0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan16 halaman

Perbaikan Berkesinambungan Fuel Ratio

Diunggah oleh

Fandy saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan16 halaman

Perbaikan Berkesinambungan Fuel Ratio

Diunggah oleh

Fandy saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN FUEL RATIO MELALUI PROJECT DIGITALISASI

Eko Ariyanto1)
1)
Supt. Contract Admin and Management
E-mail: [Link]@[Link]

ABSTRAK

Fuel Cost merupakan salah satu unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga
diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas Penambangan. Biaya rata-rata
Pemakain fuel dari total cost penambangan berkisar +/- 35%. Dengan besarnya biaya tersebut maka
harus dipastikan pemakaian fuel harus efektif dan efisien. Untuk mendapatkan pemakaian fuel yang
efisien maka dibutuhkan beberapa perbaikan baik dari segi operational, technical dan equipment.
Perbaikan – perbaikan tersebut bertujuan untuk memastikan fuel ratio bisa lebih effective dan effisient
sehingga diikuti dengan penurunan biaya pemakaian fuel.
Perbaikan fuel ratio harus dilakukan secara berkesinabungan sehingga diperlukan mekanisme dan
metode yang memudahkan kita dalam melakukan identifikasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan
digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh yang meliputi seluruk aktififitas operasional
penambangan maka kita akan mampu mengidentifikasi kontributor penyebab kenaikan fuel sehingga
dapat segera ditentukan perbaikan yang diperlukan. Key initiative yang harus dilakukan monitoring dan
dipastikan selalu dalam kondisi ideal agar fuel ratio bisa efisien adalah kondisi jalan, kondisi loading
point, kondisi dumping point, operator heatmap dan FBR unit loading.
Pengelolaan data secara digital dengan engine Power Bi yang bersumber dari data otomatis maupun
manual mampu mengklasifikasi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya yang terdiri dari Overburden
Loading, overburden hauling, coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling dan support.
Dengan membagi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya maka memudahkan dalam mengukur aktifitas
mana yang sesuai dengan rencana atau lebih tinggi dari rencana, sehingga perbaikan bisa dilakukan
secara fokus terhadap aktifitas yang diatas rencana.

Kata kunci : Fuel, Fuel Ratio, Improvement, ke initiative, Effisiensi Fuel, Operational Cost.

ABSTRACT

Fuel Cost is one of the largest unit costs in mining operations, so special attention is needed to
monitoing fuel consumption in mining activities. The average fuel cost from the total mining cost is
around +/- 35%. With this high cost, it must be ensured that fuel consumption must be effective and
efficient. To get an efficient of fuel consumption, some improvements are needed both in terms of
operational, technical and equipment. These improvements aim to ensure that the fuel ratio can be
more effective and efficient so that it is followed by a reduction in fuel consumption costs.
Improvements to the fuel ratio must be continuesly so that mechanisms and methods are needed that
make it easier for us to identify and repair needed. With a digitalization that involve all mining
operational activities, we will be able to identify the contributors to the increase in fuel ratio so that
the necessary corectice action can be determined immediately. Key initiatives that must be monitored
and ensured that they are always in ideal conditions so that the fuel ratio can be efficient are road
conditions, loading point conditions, dumping point conditions, operator heatmap and the FBR loding
equipment..
Digital data management with the Power Bi engine sourced from automatic and manual data is able
to classify the fuel ratio based on its activities consisting of Overburden Loading, overburden hauling,
coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling and support. By dividing the fuel ratio
based on its activities, it is easier to measure which activities are in accordance with the plan or higher
than the plan, so that improvements can be done with a focus on activities that are above the plan.

