Lampiran 2 : Materi Singkat Teks Editorial
Materi Singkat Struktur dan Kebahasaan Teks Editorial
Untuk lebih jelasnya Editorial termasuk ke dalam jenis teks eksposisi, seperti halnya ulasan
dan teks-teks sejenis diskusi. Dengan demikian, struktur umum dari teks editorial meliputi
pengenalan isu (tesis), argumentasi, dan penegasan.
1. Pengenalan isu
Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah
mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya.
Pada bagian pengenalan isu disajikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan
kontrovesial. Pernyataan pendapat/tesis yang berisi sudut pandang penulis tentang
masalah yang dibahas. Biasanya tesis merupakan teori yang diperkuat dengan
argumen.
2. Penyampaian pendapat/argumen
Bagian ini merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu
yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Argumentasi, berupa alasan atau bukti yang
digunakan untuk memperkuat pernyataan umum atau data hasil penelitian,
pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya.
3. Penegasan
Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran atau rekomendasi. Di dalamnya
juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau
mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut. Pernyataan/penegasan ulang
pendapat, berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta untuk
memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi teks editorial.
Rangkuman
Struktur Teks Editorial terdiri dari; (1) Pernyataan pendapat/tesis yang berisi sudut
pandang penulis tentang masalah yang dibahas. Biasanya tesis merupakan teori yang
diperkuat dengan argumen. (2) Argumentasi, berupa alasan atau bukti yang digunakan
untuk memperkuat pernyataan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli,
maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya. (3) Pernyataan/penegasan
ulang pendapat, berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta untuk
memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi teks editorial.
2. Kebahasaan Teks Editorial
Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada
suatu teks. Dalam menyusun teks editorial, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang
biasa digunakan, yaitu:
1. Kata Populer
Kata populer adalah kata yang digunakan dan dipahami masyarakat secara umum
dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh:
Belum ada waktu yang tepat untuk membahas hal tersebut.
Belum ada momentum yang tepat untuk membahas hal tersebut.
Kata populer pada 2 kalimat di atas adalah waktu, s kata momentum jarang sekali
kita gunakan dalam percakapan.
2. Kata Ganti Penunjuk
Kata ganti atau pronomina adalah kata yang digunakan untuk mengganti
penyebutan benda. Ditandai dengan kata ini, itu, dan tersebut.
Contoh:
Wabah korona belum juga mereda, tercatat 42 orang meninggal karena
virus tersebut.
Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik, tidak bijak,
dan tidak logis.
3. Konjungsi Kausalitas
Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau
lebih untuk menggambarkan sebab akibat. Contoh:
Kebijakan tadi perlu didukung karena dapat mencegah penyebaran virus.
Karantina mandiri tidak dilakukan. Akibatnya, jumlah kasus positif terus
bertambah.
4. Kalimat Retoris
Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk
memperoleh jawaban. Lho, terus buat apa dong? Kalimat retoris bertujuan agar
pembaca berempati dan fokus terhadap isu yang sedang dibicarakan. Lewat
kalimat retoris, diharapkan pembaca termotivasi untuk melakukan sesuatu atau
berubah pikiran.
Contoh:
Bukankah siapapun berhak mengekspresikan imajinasinya melalui karya yang
diciptakan?
Apakah pemerintah akan tetap menutup mata dan telinga terhadap protes yang
dilakukan masyarakat?
5. Kalimat Fakta
Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi informasi yang teruji kebenarannya.
Biasanya, didukung dengan data kuantitatif berupa angka atau grafik. Kalimat
fakta bersifat objektif dan menyatakan peristiwa yang telah terjadi.
Contoh:
Sumber data yang menjadi pegangan pemerintah untuk membuka ekonomi
di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota disampaikan secara terbuka.
6. Kalimat Opini
Kalimat opini adalah kalimat yang mengandung pendapat, pikiran, dan pendirian
penulis. Bersifat subjektif, menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi, tidak
didukung oleh data, dan sulit dibuktikan kebenarannya. Ditandai dengan
kata sepertinya, sebaiknya, mungkin, jika, bila, sebaiknya,
harus atau seharusnya.
Contoh: Sumber data yang menjadi pegangan pemerintah untuk membuka
ekonomi harus disampaikan secara terbuka.
Lampiran 3 : Lembar Kerja Peserta Didik
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD)
Sekolah : SMA Negeri 12 Palembang
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik/Materi : Teks Editorial/Menganalisis struktur & kebahasaan teks editorial
Kelas/Semester : XII IPA 3/1 (Satu)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 x pertemuan)
Pertemuan : Online
Kelas :
Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
KOMPETENSI DASAR (KD)
3.6. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
3.6.1 Mengidentifikasi struktur teks editorial
3.6.2 Mengidentifikasi kebahasaan teks editorial
TUJUAN PELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan kebahasaan teks editorial secara
tepat.
