INSTRUMEN TES
“Papikostik”
DI SUSUN OLEH :
NI JASMITA SEPTIANTARI A1Q122082
NADA SEPTIANI. M A1Q122080
FADHIILAA MUSDALIFAH A1Q122067
SHERLI SEPTIA MAYA A1Q122056
WA ODE NIDA HANIFAH MBENA A1Q122059
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2023
PAPIKOSTIK
a. Pengantar
Tes PAPI kostik dibuat oleh guru besar psikologi industri asal Massachusetts,
Amerika Dr. Max Martin Kostick pada awal tahun 1960an. Tujuan awal Kostick adalah
untuk mendesain suatu instrumen yang :
1. Mempunyai dasar teoritis yang kuat
2. Administrasinya sederhana, lengkap dan berhasil
3. Dapat digunakan oleh non-psychologists
4. Menghindari penafsiran dan istilah-istilah klinis
5. Mencakup aspek kepribadian yang relevan dengan tempat kerja secara lengkap
6. Bisa menjadi alat utama dalam diskusi dan konseling. Landasan teori yang
digunakan tes ini mengacu pada dimensi temperamen dari Thurstone, pikiran Edwards,
dan Schulz berakar pada konsep Murray. Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi
PAPI sebagai suatu asesmen yang mengukur kecenderungan (need/kebutuhan) dan
persepsi (role/peran) adalah didasarkan pada teori need-press Murray.
Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili
need atau role tertentu. Tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti yang
spesifik.
Konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need
atau role dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan sistem
kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri
Ada 2 macam papikostik :
1. PAPI – I
Sifatnya ipsative, mengukur dan mebandingkan atribut dalam diri individu.
Tidak boleh digunakan untuk membanding-bandingkan
satu individu dengan individu lain. Hanya digunakan untuk tujuan memahami
seseorang, bukan untuk membuat judgement yang akan dibandingkan dengan
orang lain.
2. PAPI – N
c. Materi tes
PAPI-I terdiri dari 90 soal, berupa 180 pernyataan yang dipasangkan dalam format
forced choice. 45 pasang pernyataan digunakan untuk menilai Roles and 45 pasang
pernyataan digunakan untuk menilai Needs. PAPI-N bersifat normative.
Pernyataan dalam tes PAPI-I mengungkap :
(1) 10 need scales yang :
- Dinyatakan dalam penyataan yang diinginkan / disukai, misalnya : “ Aku suka
melakukan hal-hal baru “
- Mengukur pilihan individu untuk bertindak dengan cara tertentu berdasarkan apa
yang telah terjadi (pilihannya merupakan perkiraan kecenderungan umum).
- Faktor penentu pilihan jawaban adalah perilaku internal, yang bertujuan untuk
mendapat need satisfaction dan menghindari need frustration.
- 10 skala need :
1. Need to control others (P)
2. Need for rules and supervision (W)
3. Need for change (Z)
4. Need to finish a task (N)
5. Need to be noticed (X)
6. Need to belong to groups (B)
7. Need to relate closely to individuals (O)
8. Need to be forceful (K)
9. Need to achieve (A) [Link] to be supportive (F)
(2) 10 role scales yang :
- Dinyatakan dalam pernyataan persepsi, misalnya “Saya selalu fokus pada
langkah-langkah yang akan dilakukan/ masa depan”
- Mengukur persepsi kita mengenai perilaku kita dalam situasi kerja
- Faktor penentu perilaku adalah pengaruh eksternal
- Melibatkan karakteristik ‘situational’ yang mendesak kita untuk bertindak
dengan cara tertentu, mencerminkan kultur organisasi, tuntutan peran kerja, gaya
manajemen seorang atasan, dan lain-lain, juga pengalaman di luar lingkungan
kerja.
- Tidak mengukur psychological state
- 10 skala role :
1. Leadership role (L)
2. Organized type (C)
3. Attention to detail (D)
4. Conceptual thinker (R)
5. Social harmonizer (S)
6. Ease in decision making (I)
7. Work pace (T)
8. Emotional restraint (E)
9. Role of the hard worker (G) [Link] planner
(H)
d. Tujuan Penggunaan
PAPI adalah suatu inventori pilihan pekerjaan, yang bertujuan :
1. Alat ini menguji gaya pribadi individu di tempat kerja sebagai hasil dari kebutuhan
dan kepercayaan mereka di dalam menyelesaikan peran yang berbeda.
2. Alat ini meneliti motivator, gaya kepemimpinan, level energi, lingkungan sosial,
gaya pekerjaan, temperamen dan hubungan dengan atasan
PAPI-I cocok untuk situasi asesmen yang tidak membutuhkan perbandingan
judgment dan situasi dimana individu lebih suka menampilkan diri mereka sendiri
seperti : pengembangan karir, pengembangan pribadi, coaching dan mentoring,
konseling,
diagnosa masalah dalam kerja, meningkatkan performance kerja, identifikasi kebutuhan
training, team building.
PAPI – N sesuai untuk situasi asesmen yang perlu judgment untuk membandingkan
individu satu dengan lainnya. Individu akan melihat keuntungan menampilkan diri
mereka sebaik-baiknya seperti untuk keperluan pemilihan kandidat untuk suatu
kedudukan, atau mencocokkan kandidat dengan template untuk pekerjaan tertentu. Alat
ini terutama didesain untuk digunakan oleh para manajer, staff teknis senior, penyelia
pekerjaan kantor dan trainee pasca sarjana.
Ada 7 aspek yang diukur, yang masing-masing aspek terdiri atas bagian-bagian
yaitu:
1. followership yang terdiri atas bagian F dan W
2. work direction yang terdiri atas bagian N, G, dan A
3. leadership yang terdiri atas bagian L, P dan I
4. activity yang terdiri atas bagian T dan V
5. social nature yang terdiri atas bagian X, S, B, dan O
6. workstyle yang terdiri atas bagian R, D, dan C
7. temperament yang terdiri atas bagian Z, E dan K.
d. Administrasi tes
PAPI-N:
Subyek diminta memberi tanda sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan
pernyataan dalam rating scale 7.
PAPI-I:
Masing-masing item terdiri atas dua pernyataan (A dan B).
1. Subjek diminta untuk memilih satu diantara pernyataan tersebut yang sesuai dengan
dirinya, dan bukan memilih yang dianggap umum atau wajar oleh masyarakat.
2. Apabila subjek memilih pernyataan A, subjek diminta untuk melingkari tanda panah
yang ada diatas nomor item pada lembar jawaban.
3. Apabila subjek memilih pernyataan B, subjek diminta untuk melingkari tanda panah
yang ada dibawah nomor item pada lembar jawaban.
4. Tidak ada batasan waktu, tapi biasanya dapat diselesaikan dalam 25-35 menit.
5. Skor biasanya dihitung pada 20 skala: 10 skala peran dan 10 skala kebutuhan. Atas
dasar skor ini, kedudukan individu dipetakan kedalam suatu profil (wheel), yang
diorganisir di sekitar 7 struktur faktor.
DAFTAR PUSTAKA
Nastiti, Dwi. 2019. Buku Ajar Mata Kuliah PSIKOLOGI PROYEKSI (Pengantar
Memahami Kepribaian Secara Akurat). Sidoarjo: UMSIDA Press