Routing
Jaringan Komputer - F09171013
Jurusan Teknologi Informasi, PRODI S1 - Teknik
Informatika
Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa memahami konsep routing dan routing table pada
jaringan computer.
2. Mahasiswa memahami konsep network advertise dalam
pembentukan routing table pada jaringan computer.
3. Mahasiswa memahami perbedaan interior dan exterior
routing protocol pada jaringan komputer.
4. Mahasiswa memahami perbedaan linkstate dan distance
vector routing protocol pada jaringan komputer.
5. Mahasiswa memahami perbedaan algoritma routing static
dan routing dynamic.
Introduction to Routing
What is Routing ?
• Adalah proses meneruskan data dari
satu network (subnet) ke network
lainnya menggunakan router.
• Memberikan Jangkauan end to end
pada jaringan.
• Berkerja pada Network Layer atau
layer 3 pada model OSI.
Bagaimana keputusan routing dibuat ?
• Data diteruskan berdasarkan IP
address tujuan.
• Router membangun dan
memelihara routing table terhadap
kondisi jaringan aktual.
• Data pada routing table
dikumpulkan secara dinamis
maupun statis.
Routing Table
Network Advertise
Network advertise adalah tehnik pengumpulan informasi untuk
membentuk table routing.
How it work ?
• Router 0 dan 1 masing-
masing megecek direct
connected network nya.
• Router 1 mengirimkan
data direct connected nya
ke router 0, begitu pula
sebaliknya.
• Router 0 dan 1 masing-
masing mengecek source
ip address lalu mencatat
data tersebut kedalam
routing table.
• Note : Tiap routing protocol umumnya memiliki
tehnik yang berbeda terkait pembentukan dan
pemeliharaan table routing.
Memilih Protocol yang Tepat
Interior Routing Protocol Exterior Routing Protocol
• Digunakan pada suatu system yang • Digunakan antar system otonom.
autonom. • Digunakan untuk terhubung dengan
• Digunakan dalam area kontrol jaringan lintas kontrol administrative.
administrative. • Jenis Routing protocol : *
• Jenis Routing protocol : * 1. Path Vector
1. Static. BGP.
2. Distance Vector
RIP.
EIGRP.
IGRP.
3. Link State
OSPF.
IS-IS
* List tidak mewakili semua jenis algoritma routing protocol, namun berdasarkan algoritma yang umum digunakan.
Perbandingan Link State dan Distance
Vector
Distance Vector Link State
• Melihat topologi network berdasarkan • Melihat topologi network secara
“sudut pandang” router tetangganya. menyeluruh.
• Menghitung jumlah hop sebagai routing • Menghitung tingkat kepadatan,
metric. bandwidth dan reliabilitas link sebagai
• Routing table di update secara periodik routing metric.
(Slow Convergence). • Update routing tabel diupdate
• Mengcopy routing table ke router berdasarkan trigger (Fast Convergence).
tetangga. • Status link diupdate ke router lainnya.
Memilih Protocol yang Tepat
Routing Static
• Cocok untuk jaringan skala kecil.
• Adminitrasi jaringan selalu dibutuhkan saat terjadi perubahan topologi.
• Umumnya digunakan sebagai routing default.
Routing Dinamis
RIP (Routing Information Protocol)
• RIP V-1 (RFC 1058, 1988).
Belum mendukung VLSM.
Classful routing protocol.
Belum mendukung autentikasi.
• RIP V-2 (RFC 2453, 1998).
Mendukung CIDR (optimize routing table).
Classless routing protocol.
Mendukung autentikasi.
• Menggunakan akumulasi hop sebagai routing metric.
• Umumnya digunakan sebagai routing default.
• Tidak scallable (terbatas hanya pada 15 hop).
Memilih Protocol yang Tepat
Routing Dinamis
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) EIGRP (Enhanced Interior Gateway
• Distance Vector routing protocol. Routing Protocol)
• Ditemukan oleh Cisco untuk mengatasi • Distance Vector Routing Protocol.
batasan pada RIP. • Menggantikan IGRP.
• Mampu menghandle hop count hingga 225. • Memelihara tabel topology dan
• Memungkinkan penggunaan beberapa neighbor table .
routing metric, seperti : • Memungkinkan penggunaan beberapa
Bandwidth routing metric.
Delay • Mendukung CIDR.
Load • Kinerja routing sangat cepat.
MTU • Diffusing Update Algorithm (DUAL)
Reliability merespon perubahan routing topologi
• Classful dan tidak mendukung VLSM. dan secara dinamis dan otomatis
mengupdate routing tabel.
• Loop-Free dan Classles Routing.
• Update routing table dilakukan secara
partial (menggunakan trigger).
Memilih Protocol yang Tepat
EIGRP (Enhanced Interior Gateway
Routing Protocol)
Memilih Protocol yang Tepat
Routing Dinamis
OSPF (Open Shortest Path First) IS-IS (Intermediate System to
• RFC 2328, 1998. Intermediate System)
• Link-State protocol. • RFC 1142, 1990.
• Layer 3 routing protocol. • Link-State protocol.
• Memelihara neighbor table. • Layer 2 routing protocol.
• Classles, mendukung VLSM. • Beroperasi dengan melakukan flooding
• Kinerja routing sangat cepat. informasi state link pada jaringan
• Menggunakan algoritma Djikstra untuk router. Lalu membuat database
menghitung path terbaik, yang cukup topologi jaringan.
membebani CPU. • Menggunakan algoritma Djikstra untuk
menghitung path terbaik, yang cukup
membebani CPU.
• Tidak menggunakan IP untuk
membawa informasi routing melainkan
alamat ISO.
• Classles, mendukung VLSM.
Memilih Protocol yang Tepat
Routing Dinamis
BGP (Border Gateway Protocol)
• RFC 4271(BGP V4), 2006.
• Peer (BGP Neighbors) didefinisikan secara
manual.
• Umumnya digunakan untuk jaringan
multihoming ke beberapa ISP atau antar ISP.
• Sangat scallable.
• Membuat keputusan routing berdasarkan
path, kebijakan jaringan dan berbagai aturan
yang ditetapkan oleh network admin.
• Memiliki banyak kemungkinan
implementasi kebijakan.
• Memungkinkan pengontrolan yang sangat
spesifik.
End of This CHAPTER, Any Question ?