0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Metode Bagi Dua untuk Akar Persamaan

Metode bagi dua (bisection method) digunakan untuk menemukan akar persamaan dengan memotong interval yang berisi akar menjadi dua bagian yang sama. Metode ini mengasumsikan fungsi berubah tanda di interval tersebut. Setiap iterasi, subinterval yang mengandung akar akan dipotong lagi menjadi dua. Proses ini diulang hingga lebar interval mencapai toleransi yang diinginkan. Contoh menunjukkan pencarian akar persamaan x^2 - 3 = 0 den
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Metode Bagi Dua untuk Akar Persamaan

Metode bagi dua (bisection method) digunakan untuk menemukan akar persamaan dengan memotong interval yang berisi akar menjadi dua bagian yang sama. Metode ini mengasumsikan fungsi berubah tanda di interval tersebut. Setiap iterasi, subinterval yang mengandung akar akan dipotong lagi menjadi dua. Proses ini diulang hingga lebar interval mencapai toleransi yang diinginkan. Contoh menunjukkan pencarian akar persamaan x^2 - 3 = 0 den
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE BAGI DUA (BISECTION)

Dalam matematika terapan kita sering mencari penyelesaian persamaan untuk 𝑓(𝑥) = 0, yakni
bilangan-bilangan x=1 sedemikian hingga 𝑓(𝑥) = 0 sehingga 𝑓(𝑟) = 0; 𝑓 adalah fungsi tak
linier dan r yang memenuhi disebut akar persamaan atau titik 0 fungsi tersebut.
1. Persamaan Aljabar
Contoh:
1) Persamaan Polinom Berordo > 2
𝑎𝑛𝑥ⁿ+𝑎𝑛−1𝑥ⁿ−1+⋯+𝑎₂𝑥2+𝑎₁𝑥+𝑎₀=0 Dengan 𝑎𝑛 ≠0,𝑛>0
2) Persamaan Rasional
𝑅𝑇 𝐴
𝑃= − ′
𝑣 − 𝑥 𝑣 (𝑣 + 𝑥)
dengan P, R, T, A, v konstanta

2. Persamaan Transenden, adalah persamaan yang mengandung fungsi-fungsi trigonometri


algoritma atau eksponen.
Contoh:
1) e-x + sin(x) = 0
2) lnx – 2 = 0

3. Persamaan Campuran, mengandung baik persamaan polinom maupun persamaan transenden.


Contoh:
1) x2 sin x + 3 = 0
2) x3 + ln x = 0

Dari contoh di atas tentukan bahwa rumus-rumus yang memberikan nilai eksak dari
penyelesaian secara eksplisit hanya akan ada untuk kasus-kasus yang sederhana. Dalam banyak
hal kita harus menggunakan metode-metode hampiran khususnya metode-metode iterasi.
Metode iterasi numerik adalah metode dimana kita memilih sesuatu (x0) sebagai tebakan awal
dan secara beruntun menghitung barisan nilai hampiran nilai (x0), (x1) dan seterusnya secara
reprosif dari relasi berbentuk xn+1=g(xn); n=0,1,3 dengan g didefinisikan dalam selang
yangmemuat (x0) dan rentang terletak dalam selang tersebut, jadi secara beruntun kita
menghitung. Dari runtunan di atas diinginkan bahwa hampiran tersebut membentuk suatu
barisan yang konvergen. Metode iterasi secara khas cocok untuk komputer karena metode ini
melibatkan suatu proses.
Ada 4 metode dasar untuk memecahkan persamaan non linier yang dikelompokan atas metode
terbuka (selalu konvergen) dan metode-metode tertutup (tidak selalu konvergen). Keempat
metode ini adalah: 1. Metode Bagi Dua ( Bisection Method), 2. Metode Posisis Palsu (Regula
Falsi), 3. Metode Newton-Rhapson, 4. Metode secant. Pada Bab ini akan di bahas dua metode
yaitu 1. Metode Bagi Dua ( Bisection Method), 2. Metode Posisis Palsu (Regula Falsi),

