LAPORAN PRAKTIK STASE
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR
Di susun oleh
ANITA MAGDA SARI
NIM : 223001080152
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA
JAMBI TAHUN AKADEMIK 2022-
2023
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARULAHIR DENGAN
IMUNISASI HB-0 DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023
Diajukan sebgai salah satu syarat wajib dalam menyelesaikan
Satse Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir
Jambi, 30 Agustus 2023
Disetujui,
CI Akademik
([Link] Siahaan, [Link].,[Link])
NIK. 1010300514051
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARULAHIR DENGAN
IMUNISASI HB-0 DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023
Dipersiapkan dan Disusun Oleh
Anita Magda Sari
NIM.223001080152
Disetujui,
CI Akademik
([Link] Siahaan, [Link].,[Link])
NIK. 1010300514051
Mengetahui,
[Link] Studi Pendidikan Profesi Bidan
([Link] Arista,[Link].,[Link])
NIK. 1010300715008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada tuhan yang maha esa, atas rahmat dan
hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan Stase Bayi Baru Lahir di PMB Anita
Magda Sari, [Link] yang di laksanakan pada tanggal 29 Agustus 2023.
Tidak sedikit kendala yang penulis hadapi dalam menyelesaikan laporan
pendahuluan ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya laporan pendahuluan
ini dapat terselesaikan.
Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Bdn. Subang Aini Nasution, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Kesehatan
Universitas Adiwangsa Jambi.
2. Ibu Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link] selaku Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
Universitas Adiwangsa Jambi.
3. Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link] selaku dosen pembimbing CI Akademik
pada Stase Bayi Baru Lahir.
4. Seluruh Dosen dan Staff Universitas Adiwangsa Jambi serta rekan rekan di PMB
Aniita Magda Sari, [Link] yang ikut serta dalam memberikan bimbingan danmateri
untuk menyelesaikan laporan ini.
5. Kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moral maupun materi
kepada kami
6. Kepada suami dan anak-anakku tercinta, terimakasih atas segala dukungan dan
pengertiannya selama dalam pelaksanaan tugas stase ini
Penulis juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
laporan ini, penulis selalu membuka diri untuk menerima berbagai saran dan kritikan yang
bersifat membangun demi menyempurnakan laporan pendahuluan ini. Penulis sangat
berharap semoga laporan pendahuluan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
Jambi, 30 Agustus 2023
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................iii
KATA PENGANTAR ...................................................................................................iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 3
C. Tujuan ......................................................................................................................... 3
BAB II TINJAUN TEORI
A. Konsep Dasar Bayi Baru Lahir (BBL) ....................................................................... 5
B. Konsep Imunisasi Hepatitis B (Hb-0)......................................................................... 7
BAB III TINJAUAN KASUS
A. Asuhan Kebidanan BBL............................................................................................ 11
BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................................ 19
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................... 21
B. Saran ......................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 22
DOKUMENTASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. PENDAHULUAN
Imunisasi merupakan salah satu pencegahan penyakit menular khususnya
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cara kerja imunisasi yaitu dengan
memberikan antigen bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan
dengan tujuan merangsang sistem imun tubuh.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dijelaskan bahwa bayi lahir di institusi rumah
sakit, klinik dan bidan praktik swasta diberikan vaksin imunisasi hepatitis B < 24 jam
pasca persalinan, dengan di dahului suntikan vitamin K1 antara 2-3 jam sebelumnya,
pemberian imunisasi Hepatitis B masih di perkenankan sampai < 7 hari (Kemenkes,
2017).
Program pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yang berusia < 7 hari merupakan
salah satu bentuk perilaku dalam pencegahan penyakit terutama penyakit hepatitis B.
Menurut WHO tahun 2010, tidak tercapainya target pencapaian dalam cakupan
imunisasi ini dapat meningkatkan jumlah angka kematian bayi dan anak. Diperkirakan
sebanyak 4,5 juta kematian anak pertahun di Indonesia terjadi akibat penyakit infeksi,
padahal diperkirakan 50% angka kematian tersebut dapat dicegah dengan imunisasi.
