LAPORAN PRAKTIK STASE
ASUHAN KEBIDANAN NIFAS
Di susun oleh
ANITA MAGDA SARI
NIM : 223001080152
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA
JAMBI TAHUN AKADEMIK 2022-
2023
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
NY.N DI PMB ANITA MAGDA SARI,[Link]
TAHUN 2023
Diajukan sebgai salah satu syarat wajib dalam menyelesaikan
Satse Asuhan Kebidanan Nifas
Jambi, 13 September 2023
Disetujui,
CI Akademik
([Link] Arista, [Link].,[Link])
NIK. 1010300715008
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
NY.N DI PMB ANITA MAGDA SARI,[Link]
TAHUN 2023
Dipersiapkan dan Disusun Oleh
Anita Magda Sari
NIM.223001080152
Disetujui,
CI Akademik
([Link] Arista, [Link].,[Link])
NIK. 1010300715008
Mengetahui,
[Link] Studi Pendidikan Profesi Bidan
([Link] Arista,[Link].,[Link])
NIK. 1010300715008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada tuhan yang maha esa, atas rahmat dan
hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan Stase Nifas di PMB Aniita Magda Sari,
[Link] yang di laksanakan pada tanggal 12 September 2023.
Tidak sedikit kendala yang penulis hadapi dalam menyelesaikan laporan
pendahuluan ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya laporan pendahuluan
ini dapat terselesaikan.
Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Bdn. Subang Aini Nasution, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Kesehatan
Universitas Adiwangsa Jambi.
2. Ibu Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link] selaku Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
Universitas Adiwangsa Jambi.
3. Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link] selaku dosen pembimbing CI Akademik pada
Stase Nifas
4. Seluruh Dosen dan Staff Universitas Adiwangsa Jambi serta rekan rekan di PMB
Aniita Magda Sari, [Link] yang ikut serta dalam memberikan bimbingan danmateri
untuk menyelesaikan laporan ini.
5. Kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moral maupun materi
kepada kami
6. Kepada suami dan anak-anakku tercinta, terimakasih atas segala dukungan dan
pengertiannya selama dalam pelaksanaan tugas stase ini
Penulis juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
laporan ini, penulis selalu membuka diri untuk menerima berbagai saran dan kritikan yang
bersifat membangun demi menyempurnakan laporan pendahuluan ini. Penulis sangat
berharap semoga laporan pendahuluan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
Jambi, 13 September 2023
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................iii
KATA PENGANTAR ...................................................................................................iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
C. Tujuan ......................................................................................................................... 2
BAB II TINJAUN TEORI
A. Konsep Dasar Nifas..................................................................................................... 3
B. Konsep Dasar Menyusui............................................................................................. 7
BAB III TINJAUAN KASUS
A. Asuhan Kebidanan Nifas........................................................................................... 11
BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................................ 22
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................... 23
B. Saran ......................................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 24
DOKUMENTASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai
berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan
mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui eksklusif.
Asi eksklusif dapat melindungi bayi dan anak terhadap penyakit berbahaya dan mempererat
ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu dan anak. Proses menyusui secara alami akan
membuat bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup dan limpahan kasih sayang yang
berguna untuk perkembangannya. Masa nifas adalah masa sesudahnya persalinan terhitung
dari saat selesai persalinan sampai pulihnya kembali alat kandungan ke keadaan sebelum
hamil lamanya masa nifas kurang lebih 6 minggu. Pada nifas ini terjadi perubahan –
perubahan fisiologis maupun psikologis seperti perubahan laktasi pengeluaran air susu ibu,
perubahan system tubuh dan perubahan psikis lainnya.
Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan
perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Untuk mencapai keberhasilan menyusui
diperlukan pengetahuan mengenai teknik-teknik menyusui yang benar. Indikator dalam
proses menyusui yang efektif meliputi posisi ibu dan bayi yang benar (body position),
perlekatan bayi yang tepat (latch), keefektifan hisapan bayi pada payudara (effective
sucking). Teknik menyusui yang benar akan mendorong keluarnya ASI secara maksimal
sehingga keberhasilan menyusui bisa tercapai.
Praktek cara menyusui yang benar perlu diajarkan pada setiap ibu yang baru saja
melahirkan karena menyusui itu sendiri bukan suatu hal yang relaktif atau instingtif,
tetapi merupakan suatu proses. Proses belajar menyusui yang baik bukan hanya untuk ibu
yang baru pertama kali melahirkan, tetapi juga untuk ibu yang pernah menyusu bayinya.
