PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR
PENYELENGGARAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK
BARU (POS PPDB)
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH XI
SMA NEGERI 1 GARUT
2022
KEPUTUSANAN KEPALA SMA NEGERI 1 GARUT NOMOR :
800 / 65 / SMA.01/Cadisdik Wil. XI/2022
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Kepala SMA Negeri 1 Garut
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama : Prosedur Operasional Standar Penerimaan Peserta Didik Baru (POS
PPDB) untuk mengatur penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik
Baru di SMA Negeri 1 Garut
Kedua : POS PPDB tersebut tercantum dalam lampiran yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari Surat Keputusan PPDB ini
Ketiga : Hal-hal lain yang belum diatur dalam POS PPDB ini akan diatur lebih
lanjut
Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
catatan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan
diadakan perbaikan seperlunya
Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : Mei 2022
Drs. Sumpena Permana Putera, S.H., [Link]
NIP. 196403201992031004
Tembusan :
1. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Jawa Barat
2. Arsip
Lampiran, KEPUTUSANAN KEPALA SMA NEGERI 1 GARUT
NOMOR : 800 / / [Link]. XI/2022
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)
PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1GARUT
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
A. KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadarat Allah SWT, alhamdulillah dengan nikmat,
rahmat, dan karunianya Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Penerimaan
Peserta Didik Baru SMA NEGERI 1Garut telah selesai dibuat.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW, mudah
mudahan sampai kepada kita sebagai umatnya sampai akhir zaman.
Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru SMA
NEGERI 1Garut sengaja dibuat sebagai acuan dan pedoman dalam Penerimaan Peserta
Didik Baru di SMA NEGERI 1Garut Tahun Pelajaran 2022/2023.
Mudah mudahan Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Penerimaan Peserta
Didik Baru SMA NEGERI 1Garut bermanfaat. Atas segala kritik yang sifatnya membangun
sangat diharapkan demi tersempurnanya Prosedur Operasional Standar (POS)
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru SMA NEGERI 1Garut ini.
B. PENDAHULUAN :
1. Latar Belakang
Pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembang kan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-
nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan
perubahan zaman dan berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sistem pendidikan nasional merupakan keseluruhan komponen pendidikan
yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Satuan pendidikan sebagai komponen dari sistem pendidikan, merupakan
kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur
formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan
sebagai penyelenggara pendidikan sudah semestinya memperhatikan Prinsip
Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana UU RI no. 20 tahun 2203 Pasal 4
yang menyatakan:
1. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak
diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan,
nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
2. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan
sistem terbuka dan multimakna.
3. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
4. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun
kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan
budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen
masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian
mutu layanan pendidikan
Dengan demikian, satuan pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan, dalam
penyelenggaraan pendidikan dimulai dari kegiatan penerimaan peserta didik
baru sudah semestinya juga memperhatikan hak dan kewajiban warga Negara
sebagaimana UU RI nomor 20 tahun 2003 pasal 5, yaitu:
1 Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu.
2 Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual,
dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
3 Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat
yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.
4 Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa
berhak memperoleh pendidikan khusus.
5 Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan
pendidikan sepanjang hayat.
Peserta didik, sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan
potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan
jenis pendidikan tertentu, perlu difasilitasi untuk mendapatkan layanan
pendidikan yang baik dan berkeadilan mulai dari kegiatan penerimaan peserta
didik baru (PPDB).
Pelayanan pendidikan , mulai dari PPDB yang baik, dapat terwujud jika terjalin
kerjasama antara komponen pendidikan yang satu dengan komponen lainnya
termasuk orang tua siswa , dan masing-masing bertanggung jawab terhadap
keberlangsungan penyelenggaraanaa pendidikan sebagaimana UU RI no.20
tahun 2003 bagian kedua pasal 7 yang menjelaskan bahwa Hak dan Kewajiban
Orang Tua adalah:
1. Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan
memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.
2. Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan
pendidikan dasar kepada anaknya.
Demikian pula pada bagian ketiga pasal 8, masyarakat berhak berperan serta
dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program
pendidikan, dan Pasal 9 menyatakan masyarakat berkewajiban memberikan
dukungan sumber daya dalam penyelenggaraanpendidikan.
SMA NEGERI 1Garut merupakan satuan pendidikan harus mampu mewujudkan
hal tersebut di atas, maka dipandang perlu menyusun regulasi PPDB
diantaranya membuat Standar Operasional Pelaksanaan PPDB untuk dijadikan
pedoman dalam pelaksanaan PPDB, agar penyelenggaraan PPDB dapat
terlaksana dengan aman tertib dan sukses sebagaimana amanat Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentan Sistem
Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang
Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki
Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016
tentang Pengenalan Lingkungan Satuan pendidikan Bagi Siswa Baru
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 839);
6. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
67 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan
Dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Layanan Khusus;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019
tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman KanakKanak, Sekolah
Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah
Menengah Kejuruan, atau Bentuk lain yang Sederajat;
8. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri
Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2019 Nomor 420/2973/SJ Tentang
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru;
9. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2020
Tentang Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Penentuan Kelulusan Peserta
Didik Dan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran
2020/2021;
10. Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 4 Tahun 2020
Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 1 9);
11. Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penerimaan
Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah
Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa di Provinsi Jawa Barat.
