0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan31 halaman

Asuhan Kebidanan BBL dan Imunisasi HB-0

Laporan ini membahas tentang asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan imunisasi HB-0. Imunisasi HB-0 pada bayi berusia 0-7 hari penting untuk mencegah hepatitis B. Laporan ini berisi tinjauan teori tentang konsep bayi baru lahir dan imunisasi HB-0 serta kasus asuhan kebidanan bayi baru lahir yang menerima imunisasi HB-0.

Diunggah oleh

Safitri fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan31 halaman

Asuhan Kebidanan BBL dan Imunisasi HB-0

Laporan ini membahas tentang asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan imunisasi HB-0. Imunisasi HB-0 pada bayi berusia 0-7 hari penting untuk mencegah hepatitis B. Laporan ini berisi tinjauan teori tentang konsep bayi baru lahir dan imunisasi HB-0 serta kasus asuhan kebidanan bayi baru lahir yang menerima imunisasi HB-0.

Diunggah oleh

Safitri fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK STASE

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR

Di susun oleh
ANITA MAGDA SARI
NIM : 223001080152

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA
JAMBI TAHUN AKADEMIK 2022-
2023
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARULAHIR DENGAN
IMUNISASI HB-0 DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023

Diajukan sebgai salah satu syarat wajib dalam menyelesaikan


Satse Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir

Jambi, 30 Agustus 2023

Disetujui,
CI Akademik

([Link] Siahaan, [Link].,[Link])


NIK. 1010300514051
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARULAHIR DENGAN
IMUNISASI HB-0 DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023

Dipersiapkan dan Disusun Oleh


Anita Magda Sari
NIM.223001080152

Disetujui,
CI Akademik

([Link] Siahaan, [Link].,[Link])


NIK. 1010300514051

Mengetahui,
[Link] Studi Pendidikan Profesi Bidan

([Link] Arista,[Link].,[Link])
NIK. 1010300715008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada tuhan yang maha esa, atas rahmat dan
hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan Stase Bayi Baru Lahir di PMB Anita
Magda Sari, [Link] yang di laksanakan pada tanggal 29 Agustus 2023.

Tidak sedikit kendala yang penulis hadapi dalam menyelesaikan laporan


pendahuluan ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya laporan pendahuluan
ini dapat terselesaikan.

Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :


1. Ibu Bdn. Subang Aini Nasution, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Kesehatan
Universitas Adiwangsa Jambi.
2. Ibu Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link] selaku Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
Universitas Adiwangsa Jambi.
3. Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link] selaku dosen pembimbing CI Akademik
pada Stase Bayi Baru Lahir.
4. Seluruh Dosen dan Staff Universitas Adiwangsa Jambi serta rekan rekan di PMB
Aniita Magda Sari, [Link] yang ikut serta dalam memberikan bimbingan danmateri
untuk menyelesaikan laporan ini.
5. Kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moral maupun materi
kepada kami
6. Kepada suami dan anak-anakku tercinta, terimakasih atas segala dukungan dan
pengertiannya selama dalam pelaksanaan tugas stase ini
Penulis juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
laporan ini, penulis selalu membuka diri untuk menerima berbagai saran dan kritikan yang
bersifat membangun demi menyempurnakan laporan pendahuluan ini. Penulis sangat
berharap semoga laporan pendahuluan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
Jambi, 30 Agustus 2023

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................................ii

HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................iii

KATA PENGANTAR ...................................................................................................iv

DAFTAR ISI ...................................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ............................................................................................................ 1

B. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 3

C. Tujuan ......................................................................................................................... 3

BAB II TINJAUN TEORI

A. Konsep Dasar Bayi Baru Lahir (BBL) ....................................................................... 5

B. Konsep Imunisasi Hepatitis B (Hb-0)......................................................................... 7

BAB III TINJAUAN KASUS

A. Asuhan Kebidanan BBL............................................................................................ 11

BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................................ 19

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................................... 21

B. Saran ......................................................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 22

DOKUMENTASI
BAB I
PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN

Imunisasi merupakan salah satu pencegahan penyakit menular khususnya

penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cara kerja imunisasi yaitu dengan

memberikan antigen bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan

dengan tujuan merangsang sistem imun tubuh.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun

2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dijelaskan bahwa bayi lahir di institusi rumah

sakit, klinik dan bidan praktik swasta diberikan vaksin imunisasi hepatitis B < 24 jam

pasca persalinan, dengan di dahului suntikan vitamin K1 antara 2-3 jam sebelumnya,

pemberian imunisasi Hepatitis B masih di perkenankan sampai < 7 hari (Kemenkes,

2017).

