0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan26 halaman

Penerapan Perawatan Mandiri dalam TPM

Total Productive Maintenance (TPM) adalah konsep pengelolaan manufaktur yang melibatkan banyak pihak di pabrik untuk meningkatkan kinerja mesin, kualitas produk, dan efisiensi produksi secara keseluruhan. TPM bertujuan untuk mengeliminasi downtime dengan melibatkan seluruh karyawan dalam pemeliharaan yang proaktif dan pencegahan kerusakan."

Diunggah oleh

arief.priambudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan26 halaman

Penerapan Perawatan Mandiri dalam TPM

Total Productive Maintenance (TPM) adalah konsep pengelolaan manufaktur yang melibatkan banyak pihak di pabrik untuk meningkatkan kinerja mesin, kualitas produk, dan efisiensi produksi secara keseluruhan. TPM bertujuan untuk mengeliminasi downtime dengan melibatkan seluruh karyawan dalam pemeliharaan yang proaktif dan pencegahan kerusakan."

Diunggah oleh

arief.priambudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AUTONOMOUS PRODUCTIVITY

MAINTENANCE ACADEMY
Step-step Pelaksanaan Perawatan Mandiri Oleh
Operator

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

About The Trainer


Indro Agung Handoko, telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 27 tahun.
Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling
menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Productive Maintenance (TPM) dan Kaizen (Continuous Improvement)
dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai
dengan level Intermediate dari Omron - Jepang.

Productivity Improvement yang menjadi core value tidaklah menghasilkan hasil yang luar biasa jika tidak dibarengi dengan ilmu Managerial Skill dan
Leadership Skill
“My Value” motivation training akan menggenapi keahlian yang ada menjadi salah seorang nara sumber yang kompeten dalam bidang Productivity
Improvement beserta pelaksanaannya di lapangan. .

Perusahaan yang pernah ditangani antara lain:


PT. Keihin Indonesia, PT. Asian Isuzu Casting, PT. IDS Manufacturing Indonesia, PT. SGL, PT. Sumco Indonesia, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Mulia Cemerlang Dian Persada, PT. Mulia Inti Pelangi, PT. Tunas Ridean, PT. Nakakin
Indonesia, PT. Smurfit Container Indonesia, PT. Freyabadi Indotama, Perum Peruri, PT. Toyo Besq PPI, PT. Reiken, PT. Bridgestone Kalimantan Plantation, PT. Permata Era Dua Satu, PT. Hyundai Indonesia Motor, PT. Jembo Cable,
PT. Barikin Sakti, PT. Charoen Pokphan Indonesia, PT. Cipta Niaga Gas, PT. DNP Indonesia, PT. JST Indonesia, PT. Gerak Mitra Tangguh, PT. Honda Lock Indonesia, PT. Daehan Global, PT. Sunstar Engineering Indonesia, PT. Gelora
Djaja, PT. Sorini Towa Berlian Corporindo, PT. Harapan Sawit Lestari, PT. Suryamas Gemilang Lubricant, PT. Sinar Pagoda, PT. Three Bond Manufacturing of Indonesia, PT. Atsumitech Indonesia, PT. Univance Indonesia, PT. Atsumi
Indonesia, PT. Trimoda Up2date, PT. Polychemie, PT. Mitra Saruta Indonesia, PT. Surya Pratista Hutama, PT. Panca Magran Wisesa, PT. CCM Medan, PT. Interaneka Lestari Kimia, SMKN 1 Cirebon, PT. Keihin Indonesia, PT. Foodex
Inti Ingredient, PT. Suryamas Gemilang Lubricant, PT. Asian Agri Group (Medan, Jambi), PT. Sinar Meadow International, PT. Indonesia Teijin Dupont Films, PT. Hexindo Adiperkasa Sangata, PT. Socfin Indonesia, PT. Smelting Gresik,
PT. Setia Guna Sejati, PT. Setia Guna Selaras, PT. Global Dimensi Metalindo, PT. Sinar Pagoda, PT. Agung Podomoro Land, PT. Priuk Perkasa Abadi, PT. Freya Abadi, PT. LF Asia, PT. Avery Denisson, PT. HM. Sampoerna, PT. Hindoli
(Cargill Company), PT. Swarna Baja Pasific, PT. SMART Terbuka, PT. Pocari Sweat, PT. Peroksida Pratama Indonesia and many else.