12. Peraturan Gubernur No 21 Tahun 2022 Perubahan atas Peraturan
Gubernur No 29 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB
13. Hasil Rapat Manajemen SMA NEGERI 1 Garut tahun 2022
14. Program Kesiswaan SMA NEGERI 1Garut Tahun Pelajaran 2022/2023
C. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN POS
Maksud dan Tujuan dibuatnta Prosedur Operasional Standar PPDB SMA NEGERI 1
Garut adalah:
1. Sebagai acuan pelaksanaan secara teknis bagi Panitia Penyelenggara
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMA NEGERI 1 Garut
2. Memberikan informasi kepada seluruh komponen di SMA NEGERI 1 Garut
3. Memberikan arahan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru kepada Calon
Peserta Didik yang akan melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan SMA
NEGERI 1 Garut.
4. Memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan di bidang
pendidikan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru;
D. SASARAN
Sasaran Prosedur Operasional Standar PPDB SMA 1 Garut adalah:
1. Panitia penyelenggara PPDB pada satuan pendidikan;
2. Satuan pendidikan SMA Negeri Garut sebagai penyelenggara PPDB;
3. Orang tua dan Calon Peserta Didik lulusan SMP/MTs/sederajat;
4. Para pemangku kepentingan di bidang pendidikan;
5. Masyarakat pemerhati pendidikan/pengguna layanan PPDB.
E. PROFIL SEKOLAH
1. IDENTITAS SATUAN PENDIDIKAN SMA:
a. Nama satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 GARUT
b. Alamat : Jl. Mekarsari No. 91
c. Zona PPDB (SMA) : Kota Garut
d. Rencana Program peminatan yang akan difasilitasi di SMA NEGERI 1
Garut tahun pelajaran 2022/2023
1) Program IPA 9 Rombel
2) Program IPS 3 Rombel
2. TENAGA PENDIDIK:
a. Jumlah guru 91 orang
b. Jumlah guru berdasarkan peminatan (SMA)
1. Guru Peminatan IPA sebanyak 20 orang
2. Guru Peminatan IPS sebanyak 15 orang
3. KESIAPAN RUANG
No Nama Ruang Luas Ruang Kondisi
1 R. Kelas X IPA 1 72 M2 Baik
2 R. Kelas X IPA 2 72 M2 Baik
3 R. Kelas X IPA 3 72 M2 Baik
4 R. Kelas X IPA 4 72 M2 Baik
5 R. Kelas X IPA 5 72 M2 Baik
6 R. Kelas X IPA 6 72 M2 Baik
7 R. Kelas X IPA 7 72 M2 Baik
8 R. Kelas X IPA 8 72 M2 Baik
9 R. Kelas X IPA 9 72 M2 Baik
10 R. Kelas X IPS 1 72 M2 Baik
11 R. Kelas X IPS 2 72 M2 Baik
12 R. Kelas X IPS 3 72 M2 Baik
4. ANALISA RUANG KELAS, ROMBONGAN BELAJAR DAN PESERTA DIDIK
Tingkat Kelas
No Komponen/Aspek
X XI XII Jumlah
1 Jumlah Ruang Kelas 12 12 12 36
2 Jumlah Rombongan Belajar 12 12 24
3 Jumlah Peserta Didik 434 433 867
4 Rencana Jumlah Rombongan Belajar Peserta 12
Didik Baru 12
5 Rencana Jumlah Peserta Didik Baru Kelas X 420 420
6 Rencana Jumlah Rombongan Belajar Tahun
2022/2023 12 12 12 36
7 Rencana Jumlah Peserta Didik baru Tahun 420
2022/2023
5. DAYA TAMPUNG
1. Daya Tampung : 12 Rombel
2. 1 Rombel : 36 Peserta Didik
3. Siswa Tidak Naik 12
4. Total Daya Tampung : 12 X 36 = 432 - 12 = 420
Rincian sebagai berikut :
Rencana PPDB SMA NEGERI 1Garut tahun 2022
NO JALUR % % KUOTA JUMLAH
1 ZONASI 50 % 211 211
2 ABK 3% 13
KETM WARGA
TERDEKAT (1,5 12 % 47
AFIRMASI KM) 20 % 81
4 KONDISI
5% 21
TERTENTU
5 PERPINDAHAN ORTU / GURU 5% 26 26
6 PRESTASI RAPOR 13 % 55
7 PRESTASI PRESTASI 25 % 103
12 % 48
KEJUARAAN
8 SISWA TIDAK NAIK 12 12
432 432
Dasar yang dijadikan pertimbangan dalam penetepan Kuota Per-Jalur pada SMA NEGERI
1Garut adalah:
1. Prinsip-prinsip PPDB 2022 yaitu obyektif, transparan, dan akuntabel.
2. Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB SMA 2022
3. Ketersediaan dan kesiapan SMA NEGERI 1Garut ditinjau dari segi
sarana prasarana, kondisi ketersediaaan tenaga pendidik dan
kependidikan.
F. PPDB SMA NEGERI 1GARUT
PPDB SMA NEGERI 1Garut terdiri dari empat jalur, meliputi: Jalur Afirmasi
KETM, ABK, Kondisi tertentu, Jalur Zonasi (Prioritas terdekat), Jalur
Perpindahan tugas Orang Tua/Wali/ Anak Guru, dan Jalur Prestasi.
1. Jadwal PPDB SMA NEGERI 1Garut Tahun Pelajaran 2022/2023
Tahap 1
No. Uraian Kegiatan Tempat Waktu Ket.