Program pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yang berusia < 7 hari merupakan

salah satu bentuk perilaku dalam pencegahan penyakit terutama penyakit hepatitis B.

Menurut WHO tahun 2010, tidak tercapainya target pencapaian dalam cakupan

imunisasi ini dapat meningkatkan jumlah angka kematian bayi dan anak. Diperkirakan

sebanyak 4,5 juta kematian anak pertahun di Indonesia terjadi akibat penyakit infeksi,

padahal diperkirakan 50% angka kematian tersebut dapat dicegah dengan imunisasi.

Faktanya di Indonesia termasuk 10 besar negara dengan jumlah anak tidak mendapatkan

imunisasi.

Rendahnya cakupan imunisasi hepatitis B pada bayi umur 0-7 hari dapat

berdampak pada peningkatan prevalensi virus hepatitis B dan derajat kekebalan terhadap

virus hepatitis B pada bayi. Pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi berumur 0-7 hari
lebih tanggap kebal, dan membentuk anti-HBs yang protektif sebesar 100%, sedangkan

pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi umur lebih dari 7 hari membentuk anti-HBs

yang protektif sebesar 90%.

Pentingnya pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yaitu memberikan kekebalan

pada tubuh bayi dari penularan ibu dengan status HbsAg positif. Virus Hepatitis B jika

menyerang bayi akan berdampak pada kerusakan organ hati pada bayi bahkan dapat

menyebabkan kanker hati. Oleh karena itu, pemberian imunisasi HB-0 pada bayi akan

memberikan perlindungan terhadap paparan virus Hepatitis B.

Penularan intrauterin dari bayi yang lahir dengan ibu HbsAg positif sekitar < 5%.

Risiko terinfeksi perinatal sekitar 5%-20% pada bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg

positif dan 70%-90% jika ibu HbeAg positif. Penularan vertikal virus hepatitis B dari ibu

HbsAg positif atau HbsAg yang tidak diketahui ke bayi terjadi terutama saat persalinan.

Imunisasi hepatitis B segera setelah lahir dalam 12-24 jam pertama dapat mencegah

penyakit hepatitis kronis. Di jumpai 99% bayi yang terinfeksi hepatitis B pada masa

perinatal akan tanpa bergejala dan 1% mengalami infeksi hepatitis akut. Bayi yang

terinfeksi hepatitis B pada masa perinatal dengan tanpa gejala tersebut sekitar 10%

menjadi sembuh dan 90% menjadi kronis dan menjadi sumber penularan hepatitis B.

Upaya pemeliharaan kesehatan anak ditujukan untuk mempersiapkan generasi

akan datang yang sehat, cerdas dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian

anak. Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak janin masih dalam kandungan,

dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 tahun. Bayi baru lahir adalah Masa

neonatal yaitu masa mulai dari lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran

atau neonatus adalah bayi berusia 0 (baru lahir) sampai dengan usia 1 bulan sesudah
lahir. Neonatus dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu neonatus dini (bayi berusia

0-7 hari) dan neonatus lanjut (bayi berusia 7-28 hari).

Hepatitis B merupakan penyakit menular yang serius dan umumnya menginfeksi

hati disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) yang dapat menyebabkan penyakit akut

maupun kronis. HBV dapat mengancam jutaan orang di dunia dan telah menginfeksi

sekitar 1,2 juta orang di Amerika Serikat dan 2 milyar orang di dunia, sekitar 240 juta

orang di antaranya menjadi pengidap Hepatitis B kronik. Kebanyakan mereka tidak

menyadari telah terinfeksi. Lebih dari 686.000 orang meninggal setiap tahun akibat

komplikasi dari Hepatitis B, termasuk sirosis dan kanker hati.

Angka Kematian Bayi menurut WHO (World Health Organization) 2015 pada

negara ASEAN (Association of South East Asia Nations) seperti di Singapura 3 per

1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5 per 1000 kelahiran hidup,Thailan 17 per 1000

kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27 per 1000

kelahiran hidup.

