UNIVERSITAS INDONESIA
LAPORAN PENDAHULUAN
PADA KLIEN DENGAN DX DEFISIT PERAWATAN DIRI
Oleh:
Meidy Hanifah
PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2023
LAPORAN PENDAHULUAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI
1. Gambaran kondisi umum pasien
Klien dengan masalah defisit perawatan diri biasanya menunjukkan beberapa ciri,
seperti kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti mandi, berpakaian,
atau membersihkan diri. Mereka mungkin juga menunjukkan kurangnya motivasi atau
kemampuan untuk merawat diri mereka sendiri, dan bisa jadi memerlukan bantuan
eksternal untuk melakukan tugas-tugas tersebut.
2. Pengertian
Defisit perawatan diri adalah sikap tidak mampu melakukan atau menyelesaikan
aktivitas perawatan diri. Defisit perawatan diri meliputi ketidakmampuan dalam
melakukan kebersihan diri, berpakaian, makan, dan minum, eliminasi, dan
lingkungan.
- Defisit perawatan diri : kebersihan diri → ketidakmampuan melakukan
pembersihan diri secara seksama dan mandiri
- Defisit perawatan diri : berpakaian → ketidakmampuan untuk mengenakan
atau melepas pakaian secara mandiri
- Defisit perawatan diri : makan dan minum → ketidakmampuan makan dan
minum secara mandiri
- Defisit perawatan diri : eliminasi → ketidakmampuan untuk melakukan
secara mandiri tugas yang berkaitan dengan eliminasi fekal dan urine
3. Proses terjadinya masalah
● Faktor Pendukung dan Pencetus (Predisposisi & Presipitasi)
a. Faktor predisposisi
Faktor predisposisi defisit perawatan diri dapat bervariasi dan melibatkan
kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan psikososial. Beberapa faktor yang
mungkin memainkan peran dalam predisposisi ini melibatkan:
1. Genetik
Riwayat keluarga dengan gangguan mental atau defisit perawatan diri
dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa.
2. Kondisi Medis
Kondisi medis tertentu, seperti gangguan neurologis atau penyakit kronis,
dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk merawat diri sendiri.
3. Faktor Psikologis
Gangguan mental seperti depresi, skizofrenia, atau gangguan kepribadian
dapat berkontribusi pada defisit perawatan diri.
4. Riwayat Trauma
Pengalaman trauma, misalnya, pelecehan atau kehilangan yang signifikan,
dapat memengaruhi fungsi psikologis dan kemampuan untuk menjaga diri.
5. Gaya Hidup dan Lingkungan
Lingkungan di sekitar individu, termasuk tingkat dukungan sosial dan
keamanan, dapat berdampak pada kemampuan untuk melakukan
perawatan diri.
6. Keterbatasan Fisik
Kondisi fisik atau disabilitas yang membatasi gerakan atau kemampuan
fisik juga dapat menjadi faktor predisposisi..
7. Gangguan Kognitif
Masalah kognitif atau gangguan neurokognitif seperti demensia dapat
menyebabkan defisit dalam kemampuan perawatan diri.
b. Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi defisit perawatan diri adalah peristiwa atau kondisi tertentu
yang dapat memicu atau memperburuk defisit tersebut. Beberapa faktor
presipitasi melibatkan:
1. Krisis Emosional
Kejadian stres atau trauma yang signifikan dapat menyebabkan penurunan
kemampuan untuk merawat diri.
2. Perubahan Lingkungan
Perubahan besar dalam lingkungan, seperti pindah rumah atau perubahan
tempat tinggal, dapat menjadi presipitasi defisit perawatan diri.
3. Peristiwa Kehilangan
Kehilangan orang yang dicintai atau pengalaman duka yang mendalam
dapat memicu reaksi emosional yang mempengaruhi perawatan diri.
4. Perubahan Status Kesehatan
Diagnosis penyakit baru atau eksaserbasi kondisi kesehatan dapat
menyebabkan penurunan perhatian terhadap perawatan diri.
5. Krisis Keuangan
Kesulitan keuangan atau kehilangan pekerjaan dapat menciptakan stres
ekonomi, yang berdampak pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan
dasar.
6. Isolasi Sosial
Kekurangan dukungan sosial atau isolasi dapat memicu atau memperparah
defisit perawatan diri.
7. Perubahan Kondisi Fisik
Perubahan dalam kondisi fisik, seperti cedera atau penyakit mendadak,
dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk merawat diri.