Ini disebabkan setiap bayi yang baru lahir merupakan individu tersendiri yang
mempunyai spesifikasi tertentu. Dengan demikian ibu perlu belajar berinteraksi dengan
manusia baru, ini agar dapat sukses dalam memberikan yang terbaik baginya.
Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, UNICEF dan
WHO merekomendasikan sebaiknya bayi hanya disusui air susu ibu (ASI) selama paling
sedikit 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun(WHO,
2018). Agar ibu dapat mempertahankan ASI eksklusif selama 6 bulan, WHO
merekomendasikan agar melakukan inisiasi menyusui dalam satu jam pertama
kehidupan, bayi hanya menerima ASI tanpa tambahan makanan atau minuman, termasuk
air, menyusui sesuai permintaan atau sesering yang diinginkan bayi, dan tidak
menggunakan botol atau dot.
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana penatalaksanaan Asuhan Kebidanan komprehensif Teknik Menyusui
Pada Ibu Post Partum di PMB Anita Magda Sari,[Link] Tahun 2023.
C. TUJUAN
Melakukan Asuhan Kebidanan Komprenhensif Teknik Menyusui Pada Ibu Post
Partum di PMB Anita Magda Sari,[Link] Tahun 2023.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. KONSEP DASAR NIFAS
1. Pengertian Nifas
Masa nifas berasal dari bahasa latin, yaitu puer artinya bayi dan parous artinya
melahirkan atau masa sesudah melahirkan. Asuhan kebidanan masa nifas adalah
penatalaksanaan asuhan yang diberikan pada pasien mulai dari saat setelah
lahirnya bayi sampai dengan kembalinya tubuh dalam keadaan seperti sebelum
hamil atau mendekati keadaan sebelum hamil.
Masa Nifas dimulai setelah 2 jam postpartum dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, biasanya berlangsung selama
6 minggu atau 42 hari, namun secara keseluruhan baik secara fisiologi maupun
psikologis akan pulih dalam waktu 3 bulan.
2. Tahapan Masa Nifas
Masa nifas terbagi dalam 3 tahap, yaitu :
1. Tahap Immediate Puerperium / Puerperium dini ( Nifas Dini)
Puerperium dini adalah keadaan yang terjadi segera setelah persalinan
sampai 24 jam sesudah persalinan (0-24 jam sesudah melahirkan). Kepulihan
yang ditandai dengan ibu telah diperbolehkan berdiri danberjalan-jalan. Pada
masa ini sering terjadi masalah, misalnya perdarahan karena atonia uteri. Oleh
karena itu,kita sebagai bidan harus dengan tertur melakukan pemeriksaan
kontraksi uterus, pengeluaran lochea, tekanan darah, suhu, dan keadaan ibu.
2. Tahap Early Puerperium (1-7 hari)
Early Puerperium adalah keadaan yang terjadi pada permulaan
puerperium. Waktu 1 hari sesudah melahirkan sampai 7 hari (1 minggu
pertama). Pada fase ini seorang bidan harus dapat memastikan involusi uteri
(proses pengecilan rahim) dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan,
lochea tidak berbau busuk, tidak demam, ibu mendapatkan makanan dan
cairan, setra ibu dapat menyusui dengan baik.
3. Tahap Late Puerperium
Late Puerperium adalah 6 minggu sesudah melahirkan, pada periode ini
seorang bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala
serta konseling KB. Biasanya bidan yang ada di desa melakukan kunjungan
rumah atau ibu yang datang memeriksakan kesehatannya di posyandu atau
puskesma.
3. Adaptasi Psikologis Masa Nifas
Adaptasi psikologis masa nifas antara lain:
1. Fase Taking In ( Hari 1-2)
Fase ini merupakan periode ketergantungan, yang berlangsung dari hari
pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya
sendiri, sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Ketidaknyamanan
yang dialami antara lain rasa mules, nyeri pada luka jahitan, kurang tidur,
kelelahan. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup,
komunikasi yang baik dan asupan nutrisi.