Angka kematian anak dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Hasil Survei

Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN

sebesar15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA

32 per 1.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017).

B. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Terhadap Imunisasi HB-0

Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023


C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Mengetahui hasil penerapan Asuhan Kebidanan Pada Stase Bayi Baru Lahir

Dengan Imunisasi HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023.

2. Tujuan Khusus

a. Diketahui Data Subjektif Dan Objektif Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi

HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

b. Diketahui Interpretasi Data Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di

PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

c. Diketahui Diagnosa Dan Masalah Potensial Pada Bayi Baru Lahir Dengan

Imunisasi HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

d. Diketahui Kebutuhan Segera Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di

PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

e. Diketahui Rencana Tindakan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi

HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

f. Diketahui Tindakan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di

Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023

g. Diketahui Evaluasi pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di PMB

Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023


BAB II

TINJAUAN TEORI

A. KONSEP DASAR BAYI BARU LAHIR (BBL)

1. Pengertian Bayi Baru Lahir (BBL)

Bayi baru lahir (BBL) normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37- 42

minggu atau 294 hari dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram,

bayi baru lahir (newborn atau neonatus) adalah bayi yang baru dilahirkan sampai

dengan usia empat minggu.

Menurut DepKes RI, (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir

dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram

sampai 4000 gram.

Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 12 bulan, namun tidak ada

batasan yang [Link] psikologi, bayi adalah periode perkembangan yang

panjang dari kelahiran hingga 18 atau 24 [Link] tidak hanya diberikan kepada

ibu, tapi juga sangat diperlukan oleh bayi baru lahir (BBL). Walaupun sebagian besar

proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan

pengeluaran hasil kehamilan (Bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat

dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam

kondisi yang optimal. Memberikan asuhan yang segera, aman dan bersih untuk BBL

merupakan bagian esensial asuhan BBL.

Bayi “cukup bulan” adalah bayi yang dilahirkan setelah usia kehamilan genap

mencapai 37 minggu dan sebelum usia kehamilan genap mencapai 41 minggu


2. Ciri-Ciri Bayi Normal

a. Berat badan 2500-4000 gram.

b. Panjang badan lahir 48-52 cm.

c. Lingkar dada 30-38 cm.

d. Lingkar kepala 33-35 cm.

e. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama kira-kira 180×/menit, kemudian

menurun sampai 120-140×/menit.

f. Pernafasan pada menit-menit pertama kira-kira 80x/menit, kemudian menurun

setelah tenang kira-kira 40×menit

g. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan yang cukup

terbentuk dan diliputi vernix caseosa, Kuku panjang.

h. Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala biasanya telah sempurna.

i. Genitalia : labia mayora sudah menutupi labia minora pada perempuan, Testis

sudah turun pada laki-laki.

j. Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik.

k. Refleks moro sudah baik : bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan

seperti memeluk.

l. Refleks grasping sudah baik : apabila diletakkan suatu benda diatas telapak

tangan, bayi akan menggengam/adanya gerakan refleks.

m. Refleks rooting/mencari puting susu dengan rangsangan tektil pada pipi dan

daerah mulut Sudah terbentuk dengan baik.

n. Eliminasi baik : urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam

pertama,mekonium berwarna hitam kecoklatan (Saleha, 2012).


3. Tahapan Bayi Baru Lahir

a. Tahapan I terjadi segera lahir, selama menit-menit kelahiran. Pada tahap ini

digunakan sistem scoring apgar untuk fisik dan scoring gray untuk interaksi bayi

dan ibu.

b. Tahap II disebut tahap transisional rektivitas, pada tahap II dilakukan pengkajian

selama 24 jam pertama terhadap adanya perubahan perilaku.

c. Tahap III disebut tahap periodik, pengkajian dilakukan setelah 24 jam pertama

yang meliputi pemeriksaan seluruh tubuh.

4. Asuhan kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal

Memberikan asuhan aman dan bersih segera setelah bayi baru lahir merupakan

bagian esensial dari asuhan pada bayi baru lahir seperti jaga bayi tetap hangat, isap

lendir dari mulut dan hidung bayi (hanya jika perlu), keringkan, pemantauan tanda

bahaya, klem dan potong tali pusat, IMD, beri suntikan Vit K, 1 mg intramuskular,

beri salep mata antibiotika pada kedua mata, pemeriksaan fisik, imunisasi hepatitis B

0,5 mlintramuscular.

B. Imuninasi Hepatitis B

1. Pengertian Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang digunakan untuk mencegah

terjadinya penyakit hepatitis. Jadi, Vaksinasi ini diberikan agar anak mendapatkan

kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. Vaksin tersebut bagian dari virus
hepatitis B yang dinamakan HBsAg, yang dapat menimbulkan kekebalan, tapi

tidak menimbulkan penyakit. HBsAg ini dapat diperoleh dari serum manusia atau

dengan rekayasa genetik dengan bantuan sel ragi.

2. Etiologi Hepatitis B

Menurut National Institutes of Health (2006) etiologi Hepatitis B adalah virus dan

disebut dengan Hepatitis B Virus. Misnadiarly (2007) menguraikan VHB terbungkus

serta mengandung genoma DNA melingkar. Virus ini merusak fungsi lever dan sambil

merusak terus berkembang biak dalam sel-sel hati (hepatocytes) Akibat serangan itu

sistem kekebalan tubuh kemudian memberi reaksi dan melawan. Kalau tubuh

berhasil melawan maka virus akan terbasmi habis, tetapi jika gagal virus akan tetap

tinggal dan menyebabkan Hepatitis B kronis dimana pasien sendiri menjadi karier atau

pembawa virus seumur hidupnya.

3. Sasaran

Menurut Ranuh (2005), sasaran pemberian vaksin Hepatitis B adalah semua bayi

baru lahir tanpa memandang status VHB ibu, individu yang karena pekerjaannya

beresiko tertular VHB, karyawan di lembaga perawatan cacat mental, pasien

hemodialisis, pasien koagulopati yang membutuhkan transfusi berulang, individu yang

serumah pengidap VHB atau kontak akibat hubungan seksual, Drug users,

Homosexual, dan heterosexuals.


4. Pemberian Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis ini diberikan melalui injeksi intramuskular dalam. Dosis

pertama (HB-0) diberikan segera setelah bayi lahir atau kurang dari 7 hari setelah

kelahiran. Vaksin ini menggunakan PID (Prefilled Injection Device), merupakan jenis

alat suntik yang hanya bisa digunakan sekali pakai dan telah berisi vaksin dosis

tunggal dari pabrik. Vaksin ini diberikan dengan dosis 0,5 ml. Vaksin tidak hanya

diberikan pada bayi. Vaksin juga diberikan pada anak usia 12 tahun yang di masa

kecilnya belum diberi vaksin Hepatitis B. Selain itu orang- orang yang berada dalam

rentan risiko Hepatitis B sebaiknyajuga diberi vaksin ini.

Imunisasi Hepatitis B bermanfaat untuk mencegah terjadinya infeksi disebabkan

oleh virus Hepatitis B terhadap bayi (Saifuddin AB, 2014).Terdapat 2 jadwal

pemberian imunisasi Hepatitis B. Jadwal pertama, imunisasi hepatitis B sebanyak 3

kali pemberian, yaitu usia 0 hari (segera setelah lahir menggunakan uniject), 1 dan 6

bulan. Jadwal kedua, imunisasi hepatitis B sebanyak 4 kali pemberian, yaitu pada 0

hari (segera setelah lahir) dan DPT+ Hepatitis B pada 2, 3 dan 4 bulan usia bayi.

5. Dosis Imunisasi Hepatitis B

Dosis bayi dan anak

Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali, yaitu:

a. Dosis pertama : diberikan dalam 12 jam setelah lahir pada semua bayi baru lahir.

b. Dosis kedua : diberikan pada bayi usia 1 bulan.

c. Dosis ketiga : diberikan pada bayi usia 6 bulan.

Dosis vaksin hepatitis B adalah 0,5 cc setiap kali pemberian, disuntikkan ke dalam
otot (intramuskular) pada paha bayi bagian luar.

