0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan16 halaman

Metode Transportasi dalam Riset Operasi

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Makalah ini membahas metode transportasi untuk mengatur distribusi barang dari beberapa sumber ke tempat tujuan; (2) Ada tiga metode transportasi yang dibahas yaitu Stepping Stone, MODI, dan VAM; (3) Metode-metode ini digunakan untuk mengalokasikan barang secara optimal dengan biaya minimum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan16 halaman

Metode Transportasi dalam Riset Operasi

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Makalah ini membahas metode transportasi untuk mengatur distribusi barang dari beberapa sumber ke tempat tujuan; (2) Ada tiga metode transportasi yang dibahas yaitu Stepping Stone, MODI, dan VAM; (3) Metode-metode ini digunakan untuk mengalokasikan barang secara optimal dengan biaya minimum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

METODE TRANSPORTASI
Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Riset Operasi
Dosen Pengampu
Ibu Iriana Kusuma Dewi S.E., M.M

Di Susun oleh :

Kelompok 8

Aisyah Rakhmatusyifa : 201010500241


Egga Epryagustin : 201010503565
Widyana Oktaviani : 201010500402

FAKULTAS ILMU EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS PAMULANG

2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada
Rasulullah SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk
beliau sampai akhir zaman. Atas berkat rahmat allah yang maha esa, akhirnya saya dapat
menyelesaikan tugas makalah riset operasi yang telah di bimbing oleh Ibu Iriana Kusuma
Dewi S.E., M.M dengan judul “Metode Transportasi”.

Pembuatan makalah ini di buat dengan sesimple mungkin, dengan bahasa yang
mudah di mengerti. Metode transportasi ini di gunakan untuk mengatur distribusi dari
sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan
secara optimal dengan biaya yang termurah.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini. Namun bukan mustahil
dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan saran dan komentar yang relevan yang dapat dijadikan masukan dalam
menyempurnakan makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin
yarabbal ‘alamin.

Pamulang, 21 September 2022

Kelompok 8

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................................................................1

BAB I.....................................................................................................................................................2

PENDAHULUAN..................................................................................................................................2

1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................2

1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................2

1.3 Tujuan..........................................................................................................................................2

BAB II....................................................................................................................................................4

PEMBAHASAN....................................................................................................................................4

2.1 Pengertian Metode Transportasi...................................................................................................4

2.2 Tujuan metode transportasi yaitu:.................................................................................................4

2.3 Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:....................................................................6

BAB III................................................................................................................................................15

PENUTUP............................................................................................................................................15

3.1 Kesimpulan.................................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................16

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada umumnya masalah transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk


tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas, menuju beberapa tujuan, dengan
permintaan tertentu, pada biaya transport minimum. Karena hanya ada satu macam barang,
suatu tempat tujuan dapat memenuhi permintaanya dari satu atau lebih sumber. Asumsi dasar
model ini adalah bahwa biaya transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan
banyaknya unit yang dikirimkan. Unit yang dikirimkan sangat tergantung pada jenis produk
yang diangkut. Yang penting, satuan penawaran dan permintaan akan barang yang diangkut
harus konsisten.
Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur
distribusi dari beberapa sumber ke tempat-tempat yang membutuhkan barang. Pendistribusian
barang harus diatur sedemikian rupa, karena ada perbedaan jarak atau biaya dari sumber-
sumber yang ada dan tempat-tempat yang yang membutuhkan barang. Tujuan dari masalah
transportasi adalah untuk menentukan jumlah yang optimal dari barang yang akan diangkut
dari berbagai sumber ke berbagai tujuan sehingga biaya transportasi total minimum.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana metode transportasi?


2. Apa tujuan metode transportasi?
3. Apa saja macam-macam metode transportasi?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian metode transportasi


2. Untuk mengetahui tujuan metode transportasi
3. Untuk mengetahui macam-macam metode transportasi

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Transportasi

Metode transportasi yaitu suatu metode yang di gunakan untuk mengatur distribusi
dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang
membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah. Alokasi produk ini harus di atur
sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau
beberapa sumber ke tempat tujuan yang berbeda.
Model transportasi diantaranya yaitu:
1. Merupakan salah satu bentuk dari model jaringan kerja (network)
2. Suatu model yang berhubungan dengan distribusi suatu barang tertentu dari sejumlah
sumber ke berbagai tujuan
3. Satiap sumber mempunyai sejumlah barang untuk di tawarkan dan setiap tujuan
mempunyai permintaan terhadap barang tersebut
4. Terdapat biaya transportasi per unit barang dari setiap rute
5. Asumsi dasar yaitu biaya transportasi pada suatu rute tertentu proporsional dengan
banyak barang yang di kirim

