0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi Puskesmas

Diunggah oleh

Wizdy Planer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi Puskesmas

Diunggah oleh

Wizdy Planer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi

A.1. Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal

A.2. Komitmen keselamatan konstruksi

B. Perencanaan keselamatan konstruksi

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)

B.3. Standard dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

C.1. Sumber Daya

C.2. Kompetensi

C.3. Kepedulian

C.4. Komunikasi

C.5. Informasi Terdokumentasi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1. Perencanaan dan pengendalianoperasi

D.2. Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan evaluasi

E.2. Tinjauan manajemen

E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi

CV. FAKHRIY UTAMA adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan pada komitmen untuk

turut serta dalam pembangunan melalui jasa konstruksi. Kami menyadari bahwa aspek

Keselamatan Konstruksi dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam pelaksanaan seluruh

kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan

kepuasan pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan

menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui sistem manajemen Keselamatan dan

Kesehatan Kerja.

A.1. Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal

Isu eksternal maupun Internal sangat penting dalam menentukan arah kebijakan

pelaksaanaan K3. dari unsur pimpinan CV. FAKHRIY UTAMA sebagai langkah awal akan

mengidentifkasi isu eksternal maupun internal. Isu yang dimaksud dapat berupa isu

yang bersifat positif ataupun negatif. Isu internal dan isu eksternal ini diibaratkan

seperti bola liar, yang jika bisa dikelola dengan baik akan mampu digunakan sebagai

suatu alat untuk memajukan organisasi. Dengan mengidentifkasi isu internal maupun

eksternal lebih awal diharapkan kami dapat mengambil langkah-langkah antisipasi

dalam penanganan permasalahan yang mungkin akan muncul.

A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

Pemenuhan terhadap peraturan dan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan

Lingkungan (k3L) menjadi prioritas bagi CV. FAKHRIY UTAMA untuk melindungi segenap

karyawan, aset, data, properti perusahaan serta lingkungan. Upaya-upaya keselamatan

kerja yang dilaksanakan pada suatu lingkungan kerja merupakan tanggung jawab

manajemen perusahaan beserta seluruh karyawan. Karyawan pada konteks ini tidak

hanya terbatas pada personil dari perusahaan yang bersangkutan namun juga personil
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

dari luar perusahaan seperti halnya tamu, karyawan kontraktor, pekerja/tukang atau

pun pemasok. Dalam lingkungan Perusahaan, keselamatan karyawan menempati

urutan teratas. Oleh karena itu, Kami mengupayakan yang terbaik bagi karyawan dan

menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi keselamatannya. Perusahaan

memastikan bahwa seluruh karyawan menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur

standar keselamatan yang sesuai dengan peraturan Perusahaan. Perusahaan

mengembangkan budaya keselamatan yang mendukung dan melibatkan peran aktif

seluruh karyawan, subkontraktor, serta pihak lain yang melaksanakan aktifitasnya di

area proyek
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : NOVITA BELAU

Jabatan : Direktris

Bertindak Untuk : CV. FAKHRIY UTAMA

Dan Atas Nama

Dalam rangka pengadaan Pekerjaan “REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS

RAWAT INAP BILOGAI” Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya” berkomitmen

melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan

bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi :

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;

2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;

3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;

4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;

5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan,m

6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP), dan

7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Nabire, 21 Juni 2023


CV. FAKHRIY UTAMA

NOVITA BELAU
Direktris
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

B. Perencanaan keselamatan konstruksi

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

Nama Perusahaan: CV. FAKHRIY UTAMA

Kegiatan : REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT INAP BILOGAI

Lokasi : DISTRIK SUGAPA – [Link] JAYA - PAPUA TENGAH

Tanggal dibuat : 21 Juni 2023


PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RESIKO
PERSYARATAN PENGENDALI KEMU KEPA NILAI
URAIAN IDENTIFIKASI JENIS PENGENDALIAN KEMUN NILAI TINGKAT TINGKAT KETERANG
NO PEMENUHAN KEPARA AN NGKI RAHA RESIKO
PEKERJAAN BAHAYA BAHAYA AWAL GKINA RESIKO RESIKO RESIKO AN
PERATURAN HAN (A) LANJUTAN NAN N (A) (FXA)
N (F) (FXA) (TR) (F) (TR)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)