6. Efek Samping Hepatitis B

Efek samping ini hanya berupa keluhan nyeri pada bekas suntikan, yang disusul

demam ringan, dan pembengkakan. Namun reaksi ini bisa menghilang dalam waktu

dua hari.
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IMUNISASI


HB-0 DI DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023

Tempat Praktek/Ruang : PMB Anita Magda Sari, [Link]

Nomor MR :-

Masuk RS/klinik. H/Tgl : 29 Agustus 2023 Jam 12.00 WIB


Pembimbing lahan/CI : Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link]

Pengkajian tanggal : 29 Agustus 2023 Jam 15.30 WIB Oleh


Anita Magda Sari
Sumber data :-

1. PENGKAJIAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30

A. Data Subjektif

a. Identitas Bayi

Nama Bayi : by Ny.M

Tanggal/Jam Lahir : 29 Agustus 2023

Jenis Kelamin :P

Anak Ke :1

b. Identitas Orang Tua

- Nama ibu :Ny.M -Nama ayah :Tn.C


- Suku :Melayu -Suku :Melayu
- Agama :Islam -Agama :Islam
- Pendidikan :SMA -Pendidikan :SMA
- Pekerjaan :IRT -Pekerjaan :Swasta
B. Anamnes (Data Objektif)

1. Alasan utama masuk kamar bersalin : Ibu mengatakan merasakan ada tanda-tanda

persalinan

2. Keluhan Utama : Jika ibu mengatakan adanya rasa mules

3. Riwayat Persalinan

Hamil :1

Usia Kehamilan : 39 Minggu

Jenis Persalinan : Normal

Tempat Persalinan : PMB Anita Magda Sari, [Link]


Komplikasi : Tidak ada

Perdarahan : Tidak ada

4. Keadaan Bayi Baru Lahir

Tanda 0 1 2 Jumlah
Menit Frekuensi []Tidak ada []<100x/i [√]>100x/i
1 jantung []Tidak ada []Lambat tidak teratur [√]Menangis kuat 7
Usaha bernafas []Lumpuh [√]Eks. Fleksi sedikit []Gerakan aktif
Tonus otot []Tidak bereaksi [√]Gerakan aktif []Batuk/bersin
Refleks []Tidak ada [√]Tubuh kemerahan []Kemerahan
Warna tangan dan kaki biru
Menit Frekuensi []Tidak ada []<100x/i [√]>100x/i
5 jantung []Tidak ada []Lambat tidak teratur [√]Menangis kuat
Usaha bernafas []Lumpuh []Eks. Fleksi sedikit [√]Gerakan aktif 11

Tonus otot []Tidak ada []Gerakan aktif [√]Batuk/bersin


Refleks []Tidak ada []Tubuh kemerahan [√]Kemerahan
Warna tangan dan kaki biru
5. Resusitasi

- Penghisap lendir : Tidak ada

- Ambu : tidak ada

- Massage jantung : tidak ada

- Intubasi endrotraheal : tidak ada

- Oksigen : tidak ada

- Terapi : tidak ada

6. Pemeriksaan Umum

- Keadaan Umum : 130x/menit

- Pernapasan : 30x/menit

- Nadi : 89x/menit

- Suhu : 35,50C

7. Antropometri

- Berat Badan : 2800 gram

- Panjang Badan : 49 cm

- Lingkar Kepala : 32 cm

- Lingkar dada : 33 cm

- Lingkar lengan atas : 11 cm

8. Refleks

- Moro : Normal

- Rooting : Normal

- Graps : Normal
- Sucking : Normal

- Tonick neck : Normal

- Walking : Normal

9. Eliminasi

- Miksi : Normal

- Mekonium : Normal

[Link] Fisik

a. Kepala

- Simetris : ya

- Ubun-ubun besar : normal

- Ubun-ubun besar : normal

- Caput : tidak ada

- Sephalohematoma : tidak ada

- Kelainan : tidak ada

b. Mata

- Simetris : ya

- Kelainan : tidak ada

- Perdarahan : tidak ada

- Kelainan : tidak ada

c. Hidung

- Lubang : normal
- Cuping hidung : normal
- Cairan/pengeluaran : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
d. Mulut

- Bibir : normal
- Palatum : normal
- Gusi : normal
- Kelainan : tidak ada
e. Telinga

- Simetris : ya
- Pengeluaran : tidak ada
- Lubang : normal
- Daun telinga : normal
- Kelainan : tidak ada
f. Leher