2.2 Tujuan metode transportasi yaitu:

1. Suatu proses pengaturan distribusi barang dari tempat yang menghasilkan barang dengan
kapasitas tertentu ke tempat yang membutuhkan barang tersebut dengan jumlah kebutuhan
tertentu agar biaya distribusi dapat di tekan seminimal mungkin
2. Berguna untuk memecahkan permasalahan distribusi
3. Memecahkan permasalahan bisnis lainnya seperti masalah pengiklanan, alokasi dana
untuk investasi, analisis lokasi dsb.
Ciri-ciri penggunaan
1. Terdapat sejumlah sumber dan tujuan tertentu
2. Kuantitas barang yang di distribusikan dari setiap sumber dan yang di minta oleh tujuan
besarnya tertentu
3. Barang yang di kirim dari suatu sumber ke suatu tujuan besarnya sesuai dengan
permintaan dan kapasitas sumber
3
2.3 Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:

1. Metode Stepping Stone


2. Metode MODI (Modified Distribution Method)
3. Metode VAM (Vogel’s Approximation Method)
Contoh sederhana pemecahan masalah dengan metode transportasi yaitu suatu perusahaan
manufaktur yang membuat VCD mempunyai dua pabrik yang letaknya di kota Jakarta dan
Medan dengan kapasitas produksi masing-masing 1.000 dan 1.500 unit per minggu. Setiap
akhir minggu VCD tersebut dikirimkan ke 3 pusat industri yang berada di Pontianak,
Makasar, dan Jayapura. Daya tampung per minggu kota-kota distributor Pontianak (950 unit),
Makasar (1.200 unit), dan Jayapura (400 unit). Biaya angkut per VCD dari setiap pabrik ke
masing-masing daerah yaitu:
Tabel 2.1 Alokasi barang dari tempat asal ke tempat tujuan
Dari-Ke Pontianak Makasar Jayapura
Jakarta Rp 10.000,00 Rp 25.000,00 Rp 60.000,00
Medan Rp 15.000,00 Rp 40.000,00 Rp 80.000,00

1. Metode Stepping Stone

Stepping Stone adalah memindahkan batu dari sel satu ke sel satu lain. Sebelumnya patokan
sel pada sudut kiri atas diisi lebih dahulu. berikut tabel matrik alokasi yang pertama dengan
mengisi sel pojok kiri atas.
Tabel 2.2 Matriks ke-1/ SS
Dari- ke Pontianak (P) Makasar (Mk) Jayapura (Jp) Kapasitas
Jakarta (J) 10 25 60 1.000
900 100 0

Medan (M) 15 40 80 1.500


0 1.100 400

Daya tampung 900 1.200 400 2.500

Sel ( J,P× ) sebagai perpotongan baris J dengan kolom P merupakan kotak sel yang terdapat
dipojok kiri atas ( north west corner). Isilah sel-sel lain dengan memperhatikan kapasitas pada
baris maupun daya tampung pada kolom masing-masing. Misalnya sel (J,P) tidak dapat diisi
1.000 unit karena daya tampung P hanya 900. Pada sel (J,P) diisi dengan angka 900 saja.
Kapasitas J sebesar 1.000 unit, baru dialokasikan sebanyak 900 ke P sehingga sisa 100 unit
dikirimkan ke sel (J,Mk). Sementara sel (J,Jp) kosong alias nol. Sel (M,P) sebesar 0 unit
karena kolom P hanya memerlukan 900 unit saja, dengan demikian sel (M,Mk) harus diisi