Keywords: Fuel, Fuel Ratio, Improvement, key initiative, Fuel Efficiency, Operational Cost

229
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

A. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Biaya penambangan terdiri dari berbagai element dan salah satunya adala biaya pemakaian bahan
bakar. Pemakaian fuel harus dikontrol dengan baik agar penggunaanya tepat sasaran dan effektif sesuai
dengan yang dibutuhkan. Hampir semua equipment yang beroperasi diarea tambang membutuhkan fuel
untuk dapat beroperasi, sehingga fuel merupakan salah satu biaya terbesar dalam aktifitas
penambangan, tidak kurang dari 35% biaya penambangan adalah biaya fuel tersebut, sehingga
diperlukan pengelolaan dan penanganan yang serius dalam penggunaanya.
Perbaikan pemakaian fuel menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk memastikan penggunaan
fuel bisa effisient, tantangan yang tidak kalah penting adalah banyaknya aktifitas yang terkait yang
dapat mempengaruhi naik dan turunnya pemakaian fuel tersebut, sehingga sulit untuk menentukan dan
mengidentifikasi secara cepat akar masalah dan menentukan alternatif solusi yang harus diambil untuk
melakukan perbaikan.
Penggunaan bahan bakar dapat dilihat dari fuel ratio untuk mengetahui perusahaan mengalami kerugian
atau mendapat keuntungan yang lebih kecil jika bahan bakar yang digunakan berlebihan, fuel ratio
merupakan perbandingan antara total konsumsi bahan bakar dan total produksi. Apabila fuel ratio
melebihi standar yang telah ditentukan, maka perusahaan perlu dilakukan evaluasi terhadap
produktivitas dan produksi overburden,coal, soil serta penggunaan bahan bakar lainnya, sehingga
dengan adanya nilai dari fuel ratio plan dan mencari nilai fuel ratio aktual, maka akan memperlihatkan
perusahaan memperoleh keuntungan atau bisa juga mendapat kerugian. Pada periode tahun 2018 -2019,
pemakaian fuel ratio disalah satu kontraktor PT. Kaltim Prima Coal mengalami kenaikan yang cukup
signifikan dibandingkan dengan plan seperti dalam grafik dibawah, sehingga diputuskan untuk
dilakukan perbaikan agar pemakaian bisa lebih effisient.

Grafik 1. Fuel Ratio periode Aug 2018 – Jul 2019

Berdasarkan grafik 1 diatas sebesar 67% dari performance fuel ratio diatas budget/plan, karena biaya
fuel dari kontraktor tersebut sebagian besar di tanggung oleh PT. Kaltim prima Coal maka kondisi
tersebut berdampak negatif terhadap biaya yang harus PT. Kaltim Prima Coal keluarkan karena rasio
diatas Budget yang sudah ditentukan. Kenaikan fuel ratio bisa disebabkan oleh berbagai hal diantaranya
kondisi loading point, kondisi dumping point, kondisi jalan angkut, kondisi alat yang digunakan dan
awareness dari karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan ditemukan kondisi operasional
yang tidak effektif dan kondisi jalan yang tidak sesuai dengan standar sehingga menyebabkan
pemakaian fuel tersebut diatas budget yang sudah dianggarkan (Gambar 1).
230
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Ketersediaan data yang terbatas menjadi hambatan untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel
ratio dan melakukan tindakan perbaikan, sehingga perlu tambahan data untuk membantu dalam
mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel ratio tersebut.

Gambar 1. Kondisi substandard saat observasi

Dengan mempertimbangkan kondisi diatas maka pemakaian fuel ratio perlu segera dilakukan
perbaikan dan diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan dan peralatan yang baru untuk
memudahkan dalam melakukan identifikasi dan nantinya perbaikannya bisa dilakukan secara
berkesinambungan dan dapat dimonitor secara reguler.