- Pembengkakan : tidak ada


- Kelainan : tidak ada
g. Dada

- Simetris : ya

- Bunyi nafas : normal

- Bunyi jantung : normal

- Kelainan : tidak ada

h. Perut

- Bentuk : normal
- Tali pusat : normal
- Pengeluaran : tidak ada
- Pembuluh darah : normal
- Kelainan : tidak ada
i. Punggung

- Bentuk : normal
- Kelainan : tidak ada
j. Kulit

- Warna : normal
- Turgor : normal
- Lanuago : normal
- Vernik caseosa(lemak) : tidak ada
k. Ektremitas

- Jari-jari : normal, lengkap

- Gerakan : aktif

- Kelainan : Tidak ada

l. Genetalia

Pria Wanita
- Scrotum :- -Labia : Normal
- Penis :- -Vagina : Normal
- Lubang penis :- -Kelainan : Tidak ada

m. Anus

- Lubang anus : normal


- Kelainan : tidak ada
MANAJEMEN VARNEY

Tgl : 29-08-2023 Pkl : 15.30 Wib

II. INTERPRETASI DATA DASAR

1. Diagnosa : by Ny.M baru lahir dengan keadaan umum baik

2. Data Dasar :

DS

- Bayi menangis spontan

DO

- Keadaan umum bayi baik

 TD : 130x/menit

 Pernapasan : 30x/menit

 Nadi : 89x/menit

 Suhu : 35,50 C

3. Masalah

Tidak ada ditemukan masalah pada by Ny.M

4. Kebutuhan

Pemberian Imunisasi HB-0

III. ANTISIPASI MASALAH Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30

Tidak ada

IV. TINDAKAN SEGERA Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30


Tidak ada

V. PERENCANAAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30

1. Beritahu ibu hasil pemiksaan

2. Beritahu ibu bahwa Imunisasi akan dilakukan

3. Beritahu ibu bahwa ibu akan segera disuntik

4. Mempersiapkan peralatan

VI. PELAKSANAAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30

1. Menjaga kehangatan bayi baru lahir

2. Memberikan penyuntikan Imunisasi HB-0 pada bayi

3. Memantau keadaan umum bayi

VII. EVALUASI Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30

1. Keadaan umum bayi baik

2. Kesadaran Bayi : Composmentis

3. Pernapasan : 30x/menit

4. Nadi : 130x/menit

5. Suhu : 35,50C

Hasil pemeriksaan fisik pada bayi dalam batas normal dan tidak ada kelainan

yang abnormal.

CI Akademik, Peserta Praktik,


(Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link]) (Anita Magda Sari)
BAB IV

PEMBAHASAN

Responden bernama by Ny.M umur 0 hari, BB 2800 gram dengan keadaan umum baik,

kesadaran compos mentis, denyut nadi 130x/menit suhu 35,5 0C dan pernafasan 30x/menit.

Pemeriksaan yang diperoleh dalam batas normal, tidak ada caput succedaneum dan sutura tidak

tumpang tindih pada kepala, kulit kemerahan, wajah tidak kuning, konjungtiva merah muda,

tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, pernafasan teratur tidak ada perdarahan pada tali

pusat, tali pusat tidak terbungkus apapun, , ekstremitas atas dan bawah lengkap serta gerakan

aktif dan refleks pada bayi baik.

Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi yang telah dilakukan pada by Ny.M

ditemukan bahwa keadaan bayi dalam kondisi baik, pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan

kelainan ataupun tanda bahaya pada bayi. Hasil yang diperoleh melalui pendekatan manajemen

varney dan pendokumentasian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan antara teori

dan praktik pada kasus yang ditemukan mulai dari pengkajian data subjetif dan objektif sampai

evaluasi.

Imunisasi sangat penting untuk bayi. Antibodi bayi belum lengkap, sehingga perlu

dilakukan vaksinasi pada bayi berupa imunitas untuk mencegah berbagai penyakit sewaktu-

waktu. Jika bayi tidak diimunisasi, kemungkinan risikonya antara lain tuberkulosis, hepatitis,

polio, tetanus, difteri, batuk rejan, meningitis, pneumonia, infeksi telinga, campak, flu,

gondongan bahkan rubella. Melalui imunisasi, setidaknya kemungkinan penyebaran virus atau

bakteri penyebab penyakit bisa diminimalisir.