Gangguan psikologis yang dapat dialami oleh ibu pada fase ini adalah:
1) Kekecewaan pada bayinya
2) Ketidaknyamanan sebagai akibat perubahan fisik yang dialami
3) Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya
4) Kritikan suami atau keluarga tentang perawatan bayinya
2. Fase Taking Hold (Hari Ke 3-10)
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Ibu merasa
khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan
bayinya. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Hal yang
perlu diperhatikan adalah komunikasiyang baik, dukungan dan pemberian
penyuluhan atau pendidikan kesehatantentang perawatan diri dan bayinya.
Tugas bidan antara lain: mengajarkan cara perawatan bayi, cara menyusui
yang benar, cara perawatan luka jahitan, senam nifas, pendidikan kesehatan
gizi, istirahat, kebersihan diri dan lain-lain.
3. Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya.
Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai dapat
menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Terjadi peningkatan akan
perawatan diri dan bayinya. Ibu merasa percaya diri akan peran barunya, lebih
mandiri dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya. Dukungan suami
dan keluarga dapat membantu merawat bayi. Kebutuhan akan istirahat masih
diperlukan ibu untuk menjaga kondisi fisikny
Hal-hal yang harus dipenuhi selama nifas adalah sebagai berikut:
1) Fisik meliputi istirahat, asupan gizi, lingkungan bersih
2) Psikologi meliputi dukungan dari keluarga sangat diperlukan
3) Sosial meliputi perhatian, rasa kasih sayang, menghibur ibu saat
sedih dan menemani saat ibu merasa kesepian
4) Psikososial dan seksual
4. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
kebijakan program nasional masa nifas paling sedikit 3 kali kunjungan
yang dilakukan. Hal ini untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir dan untuk
mencegah, mendeteksi dan menangani masalahmasalah yang terjadi antara lain
a. 6-8 jam setelah persalinan, tujuan :
1) Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
2) Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk bila
perdarahan berlanjut
3) Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
4) Pemberian ASI awal
5) Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
6) Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
Petugas kesehatan yang menolong persalinan harus tinggal dengan ibu
dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan
bayi stabil keadaanya.
b. 6 hari setelah persalinan, tujuan:
1) Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi,fundus di
bawah umbilicus, tidak ada pendarahan abnormal, tidak ada bau
2) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan abnormal
3) Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat
4) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkn
tanda - tanda penyulit
5) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali
pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari
c. 2 minggu setelah persalinan, tujuan:
1) Memastikan rahim sudah kembali normal dengan mengukur dan
meraba rahim
2) Memberikan konseling untuk KB secara dini
B. KONSEP DASAR MENYUSUI
1. Pengertian
Menyusui merupakan suatu proses ilmiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil atau
menghentikan menyusui lebih dini dari semestinya. Ibu menyusui adalah ibu yang
memberikan air susu kepada bayi dari buah dada (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
ASI adalah cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu melalui proses
menyusui. ASI diproduksi dalam kelenjar-kelenjar susu tersebut, kemudian ASI
masuk ke dalam saluran penampungan ASI dekat putting melalui saluran-saluran air
susu (ductus), dan akan disimpan sementara dalam penampungan sampai tiba saatnya
bayi mengisapnya melalui putting payudara
Hisapan bayi memicu pelepasan ASI dari alveolus mamae melalui duktus ke sinus
lactiferous. Hisapan merangsang produksi oksitosin oleh kelenjar hypofisis posterior.
Oksitosin memasuki darah dan menyebabkan kontraksi sel-sel khusus (sel-sel
myoepithel) yang mengelilingi alveolus mamae dan duktus lactiferous. Kontraksi sel-
sel khusus ini mendorong ASI keluar dari alveoli melalui duktus lactiferous menuju
sinus lactiferous, tempat ASI akan disimpan. Pada saat bayi menghisap, ASI di dalam
sinus tertekan keluar ke mulut bayi. Gerakan ASI dari sinus ini dinamakan letdown
reflect atau “pelepasan”. Pada akhirnya, letdown dapat keluar tanpa rangsangan
hisapan.
2. Teknik Menyusui
Teknik menyusui yang tidak benar dapat mengakibatkan putting susu menjadi
lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya
atau bayi enggan menyusu. Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan
ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar.
a. Persiapan Menyusui
Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada
kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta
berkembanganya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit.
Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan
untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar, putting susu
makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin
menghitam.
Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan:
1. Membersihkan putting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang
lepas tidak menumpuk.
2. Putting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk
memudahkan isapan bayi.