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

1
Konsep Dasar
Penerapan Autonomous Maintenance
…. Dalam Penerapan Total Productive Maintenance (TPM)

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Overview
Total Productive Maintenance (TPM)

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

2
World Class
Manufacturing
Profitable
LEAN Employee SIX SIGMA
Tools Involvement TOOLS

• Continuous Flow • Six Sigma


Employee Satisfaction • FMEA
• Leveling & Capacity
Survey

TPM Human TQM


• Gemba Kaizen Development • PQC
• Total Productive Maintenance • Employee Development • QC 7 Tools & PDCA Circle
• Maintenance Management • Training • Poka Yoke
• Productivity Improvement • Salary System • SPC
• Rewarding & Recognizing • Focus on QC to QA

Management Quality
Productivity Operational
5 S
Management System Management
Foundation

5S Visual Standart Operation Management


Waste Elimination Teamwork Operational Syatem
Management Procedure

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Concept of TPM

• Maximize overall equipment efficiency


➢ Zero Accidents, Zero Defects, Zero Breakdowns
• Philosophy of Prevention
➢ Proactive vs. Reactive
• Participation of all the associates
➢ Autonomous activities, Small Group activities
• All management levels from senior managers to operators
➢ Focused Improvement
• Gemba Principle (Shop-Floor Oriented)
➢ Seeking “ideal” operation, Visual management
Seiichi NAKAJIMA
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

3
Total Productive Maintenance (TPM)
Konsep Pengelolalan Manufaktur yang melibatkan banyak pihak di dalam pabrik
yang bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga performance output mesin tetap
tinggi, kualitas tinggi dan to improve overall equipment effectiveness
o Total
o Melibatkan semua karyawan
o Bertujuan untuk mengeliminasi LOSSES (kecelakaan, breakdown, set-up, defect, dll)
o Productive
o Program Maintenance berjalan dengan baik sementara itu kapasitas produksi tetap terjaga
dengan baik
o Efisiensi produksi yang tinggi dengan ratio breakdown yang rendah
o Maintenance
o Performance mesin yang tinggi
o Mesin terjaga dengan baik. Bersih, terlubrikasi dan baut terikat kencang
7
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

8 Pilar TPM
Maintenan Skills Training
Equipment Effectiveness
Improvement to Increase

Maintenance Prevention

Building a safe, Enviro.


TPM in Administrative
Planned Maintenance

Quality Maintenance

and Support Dept.

Friendly System
Operations and
Autonomous

Management
Maintenance

System

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

4
Definisi Autonomous Maintenance

 Kegiatan yang dirancang untuk melibatkan operator dalam


merawat mesinnya sendiri, disamping kegiatan yang
dilaksanakan oleh bagian perawatan (Maintenance).

 Kegiatan tersebut seperti:


▪ Pengecekan Harian
▪ Pembersihan
▪ Pelumasan
▪ Pengencangan mur/baut
▪ Reparasi sederhana
▪ Pendeteksian Penyimpangan

9
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran Autonomous Maintenance

➢ Mengembangkan Skill Operator Agar memiliki Pengetahuan dan


Ketrampilan yang lebih (=Operator yang mampu Medeteksi Gejala
sebelum Terjadinya Kerusakan).

➢ Menciptakan tempat kerja yang teratur, sehingga setiap


Penyimpangan dari Kondisi Normal dapat dideteksi dengan Cepat

10
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

5
7 Langkah
Autonomous Maintenance
1. Pembersihan Awal (Membersihkan adalah Inspeksi).
2. Pencegahan Sumber Kontaminasi dan Tempat yang Sulit
Dibersihkan.
3. Pengembangan Standard Pembersihan dan Pelumasan.
4. Inspeksi Menyeluruh.
5. Pengembangan Standard Autonomous Maintenance.
6. Process Quality Assurance
7. Menjalankan Autonomous Maintenance dan Kegiatan
Peningkatan Berkesinambungan.