PETUNJUK PENGGUNAAN LKPD
Berikut ini adalah petunjuk penggunaan LKPD untuk mempermudah dan membantu
kalian dalam memahami isi materi dan tugas-tugas yang tersedia.
1. Baca dan pahami materi pembelajaran yang tersedia di dalam LKPD.
2. Upayakan kalian benar-benar memahaminya melalui diskusi bersama teman
sejawat atau berdasarkan pemahaman masing-masing.
3. Kerjakanlah tugas kelompok secara kolaborasi melalui pertanyaan yang tersedia.
PANDUAN TUGAS
1. Bacalah teks editorial berikut untuk membantu Anda dan teman kelompok
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di LKPD!
2. Analisislah struktur teks editorial yang telah disediakan di LKPD dengan cara
membuat bagan/grafik/desain struktur teks editorial yang disertai kalimat dan
paragraf yang ada pada tajuk rencana tersebut! (Tugas Individu)
3. Identifikasilah kadiah kebahasaan yang digunakan redaktur pada teks tersebut
dengan disertai kutipan paragraf dan alasan! (Tugas Kelompok)
4. Presentasikanlah hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
Yuk Latihan, Cermati Teks Berikut!
TAJUK RENCANA
Perang Kota di Jalur Gaza
Perang Hamas-Israel kini masuk perang kota. Gaza penuh dengan
terowongan bawah tanah. Tidak mudah memenangi perang Gaza.
Oleh Redaksi
9 November 2023 06:40 WIB·1 menit baca
Selasa (7/11/2023), tepat sebulan perang Hamas-Israel [Link]
mendeklarasikan perang ke Gaza, menyusul serangan mengejutkan kelompok Hamas
ke Israel selatan pada 7 Oktober lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menargetkan eliminasi kemampuan militer dan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza.
Tak hanya kombatan Hamas, warga sipil di Gaza pun tak luput dari gempuran
militernya.
Sebulan terakhir, sesuai data Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 10.300 warga
Palestina, dua per tiga di antaranya adalah perempuan dan anak, tewas. Lebih dari
2.300 orang diyakini tewas terkubur reruntuhan bangunan yang luluh lantak digempur
Israel. Di pihak Israel, sekitar 1.400 orang tewas dan sekira 240 orang disandera
Hamas.
Sekitar 70 persen dari 2,3 juta jiwa kini hidup terlunta-lunta, mengungsi di tempat
perlindungan, seperti sekolah atau rumah sakit, yang tragisnya juga tak luput dari
serangan Israel. Israel bersikeras, serangannya ditujukan pada Hamas, yang mereka
sebut berlindung atau menjadikan warga sipil sebagai perisai hidup.
Namun, demikian tulis Marc Weller, profesor hukum internasional di Universitas
Cambridge, Inggris, di majalah The Economist (27/10/2023), ”Kenyataan bahwa
Hamas beroperasi di teritorial padat penduduk tidak menghapus perlindungan hukum
bagi warga sipil di teritorial tersebut.” Pembedaan antara kombatan dan warga sipil
serta asas proporsionalitas, bagian dari antara elemen hukum humaniter internasional
(IHL), jelas kerap diabaikan sejauh ini dalam perang Gaza.
Sementara penyanderaan warga sipil DE Hamas juga tidak dibenarkan menurut IHL,
tuduhan pelanggaran terbesar ditujukan pada Israel. Isu perlindungan warga sipil itu
sengaja kita angkat agar lebih menjadi perhatian ketika perang di Gaza sudah masuk
fase perang kota. Di fase ini, Israel memfokuskan operasinya di kota Gaza. . Meski
sebagian warga telah mengungsi ke selatan, puluhan ribu warga masih di Gaza utara
Perang kota di Gaza menarik perhatian pengamat dan mantan komandan militer terkait
keberadaan, menurut estimasi Israel, 1.300 terowongan, yang membentang 483
kilometer di bawah tanah Gaza. Dewan Inovasi Pertahanan dan mantan Direktur
Komunikasi di Komando Pusat AS, Joe Buccino, menyebut terowongan Hamas mirip
terowongan Viet Cong dalam Perang Vietnam 1968 (Foreign Policy, 1/11/2023).
Dalam terowongan, anggota milisi Hamas yang diperkirakan mencapai 40.000 orang
bergerak leluasa di bawah tanah, lalu tiba-tiba muncul dan menyergap dengan amunisi
antitank, peluncur granat, dan senjata mematikan lainnya. Keunggulan perlengkapan
militer tak selalu berbuah kemenangan pada medan seperti itu.
