Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja
Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja
Pendahuluan
13
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
14
mematuhi dan menaati segala norma peraturan yang berlaku di sekitarnya (Amran,
2009). Pada dasarnya, setiap instansi atau organisasi menginginkan tingkat
kedisiplinan pegawai yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi harus selalu dijaga,
bahkan harus ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin yang baik yakni mencerminkan
besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Hal tersebut dapat mendorong timbulnya semangat kerja serta
tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap
pimpinan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik.
Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka akan dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Kinerja pegawai merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang
karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berujud, dilihat, dihitung
jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat
dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu
produk barang atau jasa, bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang
lebih efisien. Kinerja para pegawai sangat mempengaruhi keberhasilan suatu
organisasi. Apabila prestasi kerja pegawai baik, maka kinerja perusahaan akan
meningkat. Sebaliknya apabila kinerja pegawai buruk, dapat menyebabkan
menurunnya kinerja perusahaan. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting
perusahaan karena perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan
operasional perusahaan. Agar perusahaan tetap eksis maka harus berani
menghadapi tantangan dan implikasinya yaitu menghadapi perubahan dan
memenangkan persaingan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan seperti
modal, metode dan mesin tidak bisa memberikan hasil yang optimal apabila tidak
didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kinerja yang optimal.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN…
16
Hipotesis
perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap pimpinan selalu
berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Dengan disiplin
kerja yang tinggi, maka akan dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai
pernah dilakukan oleh Zesbendri dan Ariyanti (2010), Hermansyah dan Indarti
(2015) yang menghasilkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat
dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
H2 : Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT.
Pelindo II Teluk Bayur Padang.
Metode
1. Jenis Penelitian
Populasi menurut Sugiyono (2010) adalah sekumpulan dari seluruh elemen-elemen yang dalam
hal ini diartikan sebagai obyek penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pegawai
PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Sampel menurut Sugiyono (2010) adalah sebagian dari populasi
yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Sampel
dalam penelitian ini adalah pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang. Metode pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode accidental sampling, yaitu
19
pengambilan sampel secara acak semua anggota populasi mendapat kesempatan yang sama untuk
dijadikan sampel (Sugiyono, 2010). Penentuan jumlah sampel berdasarkan quota sebanyak 100
orang.
Dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer merupakan data yang
bersumber dari tangan pertama, data yang diambil menggunakan metode kuesioner.
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang dipakai sebagai pedoman untuk mengadakan
tanya jawab dengan responden mengenai pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap
kinerja pegawai
4. Teknik Analisis
1) Editing : proses yang dilakukan setelah data terkumpul melihat apakah jawaban pada kuesioner
telah lengkap.
2) Coding : proses pemberian kode tertentu terhadap aneka ragam jawaban di kuesioner untuk
dikelompokkan dalam kategori yang sama.
3) Pemberian Skor : menggunakan skala Likert dengan menggunakan tujuh kategori dengan rincian
sebagai berikut :
a) Jawab sangat setuju diberi nilai 7
b) Jawab setuju diberi nilai 6
c) Jawab agak setuju diberi nilai 5
d) Jawab cukup setuju diberi nilai 4
e) Jawab agak tidak setuju diberi nilai 3
f) Jawab tidak setuju diberi nilai 2
g) Jawab sangat tidak setuju diberi nilai 1
4) Tabulasi : pengelompokkan atas jawaban yang diteliti dan teratur kemudian dihitung dan
dijumlahkan sampai terwujud dalam bentuk tabel yang berguna.
1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu indikator yang berbentuk
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan mampu untuk mengungkapkan suatu
yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini, uji validitas menggunakan analisis
faktor yaitu dengan menguji apakah butir-butir indikator atau kuesioner yang digunakan dapat
mengkonfirmasikan sebuah faktor atau konstruk. Jika masing-masing pertanyaan merupakan
indikator pengukur maka memiliki KMO diatas 0,5 dan signifikansi dibawah 0,05 serta memiliki
nilai kriteria loading faktor pengujian menggunakan SPSS For Windows versi 22 dengan kriteria
sebagai berikut (Ghozali, 2012) :
2) Uji Reliabilitas
Suatu alat ukur instrumen disebut reliabel, jika alat tersebut dalam mengukur segala sesuatu
pada waktu berlainan, menunjukkan hasil yang relatif sama. Pengukuran reliabilitas dapat
dilakukan dengan koefisien Alpha Cronbach dengan tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS
For Windows versi 21 (Ghozali, 2012) dengan kriteria :
3) Analisis Deskriptif
Pada bagian ini akan dijabarkan metode yang digunakan dalam mengolah data dan
menganalisis data hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis.
Deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran
terhadap suatu obyek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul dan
membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2010). Ukuran deskriptif yang digunakan
untuk mendeskripsikan data penelitian adalah distribusi frekuensi dan rata-rata.
4) Analisis Inferensial
Suatu analisa yang diperoleh dari daftar pertanyaan yang telah diolah dengan angka-angka dan
pembahasan melalui perhitungan statistik. Dalam analisis inferensial alat analisis yang digunakan
adalah :
Y = a + 1 X1 + 2 X2 + e
Keterangan :
a = Konstanta
Y = Kinerja Pegawai
X1 = Motivasi Kerja
X2 = Disiplin Kerja
= Koefisien regresi
e = Error
α = 0,05
Uji Signifikan F
Uji signifikan yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen atau untuk mengetahui model regresi yang digunakan baik atau tidak dengan
menggunakan SPSS versi 22 (Ghozali, 2012). Adapun kriterianya apabila taraf signifikan
() < 0,05. Pengambilan keputusan :
Jika tingkat signifikan < 0,05, maka seluruh variabel independen berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen
Jika tingkat signifikan > 0,05, maka seluruh variabel independen tidak berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis menggunakan uji t dengan model regresi linier berganda yaitu untuk mengidentifikasi
pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent secara parsial dengan menggunakan
SPSS versi 22 (Ghozali, 2012). Adapun kriteria hipotesis diterima bila taraf signifikan ( ) < 0,05.
Hipotesis yang diajukan sebagai berikut :
1. Hasil Penelitian
a. Pengujian Regresi Linier Berganda
Suatu uji yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent terhadap
variabel dependent. Dilihat dari hasil penelitian diperoleh persamaan regresi sebagai berikut
:
Y= 17,184 + 0,190 X1 + 0,427 X2.
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan :
1) Nilai konstanta sebesar 17,184 berarti apabila motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja
meningkat maka kinerja pegawai akan meningkat.
2) Nilai koefisien regresi motivasi kerja (b1) sebesar 0,190 berarti ada pengaruh positif, apabila
kepemimpinan baik, maka kinerja pegawai akan meningkat.
3) Nilai koefisien regresi diisplin kerja (b2) sebesar 0,427 berarti ada pengaruh positif, apabila disiplin
kerja tinggi, maka kinerja pegawai akan meningkat.
b. Uji Model
1. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R²) dimana dalam penelitian ini menggunakan Adjusted R Square
mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel
dependen. Hasil koefisien determinasi diperoleh angka koefisien Adjusted R Square sebesar
0,163. Hal ini berarti bahwa sebesar 16,3% kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi kerja
dan disiplin kerja. Sedangkan sisanya 100% - 16,3%= 83,7 % dijelaskan oleh sebab-sebab yang
lain di luar variabel motivasi kerja dan disiplin kerja
2. Uji F
Uji F dilakukan untuk menguji kesesuaian model yang digunakan untuk analisis. Model
dinyatakan fit jika nilai sig F lebih kecil dari 0,05. Variabel bebas yang dimasukkan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama/simultan terhadap variabel terikat. Hasil F hitung
sebesar 8,169 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka ada pengaruh positif dan signifikan antara
motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan atau model regresi yang digunakan
baik.
c. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis menggunakan uji secara parsial (uji t) untuk menguji pengaruh variabel
independent terhadap variabel dependent secara parsial dengan kriteria taraf signifikan sebesar
0,05
1. Uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai
Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai sebesar
0,190 dan tingkat signifikan 0,034 < 0,05 sehingga hipotesis pertama H1 : Motivasi kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima
Pembahasan
Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang adalah sebagai berikut :
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Susan, Gakure,
Kiraithe dan Waititu (2012), Juniantara (2015) yang menghasilkan motivasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah motivasi kerja. Motivasi
semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan
dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan. Organisasi tidak hanya mengharapkan
pegawai mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting mereka memiliki keinginan untuk
bekerja dengan giat dan mencapai kinerja yang baik
Hasil koefisien regresi uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar
0,427 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis kedua H2 : Disiplin kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, diterima. Dengan indikator-indikator disiplin kerja
secara keseluruhan menghasilkan nilai rata-rata (mean) terendah 5,37. Untuk indikator dengan
rata-rata (mean) tertinggi 6,34. Dengan demikian disiplin kerja pegawai di PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang cukup tinggi dengan dilihat indikator disiplin kerja terendah 5,37 yang artinya
cukup setuju (cukup tinggi)
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Zesbendri
dan Ariyanti (2010), Hermansyah dan Indarti (2015) yang menghasilkan disiplin kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati segala
norma peraturan yang berlaku di sekitarnya (Amran, 2009). Pada dasarnya, setiap instansi atau
organisasi menginginkan tingkat kedisiplinan pegawai yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi
harus selalu dijaga, bahkan harus ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin yang baik yakni
mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Hal tersebut dapat mendorong timbulnya semangat kerja serta tercapainya tujuan
perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu setiap pimpinan selalu berusaha agar para
bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka akan dapat
meningkatkan kinerja pegawai.