1. Pek. Pasang Jari terkena - Anggota tubuh Permen PUPR - Menggunakan 2 3 6 Tinggi Mengguna 1 2 2 Rendah
Atap Seng palu, serta mengalami cedera, dan APD yang kan Alat
Gelombang jatuh di - dapat menyebabkan Permenaker sesuai Bantu
1980 - Memasang Pengaman
ketinggian kematian
rambu
pengaman
diarea kerja
- Menggunakan
alat bantu
pengaman
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)

TABEL 2. PENYUSUNAN SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM KHUSUS K3

Nama Perusahaan: CV. FAKHRIY UTAMA

Kegiatan : REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT INAP BILOGAI

Lokasi : DISTRIK SUGAPA, KABUPATEN INTAN JAYA

Tanggal dibuat : 21 Juni 2023

PENGENDALIAN SASARAN PROGRAM


RESIKO
No. URAIAN JADWAL INDIKATOR BENTUK
(Sesuai Kolom Tabel 6 URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA PENANGGUNG JAWAB
KEGIATAN PELAKSANAAN PENCAPAIAN MONITORING
IBPRP)

1. Menggunakan APD Melindungi tubuh Aman Menyediakan Purchase Order Saat pekerjaan Terpakai pada Komunikasi dan Penanggung
yang sesuai terhadap APD (PO), SDM berlangsung pekerja ceklis Jawab K3
kondisi tubuh

2 Memasang rambu Mengingatkan Mencegah Menyediakan Purchase Order Saat pekerjaan Terpasang Komunikasi dan Penanggung
pengaman akan bahaya bahaya rambu (PO), SDM berlangsung dilokasi kerja ceklis Jawab K3
peringatan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

c. Dukungan Keselamatan Konstruksi

Dukungan Keselamatan Konstruksi dapat terwujud apabila Pihak manajemen memiliki

kebijakan yang mendukung pelaksanaan K3.

Sehubungan dengan hal itu Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja

adalah penting dalam pelaksanaan seleuruh kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu

kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyediakan tempat

kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

CV. FAKHRIY UTAMA konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan

Kesehatan Kerja secara efektif dan efesien dengan cara :

1. Menginformasikan kepada seluruh personil baik internal dan eksternal perusahaan

mengenai tanggung jawabnya dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di

lingkungan perusahaan

2. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3,

serta mengintegrasikannya kedalam semua aspek kegiatan operasi

3. Meminimalkan jumlah terjadinya kesalahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan

penyakit akibat kerja

4. Melakukan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala resiko-resiko K3

5. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya

6. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran kebijakan ini kepada seluruh personil

secara berkala

Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam

pelaksanaan seluruh kegiaatan operasi perusahaan.


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

C.1. Sumber Daya

Menyediakan fasilitas yang memadai dan sumber daya sehingga kebijakan kesehatan dan

keselamatan dapat diimplementasikan dengan baik termasuk anggaran, personil, pelatihan,

kesempatan meningkatkan kualitas dan wadah untuk berpartisipasi dalam perencanaan,

evaluasi pelaksanaan, dan tindakan. Pelatihan K3 harus dimulai dengan orientasi karyawan,

ketika seorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan baru. Sesi orientasi yang

berkaitan dengan K3 biasanya harus mencakup :

1. Lokasi darurat;

2. Proses pertolongan pertama;

3. Tanggung jawab k3;

4. Pelaporan cedera, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman;

5. Penggunaan peralatan pelindung diri (APD);

6. Hak untuk menolak pekerjaan yang berbahaya;

7. Bahaya termasuk di luar area kerja mereka sendiri;

8. Alasan untuk setiap aturan K3.

Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab

untuk melindungi keselamatan dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga

mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan berfungsinya kebijakan K3. Untuk

melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya kesehatan dan

keselamatan, standard an praktek-praktek.

