0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Struktur dan Contoh Tipe Data Array

Array adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan kumpulan data yang bertipe sama dalam bentuk indeks. Array dapat digunakan untuk merepresentasikan daftar seperti daftar hadir, nilai, atau mata kuliah. Array juga dapat digunakan untuk merepresentasikan matriks dua dimensi.

Diunggah oleh

Basuni iscar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Struktur dan Contoh Tipe Data Array

Array adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan kumpulan data yang bertipe sama dalam bentuk indeks. Array dapat digunakan untuk merepresentasikan daftar seperti daftar hadir, nilai, atau mata kuliah. Array juga dapat digunakan untuk merepresentasikan matriks dua dimensi.

Diunggah oleh

Basuni iscar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Tipe Data Array adalah tipe dari sekumpulan


elemen data yang mengacu setiap elemen datanya
melalui indeks
2. Nama lain dari Array adalah Tabel atau Vektor

TIPE DATA 3. Struktur data ini digunakan untuk merepresentasikan


sekumpulan informasi yang bertipe sama, misalnya
ARRAY
daftar hadir, daftar nilai, daftar mata kuliah, dll
CONTOH: KASUS DATA KEHADIRAN
• Menghitung rata-rata jumlah
Kamus
kehadiran mahasiswa di kelas w1: integer
selama periode 14 kali pertemuan. w2: integer
w3: integer
• Rumus: …
w13: integer
• (W1 + W2 + W3 + .. + W14 ) / 14 w14: integer
CONTOH: KASUS DATA KEHADIRAN DGN ARRAY
• Menghitung rata-rata jumlah
Kamus
kehadiran mahasiswa di kelas w: array [1..14] of integer
selama periode 14 kali pertemuan.
Algoritma
• Rumus: w[1]  10 {menyimpan nilai 10 pada
elemen ke-1 dari array w}
• (W1 + W2 + W3 + .. + W14 ) / 14
output (w[5]) {mencetak nilai elemen
ke-5 dari array w}

W: 10 10 8 9 7 10
Index: 1 2 3 4 ... 13 14
CONTOH: KASUS DAFTAR NAMA HARI
• Menyimpan daftar nama hari dalam
Kamus
satu minggu dan mencetak nama hari hari : array [1..7] of String
berdasarkan input indeks hari idx : integer

• Contoh: Procedure SetNamaHari


{menyimpan daftar nama hari dalam
• Diberikan input 1, mencetak nama hari ke-1 seminggu ke dalam table hari}
• Diberikan input 2, mencetak nama hari ke-2
Algoritma
SetNamaHari
input (idx) {membaca input indeks hari}
output (hari[idx]) {mencetak nama hari}

Hari: “Minggu” “Senin” “Selasa” “Rabu” “Kamis” “Jumat” “Sabtu”


Index: 1 2 3 4 5 6 7
DEKLARASI ARRAY
• Mendeklarasikan sebuah array
Kamus
dalam algoritma dilakukan Nama-Data : array [rentang-index] of tipe-data
menggunakan kata kunci “array”
diikuti rentang nilai indeks dalam
tanda kurung kotak dan
menyebutkan tipe data dari elemen
array tersebut
CONTOH: MATRIX DUA DIMENSI
OPERASI PENJUMLAHAN MATRIX
DEKLARASI ARRAY MATRIX DUA DIMENSI
Kamus
Kamus A : array [1..3, 1..3] of integer
A, B, C : array [index-baris, index-kolom] of tipe-data
A 1 2 3
{atau} 1 A[1,1] A[1,2] A[1.3]

A, B, C : array [index-baris] of array [index-kolom] of 2 A[2,1] A[2,2] A[2.3]


tipe-data 3 A[3,1] A[3,2] A[2.3]

{atau}

Kamus
A : array [1..3, 1..3] of integer

A 1 2 3
1 A[1][1] A[1][2] A[1][3]
2 A[2][1] A[2][2] A[2][3]
3 A[3][1] A[3][2] A[2][3]
Procedure InitMatrixA
{Menginisialisasi matrix A[3,3] dengan nilai nol}
{K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
{K. akhir: seluruh elemen matrix A bernilai 0}

Kamus
i, j : integer {i = index baris; j = index kolom}

A 1 2 3
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
Algoritma

i traversal [1..3]
j traversal [1..3]
A[i][j]  0
end-traversal
end-traversal
Program MatrixA
{Menginisialisasi matrix A[3,3] dengan nilai nol}
{K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
{K. akhir: seluruh elemen matrix A bernilai 0}

Kamus
A : array [1..3] of array [1..3] of integer

Procedure InitMatrixA
A 1 2 3 {Menginisialisasi matrix A[3,3] dengan nilai nol}
1 0 0 0 {K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
{K. akhir: seluruh elemen matrix A bernilai 0}
2 0 0 0
3 0 0 0
Algoritma

InitMatrixA
Procedure CetakMatrixA
{Mencetak matrix A[3,3] ke alat keluaran}
{K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global dan sudah
ternisialisasi}
{K. akhir: seluruh elemen matrix tercetak ke alat keluaran}

Kamus
i, j : integer {i = index baris; j = index kolom}

A 1 2 3
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0 Algoritma

i traversal [1..3]
j traversal [1..3]
output (A[i][j])
end-traversal
end-traversal
Program MatrixA
{Menginisialisasi matrix A[3,3] dengan nilai nol dan mencetak isi
matrix A}
{K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
{K. akhir: seluruh elemen matrix A bernilai 0 dan tercetak ke alat
keluaran}

Kamus
A : array [1..3] of array [1..3] of integer

Procedure InitMatrixA
{Menginisialisasi matrix A[3,3] dengan nilai nol}
{K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
A 1 2 3 {K. akhir: seluruh elemen matrix A bernilai 0}
1 0 0 0
Procedure CetakMatrixA
2 0 0 0 {Mencetak matrix A[3,3] ke alat keluaran}
3 0 0 0 {K. awal : matrix A[3,3] terdefinisi secara global}
{K. akhir: seluruh elemen matrix A tercetak ke alat keluaran}

Algoritma

InitMatrixA
CetakMatrixA
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai