JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.
3, 2023
FORMULASI KAPSUL ANTIDIABETES EKSTRAK UMBI
BAWANG DAYAK (Eleuhterine palmifolia (L) Merr.) DENGAN
VARIASI KONSENTRASI AVICEL 101 DAN PREGELATINIZED
STARCH
Kadek Agus Indriawan1, Hayatus Sa’adah2, Rusdiati Helmidanora3
1,2,3
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Email Korespondensi : [Link]@[Link]
ABSTRAK
Diabetes Mellitus merupakan penyakit heterogen yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa dalam darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
bawang dayak memiliki aktivitas hipoglikemik atau menurunkan kadar glukosa darah
yang sangat berguna untuk pengobatan penyakit diabetes melitus. Flavonoid yang
terkandung dalam bawang dayak berfungsi mengembalikan fungsi jaringan pankreas
dengan meningkatkan pelepasan insulin melalui sel β, sehingga dapat menurunkan
kadar gula darah dan juga dapat meningkatkan sensitivitas sel perifer terhadap insulin.
Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetes, maka sangat penting
untuk mengembangkan sediaan yang lebih praktis yang dapat melakukan pengukuran
berat yang seragam terhadap produk yang digunakan, tentunya salah satunya dalam
bentuk kapsul sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan
aktivitas antioksidan kapsul ekstrak bawang dayak dalam jumlah besar konsentrasi
Avicel PH 101 dan pati pregelatinisasi sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan
secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan berbagai konsentrasi bahan
pengisi dengan perbandingan antara Avicel PH 101 dan pati pragelatinisasi, yaitu
formula I (1:0), formulasi II (0,5:0,5) dan metode III (0:1). Dilakukan pengujian sifat
fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan
dengan menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula
dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1)
memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik yaitu lembab 3,4%, sifat alir 12,82
411
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
gram/detik, sudut istirahat 29,85⁰ , kompresibilitas 8%, densitas massa 0,544 dan waktu
hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa
kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong
sedang yaitu 228,78 ppm.
Kata kunci : Formulasi, Kapsul, Eleutherine palmifolia(L.), Antioksidan.
412
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
ANTIDIABETIC CAPSULE OF EXTRACT DAYAK ONION
(Eleutherine palmifolia (L) Merr. WITH VARIATIONS
CONCENTRATION OF AVICEL PH 101 AND PREGELATINIZED
STARCH
ABSTRACT
Diabetes Mellitus is a heterogeneous disease characterized by improvement
glucose levels in the blood. Several studies have shown that Dayak onions have
hypoglycemic activity or lowering blood glucose levels which may be very useful for
treatment of diabetes mellitus. Flavonoids contained in Dayak onions are in position to
restore the characteristics of pancreatic tissue by increasing insulin release through β
cells, so that it can lower blood sugar levels and can also increase sensitivity peripheral
cells to insulin. Given the great potential of Dayak onions as antidiabetic, it is very
important to develop more practical preparations that can carrying out weight uniform
measurements of the products used, of course, one of them is in pharmaceutical
preparations capsule form. This examination aims to determine the physical properties
and antioxidant activity of Dayak onion extract capsules in large quantities
concentration of Avicel PH 101 and pregelatinized starch as fillers. Look was carried
out experimentally using three formulas with various concentrations fillers with a ratio
between Avicel PH 101 and pregelatinized starch, in particular formula I (1:0),
formulation II (0.5:0.5) and method III (0:1). body residence and drug stability is
checked and then tested for antioxidant hobby spectrophotometric use. The research
results show that the formula with the composition of Avicel PH 101 and pregelatinized
starch in the ratio (0:1) is given the best wet house physical test results were 3.4%,
sliding houses 12.82 gram/second, angle of repose 29.85⁰ , compressibility 8%, density
0.544 and destroyed time 3 minutes 37 seconds. along with antioxidant effects activity
examination showed that the drug Dayak onion extract proved to be moderate
antioxidant activity, specifically 228.78 ppm.
Keywords : Formulation, Capsule, Eleutherine palmifolia(L.), Antioxidant.
413
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
PENDAHULUAN
Diabetes Melitus merupakan penurunan kadar glukosa darah (Dewi
kelainan heterogen yang ditandai oleh et al., 2016). Ekstrak etanol umbi
naiknya kadar glukosa dalam darah atau bawang dayak (Eleutherine bulbosa
hiperglikemia. Diabetes Melitus adalah (Mill) Urb) mampu menurunkan KGD
suatu kumpulan gejala yang timbul pada tikus diabetik secara signifikan mulai
seseorang yang disebabkan oleh karena hari ke-9 pada dosis 500 mg/kgbb
adanya peningkatan kadar gula sebesar 50 % dan hari ke-12 pada dosis
(glukosa) darah akibat kekurangan 125 mg/kgbb dan 250 mg/kgbb. Ekstrak
insulin baik absolut maupun relatif etanol umbi bawang dayak dosis 500
(Padila, 2018). Bawang dayak mg/kgbb dapat memperbaiki struktur
(Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb) serta luas pulau langerhans pankreas
merupakan tanaman khas Kalimantan tikus diabetik (Hasni, 2020).
yang secara turun temurun digunakan Penelitian (Ajie, 2015) melaporkan
masyarakat Dayak sebagai tanaman bahwa flavonoid mempunyai aktivitas
obat untuk berbagai jenis penyakit antidiabetes melalui fungsinya sebagai
diantaranya kanker payudara, obat antioksidan. Flavonoid bersifat protektif
penurun darah tinggi, mencegah stroke, terhadap kerusakan sel β sebagai
menurunkan kolesterol, obat bisul, penghasil insulin serta dapat
kanker usus dan penyakit kencing manis mengembalikan sensitivitas reseptor
(Hasni, 2020). insulin pada sel dan bahkan
Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan sensitivitas insulin
ekstrak etanol umbi bawang dayak (Winarsi et al., 2013). Penelitian
(Eleutherine bulbosa (Mill) Urb.) dosis (Sasmita et al., 2017) menyebutkan
500 mg/kgbb, 750 mg/kgbb, 1000 bahwa flavonoid mampu meregenerasi
mg/kgbb mempunyai efektivitas sel beta pankreas dan membantu
antidiabetes pada tikus putih jantan merangsang sekresi insulin.
(Rattus norvegicus) diabetes melitus Mengingat besarnya potensi
tipe 2 yang obesitas. Ekstrak umbi bawang dayak sebagai antidiabetik
bawang dayak dosis 500 mg/kgbb maka perlu pengembangan dalam
adalah dosis yang paling efektif dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat
414
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
menjamin keseragaman dosis dari bawang dayak dan aktivitas
produk yang digunakan. Untuk lebih antioksidannya.
memudahkan ekstrak umbi bawang
dayak dalam penggunaan pengobatan METODE PENELITIAN
adalah dengan memformulasikan ke Alat-alat yang digunakan dalam
dalam bentuk sediaan farmasi. Salah penelitian ini adalah timbangan analitik,
satu sediaan farmasi yang dapat mortir stamper, kertas perkamen, serbet,
dikembangkan adalah sediaan kapsul. sudip, masker, hand gloves, blender,
Salah satu bahan tambahan yang aluminium foil, perangkat gelas, oven,
penting dalam pembuatan kapsul adalah pisau, pengayak mesh 16, 20 dan 60,
avicel 101 dan pregelatinized starch. pipet tetes, mikro pipet, penggaris,
Avicel atau mikrokristalin selulosa toples kaca, corong kaca, kain flannel,
merupakan bahan tambahan yang dapat batang pengaduk, spatel, cawan
digunakan sebagai bahan pengikat, porselen, kaca arloji, corong kaca,
pengisi, penghancur dalam pembuatan corong uji sifat alir, penangas air, blue
tablet. Avicel cocok untuk zat aktif tip, spektrofotometri. Bahan yang
yang peka lembab atau untuk digunakan dalam penelitian ini adalah
bahanbahan yang bersifat lekat-lekat ekstrak umbi bawang dayak, aquadest,
atau higroskopis (Wicaksono dan etanol 70%, PVP (PolivinilPirolidon),
Syifa’, 2012). Pregelatinized starch eksplotab, aerosil, avicel pH 101,
merupakan bahan tambahan yang pregelatinized starch, cangkang kapsul,
memiliki tiga fungsi yaitu sebagai DPPH, kuersetin.
pengisi, penghancur juga sebagai Pembuatan ekstrak umbi bawang
pengikat (Pahwa dan Gupta, 2011). dayak dengan metode maserasi Serbuk
Berdasarkan latar belakang di bawang dayak dilewatkan pada
atas peneliti ingin memformulasi kapsul ayakan mesh 60, ditimbang sebanyak
ekstrak umbi bawang dayak dengan 1000 mg dan dimaserasi dengan larutan
variasi konsenrasi avicel 101 dan etanol 70% sebanyak l0 liter. Maserasi
pregelatinized starch untuk mengetahui dilakukan dengan merendam simplisia
karakteristik fisik kapsul ekstrak umbi selama 24 jam dalam toples kaca
dengan diaduk menggunakan maserator
415
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
selama 8 jam. Dilakukan remaserasi Formulasi sediaan kapsul ekstrak
pada ekstrak sebanyak satu kali. bawang dayak dibuat rancangan
Seluruh maserat digabung dan formula dengan metode granulasi basah.
dipekatkan dengan bantuan alat rotary Kapsul ekstrak umbi bawang dayak
evaporator pada temperatur tidak dibuat dengan bobot 500 mg tiap kapsul
lebih dari 50°C sampai diperoleh sesuai dengan formula yang tertera pada
ekstrak kental seperti pasta. Ekstrak tabel 1.
ditimbang lalu dihitung rendemennya. Dilakukan evaluasi granul yang
Hasil determinasi tanaman yang meliputi kadar lembab, waktu alir dan
dilakukan di Laboratorium Ekologi dan kecepatan alir, sudut istirahat,
Konservasi Biodiversitas Hutan Tropis kompresibilitas dan densitas massa.
Universitas Mulawarman menunjukan Granul dimasukan kedalam cangkang
bahwa benar sampel merupakan kapsul dan dilakukan evaluasi kapsul
tanaman bawang dayak dengan nama yang meliputi keseragaman bobot,
species Sisyrinchium palmifolium L. waktu hancur dan higroskopis kapsul.
Synonym Eleutherine palmifolia (L.)
Merr.
Tabel 1. Formulasi Kapsul Ekstrak Bawang Dayak
Komponen Konsentrasi
Formula 1 Formula 2 Formula 3
Ekstrak Kental 250 mg 250 mg 250 mg
PVP 2% 2% 2%
Eksplotab 4% 4% 4%
Aerosil 10% 10% 10%
Avicel 101 100% 50% -
Pregelatinized starch - 50% 100%
416
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
HASIL DAN PEMBAHASAN ekstrak yang rendah (Handayani dan
Ekstraksi dilakukan di laboratorium Sriherfyna, 2016). Ekstrak cair yang
botani farmasi Sekolah Tinggi Ilmu diperoleh kemudian diuap kan di atas
Kesehatan Samarinda. Ekstraksi penangas sampai diperoleh ekstrak
dilakukan dengan metode maserasi kental seperti pasta sebanyak 109 gram
karena metode ini tergolong sederhana dengan rendemen 10,9 %.
dan cepat tetapi sudah dapat menyari zat Formulasi Sediaan kapsul Ekstrak
aktif simplisia secara maksimal. Bawang Dayak dibuat dengan metode
Keuntungan utama dari metode ini granulasi basah. Granul ekstrak umbi
adalah tidak dilakukan dengan bawang dayak dibuat dalam tiga
pemanasan sehingga dapat mencegah formula dengan kombinasi konsentrasi
hilang atau rusaknya zat aktif yang akan avicel pH 101 dan pregelatinized starch
disari (Sa’adah & Nurhasanawati, sebagai bahan pengisi yaitu: Formula 1
2015). (1:0), formula 2 (0,5:0,5), formula 3
Maserasi dilakukan dengan (0:1).
merendam simplisia selama 24 jam Tujuan dari variasi konsentrasi
dalam toples kaca dengan diaduk bahan tambahan adalah untuk
menggunakan maserator selama 6 jam mengetahui perbedaan antara formula
dan didiamkan selama 18 jam lalu satu dengan lainnya yang dapat dilihat
disaring. Dilakukan remaserasi dari sisa dari hasil evaluasi fisik sediaan kapsul.
penyaringan sebanyak satu kali. Seluruh Sediaan ini dipilih untuk lebih
maserat yang diperoleh digabung dan memudahkan ekstrak umbi bawang
dipekatkan dengan bantuan alat rotary dayak dalam penggunaan pengobatan
evaporator pada temperatur tidak lebih dan dapat menjamin keseragaman dosis
dari 50°C sampai diperoleh ekstrak cair dari produk yang digunakan.
(Kemenkes RI, 2017). Komponen Setelah dilakukan formulasi, massa
senyawa seperti flavonoid, tannin dan kapsul lalu dievaluasi meliputi
fenol akan ursak pada suhu diatas 50⁰ C pengujian kadar lembab, sifat alir, sudut
karena dapat mengalami perubahan istirahat, kompresibilitas dan densitas
struktur serta menghasilkan rendemen massa.
417
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Tabel 2. Hasil Uji Massa Kapsul
Formula Kadar Waktu Alir Kecepatan Sudut Kompresibilitas Densitas
Lembab (detik) Alir Istirahat Massa
(gram/detik) (⁰ ) (%) (g/mL)
(%)
I 4,6 3,47±0,32 7,23±0,68 35,23±0,08 10±1 0,500±0,02
II 3,8 2,56±0,24 9,79±0,69 32,51±0,11 6±1 0,505±0,01
III 3,4 1,95±0,06 12,82±0,40 29,85±0,00 8±2 0,544±0,04
Berdasarkan hasil uji kadar lembab pengeringan yang menyebabkan
pada tabel 2, didapatkan kadar lembab terjadinya penguapan air sehingga
formula I sebesar 4,6%, formula II kandungan lembabnya lebih rendah
sebesar 3,8% dan formula III sebesar (Mariyani, et al, 2012). Variasi
3,4%. Hasil penelitian menunjukan konsetrasi avicel 101 dan pregelatin
bahwa ketiga formula memenuhi syarat tidak berpengaruh terhadap kadar
kelembaban yang baik yaitu 2%-5% lembab yang dihasilkan karna
(Williams dan TA, 2015). Berdasarkan memenuhi rentang persyaratan uji kadar
hasil pada tabel 2 menunjukkan bahwa lembab. Dengan hasil pengujian kadar
semakin tinggi konsentrasi avicel 101 lembab yang memenuhi persyaratan
menghasilkan kadar lembab yang maka diharapkan memberikan sifat alir
semakin tinggi. Hal ini disebabkan yang baik.
karena avicel 101 mempunyai sifat Berdasarkan pengujian sifat alir
higroskopis. Hal ini dikarenakan Avicel pada tabel 2, menyatakan bahwa tidak
PH 101 memiliki sifat hidrofilik semua formula memenuhi syarat waktu
sehingga saat kontak dengan air akan alir dan kecepatan alir. Waktu alir pada
memfasilitasi masuknya air kedalam formula I yaitu 3,57 detik, formula II
sediaan (Nurjanah, et al, 2021). yaitu 2,56 detik dan formula III yaitu
Sedangkan formula dengan konsentrasi 1,95 detik. Kecepatan alir pada formula
pregelatinized starch lebih besar I yaitu 7,23 gram/detik, formula II yaitu
memiliki kandungan lembab yang lebih 9,79 gram/detik dan formula III yaitu
rendah, hal ini kemungkinan disebabkan 12,82 gram/detik, formula III memiliki
pada proses pembuatan amilum waktu alir dan kecepatan alir yang
pregelatinasi dilakukan dengan paling besar. Waktu alir dikatakan baik
418
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
apabila 10 gram granul memerlukan III memiliki sudut istirahat yang paling
waktu mengalir dari corong tidak lebih kecil dan sifat alir yang paling baik, hal
dari 1 detik atau laju alir yang baik ini sejalan dengan penelitian (Mariyani,
adalah 4-10 gram/detik (Devi, et al, et al, 2012) yang menyatakan bahwa
2018). Sedangkan pengujian sudut pregelatinized starch dapat
istirahat pada tabel 2, menyatakan meningkatkan kecepatan alir dari granul
bahwa semua formula memenuhi syarat karena memiliki ukuran yang lebih dari
sudut istirahat, pada formula I yaitu 850 μm.
35.23⁰ , formula II 32.51⁰ dan Berdasarkan pengujian
formula III 29.85⁰ . Sudut diam kompresibilitas pada tabel 2,
menjelaskan kemampuan mengalir dari menyatakan bahwa semua formula
butiran. Butiran dengan sudut diam memenuhi syarat kompresibilitas, pada
yang besar memiliki segi rendah formula I yaitu 10 %, formula II 6 %
(hingga 50%) serbuk yang memiliki dan formula II 8 %. Nilai
nilai dibawah 25% mengalir lebih baik kompresibilitas kurang dari 18%
(Kusumo dan Mita, 2016). Semakin biasanya memberikan sifat alir yang
besar sifat alir maka sudut istirahat yang baik, namun kompresibilitas (18-23)%
dihasilkan semakin kecil dan sebaliknya masih diperbolehkan karena dalam
jika sifat alirnya kecil maka sudut rentang cukup mengalir, sedangkan
istirahatnya akan semakin besar kompresibilitas lebih dari 38%
(Sa’adah et al., 2021). Berdasarkan hal menunjukan kemampuan alir yang
tersebut menunjukan bahwa ketiga buruk (Mariyani, et al, 2012). Persen
formula memiliki sifat alir yang kompresibilitas yang semakin kecil
memenuhi persyaratan namun formula dapat memudahkan granul dalam
dengan konsentrasi avicel PH 101 yang pengempaan tablet sehingga dihasilkan
semakin tinggi menunjukan sifat alir tablet yang lebih kompak dibandingkan
yang semakin kecil. Hal ini dikarenakan dengan formula yang memiliki nilai
avicel PH 101 memiliki sifat hidrofilik kompresibilitas lebih tinggi (Devi,
sehingga saat kontak dengan air akan 2018). Penambahan avicel 101 dan
memfasilitasi masuknyya air kedalam pregelatin dengan perbandingan yang
sediaan (Nurjanah, et al, 2021). Formula sama pada formula II memberikan hasi
419
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
uji kompresibilitas yang paling baik menyimpang lebih dari persyaratan
sehingga dapat dikatakan bahwa yang ditetapkan oleh Farmakope
kombinasi avicel 101 dan pregelatinized Indonesia Edisi IV. Hal ini menunjukan
starch dapat memperkecil persentase bahwa formula memenuhi kriteria untuk
kompresibilitas granul. Hal ini sesuai keseragaman bobot. Nilai koefisien
dengan penelitian (Sa’adah et al., 2021) variasi (CV) yang diperoleh dari
menunjukan bahwa kombinasi avicel pengujian kapsul antara 2,94-3,59. Hal
101 dan pregelatinized starch mampu ini juga menunjukan bahwa semua
meningkatkan kompresibilitas granul. formula memenuhi persyaratan, CV
Berdasarkan pengujian densitas kapsul yang ideal yaitu kurang dari 5%
massa pada tabel 2, menyatakan bahwa (Depkes RI, 2014). Semakin kecil nilai
semua formula memenuhi syarat, yaitu CV, maka nilai keseragaman bobot
pada formula I 0.5, formula II 0.505 dan semakin baik dan jika keseragaman
formula III 0.544. Semakin bertambah bobot kapsul baik berarti serbuk
jumlah fines maka akan meningkatkan tercampur dengan homogen dan
kompresibilitas. Semakin banyak bahan memiliki jumlah zat aktif yang seragam
penghancur maka semakin meningkat disetiap kapsulnya (Farida et al., 2019).
kompresibilitasnya (Yanto, 2004). Uji waktu hancur kapsul
pregelatinized starch dapat berfungsi menunjukan rata-rata antara 3,37
sebagai penghancur, sehingga sampai dengan 4,14 menit. Parameter
kombinasi eksplotab dan pregelatinized hasil uji waktu hancur menurut
starch dapat meningkatkan nilai farmakope Indonesia edisi III tidak
densitas massa granul. Berdasarkan boleh melebihi 15 menit. Berdasarkan
hasil tersebut terlihat bahwa semakin literatur tersebut dapat dikatakan bahwa
besar konsentrasi pregelatin yang kapsul memenuhi persyaratan (Depkes
diberikan dapat menghasilkan densitas RI, 1979).
massa yang semakin besar (Sa’adah et
al., 2021).
Berdasarkan penimbangan kapsul
untuk uji keseragaman bobot
menunjukan tidak ada yang
420
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Tabel 3. Hasil Uji Fisik Kapsul
Formula Keseragaman Bobot Waktu Hancur
Bobot Rata-Rata (mg) CV (%)
I 483,5±14,24 2,94 4,14±0,005
II 490,5±17,61 3,59 3,40±0,000
III 505,0±12,35 2,44 3,37±0,000
Tabel 4. Hasil Uji Higroskopis Tiap Minggu Selama 1 Bulan
Formula Bobot minggu ke- (mg)
1 2 3 4
I 570 570 570 570
II 560 560 560 560
III 590 590 590 590
Berdasarkan hasil uji higroskopis kelembaban, membantu meningkatkan
selama 1 bulan menunjukan hasil yang homogenitas campuran dan
stabil. Ekstrak adalah bahan yang menghindari lembab akibat reaksi antar
bersifat higroskopis sehingga mudah bahan Roselyndiar, 2012). Dari hasil
menyerap air (Roselyndiar, 2012). yang dapat dilihat pada pengujian
Dalam hal ini sediaan dapat tetap stabil higroskopis menunjukan bahwa variasi
dikarenakan penggunaan aerosil dalam konsentrasi avicel 101 dan pregelatin
pembuatan serbuk ekstrak. Aerosil ini tidak berpengaruh terhadap perubahan
memiliki sifat sebagai adsorben (Gloria bobot kapsul dari hari ke-1 sampai
dan Elisa, 2018). Penambahan aerosil dengan hari ke-7 dan minggu ke-1
sebagai adsorben untuk melindungi sampai minggu ke-4.
bahan berkhasiat dari pengaruh
421
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Tabel 5. Hasil Uji Antioksidan Kapsul Ekstrak Bawang Dayak
Konsentrasi Rata-
Kelompok A1 A2 A3 %IC50
(ppm) rata A
Blanko - 0,6833 0,6634 0,6776 0,6747
50 0,5793 0,5754 0,5768 0,5771 14,46 a 5,136
Kapsul
100 0,5218 0,4971 0,5007 0,5065 24,92 b 0,1961
Ekstrak
Umbi 150 0,4539 0,4194 0,4301 0,4344 35,61 r 0,9981
Bawang
200 0,4006 0,3695 0,3703 0,3801 43,66
Dayak IC50 228,78
250 0,3206 0,3042 0,3039 0,3095 54,12
Gambar 1. Kurva Baku Kapsul Ekstrak Bawang Dayak
Berdasarkan pengujian aktivitas pertahanan terhadap radikal bebas untuk
antioksidan menunjukan bahwa kapsul mencegah terjadinya stres oksidatif dan
ekstrak umbi bawang dayak memiliki komplikasi vaskular terkait diabetes.
aktivitas antioksidan yang tergolong (Prawitasari, 2019). Hasil penelitian
sedang dengan nilai IC50 228,78 ppm. daya antioksidan pada jenis bawang
Pemberian antioksidan merupakan yang lain diantaranya pada bawang
usaha untuk menghambat produksi Bombay menunjukan aktivitas
radikal bebas intraseluler atau antioksidan sebesar 65.3198 ppm yang
meningkatkan kemampuan enzim tergolong kuat (Ladeksa et al., 2020).
422
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Adanya kandungan kuercetin pada 29,85⁰ , kompresibilitas 8%,
bawang bombay sebagai antioksidan densitas massa 0,544 dan waktu
dengan kemampuan menangkap radikal hancur 3,37 menit.
bebas. (Kelly, 20011). Pada penelitian 2. Berdasarkan pengujian aktivitas
(Romsiah et al., 2020) menunjukan antioksidan terhadap kapsul
bahwa ekstrak bawang putih ekstrak umbi bawang dayak
menunjukan aktivitas antioksidan menunjukan aktivitas
sebesar 149.49 ppm yang tergolong antioksidan yang tergolong
sedang. Zat kimia yang terdapat pada sedang dengan nilai IC50 228,78
bawang putih yang memiliki aktivitas ppm.
antioksidan adalah allicin dan S-allyl
cysteine (Torok et al., 1994). Namun UCAPAN TERIMAKASIH
penelitian tersebut dilakukan pada Ucapan terimakasih
sampel dalam bentuk ekstrak. disampaikan kepada semua pihak yang
Sementara itu, senyawa metabolit telah berperan dalam penelitian ini
sekunder yang memiliki daya sehingga penelitian ini dapat berjalan
antioksidan dalam bawang dayak adalah dengan lancar dan dapat dituangkan
senyawa fenol, flavonoid, tannin, dalam bentuk tulisan yang dapat
steroid dan alkaloid (Yuswi et al., menjadi sumber literatur bagi peneliti
2017). selanjutnya.
KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Ajie, B. R., 2015, White Dragon Fruit
1. Kapsul yang menunjukan hasil (Hylocereus undatus) Potential As
Diabetes Mellitus Treatment,
evaluasi sifat fisik yang paling Jurnal Majority, 4(1).
baik adalah formula dengan
Departemen Kesehatan Republik
perbandingan avicel 101 dan
Indonesia., (1979), Farmakope
pregelatinized starch (0:1). Indonesia. [Link]. Jakarta:
Dengan hasil uji kadar lembab Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
3,4%, uji sifat alir 12,82
gram/detik, sudut istirahat Departemen Kesehatan Republik
Indonesia., (2014). Farmakope
423
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Indonesia edisi V. Jakarta: Hasni Y., (2020), Pengaruh Ekstrak
Departemen Kesehatan Republik Umbi Bawang Dayak
Indonesia. (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb)
Terhadap Kadar Glukosa Darah,
Devi IA, Shodiquna QA, Eni NW., Insulin dan Histopatologi
(2018), Optimasi Konsentrasi Pankreas Tikus Wistar Diabetes
Polivinil Pirolidon (PVP) Sebagai Yang Diberikan Diet Tinggi
Bahan Pengikat Terhadap Sifat
Lemak dan Diinduksi dengan
Fisik Tablet Ekstrak Etanol
Streptozotocin, Skripsi, Fakultas
Rimpang Bangle (Zingiber
Farmasi, Universitas Sumatra
cassumunar Roxb). Jurnal
Farmasi Udayana. 7(2) : 45-52. Utara.
Dewi, N. P., Allia, R. dan Sabang, S. Kelly GS., 2011, Quercetin, Journal
M., (2016), Uji Efektivitas Alternative Medicine Review,
Antidiabetes (Eleutherine Bulbosa 16(2), 172-194.
(MILL.) URB. Terhadap
Penurunan Kadar Glukosa Darah Kementerian Kesehatan Republik
Tikus Obesitas, in Prosiding Indonesia, (2017), Farmakope
Seminar Nasional Tumbuhan Herbal Indonesia edisi II,
Obat Indonesia Ke-50. Kementerian Kesehatan Republik
Samarinda. Indonesia, Jakarta.
Farida, S., Mana, T. A., dan Dewi, T. F. Kusumo, N., N., Mita, S., R., (2016),
(2019). Quality Profiling of Pengaruh Natural Binder Pada
Capsule Preparation for Physical Hasil Granulasi Paracetamol,
Improvement Herbs in Saintifikasi Farmaka Suplemen, 14(1).
Jamu. Jurnal Tumbuhan Obat
Indonesia, 12(1), 25–32. Ladeksa, V. et al., (2020), Analisis
Fisikokimia dan Aktivitas
Gloria, M., dan Elisa, Y., (2018), Antioksidan Umbi Bawang
Tekknologi sediaan solid. Edited Bombay (Allium cepa L.), Jurnal
by Elang Krisnadi. Kementrian Jamu Indonesia, 5(2), 56-57.
Kesehatan Republik Indonesia.
Mariyani, K., S., Arisanti, I., S.,
Handayani, H., and F.H Sriherfyna., Setyawan, E., I., (2012), Pengaruh
(2016), Ekstraksi Antioksidan Konsentrasi Amilum Jagung
Daun Sirsak Metodee Ultrasonik Pregelatinasi Sebagai Bahan
Bath (Kajian Rasio Bahan : Penghancur Terhadap Sifat Fisik
Pelarut dan Lama Ekstraksi). Tablet Vitamin E Untuk Anjing,
Jurnal Pangan dan Agroindustri, Skripsi, Fakultas Matematika dan
4(1):262-272. Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Udayana.
424
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Nurjanah, F., Sriwidodo., Nurhadi, B., americana Merr.) Menggunakan
(2021), Stabilisasi Tablet Yang Metode Maserasi, Jurnal Ilmiah
Mengandung Zat Aktif Bersifat Manuntung, 1(2), 149-153.
Higroskopis, Majalah
Farmasentuka, 6 (1), 10-22. Sa’adah, H., Supomo., Siswanto, E.,
Kintoko., Witasari, H. A., (2021),
Padila, S., (2018), Buku Ajar Formulasi Sediaan Tablet Ekstrak
Keperawatan Medikal Bedah. Cet. Akar Kuning (Fibraurea tinctoria
2. Yogyakarta: Nuha Medika. Lour.) Sebagai Antidiabetes,
Jurnal Ilmiah Manuntung, 7(2),
Pahwa R., Gupta N., (2011), 182-188.
Superdisintegrants In The
Development Of Orally Torok, B. et al., Effectiveness Of Garlic
Disintegrating Tablets: A Review, On The Radical Activity In
International Journal Of Radical Generating Systems,
Pharmaceutical Sciences And Arzneimittelforschung, 1994;
Research, 2(11), 2767-2780. 44(5), 608-611.
Prawitasari, D., S., (2019), Diabetes Sasmita, F. W. et al., (2017), Efek
Melitus dan Antioksidan, Jurnal Ekstrak Daun Kembang Bulan
Kesehatan dan Kedokteran, 1(1), (Tithonia diversifolia) terhadap
47-51. Kadar Glukosa Darah Tikus
Romsiah, et al., (2020), Perbandingan Wistar (Rattus norvegicus) yang
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Diinduksi Alloxan, Biosfera,
Bawang Putih (Allium sativum 34(1), p. 22. doi:
L.), Bawang Putih Tunggal 10.20884/[Link].2017.34.1.412.
(Allium sativum var. Solo Garlic)
dan Black Garlic Dengan Metode Wicaksono, Y., dan Syifa’, N., 2012,
DPPH, Jurnal Ilmiah Bakti Pengembangan Pati Singkong-
Farmasi, 5(1), 45-50. Avicel P 101 menjadi Bahan
Pengisi Co-Process Tablet Cetak
Roselyndiar., (2012), Formulasi Kapsul Langsung. Majalah Farmasi
Indonesia.
Kombinasi Ekstrak Herba Seledri
(Apium graveolens L.) dan Daun
Williams JC and TA., (2015),
Tempuyang (Sonchus arvensis
Handbook of Powder Technology
L.), Skripsi, Fakultas Matematika
Granulation.
Ilmu Pengetahuan Alam, Program
Ekstensi Farmasi, Depok.
Winarsi H, Dwi Sasongko N, Purwanto
Sa’adah, H., Nurhasanawati, H., (2015), A, Nuraeni I., (2013), Ekstrak
Perbandingan Pelarut Etanol dan Daun Kapulaga Menurunkan
Air Pada Pembuatan Ekstrak Indeks Atherogenik dan Kadar
Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine Gula Darah Tikus Diabetes Induksi
Aloxan, Agritech: Jurnal Fakultas
425
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.3, 2023
Teknologi Pertanian UGM, 33(3),
pp. 273–280. doi:
10.22146/agritech.9548.
Yuswi, et al., (2017), Ekstraksi
Antioksidan Bawang Dayak
(Eleutherine palmifolia) Dengan
Metode Ultrasinic Bath (Kajian
Jenis Pelarut dan Lama Ekstraksi),
Jurnal Pangan dan Agroindustri,
5(1), 71-79.
426