0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Kelemahan Metode Mengajar Pecahan Bu Ani

Tugas tutorial webinar ini membahas kasus seorang guru SD bernama Bu Ani yang mengajarkan materi pecahan di kelas 4. Bu Ani menjelaskan cara menjumlahkan pecahan di papan tulis namun anak-anak tampak bingung. Bu Ani lalu memberi soal latihan tetapi hanya beberapa anak yang mengerjakannya dengan benar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Kelemahan Metode Mengajar Pecahan Bu Ani

Tugas tutorial webinar ini membahas kasus seorang guru SD bernama Bu Ani yang mengajarkan materi pecahan di kelas 4. Bu Ani menjelaskan cara menjumlahkan pecahan di papan tulis namun anak-anak tampak bingung. Bu Ani lalu memberi soal latihan tetapi hanya beberapa anak yang mengerjakannya dengan benar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BB03-RK17a-RII.

1
05 Januari 2018

URAIAN TUGAS TUTORIAL WEBINAR

Kode dan Nama Mata Kuliah : PDGK 4500 Tugas Akhir Program
Nama Pengembang : Muyanto, [Link].
Masa Tutorial : 20232
Nomor soal/tugas :1
Skor Maksimal : 10 – 100

Bu Ani adalah seorang guru kelas 4 di sebuah SD yang terletak di daerah pedesaan. Pada
pembelajaran mata pelajaran matematika tentang pecahan, Bu Ani menjelaskan cara
menjumlahkan pecahan dengan memberi contoh di papan tulis. Salah satu penjelasannya adalah
sebagai berikut:
Bu Ani:
"Perhatikan anak-anak, kalau kita menjumlahkan pecahan, penyebutnya harus disamakan
terlebih dahulu, kemudian pembilangnya dijumlahkan. Perhatikan contoh berikut: 1/2 + 1/4 = 2/4
+ 1/4 = 3/4. Perhatikan lagi contoh ini: 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6. Jadi yang dijumlahnya adalah
pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap. Mengerti anak-anak?"

Anak-anak diam, mungkin mereka bingung,mereka saling menoleh melihat temannya.

Bu Ani:
Pasti sudah jelas, kan. Nah sekarang coba kerjakan soal-soal ini."
Bu Ani menulis 5 soal di papan tulis dan anak-anak mengeluarkan buku latihan. Secara
berangsur-angsur mereka mulai mengerjakan soal, namun sebagian besar anak ribut karena tidak
tahu bagaimana cara mengerjakannya. Hanya beberapa anak yang tampak mengerjakan soal,
yang lain hanya menulis soal, dan ada pula yang bertengkar dengan temannya. Selama anak-anak
bekerja Bu Ani duduk di kursinya depan kelas sambil bermain hand phone.
Setelah selesai, anak-anak diminta saling bertukar hasil pekerjaannya. Bu Ani meminta seorang
anak menuliskan jawabannya di papan tulis. Tetapi karena jawaban itu salah, Bu Ani lalu
menuliskan semua jawaban di papan tulis. Kemudian anak-anak diminta memeriksa pekerjaan
temannya, dan mencocokkan dengan jawaban di papan tulis. Alangkah kecewanya Bu Ani ketika
mengetahui bahwa dari 30 anak, hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar
3 soal, dan yang lainnya salah semua.

Pertanyaan Kasus
1. Identifikasi 3 kelemahan pembelajaran yang dilakukan Bu Ani dalam kasus di atas.
Berikan alasan mengapa itu anda anggap sebagai kelemahan.
2. Jika anda yang menjadi Bu Ani, jelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan anda
tempuh untuk mengajarkan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Beri alasan mengapa
langkah-langkah itu yang anda tempuh.

Anda mungkin juga menyukai