakkan konduktor dan menjaga sistem medan magnet tetap diam atau menggerakkan sistem medan
magnet dan menjaga konduktor tetap diam, sedemikian rupa sehingga konduktor memotong medan magnet (seperti
dalam kasus generator DC dan AC). GGL yang diinduksi dengan cara ini disebut ggl induksi dinamis
(ii) Dengan mengubah fluks yang menghubungkan kumparan (atau konduktor) tanpa menggerakkan kumparan atau
sistem medan. Namun perubahan fluks yang dihasilkan oleh sistem medan yang terhubung dengan kumparan
diperoleh dengan mengubah arus pada sistem medan (solenoid), seperti pada transformator. GGL yang diinduksi
dengan cara ini disebut ggl induksi statis
Dengan menggerakkan konduktor yang menjaga sistem medan magnet tetap diam atau menggerakkan sistem medan
yang menjaga konduktor tetap diam sehingga fluks dipotong oleh konduktor, ggl yang diinduksikan dalam konduktor
disebut ggl induksi dinamis.
Ekspresi Matematika
Mengingat sebuah konduktor dengan panjang l meter ditempatkan dalam medan magnet dengan kerapatan fluks B Wb/m2
bergerak tegak lurus terhadap lapangan dengan kecepatan meter/detik seperti ditunjukkan pada Gambar 1.31 (a). Biarkan
konduktor dipindahkan melalui jarak kecil dx meter dalam waktu dt sekon seperti ditunjukkan pada Gambar 1.31 (b).
32 Mesin Listrik
Sekarang, jika konduktor digerakkan membentuk sudut terhadap arah medan magnet dengan kecepatan meter/
detik seperti ditunjukkan pada Gambar 1.31 (d). Jarak kecil yang ditempuh oleh konduktor pada arah tersebut adalah
dx dalam waktu dt sekon. Maka komponen jarak tegak lurus medan magnet yang menghasilkan ggl adalah dx sin
.
Bl dx sinq
Emf terinduksi e = = B aku dosa
dt
Contoh 1.21
Sebuah kumparan sebanyak 500 lilitan dihubungkan dengan fluks sebesar 2 mWb. Jika fluks ini dibalik dalam waktu 4 ms, hitunglah ggl
rata-rata yang diinduksikan dalam kumparan.
Larutan:
DF
Rata-rata ggl induksi, e = N dt
- 3
¥
4 10
e = 500¥ - = 500 V (Jawab)
3
¥
4 10
Contoh 1.22
Sebuah kumparan dengan 250 lilitan dililitkan pada rangkaian magnet yang keengganannya 100.000 AT/ Wb. Jika arus sebesar 2 A
yang mengalir dalam kumparan dibalik dalam waktu 5 ms, tentukan ggl rata-rata yang diinduksi dalam kumparan.
Larutan:
250 2¥
= = 5 mWb
100.000
DF
Rata-rata ggl induksi e = N dt
- 3
¥
10 10
e = 250¥ - = 500 V (Jawab)
3
¥
5 10
Machine Translated by Google
Ketika kumparan dan sistem medan magnet keduanya diam tetapi medan magnet yang menghubungkan kumparan berubah (dengan
mengubah arus yang menghasilkan medan tersebut), ggl yang diinduksi dalam kumparan disebut ggl induksi statis.
(i) GGL induksi sendiri: GGL induksi dalam sebuah kumparan akibat perubahan
fluks yang dihasilkan oleh kumparan tersebut dengan lilitannya sendiri disebut
ggl induksi sendiri seperti ditunjukkan pada Gambar 1.32.
Arah ggl induksi ini sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan penyebab
yang menghasilkannya (hukum Lenz), yaitu perubahan arus pada kumparan.
d saya d saya
Dia atau e = L dt
dt
dimana L adalah konstanta proporsionalitas dan disebut induktansi diri atau koefisien induktansi diri atau induktansi kumparan.
GGL yang diinduksi dalam suatu kumparan akibat perubahan fluks yang dihasilkan oleh kumparan lain (yang bertetangga),
yang berikatan dengannya disebut ggl induksi timbal balik seperti ditunjukkan pada Gambar 1.33.
Gambar 1.33 Fluks yang dihasilkan oleh kumparan-A yang dihubungkan dengan kumparan-B
Karena laju perubahan fluks yang menghubungkan kumparan 'B' bergantung pada laju perubahan arus pada kumparan 'A'. Oleh
karena itu, besarnya ggl induksi yang saling berbanding lurus dengan laju perubahan arus pada kumparan 'A', yaitu,
Machine Translated by Google
34 Mesin Listrik
d saya d saya
dt 1 atau em = M dt 1
di dalam
dimana M adalah konstanta proporsionalitas dan disebut induktansi timbal balik atau koefisien
induktansi timbal balik.
0 R 0 R
M=
Dia
Esejak =dt
eM
d saya
ˆ
M 1
lakukan
1 / dt
˜
ÁË M ¯
N F E DF12 Dari
ˆ
= sejak = e N
2 12
= M
saya 1 ÁË M 2
hari dt 1 ¯ ˜
NN Esejak DI DALAM
ˆ
= f =
/ itu 1mm
2
0 ÁË 12
11
/ lama ¯
˜
R 0 R
Machine Translated by Google
Ekspresi matematika: Mengingat rangkaian magnet yang ditunjukkan pada Gambar 1.34. Ketika saat ini I 1
mengalir melalui koil-1;
Gambar 1.34 Fluks yang dihasilkan oleh satu kumparan yang terhubung dengan kumparan lainnya
N 2 F2 N 1F21 Nk1 2f
dan M = =
L2 = ( ...(ii) ÿ f 21 = k )F 2
2 2 2
SAYA SAYA SAYA
Nk2 1f Nk1 2F
M×M= ¥
1 2
SAYA SAYA
2 1N1 F N 2 2F
atau M2 = k ¥
= k2 L1 L2
1 2
SAYA SAYA
atau
M = k LL1 2 ...(aku aku aku)
Ungkapan di atas memberikan hubungan antara induktansi timbal balik antara dua kumparan dan induktansi diri
masing-masing.
Ekspresi (iii) juga dapat ditulis sebagai,
M
k=
L L1 2
Machine Translated by Google
36 Mesin Listrik
sehingga memberikan nilai induktansi resultan yang berbeda seperti yang diberikan di bawah ini:
Induktansi seri: Kedua kumparan dapat dihubungkan secara seri dengan dua cara berikut:
(i) Ketika medannya (atau mmfs.) bersifat aditif , yaitu fluksnya diatur dalam arah yang sama seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 1.35 Dalam hal ini, induktansi setiap kumparan ditingkatkan sebesar M yaitu ,
Catatan: Perlu dicatat bahwa arah medan yang dihasilkan oleh kumparan dilambangkan dengan menempatkan sebuah Titik
di sisi masuknya arus (atau fluks memasuki inti), lihat Gambar 1.35 dan 1.36.
Gambar 1.35 Induktansi seri yang mempunyai medan searah Gambar 1.36 Induktansi dirangkai seri dengan medan
berlawanan arah
Induktansi paralel: Kedua kumparan dapat dihubungkan secara paralel dengan dua cara berikut:
(i) Ketika medan (atau mmfs.) yang dihasilkannya berada pada arah yang sama seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.37.
LL M - 2
12
Induktansi total, LT = LL +M- 2
1 2
Gambar 1.37 Induktansi yang dihubungkan dalam medan paralel Gambar 1.38 Induktansi dalam medan paralel mempunyai
mempunyai arah yang sama arah yang berlawanan
Machine Translated by Google
(ii) Ketika medan (atau mmfs.) yang dihasilkannya berada pada arah yang berlawanan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.38.
- 2
LL1 2M
Induktansi total, LT = LL1 M
++2 2
Contoh 1.23
Sebuah kumparan mempunyai 1500 lilitan. Arus sebesar 4 A menyebabkan fluks sebesar 8 mWb menghubungkan kumparan. Temukan induktansi
diri kumparan.
Larutan:
NF
Induktansi kumparan, L =
SAYA
Contoh 1.24
Hitung nilai ggl yang diinduksi pada rangkaian yang mempunyai induktansi 700 mikrohenry jika arus yang
mengalir melaluinya bervariasi dengan laju 5000 A per detik.
Larutan:
d saya
d saya
e=L = 700 × 10–6 × 5000 = 3·5 V (Jawab)
dt
Contoh 1.25
Sebuah solenoid berinti udara mempunyai 300 putaran, panjangnya 25 cm dan luas penampangnya 3 cm2.
Hitung induktansi diri henry.
Larutan:
300 300
¥ - 4 - 7
= ¥¥ 3¥ 10
¥ 4 10 hal
0 25 ÿ
= 0·1375 mH (Jawab)
Machine Translated by Google
38 Mesin Listrik
Contoh 1.26
Hitung induktansi toroida, diameter rata-rata 25 cm dan luas penampang lingkaran 6,25 cm2 yang dililitkan secara
merata dengan 1000 lilitan kawat. Oleh karena itu, hitunglah ggl yang diinduksi ketika arus di dalamnya meningkat
dengan kecepatan 100 A/ detik.
Larutan:
2
N
Induktansi toroida, L = A · m0
¥m
aku
R
Permeabilitas relatif, =1
R
= 1 m H (Jawab)
d saya
GGL induksi, e = L dt = 1 × 10–3 × 100 = 0·1 V (Jawab)
Contoh 1.27
Inti besi dari sebuah choke mempunyai panjang rata-rata 25 cm dengan celah udara 1 mm. Choke dirancang untuk
induktansi 15 H ketika beroperasi pada kerapatan fluks 1 Wb/ m2. Inti besi mempunyai permeabilitas relatif 3000 dan
luas penampang 8 cm2. Tentukan jumlah lilitan kumparan yang diperlukan.