Imunisasi hepatitis B adalah salah satu imunisasi wajib, dan lebih dari 100 negara telah
memasukkan vaksin ini dalam rencana nasional mereka. Jika menyerang anak-anak, penyakit

akibat virus ini sulit disembuhkan. Jika sejak lahir telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV), hal

itu dapat menyebabkan kelainan yang dibawa hingga dewasa. Oleh karena itu, kemungkinan

besar terjadi sirosis atau pengerutan hati. Anda perlu memahami pentingnya imunisasi hepatitis

B, karena hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang dapat

merusak hati. Jika tidak diobati, penyakit ini akan semakin parah dan bisa menjadi kanker hati.

Untuk penyakit lever, virus penyebab hepatitis B adalah yang paling berbahaya. Biasanya bayi

baru lahir mendapat imunisasi hepatitis B yang sangat penting untuk mencegah bayi tertular

penyakit tersebut. Jika imunisasi hepatitis B diberikan sedini mungkin (biasanya dengan suntikan

intramuskular pada bayi usia 0 - 7 hari)

Vaksin hepatitis B harus diberikan segera setelah lahir, karena vaksin hepatitis B

merupakan tindakan pencegahan yang sangat efektif yang dapat memutus rantai penularan dari

ibu ke bayi segera setelah lahir. Oleh karena itu, semua bayi harus menerima dosis pertama

vaksin hepatitis B segera setelah lahir dan sebelum dipulangkan.


BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil telaah jurnal pada pemberian Imunisasi HB-0 Pentingnya

pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yaitu memberikan kekebalan pada tubuh bayi

dari penularan ibu dengan status HbsAg positif. Virus Hepatitis B jika menyerang bayi

akan berdampak pada kerusakan organ hati pada bayi bahkan dapat menyebabkan

kanker hati. Oleh karena itu, pemberian imunisasi HB-0 pada bayi akan memberikan

perlindungan terhadap paparan virus Hepatitis.

B. SARAN

Menjadi bahan masukan dalam melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada

Bayi Baru, dan diharapkan bagi tenaga kesehatan mampu melakukan imunisasi HB-0

untuk mencegah pernularan penyakit hepatitis


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, N., Kusnanto, H., & Mada, G. (2017). Kejadian Infeksi Hepatitis B pada Bayi dan
Anak yang di Lahirkan oleh Ibu dengan HBsAG Positif di Kabupaten Magelang
Jawa Tengah Tahun 2014-2016 (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Anton (2014). Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Tentang Imunisasi
Hepatitis B Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadu
Hilir Kabupaten Sekadu

Beasley, R. P., George, C. Y. L., Roan, C. H., Hwang, L. Y., Lan, C. C., Huang,
F. Y., & Chen, C. L. Prevention of perinatally transmitted Hepatitis B virus
infections with Hepatitis B immune globulin and Hepatitis B vaccine. The Lancet.
1983;322(8359), 1099-1102.
Dwienda O., Maita L., Saputri M. E. Dan Yulviana R. (2014). ASUHAN KEBIDANAN
NEONATUS, BAYI/ BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH UNTUK
PARA BIDAN. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV. BUDI UTAMA.
Imunisasi Hepatitis B-0 dengan Pemberian Imunisasi Hepatitis B-0 di Wilayah Kerja
Puskesmas Padang Alai Tahun 2015. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan
Akbid YLPP Purwokerto.

Noordiati (2018). ASUHAN KEBIDANAN Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.
Malang: Wineka Media.

Nurjanti, S. Hubungan Tingkat Pengetahuan Bidan tentang Imunisasi dengan Perilaku


Pengelolaan Vaksin di Bidan Praktek Swasta se-Wilayah Ranting Tengah Bantul;
2010. Diakses tanggal 20 Desember 2017. Diperoleh dari:
[Link]/1671/1/NASKAH%[Link].
DOKUMENTASI
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023

Nama : Anita Magda Sari


NIM : 223001080152
Ruangan : PMB Anita Magda Sari, [Link]
Stase : Bayi Baru Lahir (BBL)
CI Akademik : [Link] Siahaan, [Link].,[Link]

No Hari/Tanggal Follow Up Pembimbing TTD CI Akademik

1.

2.

3.

4.

Diketahui.
[Link] Pendidikan Profesi Bidan

[Link] Arista, [Link].,[Link]


NIK.1010300715007

Anda mungkin juga menyukai