Metode Bagi Dua (Bisection Method) dalam menentukan lokasi akar

( i ) Grafik Tunggal

( ii ) Grafik Ganda

(iii) Tabulasi F(x)=x ln (x) → 1

x F(x)
0,5 -1,34
1 -1
1,5 -0.39
2 0,38
2,5 1,29
Terdapat akar pada ( 1,5 ; 2)

Metode bagi dua mengasumsikan bahwa fungsi 𝑓(𝑥) adalah kontinu pada interval [a1;
b1],serta f (a1) dan f (b1) mempunyai tanda berlawanan, artinya f (a1). f (b1) < 0. Karenaitu
terdapat minimal satu akar pada interval [a1; b1].Idenya adalah interval selalu dibagi dua sama
lebar. Jika fungsi berubah tanda sepanjang suatu sub interval, maka letak akarnya kemudian
ditentukan ada di tengah-tengah sub interval. Proses ini diulangi untuk memperoleh hampiran
yang diperhalus.

Dicatat bahwa terdapat beberapa kriteria penghentian pencarian akar jika diberikan suatu
toleransi keakuratan 𝜀, yaitu

Proses terus diulang dengan membagi dua selang tersebut dan memeriksa setengah selang yang
sama yang mengandung akar. Pembagi-dua selang ini dilanjutkan sampai lebar selang yang
ditinjau cukup kecil.
Penentuan setengah selang yang mengandung akar dilakukan dengan memeriksa tanda dari hasil
kali 𝑓(𝑎𝑛 ). 𝑓(𝑥𝑛 ) atau 𝑓(𝑏𝑛 ). 𝑓(𝑥𝑛 )
< 0, 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 (𝑎𝑛 , 𝑥𝑛 )
𝑓(𝑎𝑛 ). 𝑓(𝑥𝑛 ) = { = 0, 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 = 𝑥𝑛
> 0, 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 (𝑥𝑛 , 𝑏𝑛 )

Dalam algoritma digunakan peubah-peubah


𝑎𝑛 sebagai ujung kiri selang
𝑏𝑛 sebagai ujung kanan selang
𝑥𝑛 sebagai titik tengah

Proses untuk metode bagi dua diberikan seperti dalam Algoritma 1.


Contoh

Selesaikan persamaan 𝑥 2 − 3 = 0 pada interval [1, 2] menggunakan metode bagi dua sampai
lima iterasi.

Penyelesaian

Iterasi 1

𝑎1 = 1 ⇨ 𝑓(𝑎1 ) = −2

𝑏1 = 2

𝑎1 + 𝑏1 1+2
𝑥1 = = = 1,5 ⇨ 𝑓(𝑥1 ) = −0.75
2 2
Sehingga 𝑓(𝑎1 ). 𝑓(𝑥1 ) = (−2)(−075) > 0

Ujung kiri selang digeser (𝑥1 , 𝑏1 )

Iterasi 2.

𝑎2 = 𝑥1 = 1,5 ⇨ 𝑓(𝑎2 ) = −0,75

𝑏2 = 𝑏1 = 2

𝑎2 + 𝑏2 1,5 + 2
𝑥2 = = = 1,75 ⇨ 𝑓(𝑥2 ) = 0.0625
2 2
𝑥2− 𝑥1 1.75 − 1.5
𝑒2 = | | . 100% = | | . 100% = 14,29%
2 1.75
Sehingga 𝑓(𝑎2 ). 𝑓(𝑥2 ) = (−0,75)(0,0625) < 0

Ujung kanan selang digeser (𝑎2 , 𝑥2 )

Iterasi 3.

Sehingga 𝑓(𝑎3 ). 𝑓(𝑥3 ) = (−0,75)(−0,3594) > 0

Ujung kiri selang digeser (𝑥3 , 𝑏3 )

Iterasi 4

Sehingga 𝑓(𝑎4 ). 𝑓(𝑥4 ) = (−0,3594)(−0,1523) > 0

Ujung kiri selang digeser (𝑥4 , 𝑏4 )

Iterasi 5

Anda mungkin juga menyukai