Larutan:
aku
aku
+ Saya G
ST = A A
mmm
0 R 0
- 3
0 25 ÿ
1 ¥10
= + = 1077612 AT/Wb
- 47 - - - 7
4 8 10 4 10 3000 8 ¥10¥¥4 hal
10 ¥ ¥¥ ¥
Sekarang
N = LST = ¥ 15 1077612 = 4020·5 putaran (Jawab)
Contoh 1.28
Dua kumparan mempunyai induktansi timbal balik sebesar 0.6 H. Jika arus dalam kumparan yang satu diubah dari 4 A menjadi 1 A dalam
waktu 0.2 sekon, hitunglah (i) ggl rata-rata yang diinduksi pada kumparan yang lain dan (ii) perubahan tegangannya. fluks yang menghubungkan
Larutan:
d saya
1
ggl yang saling diinduksi, em = M dt
Machine Translated by Google
Df12
Sekarang, em = N2
dt
eMdt¥ 902
¥ÿ
= = 12 mWb (Jawab)
Perubahan fluks dengan kumparan kedua, d12 = N2 150
Contoh 1.29
Dua kumparan yang masing-masing memiliki 100 dan 50 lilitan dililitkan pada sebuah inti dengan ÿ = 4000 ÿ0.
Panjang inti efektif = 60 cm dan luas inti = 9 cm2. Temukan induktansi timbal balik antara kumparan.
Larutan:
NN1 sebuah
2m
Kita tahu bahwa, Induktansi Saling M =
aku
Contoh 1.30
Sebuah cincin kayu mempunyai diameter rata-rata 150 mm dan luas penampang 250 mm2. Itu dililitkan dengan 1500 putaran
kawat berinsulasi. Kumparan kedua sebanyak 900 lilitan dililitkan pada bagian atas kumparan pertama. Dengan asumsi bahwa
semua fluks yang dihasilkan oleh kumparan pertama terhubung dengan kumparan kedua, hitunglah induktansi timbal balik.
Larutan:
NN
1 2 al
Induktansi timbal balik, M = m m0R
1500 900
¥ 6 250 10 4 10 1 ¥ p- - 7
M= ¥ ¥¥ ¥ 0 15 = 0·9 m H (Jawab)
.P
Contoh 1.31
Dua buah kumparan A dan B yang masing-masing mempunyai jumlah lilitan 600 dan 1000 lilitan dihubungkan secara seri pada
suatu rangkaian magnet yang sama dengan keengganan 2 × 106 AT/ Wb. Dengan asumsi tidak ada kebocoran fluks, hitung (i)
induktansi diri masing-masing kumparan; (ii) induktansi timbal balik antara kedua kumparan.
Berapa induktansi timbal balik jika koefisien kopling adalah 75%.
Larutan:
2
Induktansi diri kumparan A, L1 = NS1 /
Machine Translated by Google
40 Mesin Listrik
Kapan . = 0·3
k = 1; M = 1 0 18 0 5 ¥ H. (Jawab)
Contoh 1.32
Dua kumparan berinti udara ditempatkan berdekatan satu sama lain sehingga 80% fluks kumparan yang satu saling terhubung.
Setiap kumparan mempunyai diameter rata-rata 2 cm dan panjang rata-rata 50 cm. Jika terdapat 1800 lilitan kawat pada suatu
kumparan, hitunglah jumlah lilitan pada kumparan yang lain sehingga menghasilkan induktansi timbal balik sebesar 15 mH.
Larutan:
aku
= 05
ÿ
2 2
Sekarang
L1 = N1 / S dan L2 = NS 2 /
L L1 2 = N1 N2/S
Contoh 1.33
Dua buah kumparan yang hambatannya dapat diabaikan dan induktansi sendiri masing-masing 0,2 H dan 0,1 H
dihubungkan secara seri. Jika induktansi timbal baliknya adalah 0,1 H, tentukan induktansi efektif kombinasi
tersebut.
Larutan:
Contoh 1.34
Gabungan induktansi dari dua kumparan yang dihubungkan secara seri adalah 0.6 H dan 0.1 H tergantung pada
arah relatif arus dalam kumparan. Jika salah satu kumparan bila diisolasi mempunyai induktansi diri sebesar 0,2 H,
hitunglah induktansi timbal balik kumparan tersebut dan induktansi diri kumparan yang lain.
Machine Translated by Google
Larutan:
Gabungan induktansi kedua kumparan bila dihubungkan secara seri;
Contoh 1.35
Dua buah kumparan dengan induktansi diri 120 mH dan 250 mH serta induktansi timbal balik 100 mH
dihubungkan secara paralel. Tentukan induktansi ekuivalen suatu kombinasi jika (i) fluks timbal balik membantu
fluks individual dan (ii) fluks timbal balik berlawanan dengan fluks individual.
Larutan:
(i) Ketika fluks timbal balik membantu fluks individu;
- 2 2
LL1 M
2 = ( 120) 250
¥ - 100
= 117·65 m H (Jawab)
LT = LL M+ - 2 2 + -¥2 100
120 250
1
Ketika sejumlah energi listrik disuplai ke kumparan, energi tersebut digunakan dalam dua cara:
2
(i) Sebagian dihabiskan untuk memenuhi Kehilangan R yang dihamburkan dalam bentuk panas dan tidak dapat terjadi
kesembuhan saya .
(ii) Sisanya digunakan untuk menciptakan medan magnet di sekitar kumparan dan disimpan dalam medan
magnet. Ketika medan ini runtuh, energi yang tersimpan dilepaskan oleh kumparan dan dikembalikan ke
rangkaian.
Contoh 1.36
Sebuah solenoida dengan panjang 1 m dan diameter 10 cm mempunyai 5000 putaran. Hitung energi dalam
medan magnet ketika arus sebesar 2 A mengalir dalam solenoid.
Machine Translated by Google
42 Mesin Listrik
Larutan:
N 2
Induktansi solenoid, L= A · m0
¥m
aku
R
1 1
Energi yang tersimpan = ITU2 = ( )0=2467 2 ¥ÿ
0·4934 ¥ 2
J (Jawab)
2 2
Untuk memagnetisasi rangkaian magnet perangkat listrik seperti trafo, mesin AC , relay elektromagnetik, dll.,
digunakan suplai AC . Magnetisasi sirkuit magnetik disebut eksitasinya.
Sirkuit magnetik tidak pernah tereksitasi oleh suplai DC , karena dalam kasus eksitasi DC , arus kondisi tunak
ditentukan oleh tegangan dan resistansi rangkaian. Induktansi kumparan muncul hanya selama periode transien
yaitu, ketika arus bertambah atau berkurang selama waktu switching (ON atau OFF) . Fluks magnet dalam
rangkaian magnet menyesuaikan diri sesuai dengan nilai arus yang stabil sehingga hubungan yang ditentukan
oleh kurva magnetisasi (BH) terpenuhi. Namun, dengan eksitasi AC , induktansi muncul bahkan pada kondisi
tunak. Akibatnya untuk sebagian besar rangkaian magnetik (tidak untuk semua) fluks ditentukan oleh tegangan
dan frekuensi yang diberikan. Kemudian arus magnetisasi menyesuaikan diri sesuai dengan fluks ini sehingga
hubungan yang ditentukan oleh kurva magnetisasi (BH) terpenuhi.
Biasanya, karena alasan ekonomi, kerapatan fluks kerja normal dalam rangkaian magnetik dijaga di luar bagian
linier kurva magnetisasi sehingga analisis yang akurat tidak dapat diprediksi untuk menentukan induktansi diri.
Namun, untuk semua tujuan praktis, parameter rangkaian magnetik dianggap konstan.
DF
e = N dt = NfD
( dosa p2
Mkaki ) dt
P
= 2ÿ fN M
karena 2ÿ kaki = 2ÿ fN
M
(
tanpa 2 hal kaki +
2
) ...(ii)
Oleh karena itu, nilai ggl induksi akan maksimum jika cos 2ÿ ft = 1
Em = 2ÿfN M
DAN 2 halfN
M = M
= 4·44f N
Tanah tandus =
M
2 2
Persamaan (i) dan (ii) menunjukkan bahwa ggl induksi memimpin fluks dan arus eksitasi
P
radian atau 90°. GGL induksi ini dan penurunan resistansi kumparan berlawanan dengan tegangan yang diberikan. Dalam hal
2
pada mesin listrik, biasanya penurunan resistansi hanya beberapa persen dari tegangan yang diberikan dan oleh
karena itu, diabaikan untuk perkiraan yang dekat. Jadi, ggl induksi E dan tegangan yang diberikan V dapat dianggap
sama besarnya.
Contoh 1.37
Untuk rangkaian magnet tereksitasi AC ditunjukkan pada Gambar 1.40. Hitung arus eksitasi dan ggl induksi kumparan
sehingga menghasilkan fluks inti sebesar 0.6 sin 314 t mWb.