TUJUAN PENELITIAN
Adapun yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbaikan fuel ratio dari
salah satu kontraktor di PT. Kaltim Prima coal agar sesuai dengan budget serta melakukan digitalisasi
dalam melakukan pencatatan dan monitoring kegiatan operasional yang mempengaruhi pemakaian fuel
dengan menggunakan Power Bi software sehingga dapat secara cepat dan akurat dalam
mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel ratio dan apabila cepat diidentifikasi maka perbaikan dapat
segera dilakukan. Salah satu cara dalam memudahkan dalam melakukan identifikasi adalah dengan
membuat heatmap untuk masing-masing aktifitas utama dalam kegiatan penambangan

PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH


Permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah tingginya angka fuel ratio periode Aug
2018 – Juli 2019 dikontraktor tambang PT. Kaltim prima Coal sehingga secara langsung berdampak
negatif terhadap biaya penambangan PT. Kaltim prima coal. Pendekatan analisa untuk mengidentifikasi
akar permasalahan penyebab kenaikan fuel ratio pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan analisa
fish bone. Dari hasil analisa berbagai faktor penyebab permasalahan, diperoleh temuan bahwa faktor
penyebab pemakaian bahan bakar yang tinggi adalah karena pemakaian bahan bakar dalam kondisi
tidak produktif antara lain :
1. Truk antri di loading point,
2. Truk antri di depan crusher 7 & 8 melawan crusher
3. Kebiasaan operator mengemudikan truk (menekan gas) tidak sesuai prosedur
4. Kemiringan jalan yang melebihi standar yang ditetapkan
5. Kemampuan operator dalam mengoperasikan alat yang berhubungan dengan penghematan bahan
bakar yang belum sepenuhnya dikelola
6. Prosedur-prosedur yang mengatur aktifitas operasional penambangan yang sejalan dengan upaya
pengematan bahan bakar belum di buat

231
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Gambar 2. Analisa fish bone

B. METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan
melakukan langkah Studi Literatur, observasi dilapangan dan Analisa Data untuk menemukan solusi
penyelesaian masalah.

B.1 Studi Literatur


Konsumsi bahan bakar alat tambang
Konsumsi bahan bakar dipengaruhi oleh kondisi mesin setiap alat, kinerja operator dalam menjalankan
alat- alat tersebut, dan kondisi kerja pada saat alat-alat tersebut bekerja. Konsumsi bahan bakar ini
sangat mempengaruhi biaya operasi perusahaan. Untuk mengetahui jumlah konsumsi bahan bakar alat
tambang dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

Total FC
𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹 =
𝑂𝑂𝑂𝑂

Dimana:
FBR = konsumsi fuel (liter/jam)
Total FC = total fuel consumption (liter)
OH = waktu kerja (jam)

Fuel ratio
Merupakan nilai rasio yang menunjukkan perbandingan antara penggunaan bahan bakar (liter/jam)
dengan produksi yang dihasilkan (bcm/jam) (Iashania, 2011:II-7). Penggunaan fuel ratio bertujuan agar
dapat mengetahui seberapa banyak konsumsi bahan bakar yang diperlukan sehingga dapat mengontrol
biaya produksi. Fuel ratio sangat mempengaruhi suatu perusahaan tambang akan memperoleh
keuntungan atau kerugian, karena anggaran fuel ratio termasuk dalam anggaran besar dalam kegiatan
operasi produksi. Nilai fuel ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Jumlah Konsumsi bahan bakar


𝐹𝐹𝐹𝐹 =
Produktivitas

232
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Benchmark Fuel ratio

Berdasarkan hasil benchmark yang dilakukan terhadap perusahaan lain, performance fuel ratio
kontraktor PT. Kaltim Prima Coal masih diatas sehingga masih sangat terbuka lebar untuk dilakukan
perbaikan untuk menurunkan fuel ratio sehingga dapat memberikan keuntungan bagi Kontraktor dan
PT. Kaltim Prima Coal. Berikut adalah posisi fuel ratio kontraktor PT. Kaltim Prima Coal bila
dibandingkan dengan Fuel ratio perusahaan tambang lain.

Grafik 2. Posisi Fuel ratio Kontraktor PT. Kaltim Prima Coal

B.2 Observasi lapanagn


Untuk menunjang penelitian ini, observasi lapangan secara langsung telah dilakukan untuk mengetahui
praktek penambangan dan pengoperasian alat diarea kontraktor PT. Kaltim prima Coal. Dari obesrvasi
baik secara visual maupun melakukan diskusi langsung dengan pengawas dilapangan didapati beberapa
temuan diantaranya :
- Distribusi truk belum merata antar loading point
- kualitas dari hasil Jigsaw dalam operasi tidak percaya, data terperinci untuk pengambilan
keputusan (misalnya waktu pemuatan, waktu antrian, kecepatan)
- Kondisi jalan perlu dilakukan perbaikan karena undulasi dan penyempitan
- Adanya antrian Dump truck saat akan dumping ke crusher

Gambar 3. Foto observasi lapangan

Kontraktor memilik database yang baik untuk pencatatan pemakaian fuel, ada peluang untuk
memisahkan pemakaian fuel berdasarkan aktifitas, sehingga dapat membantu dalam melakukan analisa
fuel ratio per aktifitas terhadap kegiatan penambangan.

233
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Untuk membantu dalam obsevasi kondisi jalan diarea kontraktor PT. Kaltim prima coal digunakan alat
bantu dari Proof Engineer, dimana alat ini mampu mengidentifikasi kondisi jalan yang dilewati jika
alat tersebut dipasang pada unit yang berjalan. Hasil identifikasi divisualisasikan dalam bentuk warna
hijau, kuning, orange dan merah, warna-warna tersebut menujukan kondisi jalan yang dilewati.
Diskripsi warna dalam proof engineer dapat dilihat pada table 1 dibawah :

Tabel 1. Diskripsi warna hasil proof engineer

Dari hasil pengamatan menggunakan proof engineer dapat diketahui beberap segment jalan kondisinya
tidak baik dan perlu dilakukan perbaikan seperti pada Gambar 4 dibawah :

Gambar 4. Hasil Monitoring Proof Engineer

B.3 Analisa Data


Tahap selanjutnya dalam penelitian ini adalah pengolahan dan analisa data yang sudah diambil pada
langkah sebelumnya. Untuk memastikan penyebab kenaikan fuel ratio maka data pemakaian fuel
dipilah berdasarkan aktifitasnya selain untuk memudahkan dalam analisa tujuan pemilahan tersebut
adalah untuk mengetahui data-data yang di perlukan untuk dapat di lakukan analisa selanjutnya dapat
di lihat pada tabel di bawah ini :

234
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Activities Aug-18 Sep-18 Oct-18 Nov-18 Dec-18 Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19 May-19 Jun-19 Jul-19
Hauling - Coal 1,092,421 1,148,104 1,228,592 1,115,063 1,029,313 975,494 891,723 819,430 1,031,780 1,287,416 1,165,735 1,124,660
Hauling - OB 5,829,078 6,067,809 6,253,122 5,994,540 5,833,813 5,007,918 4,893,612 4,267,050 4,299,899 5,221,088 4,217,428 4,913,379
Hauling - Others 170,164 169,170 159,673 152,720 162,594 134,704 161,109 155,735 185,345 201,535 154,546 171,235
Hauling - TS 189,781 177,065 179,053 174,309 146,044 232,438 259,299 315,586 254,381 362,848 281,605 303,003
Digging - OB 2,906,304 2,885,800 2,987,074 2,730,472 2,742,345 2,589,808 2,619,933 2,462,346 2,482,130 3,075,669 2,511,358 2,972,304
Digging - TS & Support 208,280 190,968 194,407 200,699 187,603 220,216 201,886 184,428 184,133 204,739 183,319 202,767
Digging - Coal 217,216 213,494 207,297 188,312 193,727 178,109 185,072 159,662 167,241 174,211 176,258 211,882
Support - DR 127,384 134,285 148,836 134,881 142,486 162,742 150,103 136,678 154,907 141,632 119,634 145,729
Support - DZ 931,170 877,024 869,182 878,261 945,496 926,046 839,282 814,641 847,531 881,119 770,338 766,502
Support - GR 256,095 243,072 227,771 245,253 260,112 252,964 218,275 168,075 179,579 153,336 121,422 140,345
Support - LO 14,823 18,169 23,174 22,804 26,035 18,556 15,954 14,846 15,892 16,643 14,216 16,078
Support - PU 119,589 210,158 116,802 166,351 221,154 262,088 275,623 275,214 375,672 386,402 333,669 151,569
Others 378,775 399,593 366,656 385,339 396,339 394,739 358,524 366,183 381,896 389,222 353,466 354,643
Total 12,441,080 12,734,711 12,961,639 12,389,004 12,287,061 11,355,822 11,070,395 10,139,874 10,560,386 12,495,860 10,402,994 11,474,096

Tabel 2. Pemakaian Fuel berdasarkan aktifitas

Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan maka selanjutnya akan dilakukan pengolahan terhadap
data-data tersebut yang secara umum di bagi menjadi beberapa tahapan seperti yang terlihat pada bagan
alur dibawah:

Gambar 5. Tahap Pengolahan dan Pengelolaan Data

Tahapan pengolahan data dimulai dari observasi/input data dari lapangan yang menggambarkan kondisi
aktual dilapangan, selanjutnya dari Fleet Management systems (FMS) akan diperoleh data pemakaian
fuel berdasarkan aktifitasnya serta data aktual pengamatan yang berkaitan dengan performance alat
tambang dan pemakaian fuel pada periode tertentu. Semua data tersebut akan dikumpulkan dan akan
dilakukan pengolahan dan analisa sehingga dapat dihasilkan laporan berupa performance fuel ratio by
activity, equipment heat map dan road heat map yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi
fuel ratio pada periode tersebut.
Setelah mengetahui kondisi masing-masing fuel ratio berdasarkan aktifitasnya, jika ditemukan kondisi
yang tidak sesuai dengan plan harus segera diperbaiki sehingga pemakaian fuel dapat dikontrol dengan
baik dan pada akhirnya fuel ratio yang dihasilkan dibawah plan

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


C.1 Road, Heat map, Awareness dan monitoring performance
Tantangan utama dalam penelitian ini adalah banyaknya sumber data yang mempengaruhi pemakaian
fuel, adanya temuan praktek dan kodisi di lapangan yang tidak ideal dan belum adanya alat bantu
kontrol yang dapat mensummarykan dan menampilkan kondisi-kondisi substandard tersebut.

235
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Berdasarkan hasil joint inspeksi ditemukan kondisi jalan produksi yang tidak standar dan perlu
perbaikan, kondisi jalan dikategorikan menjadi 4 jenis seperti dalam gambar 6 dibawah, metode
konstruksi jalan ditentukan berbeda-beda untuk masing-masing tipe agar kondisi dan umur jalan
menjadi tahan lama.

Gambar 6. Panduan Konstruksi Jalan

Dengan mengikuti mekanisme konstrksi jalan diatas maka kondisi jalan menjadi lebih baik dan umur
jalan lebih lama serta perawatan jalan menjadi lebih kecil, dampaknya kecepatan truk menjadi optimal
sehingga cycle time menjadi lebih cepat sehingga fuel ratio menjadi lebih effisien. Berikut konstruksi
jalan sesuai dengan metode dan mekanisme diatas dalam rangka perbaikan di Pit Melawan.

Gambar 7. Perbaikan Jalan di Melawan Pit

Untuk membantu dalam mengukur apakah aktifitas atau kondisi area sudah sesuai standar maka
dibuatlah heat map yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi-kondisi aktual tersebut, heat map
tersebut diantaranya :

236
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

 Loading point heat map


Loading point heat map adalah alat bantu checklist yang digunakan untuk mengukur suatu loading
point/area kerja alat gali apakah sudah sesuai standar atau tidak. Hal-hal yang diamati dalam
loading point heat map diantaranya sebagai berikut :
- Undulation
- Spillage
- Lebar
- Drainage
- Support equipment
- Kondisi material
- Bench High
- Lighting
Masing-masing parameter memiliki nilai dari 1-5 dengan tingkatan semakin tinggi nilai maka
kondisinya semakin baik. Kriteria penilaian setiap level ditentukan berdasarkan praktek ideal untuk
masing-masing tipe alat gali. Berikut contoh hasil penerapan loading point heat map dalam
dasboard power BI software.