Faktanya di Indonesia termasuk 10 besar negara dengan jumlah anak tidak mendapatkan
imunisasi.
Rendahnya cakupan imunisasi hepatitis B pada bayi umur 0-7 hari dapat
berdampak pada peningkatan prevalensi virus hepatitis B dan derajat kekebalan terhadap
virus hepatitis B pada bayi. Pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi berumur 0-7 hari
lebih tanggap kebal, dan membentuk anti-HBs yang protektif sebesar 100%, sedangkan
pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi umur lebih dari 7 hari membentuk anti-HBs
yang protektif sebesar 90%.
Pentingnya pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yaitu memberikan kekebalan
pada tubuh bayi dari penularan ibu dengan status HbsAg positif. Virus Hepatitis B jika
menyerang bayi akan berdampak pada kerusakan organ hati pada bayi bahkan dapat
menyebabkan kanker hati. Oleh karena itu, pemberian imunisasi HB-0 pada bayi akan
memberikan perlindungan terhadap paparan virus Hepatitis B.
Penularan intrauterin dari bayi yang lahir dengan ibu HbsAg positif sekitar < 5%.
Risiko terinfeksi perinatal sekitar 5%-20% pada bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg
positif dan 70%-90% jika ibu HbeAg positif. Penularan vertikal virus hepatitis B dari ibu
HbsAg positif atau HbsAg yang tidak diketahui ke bayi terjadi terutama saat persalinan.
Imunisasi hepatitis B segera setelah lahir dalam 12-24 jam pertama dapat mencegah
penyakit hepatitis kronis. Di jumpai 99% bayi yang terinfeksi hepatitis B pada masa
perinatal akan tanpa bergejala dan 1% mengalami infeksi hepatitis akut. Bayi yang
terinfeksi hepatitis B pada masa perinatal dengan tanpa gejala tersebut sekitar 10%
menjadi sembuh dan 90% menjadi kronis dan menjadi sumber penularan hepatitis B.
Upaya pemeliharaan kesehatan anak ditujukan untuk mempersiapkan generasi
akan datang yang sehat, cerdas dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian
anak. Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak janin masih dalam kandungan,
dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 tahun. Bayi baru lahir adalah Masa
neonatal yaitu masa mulai dari lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran
atau neonatus adalah bayi berusia 0 (baru lahir) sampai dengan usia 1 bulan sesudah
lahir. Neonatus dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu neonatus dini (bayi berusia
0-7 hari) dan neonatus lanjut (bayi berusia 7-28 hari).
Hepatitis B merupakan penyakit menular yang serius dan umumnya menginfeksi
hati disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) yang dapat menyebabkan penyakit akut
maupun kronis. HBV dapat mengancam jutaan orang di dunia dan telah menginfeksi
sekitar 1,2 juta orang di Amerika Serikat dan 2 milyar orang di dunia, sekitar 240 juta
orang di antaranya menjadi pengidap Hepatitis B kronik. Kebanyakan mereka tidak
menyadari telah terinfeksi. Lebih dari 686.000 orang meninggal setiap tahun akibat
komplikasi dari Hepatitis B, termasuk sirosis dan kanker hati.
Angka Kematian Bayi menurut WHO (World Health Organization) 2015 pada
negara ASEAN (Association of South East Asia Nations) seperti di Singapura 3 per
1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5 per 1000 kelahiran hidup,Thailan 17 per 1000
kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27 per 1000
kelahiran hidup.
Angka kematian anak dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Hasil Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN
sebesar15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA
32 per 1.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017).
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Terhadap Imunisasi HB-0
Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengetahui hasil penerapan Asuhan Kebidanan Pada Stase Bayi Baru Lahir
Dengan Imunisasi HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahui Data Subjektif Dan Objektif Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi
HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
b. Diketahui Interpretasi Data Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di
PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
c. Diketahui Diagnosa Dan Masalah Potensial Pada Bayi Baru Lahir Dengan
Imunisasi HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
d. Diketahui Kebutuhan Segera Pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di
PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
e. Diketahui Rencana Tindakan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi
HB-0 Di Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
f. Diketahui Tindakan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di
Di PMB Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
g. Diketahui Evaluasi pada Bayi Baru Lahir Dengan Imunisasi HB-0 Di Di PMB
Anita Magda Sari, [Link] Tahun 2023
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. KONSEP DASAR BAYI BARU LAHIR (BBL)
1. Pengertian Bayi Baru Lahir (BBL)
Bayi baru lahir (BBL) normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37- 42
minggu atau 294 hari dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram,
bayi baru lahir (newborn atau neonatus) adalah bayi yang baru dilahirkan sampai
dengan usia empat minggu.