Larutan:
44 Mesin Listrik
3 3
Panjang jalur besi, l Saya
( 2 35107
= 25 2 -¥
85+cm
2
-¥ 2 0 15
2 ) ¥- =
. ÿ
= 1·0785m
B B
M M
aku +
Total ampere putaran yang diperlukan, ATm = G
aku
aku
m mm 0 0 R
- 3
0 667
ÿ ¥ÿ ¥1 5 10 0 667
ÿ ¥ÿ 1 0785
= +
- 7 -
P ¥
4 10 ¥ 7
P ¥3775
4 10
PADA
SAYA
= M = 948 = 1·896 A
M N 500
= 1896
ÿ
SAYA
= Dalam
= 1·34 A (Jawab)
rms 1 414
2
ÿ
314 - 3
= 4 44 500 0 6 10 ÿ ¥ ¥ ¥ÿ¥ 2 hal = 66·57 V (Jawab)
pada bahan magnetik disebut rugi arus eddy. Seperti rugi-rugi histeresis, rugi-rugi ini juga meningkatkan suhu bahan
magnetik. Rugi-rugi histeresis dan arus eddy pada suatu bahan magnet disebut rugi-rugi besi atau rugi-rugi inti atau
rugi-rugi magnet.
Inti magnet yang mengalami perubahan fluks ditunjukkan pada Gambar 1.41. Untuk mempermudah, tampilan
bagian inti ditampilkan. Saat mengubah hubungan fluks dengan inti itu sendiri, ggl diinduksi dalam inti yang menimbulkan
arus sirkulasi (eddy) (i) dalam inti seperti ditunjukkan pada Gambar 1.41 (a). Arus ini menghasilkan kerugian arus eddy
2
(i R), dimana i adalah nilai arus eddy dan R adalah hambatan eddy
jalur saat ini. Karena inti merupakan balok besi kontinu dengan penampang besar, besarnya i akan sangat besar
sehingga mengakibatkan kehilangan arus eddy yang lebih besar.
Untuk mengurangi kerugian arus eddy, cara yang paling tepat adalah dengan mengurangi besarnya arus eddy. Hal
ini dapat dicapai dengan membagi inti padat menjadi lembaran tipis (disebut laminasi) pada bidang yang sejajar dengan
medan magnet seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.41 (b). Setiap laminasi diisolasi satu sama lain dengan denda
Machine Translated by Google
lapisan insulasi (film pernis atau oksida). Pengaturan ini mengurangi luas setiap bagian dan karenanya
ggl induksi. Hal ini juga meningkatkan hambatan jalur arus eddy karena luas yang dapat dilalui arus
lebih kecil. Kerugian ini selanjutnya dapat dikurangi dengan menggunakan bahan magnetik yang
memiliki nilai resistivitas lebih tinggi (seperti baja silikon).
Telah terlihat bahwa ketika pengaruh arus eddy (produksi panas) tidak dimanfaatkan, daya atau energi
yang dikonsumsi oleh arus ini dikenal sebagai kerugian arus eddy. Namun, ada tempat dimana arus
eddy digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan yang berguna misalnya dalam kasus pemanasan
induksi. Dalam hal ini, sebuah poros besi ditempatkan sebagai inti kumparan induktif. Ketika arus
frekuensi tinggi dialirkan melalui kumparan, sejumlah besar panas dihasilkan di bagian paling luar
poros oleh arus eddy. Jumlah panas berkurang secara signifikan ketika kita bergerak menuju pusat poros.
Hal ini karena pinggiran luar poros menawarkan jalur resistansi rendah terhadap arus eddy. Proses ini
digunakan untuk pengerasan permukaan poros berat seperti poros mobil.
Efek arus eddy juga digunakan dalam instrumen listrik misalnya, memberikan torsi redaman pada
instrumen koil bergerak magnet permanen dan torsi pengereman pada pengukur energi tipe induksi.
Meskipun sulit untuk menentukan kerugian daya arus eddy dari nilai arus dan resistansi. Namun
percobaan mengungkapkan bahwa kehilangan daya arus eddy pada bahan magnetik dapat dinyatakan
sebagai:
22 2 V watt
Pe = KBtf
di dalam
dimana, Ke = koefisien arus eddy, nilainya tergantung pada sifat bahan magnetik;
Bm = nilai rapat fluks maksimum dalam Wb/m2;
t = ketebalan laminasi dalam m;
f = frekuensi pembalikan medan magnet dalam Hz;
V = volume bahan magnet dalam m3.
Machine Translated by Google
46 Mesin Listrik
Masalah Numerik
1. Arus sebesar 8 A melalui kumparan sebanyak 300 lilitan menghasilkan fluks sebesar 4 m Wb. Jika arus ini dikurangi menjadi 2 A
dalam 0,1 sekon, hitung ggl rata-rata yang diinduksikan pada kumparan, dengan asumsi fluks sebanding dengan arus.
(Jawaban 9 V)
2. Perkirakan induktansi sebuah solenoid dengan 2500 lilitan yang dililitkan secara seragam sepanjang 0,5 m pada tabung kertas
berbentuk silinder dengan diameter 4 cm. Medianya adalah udara. (Jawab 19·74 m H)
3. Hitung induktansi sebuah toroida dengan diameter rata-rata 25 cm dan penampang lingkaran 6·25 cm2 yang dililitkan secara merata
dengan 1000 lilitan kawat. Tentukan juga ggl yang diinduksi ketika arus meningkat dengan laju 200 A/s mengalir dalam belitan.
(Jawab 1 m H; 0·2 V)
4. Dua buah kumparan yang masing-masing mempunyai lilitan 100 dan 1000 dililitkan berdampingan pada sebuah rangkaian besi
tertutup yang luas penampangnya 8 cm2 dan panjang rata-rata 80 cm. Permeabilitas relatif besi adalah 900. Hitung induktansi
timbal balik antar kumparan. Berapakah ggl induksi pada kumparan kedua jika arus pada kumparan pertama dinaikkan secara
merata dari nol menjadi 10 A dalam waktu 0·2 sekon? (PTU.) (Jawab 0·113 H; 56·5 V)
5. Dua kumparan identik, bila dihubungkan secara seri mempunyai induktansi total 24 H dan 8 H tergantung pada metode atau
sambungannya. Temukan (i) induktansi diri masing-masing kumparan dan (ii) induktansi timbal balik antar kumparan.
(Jawab 8H; 4H)
6. Dua buah kumparan dengan induktansi diri 100 mH dan 150 mH serta induktansi timbal balik 80 mH dihubungkan secara paralel.
Tentukan induktansi ekuivalen dari kombinasi tersebut jika (i) fluks timbal balik membantu fluks individual (ii) fluks timbal balik
melawan fluks individual. (Jawab 95·56 mH; 20·97 mH)
7. Arus sebesar 20 A dialirkan melalui sebuah kumparan dengan induktansi diri 800 m H. Tentukan energi magnet yang tersimpan.
Jika arusnya berkurang menjadi setengahnya, carilah nilai baru energi yang tersimpan dan energi yang dilepaskan kembali ke
rangkaian listrik. (Jawab 160 J, 40 J, 120 J)
Jawab. Fenomena dimana ggl diinduksi dalam suatu rangkaian listrik (atau konduktor) ketika memotong medan magnet atau ketika
medan magnet yang menghubungkannya berubah disebut induksi elektromagnet.
Fenomena ini ditemukan oleh Faraday.
Jawab. Hukum I: Setiap kali fluks yang menghubungkan kumparan atau rangkaian berubah, ggl diinduksi di dalamnya
Hukum II: Besarnya ggl induksi pada suatu kumparan berbanding lurus dengan laju perubahan fluks hubungan.
DF
yaitu, e = – N dt
N – Jumlah putaran
Df
– laju perubahan fluks.
dt
Q.3. Nyatakan pemerintahan tangan kanan Fleming dan juga pemerintahan tangan kiri Fleming.
Jawab. Aturan Tangan Kanan Fleming: Hukum ini menyatakan bahwa jika seseorang merentangkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah
tangan kanannya tegak lurus satu sama lain sedemikian rupa sehingga ibu jari tersebut menunjuk ke arah gerak konduktor, maka
jari telunjuknya akan menunjuk ke arah gerak konduktor. jari searah fluks (dari utara ke selatan) maka jari tengah akan
menunjukkan arah ggl induksi pada penghantar.
Aturan Tangan Kiri Fleming: Rentangkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah tangan kiri Anda tegak lurus satu sama lain
sehingga jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet (dari utara ke selatan) dan jari tengah menunjukkan arah arus. pada
konduktor, maka ibu jari akan menunjukkan arah gaya yang akan bekerja pada konduktor.
Jawab. Pegang gabus dan letakkan sekrup tangan kanan di atasnya, sekarang putar sedemikian rupa sehingga searah dengan aliran
arus. Arah putaran sekrup memberikan arah garis gaya magnet di sekitar konduktor pembawa arus.
Q.5. Apa yang dimaksud dengan ggl yang diinduksi secara dinamis?
Jawab. Entah medan magnet diam dan konduktor bergerak, atau konduktor diam dan fluks bergerak sehingga fluks dipotong oleh
konduktor, maka timbul ggl di dalamnya. GGL yang diinduksi dengan cara ini dikenal sebagai ggl induksi dinamis. (misalnya ggl
yang dihasilkan dalam generator DC).
Jawab. Sifat kumparan yang melawan perubahan arus yang mengalir melaluinya disebut induktansi diri. Ini mengacu pada kemampuan
kumparan untuk menginduksi ggl ketika arus yang melaluinya berubah. Unitnya adalah Henry.
Q.7. Bedakan antara ggl yang diinduksi sendiri dan ggl yang diinduksi bersama.
Jawab. GGL yang diinduksikan pada suatu kumparan akibat perubahan fluks yang dihasilkan oleh kumparan tersebut dengan lilitannya sendiri disebut diri
emf yang diinduksi.
