0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan16 halaman

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja

Dokumen ini membahas pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Motivasi kerja dan disiplin kerja diasumsikan mempengaruhi kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai perusahaan tersebut.

Diunggah oleh

Arya Garin.N
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan16 halaman

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja

Dokumen ini membahas pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Motivasi kerja dan disiplin kerja diasumsikan mempengaruhi kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai perusahaan tersebut.

Diunggah oleh

Arya Garin.N
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol. 3, No. 2, 2020, pp.

13-28 ISSN 2721-1703 E-ISSN 2809-4727

Jurnal Cakrawala Bahari


Journal homepage: [Link]

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA


PEGAWAI PT. PELINDO II TELUK BAYUR PADANG
Jose Beno1*
1
Program Studi Transportasi Laut
2
Indonesia

Article Info ABSTRACT (11 PT)


Article history: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh motivasi
Received Jun 12th, 2020 kerja terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang dan untuk
Revised Aug 20th, 2020 mengetahui dan menguji pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai PT.
Accepted Aug 26th, 2020 Pelindo II Teluk Bayur Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai
PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode accidentals sampling, yaitu pengambilan sampel
Keyword: secara acak semua jumlah populasi mendapat kesempatan yang sama. Sampel
Kinerja pegawai
diambil sebanyak 100 orang. Data yang digunakan data primer dengan analisis
data menggunakan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat simpulkan
motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT.
Pelindo II Teluk Bayur Padang. Disiplin kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang.
© 2021 The Authors. Published by Politeknik Pelayaran Sumatera Barat. This is
an open access article under the CC BY-NC-SA license
([Link]
Corresponding Author:
Jose Beno,
Politeknik Pelayaran Sumatera Barat
Email.msiangkatan34@[Link]

Pendahuluan

1. Latar Belakang Penelitian


Sumber daya manusia pada organisasi perlu dikelola secara profesional agar
terwujud suatu keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan
kemampuan organsiasi. Manusia sebagai faktor tenaga kerja dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik, bersemangat dalam melakukan aktivitas kerja, maka
sangat penting memberi perhatian terhadap keadaan pegawai. Dalam era globalisasi
yang semakin maju terbentuk persaingan yang semakin tajam, dimana setiap
organisasi dan para pelaku ekonomi hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi, serta memanfaatkan peluang dan tantangan yang muncul.
Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan kemampuan perusahaan dalam

13
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
14

memanfaatkan sumber-sumber yang ada, sehingga mempunyai tingkat hasil dan


daya guna yang tinggi.
Hal yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah mengenai
kinerja pegawai. Kinerja menurut Amins (2012) diartikan sebagai ekspresi potensi
berupa perilaku atau cara seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan
suatu kegiatan atau tugas sehingga menghasilkan suatu produk yang merupakan
wujud dari semua tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan kepadanya.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah adalah motivasi kerja.
Motivasi kerja merupakan faktor yang penting untuk meningatkan kinerja pegawai.
Untuk itu sumber daya manusia yang siap dan mampu untuk maju bersama
organisasi demi mencapai tujuan bersama yang diinginkan, merupakan suatu
kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Motivasi adalah proses yang menjelaskan
intensitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuan (Robbins,
2006). Tiga elemen utama dalam definisi tersebut adalah intensitas berhubungan
dengan seberapa giat seseorang berusaha, arah merupakan tujuan sedangkan
ketekunan merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang bisa
mempertahankan usahanya.
Pentingnya Motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan,
menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan
antusias untuk mencapai hasil yang optimasl. Motivasi semakin penting karena
manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan dengan baik
dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan. Organisasi tidak hanya
mengharapkan pegawai mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting mereka
memiliki keinginan untuk bekerja dengan giat dan mencapai kinerja yang baik.

Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja


pegawai pernah dilakukan oleh Susan, Gakure, Kiraithe dan Waititu (2012),
Juniantara (2015) yang menghasilkan motivasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Berbeda hasil penelitian yang dilakukan oleh Yakin,
Handoko dan Sutrisno (2013) yang menghasilkan motivasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja pegawai.

Selain motivasi faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah


disiplin kerja. Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
15

mematuhi dan menaati segala norma peraturan yang berlaku di sekitarnya (Amran,
2009). Pada dasarnya, setiap instansi atau organisasi menginginkan tingkat
kedisiplinan pegawai yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi harus selalu dijaga,
bahkan harus ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin yang baik yakni mencerminkan
besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Hal tersebut dapat mendorong timbulnya semangat kerja serta
tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap
pimpinan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik.
Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka akan dapat meningkatkan kinerja pegawai.

Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja


pegawai pernah dilakukan oleh Zesbendri dan Ariyanti (2010), Hermansyah dan
Indarti (2015) yang menghasilkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Rakasiwi (2014), Pricilya, Wuysang dan Tawas (2016) yang menghasilkan
disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

Kinerja pegawai merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang
karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berujud, dilihat, dihitung
jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat
dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu
produk barang atau jasa, bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang
lebih efisien. Kinerja para pegawai sangat mempengaruhi keberhasilan suatu
organisasi. Apabila prestasi kerja pegawai baik, maka kinerja perusahaan akan
meningkat. Sebaliknya apabila kinerja pegawai buruk, dapat menyebabkan
menurunnya kinerja perusahaan. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting
perusahaan karena perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan
operasional perusahaan. Agar perusahaan tetap eksis maka harus berani
menghadapi tantangan dan implikasinya yaitu menghadapi perubahan dan
memenangkan persaingan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan seperti
modal, metode dan mesin tidak bisa memberikan hasil yang optimal apabila tidak
didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kinerja yang optimal.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
16

Kinerja pegawai dapat konsisten apabila setidak-tidaknya organisasi selalu


memperhatikan lingkungan kerja di sekitar pegawai yang dapat mempengaruhi
kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya seperti motivasi kerja dan
disiplin kerja pegawai (Hasibuan, 2009). Kajian penelitian mengenai pengaruh
motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai akan
dilakukan pada pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Dengan berjalannya
waktu dan bertambahnya usia, pada saat ini PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang
sedang mengalami penurunan kinerja pegawainya yang dapat dilihat dari pencapain
target kerja dari perusahaan.

Berdasarkan fenomena diatas dan hasil penelitian terdahulu yang berbeda,


maka peneliti tertarik meneliti mengenai “Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin
Kerja Terhadap Kinerja Pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang” . Tujuan
utama penelitian ini adalah :

a. Untuk mengetahui dan menguji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja


pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang.
b. Untuk mengetahui dan menguji pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai
PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang

2. Kerangka Pemikiran Teoritis

Kinerja pegawai dapat konsisten apabila setidak-tidaknya organisasi selalu


memperhatikan lingkungan kerja di sekitar karyawan yang dapat mempengaruhi
kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya seperti motivasi kerja dan disiplin
kerja pegawai (Hasibuan, 2009). Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka dapat
digambarkan kerangka pemikiran teoritis sebagai berikut :
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
17

Hipotesis

1. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai


Motivasi semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada
bawahannya untuk dikerjakan dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang
diinginkan. Organisasi tidak hanya mengharapkan pegawai mampu, cakap dan
terampil tetapi yang terpenting mereka memiliki keinginan untuk bekerja dengan
giat dan mencapai kinerja yang baik. Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh
motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pernah dilakukan oleh Susan, Gakure,
Kiraithe dan Waititu (2012), Juniantara (2015) yang menghasilkan motivasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
H1 : Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang.

2. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai


Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan
menaati segala norma peraturan yang berlaku di sekitarnya (Amran, 2009). Pada
dasarnya, setiap instansi atau organisasi menginginkan tingkat kedisiplinan
pegawai yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi harus selalu dijaga, bahkan harus
ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin yang baik yakni mencerminkan besarnya rasa
tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal
tersebut dapat mendorong timbulnya semangat kerja serta tercapainya tujuan
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
18

perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap pimpinan selalu
berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Dengan disiplin
kerja yang tinggi, maka akan dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai
pernah dilakukan oleh Zesbendri dan Ariyanti (2010), Hermansyah dan Indarti
(2015) yang menghasilkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat
dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
H2 : Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT.
Pelindo II Teluk Bayur Padang.

Metode

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah explanative research dengan menggunakan


pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian menurut tingkat
penjelasan adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-
variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.
Selain itu penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesa yang telah
dirumuskan sebelumnya. Pada akhirnya hasil penelitian ini menjelaskan hubungan
kausal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Dalam penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan empat variabel yaitu variabel independen
motivasi kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) dan variabel dependen kinerja pegawai
(Y)

2. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi menurut Sugiyono (2010) adalah sekumpulan dari seluruh elemen-elemen yang dalam
hal ini diartikan sebagai obyek penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pegawai
PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Sampel menurut Sugiyono (2010) adalah sebagian dari populasi
yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Sampel
dalam penelitian ini adalah pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Metode pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode accidental sampling, yaitu
19

pengambilan sampel secara acak semua anggota populasi mendapat kesempatan yang sama untuk
dijadikan sampel (Sugiyono, 2010). Penentuan jumlah sampel berdasarkan quota sebanyak 100
orang.

3. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer merupakan data yang
bersumber dari tangan pertama, data yang diambil menggunakan metode kuesioner.
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang dipakai sebagai pedoman untuk mengadakan
tanya jawab dengan responden mengenai pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap
kinerja pegawai

4. Teknik Analisis

a. Tahap Pengolahan Data

Tahap pengolahan data meliputi :

1) Editing : proses yang dilakukan setelah data terkumpul melihat apakah jawaban pada kuesioner
telah lengkap.
2) Coding : proses pemberian kode tertentu terhadap aneka ragam jawaban di kuesioner untuk
dikelompokkan dalam kategori yang sama.
3) Pemberian Skor : menggunakan skala Likert dengan menggunakan tujuh kategori dengan rincian
sebagai berikut :
a) Jawab sangat setuju diberi nilai 7
b) Jawab setuju diberi nilai 6
c) Jawab agak setuju diberi nilai 5
d) Jawab cukup setuju diberi nilai 4
e) Jawab agak tidak setuju diberi nilai 3
f) Jawab tidak setuju diberi nilai 2
g) Jawab sangat tidak setuju diberi nilai 1
4) Tabulasi : pengelompokkan atas jawaban yang diteliti dan teratur kemudian dihitung dan
dijumlahkan sampai terwujud dalam bentuk tabel yang berguna.

Journal homepage: [Link]


20

b. Uji Instrumen Penelitian

1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu indikator yang berbentuk
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan mampu untuk mengungkapkan suatu
yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini, uji validitas menggunakan analisis
faktor yaitu dengan menguji apakah butir-butir indikator atau kuesioner yang digunakan dapat
mengkonfirmasikan sebuah faktor atau konstruk. Jika masing-masing pertanyaan merupakan
indikator pengukur maka memiliki KMO diatas 0,5 dan signifikansi dibawah 0,05 serta memiliki
nilai kriteria loading faktor pengujian menggunakan SPSS For Windows versi 22 dengan kriteria
sebagai berikut (Ghozali, 2012) :

- Loading faktor > rule of tumb (0,4) berarti valid

- Loading faktor < rule of tumb (0,4) berarti tidak valid

2) Uji Reliabilitas
Suatu alat ukur instrumen disebut reliabel, jika alat tersebut dalam mengukur segala sesuatu
pada waktu berlainan, menunjukkan hasil yang relatif sama. Pengukuran reliabilitas dapat
dilakukan dengan koefisien Alpha Cronbach dengan tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS
For Windows versi 21 (Ghozali, 2012) dengan kriteria :

- Nilai alpha > 0,6 maka instrumen reliabel


- Nilai alpha < 0,6 maka instrumen tidak reliabel

3) Analisis Deskriptif
Pada bagian ini akan dijabarkan metode yang digunakan dalam mengolah data dan
menganalisis data hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis.
Deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran
terhadap suatu obyek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul dan
membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2010). Ukuran deskriptif yang digunakan
untuk mendeskripsikan data penelitian adalah distribusi frekuensi dan rata-rata.

