0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan5 halaman

Sejarah Penemuan Magnet dan Jenisnya

Dokumen ini membahas sejarah magnet sejak zaman Yunani kuno hingga penemuan berbagai jenis magnet dan sifat kemagnetan bahan. Dokumen ini juga menjelaskan perbedaan magnet alami dan buatan serta bentuk dan sifat magnet berdasarkan bahan.

Diunggah oleh

avifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan5 halaman

Sejarah Penemuan Magnet dan Jenisnya

Dokumen ini membahas sejarah magnet sejak zaman Yunani kuno hingga penemuan berbagai jenis magnet dan sifat kemagnetan bahan. Dokumen ini juga menjelaskan perbedaan magnet alami dan buatan serta bentuk dan sifat magnet berdasarkan bahan.

Diunggah oleh

avifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEJARAH MAGNET

Sebenarnya fenomena kemagnetan telah diketahui sejak zaman Yunani kuno pada tahun sekitar 800 SM.
Pada waktu itu orang menemukan bahwa ada jenis batuan-batuan tertentu yang mampu menarik
potongan besi kecil. Sekarang batu itu dikenal dengan nama magnetit. Dari penemuan ini, para filsuf
yunani mulai mencari alasan atau penyebab kelakuan batu-batuan aneh tersebut. Bahkan kadang-kadang
penjelasan mereka sangat tidak masuk akal dan tidak bisa dibuktikan secara eksperimen karena pada
saat itu eksperimen masih sangat langka. Misalnya para filsuf termasuk Plato berpendapat bahwa
gaya tarik dari batuan aneh itu disebabkan oleh suatu kekuatan aneh atau kekuatan supranatural
atau mistik. Archimedes seorang ahli matematika dan fisika berkebangsaan yunani bahkan
berpendapat kalau magnet punya “jiwa”. Jadi, pada waktu itu orang-orang meyakini kalau “kekuatan
supranatural” atau “jiwa” inilah yang membuat magnet dapat saling berinteraksi dan mempunyai
kekuatan saling tarik atau saling tolak, meskipun tidak saling bersentuhan.

Pada tahun 1269 Pierre de Maricourt (ahli fisika asal Perancis) menyatakan bahwa magnet
bagaimanapun bentuknya memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Nah kutub magnet
yang dimaksud adalah bagian magnet dengan efek magnet paling kuat. Penelitian menunjukkan kalau
kutub magnet sejenis yang didekatkan akan saling tolak, sedangkan kutub magnet yang beda jenis ketika
didekatkan akan saling tarik menarik.

Setelah hampir tiga ratus tahun berlalu, teori magnet mulai bangkit lagi pada abad ke-16 ketika William
Gilbert (ilmuwan asal Inggris) mencoba mengembangkan gagasan Pierre de Maricourt dengan
melakukan eksperimen pada bermacam-macam material. Dia kemudian menerbitkan sebuah buku yang
berjudul “De Magnete”. Gilbert juga menyatakan kalau Bumi merupakan suatu magnet permanen yang
sangat besar. Kutub selatan magnet berada dekat dengan kutub utara geografis bumi sedangkan kutub
utara magnet terletak dekat dengan kutub selatan geografis bumi.
Jenis Magnet Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asal materialnya, magnet dibedakan menjadi magnet alami dan buatan. Berikut ini
adalah perbedaannya:

1. Magnet Alami
Magnet alami adalah magnet yang tercipta di alam dan ditemukan oleh penduduk Magnesia
dahulu kala. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini
bernama Manisa, sekarang berada di wilayah Turki. Magnet ini sudah memiliki sifat
kemagnetan dari semenjak ditemukan. Jadi, magnet alami ini sudah memiliki sifat
kemagnetan dari asalnya tanpa diolah dengan cara tertentu. Magnet ini saat ditemukan sudah
memiliki kemampuan untuk menarik benda di sekitarnya tanpa mendapatkan campur tangan
manusia atau terbentuk alami. Biasanya magnet alami berupa batu-batuan. Magnet alami juga
mempunyai ciri khas, yaitu bersifat permanen. Karena itulah kemagnetan magnet alam lebih
susah untuk hilang.
2. Magnet Buatan
Magnet buatan adalah magnet yang dibuat karena disesuaikan dengan kebutuhan manusia
dengan mengfungsikan sifat- sifat magnet. Tidak semua material dapat dibuat menjadi
magnet. Bahan atau material yang memiliki magnet elementer saja yang bisa dibuat menjadi
magnet. Seperti yang sudah kamu pelajari, magnet itu terdiri dari domain atau magnet
elementer. Jadi, kekuatan magnet dari magnet buatan sangat tergantung pada material atau
bahannya apakah materialnya itu memiliki domain atau magnet elementer yang mudah atau
sulit untuk teratur.
Berdasarkan kekuatan lamanya magnet, magnet buatan dibedakan menjadi magnet tetap dan
magnet sementara.
a) Magnet Tetap
Magnet buatan memiliki kemagnetan tetap jika domain atau magnet
elementernya teratur tetap. Contohnya pada baja, domain atau magnet
elementernya memang sulit diatur namun setelah dimagnetkan ternyata
menjadi teratur secara tetap.
b) Magnet Sementara
Magnet buatan memiliki kemagnetan sementara jika domain atau magnet
elementernya hanya bisa teratur sebentar kemudian tak lama berserakan
atau acak-acakan lagi, misalnya besi. Besi ternyata memang magnet
elementernya mudah diatur, namun sayangnya tak lama bisa berserakan
lagi. Jika berserakan kembali maka kekuatan magnetnya pun sudah
hilang.
Magnet Berdasarkan Bentuknya