GGL induksi pada suatu kumparan akibat perubahan fluks yang dihasilkan oleh kumparan tetangga yang berikatan dengannya
disebut ggl induksi timbal balik.
Jawab. Peran induktansi hanya pada saat membuka dan menutup rangkaian DC. Ini menunda kenaikan arus selama penutupan dan
menunda jatuhnya arus selama pembukaan. Jika dalam rangkaian DC, arus mencapai nilai tetapnya, rangkaian tersebut tidak
menunjukkan induktansi apa pun.
Jawab. Jalur lengkap aliran arus melalui beban dikenal sebagai rangkaian tertutup.
Jawab. Jika sumber listrik dihubungkan langsung dengan seutas kawat tanpa beban apapun, maka disebut korsleting. Pada rangkaian ini,
nilai arusnya jauh lebih besar dibandingkan pada rangkaian tertutup. Jadi sekringnya meleleh.
Jawab. Ketika kapasitor diisi, medan elektrostatis terbentuk di antara pelat. Dengan demikian energi listrik disimpan dalam pengaturan
medan elektrostatis di antara pelat kapasitor
Machine Translated by Google
48 Mesin Listrik
1. Motor : Suatu alat elektromekanis (mesin listrik) yang mengubah energi listrik
atau daya (EI) menjadi energi mekanik atau daya ( T) disebut motor.
Motor listrik digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin industri misalnya, mesin press palu, mesin bor,
mesin bubut, pembentuk, blower untuk tungku dll., dan peralatan rumah tangga misalnya, lemari es, kipas
angin, pompa air, mainan, mixer dll. Diagram blok konversi energi, ketika perangkat elektro-mekanis
bekerja sebagai motor, ditunjukkan pada Gambar 1.42.
2. Generator: Alat elektromekanis (mesin listrik) yang mengubah energi atau daya mekanik ( T) menjadi
energi atau daya listrik (EI) disebut generator.
Generator digunakan di pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga uap, pembangkit listrik
tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga nuklir dan mobil. Pada pembangkit listrik tersebut di atas berbagai
sumber energi alam terlebih dahulu diubah menjadi energi mekanik kemudian diubah menjadi energi
listrik dengan bantuan generator.
Diagram blok konversi energi, ketika perangkat elektromekanis bekerja sebagai generator, ditunjukkan
pada Gambar 1.43.
Perangkat elektro-mekanis yang sama mampu beroperasi sebagai motor atau generator tergantung pada
apakah daya inputnya listrik atau mekanis (lihat Gambar 1.44). Dengan demikian, aksi motorik dan pembangkitan
bersifat reversibel
Machine Translated by Google
Gambar 1.44 Mesin yang sama dapat berfungsi sebagai generator atau motor
Konversi energi baik dari listrik ke mekanik atau dari mekanik ke listrik terjadi melalui medan magnet. Selama
konversi, seluruh energi dalam satu bentuk tidak diubah dalam bentuk berguna lainnya. Faktanya, daya masukan dibagi
menjadi tiga bagian berikut;
(i) Sebagian besar daya masukan diubah menjadi daya keluaran yang berguna.
(ii) Sebagian daya masukan diubah menjadi rugi-rugi panas (I2R) yang disebabkan oleh aliran arus dalam penghantar,
rugi-rugi magnetik (rugi-rugi histeresis dan arus eddy) dan rugi-rugi gesekan.
(iii) Sebagian kecil daya masukan disimpan dalam medan magnet perangkat elektro-mekanis.
Perhatikan sepotong besi lunak, yang mampu berputar bebas, ditempatkan dalam medan magnet dua magnet permanen
(lihat Gambar 1.45). Garis-garis gaya magnet diatur pada potongan besi lunak seperti yang ditunjukkan pada Gambar.
1.45. Kutub molekul menjadi sejajar dengan medan magnet karena induksi magnet. Potongan besi lunak memperoleh
polaritas seperti yang ditandai pada Gambar 1.45. Ini adalah posisi stabil dari potongan besi lunak. Torsi yang dihasilkan
dalam hal ini adalah nol.
50 Mesin Listrik
Gambar 1.46 Perkembangan torsi pada berbagai posisi potongan besi lunak yang ditempatkan dalam medan magnet
Jika potongan besi lunak diputar membentuk sudut ( < 90°), maka ujung A akan mengalami induksi magnet
dan B masing-masing menjadi kutub Utara dan Selatan. Sebuah gaya tarik menarik bekerja pada kedua ujung dan
potongan besi lunak akan mencoba untuk sejajar dengan medan utama, yaitu posisi jalur dengan keengganan
paling kecil. Torsi berlawanan arah jarum jam ini mencoba memperkecil sudut dan dianggap negatif. [Lihat Gambar
1.46 (a)]. Ketika potongan besi lunak diputar dengan sudut = 90°, gaya tarik-menarik dan gaya tolak menolak yang
sama besar bekerja pada setiap ujung potongan besi pendek [lihat Gambar 1.46 (b)], sehingga torsi yang dihasilkan adalah
Machine Translated by Google
nol. Ini adalah posisi potongan besi lunak yang tidak stabil, karena sedikit perubahan sudut pada kedua arah akan
menimbulkan torsi pada arah tersebut. Bila potongan besi lunak diputar membentuk sudut ( > 90°), maka ujung A dan B
secara induksi magnet masing-masing menjadi kutub Selatan dan Utara. Sebuah gaya tarik menarik bekerja pada ujung-
ujungnya dan potongan besi lunak akan mencoba untuk sejajar dengan medan utama.
Torsi searah jarum jam ini mencoba memperbesar sudut dan dianggap positif [Lihat Gambar 1.46 (c)].
Apabila potongan besi lunak diputar dengan sudut = 180°, maka dengan induksi magnet ujung A dan B akan diperoleh
polaritas Selatan dan Utara masing-masing [lihat Gambar 1.46 (d)]. Terdapat gaya tarik menarik pada ujung A dan B pada
potongan besi lunak yang sama besar dan berlawanan arah sehingga saling menghilangkan. Pada posisi ini torsi yang
dihasilkan adalah nol. Ini adalah posisi stabil, karena setiap perubahan sudut akan menghasilkan torsi yang cenderung
mengembalikan posisinya.
Mengikuti penjelasan serupa, torsi yang dihasilkan pada potongan besi lunak untuk berbagai posisi
antara 180° hingga 360° yaitu, 180° < < 360° dapat ditentukan.
Ketika 270° > > 180°, torsi yang dihasilkan negatif (berlawanan arah jarum jam) seperti ditunjukkan pada Gambar 1.46 (e).
Ketika = 270°, torsi yang dihasilkan adalah nol, dan posisinya tidak stabil seperti ditunjukkan pada Gambar 1.46 (f).
Ketika 360° > > 270°, torsi yang dihasilkan bernilai positif (searah jarum jam) seperti ditunjukkan pada Gambar 1.46 (g).
Ketika = 360°, torsi yang dihasilkan nol dan posisinya stabil.
Faktanya, ketika sepotong besi lunak ditempatkan di medan magnet, dengan induksi magnet, potongan besi menjadi
magnet. Potongan besi yang termagnetisasi menghasilkan medannya sendiri, sumbu medan tersebut ditunjukkan oleh
kepala panah Fr . Sumbu medan magnet utama ditunjukkan dengan mata panah Fm. Medan rotor Fr mencoba untuk
sejajar dengan Fm sehingga menghasilkan torsi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa torsi dihasilkan oleh penyelarasan
dua medan.
Sudut antara dua medan magnet yang bergantung pada torsi disebut sudut torsi. Sudut torsi ini diukur terhadap arah
putaran potongan besi lunak.
Dengan demikian disimpulkan bahwa torsi merupakan fungsi dari sudut torsi. Variasi torsi terhadap sudut
ditunjukkan pada Gambar 1.47.
Gambar 1.47 Diagram gelombang torsi yang dihasilkan pada potongan besi lunak
Perhatikan sebuah magnet permanen yang mampu berputar bebas, ditempatkan dalam medan magnet dua magnet
permanen seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.48 (a). Terdapat gaya tarik menarik pada kutub utara dan selatan
magnet yang berputar, yang sama besar dan berlawanan arah akan saling menghilangkan. Pada posisi ini torsi yang dihasilkan adalah nol
Machine Translated by Google
52 Mesin Listrik
karena medan magnet berputar Fr dan medan magnet permanen stasioner Fm segaris.
Ketika magnet yang berputar diputar dalam sudut (kurang dari 90°, sama dengan 90° lebih dari 90°
tetapi kurang dari 180°), kutub utaranya akan tertarik ke arah kutub selatan dan kutub selatan akan
tertarik ke arah utara. kutub magnet stasioner permanen [lihat Gambar 1.48 (b), (c) dan (d) masing-
masing]. Dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa medan rotor Fr mencoba untuk sejajar dengan
medan utama Fm dan torsi dikembangkan. Torsi berlawanan arah jarum jam ini dianggap negatif karena
memperkecil sudut torsi.
Ketika magnet berputar permanen diputar dengan sudut = 180°, kedua medan Fr dan Fm sejajar satu
sama lain tetapi bekerja dalam arah berlawanan [lihat Gambar 1.48 (e)], oleh karena itu, torsi yang
dihasilkan adalah nol tetapi ini adalah posisi tidak stabil karena sedikit perubahan sudut pada salah satu
arah akan menimbulkan torsi pada arah tersebut dan rotor tidak akan kembali ke posisi semula.