3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan
jalan operasi
Tidak ada perawatan khusus untuk putting atau payudara sebelum menyusui.
Putting sudah dirancang untuk menyusui. Dalam banyak kasus, mereka akan
menjalankan fungsinya dengan sukses tanpa persiapan.
Seorang ibu mungkin akan mengalami kesulitan ketika belajar menyusui
bayinya pertama kali. Anda bisa membantunya dengan menunjukkan padanya
posisi yang benar untuk menyusui. Posisi yang baik membantu bayi minum lebih
baik dan mencegah putting susu jadi kempis atau pecah
b. Teknik Dasar Menyusui
Adapun teknik dasar pemberian ASI sebagai berikut:
1. Sebelum menyusui, keluarkan ASI sedikit, oleskan pada putting dan areola
(kalang) di sekitarnya sebagai desinfektan dan untuk menjaga kelembaban
putting
2. Letakkan bayi menghadap payudara ibu. Pegang belakang bahu bayi
dengan satu lengan. Kepala bayi terletak di lengkung siku ibu. Tahan
bokong bayi dengan telapak tangan. Usahakan perut bayi menempel pada
badan ibu dengan kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya
membelokkan kepala bayi).
3. Untuk memasukkan payudara ke mulut bayi, pegang payudara dengan ibu
jari atas. Jari yang lain menopang di [Link] menekan putting
susu atau areola-nya saja
4. Beri bayi rangsangan membuka mulut (rooting reflek) dengan cara
menyentuh pipi atau sisi mulut bayi dengan putting. Setelah bayi membuka
mulut, segera dekatkan putting ke mulut bayi. Jangan menjejalkan putting
ke mulutnya. Biarkan bayi mengambil inisiatif
5. Pastikan bayi tidak hanya mengisap puting, tetapi seluruh areola masuk ke
dalam mulutnya. Jika bayi hanya mengisap bagian puting, kelenjar-kelenjar
susu tidak akan mengalami tekanan sehingga ASI tidak keluar maksimal.
Selain itu, jika bagian putting saja yang di hisap bisa menyebabkan putting
nyeri dan lecet.
6. Gunakan jari untuk menekan payudara dan menjauhkan hidung bayi agar
pernapasannya tidak terganggu.
7. Jika bayi berhenti menyusu, tetapi masih bertahan di payudara, jangan
menariknya dengan kuat karena dapat menimbulkan luka. Pertama-tama,
hentikan isapan dengan menekan payudara atau meletakkan jari anda pada
ujung mulut bayi.
8. Selama menyusui, tataplah bayi penuh kasih sayang
9. Jangan khawatir jika bayi belum terampil mengisap dengan baik maupun
bayi masih belajar. Dibutuhkan ketenangan, kesabaran, dan latihan agar
proses menyusui menjadi lancar
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
PADA Ny.N UMUR 28 TAHUN DI PMB
ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023
Tempat Praktek/Ruang : PMB Anita Magda Sari,[Link]
Nomor MR :
Masuk RS/klinik. H/Tgl : 12 September 2023
Pembimbing lahan/CI : [Link] Arista,[Link].,[Link]
Pengkajian tanggal : 12 September 2023 Oleh Arsianti
Sumber data :-
I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBJEKTIF / ANAMNESE :
1. Biodata
- Nama Ibu : Ny. N - Nama Suami : Tn. S
- Umur : 28 Th - Umur : 34 Th
- Pendidikan : S1 - Pendidikan : S1
- Agama : Islam - Agama : Islam
- Suku : Jawa - Suku : Jawa
- Alamat : Rt.01 Desa Bram - Alamat : Rt.01 Desa Bram
Itam Raya Itam Raya
2. Riwayat Kesehatan Keluhan Utama :
Tidak ada
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
- Penyakit sistemik :
a. Hipertensi : tidak ada
b. Asma : tidak ada
c. Jantung : tidak ada
d. Hepatitis : tidak ada
e. Ginjal : tidak ada