Kesimpulan
1. Simpulan
Berdasarkan penelitian mengenai pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja
pegawai PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang. Dengan demikian apabila motivasi kerja semakin tinggi, maka kinerja pegawai
akan meningkat.
b. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Pelindo II Teluk
Bayur Padang. Dengan demikian apabila disiplin kerja tinggi, maka kinerja pegawai akan
meningkat.
2. Saran
Setelah penelitian ini memberikan hasil atas perumusan masalah yang diajukan dan telah
memberikan kesimpulan penelitian, selanjutnya adalah menyampaikan saran-saran bagi penelitian
yang akan datang, antara lain :
a. PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang perlu meningkatkan lagi variabel motivasi kerja dengan
kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dan berbagai pelatihan. Melihat
indikator tersebut diharapkan perusahaan lebih memberikan perhatian dengan memberikan
kesempatan yang luas pada karyawan untuk mengembangkan keahliannya melalui pendidikan
yang lebih tinggi dan berbagai pelatihan
b. PT. Pelindo II Teluk Bayur Padang perlu meningkatkan lagi variabel disiplin kerja dengan
memperbaiki indikator disiplin kerja yang masih rendah pada indikator peningkatan kualitas
pekerjaan pegawai sehingga dapat memuaskan untuk semua pihak serta lebih tepat waktu dalam
menyelesaikan pekerjaan. Melihat indikator tersebut diharapkan perusahaan lebih memberikan
perhatian yang lebih ekstra demi kemajuan perusahaan.
Daftar Pustaka
Amins Achmad,. 2012. Manajemen Kinerja Pemerintah Daerah. Yogyakarta: Laksbang Pressindo.
Anwar Prabu, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Andi Offset, Yogyakarta
Arianto, 2013, Pengaruh Kedisiplinan, Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja
Tenaga Pengajar, Jurnal Economia, Volume 9, Nomor 2, Oktober 2013
Crissida, 2013, Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja Fisik, dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Pt. Summit Oto Finance Cabang Jember, Jurnal Manajemen
Ekonomi Universitas Jember
Gary Dessler, 2000, Manajemen Personalia Teknik dan Konsep Modern. Alih Bahasa : Agus Dharma.
Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga : Jakarta.
Hasibuan, S.P. Malayu. 2009. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara
H. Nawawi, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ghozali, Imam, 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro. Semarang.
I Wayan Juniantara, 2015, Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Koperasi Di Denpasar, Tesis Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar
Mangkunegara, Anwar Prabu, 2009, Perilaku dan Budaya Organisasi, Penerbit Refika Aditama,
Bandung.
Maslow, Abraham H., 1954, Motivation And Personality, Harper & Row Publiser, New York.
Meyta, I. 2011. Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja dalam
Mempengaruhi Kinerja Karyawan Kantor Unit [Link]. Jurnal Manajemen Universitas
Diponegoro.
Munandar, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Puguh Dwi Cahyono, Djamhur Hamid dan Mochammad Djudi Mukzam, 2013, Pengaruh Motivasi
Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan AJB Bumi Putera 1912 Cabang
Kayutangan Malang), Jurnal Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
Rica Pramita, 2014, Pengaruh Motivasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi
Kasus Pada PT. Centrepark Citra Corpora Area Solo Grand Mall), Naskah Publikasi Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Robbins, S. P. 2006. Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi (Alih Bahasa oleh Halida dan Dewi
Sartika), Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Sukmasari, 2011, Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Insentif, Lingkungan Kerja, Dan Kepuasan
Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota
Semarang, Tesis Manajemen Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Tika, Moh. Pabundu. 2006. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Utari, 2015, Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi
Kasus Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Wonogiri), Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Were M. Susan, W Gakure, E. K Kiraithe dan A.G Waititu, 2012, Influence of Motivation on
Performance in the Public Security Sector with a Focus to the Police Force in Nairobi, Kenya,
International Journal of Business and Social Science Vol. 3 No. 23; December 2012
Yakin, Handoko dan Sutrisno, 2013, Pengaruh Implementasi Kebijakan, Karakteristik Individu,
Karakteristik Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Dan Kinerja Sekretaris Desa Di Kabupaten
Mojokerto, Jurnal Administrasi Publik Juni 2013, Vol. 11, No. 1, Hal. 129 -145