Menurut DepKes RI, (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir
dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram
sampai 4000 gram.
Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 12 bulan, namun tidak ada
batasan yang [Link] psikologi, bayi adalah periode perkembangan yang
panjang dari kelahiran hingga 18 atau 24 [Link] tidak hanya diberikan kepada
ibu, tapi juga sangat diperlukan oleh bayi baru lahir (BBL). Walaupun sebagian besar
proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan
pengeluaran hasil kehamilan (Bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat
dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam
kondisi yang optimal. Memberikan asuhan yang segera, aman dan bersih untuk BBL
merupakan bagian esensial asuhan BBL.
Bayi “cukup bulan” adalah bayi yang dilahirkan setelah usia kehamilan genap
mencapai 37 minggu dan sebelum usia kehamilan genap mencapai 41 minggu
2. Ciri-Ciri Bayi Normal
a. Berat badan 2500-4000 gram.
b. Panjang badan lahir 48-52 cm.
c. Lingkar dada 30-38 cm.
d. Lingkar kepala 33-35 cm.
e. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama kira-kira 180×/menit, kemudian
menurun sampai 120-140×/menit.
f. Pernafasan pada menit-menit pertama kira-kira 80x/menit, kemudian menurun
setelah tenang kira-kira 40×menit
g. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan yang cukup
terbentuk dan diliputi vernix caseosa, Kuku panjang.
h. Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala biasanya telah sempurna.
i. Genitalia : labia mayora sudah menutupi labia minora pada perempuan, Testis
sudah turun pada laki-laki.
j. Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik.
k. Refleks moro sudah baik : bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan
seperti memeluk.
l. Refleks grasping sudah baik : apabila diletakkan suatu benda diatas telapak
tangan, bayi akan menggengam/adanya gerakan refleks.
m. Refleks rooting/mencari puting susu dengan rangsangan tektil pada pipi dan
daerah mulut Sudah terbentuk dengan baik.
n. Eliminasi baik : urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam
pertama,mekonium berwarna hitam kecoklatan (Saleha, 2012).
3. Tahapan Bayi Baru Lahir
a. Tahapan I terjadi segera lahir, selama menit-menit kelahiran. Pada tahap ini
digunakan sistem scoring apgar untuk fisik dan scoring gray untuk interaksi bayi
dan ibu.
b. Tahap II disebut tahap transisional rektivitas, pada tahap II dilakukan pengkajian
selama 24 jam pertama terhadap adanya perubahan perilaku.
c. Tahap III disebut tahap periodik, pengkajian dilakukan setelah 24 jam pertama
yang meliputi pemeriksaan seluruh tubuh.
4. Asuhan kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal
Memberikan asuhan aman dan bersih segera setelah bayi baru lahir merupakan
bagian esensial dari asuhan pada bayi baru lahir seperti jaga bayi tetap hangat, isap
lendir dari mulut dan hidung bayi (hanya jika perlu), keringkan, pemantauan tanda
bahaya, klem dan potong tali pusat, IMD, beri suntikan Vit K, 1 mg intramuskular,
beri salep mata antibiotika pada kedua mata, pemeriksaan fisik, imunisasi hepatitis B
0,5 mlintramuscular.
B. Imuninasi Hepatitis B
1. Pengertian Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang digunakan untuk mencegah
terjadinya penyakit hepatitis. Jadi, Vaksinasi ini diberikan agar anak mendapatkan
kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. Vaksin tersebut bagian dari virus
hepatitis B yang dinamakan HBsAg, yang dapat menimbulkan kekebalan, tapi
tidak menimbulkan penyakit. HBsAg ini dapat diperoleh dari serum manusia atau
dengan rekayasa genetik dengan bantuan sel ragi.