4
sebesar 1.200-100 unit = 1.100 unit. Lalu perhatikan baris M di mana kapasitas yang tersedia
sebesar 1.500, sedangkan yang telah dialokasikan hanya sebesar 1.100 unit ke sel (M,Mk)
sehingga sebesar 1.500 unit – 1.100 unit = 400 unit harus dialokasikan ke sel (M,Jp).
Dengan alokasi pengiriman barang dari dua tempat asal Jakarta dan Medan ke Pontianak,
Makasar, dan Jayapura seperti tercantum dalam Matriks ke-1, selanjutnya kita dapat
menghitung total biaya transportnya, yakni sebesar:
900 unit × Rp 10.000/unit = Rp 9.000.000,00
100 unit × Rp 25.000/unit = Rp 2.500.000,00
1.100 unit × Rp 40.000/unit = Rp 44.000.000,00
400 unit × Rp 80.000/unit = Rp 32. 000.000,00 +
Total biaya transportasinya = Rp 87.500.000,00
Pertanyaannya, apakah total biaya transport sebesar Rp 87.500.000,00 tersebut masih dapat
diturunkan lagi atau tidak ? Untuk menjawab pertanyaan ini cara-cara stepping
stone memberi petunjuk untuk coba memindahkan “batu-batu” tersebut ke sel-sel yang lain.
Mari kita mencobanya dengan memindahkan 1 batu saja dari sel (M,Mk) ke sel (M,P). Lihat
anak-anak panah pada matriks -1 memindahkan 1 unit (batu) dari sel (M,Mk) ke sel (M,P).
Akibat pemindahan tersebut, maka harus diikuti oleh pemindahan satu unit dari sel (J,P) ke
sel (J,Mk) sehingga jumlah vertikal dan horizontal “kapasitas “ dan “daya tampung” tidak
berubah. Apakah dengan pemindahan 1 unit dari dan ke sel-sel tersebut di atas mempunyai
akibat terhadap biaya transport? Tentu ada. Cara menghitungnya ialah sebagai berikut.
(i) Sel (M,Mk) ke sel (M,P) artinya mengurangi (-) sel (M,Mk) menambah (+) sel (M,P)
sehingga
(-1 × Rp 40.000,00) + (1 × Rp 15.000,00) = - Rp 25.000,00
(ii) Sel (M,P) ke sel (J,P)
(+1 × Rp 15.000,00) + (-1 × Rp 10.000,00) = + Rp 5.000,00
(iii) Sel (J,P) ke sel (J,Mk)
(-1 × Rp 10.000,00) + (1 × Rp 25.000,00) = + Rp 15.000,00
(iv) Dari sel (J,Mk) ke sel (M,Mk)
(1 × Rp 25.000,00) + (-1 × Rp 40.000,00) = - Rp 15.000,00

Jadi, (i) + (ii) + (iii) + (iv) = -25.000 + 5.000 + 15.000 – 15.000 = -20.000
Artinya dengan memindahkan 1 unit (batu) dari sel (M,Mk) ke sel (M,P) akan menurunkan
biaya transport sebanyak Rp 20.000,00. Jika demikian, pindahkan saja sebesar 900 unit
sehingga diperoleh Matriks ke-2 berikut ini
Tabel 2.3 Matriks ke-2/SS
Dari - ke Pontianak (P) Makasar (Mk) Jayapura (Jp) Kapasitas
Jakarta (J) 10 25 60 1.000
0 1.000 0

Medan (M) 15 40 80 1.500


900 200 400

Daya tampung 900 1.200 400 2.500

Berdasarkan alokasi barang seperti tercantum dalam Matriks-2 diperoleh total biaya transport
(1.000 × Rp 25.000,00) + (900 × Rp 15.000,00) + (200 × Rp 40.000,00) + (400 × Rp
80.000,00) = Rp 78.500.000,00
Pertanyaannya, apakah total biaya Rp 78.500.000,00 tersebut masih dapat diturunkan lagi?
Kita coba lagi dengan memindahkan 1 unit barang dari sel (J,Mk) ke sel (J,Jp) dengan akibat
beruntun terlihat dengan anak panah pada matriks ke-2.
(i) Sel (J,Mk) ke sel (J,Jp) = (-1 × Rp 25.000,00) + (1 × Rp 60.000,00) = + Rp 35.000,00
(ii) Sel (J,Jp) ke (M,Jp) = (1 × Rp 60.000,00) + (-1 × Rp 80.000,00) = - Rp 20.000,00
(iii) Sel (M,Jp) ke sel (M,Mk) = (-1 × Rp 80.000,00) + (1 × Rp 40.000,00) = - Rp
40.000,00
(iv) Sel (M,Mk) ke sel (J,Mk) = (1 × Rp 40.000,00) + (-1 × Rp 25.000,00) = + Rp
15.000,00
Jadi, (i) + (ii) + (iii) + (iv) = Rp 35.000,00 – Rp 20.000,00 – Rp 40.000,00 + Rp 15.000,00 = -
Rp 10.000,00. Hal ini berarti dengan memindahkan 1 unit akan mengurangi biaya sebesar Rp
10.000,00. Oleh karena itu, pindahkan saja sebanyak 400 unit (sesuai dengan daya
tampung Jp) sehingga alokasinya seperti tercantum dalam matriks ke-3 berikut ini.