f. DM : tidak ada
g. dll (sebutkan) : tidak ada
- Penyakit Menular Sexual (PMS) :
a. HIV / AIDS : tidak ada
b. Gonorrhoea : tidak ada
c. Siphilis : tidak ada
d. Kondiloma akuminata : tidak ada
e. Herpes : tidak ada
- Penyakit infeksi :
a. TBC : tidak ada
b. TORCH : tidak ada
c. Campak : tidak ada
d. I S K : tidak ada
e. Demam/kejang : tidak ada
f. dll (sebutkan) : tidak ada
- Gangguan jiwa (psikis) :
a. Kecemasan : tidak ada
b. Depresi : tidak ada
c. Psikosa : tidak ada
d. dll (sebutkan) : tidak ada
- Riwayat operasi
a. Appendix : tidak ada
b. S C : tidak ada
c. K E T : tidak ada
d. Laparatomy : tidak ada
e. dll (sebutkan) : tidak ada
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
a Hipertensi : tidak ada
b Asma : tidak ada
c Jantung : tidak ada
d Hepatitis : tidak ada
e Ginjal : tidak ada
f DM : tidak ada
g Keturunan kembar : tidak ada
h Penyakit psikis (kejiwaan) : tidak ada
i Cacat bawaan : tidak ada
j dll (sebutkan) : tidak ada
5. Riwayat Haid
Menarche umur : 13 tahun
Teratur / Tidak : teratur
Siklus : 28-30 hari
Lamanya : 6 hari
Konsistensi : normal
Keluhan : tidak ada
Warna : merah kecoklatan
Bau : khas
Haid terakhir tanggal : 04 Juni 2022
6. Riwayat Perkawinan
Kawin 1 kali
Umur kawin pertama : 23 tahun Umur suami 29 tahun
Umur perkawinan dengan suami sekarang : 5 tahun
7. Riwayat Obstetri
Ibu menyatakan, G3 P2 A0
1. Riwayat Kehamilan, Nifas, dan persalinan yang Lalu
1) Riwayat Kehamilan yang lalu
Pemeriksaan Kehamilan Terapi /
No Tahun Keluhan Berapa Kali Oleh T.T Tindakan
- - - - - - -
2) Riwayat Persalinan yang Lalu
Jenis An Penolong/
Persalin L/P ak Kelahiran Volume Penyulit Terapi
No Tahun a n/ BB/P Placenta Darah
. Pres H/ B
M
- - - - - - - - - -
3) Riwayat Nifas yang Lalu
No Laktasi Penyulit Terapi / Tindakan
- - - -
2. Riwayat Kehamilan sekarang
Pemeriksaan Kehamilan Terapi /
No Tahun Keluhan Berapa Oleh T.T Tindakan
Kali
3. Riwayat Persalinan Sekarang
Persalinan mulai tanggal : 11-09-2023
a. Jam : 17:50
b. Jenis persalinan : Spontan/ Normal
c. Presentasi janin : Kepala
d. Selaput ketuban pecah spontan/dipecah : dipecah
e. Kelahiran placenta : Spontan/Normal
f. Kelengkapan placenta : Lengkap
g. Ukuran placenta : - Diameter : 23 cm
- Tebal : 3 cm
- Berat : 550 gram
- Panjang tali pusat : 58 cm
- Inersio tali pusat : tidak ada
h. Keadaan perineum : Ruptur / episiotomi
Dijahit : ya, dalam: 5 luar: 4
i. Pengobatan : kompres perinium, terapi obat : amoxicillin 3x1,
[Link] 3x1, [Link] 2x1
Lamanya persalinan :
- Kala I : 8 jam
- Kala II : 25 menit
- Kala III : 10 menit
- Kala IV : 2 jam
- Jumlah : 10jam 35 menit
Volume darah yang keluar :
- Kala I : 50cc
- Kala II : 150cc
- Kala III : 200cc
- Kala IV : 400cc
- Jumlah : 800cc
Keadaan Janin:
Lahir langsung menangis kuat / merintih : iya
APGAR Skore 1 menit :7
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat badan / panjang badan : 3.3kg / 50cm
Lingkar kepala : 32cm
Lingkar dada : 33cm
Lingkar lengan atas :11cm
Kelainan : tidak ada
8. Riwayat Keluarga Berencana
Metode/ Tgl/Bln/ Tempat Tgl/Bln/Th
No. Cara Th Pelayanan Keluhan Penangg Berhenti/Alasan
ulangan
- - - - - - -
9. Pola Kebiasaan
a. Aspek Fisik Biologis
1) Pola Nutrisi
Frekuensi : 3-4 x/hari
Komponen Makanan : padat
Makanan Selingan : snack dan lain-lain
Makanan Pantang : tidak ada
Alergi Makanan : tidak ada