Tak ada solusi bagi militer Israel untuk menghadapi Hamas di terowongan Gaza, kata
John Spencer, Ketua Kajian Perang Kota pada Modern War Institute (Kompas,
8/11/2023). Perang di Gaza akan berlangsung lama. Dampak kemanusiaan yang
ditimbulkannya tak terperikan.
Editor: Paulus Tri Agung Kristanto, Muhammad Samsul Hadi
Latihan Kelompok
Kelompok 2:
[Link] Putri Aprilia [Link] Fadillah F
[Link] Azzahra [Link] Zulfa
1. Analisislah kebahasaan teks editorial yang ada pada LKPD.
2. Garis bawahi/beri warna/huruf miring pada kata yang menunjukkan aspek
kebahasaan.
Hasil Identifikasi Kebahasaan Teks Editorial
No. Aspek Kebahasaan Kalimat & Paragraf
1 Kalimat Retoris
TIDAK ADA
2 Kata-kata Populer Selasa (7/11/2023), tepat sebulan perang
Hamas-Israel berkecamuk (paragrap ke1)
Saat mendeklarasikan perang ke Gaza
(paragraph ke1)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menargetkan eliminasi kemampuan militer dan
pemerintahan Hamas di Jalur Gaza (paragrap
ke1)
Tak hanya kombatan Hamas, warga sipil di
Gaza pun tak luput dari gempuran militernya
(paragrap ke1)
Sebulan terakhir, sesuai data Kementerian
Kesehatan di Gaza, lebih dari 10.300 warga
Palestina, dua per tiga di antaranya adalah
perempuan dan anak, tewas. (paragraph ke 2)
Lebih dari 2.300 orang diyakini tewas terkubur
reruntuhan bangunan yang luluh lantak
digempur Israel (paragraph ke 2)
Di pihak Israel, sekitar 1.400 orang tewas dan
sekira 240 orang disandera Hamas.(paragraph
ke 2)
Sekitar 70 persen dari 2,3 juta jiwa kini hidup
terlunta-lunta, (Paragraf ke 3)
yang tragisnya juga tak luput dari serangan
Israel.(paragraph ke 3)
”Kenyataan bahwa Hamas beroperasi di
teritorial padat penduduk tidak menghapus
perlindungan hukum bagi warga sipil di
teritorial tersebut.” (paragraph ke 4)
Sementara penyanderaan warga sipil oleh
Hamas juga tidak dibenarkan menurut IHL
(paragraph ke 5)
Di fase ini, Israel memfokuskan operasinya di
kota Gaza. (paragrap ke 5)
Meski sebagian warga telah mengungsi ke
selatan, puluhan ribu warga masih di Gaza
utara (paragrap ke 5)
menurut estimasi Israel, 1.300 terowongan,
yang membentang 483 kilometer di bawah
tanah Gaza. (paragraph ke 6)
Dalam terowongan, anggota milisi Hamas yang
diperkirakan mencapai 40.000 orang bergerak
leluasa di bawah tanah, (paragrap ke 7)
Keunggulan perlengkapan militer tak selalu
berbuah kemenangan pada medan seperti itu.
(paragrap ke 7)
Ketua Kajian Perang Kota pada Modern War
Institute (Kompas, 8/11/2023).(paragraph ke 8)
Perang di Gaza akan berlangsung lama.
Dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya tak
terperikan. (paragrap ke 8)
3 Kata Ganti Penunjuk [Link]:
jelas kerap diabaikan sejauh ini dalam perang
Gaza.(paragraph ke 4)
Sekitar 70 persen dari 2,3 juta jiwa kini hidup
terlunta-lunta, (paragrap ke 3)
serangannya ditujukan pada Hamas, yang
mereka sebut berlindung atau menjadikan
warga sipil sebagai perisai hidup. (paragraph ke
3)
Sementara penyanderaan warga sipil oleh
Hamas juga tidak dibenarkan menurut IHL,
tuduhan pelanggaran terbesar ditujukan pada
Israel. (paragrap ke 5)
Isu perlindungan warga sipil itu sengaja kita
angkat agar lebih menjadi perhatian ketika
perang di Gaza sudah masuk fase perang kota.
(paragraph ke 5)
Keunggulan perlengkapan militer tak selalu
berbuah kemenangan pada medan seperti itu.