Journal homepage: [Link]


21

4) Analisis Inferensial
Suatu analisa yang diperoleh dari daftar pertanyaan yang telah diolah dengan angka-angka dan
pembahasan melalui perhitungan statistik. Dalam analisis inferensial alat analisis yang digunakan
adalah :

a) Analisis Regresi Berganda


Analisis regresi berganda merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel
independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Rumus yang digunakan :

Y = a +  1 X1 +  2 X2 + e

Keterangan :

a = Konstanta

Y = Kinerja Pegawai

X1 = Motivasi Kerja

X2 = Disiplin Kerja

 = Koefisien regresi

e = Error

α = 0,05

b) Uji Goodness of Fit (Uji Model)


 Koefisien determinasi
Koefisien determinasi (Goodness of fit), yang dinotasikan dengan R2 merupakan suatu
ukuran yang penting dalam regresi. Determinasi (R 2) mencerminkan kemampuan variabel
dependen. Tujuan analisis ini adalah untuk menghitung besarnya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan

satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam


menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti
variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi variable (Ghozali, 2012).

 Uji Signifikan F

Uji signifikan yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen atau untuk mengetahui model regresi yang digunakan baik atau tidak dengan

Journal homepage: [Link]


22

menggunakan SPSS versi 22 (Ghozali, 2012). Adapun kriterianya apabila taraf signifikan
() < 0,05. Pengambilan keputusan :
 Jika tingkat signifikan < 0,05, maka seluruh variabel independen berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen
 Jika tingkat signifikan > 0,05, maka seluruh variabel independen tidak berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen

c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis menggunakan uji t dengan model regresi linier berganda yaitu untuk mengidentifikasi
pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent secara parsial dengan menggunakan
SPSS versi 22 (Ghozali, 2012). Adapun kriteria hipotesis diterima bila taraf signifikan ( ) < 0,05.
Hipotesis yang diajukan sebagai berikut :

Ho : β = 0, Artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel independen

terhadap variabel dependen secara parsial

Ha : β > 0, Artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel

independen terhadap variabel dependen secara parsial

Hasil dan Diskusi

1. Hasil Penelitian
a. Pengujian Regresi Linier Berganda
Suatu uji yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent terhadap
variabel dependent. Dilihat dari hasil penelitian diperoleh persamaan regresi sebagai berikut
:
Y= 17,184 + 0,190 X1 + 0,427 X2.
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan :

1) Nilai konstanta sebesar 17,184 berarti apabila motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja
meningkat maka kinerja pegawai akan meningkat.
2) Nilai koefisien regresi motivasi kerja (b1) sebesar 0,190 berarti ada pengaruh positif, apabila
kepemimpinan baik, maka kinerja pegawai akan meningkat.

Journal homepage: [Link]


23

3) Nilai koefisien regresi diisplin kerja (b2) sebesar 0,427 berarti ada pengaruh positif, apabila disiplin
kerja tinggi, maka kinerja pegawai akan meningkat.

b. Uji Model
1. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R²) dimana dalam penelitian ini menggunakan Adjusted R Square
mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel
dependen. Hasil koefisien determinasi diperoleh angka koefisien Adjusted R Square sebesar
0,163. Hal ini berarti bahwa sebesar 16,3% kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi kerja
dan disiplin kerja. Sedangkan sisanya 100% - 16,3%= 83,7 % dijelaskan oleh sebab-sebab yang
lain di luar variabel motivasi kerja dan disiplin kerja