2. Etiologi Hepatitis B
Menurut National Institutes of Health (2006) etiologi Hepatitis B adalah virus dan
disebut dengan Hepatitis B Virus. Misnadiarly (2007) menguraikan VHB terbungkus
serta mengandung genoma DNA melingkar. Virus ini merusak fungsi lever dan sambil
merusak terus berkembang biak dalam sel-sel hati (hepatocytes) Akibat serangan itu
sistem kekebalan tubuh kemudian memberi reaksi dan melawan. Kalau tubuh
berhasil melawan maka virus akan terbasmi habis, tetapi jika gagal virus akan tetap
tinggal dan menyebabkan Hepatitis B kronis dimana pasien sendiri menjadi karier atau
pembawa virus seumur hidupnya.
3. Sasaran
Menurut Ranuh (2005), sasaran pemberian vaksin Hepatitis B adalah semua bayi
baru lahir tanpa memandang status VHB ibu, individu yang karena pekerjaannya
beresiko tertular VHB, karyawan di lembaga perawatan cacat mental, pasien
hemodialisis, pasien koagulopati yang membutuhkan transfusi berulang, individu yang
serumah pengidap VHB atau kontak akibat hubungan seksual, Drug users,
Homosexual, dan heterosexuals.
4. Pemberian Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis ini diberikan melalui injeksi intramuskular dalam. Dosis
pertama (HB-0) diberikan segera setelah bayi lahir atau kurang dari 7 hari setelah
kelahiran. Vaksin ini menggunakan PID (Prefilled Injection Device), merupakan jenis
alat suntik yang hanya bisa digunakan sekali pakai dan telah berisi vaksin dosis
tunggal dari pabrik. Vaksin ini diberikan dengan dosis 0,5 ml. Vaksin tidak hanya
diberikan pada bayi. Vaksin juga diberikan pada anak usia 12 tahun yang di masa
kecilnya belum diberi vaksin Hepatitis B. Selain itu orang- orang yang berada dalam
rentan risiko Hepatitis B sebaiknyajuga diberi vaksin ini.
Imunisasi Hepatitis B bermanfaat untuk mencegah terjadinya infeksi disebabkan
oleh virus Hepatitis B terhadap bayi (Saifuddin AB, 2014).Terdapat 2 jadwal
pemberian imunisasi Hepatitis B. Jadwal pertama, imunisasi hepatitis B sebanyak 3
kali pemberian, yaitu usia 0 hari (segera setelah lahir menggunakan uniject), 1 dan 6
bulan. Jadwal kedua, imunisasi hepatitis B sebanyak 4 kali pemberian, yaitu pada 0
hari (segera setelah lahir) dan DPT+ Hepatitis B pada 2, 3 dan 4 bulan usia bayi.
5. Dosis Imunisasi Hepatitis B
Dosis bayi dan anak
Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali, yaitu:
a. Dosis pertama : diberikan dalam 12 jam setelah lahir pada semua bayi baru lahir.
b. Dosis kedua : diberikan pada bayi usia 1 bulan.
c. Dosis ketiga : diberikan pada bayi usia 6 bulan.
Dosis vaksin hepatitis B adalah 0,5 cc setiap kali pemberian, disuntikkan ke dalam
otot (intramuskular) pada paha bayi bagian luar.
6. Efek Samping Hepatitis B
Efek samping ini hanya berupa keluhan nyeri pada bekas suntikan, yang disusul
demam ringan, dan pembengkakan. Namun reaksi ini bisa menghilang dalam waktu
dua hari.
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IMUNISASI
HB-0 DI DI PMB ANITA MAGDA SARI, [Link]
TAHUN 2023
Tempat Praktek/Ruang : PMB Anita Magda Sari, [Link]
Nomor MR :-
Masuk RS/klinik. H/Tgl : 29 Agustus 2023 Jam 12.00 WIB
Pembimbing lahan/CI : Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link]
Pengkajian tanggal : 29 Agustus 2023 Jam 15.30 WIB Oleh
Anita Magda Sari
Sumber data :-
1. PENGKAJIAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
A. Data Subjektif
a. Identitas Bayi
Nama Bayi : by Ny.M
Tanggal/Jam Lahir : 29 Agustus 2023
Jenis Kelamin :P
Anak Ke :1
b. Identitas Orang Tua
- Nama ibu :Ny.M -Nama ayah :Tn.C
- Suku :Melayu -Suku :Melayu
- Agama :Islam -Agama :Islam
- Pendidikan :SMA -Pendidikan :SMA
- Pekerjaan :IRT -Pekerjaan :Swasta
B. Anamnes (Data Objektif)
1. Alasan utama masuk kamar bersalin : Ibu mengatakan merasakan ada tanda-tanda
persalinan
2. Keluhan Utama : Jika ibu mengatakan adanya rasa mules
3. Riwayat Persalinan
Hamil :1
Usia Kehamilan : 39 Minggu
Jenis Persalinan : Normal
Tempat Persalinan : PMB Anita Magda Sari, [Link]
Komplikasi : Tidak ada
Perdarahan : Tidak ada
4. Keadaan Bayi Baru Lahir
Tanda 0 1 2 Jumlah
Menit Frekuensi []Tidak ada []<100x/i [√]>100x/i
1 jantung []Tidak ada []Lambat tidak teratur [√]Menangis kuat 7
Usaha bernafas []Lumpuh [√]Eks. Fleksi sedikit []Gerakan aktif
Tonus otot []Tidak bereaksi [√]Gerakan aktif []Batuk/bersin
Refleks []Tidak ada [√]Tubuh kemerahan []Kemerahan
Warna tangan dan kaki biru
Menit Frekuensi []Tidak ada []<100x/i [√]>100x/i
5 jantung []Tidak ada []Lambat tidak teratur [√]Menangis kuat
Usaha bernafas []Lumpuh []Eks. Fleksi sedikit [√]Gerakan aktif 11
Tonus otot []Tidak ada []Gerakan aktif [√]Batuk/bersin
Refleks []Tidak ada []Tubuh kemerahan [√]Kemerahan
Warna tangan dan kaki biru
5. Resusitasi
- Penghisap lendir : Tidak ada
- Ambu : tidak ada
- Massage jantung : tidak ada
- Intubasi endrotraheal : tidak ada
- Oksigen : tidak ada
- Terapi : tidak ada
6. Pemeriksaan Umum
- Keadaan Umum : 130x/menit
- Pernapasan : 30x/menit
- Nadi : 89x/menit
- Suhu : 35,50C
7. Antropometri
- Berat Badan : 2800 gram
- Panjang Badan : 49 cm
- Lingkar Kepala : 32 cm
- Lingkar dada : 33 cm
- Lingkar lengan atas : 11 cm
8. Refleks
- Moro : Normal
- Rooting : Normal
- Graps : Normal
- Sucking : Normal
- Tonick neck : Normal
- Walking : Normal
9. Eliminasi
- Miksi : Normal
- Mekonium : Normal
[Link] Fisik
a. Kepala
- Simetris : ya
- Ubun-ubun besar : normal
- Ubun-ubun besar : normal
- Caput : tidak ada
- Sephalohematoma : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
b. Mata
- Simetris : ya
- Kelainan : tidak ada
- Perdarahan : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
c. Hidung
- Lubang : normal
- Cuping hidung : normal
- Cairan/pengeluaran : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
d. Mulut
- Bibir : normal
- Palatum : normal
- Gusi : normal
- Kelainan : tidak ada
e. Telinga
- Simetris : ya
- Pengeluaran : tidak ada
- Lubang : normal
- Daun telinga : normal
- Kelainan : tidak ada
f. Leher
- Pembengkakan : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
g. Dada
- Simetris : ya
- Bunyi nafas : normal
- Bunyi jantung : normal
- Kelainan : tidak ada
h. Perut
- Bentuk : normal
- Tali pusat : normal
- Pengeluaran : tidak ada
- Pembuluh darah : normal
- Kelainan : tidak ada
i. Punggung
- Bentuk : normal
- Kelainan : tidak ada
j. Kulit
- Warna : normal
- Turgor : normal
- Lanuago : normal
- Vernik caseosa(lemak) : tidak ada
k. Ektremitas
- Jari-jari : normal, lengkap
- Gerakan : aktif
- Kelainan : Tidak ada
l. Genetalia
Pria Wanita
- Scrotum :- -Labia : Normal
- Penis :- -Vagina : Normal
- Lubang penis :- -Kelainan : Tidak ada
m. Anus
- Lubang anus : normal
- Kelainan : tidak ada
MANAJEMEN VARNEY
Tgl : 29-08-2023 Pkl : 15.30 Wib
II. INTERPRETASI DATA DASAR
1. Diagnosa : by Ny.M baru lahir dengan keadaan umum baik
2. Data Dasar :
DS
- Bayi menangis spontan
DO
- Keadaan umum bayi baik
TD : 130x/menit
Pernapasan : 30x/menit
Nadi : 89x/menit
Suhu : 35,50 C
3. Masalah
Tidak ada ditemukan masalah pada by Ny.M
4. Kebutuhan
Pemberian Imunisasi HB-0
III. ANTISIPASI MASALAH Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
Tidak ada
IV. TINDAKAN SEGERA Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
Tidak ada
V. PERENCANAAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
1. Beritahu ibu hasil pemiksaan
2. Beritahu ibu bahwa Imunisasi akan dilakukan
3. Beritahu ibu bahwa ibu akan segera disuntik
4. Mempersiapkan peralatan
VI. PELAKSANAAN Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
1. Menjaga kehangatan bayi baru lahir
2. Memberikan penyuntikan Imunisasi HB-0 pada bayi
3. Memantau keadaan umum bayi
VII. EVALUASI Tgl : 29/08/2023 Pkl : 15.30
1. Keadaan umum bayi baik
2. Kesadaran Bayi : Composmentis
3. Pernapasan : 30x/menit
4. Nadi : 130x/menit
5. Suhu : 35,50C
Hasil pemeriksaan fisik pada bayi dalam batas normal dan tidak ada kelainan
yang abnormal.
CI Akademik, Peserta Praktik,
(Bdn. Gustien Siahaan, [Link].,[Link]) (Anita Magda Sari)
BAB IV
PEMBAHASAN
Responden bernama by Ny.M umur 0 hari, BB 2800 gram dengan keadaan umum baik,
kesadaran compos mentis, denyut nadi 130x/menit suhu 35,5 0C dan pernafasan 30x/menit.
Pemeriksaan yang diperoleh dalam batas normal, tidak ada caput succedaneum dan sutura tidak
tumpang tindih pada kepala, kulit kemerahan, wajah tidak kuning, konjungtiva merah muda,
tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, pernafasan teratur tidak ada perdarahan pada tali
pusat, tali pusat tidak terbungkus apapun, , ekstremitas atas dan bawah lengkap serta gerakan
aktif dan refleks pada bayi baik.
Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi yang telah dilakukan pada by Ny.M
ditemukan bahwa keadaan bayi dalam kondisi baik, pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan
kelainan ataupun tanda bahaya pada bayi. Hasil yang diperoleh melalui pendekatan manajemen
varney dan pendokumentasian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan antara teori
dan praktik pada kasus yang ditemukan mulai dari pengkajian data subjetif dan objektif sampai
evaluasi.
Imunisasi sangat penting untuk bayi. Antibodi bayi belum lengkap, sehingga perlu
dilakukan vaksinasi pada bayi berupa imunitas untuk mencegah berbagai penyakit sewaktu-
waktu. Jika bayi tidak diimunisasi, kemungkinan risikonya antara lain tuberkulosis, hepatitis,
polio, tetanus, difteri, batuk rejan, meningitis, pneumonia, infeksi telinga, campak, flu,
gondongan bahkan rubella. Melalui imunisasi, setidaknya kemungkinan penyebaran virus atau
bakteri penyebab penyakit bisa diminimalisir.