11
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 1
Autonomous Maintenance
…. Pembersihan Awal

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

6
Kegiatan

1. Menyingkirkan benda-benda yang tidak Diperlukan dan


yang Dilarang Digunakan.

2. Menghilangkan Debu dan Kotoran dari Peralatan dan


sekelilingnya.

3. Mengungkapkan Permasalahan, seperti Kerusakan Kecil,


Sumber Kontaminasi, Area yang Sulit Dibersihkan.

13
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Konsep 5S / 5R

“Sebuah konsep penataan lingkungan kerja


yang berfokus pada
Kebersihan & Efisiensi tempat kerja,
Standarisasi Prosedur Kerja,
Mengeliminasi segala sesuatu yang tidak diperlukan
serta secara bersamaan meningkatkan
Kualitas hasil kerja & Safety”

14
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

7
5S Principles

1. Seiri / Ringkas

5S 2. Seiton / Rapi

5. Shitsuke / Rajin 3. Seiso / Resik


4. Seiketsu / Rawat
15
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Kegiatan

1. Menyingkirkan benda-benda yang tidak Diperlukan dan


yang Dilarang Digunakan.

2. Menghilangkan Debu dan Kotoran dari Peralatan dan


sekelilingnya.

3. Mengungkapkan Permasalahan, seperti Kerusakan Kecil,


Sumber Kontaminasi, Area yang Sulit Dibersihkan.

16
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

8
Cleaning is Inspection dan Small Defects
Cleaning dilakukan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan small defects.
Definisikan terlebih dahulu jenis small defectnya sebelum Cleaning dilakukan. Large defect
Sebuah Defect yang
menyebabkan mesin tidak
dapat beroperasi sama
Sebuah baut yang kendor dihitung sebagai 1 small defect. sekali
Medium defect
Sebuah defect yang dapat
Buatlah daftar Small Defect yang telah teridentifikasi dan segera bersihkan saat mempengaruhi kinerja suatu mesin
dan membuat mesin mempunyai
itu juga. performance yang rendah

Small defect
Sebuah Small Defect tidak akan menimbulkan
• Jika perlu, lakukan sharing dengan rekan satu team pada saat kerusakan, tetapi berkumpulnya Small Defect akan
bersinergi untuk menurunkan performance peralatan /
menemukan dan setelah membersihkan small defect. mesin dan qualitas hasil kerjanya.
• Ambillah gambar sebelum dan sesudah dilakukan Cleaning untuk •

Small problem yang sangat kecil.
Small defect yang akan memberikan efek kecil pada hasil kerja mesin
dokumentasi dan pembelajaran. • Suatu yang berlawanan dengan teori
• Suatu hal yang bersifat abu-abu
• Dust, dirt, gap, worn, rust, leak, scratch, deformation

(Cleaning is Inspection.) Temukan List of Deteriorations and

Potential Defects menjadi Nyata


“Deteriorations and Defects” Defects
Secara Seksama

Temukan bagian-bagian mesin List of Difficult-to-Clean Parts


Sentuh yang sulit untuk dibersihkan
Setiap Sudut List of Difficult-to-Adjust parts
Cleaning

Temukan bagian-bagian mesin


yang sulit untuk di-adjust
Potential Source List
Temukan debu dan kotoran

Temukan bagian mesin yang tidak Displaced Components List


Bersihkan terpakai

debu and kotoran Normal? Abnormal? Question List

Temukan bagian mesin yang tidak 17


Unnecessary Item List
PRODUCTIVITY ACADEMY berfungsi secara optimal [Link]

Apa itu Small Defect ?