● Tanda dan gejala
a. Mayor
1) Subjektif
- Menolak melakukan perawatan diri: kebersihan diri, berpakaian,
makan dan minum, dan eliminasi
- Menyampaikan ketidak inginan melakukan perawatan diri:
kebersihan diri, berpakaian, makan dan minum, dan eliminasi
- Menyatakan tidak tahu perawatan diri: kebersihan diri, berpakaian,
makan dan minum, dan eliminasi
2) Objektif
- Kulit, rambut, gigi, kuku kotor
- Pakaian kotor, tidak rapi, dan tidak tepat
- Makan dan minum tidak beraturan
- Eliminasi tidak pada tempatnya
- Lingkungan tempat tinggal kotor dan tidak rapi
b. Minor
1) Subjektif
- Tidak ada
2) Objektif
- Ketidakmampuan menyiapkan perlengkapan mandi
- Ketidakmampuan melepas dan mengenakan pakaian
- Ketidakmampuan mengambil makanan/minuman sendiri
- Ketidakmampuan menggunakan toilet
● Mekanisme dan sumber koping
a. Mekanisme koping
1. Mekanisme koping adaptif: Mekanisme koping yang mendukung
fungsi integrasi pertumbuhan belajar dan mencapai tujuan. Kategori
ini adalah klien bisa memenuhi kebutuhan perawatan diri secara
mandiri.
2. Mekanisme koping maladaptif: Mekanisme koping yang menghambat
fungsi integrasi, memecah pertumbuhan, menurunkan otonomi dan
cenderung menguasai lingkungan. Kategorinya adalah tidak mau
merawat diri.
b. Sumber koping/sumber daya klien
1. Personal ability
Personal ability meliputi kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif.
Kemampuan kognitif yaitu dapat menjelaskan tentang perawatan diri,
dapat mengidentifikasi masalah perawatan diri yang dialami, dapat
memahami cara perawatan diri kebersihan diri, makan, minum, eliminasi
dan lingkungan. Kemampuan psikomotor yaitu melakukan kebersihan
diri mandi, sikat gigi, keramas, berdandan, berpakaian, memenuhi
kebutuhan makan dan minum, melakukan eliminasi BAK dan BAB,
menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan aman. Kemampuan
afektif yaitu mampu merasa nyaman dengan perawatan diri, mampu
merasakan manfaat perawatan diri, mampu mempertahankan perawatan
diri.
2. Sosial Support
Pada sosial support diharapkan bersama keluarga dapat mendiskusikan
masalah yang dihadapi dalam merawat klien, mengetahui pentingnya
perawatan diri, fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan oleh pasien,
merawat pasien defisit perawatan diri. Selain dukungan keluarga,
dukungan teman, kelompok yang sama mengalami masalah dengan klien
juga diperlukan.
3. Material asset
Pada material asset, biasa nya penghasilan individu atau keluarga tidak
mencukupi untuk kebutuhan perawatan diri. Sulit mendapatkan
pelayanan kesehatan. Klien tidak memiliki pekerjaan/posisi yang tidak
sesuai, klien tidak punya uang untuk berobat, tidak ada tabungan, tidak
memiliki kekayaan dalam bentuk barang berharga. tidak memiliki
asuransi jaminan kesehatan yang diperlukan klien untuk keperluan
perawatan pasien.
4. Positif belief
Kepercayaan (Positive Belief) merupakan suatu keyakinan individu
terhadap kesembuhannya dan keyakinannya pada pelayanan kesehatan.
Pada positif belief biasanya klien tidak memiliki keyakinan dan nilai
positif terhadap kesehatan, tidak memiliki motivasi untuk sembuh, dan
menilai negatif tentang pelayanan kesehatan. Klien tidak menganggap
apa yang dialami merupakan sebuah masalah.
● Psikopatologi
Psikopatologi defisit perawatan diri merujuk pada gangguan mental yang
melibatkan kurangnya kemampuan atau motivasi untuk merawat diri sendiri
secara memadai. Ini dapat mencakup kesulitan dalam menjaga kebersihan
pribadi, perawatan fisik, atau keterampilan hidup sehari-hari. Psikopatologi
semacam ini sering terkait dengan gangguan mental seperti depresi berat,
skizofrenia, atau gangguan kepribadian tertentu. Pengelolaan dan perawatan yang
tepat oleh profesional kesehatan mental dapat membantu mengatasi masalah ini.
4. Diagnosa keperawatan (yang mungkin berkaitan):
- Ketidakberdayaan
- Keputusasaan
- Isolasi sosial
- Gangguan citra tubuh
Dx medis yang mungkin muncul
- Psikotik
- Skizofrenia
- Gangguan fungsi kognitif
- Gangguan persepsi
- Gangguan muskuloskeletal
5. Pohon diagnosis
6. Tindakan keperawatan
a. Tindakan keperawatan generalis dengan dx defisit perawatan diri
1) Melatih kebersihan diri: mandi, keramas, sikat gigi, berpakaian, berhias, dan
gunting kuku
a. Mandi
(1) Diskusikan gunanya mandi
(2) Diskusikan alat-alat yang digunakan
(3) Diskusikan jadwal mandi
(4) Diskusikan langkah-langkah mandi
(5) Latih mandi sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan.