1. Pengumuman Website PPDB, April sd. Mei
Pendaftaran/Sosialisasi sekolah, media lain 2022
2. Pendaftaran : Online oleh 6 sd 10 Juni
1. jalur afirmasi (KETM), pendaftar atau 2022 (Senin
2. jalur perpindahan tugas Sekolah asal sd Jumat)
/anak guru,
3. jalur prestasi
3. 1. Verifikasi data Calon SMA NEGERI 11 sd 16 Juni
Peserta Didik yang telah 1Garut 2021
diinput
2. Uji kompetensi prestasi
kejuaraan ( jika masa
darurat Covid berakhir)
3. Pengolahan nilai
4. Rapat dewan Guru SMA Negeri 1 17 Juni 2022
Garut
5. Kordinasi Satuan Pendidikan Disdik 18 Juni 2022
dan Disdik (Jumat)
6. Pengumuman : Website PPDB 21 Juni 2022
(Senin)
7. Daftar ulang jalur afirmasi, , 1. Sekolah yang 22– 23 Juni
perpindahan/anak guru dan dituju 2022
jalur prestasi (disesuaikan masa
darurat Covid19)
2. online
Tahap 2
No. Uraian Kegiatan Tempat Waktu Ket.
1. Pendaftaran jalur zonasi 1. Online /dalam 23-30 Juni
jaringan (daring), 2022 (Kamis
jika masih masa s.d. Rabu)
darurat Covid19.
2. Sekolah yang
dituju (jika sudah
tidak masa darurat
Covid-19)
2. Verifikasi data Calon SMA NEGERI 1, 2 Juli 2022
Peserta Didik yang telah 1Garut (Kamis, Jumat)
diinput
3. Rapat Dewan Guru SMA Negeri 1 5 Juli 2021
Garut
4. Kordinasi Satuan Disdik 6 Juli 2022
Pendidikan dan Dinas
Pendidikan
5. Pengumuman jalur zonasi Website PPDB/ 7 Juli 2022
Sekolah yang dituju
6. Daftar Ulang SMA NEGERI 8 s.d 12 Juli
1Garut 2021
7. Tahun Pelajaran Baru SMA Negeri 16 14 Juli 2022
Garut
2. Persyaratan PPDB SMA
a. Seluruh dokumen persyaratan diupload melalaui webside PPDB SMA, yaitu:
Dibantu Sekolah Asal: [Link]
Online Mandiri : [Link]
b. Seluruh dokumen persyaratan disiapkan fotocopy dan aslinya. Diserahkan
saat daftar ulang, setelah pengumuman penerimaan peserta didik baru
(jika masa darurat Covid19 sudah berkurang sehingga jumlah penerimaan
akan berkurang sesuai dengan proporsinya). Dengan kondisi yang lain
sesuai dengan kriteria kondisi tertentu (banjir, becana alam).
c. Kelengkapan persyaratan administrasi PPDB yang harus dipenuhi oleh
Calon Peserta Didik SMA berupa persyaratan umum dan persyaratan
khusus:
1) Persyaratan Umum:
a) Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan
sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan
pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan
SMP;
b) Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu)
tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, dan belum menikah;
c) Kartu Tanda Penduduk Orang Tua Siswa
d) Kartu Keluarga yang menerangkan bahwa Calon Peserta Didik yang
bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun;
e) Data nilai pengetahuan rapor semester 1 sampai semester 5
f) Dokumen surat tanggungjawab mutlak atau pakta integritas orang
tua yang menyatakan data Calon Peserta Didik asli, dan bersedia
dikenakan sanksi jika terbukti ada pemalsuan, dibubuhi materai dan
ditanda tangan orang tua.
2) Persyaratan Khusus:
a) Piagam dan Dokumentasi prestasi kejuaraan yang dimiliki dan
sesuai kriteria yang ditetapkan untuk jalur prestasi abik akademik
maupun non akademik maksimal 5 tahun dan minimal 6 bulan
b) Calon Peserta Didik dari daerah bencana alam atau bencana sosial
(kondisi tertentu) yang ditetapkan sebagai bencana nasional
maupun daerah, menyerahkan Surat Keterangan Domisili dari
RT/RW yang dilegalisir oleh Lurah/Kepala desa setempat untuk
kondisi tertentu;
c) Surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan
yang memberi tugas untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali
maksimal 3 tahun dan/atau anak guru;
d) Kartu keikutsertaan dalam program penanganan kemiskinan dari
pemerintah atau pemerintah daerah (Kartu Indonesia Pintar,
Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat dan bukti lain
yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah);
3. Alur PPDB SMA NEGERI 1Garut
1. Jalur Zonasi Afirmasi
No. Uraian Kegiatan Keterangan
1. Pendaftaran online Langsung/sekolah asal
a. Mengisi data pendaftaran pada aplikasiPPDB (mandiri)
b. Cetak bukti pendaftaran
2. Pilihan sekolah
a. Zonasi: 3 pilhan, 2 Negeri 1 swasta (dalam zonasi)
b. Afirmasi: 3 pilihan, 2 Negeri 1 swasta (dalam/luar zonasi
3. Seleksi Zonasi, Afirmasi, Perpindahan/anakguru
Pemeringkatan jarak domisili kesekolah
Hingga batas kuota
4. Jika ada jarak yang sama pada batas kuota
Seleksi selanjutnya berdasarkan USIA yang lebih tua
2. Jalur Perpindahan Orang Tua/Anak Guru
No. Uraian Kegiatan Keterangan
1. Pendaftaran Online
2. Mengisi data pada aplikasi PPDB & cetak bukti
pendaftaran.
3. Pilihan sekolah: 2 pilihan sekolah1 Negeri 1 Swasta
(LUAR/DALAM ZONASI)
4. Verivikasi data & seleksi oleh sekolah
5. Pengumuman
6. KORDINASI KE DINAS & UNGGAH KE
SISTEM IT PPDB
7. Rapat Dewan Guru & Penetapan Hasil PPDB
3. Jalur Prestasi
No. Uraian Kegiatan Keterangan
1. Pendaftaran Online langsung/sekolah asal.
2. Mengsi Format Pendaftaran pada Aplikasi PPDB & Cetak
bukti Pendaftaran.