1. Magnet Batang

Magnet batang adalah magnet yang bentuknya batang atau seperti balok. Magnet ini biasanya
dipakai untuk kunci pintu pada lemari kaca dan kulkas. Selain itu juga bisa dipakai sebagai
penutup benda lain, seperti kotak pensil dan kotak hadiah. Nah dibandingkan bentuk magnet
yang lainnya, magnet batang cenderung lebih sering dipakai untuk demonstrasi di kelas.
2. Magnet U

Magnet U adalah magnet yang bentuknya melengkung menyerupai huruf U dengan kedua
ujung sejajar. Oleh karena kedua ujungnya sejajar, beberapa orang terkecoh dan menganggap
bahwa kedua kutub pada magnet U menunjuk ke arah yang sama, padahal tidak demikian.
3. Magnet Ladam

Magnet ladam dikenal juga dengan nama magnet tapal kuda karena memang bentuknya
menyerupai tapal yang digunakan sebagai alas kaki kuda. Kegunaan magnet tapal kuda dan
magnet U adalah untuk mengangkat benda-benda magnetik. Magnet tapal kuda yang lebih
kecil
dapat mengumpulkan klip kertas sedangkan magnet tapal kuda berukuran besar dapat
digunakan dalam rekayasa, konstruksi, dan manufaktur untuk mengangkat dan memindahkan
benda besi yang relative besar (biasanya digunakan di industri).
4. Magnet Jarum

Magnet jarum memiliki bentuk pipih, memanjang, dan kedua ujungnya lancip. Magnet jarum
biasanya dipakai untuk membuat kompas berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.
5. Magnet Silinder

Magnet silinder memiliki bentuk silinder, penampangnya berupa lingkaran. Kegunaan magnet
silinder sebagian besar mirip dengan kegunaan magnet batang. Magnet ini digunakan untuk
kunci pintu pada lemari kaca. Bukan cuma itu magnet ini juga bisa digunakan untuk penutup
benda lain, seperti kotak pensil dan kotak hadiah, dan lain-lain. Selain itu, magnet silinder
biasanya digunakan dalam perawatan medis dan beberapa operasi. Dalam perawatan medis,
bentuk magnet ini berguna pada tulang belakang manusia.
6. Magnet Cincin

Magnet cincin bentuknya menyerupai cincin. Magnet ini memiliki bentuk lingkaran dengan
lubang di tengahnya. Magnet cincin digunakan untuk pembuatan pengeras suara, seperti
speaker di radio, bioskop, ataupun ponsel. Magnet cincin juga dapat dimanfaatkan pada mesin
motor listrik.
Sifat Kemagnetan Bahan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan di awal kelas kita sudah melihat fenomena
unik yah bahwa magnet tidak bisa menarik semua jenis bahan atau material, hanya
bahan-bahan tertentu saja yang dapat ditarik oleh magnet. Bukan itu saja, ternyata
sebenarnya meskipun ada bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet namun
kekuatan tarikannya ada yang kuat dan juga ada yang lemah. Nah berdasarkan respons
bahan terhadap suatu magnet kita kelompokan bahan tersebut menjadi tiga, yaitu
feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
1. Feromagnetik
Bahan feromagnetik adalah bahan yang mudah sekali ditarik oleh magnet. Bahan ini
ditarik kuat oleh magnet dan dapat pula diubah menjadi magnet. Contoh bahan
feromagnetik adalah besi, baja, nikel, kobalt. Bahan feromagnetik memiliki banyak
sekali domain magnetik (apa itu domain magnet tidak dibahas lebih lanjut di tingkat
ini).
2. Paramagnetik
Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat ditarik oleh magnet namun tidak sekuat
feromagnetik. Bahan paramagnetik adalah bahan yang berada dalam medan magnet
cukup kuat namun ditarik dengan gaya yang sangat lemah. Perbedaan bahan
paramagnetik dengan feromagnetik adalah tidak adanya domain magnet pada bahan
paramagnetik. Contoh bahan paramagnetik yaitu: magnesium, molibdenum, litium,
tantalum, titanium, aluminium, kromium, dan platina.
3. Diamagnetik
Bahan diamagnetik adalah bahan yang tidak ditarik oleh magnet atau bahkan sedikit
ditolak oleh magnet. Contoh bahan diamagnetik yaitu: emas, perak, tembaga, seng,
bismuth, dan timah.
Nah beberapa referensi juga mengklasifikan bahan-bahan berdasarkan bisa tidaknya
bahan tersebut ditarik oleh magnet, untuk bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet
disebut sebagai bahan magnetik, contohnya adalah paku besi, baja, nikel, dan kobalt.
Sedangkan bahan-bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet atau tidak menunjukkan
efek apapun saat magnet didekatkan disebut bahan non magnetik, contohnya adalah
kayu, plastik, dan karet.

Anda mungkin juga menyukai