Perbaikan Berkesinambungan Fuel Ratio
Perbaikan Berkesinambungan Fuel Ratio
Eko Ariyanto1)
1)
Supt. Contract Admin and Management
E-mail: [Link]@[Link]
ABSTRAK
Fuel Cost merupakan salah satu unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga
diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas Penambangan. Biaya rata-rata
Pemakain fuel dari total cost penambangan berkisar +/- 35%. Dengan besarnya biaya tersebut maka
harus dipastikan pemakaian fuel harus efektif dan efisien. Untuk mendapatkan pemakaian fuel yang
efisien maka dibutuhkan beberapa perbaikan baik dari segi operational, technical dan equipment.
Perbaikan – perbaikan tersebut bertujuan untuk memastikan fuel ratio bisa lebih effective dan effisient
sehingga diikuti dengan penurunan biaya pemakaian fuel.
Perbaikan fuel ratio harus dilakukan secara berkesinabungan sehingga diperlukan mekanisme dan
metode yang memudahkan kita dalam melakukan identifikasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan
digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh yang meliputi seluruk aktififitas operasional
penambangan maka kita akan mampu mengidentifikasi kontributor penyebab kenaikan fuel sehingga
dapat segera ditentukan perbaikan yang diperlukan. Key initiative yang harus dilakukan monitoring dan
dipastikan selalu dalam kondisi ideal agar fuel ratio bisa efisien adalah kondisi jalan, kondisi loading
point, kondisi dumping point, operator heatmap dan FBR unit loading.
Pengelolaan data secara digital dengan engine Power Bi yang bersumber dari data otomatis maupun
manual mampu mengklasifikasi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya yang terdiri dari Overburden
Loading, overburden hauling, coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling dan support.
Dengan membagi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya maka memudahkan dalam mengukur aktifitas
mana yang sesuai dengan rencana atau lebih tinggi dari rencana, sehingga perbaikan bisa dilakukan
secara fokus terhadap aktifitas yang diatas rencana.
Kata kunci : Fuel, Fuel Ratio, Improvement, ke initiative, Effisiensi Fuel, Operational Cost.
ABSTRACT
Fuel Cost is one of the largest unit costs in mining operations, so special attention is needed to
monitoing fuel consumption in mining activities. The average fuel cost from the total mining cost is
around +/- 35%. With this high cost, it must be ensured that fuel consumption must be effective and
efficient. To get an efficient of fuel consumption, some improvements are needed both in terms of
operational, technical and equipment. These improvements aim to ensure that the fuel ratio can be
more effective and efficient so that it is followed by a reduction in fuel consumption costs.
Improvements to the fuel ratio must be continuesly so that mechanisms and methods are needed that
make it easier for us to identify and repair needed. With a digitalization that involve all mining
operational activities, we will be able to identify the contributors to the increase in fuel ratio so that
the necessary corectice action can be determined immediately. Key initiatives that must be monitored
and ensured that they are always in ideal conditions so that the fuel ratio can be efficient are road
conditions, loading point conditions, dumping point conditions, operator heatmap and the FBR loding
equipment..
Digital data management with the Power Bi engine sourced from automatic and manual data is able
to classify the fuel ratio based on its activities consisting of Overburden Loading, overburden hauling,
coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling and support. By dividing the fuel ratio
based on its activities, it is easier to measure which activities are in accordance with the plan or higher
than the plan, so that improvements can be done with a focus on activities that are above the plan.
Keywords: Fuel, Fuel Ratio, Improvement, key initiative, Fuel Efficiency, Operational Cost
229
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
A. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Biaya penambangan terdiri dari berbagai element dan salah satunya adala biaya pemakaian bahan
bakar. Pemakaian fuel harus dikontrol dengan baik agar penggunaanya tepat sasaran dan effektif sesuai
dengan yang dibutuhkan. Hampir semua equipment yang beroperasi diarea tambang membutuhkan fuel
untuk dapat beroperasi, sehingga fuel merupakan salah satu biaya terbesar dalam aktifitas
penambangan, tidak kurang dari 35% biaya penambangan adalah biaya fuel tersebut, sehingga
diperlukan pengelolaan dan penanganan yang serius dalam penggunaanya.
Perbaikan pemakaian fuel menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk memastikan penggunaan
fuel bisa effisient, tantangan yang tidak kalah penting adalah banyaknya aktifitas yang terkait yang
dapat mempengaruhi naik dan turunnya pemakaian fuel tersebut, sehingga sulit untuk menentukan dan
mengidentifikasi secara cepat akar masalah dan menentukan alternatif solusi yang harus diambil untuk
melakukan perbaikan.
Penggunaan bahan bakar dapat dilihat dari fuel ratio untuk mengetahui perusahaan mengalami kerugian
atau mendapat keuntungan yang lebih kecil jika bahan bakar yang digunakan berlebihan, fuel ratio
merupakan perbandingan antara total konsumsi bahan bakar dan total produksi. Apabila fuel ratio
melebihi standar yang telah ditentukan, maka perusahaan perlu dilakukan evaluasi terhadap
produktivitas dan produksi overburden,coal, soil serta penggunaan bahan bakar lainnya, sehingga
dengan adanya nilai dari fuel ratio plan dan mencari nilai fuel ratio aktual, maka akan memperlihatkan
perusahaan memperoleh keuntungan atau bisa juga mendapat kerugian. Pada periode tahun 2018 -2019,
pemakaian fuel ratio disalah satu kontraktor PT. Kaltim Prima Coal mengalami kenaikan yang cukup
signifikan dibandingkan dengan plan seperti dalam grafik dibawah, sehingga diputuskan untuk
dilakukan perbaikan agar pemakaian bisa lebih effisient.
Berdasarkan grafik 1 diatas sebesar 67% dari performance fuel ratio diatas budget/plan, karena biaya
fuel dari kontraktor tersebut sebagian besar di tanggung oleh PT. Kaltim prima Coal maka kondisi
tersebut berdampak negatif terhadap biaya yang harus PT. Kaltim Prima Coal keluarkan karena rasio
diatas Budget yang sudah ditentukan. Kenaikan fuel ratio bisa disebabkan oleh berbagai hal diantaranya
kondisi loading point, kondisi dumping point, kondisi jalan angkut, kondisi alat yang digunakan dan
awareness dari karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan ditemukan kondisi operasional
yang tidak effektif dan kondisi jalan yang tidak sesuai dengan standar sehingga menyebabkan
pemakaian fuel tersebut diatas budget yang sudah dianggarkan (Gambar 1).
230
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
Ketersediaan data yang terbatas menjadi hambatan untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel
ratio dan melakukan tindakan perbaikan, sehingga perlu tambahan data untuk membantu dalam
mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel ratio tersebut.
Dengan mempertimbangkan kondisi diatas maka pemakaian fuel ratio perlu segera dilakukan
perbaikan dan diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan dan peralatan yang baru untuk
memudahkan dalam melakukan identifikasi dan nantinya perbaikannya bisa dilakukan secara
berkesinambungan dan dapat dimonitor secara reguler.
TUJUAN PENELITIAN
Adapun yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbaikan fuel ratio dari
salah satu kontraktor di PT. Kaltim Prima coal agar sesuai dengan budget serta melakukan digitalisasi
dalam melakukan pencatatan dan monitoring kegiatan operasional yang mempengaruhi pemakaian fuel
dengan menggunakan Power Bi software sehingga dapat secara cepat dan akurat dalam
mengidentifikasi penyebab kenaikan fuel ratio dan apabila cepat diidentifikasi maka perbaikan dapat
segera dilakukan. Salah satu cara dalam memudahkan dalam melakukan identifikasi adalah dengan
membuat heatmap untuk masing-masing aktifitas utama dalam kegiatan penambangan
231
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
B. METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan
melakukan langkah Studi Literatur, observasi dilapangan dan Analisa Data untuk menemukan solusi
penyelesaian masalah.
Total FC
𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹 =
𝑂𝑂𝑂𝑂
Dimana:
FBR = konsumsi fuel (liter/jam)
Total FC = total fuel consumption (liter)
OH = waktu kerja (jam)
Fuel ratio
Merupakan nilai rasio yang menunjukkan perbandingan antara penggunaan bahan bakar (liter/jam)
dengan produksi yang dihasilkan (bcm/jam) (Iashania, 2011:II-7). Penggunaan fuel ratio bertujuan agar
dapat mengetahui seberapa banyak konsumsi bahan bakar yang diperlukan sehingga dapat mengontrol
biaya produksi. Fuel ratio sangat mempengaruhi suatu perusahaan tambang akan memperoleh
keuntungan atau kerugian, karena anggaran fuel ratio termasuk dalam anggaran besar dalam kegiatan
operasi produksi. Nilai fuel ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
232
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
Berdasarkan hasil benchmark yang dilakukan terhadap perusahaan lain, performance fuel ratio
kontraktor PT. Kaltim Prima Coal masih diatas sehingga masih sangat terbuka lebar untuk dilakukan
perbaikan untuk menurunkan fuel ratio sehingga dapat memberikan keuntungan bagi Kontraktor dan
PT. Kaltim Prima Coal. Berikut adalah posisi fuel ratio kontraktor PT. Kaltim Prima Coal bila
dibandingkan dengan Fuel ratio perusahaan tambang lain.
Kontraktor memilik database yang baik untuk pencatatan pemakaian fuel, ada peluang untuk
memisahkan pemakaian fuel berdasarkan aktifitas, sehingga dapat membantu dalam melakukan analisa
fuel ratio per aktifitas terhadap kegiatan penambangan.
233
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
Untuk membantu dalam obsevasi kondisi jalan diarea kontraktor PT. Kaltim prima coal digunakan alat
bantu dari Proof Engineer, dimana alat ini mampu mengidentifikasi kondisi jalan yang dilewati jika
alat tersebut dipasang pada unit yang berjalan. Hasil identifikasi divisualisasikan dalam bentuk warna
hijau, kuning, orange dan merah, warna-warna tersebut menujukan kondisi jalan yang dilewati.
Diskripsi warna dalam proof engineer dapat dilihat pada table 1 dibawah :
Dari hasil pengamatan menggunakan proof engineer dapat diketahui beberap segment jalan kondisinya
tidak baik dan perlu dilakukan perbaikan seperti pada Gambar 4 dibawah :
234
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
Activities Aug-18 Sep-18 Oct-18 Nov-18 Dec-18 Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19 May-19 Jun-19 Jul-19
Hauling - Coal 1,092,421 1,148,104 1,228,592 1,115,063 1,029,313 975,494 891,723 819,430 1,031,780 1,287,416 1,165,735 1,124,660
Hauling - OB 5,829,078 6,067,809 6,253,122 5,994,540 5,833,813 5,007,918 4,893,612 4,267,050 4,299,899 5,221,088 4,217,428 4,913,379
Hauling - Others 170,164 169,170 159,673 152,720 162,594 134,704 161,109 155,735 185,345 201,535 154,546 171,235
Hauling - TS 189,781 177,065 179,053 174,309 146,044 232,438 259,299 315,586 254,381 362,848 281,605 303,003
Digging - OB 2,906,304 2,885,800 2,987,074 2,730,472 2,742,345 2,589,808 2,619,933 2,462,346 2,482,130 3,075,669 2,511,358 2,972,304
Digging - TS & Support 208,280 190,968 194,407 200,699 187,603 220,216 201,886 184,428 184,133 204,739 183,319 202,767
Digging - Coal 217,216 213,494 207,297 188,312 193,727 178,109 185,072 159,662 167,241 174,211 176,258 211,882
Support - DR 127,384 134,285 148,836 134,881 142,486 162,742 150,103 136,678 154,907 141,632 119,634 145,729
Support - DZ 931,170 877,024 869,182 878,261 945,496 926,046 839,282 814,641 847,531 881,119 770,338 766,502
Support - GR 256,095 243,072 227,771 245,253 260,112 252,964 218,275 168,075 179,579 153,336 121,422 140,345
Support - LO 14,823 18,169 23,174 22,804 26,035 18,556 15,954 14,846 15,892 16,643 14,216 16,078
Support - PU 119,589 210,158 116,802 166,351 221,154 262,088 275,623 275,214 375,672 386,402 333,669 151,569
Others 378,775 399,593 366,656 385,339 396,339 394,739 358,524 366,183 381,896 389,222 353,466 354,643
Total 12,441,080 12,734,711 12,961,639 12,389,004 12,287,061 11,355,822 11,070,395 10,139,874 10,560,386 12,495,860 10,402,994 11,474,096
Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan maka selanjutnya akan dilakukan pengolahan terhadap
data-data tersebut yang secara umum di bagi menjadi beberapa tahapan seperti yang terlihat pada bagan
alur dibawah:
Tahapan pengolahan data dimulai dari observasi/input data dari lapangan yang menggambarkan kondisi
aktual dilapangan, selanjutnya dari Fleet Management systems (FMS) akan diperoleh data pemakaian
fuel berdasarkan aktifitasnya serta data aktual pengamatan yang berkaitan dengan performance alat
tambang dan pemakaian fuel pada periode tertentu. Semua data tersebut akan dikumpulkan dan akan
dilakukan pengolahan dan analisa sehingga dapat dihasilkan laporan berupa performance fuel ratio by
activity, equipment heat map dan road heat map yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi
fuel ratio pada periode tersebut.
Setelah mengetahui kondisi masing-masing fuel ratio berdasarkan aktifitasnya, jika ditemukan kondisi
yang tidak sesuai dengan plan harus segera diperbaiki sehingga pemakaian fuel dapat dikontrol dengan
baik dan pada akhirnya fuel ratio yang dihasilkan dibawah plan
235
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
Berdasarkan hasil joint inspeksi ditemukan kondisi jalan produksi yang tidak standar dan perlu
perbaikan, kondisi jalan dikategorikan menjadi 4 jenis seperti dalam gambar 6 dibawah, metode
konstruksi jalan ditentukan berbeda-beda untuk masing-masing tipe agar kondisi dan umur jalan
menjadi tahan lama.
Dengan mengikuti mekanisme konstrksi jalan diatas maka kondisi jalan menjadi lebih baik dan umur
jalan lebih lama serta perawatan jalan menjadi lebih kecil, dampaknya kecepatan truk menjadi optimal
sehingga cycle time menjadi lebih cepat sehingga fuel ratio menjadi lebih effisien. Berikut konstruksi
jalan sesuai dengan metode dan mekanisme diatas dalam rangka perbaikan di Pit Melawan.
Untuk membantu dalam mengukur apakah aktifitas atau kondisi area sudah sesuai standar maka
dibuatlah heat map yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi-kondisi aktual tersebut, heat map
tersebut diantaranya :
236
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
237
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
- Alat Support
- Penerangan
- Kapasitas Dumping area
- Kontrol Debu
Masing-masing parameter memiliki nilai dari 1-5 dengan tingkatan semakin tinggi nilai maka
kondisinya semakin baik. Kriteria penilaian setiap level ditentukan berdasarkan kondisi dumping.
Berikut contoh hasil penerapan loading point heat map dalam dashboard power BI software.
Kriteria penilaian setiap level ditentukan berdasarkan kondisi actual sesuai dengan parameter
road grade. Berikut contoh hasil penerapan road heat map dalam dasboard power BI software
238
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
239
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
240
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
241
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
D. KESIMPULAN
Secara keseluruhan, hasil yang didapat selama proyek dilakukan antara lain sebagai berikut :
1. Pembagian fuel ratio by activity sangat bermanfaat untuk mengontrol pemakaian fuel karena
dapat diketahui aktifitas apa yang tidak effisient sehingga perbaikan bisa tepat sasaran
2. Untuk membantu dalam mengidentifikasi kegiatan atau kondisi yang tidak standar maka sangat
penting dibuat heat map dintaranya loading point heat map, dumping point heat map, road heat
map, road grade monitoring, operator heat map dan equipment heat map
3. Software Power Bi sangat bermanfaat untuk mengolah dan menampilkan semua data secara real
time dan mudah diakses dimana saja, shingga management dapat mengetahui kondisi actual fuel
ratio dan apabila ada kondisi yang substandard bisa segera dilakukan perbaikan
4. Dengan perbaikan, penerapan dan digitalisasi tersebut maka terjadi penurunan fuel ratio sebesar
1.3% dari baseline yang ditentukan
5. Untuk memastikan perbaikan berkesinambungan maka regular meeting dan regular update data
di software power Bi harus dilakukan secara continue
Atas pencapaian ini, terbukti bahwa penerapan monitoring heat map dan pengolahan secara digital
dengan memanfaatkan power Bi software telah memberikan perbaikan terhadap fuel ratio yang
merupakan dampak positif dari kemajuan teknologi terhadap dunia pertambangan khususnya terkait
fuel effisiensi.
242
PROSIDING TPT XXXI PERHAPI 2022
DAFTAR PUSTAKA
Mc Kinsey Consultant. (2020). Contractor Control Tower Handbook, Key levers to improve contractor
fuel efficiency Project Membara Digitalisasi
Mc Kinsey Consultant. (2020). Road Construction Sharing session
Mc Kinsey Consultant. (2019). Proof Engineer Haul road engineering and monitoring solutions
(Version 2.0)
Mining Contract TCI Pits Dept. (2021). Impact Calculation_3Month_Annualized
Mining Contract TCI Pits Dept. (2019). Kontraktor data submission Fuel consumption by activities
periode 2018-2019
Iashania, Y. 2011. Kajian Teknis Fuel Ratio Peralatan Mekanis Pembongkaran Overburden. Tambang
Batubara PT Darma Henwa, TBK Job Site Asam-asam Kec. Jorong Kab. Tanah Laut,
Kalimantan Selatan. Taknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat
243
244