Bantu klien jika belum dapat melakukan
(6) Jadwalkan mandi teratur
(7) Berikan pujian
b. Berpakaian
(1) Diskusikan gunanya pakaian yang rapi dan bersih
(2) Diskusikan variasi pakaian: pakaian tidur, pakaian di rumah, pakaian
bepergian
(3) Latih memilih pakaian
(4) Latih berpakaian, bantu klien jika belum dapat melakukan
(5) Jadwalkan ganti pakaian secara teratur
(6) Berikan pujian
c. Keramas
(1) Diskusikan gunanya keramas
(2) Diskusikan alat-alat untuk keramas
(3) Latih klien keramas, bantu jika klien belum dapat melakukan
(4) Jadwalkan keramas dua hari sekali
(5) Berikan pujian
d. Sikat gigi
(1) Diskusikan gunanya sikat gigi
(2) Diskusikan alat-alat untuk sikat gigi
(3) Latih klien sikat gigi, bantu klien jika belum dapat melakukan
(4) Jadwalkan sikat gigi dua kali per hari
(5) Berikan pujian
e. Berdandan
Berdandan perempuan Berdandan laki-laki
(1) Diskusikan gunanya (1) Diskusikan gunanya
berdandan berdandan
(2) Diskusikan alat dandan (2) Diskusikan alat dandan
(3) Latih menyisir rambut dengan (3) Latih menyisir rambut
rapi (4) Latih cukur rambut
(4) Latih pakai bedak dengan rapi (5) Jadwalkan cukur satu kali per
(5) Latih pakai lipstik dan pensil minggu
alis (6) Berikan pujian
(6) Jadwalkan berdandan setiap
selesai mandi
(7) Berikan pujian
f. Gunting kuku
(1) Diskusikan gunanya gunting kuku
(2) Diskusikan alat untuk gunting kuku
(3) Latih menggunting kuku
(4) Jadwalkan gunting kuku satu kali per minggu
(5) Berikan pujian
2) Melatih makan dan minum
a) Diskusikan gunanya makan dan minum yang baik dan teratur
b) Diskusikan alat, tempat makan dan minum
c) Diskusikan kebutuhan makan dan minum setiap hari
d) Latih cara makan dan minum yang baik: cuci tangan, berdoa, makan di
meja makan
3) Melatih BAB dan BAK
a) Diskusikan gunanya BAB dan BAK yang baik
b) Diskusikan tempat, cara menggunakan, cara membersihkan tempat,
dan cara membersihkan diri
c) Latih BAB dan BAK yang baik
(1) BAB dan BAK di WC
(2) Menggunakan WC dengan tepat
(3) Membersihkan diri setelah BAB dan BAK
(4) Membersihkan tempat BAB dan BAK
(5) Cuci tangan yang benar (6 langkah cuci tangan pakai sabun)
(6) Berikan pujian
4) Melatih kebersihan dan kerapihan lingkungan rumah: klien dilatih
membersihkan dan merapikan lingkungan rumah, yaitu kamar tidur, ruang
tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi, dan halaman
a) Melatih membersihkan dan merapikan kamar tidur
(1) Diskusikan gunanya kebersihan dan kerapian kamar tidur
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan kamar tidur:
tempat tidur, lemari pakaian, dan lantai
(3) Diskusikan alat-alat yang diperlukan untuk tiap kegiatan
(4) Latih membersihkan dan merapikan kamar tidur: merapikan
tempat tidur, mengganti seprai dan sarung bantal, menjemur kasur
(5) Latihan membersihkan merapikan lemari pakaian: melipat dan
menata pakaian
(6) Latihan menyapu dan mengepel lantai kamar tidur
(7) Jadwalkan dan beri pujian
b) Melatih membersihkan dan merapikan ruang tamu
(1) Diskusikan gunanya kebersihan ruang tamu
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan ruang tamu:
meja/kursi/kaca menyapu dan mengepel lantai
(3) Diskusikan alat-alat yang diperlukan untuk tiap kegiatan
(4) Latih membersihkan dan merapikan meja, kursi, dan kaca
(5) Latih menyapu dan mengepel lantai
(6) Jadwalkan dan beri pujian
c) Melatih membersihkan dan merapikan ruang makan
(1) Diskusikan gunanya kebersihan dan kerapian ruang makan
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan ruang makan:
menata meja makan, menyajikan makanan, makan dengan baik,
mencuci alat-alat makan, merapikan meja makan, menyapu dan
mengepel ruang makan
(3) Diskusikan alat-alat yang diperlukan untuk setiap kegiatan
(4) Latih membersihkan dan menata meja makan: membersihkan meja
makan, menata alat makan, menyajikan makanan dan minuman
(5) Latihan makan yang baik: cuci tangan, berdoa, makan dengan rapi,
membawa alat makan dan minum ke tempat cuci piring, merapikan
meja makan kembali
(6) Latihan mencuci piring, membuang sisa makanan ke tempat yang
tersedia, mencuci alat-alat makan dan minum, menyimpannya pada
tempat dengan rapi
(7) Latihan menyapu dan mengepel ruang makan: siapkan alat-alat
kebersihan, sapu lantai dengan baik, buang sampah dan kotoran di
tempat yang tersedia, mengepel lantai dengan baik
(8) Jadwalkan dan beri pujian
d) Melatih membersihkan dan merapikan dapur
(1) Diskusikan gunanya kebersihan dan kerapian dapur
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan dapur: kompor
dan mejanya, sampah, dan memasak
(3) Latihan membersihkan kompor dan mejanya: membersihkan
kompor dan mejanya, memastikan kompor mati saat ditinggal,
memastikan selang tidak bocor
(4) Latihan membuang sampah: menyediakan minimal dua tempat
sampah (sampah basah dan kering), membuang sampah pada
tempatnya, membuang sampah yang telah terkumpul ke
pembuangan sampah umum
(5) Latihan memasak: minimal masak air. Latih cara menghidupkan
kompor, meletakkan cert air, mengangkat saat telah mendidih, dan
mematikan kompor
e) Melatih membersihkan dan merapikan kamar mandi dan WC
(1) Diskusikan gunanya kebersihan dan kerapian kamar mandi
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan kamar mandi
dan WC: Tempat air (jika ada), WC, lantai, dan dinding,
perlengkapan mandi dan buang air
(3) Latih cara membersihkan tempat air, WC, lantai, dan dinding
(4) Latih cara membersihkan dan merapikan perlengkapan mandi dan
buang air: Tempat sabun, odol, sikat gigi, dan lain-lain.
f) Melatih membersihkan dan merapikan halaman
(1) Diskusikan gunanya kebersihan dan kerapian halaman
(2) Diskusikan kegiatan membersihkan dan merapikan halaman:
menyapu, membuang sampah, menanam bunga dan sayuran
(3) Diskusikan alat-alat yang diperlukan untuk tiap kegiatan
(4) Latih menyapu dan membersihkan halaman
(5) Latih membuang sampah dan menghindari air tergenang
(6) Latih menanam bunga dan tanaman
(7) Jadwalkan dan beri pujian
b. Tindakan keperawatan generalis pada keluarga klien defisit perawatan diri
1. Kaji masalah klien yang dirasakan keluarga dalam merawat klien
2. Menjelaskan proses terjadinya perawatan diri yang dialami klien
3. Mendiskusikan cara merawat defisit perawatan diri dan memutuskan cara
merawat yang sesuai dengan kondisi klien
4. Melatih keluarga untuk merawat defisit perawatan diri seperti yang telah
dilatih perawat pada klien
1) Menyediakan alat-alat yang diperlukan dalam menjaga kebersihan diri
2) Membimbing klien melakukan perawatan diri: kebersihan diri, makan
dan minum, BAB dan BAK, kebersihan dan kerapian rumah dan
lingkungan
3) Membuat jadwal
4) Memberi pujian atas keberhasilan klien
5. Melibatkan seluruh anggota keluarga menciptakan suasana keluarga yang
mendukung: mengingatkan klien, melakukan kegiatan bersama-sama,
memberi motivasi dan pujian
6. Menjelaskan tanda dan gejala defisit perawatan diri yang memerlukan
rujukan segera serta melakukan follow up ke pelayanan kesehatan secara
teratur
c. Terapi aktivitas kelompok
Tindakan keperawatan ners: TAK defisit perawatan diri
a. Sesi 1: Mampu mengenal defisit perawatan diri
b. Sesi 2: Mampu melakukan perawatan diri dan kebersihan diri (mandi,
keramas, sikat gigi, potong kuku, berpakain, dan berdandan)
c. Sesi 3: Mampu melakukan perawatan diri (makan dan minum)
d. Sesi 4: Mampu melakukan BAB dan BAK dengan cara yang baik
d. Tambahan psikofarmaka:
Tidak ada psikofarmaka yang dapat mengatasi masalah ini selain melatih pasien
agar mampu kembali melakukan perawatan diri.
REFERENSI
Keliat, B. A., Hamid, A. Y. S., Putri, Y. S. E., Daulima, N. H. C., Wardani, I. Y.,
Susanti, H., Hargiana, G., & Panjaitan, R. U. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa.
Jakarta: EGC.
Varcarolis, E.M. (2013). Essentials of psychiatric mental health nursing: a
communication approach to evidence-based care (2nd ed). St. Louis: Elsevier
Saunders.
Videbeck, S. (2013). Psychiatric Mental Health Nursing (6th ed.). Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins