0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

Formulir Epidemiologi Rabies NTT

Formulir ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kasus epidemi rabies. Mencakup identitas pasien, gejala yang dirasakan, riwayat gigitan hewan, pengobatan yang diterima, riwayat kontak dengan korban gigitan, dan hasil pemeriksaan spesimen untuk diagnosis laboratorium rabies. Tujuannya adalah melacak sumber dan penyebaran infeksi, serta menentukan tindakan selanjutnya untuk mencegah penularan lebih lanj

Diunggah oleh

Irma Modu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan3 halaman

Formulir Epidemiologi Rabies NTT

Formulir ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kasus epidemi rabies. Mencakup identitas pasien, gejala yang dirasakan, riwayat gigitan hewan, pengobatan yang diterima, riwayat kontak dengan korban gigitan, dan hasil pemeriksaan spesimen untuk diagnosis laboratorium rabies. Tujuannya adalah melacak sumber dan penyebaran infeksi, serta menentukan tindakan selanjutnya untuk mencegah penularan lebih lanj

Diunggah oleh

Irma Modu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORM PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI RABIES (PE RABIES)

Provinsi : NTT Kecamatan :

Kab/Kota : TTU/Kefamenanu Desa :

Puskesmas :

I. IDENTITAS
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Pekerjaan :
Nama Ayah :
Nama Ibu :

II. IDENTIFIKASI PENYAKIT


1. Kapan Pertama Kali timbul gejala (Mulai Sakit/onset) : Tanggal…………………………………
2. Gejala yang timbul :
a. Berkeringat Banyak
b. Sulit Menelan
c. Peka pada sinar/cahaya
d. Peka terhadap Suara (Hydrophobia)
e. Air liur berlebihan
f. Takut pada Air
g. Air mata berlebhan
h. Kejang-kejang
i. Nyeri tekan sekitar luka
3. Apakah pernah digigit Hewan Penular Rabies ?
 Ya ( Kapan……………………………..)
 Tidak
4. Hewan apa yang menggigit ? ( Anjing / Kucing / Kera )
5. Lokasi Gigitan
 Wajah
 Telinga
 Leher
 Tangan
 Kaki
 …………
6. Bagaimana tipe Luka gigitan ?
 Syatan
 Cakaran
 Parut
 ……………………….
7. Riwayat Menggigit :
 Tiba-tiba
 Memegang
 Mengganggu
 Galak
8. Setelah menggigit apakah hewan tersebut dibunuh ?
 Ya.
 Tidak…..( Apa Tindakannya :……………………………………………………………………)
9. Nama Pemilik Hewan :
Alamat :
10. Riwayat Vaksinasi hewan penular rabies :
 Ya (Kapan terakhir divaksinasai :………………………………………………………….)
 Tidak divaksinasi

III. RIWAYAT PENGOBATAN


1. Bagaimana merawat luka saat pertama kali terkena gigitan :

2. Dimana mendapt pengobatan pertama kali :

3. Obat yang sudah diberikan :

4. Apakah penderita diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)


 Ya
Kapan :
Berapa Kali :
 Tidak
5. Keadaan penderita setelah mendapatkan VAR sesuai dosis :
 Sembuh
 Meninggal
 Tidak Tahu

IV. RIWAYAT KONTAK


1. Apakah dirumah /sekitar rumah banyak orang yang digigit oleh hewan yang sama?
 Ya
Bila Ya, Sebutkan Nama :
Kapan digigit hewan tsb :
 Tidak
2. Apakah hanya 1 hewan yang menggigit orang di lokasi kejadian ?
 Ya
 Tidak

3. Bila lebih dari 1, berapa jumlah hewan yang menggigit ?....................................


4. Apakah dalam bulan yang lalu terdapat hewan penular rabies yang mati / menggigit ?
 Ya
 Tidak

V. PEMERIKSAAN SPESIMEN
1. Sediaan yang diambil : Otak Hewan tersangka
Hasil Laboratorium :
 Positif
 Negatif
2. Sediaan Lain :
Hasil Laboratorium :
 Positif
 Negatif

………………….,………………2023

Petugas PE

………………………………………

Common questions

Didukung oleh AI

The document asks whether the animal was killed after the incident. If not, it instructs to describe the actions taken with the animal, implying that managing the animal is a crucial part of containing a potential rabies outbreak .

The document involves collecting brain tissue samples from the suspected animal for lab testing, which can result in a positive or negative confirmation of rabies .

The document tracks the number of people bitten by the same animal, whether multiple animals were involved, and if there have been recent incidents of rabid animals dying in the area .

The form inquires about the vaccination history of the animal, asking whether the animal was vaccinated and, if so, when the last vaccination occurred .

The document suggests cleaning the wound as the first action after a rabies bite, as the form specifically asks how the wound was handled upon initial exposure .

The epidemiological investigation form describes symptoms such as excessive sweating, difficulty swallowing, sensitivity to light and sound, fear of water, excessive drooling and tears, seizures, and tenderness around the bite wound .

It categorizes bite wounds as cuts, scratches, or abrasions and specifies possible bite locations such as the face, ears, neck, hands, or legs .

Specifying various specimen types allows for comprehensive testing, increasing the chances of accurate rabies detection, as it differentiates between tests on brain samples and other specimens .

The document lists scenarios such as the animal being provoked, sudden aggression, being held, or disturbed as potential causes of an attack .

The protocol includes administering the rabies vaccine, determining the timing and number of doses, and observing the patient's recovery status, whether healed, deceased, or unknown .

Anda mungkin juga menyukai