Tabel 2.4 Matriks ke-3/SS


Dari – ke Pontianak (P) Makasar (Mk) Jayapura (Jp) Kapasitas
Jakarta (J) 10 25 400 60
900 600 1.000

Medan (M) 15 40 80 1.500


900 600 0

Daya tampung 900 1.200 400 2.500

Dengan Matriks ke-3, maka total biaya transportasi = (600 × Rp 25.000,00) + (400 × Rp
60.000,00) + (900 × Rp 15.000,00) + (600 × Rp 40.000,00) = Rp 15.000.000,00 + Rp
24.000.000,00 + Rp 13.500.000,00 + Rp 24.000.000,00 = Rp 76.500.000,00.

6
Apakah total biaya Rp 76.500.000,00 ini masih dapat diperkecil? Mari coba lagi
memindahkan 1 unit dari sel (M, P) ke sel (J,P). Kita coba memindahkan 1 unit barang
(batu/ stone) dari sel (M,P) ke sel (J,P). Apa yang terjadi?
(i) -1 (Rp 15.000,00) + 1 ( Rp 10.000,00) = - Rp 5.000,00
(ii) Dari sel (J,P) ke sel (J,Mk)
+1 (Rp 10.000,00) -1 (Rp 25.000,00) = - Rp 15.000,00
(iii) Dari sel (J,Mk) ke sel (M,Mk)
-1 (Rp 25.000,00) + 1 (Rp 40.000,00) = + Rp 15.000,00
(iv) Dari sel (M,Mk) ke (M,P)
+1 (Rp 40.000,00) -1 (Rp 15.000,00) = + Rp 25.000,00

Jadi, (i) + (ii) + (iii) + (iv) = - Rp 5.000,00 + (– Rp 15.000,00) + Rp 15.000,00 + Rp


25.000,00 = + Rp 20.000,00
Jadi, dengan memindahkan 1 unit barang dari sel (M,P) ke sel (J,P) akan menaikkan biaya
transport sebesar Rp 20.000,00. Jika demikian, jangan dipindahkan. Berdasarkan perhitungan
tersebut matriks-3 telah optimal, artinya pihak manajemen membuat perencanaan alokasi
produk VCD dari Jakarta dan Medan ke kota distribusi Pontianak, Makasar dan Jayapura
sebagai berikut : Pabrik Jakarta yang berkapasitas 1.000 unit mendistribusikan produknya ke
Makassar 600 unit dan Jayapura 400 unit. Pabrik Medan mendistribusikan produk VCD ke
Pontianak 900 dan ke Makassar 600 unit sesuai dengan kapasitas pabrik 1.500 unit.

2. Metode MODI (Modified Distribution Method)

Metode MODI atau singkatan dari metode Modified Distribution Method, merupakan
modifikasi perhitungan biaya transportasi cara Stepping Stone ( memindahkan batu). Artinya,
MODI ini merupakan perbaikan dari cara Stepping Stone tersebut, karena secara umum lebih
singkat.
Langkah dari MODI adalah sebagi berikut.
a) Mengisi sel berdasrkan northwest corner, sebagai langkah awal yakni mengisi sel yang
terdapat di sudut kiri atas terlebih dahulu. selanjutnya dengan memperhatikan kapasitas-
kapasitas maupun daya tampung setiap kolom, sel-sel berikutnya diisi.
b) Sel-sel yang berisi “batu” dinilai dengan rumus sebagi berikut.