Gambar 8. Penerapan dan Pencatatan Loading point heat map

 Dumping point Heat map


Dumping point heat map adalah alat bantu checklist yang digunakan untuk mengukur suatu
dumping point/area apakah sudah sesuai standar atau tidak. Hal-hal yang diamati dalam dumping
point heat map diantaranya sebagai berikut :
- Tinggi Bench
- Undulasi
- Lebar Dumping area
- Drainage

237
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

- Alat Support
- Penerangan
- Kapasitas Dumping area
- Kontrol Debu
Masing-masing parameter memiliki nilai dari 1-5 dengan tingkatan semakin tinggi nilai maka
kondisinya semakin baik. Kriteria penilaian setiap level ditentukan berdasarkan kondisi dumping.
Berikut contoh hasil penerapan loading point heat map dalam dashboard power BI software.

Gambar 9. Penerapan dan Pencatatan dumping point heat map

 Road heat map


Road heat map adalah alat bantu checklist yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu segment
jalan apakah sudah sesuai standar atau tidak. Hal-hal yang diamati dalam road heat map
diantaranya sebagai berikut :

Gambar 10. Parameter Road Grade

Kriteria penilaian setiap level ditentukan berdasarkan kondisi actual sesuai dengan parameter
road grade. Berikut contoh hasil penerapan road heat map dalam dasboard power BI software

238
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Gambar 11. Penerapan dan Pencatatan Road heat map

 Road grade monitoring


Road grade monitoring adalah system monitoring actual grade jalan produksi yang digunakan
untuk mengangkut Overburden dari Pit ke dumping point. Semua jalan produksi dimonitoring
secara regular untuk memastikan grade jalan sesuai dengan standar yaitu maksimum 8%, apabila
ada segment yang terjadi penyimpangan bisa segera dilakukan perbaikan. Contoh hasil monitoring
grade jalan dapat dilihat dalam gambar dibawah

Gambar 12. Road grade Monitoring

239
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

 Operator Heat map


Kemampuan operator dalam mengoperasikan alat sangat berpengaruh terhadap pemakaian fuel,
oleh karena itu operator harus memiliki skill yang dibutuhkan agar tidak ada kesalahan dalam
mengoperasikan alat tambang, operator juga harus memiliki awareness terkait effisiensi
pemakaian fuel. ada beberapa kriteria pengoperasian alat yang dapat menyebabkan pemakaian
fuel yang boros diantaranya engine over speed, abusive shift, overload abuse dan gear select.
Data hasil download dari VIMS digunakan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi operator ada
kesalahan atau tidak dalam mengoperasikan alat.

Gambar 13. Penerapan dan Pencatatan Operator heat map

 Equipment heat map


Pemakaian fuel setiap unit alat gali overburden yang dioperasikan harus dimonitor untuk
mengetahui apakah alat gali yang dioperasikan sudah produktif sesuai plan. Equipment heat map
dihitung dari pemakaian fuel dibagi dengan actual production setiap unit sehingga didapatkan
ratio fuel setiap unit dalam liter/bcm. Setiap alat gali memiliki baseline sesuai dengan typenya,
baseline dihitung dari pemakaian fuel dan productivity ideal untuk masing-masing type tersebut.
Satuan yang digunakan untuk memonitor alat gali tersebut adalah liter/bcm.

Gambar 14. Penerapan dan Pencatatan equipment heat map

 Awareness Fuel efficiency


Untuk memastikan semua pihak memiliki kesadaran dan tujuan yang sama untuk melakukan
perbaikan pemakaian fuel, maka dilakukan awarness secara massive terkait fuel effisiensi kesemua
karyawan kontraktor PT. Kaltim Prima Coal, selain itu untuk memastikan semua pihak yang terkait
memiliki kompetensi dan kesamaan persepsi dalam mengukur performance didalam kontrol heat
map maka dilakukan training. Awarness fuel effisiensi juga memanfaatkan semua sarana yang ada
seperti broadcast via radio, poster dan baliho diarea atau titik berkumpul karyawan.