3. Pilihan Sekolah:
Prestasi Nilai Raport : 2 Pilihan( 1 NegeriI 1 Swasta)
Prestasi Perlombaan : 2 Pilihan ( 1 Negeri 1 Swasta)
4. Verifikasi Data Siswa/Uji Kompetensi
( Disesuaikan kondisi COVID 19)
5. Seleksi oleh sekolah
6. Rapat Dewan Guru-Penetapan Hasil PPDB
7. Kordinasi ke Panitia Disdik
8. UNGGAH/UPLOAD Ke Sistem PPDB
4. Tata Cara Pendaftaran SMA
a. Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman website resmi
PPDB Tahun Pelajaran 2022/2023 Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan
alamat: Dibantu Sekolah Asal : [Link]
Online Mandiri : [Link] laman
website masing-masing satuan Pendidikan.
b. Jika pendaftaran selesai, selanjutnya pendaftar melakukan pencetakan
bukti pendaftaran dari laman PPDB.
c. Bagi Calon Peserta Didik/orang tua yang terkendala untuk mendaftar
secara daring, dapat berkordinasi dengan walikelas sekolah asal
(SMP/MTs), untuk didaftarkan oleh pihak sekolah.
d. Calon Peserta Didik afirmasi melakukan pendaftaran daring oleh sekolah
asal dengan bantuan operator sekolah atau mandiri.
e. Pendaftaran PPDB SMA dilakukan dalam dua (2) tahap dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Tahap pertama adalah pendaftaran jalur afirmasi (KETM), perpindahan
orang tua /anak guru, dan jalur prestasi nilai akademik rapor maupun
prestasi perlombaan (jadwal terlampir).
2) Tahap kedua adalah pendaftaran jalur zonasi (termasuk disabilitas).
3) Calon Peserta Didik yang tidak lolos seleksi pada jalur afirmasi,
perpindahan orang tua siswa/anak guru, kondisi tertentu, serta jalur
prestasi pada tahap 1 dapat mendaftar kembali pada jalur zonasi di
tahap kedua.
4) Calon Peserta Didik yang tidak lolos pada jalur afirmasi di sekolah negeri
akan disalurkan Dinas Pendidikan Provinsi ke sekolah swasta sesuai
pilihannya.
f. Bagi pendaftar dengan daring langsung atau dengan bantuan operator
sekolah asal, ketentuan pendaftaran sebagai berikut:
1) Mengikuti alur tahapan pendaftaran
2) Mencetak bukti pendaftaran dari website PPDB;
3) Bukti fisik fotocopy dan asli dokumen persyaratan, didokumentasikan
dalam map untuk diserahkan ke sekolah yang dituju setelah
pengumuman PPDB, pada jadwal daftar ulang (informasi menyusul,
menyesuaikan dengan kondisi masa darurat Covid19)
g. Pilihan sekolah dapat memilih sekolah negeri atau swasta yang mendapat
bantuan dana BOS (daftar sekolah terlampir).
h. Calon Peserta Didik jalur afirmasi dapat mendaftarkan di dalam atau di luar
wilayah zonasi domisili peserta didik sepanjang memenuhi persyaratan.
i. Calon Peserta Didik SMA jalur zonasi, dapat memilih sekolah pilihan ke
satu, pilihan ke dua, dan ke tiga dalam zona yang sesuai tempat domisili,
j. Calon Peserta Didik SMA jalur prestasi akademik nilai rapor, dapat
memilih satu sekolah pilihan di dalam atau luar zonasi .
k. Calon Peserta Didik SMA jalur prestasi kejuaraan, dapat memilih dua ( 1
Negeri dan 1 swasta) sekolah pilihan di dalam atau luar zonasi yang
memfasilitasi pembinaan prestasi sesuai jenis bidang prestasi yang dimiliki
Calon Peserta Didik;
l. Calon Peserta Didik jalur perpindahan tugas orang tua dapat memilih tiga
sekolah pilihan dengan ketentuan di luar wilayah zonasi domisili asal Calon
Peserta Didik, dibuktikan:
1) alamat pada Kartu Keluarga;
2) surat perpindahan tugas perpindahan;
m. Calon Peserta Didik anak guru/tenaga pendidik atau tenapa kependidikan,
dapat memilih dua sekolah pilihan dalam/luar zonasi.
n. Bagi pendaftar dengan daring langsung atau dengan bantuan operator
sekolah asal, ketentuan pendaftaran sebagai berikut
1) Mengikuti alur tahapan pendaftaran
2) Mencetak bukti pendaftaran dari website PPDB;
3) Bukti fisik fotocopy dan asli dokumen persyaratan, didokumentasikan
dalam map untuk diserahkan ke sekolah yang dituju setelah
pengumuman PPDB, pada jadwal daftar ulang (informasi menyusul,
menyesuaikan dengan kondisi masa darurat Covid19).
o. Pilihan sekolah dapat memilih sekolah negeri atau swasta yang mendapat
bantuan dana BOS (daftar sekolah terlampir).
5. Seleksi PPDB SMA
a. Seleksi jalur zonasi
Seleksi jalur zonasi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1) Verifikasi data Calon Peserta Didik oleh operator sekolah berdasarkan
data yang diinput pendaftar;
2) Seleksi dilakukan dengan prioritas utama jarak tempat tinggal terdekat
ke satuan pendidikan dalam zonasi yang ditetapkan;
3) Jarak tempat tinggal terdekat dihitung berdasarkan jarak radius dari
tempat tinggal ke satuan pendidikan menggunakan sistem teknologi
informasi geolokasi;
4) Seleksi dilakukan melalui pemeringkatan jarak oleh sistem teknologi
informasi hingga batas kuota yang ditetapkan satuan Pendidikan
(minimal 50%);
5) Jika pada batas kuota terdapat beberapa Calon Peserta Didik yang
memiliki jarak sama, maka dilakukan seleksi selanjutnya dengan urutan
prioritas Calon Peserta Didik yang berusia lebih tua;
6) Jika di pilihan ke satu sampai batas kuota tidak lolos karena daya
tampung, pemeringkatan selanjutnya dilakukan di satuan pendidikan
pilihan dua, dan pilihan ke tiga (swasta) dalam zona yang sama;
7) Jika sampai batas kuota di sekolah pilihan dua tidak lolos, Calon Peserta
Didik dinyatakan tidak diterima di sekolah tersebut;
b. Seleksi jalur afirmasi (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu).
Seleksi jalur afirmasi melalui tahapan:
1) Verifikasi data Calon Peserta Didik dari keluarga ekonomi tidak mampu
dan/atau disabilitas yang telah diinput saat mendaftar;
2) Seleksi dilakukan melalui pemeringkatan jarak hingga batas kuota yang
ditetapkan satuan pendidikan (minimal 15% ( 12 afirmasi dan 3% ABK
dan CIBI) serta 5% kondisi tertentu).
3) Jarak domisili pendaftar ke sekolah SMAN 1 Garut dapat dijangkau
dengan jalan kaki yaitu dibawah 3 Km dan menjadi dasar validasi dan
berikutnya verifikasi.
4) Jika beberapa siswa memiliki jarak domisili yang sama, selanjutnya
dilakukan seleksi berdasarkan pemeringkatan usia yang lebih tinggi;
5) Jika tidak lolos pada seleksi di sekolah pilihan ke satu, selanjutnya
dilakukan pemeringkatan jarak di sekolah pilihan ke dua;
6) Jika tidak lolos di sekolah pilihan ke dua, maka Calon Peserta Didik
dinyatakan tidak diterima di sekolah tersebut.
7) Calon Peserta Didik jalur KETM yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri
akan disalurkan ke sekolah swasta terdekat domisili dan akan mendapat
bantuan dana pendidikan dari pemerintah.
8) Jika kuota afirmasi tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan pada jalur
zonasi.
c. Seleksi Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Anak Guru.
1) Seleksi jalur perpindahan tugas orang tua, melalui tahapan: Verifikasi
data Calon Peserta Didik jalur perpindahan tugas orang tua atau anak
guru yang sudah di input saat pendaftaran;
2) Sudah Memiliki domisili, ditunjukan dengan surat domisili (berdasarkan
Surat tugas orang tua) Calon Peserta Didik.
3) Seleksi bagi anak guru Calon Peserta Didik yang memilih SMA NEGERI 1
Garut dengan kriteria:
a. Anak guru
1. Yang kesatu Di utamakan anak guru dan civitas akademik dari
lingkungan SMA dan NEGERI 1 Garut
2. Yang kedua bagi anak guru SMA, anak Kepala SMA, dan
Pengawas SMA
3. Yang ketiga bagi anak guru SMP, anak Kepala Sekolah SMP, dan
Pengawas SMP yang lokasi SMP nya terdekat dengan SMA
NEGERI 1 Garut
4. Yang keempat bagi guru SD, Kepala Sekolah SD, dan pengawas
SD yang lokasi SD nya terdekat dengan SMA NEGERI 1 Garut.
5. Untuk Guru yang bertugas diluar SMA NEGERI 1 dengan surat
keterangan dari pimpinan/atasan tempat bekerja.
b. Kriteria perpindahan tugas orang tua
1. Maksimal perpindahan tugas selama 3 tahun
2. Dan di perkuat dengan Surat Keterangan Pimpinan / Atasan
tempat orang tua calon peserta didik baru bekerja.
4) Seleksi selanjutnya dilakukan melalui pemeringkatan jarak domisili ke
satuan pendidikan;
5) Jika pada batas kuota terdapat beberapa Calon Peserta Didik dengan
jarak yang sama, pemeringkatan selanjutnya berdasarkan usia yang
lebih tua;
6) Calon Peserta Didik yang diterima merupakan hasil pemeringkatan
hingga batas kuota yang ditetapkan satuan pendidikan (maksimal 5%)
7) Jika kuota jalur perpindahan tidak terpenuhi, maka sisa kuota
dilimpahkan kepada jalur zonasi.
d. Seleksi jalur prestasi:
1) Prestasi akademik nilai rapor:
Satuan pendidikan menetapkan kuota masing-masing jalur prestasi
akademik nilai rapor dan prestasi kejuaraan. Seleksi jalur prestasi
akademik nilai rapor dilaksanakan melalui tahapan berikut:
a) Verifikasi data Calon Peserta Didik jalur prestasi akademik nilai
rapor yang telah dimasukan (input) saat pendaftaran
b) Seleksi dilaksanakan secara di luar jaringan (offline), mandiri oleh
sistem pada satuan pendidikan masing-masing
c) Pemeringkatan hasil pengolahan nilai akhir prestasi dari nilai rapor
SMP/MTs atau sederajat pada semester satu (1) sampai dengan
semester lima (5) pada mata pelajaran kelompok A yang diunduh
(upload) dari data base sistem PPDB , menggunakan variabel yang
terstandarisasi dengan rumus yang ditetapkan sekolah sesuai Juknis
PPDB Jawa Barat.
d) Mata pelajaran kelompok A, merupakan matapelajaran yang
kontennya dikembangkan oleh pusat, meliputi:
1) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3) Bahasa Indonesia
4) Matematika
5) Ilmu Pengetahuan Alam
6) Ilmu Pengetahuan Sosial
7) Bahasa Inggris, dll
e) Pemeringkatan jumlah total nilai akhir dilakukan sistem IT pada
satuan pendidikan, hingga batas kuota yang ditetapkan satuan
pendidikan.
f) Jika dalam pemeringkatan hingga batas kuota terdapat beberapa
peserta didik dengan nilai yang sama, selanjutnya dilakukan
pemeringkatan hingga batas kuota berdasarkan usia yang lebih tua;
g) Calon Peserta Didik yang diterima merupakan hasil pemeringkatan
hingga batas kuota;
h) Jika sampai batas kuota tidak lolos, Calon Peserta Didik dinyata kan
tidak diterima pada jalur prestasi.
i) Calon Peserta Didik yang tidak diterima pada jalur prestasi nilai
akademik rapor, dapat mendaftar kembali pada jalur zonasi di
periode kedua.
j) Jika kuota jalur prestasi nilai rapor tidak terpenuhi, kuota dapat
dialihkan ke jalur prestasi perlombaan/kejuaraan.
2) Prestasi Perlombaan/kejuaraan
a) Prestasi perlombaan berasal dari satu jenis/bidang, yang
diutamakan adalah prestasi yang berjenjang, diselenggarakan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama.
b) Satuan pendidikan dapat melakukan uji kompetensi berdasarkan
prestasi yang dimiliki Calon Peserta Didik, jika dipandang perlu dan
kondisi, ketersediaan sumber daya penguji serta sarana prasarana
memungkinkan (tidak dilakukan pada masa darurat Covid-19).
c) Jika dilakukan uji kompetensi (disesuikan kondisi Covid19), dapat
dilakukan oleh panitia PPDB di satuan pendidikan atau melibatkan
kerjasama dengan pihak/ lembaga/organisasi yang relevan dengan
prestasi yang akan diujikan;
d) Seleksi jalur prestasi dilakukan oleh sistem di satuan pendidikan
masing-masing secara luring (offline), mandiri, dan hasil penetapan
penerimaan dilaporkan kepada Dinas untuk diunggah (upload) pada
Website PPDB.
e) Panitia dan penguji prestasi wajib merahasiakan kepada orangtua
Calon Peserta Didik hasil uji kompetensi sebelum pengumuman
penetapan penerimaan;
f) Mekanisme seleksi jalur Prestasi kejuaraan dari perlombaan,
dilaksanakan dengan tahapan:
(1) Verifikasi data calon peserta didik yang telah dimasukan (input)
saat pendaftaran.
(2) Menghitung nilai akhir jalur prestasi, dengan ketentuan:
(a) Jika tidak dilaksanakan uji kompetensi, nilai akhir (NA)
dihitung dari akumulasi skor tingkat kejuaraan (STK: juara 1,
2, atau 3) dan skor tingkat wilayah kejuaraan dilaksanakan
(STW: tingkat kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, nasional
atau internasional) NA = STK + STW Skor prestasi dari tingkat
wilayah penyelenggaraan kejuaraan yang berjenjang,
dihitung berdasarkan akumulasi dari tiap prestasi yang
diperoleh.
(b) Jika dilaksanakan uji kompetensi, nilai akhir dihitung dari
gabungan skor hasil uji kompetensi (SUK) sesuai prestasi
(50%), dan skor akumulasi tingkat kejuaraan dengan tingkat
wilayah kejuaraan (50%) (mengikuti peytunjuk teknis jabar
2022)
(3) Prestasi kejuaraan dari perlombaan didasarkan pada perolehan
hasil kejuaraan di tingkat internasional, nasional, provinsi
dan/atau kabupaten/kota, dengan kriteria sebagai berikut:
(a) Juara internasional 1, 2, 3 dan juara nasional 1 (berjenjang)
dapat langsung diterima;
(b) Selain kejuaraan internasional 1, 2, 3 dan juara nasional 1
(berjenjang) , diberikan acuan penskoran prestasi
sebagaimana terlampir pada petunjuk teknis untuk
penetapan nilai akhir oleh satuan pendidikan;
(4) Seleksi jalur prestasi kejuaraan dilakukan melalui pemeringkatan
nilai akhir prestasi hingga batas kuota jalur prestasi kejuaraan
yang ditetapkan satuan pendidikan. Jika hasil pemeringkatan
pada batas kuota terdapat beberapa nilai prestasi Calon Peserta
Didik yang sama, selanjutnya pemeringkatan berdasarkan jarak
domisili terdekat.
(5) Calon Peserta Didik yang diterima merupakan hasil
pemeringkatan hingga batas kuota jalur prestasi.
(6) Calon Peserta Didik yang tidak diterima pada jalur prestasi,
dapat mendaftar kembali pada jalur zonasi.
(7) Jika jalur prestasi kejuaraan tidak terpenuhi, kuota dilimpahkan
kepada jalur prestasi nilai akademik rapor.
(8) Jika jalur prestasi nilai rapor dan prestasi kejuaraan tidak
terpenuhi, kuota dilimpahkan pada jalur zonasi.
6. Penetapan Hasil Seleksi
1. Penetapan hasil seleksi PPDB dilaksanakan secara mandiri melalui rapat
dewan guru yang dipimpin oleh kepala satuan pendidikan, diumumkan
kepada masyarakat yang dikoordinasikan oleh Cabang Dinas Pendidikan
untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi;
2. Calon Peserta Didik yang diterima, ditetapkan melalui keputusan kepala
sekolah; Penetapan hasil seleksi peserta didik yang diterima, diberitahukan
melalui pengumuman secara jelas dan terbuka oleh satuan pendidikan
yang bersangkutan;
3. Pengumuman penetapan hasil seleksi satuan pendidikan dilaksanakan
secara terbuka melalui papan pengumuman pada satuan pendidikan, dan
internet, atau media lain yang dapat menjangkau orang tua Calon Peserta
Didik (disesuaikan masa darurat Covid-19);
4. Pengumuman PPDB memuat tentang: nomor pendaftaran, nama peserta
didik yang diterima, asal satuan pendidikan, dan peringkat hasil seleksi
pada satuan pendidikan;
5. Calon Peserta Didik yang diterima berdasarkan hasil seleksi PPDB,
selanjutnya mencetak bukti diterima dari laman PPDB.
7. Daftar Ulang
1. Peserta didik yang diterima di satuan pendidikan wajib melakukan daftar
ulang, dan bagi yang tidak mendaftar ulang dianggap mengundurkan diri.
2. Peserta didik yang tidak dapat mendaftar ulang pada tanggal yang telah
ditetapkan, wajib memberikan informasi tertulis kepada pihak sekolah yang
ditanda-tangan orang tua selambat-lambatnya surat diterima pada hari
terakhir daftar ulang.
3. Persyaratan daftar ulang bagi Calon Peserta Didik yang dinyatakan diterima
adalah sebagai berikut:
a. menunjukkan bukti pendaftaran asli (cetak/print out dari laman PPDB
saat pendaftaran online);
b. menunjukkan bukti tanda diterima (cetak/print out dari laman PPDB
setelah pengumuman);
c. membawa fotokopi seluruh dokumen persyaratan yang ditentukan
d. menunjukkan dokumen persyaratan asli .
8. Perpindahan Peserta Didik
1. Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam satu daerah
kabupaten/kota, antarkabupaten/kota dalam satu daerah provinsi, atau
antarprovinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala sekolah asal dan
kepala sekolah yang dituju;
2. Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik maka sekolah yang
bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik;
3. Perpindahan peserta didik wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB
dan/atau sistem zonasi;
4. Perpindahan peserta didik kelas 10 dapat dilaksanakan setelah peserta
didik menyelesaikan satu tahun pelajaran;
5. Perpindahan peserta didik kelas 10 dapat dilaksanakan sebelum satu tahun
pelajaran dilampaui, jika perpindahan mengikuti kepindahan dinas orang
tua peserta didik yang dibuktikan dengan surat keterangan penugasan
dinas orang tua siswa dari instansi tempat orang tua siswa bertugas;
6. Peserta didik setara SMP, SMA, atau SMK di negara lain dapat diterima di
SMP, SMA, atau SMK di Indonesia setelah:
a. menyerahkan fotokopi ijazah atau dokumen lain yang membuktikan
bahwa peserta didik yang bersangkutan telah menyelesaikan
pendidikan jenjang sebelumnya;
b. surat pernyataan dari kepala Satuan pendidikan asal;
c. surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang
pendidikan dasar dan menengah; dan
d. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan Satuan
pendidikan yang dituju.
e. satuan pendidikan melaksanakan tes kelayakan bagi Calon Peserta Didik
yang berasal dari satuan pendidikan dari Luar Negeri. Satuan
pendidikan melakukan konversi nilai yang diperoleh dari satuan
pendidikan atau sistem pendidikan di Luar Negeri menjadi nilai
sesuaisistem pendidikan nasional setelah melalui proses terjemahan
dari lembaga resmi penterjemah;
7. Peserta didik jalur pendidikan nonformal atau informal dapat diterima di
SMA pada awal kelas 10 (sepuluh) dengan ketentuan:
a. memiliki ijazah kesetaraan program Paket B; dan
b. lulus tes kelayakan dan penempatan
c. Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik dari jalur pendidikan
nonformal/informal ke satuan pendidikan formal maka satuan
pendidikan yang bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik.
8. Pengendalian, Pengaduan dan Pelaporan
a. Pengendalian
1. Dalam melaksanakan pengendalian, Dinas Pendidikan Provinsi, Cabang
Dinas Pendidikan Wilayah, Satuan Pendidikan melakukan koordinasi,
pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan PPDB.
2. Masing-masing pihak pelaksana pengendalian sebagaimana nomor 1.
melakukan tindak lanjut dari hasil pemantauan dan pengawasan yang
dilakukan.
3. Dalam upaya pengendalian internal, kepala sekolah menginstrusikan
seluruh warga sekolah mengisi format pakta integritas.
b. Pengaduan dan Pelaporan
1. Dinas membentuk tim penanganan pengaduan PPDB, dengan
melibatkan pemangku kepentingan pendidikan
2. Tim penanganan pengaduan, membentuk sekretariat layanan
pengaduan yang berada di Satuan Pendidikan, Cabang Dinas
Pendidikan, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
3. Satuan Pendidikan wajib membentuk tim pengaduan yang memahami
petunjuk teknis PPDB, alur mekanisme pengaduan serta dapat
menanggulangi dan menyelesaikan pengaduan dari masyarakat di
tingkat satuan pendidikan .
4. Masyarakat berhak melakukan pengaduan penyelenggaraan
Penerimaan Peserta Didik Baru pada satuan pendidikan, dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) Laporan Pengaduan dapat berupa administratif atau teknis
penyelenggaraan PPDB. Pengaduan administratif terkait dengan
dokumen persyaratan pendaftaran PPDB. Pengaduan teknis
penyelenggaraan PPDB terkait dengan sistem IT meliputi proses
input dan upload data.
b) Pelapor adalah orang tua Calon Peserta Didik yang memiliki
identitas jelas dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk atau
panitia PPDB dari satuan pendidikan atau Cabang Dinas Pendidikan;
c) Laporan harus objektif, transparan, dan akuntabel dituliskan pada
format yang disediakan, disertai bukti fisik kejadian pelanggaran;
d) Pelaporan pengaduan dilakukan satu pintu mengikuti alur
mekanisme pengaduan PPDB;
e) Pelaporan/pengaduan disampaikan kepada tim pengawasan dan
pengaduan PPDB secara bertahap dengan alur mekanisme mulai
dari tingkat satuan pendidikan, cabang dinas pendidikan di wilayah
dan Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat; dan
f) Saksi dan pelapor dilindungi oleh Undang-Undang.
5. Pelanggaran pelaksanaan PPDB dapat melibatkan Calon Peserta Didik,
orang tua Calon Peserta Didik, panitia PPDB atau masyarakat lainnya.
Apabila peserta didik memberikan data palsu/tidak benar, maka akan
dikenakan sanksi
6. Pengeluaran oleh satuan pendidikan, meskipun yang bersangkutan
diterima dalam proses seleksi. Sanksi diberikan berdasarkan hasil
evaluasi satuan pendidikan bersama dengan komite sekolah dan
Cabang Dinas di wilayah masing-masing, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan yang berlaku.
7. Pengaduan masyarakat dapat berupa keluhan, kritik dan saran dalam
penyelenggaraan PPDB, angsung ke panitia penyelenggara PPDB sesuai
permasalahan, atau melalui kanal beberapa media:
a) laman: [Link]
b) email: ppdb@[Link]
c) facebook: @DisdikJabar
d) twitter: @disdik_jabar
e) instagram: @disdikjabar
8. Tindaklanjut atas pengaduan masyarakat secara teknis diselesaikan oleh
Tim penanganan pengaduan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait
dan diselesaikan sebagaimana mestinya.
9. Penyelenggara PPDB tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Cabang
Dinas Pendidikan, sesuai dengan kewenangan masing-masing,
menindaklanjuti pengaduan masyarakat dalam bentuk klarifikasi,
verifikasi, atau investigasi apabila:
1) pengaduan disertai dengan identitas pengadu yang jelas; dan
2) pengadu memberi bukti adanya penyimpangan.
10. Satuan pendidikan wajib melaporkan pelaksanaan PPDB dan
perpindahan peserta didik antar satuan pendidikan setiap tahun
pelajaran kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.
11. Tim penanganan pengaduan melaporkan hasil penanganan pengaduan
secara berjenjang kepada Kepala Dinas
9. Sangsi Pelanggaran
a. Sanksi bagi pelanggaran aturan PPDB dapat diberikan kepada panitia
penyelenggaran satuan pendidikan atau kepada Calon Peserta Didik.
b. Dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota memberikan sanksi
kepada kepala Sekolah, guru, dan/atau tenaga kependidikan berupa:
1. teguran tertulis;
2. penundaan atau pengurangan hak;
3. pembebasan tugas; dan/atau
4. pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.
c. Tata cara pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada huruf B nomor 3
dan 4 dilaksanakan berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah.
d. Sanksi terhadap pelanggaran aturan PPDB atau pemalsuan data bagi
orangtua siswa dapat berupa pembatalan pendaftaran atau pembatalan
penerimaan Calon Peserta Didik atau dikenai sanksi sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
e. Pemalsuan data sebagaimana dimaksud huruf D, yaitu pemalsuan
terhadap:
a. kartu keluarga;
b. bukti sebagai peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak
mampu; dan
c. bukti atas prestasi.
10. Biaya Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru
Penyelenggaraan PPDB dibiayai dengan dana yang bersumber dari pemerintah
melalui BOS dan komite sekolah. Biaya penyelenggaraan PPDB tersebut antara
lain mencakup komponen-komponen:
1. Pelaksanaan sosialisasi dan kordinasi penyelenggaraan PPDB
2. Penginputan Soal ke Aplikasi
3. Pengolahan dan pengiriman nilai PPDB ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Barat
4. Penyusuunan Laporan PPDB dan pengiriman laporan kepada Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat
5. Honorarium Panitia dan petugas PPDB sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
G. PEMENUHAN PROTOCOL COVID19 DI LINGKUNGAN SEKOLAH
PEMENUHAN
NO. ASPEK KET.
YA TIDAK
Warga sekolah/tamu wajib menggunakan V
1
masker
Sekolah menyediakan fasilitas pengukur V
2
suhu tubuh
Sekolah menyediakan sarana cuci tangan V
3
dan hand sanitizer
Sekolah menginstruksikan kepada warga V
4
sekolah/tamu untuk mencuci tangan
Menata tempat duduk sesuai aturan social V
5
distancing
Membersihkan ruangan dan lingkungan V
6
secara rutin dengan disinfektan
Garut, Mei 2022
Kepala SMA NEGERI 1Garut/
Penanggung Jawab PPDB
Drs. Sumpena Permana P. S.H.,[Link].
NIP. 196403201992031004
Lampiran –Lampiran
1. SK Panitia PPDB SMA NEGERI 1Garut Tahun Pelajaran 2022/2023
2. Lembar Fakta Integrita Panitia
3. Juknis PPBD Tahun Pelajaran 2022