2. Uji F

Uji F dilakukan untuk menguji kesesuaian model yang digunakan untuk analisis. Model
dinyatakan fit jika nilai sig F lebih kecil dari 0,05. Variabel bebas yang dimasukkan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat. Hasil F hitung
sebesar 8,169 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka ada pengaruh positif dan signifikan antara
motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan atau model regresi yang digunakan
baik.

c. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis menggunakan uji secara parsial (uji t) untuk menguji pengaruh variabel
independent terhadap variabel dependent secara parsial dengan kriteria taraf signifikan sebesar
0,05
1. Uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai

Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai sebesar
0,190 dan tingkat signifikan 0,034 < 0,05 sehingga hipotesis pertama H1 : Motivasi kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima

2. Uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai


Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar
0,427 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis kedua H2 : Disiplin kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima

Journal homepage: [Link]


24

Pembahasan

Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang adalah sebagai berikut :

1. Uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai


Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai sebesar
0,190 dan tingkat signifikan 0,034 < 0,05 sehingga hipotesis pertama H1 : Motivasi kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima. Dengan indikator-indikator
motivasi kerja secara keseluruhan di PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang menghasilkan nilai rata-
rata (mean) terendah 5,78. Untuk indikator dengan rata-rata (mean) tertinggi 6,20. Dengan
demikian motivasi kerja di PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang tergolong tinggi dilihat indikator
motivasi kerja terendah 5,78 yang artinya cenderung setuju (baik).

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Susan, Gakure,
Kiraithe dan Waititu (2012), Juniantara (2015) yang menghasilkan motivasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah motivasi kerja. Motivasi
semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan
dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan. Organisasi tidak hanya mengharapkan
pegawai mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting mereka memiliki keinginan untuk
bekerja dengan giat dan mencapai kinerja yang baik

2. Uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai

Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar
0,427 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis kedua H2 : Disiplin kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima. Dengan indikator-indikator disiplin kerja
secara keseluruhan menghasilkan nilai rata-rata (mean) terendah 5,37. Untuk indikator dengan
rata-rata (mean) tertinggi 6,34. Dengan demikian disiplin kerja pegawai di PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang cukup tinggi dengan dilihat indikator disiplin kerja terendah 5,37 yang artinya
cukup setuju (cukup tinggi)

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Zesbendri
dan Ariyanti (2010), Hermansyah dan Indarti (2015) yang menghasilkan disiplin kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

Journal homepage: [Link]


25

Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati segala
norma peraturan yang berlaku di sekitarnya (Amran, 2009). Pada dasarnya, setiap instansi atau
organisasi menginginkan tingkat kedisiplinan pegawai yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi
harus selalu dijaga, bahkan harus ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin yang baik yakni
mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Hal tersebut dapat mendorong timbulnya semangat kerja serta tercapainya tujuan
perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap pimpinan selalu berusaha agar para
bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka akan dapat
meningkatkan kinerja pegawai.

Kesimpulan

1. Simpulan
Berdasarkan penelitian mengenai pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja
pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang. Dengan demikian apabila motivasi kerja semakin tinggi, maka kinerja pegawai
akan meningkat.
b. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang. Dengan demikian apabila disiplin kerja tinggi, maka kinerja pegawai akan
meningkat.
2. Saran
Setelah penelitian ini memberikan hasil atas perumusan masalah yang diajukan dan telah
memberikan kesimpulan penelitian, selanjutnya adalah menyampaikan saran-saran bagi penelitian
yang akan datang, antara lain :
a. PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang perlu meningkatkan lagi variabel motivasi kerja dengan
kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dan berbagai pelatihan. Melihat
indikator tersebut diharapkan perusahaan lebih memberikan perhatian dengan memberikan
kesempatan yang luas pada karyawan untuk mengembangkan keahliannya melalui pendidikan
yang lebih tinggi dan berbagai pelatihan
b. PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang perlu meningkatkan lagi variabel disiplin kerja dengan
memperbaiki indikator disiplin kerja yang masih rendah pada indikator peningkatan kualitas
pekerjaan pegawai sehingga dapat memuaskan untuk semua pihak serta lebih tepat waktu dalam
menyelesaikan pekerjaan. Melihat indikator tersebut diharapkan perusahaan lebih memberikan
perhatian yang lebih ekstra demi kemajuan perusahaan.

