Analisis Dasar dengan StaadPro 2004
Analisis Dasar dengan StaadPro 2004
______________________________________________________ 1 of 40 ______________________________________________________ 2 of 40
1. PENDAHULUAN
2. KEUNTUNGAN
3. TUJUAN
Dibawah ini akan ditampilkan beberapa struktur yang telah didesain dengan
menggun akan staadpro sebagai alat bantu.
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 3 of 40 ______________________________________________________ 4 of 40
Dalam tahap ini engineer memasukan beberapa input yang diperlukan oleh
STAAD dalam pemodelan struktur seperti :
4.2. PEMBEBANAN/LOADIN G,
Beban Sementara:
Adalah beban yang membebani suatu struktur yang terjadi dengan batasan Analysis and Print Perform Analysis
waktu tertentu. Dikarenakan beban ini adalah sementara biasannya dalam
suatu analisa struktur, kekuatannya dapat diting katkan sampai 1/3 dari Design Parameter Design Code: AISC-ASD/LRFD, BS5950 etc…
kekuatan batasnya . Beban yang termasuk beban sementara diantaranya :
- Beban angin Fy, Kz, Ky, Lz, Ly, UNL
- Beban gempa
Secara garis besar dalam bekerja dengan staadpro, ada dua metode yang
biasa dipakai yaitu:
5. PEMBERIAN PARAMETERDESIGN STRUKTUR: 1. Dengan menggunakan Command File
2. Dengan grafikal generasi atau GUI (Grafical User Interface)
Parameter desain struktur sangat berguna dalam membuat desain check
yang benar sehingga dengan parameter ini diharapkan struktur yang Untuk mempermudah dalam pembelajaran tahap awal, maka akan
sedang kita desain sedemikian sehingga dapat memberikan proporsi digunakan metode ke-2 yaitu dengan cara GUI. Dengan cara kedua ini
keamanan pada saaat struktur tersebut telah bekerja/berdiri bedasarkan sebenarnya secara otomatis Staadpro juga akan menbuat command file
gaya ang diperoleh dari kobinasi beban yang bekerja. Beberapa desain yang sesuai dengan stage yang telah dibuat dengan cara GUI.
parameter tersebut diantaranya :
6.1. Sumbu Lokal dan Sumbu Global. Dalam tab Support terdapat kondisi perletakan yang telah costumize oleh
staad, diantaranya pinned dan fixed. Untuk kondisi perletakan roll maka
Pengertian antara kedua sumbu ini sangat penting dalam hal pemodelan harus memakai fixed but. Seperti gambar disamping, misalkan untuk
struktur dalam StaadPro. Kedua sumbu sangat perpengaruh pada kondisi roll maka pilihan release nya adalah FX, MX, MY, M Z.
pemberian arah beban, dan parameter-parameter design.
Arah dari gaya – gaya perletakan ini adala sesuai dengan sumbu-sumbu
Sumbu lokal adalah sumbu/axis yang terdapat pada setiap member dari global dari strukturnya.
sebuah struktur. Ada tiga buah sumbu lokal pada masing-masing member.
Arah ketiga sumbu tersebut sesuai dengan metode kaidah tangan kanan
atau right and metode, ketiga sumbu tersebut adalah: Arah sumbu global dapat
dilihat pada sisi kiri bawah
x = sumbu lokal yang searah dengan arah pembuatan member node i-j dari view struktur
y = sumbu lokal yang searah dengan ibu jari tengah
z = sumbu lokal yang searah dengan jari tangan kanan .
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 9 of 40 ______________________________________________________ 10 of 40
TASK 1.
6.3. Label
Sebuah gable frame dengan ukuran sebagai berikut:
Label adalah properties staad window yang sangat membantu user dalam a. Kemiringan atap = 5 O
meliat atau memeriksa sesuatu dalam pemodelan struktur seperti: b. Span = 12 m
a. Node number, c. Column height = 6 m
b. Beam number, d. Extention beam = 1 m
c. Load Value, Bay =6m
d. Structure Appearance, e. Loads:
e. Beam Orientasi/memperlihatkan, sumbu lokal tiap -tiap member, - Dead load = 72 kg/m ( -GY)
f. Skala dari gaya -gaya dalam, - Live load = 120 kg/m ( -GY)
g. etc… - Wind load = 216 kg/m (GX)
= 72 kg/m (Y)
= 96 kg/m (y)
= 96 kg/m (GX)
= 96 kg/m2 ( -/+GZ)
= 48 kg/m2 ( -/+GZ)
Pilih ikon Staad pro dengan memilih STARTà All program à StaadPro
2004 à Staad Pro, kemudian muncul window sebagaimana dibawah ini:
Member
pertama
(kolom)
Kemudian untuk menambahkan kolom yang lain maka dapat dengan cara
duplikasi. Tekan mouse kanan à Copy kemudian tekan lagi mouse kanan
à Paste Beams. Kemudian isilah x=12 dan y=0, z=0.