Volume Minum/Hari : 1,5-2L/hari
Jenis Minuman : air mineral, susu dan jus
2) Pola Eliminasi
Buang Air Besar : 1-2 x/hari
Buang Air Kecil : 4-5 x/hari
3) Pola Aktifitas dan Istirahat
Aktifitas sehari-hari : melakukan pekerjaan rumah tangga
Lama Beraktifitas : 4-5 jam
Keluhan selama Beraktivitas : tidak ada
Penanggulangan : tidak ada
Tidur malam : 7-8 jam /hari
Keluhan : sering BAK
Tidur siang : 1-2 jam/hari
4) Personal Hygiene
Mandi : 2-3 x/hari
Menggosok gigi : 3-4x/hari
Mencuci rambut : 2hari 1x
Memotong kuku : 1x seminggu
Mengganti pakaian luar/dalam : 3-4 x/hari
Membersihkan genetalia : dari depan kebelakang
b. Aspek Mental, Intelektual Sosial, Spiritual
Konsep diri : menerima dan menyayangi kehamilannya ini
Intelektual : memahami pengetahuan tentang kehamilan
Hubungan interpersonal : baik
Mekanisme koping : baik
Support sistem : dari suami dan keluarga
Spiritual : baik
c. Data Psikososial
Penghasilan keluarga per bulan : Rp. 3.000.000
Respon pasien terhadap kelahiran anak sekarang : bahagia
Respon keluarga terhadap kelahiran anak sekarang : bahagia
Rencana pengasuhan anak : diasuh sendiri dan bersama keluar
1. Data Obyektif
a. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : compos mentis
Kesadaran : baik
Berat Badan : 66 kg
Tinggi Badan : 161 cm
Tanda Vital : TD:110/70 mmHg S: 36,3oC
N : 82x/mnt RR: 20x/mnt
Kepala :
- Bentuk : simetris
- Rambut : hitam lurus dan tebal
Muka :
- Mata : simetris, tidak ada kelainan
- Hidung : simetris, tidak ada kelainan
- Mulut/gigi : normal, tidak ada caries
- Telinga : simetris, tidak ada kelainan
Leher : simetris, tidak ada benjolan, tidak ada kelainan
Dada : Simetris, Tidak ada pembengkakan payudara
Abdomen :
- Bekas operasi : tidak ada
- Tinggi fundus uteri : Fundus tidak teraba
- Kontraksi uterus : keras dan baik
Ekstremitas atas : reflek baik, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : reflek baik, tidak ada kelainan
Genitalia :
- Luka : ada laserasi derajat 1
- Oedem : ada
- Jahitan : Ada
- Lochea : merah segar, 150 cc, bau khas
b. Pemeriksaan Penunjang
1) Laboratorium : tidak ada
2) Lain-lain : tidak ada
II. INTERPRETASI DATA / DIAGNOSA
a. Diagnosa Kebidanan : Ny.E G3P3A0 postpartum hari ke-2 dengan
Teknik Menyusi
Data Dasar :
DS : Ibu mengatakan keadaannya sudah sehat dan tidak ada keluhan dan selalu
menyusui bayinya dan hanya memberikan ASI
DO : kesadaran : compos mentis
TD : 110/70 mmHg
N : 82x/mnt
S : 36,3 OC
RR : 20x/mnt
b. Masalah : Tidak ada
c. Kebutuhan : Tidak ada
III. MENGIDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
Maslah potensial tidak ada karena keadaan umum ibu baik
IV. IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA/KONSULTASI/RUJUKAN
Tidak ada.
V. PERENCANAAN
1. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu sehat
2. Memberitahu Teknik menyusui yang benar
3. Menganjurkan ibu utnuk memberikan asi eklusif minimal 6 bulan
4. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makan makanan yangsehat dan bergizi
VI. PELAKSANAAN
1. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu sehat, Hasil pemeriksaan TD:
110/70 mmHg, RR: 20 x/i, Nadi: 82x/mnt, Temp: 36,3 OC, TFU: sudah tidak teraba
di atas simfisis.
2. Memberitahu bahwa involusi uteri ibu berjalan normal, TFU tidak teraba diatas simfisis
dan tidak ada perdarahan yang berbau..