Journal homepage: [Link]


26

Daftar Pustaka

Amins Achmad,. 2012. Manajemen Kinerja Pemerintah Daerah. Yogyakarta: Laksbang Pressindo.

Anwar Prabu, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Andi Offset, Yogyakarta

Arianto, 2013, Pengaruh Kedisiplinan, Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja
Tenaga Pengajar, Jurnal Economia, Volume 9, Nomor 2, Oktober 2013

Crissida, 2013, Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja Fisik, dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Pt. Summit Oto Finance Cabang Jember, Jurnal Manajemen
Ekonomi Universitas Jember

Gary Dessler, 2000, Manajemen Personalia Teknik dan Konsep Modern. Alih Bahasa : Agus Dharma.
Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga : Jakarta.

Hasibuan, S.P. Malayu. 2009. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Henry Simamora, 2004, Sumber Daya Manusia. STIE. Yogyakarta.

H. Nawawi, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ghozali, Imam, 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro. Semarang.

I Wayan Juniantara, 2015, Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Koperasi Di Denpasar, Tesis Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar

J. Supranto, 2007, Pengukuran Tingkat Kepuasan, Jakarta, Erlangga

Mangkunegara, Anwar Prabu, 2009, Perilaku dan Budaya Organisasi, Penerbit Refika Aditama,
Bandung.

Maryoto, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Cetakan ke 8.


Bandung : Mandar Maju

Journal homepage: [Link]


27

Maslow, Abraham H., 1954, Motivation And Personality, Harper & Row Publiser, New York.

Meyta, I. 2011. Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja dalam
Mempengaruhi Kinerja Karyawan Kantor Unit [Link]. Jurnal Manajemen Universitas
Diponegoro.

Munandar, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung

Notoatmojo, K, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bima Aksara, Jakarta.

Puguh Dwi Cahyono, Djamhur Hamid dan Mochammad Djudi Mukzam, 2013, Pengaruh Motivasi
Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan AJB Bumi Putera 1912 Cabang
Kayutangan Malang), Jurnal Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Rica Pramita, 2014, Pengaruh Motivasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi
Kasus Pada PT. Centrepark Citra Corpora Area Solo Grand Mall), Naskah Publikasi Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Robbins, S. P. 2006. Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi (Alih Bahasa oleh Halida dan Dewi
Sartika), Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.

Siagian, P. Sondang. 2005. Administrasi Pembangunan. Jakarta: Haji Masagung.

Sukmasari, 2011, Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Insentif, Lingkungan Kerja, Dan Kepuasan
Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota
Semarang, Tesis Manajemen Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Tika, Moh. Pabundu. 2006. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Utari, 2015, Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi
Kasus Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Wonogiri), Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Were M. Susan, W Gakure, E. K Kiraithe dan A.G Waititu, 2012, Influence of Motivation on
Performance in the Public Security Sector with a Focus to the Police Force in Nairobi, Kenya,
International Journal of Business and Social Science Vol. 3 No. 23; December 2012

Journal homepage: [Link]


28

Yakin, Handoko dan Sutrisno, 2013, Pengaruh Implementasi Kebijakan, Karakteristik Individu,
Karakteristik Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Dan Kinerja Sekretaris Desa Di Kabupaten
Mojokerto, Jurnal Administrasi Publik Juni 2013, Vol. 11, No. 1, Hal. 129 -145

Journal homepage: [Link]

Anda mungkin juga menyukai