C.2. Kompetensi

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang

Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan

Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang professional dan kompeten dalam

mengembangkan, mengkordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3

dalam perusahaan.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan

kompetensi SDM K3 untuk berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.

Salah satu bidang kebutuhan yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk

tingkat utama, madya dan muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan

Kesehatan Kerja.

C.3. Kepedulian

Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari kegiatan operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya

merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan. Kami bertekad untuk

melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI

yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan dengan penerapan perbaikan

program berkelanjutan melalui sistem, Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja

(OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman serta nyaman bagi

siapapun yang berada di tempat kerja

Untuk dapat memenuhi hal tersebut maka kami berkomitmen :

1. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen

keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpedoman pada Permen PU. Nomor:

09/PRT/M/2008 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan

kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU

2. Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan

program Manajemen K3 (Kesehatan 7 Keselamatan Kerja) secara berkala agar


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

selaras, baik dengan perkembangan kondisi perusahaan, peraturan atau stadara

yang berlaku

3. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan

dengan K3, serta mengintegrasikan ke dalam semua aspek kegiatan operasi

perusahaan kami

4. Melaksanakan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam

semua aktivitas operasi

5. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran-sasaran

6. Menyediakan sumber daya yang cukup untuk mengimplementasikan sistem

manejemen

7. Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3

8. Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi

pekerjaan

9. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua

personil secara berkala

10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak

berbahaya, termasuk mengendalikan potensi yang berbahaya

11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab

12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan

13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat

dicegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja

dapat bekerja secara aman dan selamat

15. Memperlihatkan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

C.4. Komunikasi

TABEL [Link] PROGRAM KOMUNIKASI


Nama Perusahaan : CV. FAKHRIY UTAMA
Kegiatan : REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT INAP
BILOGAI
Lokasi : DISTRIK SUGAPA, KABUPATEN INTAN JAYA
Tanggal dibuat : 13 JUNI 2022

NO JENIS KOMUNIKASI WAKTU


PIC
PELAKSANAAN
1 Induksi Keselamatan Konstruksi
Penanggung jawab K3 Tiap Bulan
(Safety induction)
2 Pertemuan Pagi Hari
Pimpinan pelaksana Tiap hari kerja
(Safety Morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
Pimpinan pelaksana Tiap seminggu kerja
(Toolbox Meeting)
4 Rapat Keselamatan Konstruksi
- -
(Construction Safety Meeting)

Faktor komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkordinasikan pelaksnaan K3

di lapangan. Karena hal itu, maka Kami akan membuat Prosedur Operasi Standar

sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.

C.5. Informasi terdokumentasi

ISO 9001 : 2015 mendefinisikan informasi terdokumentasi sebagai data yang diperlukan

untuk dikendalikan dan di kelola oleh organisasi.

Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai informasi

terdokumentasi adalah sebagai berikut :

1. Membuat dan memperbarui informasi didokumentasikan,

2. Dikontrol dan tersedia khusunya dan sesuai dengan yang diperlukan

3. Perlindungan yang memadai


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

4. Ketentuan distribusi yang berlaku misalnya akses, pengambilan,

penggunaan,pengendalian perubahan, retensi dan disposisi.