Kemudian isikanlan data-datanya seperti di atas dan jika telah selesai pilih Maka akan terlihat staadpro seperti dibawah ini
Next à kemudian pilih Finish.
Kemudian untuk member atap, dapat dilakukan dengan cara yang sama
yaitu :
Maka tampilan Staadpro akan menjadi seperti diatas. Untuk menambahkan
member de ngan “snap” kepada grid maka pilihlah Snap Node Beam . Jika
sudah makan arahkan pada node pertama (0,0,0) dan node kedua (0,6,0).
Maka tampilan staadpro akan seperti dibawah ini: Add beam Add Node
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 13 of 40 ______________________________________________________ 14 of 40
Pilihlah tool bar Add beam , kemudian hubungkanlah kedua ujung kolom, 1*tg 5* = 0.087
Sehingga arah duplikasi nodal
setelah itu tambahkan node pada member yang baru tadi, Pilihlah toolbar
adalah X=-1,Y=-0.0 87,Z=0
Add Node kemudian akan pilih member yang akan ditambahkan setelah itu
akan muncul window seperti diba wah ini:
Untuk saat sekarang pilihlah Add mid point. Sehingga model akan terlihat
sebagai berikut:
Duplikasi member ini ke
sisi sebelah akan lebih
mudah jika menggunakan
perintahCopy Mirror
Pilih n ode dan click kanan
à Movekemudian isikan
X=0, Y=0.525, Z=0
Member ini
dapat dihapus.
Maka setelah proses Copy Mirror selesai akan terlihat seperti dibawah ini. Y
X
Z
Untuk duplikasi semua member itu lima kali maka akan lebih mudah jika
dengan menggunakan translational r epeat. Pilih menu Geometry à
Translational Repeat . Kemudian akan muncul window sebagai mana
dibawah ini.
Y
X
Z
Sampai disini proses geometry struktur telah selesai dan dapat dilanjutkan
pada Tab General à Property, Spec’s, Support, dan Loads
Load Case LL (Live Load) Setelah ketiga load case terbuat maka langkah selanjutnya adalah
bagaimana pemberian combinasi beban atau Load Combination kepada
setiap kasus beban diatas.
Pilih Combine, setelah itu akan tampil window seperti diatas. Kemudian
Pilih New à isikanlah tittle DL+LL setelah itu tekan “OK”. Kasus beban mati
dan hidup harus dipindahkan ke sebelah kanan. Untuk load case
Load case wind load selanjutnya dapat dilakukan sesuai dengan cara diatas yaitu
0.9DL+WL dan DL+0.75(LL+WL).
Tab Beam untuk melihat gaya -gaya dalam, stress, unity check, dan grafikal
Untuk menambahkan parameter design tekan Define Parameter à FYLD = data dari gaya -gaya dalam.
2.48 e+007 kg/m2 kemudian tekan Add. Begitu seterusnya untuk KZ, UNB,
UNT dan LY. Setelah parameter tersebut ada pada model maka dapat di – 0.751
0.0784
0.258
à pada seluruh kolom
0.0784
KZ 0.495 0.0784
0.574
0.883
0.0935
0.534
0.551
0.377
Setelah semua nya terpenuhi maka dapat dilakukan eksekusi file tersebut 0.0784
0.285
dengan cara pilih menu Analysis à Run Analysis kemudian tekan Ok.
0.495
Modelling Post Processing Pada gambar di atas terlihat bahwa stress ratio dari masing -masing
member kurang dari 1 atau dinyatakan memenuhi persyaratan dari Code
AISC -ASD. Apabila terdapat ratio lebih dari satu makadianjurkan untuk
Untuk melihat hasil dari analysis dan design strukturnya maka dapat kembali ke bagian modeling dan memperbesar penampang -penampang
menekan toolbar postprocessing se perti tampak diatas. dengan stress ratio lebih besar dari 1.