Nilai tempat awal (A) + nilai tempat tujuan (T) + nilai sel (A, T) = 0

Dari - ke T
A Sel (A, T)
Nilai tempat tujuan T bila mempunyai J kolom, kita beri simbol K j, sedangkan sel-sel yang
merupakan perpotongan baris Bi dan kolom Kj disebut sel (Bi, Kj), sehingga rumus umumnya
menjadi:
Nilai Bi + Nilai Kj + (Bi, Kj) = 0

c) Untuk menerapkan rumus tersebut, pada tahap pertama B, dari baris i diberi nilai sebesar
0 (nol).
d) Setelah seluruh sel-sel yang terisi “dinilai” untuk menghitung besarnya Bi dan Kj,
selanjutnya dengan rumus yang sama dinilai pula semua sel yang kosong. Tujuannya untuk
mencari sel yang bernilai paling rendah, dan kemudian menjadi sel yang harus diisi. Disinilah
kelebihan MODI dengan Stepping Stone, yaitu sel yang akan diisi perlu “dinilai” terlebih
dahulu, sedangkan pada Stepping Stone cara menilai sel-sel yang harus diisi dihitung secara
lebih panjang prosesnya dan lebih lama.
e) Bila sel-sel kosong telah terisi, berarti diperoleh matriks baru yang berbeda alokasinya
dengan matriks awal, selanjtunya matriks baru tersebut perlu dinilai lagi dengan prosedur
yang sama dari (a) sampai dengan (e).
Tampaknya akan lebih mudah penghayatannya bila penerapan metode MODI ini dijelaskan
dengan contoh seperti di bawah ini:
Tabel 2.5 Matriks ke-1/MODI
Dari - ke K1 = -10 K2 = -25 K3 = -65 Kapasitas
B1 = 0 10 25 60
900 100 1.000

B2 = - 15 15 40 80 1.500
1.100 400

Daya tampung 900 1.200 400 2.500

Ingat pada matriks ke-1, sel-selnya diisi di sudut kiri atas (north west corner) dengan
memperhatikan kapasitas dan daya tampung masing-masing baris dan kolom.
Menilai sel yang terisi:
(i) Sel ( B1,K1) : B1 + (B1,K1) +K1 = 0
0 + 10 + K1 = 0
K1 = -10 Cantumkan angka – 10 pada K1 di matriks ke -1
(ii) Sel ( B1,K2) : B1 + (B1,K2) +K2 = 0
0 + 25 + K2 = 0 K2 = - 25 Cantumkan angka – 25 pada K2 di matriks ke -1
(iii) Sel ( B2,K2) : B2 + (B2,K2) +K2 = 0
B2 + 40 + (-25) = 0
B2 + 15 = 0
B2 = -15 Cantumkan angka – 15 pada B2 pada baris di matriks ke -1
(iv) Sel ( B2,K3) : B2 + (B2,K3) + K3 = 0
-15 + 80 + K3 = 0
K3 = -65
Jadi B1, B2, K1, K2, dan K3 telah diisikan nilainya. Selanjutnya kita perlu menilai sel-sel kosong
mana yang berpotensi diisi menerima pindahan. Dalam hal ini terdapat dua sel saja, yakni sel
( B1,K3), dan ( B2,K1).
(i) Sel ( B1,K3) : B1 + (B1,K3) +K3 = 0
0 + 60 + (-65) = -5
(ii) Sel ( B2,K1) : B2 + (B2,K1) +K1 = 0
-15 + 15 + (-10) = 0
0 – 10 = -10
Membandingkan kedua sel kosong tersebut, maka sel (B2, K1) mempunyai nilai negatif sebesar
–10, sedangkan sel (B1, K3) hanya sebesar –5. Jadi sel (B2, K1) harus diisi dengan
memindahkan dari sel yang ada. Berikut matriks ke-2 di bawah ini. Sel (B2, K1) diisi 900 unit.
Sel yang lain pun isinya bergeser sesuai kapasitas dan daya tampung.
Tabel 2.6 Matriks ke-2/MODI
Dari- ke K1 = 0 K2 = -25 K3 = -60 Kapasitas
B1 = 0 10 25 60 1.000
0 600 400
B2 = -15 15 40 80 1.500
900 600 0
Daya tampung 900 1.200 400 2.500

Karena sel (B2, K1) menerima 900 unit dari sel (B1, K1), maka sel (B2, K2) dan sel (B2, K3)
harus berkurang karena kapasitas baris B2 hanya 1.500 unit. Di lain pihak, sel (B1, K3) juga
harus diisi sebanyak 400 unit dengan memindahkan dari sel (B2, K3) sehingga sel (B2, K2)
tinggal 1.500 – 900 = 600 unit. Kemudian di cek lagi apakah matrik ke-2 MODI sudah
optimum. Caranya sama:
(i) Mulai dengan B1 = 0, lalu gunakan rumus untuk mencari nilai B2, K2, K3. Perhatika sel-sel
yang terisi saja dulu. Sel (B1, K2) B1 + (B1, K2) + K2 = 0
0 + 25 + K2 = 0
K2 = -25
Sel (B1, K3) B1 + (B1, K3) + K3 = 0
0 + 60 + K3 = 0, K3 = -60
Sel (B2, K2) B2 + (B2, K2) + K2 = 0
B2 + 40 + (-25) = 0
B2 + 40 -25 = 0
B2 = -15
Sel (B2, K1) B2 + (B2, K1) + K1 = 0
-15 + 15 + K1 = 0
K1 = 0

Tahap berikutnya adalah menilai sel-sel yang kosong, yakni:


Sel (B1, K1) = B1 + (B1, K1) + 0 = 0 + 10 + 0 = 10, artinya bila sel ini diisi justru akan
menambah biaya transportasi sebesar Rp 10.000,00 per unit barang. Jadi, jangan diisi, karena
nilainya positif atau + (plus).
Sel (B2, K3) B2 + (B2, K3) + K3
-15 + 80 + (-60)
80 - 75 = 5
Sel (B2, K3) juga jangan diisi, karena hasilnya positif 5 atau +5.
Kesimpulannya, kedua sel yang kosong pada Matriks ke-2/ MODI tersebut mempunyai nilai
yang positif (+). Jadi, Matriks ke-2/ MODI tersebut telah optimum. Berapa total biaya
transportasinya? Mari kita hitung.
Total biaya transportasi = 600 (Rp 25.000,00) + 400 (Rp 60.000,00) + 600 (Rp 40.000,00)
+ 900 ( Rp 15.000,00)
TBT = Rp 15.0000.000,00 + Rp 24.000.000,00 + Rp 24.000.000,00 + Rp
13.500.000,00
TBT = Rp 76.500.000,00
Artinya, total biaya transportasi yang paling minimum sebesar Rp 76.500.000,00. Ternyata
cara matematis, stepping stone, dan MODI menghasilkan total biaya minimum yang sama,
yakni Rp 76.500.000,00.

3. Metode VAM (Vogel’s Approximation Method)

Metode Vogel’s atau VAM tampaknya merupakan perbaikan dari cara-cara perhitungan di
atas, selain lebih mudah juga lebih praktis dan cepat.
Prosedur VAM terdiri dari:
a) Cari dan hitung besarnya selisih angka biaya transport peringkat terkecil dengan angka
biaya transport yang lebih besar pada peringkat berikutnya, dalam setiap baris dan kolom
masing-masing. Contoh peringkat terkecildengan peringkat berikutnya : Misal, dari angka
8,12,17, dan 6. Angka peringkat terkecil 6, sedangkan peringkat berikutnya 8, jadi selisihnya
8 -6 = 2.
b) Angka selisih tersebut dalam butir (a) ditempatkan di ujung masing-masing baris atau di
ujung puncak kolom masing-masing.
c) Angka-angka tersebut, baik yang berada di ujung baris maupun puncak kolom dipilih
yang paling besar selisihnya. Angka yang dipilih menunjukkan baris atau kolom yang sel-
selnya akan dipilih untuk diisi sesuai dengan kapasitas atau daya tampungnya.
d) Hanya sel-sel baris atau kolom yang mempunyai biaya transportasi paling kecil mendapat
prioritas untuk memperoleh alokasi untuk diisi.
e) Bila baris atau kolom yang selnya diisi telah penuh sebesar kapasitas atau daya
tampungnya, maka baris atau kolom tersebut sebaiknya di “arsir” sebagai “tanda” agar tidak
diganggu dalam proses perhitungan berikutnya. Akan tetapi, apabila baris atau kolom belum
penuh, karena masih lebih kecil dari kapasitas atau daya tampungnya maka biarkan saja tidak
perlu diarsir.
f) Tahap berikutnya, menjalani prosedur secara cermat dari (a) sampai dengan (e).
Untuk menerapkan tahap-tahap tersebut sebaiknya perhatikan contoh berikut.
Tabel 2.7 Matriks VAM
- 15 20 lapis -2
5 15 20 lapis -1
Dari – ke K1 K2 K3 Kapasitas
B1 10 25 400 60 15 35
0 600 1.000