Ada beberapa informasi terdokumentasi yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2015

1. Bukti untuk menunjukkan kesesuaian produk/jasa

2. Hasil kajian persyaratan yang berkaitan dengan produk dan jasa

3. Konfirmasi bahwa persyaratan desain dan pengembangan telah dipenuhi

4. Output dari proses desain dan pengembangan

5. Perubahan desain dan pengembangan

6. Hasil evaluasi, pemantauan kinerja, dan re-evaluasi penyedia eksternal

7. Definisi karakteristik produk dan jasa, termasuk kegiatan yang akan dilakukan dan

hasil yang akan dicapai

8. Informasi yang diperlukan untuk mempertahankan traceabilty

9. Hasil perubahan ketentuan produksi dan pelayanan

10. Tindakan yang diambil pada output yang tidak sesuai baik itu pada proses, produk,

dan jasa, termasuk konsesi yang diperoleh

11. Hasil kegiatan pemantauan dan pengukuran

12. Bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit

13. Bukti hasil tinjauan manajemen

14. Bukti ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil,dan hasil dari setiap tindakan.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

TABEL [Link] KESELAMATAN PEKERJAAN (Job Safety Analysis)


Nama Pekerja : Melkior Lapu Rura, ST
Nama Pekerjaan : Pek. Pasang Atap Seng Gelombang
Tanggal Pekerjaan : Sesuai dengan jadwal pelaksanaan

Alat pelindung diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan :

1. Helm Proyek ✓ 4. Rompi Keselamatan ✓


2. Sepatu Keselamatan ✓ 5. Masker Pernafasan ✓
3. Sarung Tangan ✓ 6. ………………………..

Penanggung
Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian
Jawab
- Memakai APD
yang sesuai
dalam daftar
ceklis.
- Memasang Pelaksana dan
Pek. Pasang Atap Seng - Jari Terkena Palu
rambu Penanggung
Gelombang - Jatuh dari ketinggian
pengaman jawab K3
didekat
pekerjaan yang
sedang
berlangsung

D.1. Perencanaan operasi

Penyedia jasa wajib membuat identifkasi Bahaya, Penilaian risiko, Skala Prioritas,

Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung jawab untuk diserahkan, dibahas, dan

disetujui PPK pada saat rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak / Pre Construction

Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan Kegiatan Konstruksi

pada pelaksanaan “REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT INAP

BILOGAI” merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan perpaduan antara

kondisi lingkungan dan tuntutan Spesifkasi teknis yang di dalamnya terdapat interaksi

antara peralatan, bahan dan sumberdaya manusia. Interaksi tersebut sangat berpotensi

menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat kondisi

tempat kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

oleh pembuangan limbah dari proses produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara

mutu produk dengan spesifkasi yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan

upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk meminimalisasi

terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang

tidak sehat demi pemenuhan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

D.2. Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat

Keadaan darurat adalah kejadian atau insiden tidak terduga atau tidak direncanakan

yang berakibat membahayakan manusia, mengganggu kelancaran operasi, atau

mengakibatkan kerusakan fisik atau lingkungan, yang harus dicegah dan ditanggulangi

secara cepat dan tepat agar akibat yang ditimbulkannya dapat ditekan sekecil mungkin.

Contoh keadaan darurat meliputi:

• Bencana Alam
• Kebakaran
• Kebocoran gas beracun
• Tumpahan Bahan Kimia
• Gangguan Keamanan Sipil ( Ancaman bom, perampokan, demonstrasi, huru-hara)
• Kekerasan di tempat kerja yang menimbulkan cedera fisik dan trauma
• Kecelakaan / keracunan massal.

Kondisi inilah yang pada akhirnya akan berdampak pada munculnya situasi yang tidak

normal (keadaan darurat). Untuk itu, dalam rangka meminimalisasi kerugian, baik

materi maupun nonmateri, maka diperlukan adanya langkah pencegahan dan

pengendalian bahaya. Salah satunya dengan membuat perencanaan tanggap

[Link] konkret ini merupakan bentuk persiapan awal dalam rangka

menghadapi keadaan darurat.

Perusahaan harus memiliki prosedur untuk menghadapi keadaan darurat atau bencana,

yang diuji secara berkala untuk mengetahui kendala pada saat kejadian yang
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

sebenarnya. PERMENAKER [Link]. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Persiapan keadaan darurat merupakan

tanggung jawab semua tenaga kerja. Perencanaan dan persiapan keadaan darurat, tidak

bisa terlepas dari peran manajemen puncak dalam perencanaan dan penetapan

kebijakan dan komitmen tinggi dalam mencegah dan menanggulangi keadaan

[Link] membuat perencanaan tanggap darurat, maka secara tidak langsung

perusahaan telah terlibat aktif dan peduli pada terciptanya stabilitas keamanan dan

keselamatan kerja perusahaan.

hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi potensi bahaya yang

kemungkinan terjadi di tempat kerja, yang dapat menimbulkan keadaan darurat.

Menurut OSHA, perencanaan tanggap darurat minimal harus mencakup hal-hal sebagai

berikut:

• Prosedur pelaporan kecelakaan, kebakaran, atau keadaan darurat lainnya


• Kebijakan dan prosedur evakuasi, mencakup jalur evakuasi, tim evakuasi (floor
warden) di setiap lantai, denah evakuasi atau sarana evakuasi lainnya.
• Skema atau daftar nomor telepon penting yang harus dihubungi saat keadaan
darurat
• Prosedur tindakan darurat mulai dari pra kejadian, saat terjadi keadaan darurat, dan
pasca kejadian. Prosedur juga mencakup pembahasan tentang peralatan darurat,
peralatan pemadam kebakaran, alarm, peralatan P3K, hingga
prosedur emergency shutdown. Sistem emergency shutdown adalah suatu sistem
yang digunakan dalam industri perminyakan sebagai sistem pelindung (safety) dari
bahaya-bahaya seperti kebakaran, dan tekanan berlebih yang dapat menyebabkan
ledakan. Biasanya sistem ini beroperasi apabila keadaan darurat dengan mematikan
sistem proses.
• Susunan tim tanggap darurat mencakup koordinator, tim evakuasi, petugas P3k, dan
petugas lain yang diperlukan.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

Penentuan lokasi tempat berkumpul (assembly point) dan prosedur pelaporan yang

menyatakan bahwa semua pekerja sudah dievakuasi juga perlu dipertimbangkan.

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan evaluasi

TABEL 5. JADWAL INSPEKSI DAN AUDIT

Bulan Ke-
NO KEGIATAN PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Inspeksi Keselamatan Penanggung
1. ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Konstruksi Jawab K3
Patroli Keselamatan Penanggung
2. ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Konstruksi Jawab K3
Penanggung
3. Audit Internal ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Jawab K3

Perusahaan membangun metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauankinerja

K3 secara teratur sebagai satu kesatuan bagian dari keseluruhan sistemmanajemen

[Link] melibatkan pengumpulan informasi-informasi berkaitan

dengan bahaya K3, berbagai macam pengukuran dan pengukuran kinerja K3 dapat

berupa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 ditempat kerja.

Pengukuran dan pemanfaatan bertujuan antara lain untuk :

1. Melacak perkembangan dari pertemuan-pertemuan K3, pemenuhan tujuan K3 dan

peningkatan berkelanjutan.

2. Memantau pemenuhan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya

berkaitan dengan penerapan K3 di tempat kerja.

3. Memantau kejadian-kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).

4. Menyediakan data untuk evaluasi keefektifan pengendalian operasi K3 atau untuk

mengevaluasi perlunya modifikasi pengendalian ataupun pengenalan pilihan

maupun secara reaktif.


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

5. Menyediakan data untuk mengukur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif

maupun reaktif.

6. Menyediakan data untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen keselamatan

dan kesehatan kerja perusahaan.

7. Menyediakan data untuk menilai kompetensi personil K3.

Perusahaan mendelegasikan tugas pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli

K3 umum perusahaan atau sekertaris panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja

termasuk anggota-anggota dibawah kewenangan ahli K3 umum perusahaan. Hasil dari

pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk

mengidentifikasi tingkat keberhasilan kinerja K3 ataupun perlunya tindakan perbaikan

ataupun tindakan-tindakan peningkatan kinerja K3.

Pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dan metode

pengukuran reaktif di tempat kerja. Prioritas pengukuran kinerja K3 menggunakan

metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong peningkatan kinerja K3

dan mengurani kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.

Termasuk dalam pengukuran proaktif kinerja K3 antara lain :

1. Penilaian kesesuaian dengan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang

berkaitan dengan penerapan K3 di tempat kerja

2. Keefektifan hasil inspeksi dan pemantauan kondisi bahaya ditempat kerja

3. Penilaian keefektifan K3 pelatihan K3

4. Pemantauan budaya K3 seluruh personil di bawah kendali perusahaan

5. Survey tingkat kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 ditempat kerja

6. Keefektifan hasil audit internal dan audit eksternal sistem manajemen K3

7. Jadwal penyelesaian rekomendasi-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

8. Penerapan program-program K3

9. Tingkat keefektifan partisipasi tenaga kerja terhadap penerapan K3 ditempat

10. Pemeriksaaan kesehatan tenaga kerja di tempat kerja

Termasuk dalam pengukuran reaktif kinerja K3 antara lain :

1. Pemantauan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK)

2. Tingkat keseringan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK)

3. Tingkat hilangnya jam kerja akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

4. Tuntutan tindakan pemenuhan dari pemerintah.

Perusahaan menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan

pemantauan dan pengukuran kinerja K3 seperti alat pengukur tingkat kebisingan,

pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya sesuai dengan aktifitas operasi

perusahaan yang berkaitan dengan K3.

E.2. Tinjauan manajemen

Tinjauan manajemen fokus terhadap keseluruhan kinerja sistem manajemen

keselamatan dan kesehatan kerja dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kesesuaian sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap

operasional dan aktivitas perusahaan.

2. Kecukupan pemenuhan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan

kerja terhadap kebijakan K3 perusahaan

3. Keefektifan penyelesaian tindakan-tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan

serta hasil-hasil lain yang dicita-citakan.

Tinjauan manajemen dilaksanakan oleh pimpinan perusahaan dan dilaksanakan secara

berkala yang secara umum dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali untuk meninjau
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja perushaan berjalan

secara tepat.

Hal-hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan tinjauan manajemen antara

lain :

1. Laporan keadaan darurat ( termasuk kejadian serta pelatihan/simulasi/pengujian

tanggap darurat)

2. Survey kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.

3. Statistik insiden kerja (termasuk kecelakaan kerja dan penyakit akibaat kerja).

4. Hasil-hasil inspeksi.

5. Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 ditempat kerja

6. Kinerja K3 Kontraktor

7. Informasi perubahan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang

berkaitan dengan penerapan K3 di tempat kerja

E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

Peninjauan yang dilakukan terhadap manajemen perusahan diantaranya tentang

evaluasi kepatuhan terhadap persyaratan pertauran, kinerja K3, pencapaian sasaran K3.

Untuk menjamin kesesuaian dan keefektifan yang berkesinambungan gunan

pencapaian tujuan SMK3, pengusaha dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja

harus :

1. Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala

2. Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan,

produk barang dan jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi :

1. Evaluasi terhadap kebijakan K3


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

REHABILITASI/PEMELIHARAAN GEDUNG PUSKESMAS RAWAT


INAP BILOGAI
CV. FAKHRIY UTAMA

2. Tujuan, sasaran dan kinerja k3

Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan :

1. Perubahan peraturan perundang-undangan;

2. Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;

3. Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;

4. Perubahan struktur organisasi perusahaan;

5. Hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;

6. Adanya pelaporan dan,

7. Adanya saran dari pekerja/butuh.

Nabire, 21 Juni 2023


CV. FAKHRIY UTAMA

NOVITA BELAU
Direktris

Anda mungkin juga menyukai