• Small Defect adalah Minor Defect yang tidak disadari atau telah disadari tetapi telah diabaikan.
• Sebuah Small Defect tidak akan menimbulkan efek apapun tetapi jika Small Defect tersebut berkumpul
akan menyebabkan kerusakan yang secara sinergi akan berefek ke penurunan produktifitas dan
menimbulkan kerusakan yang besar.

Minor stoppage disebabkan karena Mechanical Heinrich’s Law


kombinasi dari sekumpulan Small Defect. Failure
Mechanical Failure disebabkan karena Berkembang 1
Minor Stoppage yang telah berkembang.
Minor stoppage
Kombinasi 29
Small defects
9 Small Defect Overstretch Loose Rust

Contamination Scratch Worn

Leak Deformation Dirt or dust


300
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

9
Sasaran Untuk Peralatan

➢ Mencegah Kerusakan dengan menghilangkan Debu dan Kotoran.

➢ Meningkatkan Mutu dan menekan waktu dari Kegiatan Pemeriksaan


dan Reparasi.

➢ Mengembalikan Peralatan pada Kondisi Dasarnya.

➢ Mengungkapkan dan menangani kerusakan Terselubung dengan


membuat Peta Sumber Kontaminasi.

19
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Kodisi Dasar Mesin


Langkah 1
Pembersihan
Awal

Arti “The Ideal State”:


Kondisi yang seharusnya terjadi sesuai dengan Prinsip-Prinsip Engineering
atau kondisi yang seharusnya terjadi ketika seseorang telah mempelajari
dengan fokus suatu prinsip / teori
8 points of view
The Ideal State
for the ideal state
Kondisi yang harus tercapai untuk mendapatkan ① Kondisi Penggunaan
fungsi yang maximum serta mempertahankannya
② Akurasi Penginstalan
③ Akuransi Assembly
Kondisi yang seharusnya terjadi sesuai dengan Prinsip-Prinsip
Engineering atau kondisi yang seharusnya terjadi ketika ④ Fungsi
seseorang telah mempelajari dengan fokus suatu prinsip / teori
⑤ Lingkungan
⑥ Appearance
Diketahui Tidak Diketahui ⑦ Akurasi Ukuran
⑧ Jenis Material dan
Kekuatan
Keinginan • Bertanya kepada atasan
Diabaikan Pemecahan • Bertanya kepada Pembuat
yang Rendah. • Lihat Katalog / Referensi
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

10
Peta Sumber Kontaminasi

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 2
Autonomous Maintenance
…. Pencegahan Sumber Kontaminasi

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

11
Kegiatan

➢ Mengendalikan Sumber-Sumber Kontaminasi.

➢ Mencegah Kontaminasi dari Penyebaran yang tidak


Normal dan tidak Diinginkan.

➢ Memperbaiki tempat-tempat yang Sulit dijangkau untuk


menyingkat waktu pembersihan.

23
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran Untuk Peralatan

➢ Mencegah Kontaminasi yang ditimbulkan dan menempel


pada mesin untuk meningkatkan kehandalannya.

➢ Merawat Kebersihan mesin untuk mempermudah


kegiatan perawatan.

24
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

12
Step-Step Pencegahan
Sumber Kontaminasi
1. Musnahkan penyebab Kontaminasi pada sumbernya.
2. Jika gagal, cegahlah penyebaran kontaminasi untuk
meringankan tugas pembersihan rutin.
3. Jika kedua langkah diatas gagal, operator
membersihkan mesin secara manual, kemudian
memperbaiki metode dan alat-alat pembersihan agar
prosedur pembersihan lebih mudah.
4. Jika ketiga langkah diatas gagal, sebagai alternatif
terakhir, modifikasi mesin agar pembersihan lebih
mudah.
25
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 3
Autonomous Maintenance
…. Standard Pembersihan dan Pelumasan

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

13
Makna Pelumasan

➢ Pelumasan adalah prasyarat yang terpenting untuk


mencegah terjadinya penurunan dan mempertahankan
kehandalan mesin.

