PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI BENUA EROPA
Disusun Oleh :
Fianco Mahesa Surya
XII-3/13
Perkembangan Islam di Benua Eropa
Dalam uraian "Rahmat Islam bagi Alam Semesta" yang diterbitkan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, dijelaskan mengenai perkembangan Islam di beberapa wilayah
di benua Eropa sebagai berikut:
1. Andalusia (Spanyol)
Penaklukan Andalusia amat terkenal dengan kisah kepahlawanan Tariq bin
Ziyad. Kendati diragukan kesahihannya, Tariq dikabarkan menggebukan
semangat prajuritnya dengan membakar kapal perang mereka. Alhasil, para
prajurit muslim bertempur dengan gigih dan berhasil merebut Andalusia. Sejak
itulah, singgungan Islam dengan benua Eropa dimulai dengan intens. Terlebih
lagi, usai jatuhnya dinasti Umayyah di Timur Tengah, salah seorang keturunan
bani Umayyah, Abdur Rahman kabur ke Andalusia. Di Andalusia, Abdur Rahman
mendirikan dinasti Umayyah yang bertahan selama 265 tahun, sejak 756-1065
M. Dinasti Umayyah di Andalusia ini merupakan saingan dinasti Abbasiyah di
kawasan Timur Tengah. Di masa kejayaan Islam di Andalusia, lahir banyak
ilmuan terkemuka, seperti Abdur Rabbi, Ali ibnu Hazm, Al-Khatib, Ibnu Khaldun,
Al-Bakri, Al-Idrisi, Ibnu Rusyd, Ibnu Batuta, dan lain sebagainya. Di masa itu,
Andalusia menjadi pusat peradaban dan kebudayaan. Banyak pelajar dan
mahasiswa dari pelosok dunia menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan
Toledo.
Pada tahun 1992, terdapat kesepakatan antara pemerintah spanyoldan
comission islamica espana ( Komisi Islam Spanyol ), yang isinya :
a. Muslim diizinkan untuk memberikan pengajaran agama di sekolah negeri
atau pun swasta
b. Muslim di beri izin membangun sekolah yang di kelola sendiri
c. Pemberian Izin melaksanakan ibadah di angkatan bersenjata, rumah
sakit, dan penjara.
d. Mendapat keringanan pajak
e. Pemberian izin merayakan hari raya keagamaan
2. Rusia
Sebagaimana Andalusia, wilayah Rusia juga jatuh ke tangan umat Islam di
bawah kekuasaan dinasti Umayyah. Panglima Qutaibah bin Muslim berhasil
menjebol pertahanan Rusia di masa kekhalifahan Walid bin Abdul Malik. Setelah
itu, banyak penduduk Rusia yang menyambut dakwah Islam. Mulai dari 86-91 H,
semua wilayah Rusia dikuasai Islam, bahkan pengaruhnya mencapai perbatasan
Cina. Peninggalan Qutaibah bin Muslim yang bisa dilihat hingga sekarang adalah
Masjid Jami Qutaibah di Bukhara. Qutaibah bin Muslim juga yang pertama kali
mengizinkan penerjemahan Alquran ke bahasa setempat. Hingga saat ini,
jumlah penduduk muslim di Rusia tergolong besar. Diperkirakan sebanyak 18
persen dari total penduduknya atau 25 juta warga Rusia beragama Islam.
Melihat perkembangannya yang pesat, diprediksi pada 2050, Rusia akan
menjadi negara Islam terbesar di benua Eropa.
3. Inggris
Terdapat sejumlah organisasi Islam di Inggris yang membantu penduduk
muslim di sana. Sebagai misal, organisasi Majelis Islam Eropa (The Islamic Council
of Europe) berada di Inggris. Organisasi ini berfungsi sebagai pengawas
kebudayaan Eropa. Ada juga Persatuan Organisasi Islam Inggris (The Union of
Moslem Organization), serta Islamic Fondation dan Moslem Institute yang begerak
di bidang penelitian. Umat Islam di Inggris berjumlah sekitar 1,5 juta penduduk.
Islam adalah agama terbanyak kedua yang dianut penduduknya, setelah Kristen.
Selain dari penduduk Inggris, sebagian besar pemeluk agama Islam berasal atau
keturunan Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Malaysia, dan lain sebagainya. Pada 1985,
di Stradford Inggris juga pernah terpilih walikota pertama beragama Islam yang
bernama Muhammad Ajeeb. Hal ini menandakan bahwa Inggris termasuk
agama yang cukup toleran terhadap Islam.
4. Prancis
Di Perancis jumlah penduduk muslimnya mencapai +7% dari total penduduk
yang ada. Mereka mayoritas berasal Aljazair, Maroko, Tunisia, Afrika, Sub
Sahara, wilayah Laut Hitam, dan dari berbagai wilayah Timur Tengah (Mesir,
Libanon, Suriah, Yordania, dan Irak) dan Asia Tengah (Turki, Iran, Afganistan, dan
Pakistan). Tahun 1992 terdapat sekitar 1.300 organisasi Muslim yang bergerak di
bidang keagamaan, terutama dakwah, seperti Jama'ah At-Tablig Wa ad Dakwah
dan Foiet Pratique (Iman dan Praktik), dan ada juga yang menjadikan agama
bukan sebagai satu-satunya tema pokok kegiatan, misalnya: Generation Egalite
(Generasi Kesamaan), France Plus (Perancis Plus), dan Generation Beur
(Generasi Emigran Afrika Utara). Beberapa tahun terakhir ini, ada upaya untuk
mengkoordinasi organisasi-organisasi kaum Muslim di Perancis yang cukup
banyak itu. Hal ini ditandai dengan didirikannya Federation Nationale de
Musulmans de France (FNMF = Federasi Nasional Muslim Perancis), Union des
Organisation Islamiques de France (UDIF = Serikat Organisasi Islam Perancis),
dan Conceil Relegieux de Islam en France (CORIF Dewan keagamaan Islam di
Perancis).
Yang didirikan pada 6 November 1989 di bawah Departemen Dalam Negeri.
Dewan ini beranggotakan 15 orang pemuka Muslim Perancis, yang tugasnya
melakukan pengkajian mengenai masalah-masalah kaum Muslim Perancis.
Keberadaan muslim di Perancis selain ditandai banyaknya organisasi-organisasi
Islam juga ditandai dengan:
a. Masjid banyak didirikan, pemukiman-pemukiman warga Muslim, dan sekolah-
sekolah untuk warga Muslim.
b. Wanita makin banyak yang berjilbab di jalan-jalan.
c. Kegiatan pameran buku-buku Islam di Perancis.
d. Toko-toko makin banyak yang menyediakan makanan-makanan halal.
e. Berkembangnya beberapa kelompok tarekat (kelompok sufi), seperti Tarekat
Qadiriah, Tarekat Tijaniah, Tarekat Naqsyabandiyah, dan Tarekat Bektasyi.
Selain di Spanyol dan Perancis, kaum Muslim di Benua Eropa juga terdapat di
negara-negara lainnya. Seperti di Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Swedia,
Denmark, Norwegia, Swiss, Austria, dan Italia. Baik dari segi kuantitas dan
kualitasnya keberadaan kaum muslimin di negara tersebut semakin meningkat