240
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Gambar 14. Awareness Project fuel efficiency

C.2 Hasil Perbaikan Fuel Ratio


Dengan menerapkan berbagai alternatif solusi diatas maka performace fuel ratio kontraktor PT. Kaltim
prima Coal menjadi lebih baik dari sebelumnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan untuk
periode Jan – Dec 2020 fuel ratio Kontraktor turun 1.3% bila dibandingkan dengan baseline yang
ditargetkan. Berikut perbandingan kondisi aktual fuel ratio dibandingkan dengan baseline:

Grafik 2. Waterfall fuel ratio actual vs baseline

C.3 Perbaikan berkesinambungan


Dengan memanfaatkan engine software power Bi, team memvisualisasikan semua monitoring dari
lapangan dan database yang tersedia kedalam dashboard fuel ratio. Dashboard tersebut menampilkan
secara detail performance fuel ratio by activity sesuai dengan periode yang diinginkan. Dengan adanya
dashboard yang menampilkan secara real time performance Fuel ratio maka semua stockholder terkait
bisa memonitor dan melakukan analisa terhadap performance fuel ratio sesuai dengan periode dan
aktifitas yang diinginkan.

241
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

Gambar 11. Tampilan dashboard Power Bi

D. KESIMPULAN
Secara keseluruhan, hasil yang didapat selama proyek dilakukan antara lain sebagai berikut :

1. Pembagian fuel ratio by activity sangat bermanfaat untuk mengontrol pemakaian fuel karena
dapat diketahui aktifitas apa yang tidak effisient sehingga perbaikan bisa tepat sasaran
2. Untuk membantu dalam mengidentifikasi kegiatan atau kondisi yang tidak standar maka sangat
penting dibuat heat map dintaranya loading point heat map, dumping point heat map, road heat
map, road grade monitoring, operator heat map dan equipment heat map
3. Software Power Bi sangat bermanfaat untuk mengolah dan menampilkan semua data secara real
time dan mudah diakses dimana saja, shingga management dapat mengetahui kondisi actual fuel
ratio dan apabila ada kondisi yang substandard bisa segera dilakukan perbaikan
4. Dengan perbaikan, penerapan dan digitalisasi tersebut maka terjadi penurunan fuel ratio sebesar
1.3% dari baseline yang ditentukan
5. Untuk memastikan perbaikan berkesinambungan maka regular meeting dan regular update data
di software power Bi harus dilakukan secara continue
Atas pencapaian ini, terbukti bahwa penerapan monitoring heat map dan pengolahan secara digital
dengan memanfaatkan power Bi software telah memberikan perbaikan terhadap fuel ratio yang
merupakan dampak positif dari kemajuan teknologi terhadap dunia pertambangan khususnya terkait
fuel effisiensi.

242
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022

DAFTAR PUSTAKA

Mc Kinsey Consultant. (2020). Contractor Control Tower Handbook, Key levers to improve contractor
fuel efficiency Project Membara Digitalisasi
Mc Kinsey Consultant. (2020). Road Construction Sharing session
Mc Kinsey Consultant. (2019). Proof Engineer Haul road engineering and monitoring solutions
(Version 2.0)
Mining Contract TCI Pits Dept. (2021). Impact Calculation_3Month_Annualized
Mining Contract TCI Pits Dept. (2019). Kontraktor data submission Fuel consumption by activities
periode 2018-2019
Iashania, Y. 2011. Kajian Teknis Fuel Ratio Peralatan Mekanis Pembongkaran Overburden. Tambang
Batubara PT Darma Henwa, TBK Job Site Asam-asam Kec. Jorong Kab. Tanah Laut,
Kalimantan Selatan. Taknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat

243
244

Anda mungkin juga menyukai