➢ Walaupun pentingnya pelumasan sudah diketahui,


namun penerapannya sering diabaikan.

27
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran Untuk Peralatan

➢ Memperbaiki area yang sulit dilumasi.

➢ Menerapkan Visual Control.

➢ Mempertahankan Kondisi Optimal Peralatan (Kondisi


Dasar Mesin) → (Pembersihan, Pelumasan,
Pengencangan) untuk menciptakan sistem pencegahan
kerusakan.

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

14
Restoration of Deterioration
Langkah 3
Standard
Pembersihan

Deterioration Natural Deterioration


Physical Deterioration, deterioration yang terjadi karena penggunaan part
yang telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan
• Life time / umur dari parts dapat diprediksi dari spesifikasi yang ada
(Specified conditions > Use conditions)

Forced Deterioration

Man caused Deterioration, deterioration yang terjadi karena penggunaan


part yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan
• Deterioration ini akan menyebabkan stress yang tinggi pada parts tersebut dan
akan semakin memperbanyak deterioration yang ada
• Life time / umur dari parts tidak dapat diprediksi dengan jelas
(Use conditions > Specified conditions)

Hal-hal yang menyebabkan "Specified conditions < Use conditions“


1. Keberadaan Dust atau Dirt diabaikan.
2. Tidak ada Lubrikasi atau Lubrikasi yang berlebihan
3. Gap atau Kelonggaran dibiarkan
4. Temperature, humidity, and stress diluar spesifikasi yang ditentukan

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 3
Standard
Konsep Cara Mempertahankan
Pembersihan Kondisi Dasar Mesin

Kondisi Dasar Maintenance


Bersihkan Dust dan Dirt. Specified conditions >
Use conditions
Temukan part yang sudah tidak ada
lubrikasinya. Berilah Lubrikasi

Temukan part dimana ada gap atau Pencegahan


kendor. Perbaiki dan kencangkan “Forced Deterioration”

Maintenance of Use Conditions


Life Time dapat
Check the actual accuracy dan perubahan
dari mesin tersebut
diperkirakam

Penggantian Part secara periodik akan


Mempertahankan keadaan
“Ideal State”
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

15
Langkah 4
Autonomous Maintenance
…. Inspeksi Menyeluruh

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Kegiatan

➢ Mengadakan Pendidikan/Pelatihan untuk Kegiatan


Inspeksi Menyeluruh.

➢ Menciptakan Inspeksi Menyeluruh.

➢ Memperbaiki daerah peralatan yang sulit diinspeksi


untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan.

➢ Menentukan draft standard Inspeksi

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

16
Sasaran Untuk Peralatan

➢ Mencari dan Memperbaiki kerusakan-kerusakan yang


baru timbul.

➢ Secara menyeluruh menerapkan visual control.

➢ Memperbaiki daerah inspeksi yang sulit.

➢ Mempertahankan kondisi peralatan yang ada dengan


inspeksi rutin untuk lebih meningkatkan kehandalannya.
33
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 5
Autonomous Maintenance
…. Standart Perawatan Mandiri

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

17
Kegiatan

➢ Menetapkan standard dan jadwal perawatan mandiri


untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang berpusat
pada peralatan.

➢ Melakukan perawatan rutin dengan tepat sesuai dengan


standard.

➢ Secara Konsisten melakukan kegiatan Perawatan


Mandiri.

35
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran Untuk Peralatan

➢ Menilai perbaikan-perbaikan yang berhasil pada mesin


tertentu dan kemudian menerapkannya pada mesin yang
lain yang sama.
➢ Meninjau Visual Control secara menyeluruh.
➢ Melindungi peralatan dengan kondisi yang sangat dapat
diandalkan demikian juga dengan kemampuan kerjanya
dan perawatannya.
➢ Menyadari Tempat Kerja yang Teratur.