B2 15 40 80 1.500 25 40
900 600 0

Daya tampung 900 1.200 400 2.500 Lapis- Lapis-


1 2

Pada lapisan 1, perbedaan angka pada kolom dari baris berturut-turut adalah 5,15, 20, 15, dan
25. Mana yang paling besar? Tentu angka 25.
Catatan:
Angka 5 dalam kolom K1 sebesar 5 hasil dari 15-10. Sedangkan angka 25 pada baris B2 berasal
dari 40 – 15. Demikian pula angka lain dihitung dengan cara yang sama, seperti disebutkan
langkah (a).
Angka 25 berada pada baris B2 sehingga baris B2 dipilih untuk diisi. Oleh karena itu,
buat garis arah ( ) untuk menunjukkan baris B2 sebagai baris yang mempunyai sel (B2, K1),
sel (B2, K2), dan sel (B2, K3). Sel mana dari ketiga sel tersebut yang mempunyai angka biaya
transport paling kecil? Tentu saja sel (B2, K1) yaitu 15. Jadi, isi saja sel (B2, K1) tersebut
dengan angka 900. Mungkin anda bertanya mengapa tidak diisi dengan angka 1.500 unit?
Karena daya tampung kolom K1 hanya 900 unit saja.
Jika demikian, berarti kolom K1 sudah terpenuhi kebutuhannya, sehingga
kolom K1 diarsir. Selesai tahap ke-1, lalu diulang proses yang sama untuk 4 sel yang tersisa.
Buat lapis ke-2 untuk mencari selisih angka biaya transport seperti di atas. Dari lapis ke-2 kita
diperoleh angka-angka 15, 20, 35, dan 40. Mana yang paling besar? Tentu 40. Artinya,
baris B2 terpilih lagi untuk diisi sel-sel tersisa yaitu sel (B2, K2), dan sel (B2, K3). Sel yang
mempunyai biaya transport paling kecil adalah (B2, K2), yakni 40. Berapa unit harus diisikan
pada sel (B2, K2)? Jumlahnya 1.500 unit – 900 unit = 600 unit. Jadi, baris B2 sudah penuh
sebanyak kapasitas 1.500 unit. Oleh karena itu baris B2 diarsir saja. Selesai tahap ke-2,
seterusnya kita perhatikan sel yang tersisa, yaitu sel (B1, K2) dan (B1, K3). Isi saja masing-
masing dengan memperhatikan daya tampung dan kapasitas. Jadi, sel (B1, K2) diisi dengan
600 unit (=1.200 unit – 600 unit. Sedangkan sel (B1, K3) dengan 400 unit (= 1.000 unit – 600
unit).
Berarti selesai sudah alokasi “pengiriman dari tempat asal ke tempat tujuan dengan
total biaya transportasi sebesar
= (600 × 25.000) + ( 400 × 60.000) + (900 × 15.000) + (600 × 40.000)
= 15.000.000 + 24.000.000 + 13.500.000 + 24.000.000
= 76.500.000
Jadi t min = Rp 76.500.000,00
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Metode transportasi yaitu suatu metode yang di gunakan untuk mengatur distribusi
dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang
membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah.
Tujuan metode transportasi yaitu:
1. Suatu proses pengaturan distribusi barang dari tempat yang menghasilkan barang dengan
kapasitas tertentu ke tempat yang membutuhkan barang tersebut dengan jumlah kebutuhan
tertentu agar biaya distribusi dapat di tekan seminimal mungkin
2. Berguna untuk memecahkan permasalahan distribusi
3. Memecahkan permasalahan bisnis lainnya seperti masalah pengiklanan, alokasi dana
untuk investasi, analisis lokasi dsb.
Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:
1. Metode Stepping Stone
2. Metode MODI (Modified Distribution Method)
3. Metode VAM (Vogel’s Approximation Method)

13
DAFTAR PUSTAKA

Trihudiyatmanto. 2017. “Metode transportasi”. Https://[Link] >


hudysadwara. Di akses pada tanggal 28 november 2017
Drs. Suyadi Prawirosentono, MM., M. B.A. 2005. Riset Operasi dan Ekonofisika. Jakarta:
Sinar Grafika Offset

14

Anda mungkin juga menyukai