TASK 2
CONCRETE STRUCTURE
Lantai 3 :
Tebal plat lantai : 100 mm
Beban hidup lantai : 100 kg/m2
Case load
DL : Beban sendiri dan beban plat lantai
LL : Beban hidup tiap lantai
Untuk memulai pembuatan pemodelan strukturnya, bukalah file baru Jalankan Structure Wizard dengan cara Pilih Menu Geometri à Run
dengan diberi nama TASK 2 seperti dibawah ini: Structure Wizard , maka akan tampil window baru sebagai berikut:
Kemudian pada model type pilihlah Frame Model sehingga akan tampil
sebagai berikut:
Untuk saat sekarang kita akan mencoba fasilitas lain dari STAADPro yaitu
STAAD wizard dalam hal pemodelan struktur sehingga waktu yang
dihabiskan dalam pemodelan dapat berlangsung singkat.
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 27 of 40 ______________________________________________________ 28 of 40
Kemudian pilih Bay Frame dengan cara double click sehingga akan muncul
tampilan seperti dibawah ini dan isikanlah data-data struktur yang ada di
halaman sebelumnya.
Setelah selesai pilih apply, maka akan tampil seperti dibawah ini:
Sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya cek dulu apakah jarak-jarak
kolomnya sesuai dengan yang kita ingin kan atau tidak seperti gambar di
atas. Jika semua jarak-jarak tersebut telah selesai maka kita akan lanjut ke
Tab GENERALà Property untuk me endefinisikan penam pang pada
setiap kolom dan balok.
Isikanlah ukuran kolom dan balok yang akan dipakai pada YD dan ZD. YD
adalah tinggi balok/kolom sedang ZD adalah lebar balok/kolom.
Kolom : 30x30 cm2 Jika sudah sesuai maka dapat meneruskan pada Tab Support. Pilih
perletakan jepit (Fixed) pada semua kolom.
Balok : 40x25 cm2
Ring balok/Balok anak : 30x20 cm2
Y
X
Z
Kemudian untuk lantai ke tiga dan keempat dengan langkah seperti diatas
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 33 of 40 ______________________________________________________ 34 of 40
Dengan cara yang sama seperti pada case DL beban merata diatas dapat
diaplikasikan kepada strukturnya sepeti terlihat seperti di bawah ini.
Y
X
Z Load 1
Load 2
Jika semua sama seperti diatas maka dapat dilanjutkan pada Case kedua
yaitu beban hidup (LL),
FYMAIN 3.9e+007 kg/m2 = Kuat leleh baja untuk tulangan utama (390 MPa)
FYSEC 2.4e+007 kg/m2 = Kuat leleh baja untuk tulangan sekunder/sengkang (240
MPa)
FC 2e+006 kg/m2 = Mutu beton 20MPa
MINMAIN 16 = Minimum diameter tulangan utama beton D16
MINSEC 10 = Minimum diameter tulangan sekunder beton/sengkang
P10
MAXMAIN 16 = Maksimum diameter tulangan utama beton, D16
REINF 0 = Jenis sengkang apakah spiral (1) atau tied (0)
CLT 0.03 = Selimut beton pada bagian atas, 30mm
CLB 0.03 = Selimut beton bagian bawah, 30 mm
CLS 0. 03 = Selimut beton bagian sisi kanan/kiri, 30 mm
Selanjutnya tambahkan command Performed Analysis, kemudian ke Tab
Design à Concrete. Untuk design code pilih ACI, kemudian Tambahkan Setelah selesai semua parameter parameter tersebut diatas ditambahkan
parameter -parameter design seperti dibawah ini : ke model, maka semuanya di -assign-kan kepada semua [Link]
Load 1
Take Off, di –assign -kan kepada semua column dan beam, Command
Take Off di gunakan agar STAAD menghitung volume beton dan bajanya.
Design Beam , di assign kan kepada semua beam, seperti terlihat dibawah
ini
Load 1
Untuk desain beton dapat dilihat dengan memilih membernya dengan cara
Design Column, di –assign-kan kepada semua column, seperti terlihat double click mouse se hingga tampilan window properties dari membernya
dibawah ini, muncul. Kemudian pilih tab Concrete Design atau seperti terlihat pada
gambar dibawah ini.
Basic analysis and design using StaadPro 2004 Basic analysis and design using StaadPro 2004
______________________________________________________ 39 of 40 ______________________________________________________ 40 of 40
Examp 1
RAFTER :H300X150
COLUMN :H300X150
ENDWALL :H150X75
BRACING :RB16
STRUT :PIP101.6*3.2
CONCRETE COLUMN
REC 500X350
REC 350X275
Geometry
Eave height : 6.5m
Concrete column : 2.5m
Roof Slope : 10*
Loading
Dead load : 12 kg/m2 (purlin and metal sheat)
Live load : 20 kg/m2
Wind : 40 kg/m2
Please specify the optimum and efficient size of steel member and concrete
column reinforcement.