Ketika magnet berputar permanen diputar melalui sudut lebih dari 180°, tetapi kurang dari 360° (yaitu, kurang dari
270°, sama dengan 270°, lebih dari 270°), kutub utara dan selatannya akan tertarik ke arah magnet tersebut. kutub
selatan dan utara masing-masing magnet stasioner permanen [lihat Gambar. 1,48 (f), (g) dan (h) masing-masing].
Dengan kata lain, Fr akan berusaha untuk sejajar dengan Fm dan dengan demikian torsi akan dikembangkan. Torsi
searah jarum jam ini dianggap positif karena memperbesar sudut torsi.
Torsi negatif atau positif maksimum dihasilkan pada magnet permanen yang berputar ketika sudut = 90° atau =
270° (–90°), karena pada posisi tersebut terdapat gaya tarik-menarik atau tolak-menolak maksimum yang bekerja
pada magnet yang berputar.
Ketika berputar, magnet permanen diputar dengan sudut = 360°, dua bidang Fr dan Fm sejajar satu sama lain
[lihat Gambar 1.48 (i)]. Oleh karena itu, torsi yang dikembangkan adalah nol. Ini adalah posisi stabil karena setiap
perubahan sudut akan menghasilkan torsi yang cenderung mengembalikan posisi semula.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa torsi dihasilkan karena adanya penyelarasan dua medan.
Sudut antara dua medan magnet yang bergantung pada torsi disebut Sudut torsi. Ini
sudut torsi diukur terhadap arah putaran magnet yang berputar.
Torsi yang dihasilkan pada magnet yang berputar merupakan fungsi dari sudut torsi. Variasi torsi terhadap sudut
ditunjukkan secara grafis pada Gambar 1.48 (j).
Misalkan sebuah elektromagnet, yang berputar bebas pada porosnya, ditempatkan dalam medan magnet magnet
permanen. Ketika medan yang dihasilkan oleh elektromagnet Fr searah dengan medan utama yang dihasilkan oleh
magnet permanen stasioner Fm, torsi yang dihasilkan adalah nol [lihat Gambar 1.49 (a)].
Ketika elektromagnet diputar dengan sudut = 90°, sumbu medan rotor Fr akan membentuk sudut = 90° dengan
medan utama Fm. Medan rotor Fr akan berusaha sejajar dengan
Machine Translated by Google
54 Mesin Listrik
medan utama Fm, dan menghasilkan torsi berlawanan arah jarum jam [lihat Gambar 1.49 (b)]. Torsi ini dianggap
negatif karena mengurangi sudut torsi.
Ketika elektromagnet diputar dengan sudut = 270°, medan rotor Fr akan berusaha sejajar dengan medan
magnet utama Fm, oleh karena itu akan dihasilkan torsi searah jarum jam [lihat Gambar 1.49 (c)], Torsi ini adalah
dianggap positif karena meningkatkan sudut torsi.
Ketika sudut torsi antara nol dan 180°, torsi yang dihasilkan bernilai negatif, sedangkan ketika antara 180°
hingga 360°, torsi yang dihasilkan bernilai positif. Ketika sudut torsi = 90° atau = 270°
(–90°), torsi yang dihasilkan masing-masing adalah maksimum negatif atau maksimum positif.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi torsi terhadap sudut torsi serupa dengan variasi magnet
berputar permanen yang ditempatkan dalam medan magnet magnet stasioner permanen [lihat Gambar 1.48 (j)].
Torsi yang dihasilkan dalam hal ini disebut torsi elektromagnetik (Te ).
Perhatikan sebuah magnet permanen A yang dapat berputar bebas terhadap porosnya. Biarkan ditempatkan dalam medan magnet
magnet permanen B lainnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.50. Membiarkan,
l = panjang magnet A.
Torsi = 2F × r sin
aku
atau T = 2F × 2 dosa [_ r = l / 2)
mm
12
atau T = Fl sin Dimana F adalah gaya tarik menarik, F = 4pm m
2
0 dr
atau T dosa
Torsi maksimum akan dihasilkan ketika = 90° seperti yang dikatakan sebelumnya.
Gambar 1.50 Torsi timbul seketika ketika magnet permanen ditempatkan dalam medan magnet seragam
Misalkan sebuah elektromagnet yang hanya memiliki satu kumparan yang mengalirkan arus. Sumbu medan yang dihasilkan oleh
elektromagnet Fr dan sumbu medan utama yang dihasilkan oleh magnet stasioner permanen Fm ditunjukkan pada Gambar 1.51.
Sudut antara kedua bidang tersebut adalah q. Karena penyelarasan dua medan torsi dikembangkan.
Machine Translated by Google
56 Mesin Listrik
Gambar 1.51 Torsi dihasilkan seketika ketika elektromagnet ditempatkan dalam medan magnet seragam.
Produksi torsi juga dapat dijelaskan dengan konsep gaya elektromagnetik yang bekerja
konduktor pembawa arus ditempatkan di medan magnet.
= r dosa
T = 2Bilr dosa
atau
T = Kl dosa [Di mana, Kl = 2BIlr adalah sebuah konstanta]
atau T dosa .
Arah kerja gaya pada penghantar berarus bila ditempatkan dalam medan magnet dapat ditentukan dengan
menerapkan aturan tangan kiri Fleming.
Aturan Tangan Kiri Fleming: Regangkan jari pertama, kedua, dan ibu jari tangan kiri saling tegak lurus. Jika jari pertama
menunjukkan arah medan magnet utama, jari kedua menunjukkan arah aliran arus yang melalui penghantar, kemudian
ibu jari menunjukkan arah depan yang bekerja pada penghantar.
Machine Translated by Google
58 Mesin Listrik
Gambar 1.52 Produksi torsi dengan perputaran kutub stator (atau medan stator)
Jadi, dari fakta di atas dapat disimpulkan bahwa jika magnet utama diputar ke arah tertentu dengan sudut
tertentu, maka magnet bebas juga akan berputar ke arah yang sama dengan sudut yang sama. Dengan kata lain
dapat dikatakan bahwa magnet bebas ditarik oleh magnet utama. Jika magnet utama diputar ke segala arah dengan
kecepatan tertentu maka magnet bebas juga akan berputar dengan kecepatan yang sama ke arah yang sama.
Inilah prinsip dasar mesin sinkron.
Dengan mengubah arah aliran arus pada penghantar elektromagnet (angker) sedemikian rupa sehingga penghantar
yang menghadap kutub medan utama tertentu selalu mempunyai arah aliran arus yang sama.
Perhatikan sebuah elektromagnet (angker) yang ditempatkan pada medan magnet kutub utama, seperti
ditunjukkan pada Gambar 1.53 (a). Arus yang mengalir melalui konduktor jangkar sedemikian rupa sehingga sumbu
medan yang dihasilkan oleh jangkar Fr adalah 90° keluar fasa terhadap sumbu medan utama Fm. Karena keselarasan dua
Machine Translated by Google
medan, torsi dikembangkan di jangkar dan memperoleh posisi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.53 (b). Pada posisi
ini rotor (angker) akan berhenti berputar.
Gambar 1.53 Menghasilkan torsi searah dengan membalikkan arus pada konduktor jangkar
Jika arah aliran arus pada konduktor jangkar dibalik ketika melintasi sumbu Y-Y' (sumbu netral magnet) dan membentuk
sudut = 90° terhadap medan utama Fm. Torsi akan selalu diberikan pada jangkar. Dengan demikian torsi kontinyu dapat
diperoleh. Ini adalah prinsip dasar mesin DC. Arah aliran arus pada konduktor jangkar dibalik dengan menyediakan
komutator pada mesin DC.
Contoh 1.38
Pada Gambar 1.54 gambarlah garis gaya magnet yang dihasilkan oleh stator. Tandai polaritas kutub, arah medan stator
dan rotor, sudut torsi dan arah torsi yang dihasilkan.
Gambar 1.54 Gambar yang diberikan Gambar 1.55 Posisi sumbu medan stator dan rotor
Larutan:
1. Medan magnet stator digambar seperti ditunjukkan pada Gambar 1.55 dengan menerapkan aturan praktis tangan kanan
pada konduktor pembawa arus stator.
2. Kita mengetahui bahwa fluks meninggalkan kutub N dan memasuki kutub S, oleh karena itu polaritas kutub ditandai
pada Gambar 1.55.
Machine Translated by Google
60 Mesin Listrik
3. Sumbu dan arah medan stator dan medan rotor masing-masing ditandai dengan panah Fm dan Fr ( sumbu medan
rotor terletak tegak lurus bidang kumparan atau terletak di antara penghantar yang membawa arus berlawanan
arah).
4. Sudut antara medan rotor Fr dan medan stator Fm adalah sudut torsi yang dinyatakan dengan .
5. Karena kesejajaran dua medan, medan rotor Fr berusaha sejajar dengan medan stator Fm. Dengan demikian
torsi berlawanan arah jarum jam T dihasilkan.
Contoh 1.39
Tandai polaritas kutub, arah torsi yang dihasilkan dan sudut torsi pada Gambar 1.56.
Gambar 1.56 Gambar yang diberikan Gambar 1.57 Posisi sumbu medan stator dan rotor
Larutan:
Lihatlah Gambar 1.56, berbagai besaran ditandai dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Menerapkan aturan praktis tangan kanan pada konduktor pembawa arus stator, arah garis gaya magnet ditandai,
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.57.
2. Ketika fluks meninggalkan kutub utara dan masuk ke kutub selatan, maka polaritas kutubnya adalah
ditandai.