36
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

18
TABEL Perawatan Mandiri

37
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Langkah 6
Autonomous Maintenance
…. Process Quality Assurance

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

19
Definisi

Mengindentifikasikan dengan jelas semua


kondisi mutu pada setiap peralatan atau
proses dan menetapkan serta
mempertahankan kondisi mutu tersebut untuk
memenuhi

“5 Kriteria Penjaminan Mutu”

39
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

5 Kriteria Penjaminan Mutu

1. Kondisi mutu harus kuantitatif atau jelas.

2. Kondisi mutu harus mudah ditetapkan.

3. Kondisi mutu harus ‘tahan’ variasi.

4. Perubahan kondisi mutu harus mudah ditemukan.

5. Perubahan kondisi mutu harus mudah diperbaiki.

40
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

20
Kegiatan

➢ Mencegah hasil produk yang rusak ke proses


selanjutnya.

➢ Mencegah memproduksi produk yang rusak.

➢ Mencapai “process quality assurance” dan berlanjut ke


“Zerro Defects”

41
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran Untuk Peralatan

➢ Menilai mutu proses.

➢ Mendapatkan proses yang handal untuk mencegah


rusaknya mutu.

➢ Menilai syarat mutu.

➢ Mendapatkan proses yang handal untuk mencegah


produksi yang rusak.
42
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

21
Langkah 7
Autonomous Maintenance
…. Supervisi Mandiri

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Kegiatan

➢ Mempertahankan,

➢ Meningkatkan,

➢ Mengalihkan (pada karyawan baru)

“TINGKAT TPM YANG TELAH DICAPAI”

44
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

22
Sasaran Untuk Peralatan

➢ Memperkirakan ketidak-normalan untuk mencegah “Break Down”


dan kerusakan produk sebelum terjadi.

➢ Mencapai “Zerro Accident”,


• “Zerro Break Down” dan “Zerro Defect”

➢ Menuju ke tingkat Teknologi Produksi yang lebih tinggi.

45
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Sasaran SDM

➢ Dengan sungguh-sungguh membangun supervisi diri


sendiri agar dapat mengembangkan strategi pabrik
dengan kelompok-kelompok PM-nya sendiri tanpa
instruksi manajer yang terperinci.

➢ Mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah yang


timbul dengan kelompok-kelompok PM-nya sendiri
dengan cara program perbaikan singkat.

46
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

23
Autonomous Maintenance
…. Rangkuman

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Hasil Setelah Melakukan


Autonomous Maintenance
➢ OPERATOR:
1. Mampu membedakan antara kondisi Normal dengan kondisi
yang Abnormal pada Mesin,

2. Memahami cara mempertahankan kondisi optimal dari Mesin.

3. Memahami bagaimana menanggapi dengan segera bila


menemukan kondisi mesin yang Abnormal

48
PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

24
Konsep Langkah Implementasi
Summary
Autonomous Maintenance

Step 6
Step 1 Step 7
Step 0 Step 2 Step 4
(Preparation) Step 3 Step 5 Change of
Thinking Effects:
Change Effects: People Zero Defect/
Motivation
Equipment Defects/Failure Change Failure are
Decrease Change of Realized
Activities

Shop Floor
Change

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

Program Penerapan
Summary
Autonomous Maintenance

Fase 1 Fase 2 Fase 3 Fase 4

Mengembalikan Pemberdayaan
Menurunkan Menurunkan
Mesin ke Kondisi Karyawan &
Break Down Defect
Dasarnya Mesinnya

Langkah 1: Pembersihan Langkah 4: Inspeksi Langkah 6: Process Langkah 7: Supervisi


Awal Menyeluruh Quality Mandiri
Langkah 2: Pencegahan Assurance
Sumber Langkah 5: Standard
Kontaminasi Perawatan
Mandiri
Langkah 3: Standard
Pembersihan
dan Pelumasan

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

25
Thank You
PRODUCTIVITY ACADEMY

: [Link]@[Link]
: 082112235378
: Productivity Academy (PRODEMY)
: @prodemyasia

: [Link]

PRODUCTIVITY ACADEMY [Link]

26

Anda mungkin juga menyukai