3. Mengajarkan ibu untuk menyusui yang benar agar bayi menyusu lebih baik dan
mencegah putting susu jadi kempis atau pecah
4. Menganjurkan ibu utnuk memberikan asi eklusif minimal 6 bulan supaya bayi
mendapat ASI eksklusif serta mengajarkan ibu cara melakukan perawatan payudara
supaya mencegah terjadinya bendungan ASI.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makan makanan yangsehat dan bergizi
dan asupan nutrisi yang cukup, seperti mineral, vitamin, protein. Minum air putih
minimal 3 liter/hari, minum pil zat besi.
VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya baik
2. Keadaan ibu normal
3. Ibu sudah mengerti tentang pemberian ASI pada bayi dan sudah mengerti cara
perawatan payudara
4. Ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan bidan
CI Akademik, Peserta Praktik,
([Link] Arista, [Link].,[Link]) (Anita Magda Sari)
BAB IV
PEMBAHASAN
[Link]
Pada bab ini, penulis menyajikan hasil pemeriksaan, permasalahan yang terjadi, asuhan
yang diberikan untuk menangani masalah yang terjadi dan membandingkan kesesuaian antara
teori dengan praktik yang terjadi pada Ny.N
Pada kunjungan post partum 2 hari, keadaan umum ibu baik, TFU sudah tidak teraba,
perdarahan tidak ada, pengeluaran lochea serosa serta tidak ditemukan tanda infeksi.
Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis, tekanan darah
110/70 mmHg, nadi 82x/menit, suhu 36,30C, penapasan 20x/menit.
Masa nifas ibu berjalan normal. Perubahan yang di alami ibu pada masa nifas normal
sesuai dengan teori. Keadaan ini juga dikarenakan adanya dukungan penuh dari keluarga
terutama suami. Ny.N. Kunjungan nifas berjalan lancar dan tidak ada masalah atau penyulit.
Pada kunjungan nifas pertama telah memenuhi standar asuhan kebidanan masa nifas yaitu
menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang terjadi pada ibu dan bayinya, mengajarkan
teknik menyusui yang benar.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian materi dan pembahasan kasus tersebut, dapat disimpulan bahwa
sebagai seorang bidan sangat penting memberikan asuhan sesuai standar kepada setiap
pasien dan masyarakat terutama di dalam memberikan pelayanan kebidanan. Asuhan
masa nifas yang diberikan pada Ny.N. Asuhan ini di lakukan untuk memantau
perkembangan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi dini adanya komplikasi yang
mungkin akan terjadi sehingga dapat dihindari.
B. SARAN
Diharapkan bidan tetap melaksanakan setiap pelayanan kebidanan dengan baik
dan selalu berpegang pada standar asuhan kebidanan agar tercipta ibu yang sehat untuk
generasi yang sehat juga
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, V.N.L., dan T. Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta:
Salemba Medika
Hutahaean, S. 2013. Perawatan Antenatal. Jakarta: Salemba Medika.
Manuaba, I.A.C. 2014. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Edisi 2. Jakarta:
EGC.
Mochtar, R. 2013. Sinopsis Obstetri. Edisi Ketiga. Jilid I. Jakarta:EGC
Mulati, Erna, (ed.). 2015. Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak Continuum Of Carelife
Cycle. Jakarta: Kemenkes
Kemenkes, 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar
Dan Rujukan. Jakarta: Kemenkes.
Romauli, S. 2014. Buku Ajar Asuhan Kebidanan I. Yogyakarta: Nuha Medika
Saputra, L. 2014. Pengantar Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita. Tangerang. Binarupa
Aksara
Walyani, E. S., dan E. Purwoastuti. 2015a. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta:
Pustaka Baru Press
Astutik Reni Yuli. Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info
Media. 2015.
Astuti, Kurniawati. Analisa Hubungan Pengaruh Cara Menyusui Dengan Kejadian
Payudara Bengkak Pada Ibu Post Partum. Vol.3 No. 4 (desember 2016). Diakses
tanggal 13 oktober 2017.
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023
Nama : Anita Magda Sari
NIM : 223001080152
Ruangan : PMB Anita Magda Sari, [Link]
Stase : Nifas
CI Akademik : Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link]
No Hari/Tanggal Follow Up Pembimbing TTD CI Akademik
1.
2.
3.
4.
Diketahui.
[Link] Pendidikan Profesi Bidan
[Link] Arista, [Link].,[Link]
NIK.1010300715007