3. Sumbu medan stator dan arahnya ditandai dengan kepala panah Fm.
4. Medan searah jarum jam dipasang di sekeliling kumpulan konduktor rotor yang membawa arus ke dalam, yaitu,
dan medan berlawanan arah jarum jam diatur di sekitar kumpulan konduktor rotor yang membawa arus ke luar,
.
yaitu, Oleh karena itu sumbu medan rotor terletak di antara konduktor yang membawa arus dalam arah yang
berlawanan.
5. Sesuai dengan sumbu medan rotor dan arahnya ditandai dengan kepala panah Fr .
6. Sudut antara medan rotor dan medan stator disebut sudut torsi dan ditandai dengan 7. Medan rotor Fr .
Contoh 1.40
Untuk mendapatkan torsi searah jarum jam, tandai arah aliran arus pada belitan kutub dan pada konduktor rotor pada
Gambar 1.58.
Machine Translated by Google
Gambar 1.58 Gambar yang diberikan Gambar 1.59 Posisi sumbu medan stator dan rotor
Larutan:
1. Biarkan arah aliran arus pada belitan kutub seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.59
2. Dengan menggunakan aturan praktis tangan kanan, tandai polaritas kutub, sumbu medan stator dan arahnya sebagai
FM.
3. Tandai sumbu medan rotor yang tegak lurus terhadap bidang kumparan rotor (lihat Gambar 1.59).
4. Untuk mendapatkan torsi searah jarum jam, tandai arah medan rotor Fr seperti ditunjukkan pada Gambar 1.59.
5. Untuk memperoleh arah medan rotor tersebut, tandai arah aliran arus pada penghantar rotor
menerapkan aturan jempol tangan kanan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.59.
Contoh 1.41
Stator silinder berongga berisi rotor padat. Keduanya terbuat dari besi
lunak. Satu kumparan yang membawa arus ditempatkan pada stator
seperti ditunjukkan pada Gambar 1.60. Abaikan koil yang ditunjukkan
pada rotor. Tandai kutub yang berkembang pada stator. Gambarkan
garis kekuatan. Jika kumparan lain yang membawa arus ditempatkan
pada rotor seperti ditunjukkan pada Gambar 1.60. Akankah pengaturan
tersebut menghasilkan torsi? Berikan alasan. Jika stator dibuat berputar
dengan kecepatan N rpm, apa yang dilakukan rotor?
Mengabaikan kumparan rotor dan menerapkan aturan praktis pada konduktor pembawa arus stator, medan yang dihasilkannya
ditunjukkan pada Gambar 1.61. Kita tahu bahwa garis gaya magnet meninggalkan kutub utara dan masuk ke kutub selatan,
oleh karena itu polaritas kutub stator ditandai pada Gambar 1.61.
Oleh karena itu, arah medan stator (medan utama) Fm ditandai pada Gambar 1.61 dan 1.62.
Jika kumparan pembawa arus ditempatkan pada rotor seperti ditunjukkan pada Gambar 1.62, maka rotor juga akan menjadi
elektromagnet. Dengan menerapkan aturan praktis pada konduktor yang membawa arus rotor, arah medan rotor Fr juga
62 Mesin Listrik
Gambar 1.61 Posisi bidang stator Gambar 1.62 Posisi medan rotor
Jika stator atau medan utama dibuat berputar dengan kecepatan N rpm ke segala arah maka medan rotor akan
terseret oleh medan utama. Dengan demikian, rotor juga akan berputar dengan arah dan kecepatan yang sama yaitu N rpm
Contoh 1.42
Gambar 1.63 menunjukkan sebuah rotor membawa konduktor yang ditempatkan di dalam stator yang mempunyai empat kutub elektromagnet.
Mengacu pada gambar tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan menggunakan diagram yang rapi.
(a) Untuk arah arus pada kumparan medan seperti pada gambar, tandai polaritas masing-masing kutub.
(b) Untuk arah arus pada kumparan medan seperti pada gambar, tandai arah arus pada penghantar rotor untuk
putaran rotor searah jarum jam.
Gambar 1.63 Gambar yang diberikan Gambar 1.64 Medan stator dan arus pada konduktor rotor
Larutan:
Menerapkan aturan praktis tangan kanan ke konduktor pembawa arus stator, arah garis gaya magnet ditandai. Fluks
meninggalkan kutub utara dan masuk ke kutub selatan, sehingga polaritas kutub ditandai pada Gambar 1.64
Untuk mendapatkan putaran searah jarum jam, arah gaya yang seharusnya bekerja pada konduktor rotor ditandai.
Dengan menerapkan aturan tangan kiri Fleming, arah aliran arus pada konduktor rotor ditandai. Arah aliran arus pada
penghantar rotor yang dipengaruhi kutub N adalah ke arah luar dan penghantar yang dipengaruhi kutub S adalah ke
dalam (lihat Gambar 1.64).
Machine Translated by Google
1,30 ggl Diinduksi dalam Kumparan Berputar yang Ditempatkan dalam Medan Magnet
Misalkan sebuah kumparan AB ditempatkan pada pinggiran luar rotor silinder padat besi lunak. Kutub-kutub stator membawa
kumparan-kumparan menarik. Ketika arus mengalir melalui kumparan menarik, fluks diatur seperti yang ditunjukkan pada Gambar.
1.65. Rotor berputar searah jarum jam dengan kecepatan sudut konstan radian/detik. Arah kecepatan linier (tegak lurus terhadap
bidang kumparan) yang bekerja pada konduktor A ditunjukkan pada Gambar 1.66, yang membentuk sudut dengan arah medan.
Komponen kecepatan yang tegak lurus medan adalah v = v sin
.
Gambar 1.65 Posisi medan stator Gambar 1.66 Gerak konduktor terhadap medan
e = 2 Blv dosa
Jika sudut antara bidang kumparan dan arah medan magnet adalah , kemudian komponen dari
Arah ggl induksi pada konduktor A dan B dapat ditentukan dengan menerapkan persamaan Fleming
Aturan Tangan Kanan atau Hukum Lenz.
Dengan menerapkan Aturan Tangan Kanan Fleming pada konduktor A yang bergerak ke bawah, ggl induksi keluar dari bidang
kertas [ ], sedangkan konduktor B bergerak ke atas dan ggl induksi masuk ke dalam bidang kertas [].
Berdasarkan Hukum Lenz, kita dapat mengatakan bahwa ketika kumparan diputar searah jarum jam, hubungan fluksnya
berkurang [lihat Gambar 1.67 (a)]. Dengan demikian ggl yang diinduksikan pada kumparan akan mempunyai arah
Machine Translated by Google
64 Mesin Listrik
sedemikian rupa sehingga fluks magnet yang dihasilkan oleh arusnya cenderung melawan penurunan hubungan fluks, yaitu
kumparan akan membentuk medan yang akan meningkatkan fluks hubungan dengan kumparan [lihat Gambar 1.67 (b)].
Besarnya ggl induksi bergantung pada sinus sudut. GGL yang diinduksi pada kumparan
pada posisi (a), (e) dan (i) pada Gambar 1.68 adalah nol dan pada posisi (c) dan (g) maksimum. Variasi ggl terhadap sudut
ditunjukkan secara grafis pada Gambar 1.69.
Gambar 1.68 ggl yang diinduksikan dalam kumparan pada berbagai waktu
Argumen di atas mengenai besaran dan arah ggl induksi adalah sama
berlaku jika medan magnet utama berputar dan kumparan tetap diam.
Contoh 1.43
Tandai arah ggl pada konduktor rotor pada gambar 1.70. saat rotor bergerak:
(i) searah jarum jam;
(ii) berlawanan arah jarum jam
Larutan:
Menerapkan aturan praktis tangan kanan pada konduktor pembawa arus stator, arah garis gaya
magnet ditunjukkan pada Gambar 1.71 dan 1.72. Oleh karena itu, polaritas kutub ditandai.
(i) Ketika rotor berputar searah jarum jam lihat Gambar 1.71, arah ggl yang diinduksi pada konduktor
rotor ditandai dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming pada konduktor langsung di
bawah pengaruh kutub utara dan selatan. GGL induksi pada semua konduktor yang dipengaruhi
kutub utara adalah pada satu arah, yaitu, sedangkan ggl yang diinduksi pada semua konduktor
yang dipengaruhi kutub selatan adalah pada arah yang lain, yaitu .
Gambar 1.71 GGL induksi pada konduktor rotor untuk Gambar 1.72 GGL induksi pada konduktor rotor untuk
(ii) Demikian pula, dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming pada konduktor rotor yang berputar berlawanan
arah jarum jam, arah ggl induksi ditandai di dalamnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.72.
Machine Translated by Google
66 Mesin Listrik
GGL yang diinduksi pada konduktor rotor yang ditempatkan pada sumbu netral magnet (yaitu sumbu X) adalah nol,
karena pada posisi ini penghantar bergerak sejajar dengan garis gaya magnet.
Contoh 1.44
Sebuah kumparan berputar searah jarum jam dalam medan magnet dua
kutub. Dengan bantuan diagram yang rapi, tunjukkan ke mana arah ggl
induksi pada kumparan? Tunjukkan pada diagram polaritas kutub dan arah
putaran kumparan.
Larutan:
Sebuah kumparan AB ditempatkan pada medan magnet [lihat Gambar 1.73].
Polaritas kutub, arah medan magnet dan arah putaran (searah jarum jam)
ditunjukkan pada Gambar 1.73.
Dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming, arah ggl yang
diinduksi pada konduktor A, yang dipengaruhi kutub-N, adalah pada bidang
kertas. Sedangkan pada konduktor B yang berada di bawah pengaruh kutub
Gambar 1.73 Arah medan utama dan
S berada di luar bidang kertas seperti ditunjukkan pada Gambar 1.73. arah ggl induksi
Contoh 1.45
Rotor pada Gambar 1.74 dan 1.75 masing-masing berputar berlawanan arah jarum jam, Tandai dalam setiap kasus:
(i) Arah ggl yang diinduksi pada kumparan stator.
(ii) Sisi kumparan yang termasuk dalam kumparan stator yang sama.
Gambar 1.74 Gambar yang diberikan Gambar 1.75 Gambar yang diberikan
Larutan:
Dengan menerapkan aturan praktis pada konduktor pembawa arus rotor pada Gambar 1.74, medan yang dihasilkan
ditunjukkan pada Gambar 1.76, sehingga polaritas kutubnya ditandai.
(i) Rotor berputar berlawanan arah jarum jam, oleh karena itu gerak relatif konduktor stator terhadap medan adalah
searah jarum jam. Dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming pada konduktor stator, arah ggl induksi
ditandai (lihat Gambar 1.76 dan 1.77). Pada semua konduktor yang terkena pengaruh kutub utara, ggl induksi
berada pada satu arah yaitu keluar dari bidang kertas. Sedangkan pada konduktor yang mendapat pengaruh
kutub selatan ggl induksinya berlawanan arah yakni ke bidang kertas.
Machine Translated by Google
(ii) Setiap kumparan mempunyai dua sisi kumparan. Jika salah satu sisi kumparan diletakkan di bawah kutub
utara, maka sisi kumparan yang lain ditempatkan di bawah kutub selatan. Posisi kedua sisi tersebut harus
sama di bawah kedua kutub (yaitu jika salah satu sisi ditempatkan di pusat N -tiang maka sisi lainnya juga
harus ditempatkan di tengah tiang S yang berurutan). Keempat kumparan pada Gambar 1.76 dan 1.77
ditandai sebagai 1-1, 2-2, 3-3, dan 4-4.
Contoh 1.46
Gambar 1.78 menunjukkan 6 kumparan ditempatkan pada slot stator. Rotor
membawa belitan medan. Tandai arah ggl yang diinduksi pada konduktor
stator.
(a) untuk arah putaran rotor searah jarum jam.
(b) untuk arah putaran rotor berlawanan arah jarum jam.
Gambar 1.79 Arah ggl induksi pada Gambar 1.80 Arah ggl induksi pada konduksi
konduksi stator untuk putaran searah jarum jam stator untuk putaran berlawanan arah jarum jam
(i) Ketika rotor (medan) berputar searah jarum jam lihat Gambar 1.79) fluks dipotong oleh konduktor stator.
Dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming pada konduktor stator, arah ggl induksi ditandai.
Catatan: Saat menerapkan aturan tangan kanan Fleming, arah putaran konduktor terhadap medan
dipertimbangkan. Dalam kasus di atas, rotasi konduktor berlawanan arah jarum jam terhadap medan.
Machine Translated by Google
68 Mesin Listrik
(ii) Ketika rotor (medan) berputar berlawanan arah jarum jam (lihat Gambar 1.80) fluks dipotong oleh konduktor
stator. Dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming pada konduktor stator, arah ggl induksi ditandai.
(GGL yang diinduksi pada konduktor yang ditempatkan pada sumbu netral magnet (yaitu sumbu X) akan menjadi
nol karena tidak memotong medan magnet).
mencoba untuk sejajar dengan medan utama Fm dan torsi elektromagnetik Te dihasilkan dalam arah yang berlawanan
dengan rotasi.
Jika rangkaian kumparan tidak tertutup, tidak ada arus yang mengalir melalui kumparan dan karenanya tidak ada torsi elektromagnetik yang
dihasilkan (yaitu, Te = 0), dalam kondisi seperti ini hambatannya hanya disebabkan oleh torsi gesekan (mengabaikan rugi-rugi besi). Oleh karena itu,
torsi mekanis Tm yang diterapkan harus cukup untuk mengatasi torsi gesekan. Perlu dicatat bahwa torsi gesekan selalu bekerja berlawanan arah dengan
arah putaran.
yaitu,
Tm = Tf (tanpa beban)
Ketika resistansi beban dihubungkan, aliran arus dan torsi elektromagnetik dihasilkan dalam arah yang berlawanan dengan torsi mekanis. Dalam
kondisi ini torsi mekanik Tm harus cukup untuk mengatasi torsi elektromagnetik dan torsi gesekan (kerugian besi diabaikan).
Dengan demikian,
Tm = Te + Tf ...(Saya)
atau ...(ii)
Tm = Te + Tf
atau
Te = Tm – Tf
dimana, Tm = Daya masukan mekanis.
Te = Tenaga mekanik yang dikembangkan pada rotor yang diubah menjadi tenaga listrik.
di dalam
= 2 F jari-jari
¥ kumparan ¥ jari-
jari kumparan
di dalam
Dia
saya = atau e = ir + iR
rR+
tidak – saya 2r = vi
Jadi, kita simpulkan bahwa dari daya masukan ( Tm) hanya Te yang merupakan daya mekanik yang diubah menjadi daya listrik (ei ). Setelah
dikurangi rugi-rugi tembaga (i 2r), daya listrik yang tersedia pada beban hanya i 2R. Beginilah cara konversi daya terjadi pada mesin listrik yang berfungsi
sebagai generator. Diagram aliran daya (dengan mengabaikan rugi-rugi besi) untuk generator ditunjukkan pada Gambar 1.82.
Machine Translated by Google
70 Mesin Listrik
Sekarang perhatikan sebuah kumparan yang ditempatkan pada medan stasioner konstan. Kumparan dihubungkan ke baterai [lihat Gambar 1.83
(a)]. Arus i mengalir melalui konduktor kumparan dengan arah yang ditunjukkan pada Gambar 1.83 (a) dan (b). Konduktor yang membawa arus
Medan rotor Fr berusaha sejajar dengan medan utama Fm. Dengan demikian, torsi elektromagnetik dihasilkan pada kumparan dengan arah
berlawanan jarum jam. Kumparan bebas berputar, oleh karena itu, kumparan mulai berputar berlawanan arah jarum jam (katakanlah pada w rad/
detik).
Ketika kumparan berputar berlawanan arah jarum jam, fluks dipotong oleh konduktor (sisi kumparan), oleh karena itu, ggl diinduksikan ke
dalamnya dalam arah yang ditandai pada Gambar 1.83 ( a), [arah ditemukan dengan menerapkan aturan tangan kanan Fleming] , yang
berlawanan dengan arah aliran arus atau tegangan yang diberikan V.20
Jika r adalah hambatan kumparan,
i 2r = daya yang hilang pada hambatan kumparan yang disebut rugi-rugi tembaga,
ei = daya listrik yang dikembangkan pada rotor yang diubah menjadi daya mekanik.
Jadi, dari daya masukan (Vi), rugi-rugi tembaga (i 2r) dikurangi dan hanya daya (ei ) yang dikurangkan.
dikembangkan pada rotor yang diubah menjadi tenaga mekanik.
Gaya gesekan berlawanan arah dengan putaran, oleh karena itu arah torsi gesekan searah jarum jam seperti ditunjukkan pada
Gambar 1.83 (b). Ketika beban mekanis diterapkan, torsi mekanis Tm mencoba mengurangi kecepatan rotor, oleh karena itu, ia
juga bekerja searah jarum jam seperti yang ditandai pada gambar.
Jadi, torsi elektromagnetik harus cukup untuk memenuhi jumlah torsi gesekan dan
torsi mekanis yaitu,
Te = Tm + Tf
atau
Te = Tm + Tf
atau
– Tf = Tm .
Tenaga mekanik keluaran sebenarnya hanya Tm yang tersedia pada poros. Daya ini diperoleh setelah mengurangkan rugi-rugi
mekanis (Tf ) dari daya yang dihasilkan (Te ) pada rotor. Diagram aliran daya (dengan mengabaikan rugi-rugi besi) untuk motor
ditunjukkan pada Gambar 1.84.
Tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik.
Kesimpulan
(ii) Pada gerak motor, torsi elektromagnetik menghasilkan putaran, (Te dan keduanya searah), sedangkan pada operasi
pembangkitan, torsi elektromagnetik berlawanan dengan putaran (Te bekerja berlawanan arah dengan ).
(iii) Pada aksi pembangkit, sudut torsi adalah yang terdepan (Fr mendahului Fm dengan sudut terhadap arah putaran), sedangkan
pada aksi penggerak, sudut torsi adalah yang tertinggal (Fr tertinggal dari Fm dengan sudut terhadap arah putaran). ).
Machine Translated by Google
72 Mesin Listrik
(iv) Pada aksi pembangkitan, putaran disebabkan oleh torsi mekanis, sehingga Tm dan searah, sedangkan
pada aksi motorik putaran berlawanan dengan torsi mekanis.
(v) Baik dalam aksi pembangkitan maupun penggerakan, torsi elektromagnetik selalu bekerja berlawanan arah
dengan torsi mekanis (yaitu, Te selalu bekerja berlawanan arah dengan Tm).
(vi) Dalam kedua kasus tersebut, torsi gesekan bekerja berlawanan arah dengan rotasi (yaitu, Tf selalu bekerja
berlawanan arah dengan ).