Imunisasi hepatitis B adalah salah satu imunisasi wajib, dan lebih dari 100 negara telah
memasukkan vaksin ini dalam rencana nasional mereka. Jika menyerang anak-anak, penyakit
akibat virus ini sulit disembuhkan. Jika sejak lahir telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV), hal
itu dapat menyebabkan kelainan yang dibawa hingga dewasa. Oleh karena itu, kemungkinan
besar terjadi sirosis atau pengerutan hati. Anda perlu memahami pentingnya imunisasi hepatitis
B, karena hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang dapat
merusak hati. Jika tidak diobati, penyakit ini akan semakin parah dan bisa menjadi kanker hati.
Untuk penyakit lever, virus penyebab hepatitis B adalah yang paling berbahaya. Biasanya bayi
baru lahir mendapat imunisasi hepatitis B yang sangat penting untuk mencegah bayi tertular
penyakit tersebut. Jika imunisasi hepatitis B diberikan sedini mungkin (biasanya dengan suntikan
intramuskular pada bayi usia 0 - 7 hari)
Vaksin hepatitis B harus diberikan segera setelah lahir, karena vaksin hepatitis B
merupakan tindakan pencegahan yang sangat efektif yang dapat memutus rantai penularan dari
ibu ke bayi segera setelah lahir. Oleh karena itu, semua bayi harus menerima dosis pertama
vaksin hepatitis B segera setelah lahir dan sebelum dipulangkan.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil telaah jurnal pada pemberian Imunisasi HB-0 Pentingnya
pemberian imunisasi HB-0 pada bayi yaitu memberikan kekebalan pada tubuh bayi
dari penularan ibu dengan status HbsAg positif. Virus Hepatitis B jika menyerang bayi
akan berdampak pada kerusakan organ hati pada bayi bahkan dapat menyebabkan
kanker hati. Oleh karena itu, pemberian imunisasi HB-0 pada bayi akan memberikan
perlindungan terhadap paparan virus Hepatitis.
B. SARAN
Menjadi bahan masukan dalam melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada
Bayi Baru, dan diharapkan bagi tenaga kesehatan mampu melakukan imunisasi HB-0
untuk mencegah pernularan penyakit hepatitis
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, N., Kusnanto, H., & Mada, G. (2017). Kejadian Infeksi Hepatitis B pada Bayi dan
Anak yang di Lahirkan oleh Ibu dengan HBsAG Positif di Kabupaten Magelang
Jawa Tengah Tahun 2014-2016 (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Anton (2014). Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Tentang Imunisasi
Hepatitis B Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadu
Hilir Kabupaten Sekadu
Beasley, R. P., George, C. Y. L., Roan, C. H., Hwang, L. Y., Lan, C. C., Huang,
F. Y., & Chen, C. L. Prevention of perinatally transmitted Hepatitis B virus
infections with Hepatitis B immune globulin and Hepatitis B vaccine. The Lancet.
1983;322(8359), 1099-1102.
Dwienda O., Maita L., Saputri M. E. Dan Yulviana R. (2014). ASUHAN KEBIDANAN
NEONATUS, BAYI/ BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH UNTUK
PARA BIDAN. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV. BUDI UTAMA.
Imunisasi Hepatitis B-0 dengan Pemberian Imunisasi Hepatitis B-0 di Wilayah Kerja
Puskesmas Padang Alai Tahun 2015. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan
Akbid YLPP Purwokerto.
Noordiati (2018). ASUHAN KEBIDANAN Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.
Malang: Wineka Media.
Nurjanti, S. Hubungan Tingkat Pengetahuan Bidan tentang Imunisasi dengan Perilaku
Pengelolaan Vaksin di Bidan Praktek Swasta se-Wilayah Ranting Tengah Bantul;
2010. Diakses tanggal 20 Desember 2017. Diperoleh dari:
[Link]/1671/1/NASKAH%[Link].
DOKUMENTASI
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023
Nama : Anita Magda Sari
NIM : 223001080152
Ruangan : PMB Anita Magda Sari, [Link]
Stase : Bayi Baru Lahir (BBL)
CI Akademik : [Link] Siahaan, [Link].,[Link]
No Hari/Tanggal Follow Up Pembimbing TTD CI Akademik
1.
2.
3.
4.
Diketahui.
[Link] Pendidikan Profesi Bidan
[Link] Arista, [Link].,[Link]
NIK.1010300715007