1. Pada kerja generator, putarannya disebabkan oleh torsi 1. Pada gerak motor, putarannya disebabkan oleh torsi
mekanis, oleh karena itu Tm dan searah. elektromagnetik, oleh karena itu, Te dan searah.
2. Torsi gesekan Tf bekerja berlawanan arah dengan rotasi. 2. Torsi gesekan Tf bekerja berlawanan arah dengan rotasi.
elektromagnetik Te bekerja berlawanan dengan torsi 3. Torsi mekanik Tm bekerja berlawanan arah 3. Torsi
= Te + Tf . + Tf .
4. Pada aksi pembangkitan, ggl dan diinduksi pada 4. Dalam aksi motorik, arus diberikan ke jangkar melawan
penghantar yang mengedarkan arus pada jangkar, oleh ggl induksi (e), oleh karena itu arus mengalir berlawanan
karena itu e dan i keduanya searah. arah dengan ggl induksi.
6. Dalam menghasilkan aksi, sudut torsi adalah 6. Dalam aksi otomotif, sudut torsi adalah legging.
terkemuka.
7. Dalam menghasilkan aksi, energi mekanik diubah menjadi 7. Dalam gerak motorik, energi listrik diubah
energi listrik. menjadi energi mekanik.
Contoh 1.47
Tampak penampang kumparan persegi panjang yang berputar dalam medan magnet
ditunjukkan pada Gambar 1.85. Menentukan;
(i) Arah ggl induksi pada sisi kumparan untuk arah putaran seperti ditunjukkan
pada gambar.
(ii) Arah torsi elektromagnetik yang dikembangkan pada kondisi di atas, dan juga
menunjukkan sudut torsi.
(iii) Arah arus pada sisi kumparan jika rangkaian ditutup melalui hambatan luar.
Larutan:
(i) Kumparan berputar berlawanan arah jarum jam dalam medan magnet, dengan menerapkan aturan tangan
kanan Fleming, arah ggl induksi pada sisi kumparan ditandai pada Gambar 1.86 dan 1.87.
Gambar 1.86 Arah ggl dan arus induksi Gambar 1.87 Besaran berbeda yang ditandai
(ii) Ketika arus mengalir melalui sisi kumparan (rotor), medan diatur di sekitar konduktor, arah medan rotor ditandai
dengan kepala panah Fr . Medan rotor (Fr ) berusaha sejajar dengan
medan utama Fm, sehingga torsi elektromagnetik Te dihasilkan searah jarum jam seperti yang ditandai
dengan kepala panah pada Gambar 1.87.
(iii) Ketika rangkaian ditutup melalui hambatan luar, arah aliran arus pada
sisi kumparan ditunjukkan pada Gambar 1.87.
Sudut antara medan rotor Fr dan medan utama Fm adalah sudut torsi seperti yang ditunjukkan pada gambar.
(iv) Untuk konversi energi, torsi mekanik Tm selalu bekerja berlawanan arah dengan torsi elektromagnetik Te . Oleh
karena itu, arah torsi mekanis eksternal yang diterapkan berlawanan arah jarum jam seperti yang ditunjukkan
pada gambar.
(v) Pada sisi kumparan arah aliran arus sama dengan ggl induksi oleh karena itu,
mesin bertindak sebagai generator.
(vi) Gaya gesekan selalu berlawanan arah dengan arah putaran, oleh karena itu arahnya juga
torsi gesekan searah jarum jam seperti yang ditandai oleh kepala panah pada Gambar 1.87.
Contoh 1.48
Tampak penampang kumparan persegi panjang yang berputar dalam medan magnet
ditunjukkan pada Gambar 1.88. Arah putaran dan arah arus pada sisi kumparan
ditampilkan.
(i) Tentukan arah ggl induksi pada kumparan.
(ii) Tandai arah torsi elektromagnetik yang dihasilkan.
(iii) Tunjukkan sudut torsi.
Larutan:
(i) Ketika kumparan berputar dalam medan magnet, fluks dipotong oleh konduktor
dan ggl diinduksi. Arah ggl induksi ditandai pada Gambar 1.89 yang ditentukan Gambar 1.88 Gambar yang diberikan
74 Mesin Listrik
(ii) Arah sumbu medan magnet utama (Fm) ditandai. Tergantung pada arah aliran arus pada sisi
kumparan, arah sumbu medan rotor (Fr ) ditandai. Medan rotor mencoba untuk sejajar dengan
medan utama, sehingga timbul torsi elektromagnetik searah jarum jam (Te ), seperti yang
ditandai pada Gambar 1.90.
(iii) Sudut antara sumbu medan rotor dan medan utama () disebut sudut torsi yang ditandai pada
Gambar 1.90.
Gambar 1.89 GGL induksi pada kumparan Gambar 1.90 Posisi besaran lain yang ditandai
Masalah Numerik
1. Sebuah konduktor dengan panjang 0.4 meter digerakkan dengan kecepatan seragam 5 ms -1 tegak lurus terhadap panjangnya
dan terhadap medan magnet. Hitung kerapatan medan magnet jika ggl yang dihasilkan pada penghantar adalah 2V.
Untuk massa jenis yang sama, berapa ggl induksi jika konduktor digerakkan membentuk sudut 60° terhadap (Ans: 1 Wb/m2,
Medan gaya. 1·732V)
Jawab. Alat atau mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau sebaliknya disebut
perangkat konversi energi elektro-mekanis
Q.2. Dalam kasus motor DC, bagaimana torsi bolak-balik diubah menjadi torsi kontinu searah?
Jawab. Dalam kasus motor DC, torsi bolak-balik diubah menjadi torsi kontinu searah dengan membalikkan arah aliran arus pada
konduktor jangkar ketika melewati sumbu netral magnet (menggunakan komentator)
Tinjau Pertanyaan
1. Definisikan istilah mmf, fluks magnet, dan keengganan magnet, lalu tentukan hubungan yang berlaku
antara besaran-besaran ini untuk suatu rangkaian magnetik.
Machine Translated by Google
5. Apa perbedaan kurva BH bahan feromagnetik dengan kurva BH bahan nonmagnetik? Sebutkan semua daerah yang menonjol
pada kurva BH bahan magnetik.
8. Tuliskan persamaan ggl induksi dinamis yang timbul dalam sebuah konduktor dengan panjang l meter yang bergerak dengan
kecepatan v meter per detik dalam kerapatan fluks magnet seragam B Wb/m2.
11. Turunkan persamaan induktansi ekivalen ketika dua kumparan berpasangan dihubungkan secara seri (a).
(b) sejajar.
13. Tandai arus pada konduktor rotor pada Gambar 1.91 dan 1.92 untuk mendapatkan torsi berlawanan arah jarum jam.
14. Akankah rotor pada Gambar 1.93 cenderung berputar? Jika ya, tunjukkan sudut torsi dan arah putaran.
Gambar 1.93:
76 Mesin Listrik
16. Gambar 1.94 menunjukkan sebuah stator dengan 4 kumparan sedangkan Gambar 1.95 menunjukkan sebuah rotor dengan 6 kumparan
yang akhirnya didistribusikan pada pinggiran rotor. Tandai arah ggl pada konduktor ini untuk putaran searah jarum jam. Tandai
juga sisi kumparan yang termasuk dalam kumparan yang sama.
17. Tampak penampang kumparan persegi panjang ab yang berputar dalam medan magnet ditunjukkan pada
Gambar 1.96. Menentukan:
(i) Arah arus pada sisi kumparan, jika rangkaian ditutup melalui hambatan luar, untuk arah
putaran seperti pada gambar, tandai
(ii) Arah torsi elektromagnetik.
(iii) Sudut torsi.
(iv) Arah penerapan torsi mekanis eksternal.
(v) Arah kerja torsi gesekan. Gambar 1.96:
18. Sebuah kumparan yang ditempatkan di dalam medan magnet konstan dibuat berputar searah jarum jam. Tunjukkan
dengan sketsa rapi arah putaran kumparan, polaritas kutub medan dan arah ggl induksi pada kedua sisi kumparan.
Jika rangkaian kumparan selesai dibuat sehingga arus mengalir melalui kumparan, tunjukkan pada sketsa arah
torsi elektromagnetik yang dihasilkan.
3. Berapa arus yang melewati kumparan berinti udara berbentuk cincin jika jumlah lilitan 800 dan ampere lilitan 3200.
8. Ekspresi Steinmetz untuk menentukan kerugian histeresis pada bahan magnet adalah
1 6. 1 6.
(a) Ph = hBmaks (b) Ph = hB f maks
1 6.
(c) Ph = hB f V maks
9. Arah (d) semua, a, b dan c
12. Untuk mengurangi hilangnya arus eddy pada inti material magnet
(a) inti dilaminasi (b) bahan
magnet yang digunakan harus mempunyai resistivitas tinggi
(c) a dan b (d) tidak
satu pun di atas.
13. Jika dua kumparan yang mempunyai induktansi diri L1 dan L2 serta induktansi timbal balik M dihubungkan secara seri dengan
polaritasnya berlawanan, maka induktansi total kombinasi tersebut adalah
(a) L1 + L2 + 2M (b) L1 – L2 – 2M
(c) L1 – L2 + 2M (d) L1 + L2 – 2M
14. Sebuah kumparan induktif 10 H menghasilkan tegangan balik sebesar 50 V. Berapakah laju perubahan arus?
dalam kumparan
15. Mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik disebut
(a) generator listrik (c) a (b) motor listrik
dan b (d) tidak satu pun dari hal-hal tersebut