(paragraph ke 7)
[Link]:
Saat mendeklarasikan perang ke Gaza,
menyusul serangan mengejutkan kelompok
Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober lalu,
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menargetkan eliminasi kemampuan militer dan
pemerintahan Hamas di Jalur Gaza. Tak hanya
kombatan Hamas, warga sipil di Gaza pun tak
luput dari gempuran militernya. (paragrap ke 1)
Di pihak Israel, sekitar 1.400 orang tewas dan
sekira 240 orang disandera Hamas.(paragrap ke
2)
serangannya ditujukan pada Hamas, yang
mereka sebut berlindung atau menjadikan
warga sipil sebagai perisai hidup(paragraph ke
3)
Di fase ini, Israel memfokuskan operasinya di
kota Gaza. . Meski sebagian warga telah
mengungsi ke selatan, puluhan ribu warga
masih di Gaza utara (paragraph ke 5)
Perang kota di Gaza menarik perhatian
pengamat dan mantan komandan militer terkait
keberadaan, menurut estimasi Israel, 1.300
terowongan, yang membentang 483 kilometer
di bawah tanah Gaza.(paragraph ke 6)
Dalam terowongan, anggota milisi Hamas yang
diperkirakan mencapai 40.000 orang bergerak
leluasa di bawah tanah,( paragrap ke 7)
Tak ada solusi bagi militer Israel untuk
menghadapi Hamas di terowongan Gaza,
(paragrap ke 8)
[Link]:
Di fase ini, Israel memfokuskan operasinya di
kota Gaza. Meski sebagian warga telah
mengungsi ke selatan, puluhan ribu warga
masih di Gaza utara. (paragraph ke 5)
Sementara penyanderaan warga sipil oleh
Hamas juga tidak dibenarkan menurut IHL,
tuduhan pelanggaran terbesar ditujukan pada
Israel.(paragraph ke 5)
Sebulan terakhir, sesuai data Kementerian
Kesehatan di Gaza, lebih dari 10.300 warga
Palestina, dua per tiga di antaranya adalah
perempuan dan anak, tewas.(paragraph ke 2)
tepat sebulan perang Hamas-Israel
[Link] mendeklarasikan perang ke
Gaza, menyusul serangan mengejutkan
kelompok Hamas ke Israel selatan pada 7
Oktober lalu, (paragrap ke 3)
Namun, demikian tulis Marc Weller, profesor
hukum internasional di Universitas Cambridge,
Inggris, di majalah The Economist (27/10/2023),
(paragrap ke 3)
Perang kota di Gaza menarik perhatian
pengamat dan mantan komandan militer terkait
keberadaan, menurut estimasi Israel, 1.300
terowongan, yang membentang 483 kilometer
di bawah tanah Gaza. (paragraph ke 6)
4 Konjungsi Kausalitas AKIBAT:
Perang di Gaza akan berlangsung lama. Dampak
kemanusiaan yang ditimbulkannya tak
terperikan. (paragraph ke 6)
SIMPULAN:
Namun, demikian tulis Marc Weller, profesor
hukum internasional di Universitas Cambridge,
Inggris, di majalah The Economist (27/10/2023),
”Kenyataan bahwa Hamas beroperasi di
teritorial padat penduduk tidak menghapus
perlindungan hukum bagi warga sipil di
teritorial tersebut.” (paragraph ke 3)
Sekolah : SMA Negeri 12 Palembang
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik/Materi : Teks Editorial/Menganalisis struktur & kebahasaan teks editorial
Kelas/Semester : XII IPA 3/1 (Satu)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 x pertemuan)
Pertemuan : Online
Kelas : XII IPA 3
Nama : Aulia Azzahra
Latihan individu...
1. Buatlah bagan/grafik/desain struktur teks editorial berdasarkan tajuk rencana
yang ada di LKPD!
1. PENGENALAN ISU :
Selasa (7/11/2023), tepat sebulan perang Hamas-Israel [Link]
mendeklarasikan perang ke Gaza, menyusul serangan mengejutkan kelompok
Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu menargetkan eliminasi kemampuan militer dan pemerintahan Hamas
di Jalur Gaza. Tak hanya kombatan Hamas, warga sipil di Gaza pun tak luput
dari gempuran militernya.
2. ARGUMENTASI :
Sebulan terakhir, sesuai data Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari
10.300 warga Palestina, dua per tiga di antaranya adalah perempuan dan anak,
tewas. Lebih dari 2.300 orang diyakini tewas terkubur reruntuhan bangunan yang
luluh lantak digempur Israel. Di pihak Israel, sekitar 1.400 orang tewas dan
sekira 240 orang disandera Hamas.
Sekitar 70 persen dari 2,3 juta jiwa kini hidup terlunta-lunta, mengungsi di
tempat perlindungan, seperti sekolah atau rumah sakit, yang tragisnya juga tak
luput dari serangan Israel. Israel bersikeras, serangannya ditujukan pada Hamas,
yang mereka sebut berlindung atau menjadikan warga sipil sebagai perisai hidup.
Namun, demikian tulis Marc Weller, profesor hukum internasional di
Universitas Cambridge, Inggris, di majalah The Economist (27/10/2023),
”Kenyataan bahwa Hamas beroperasi di teritorial padat penduduk tidak
menghapus perlindungan hukum bagi warga sipil di teritorial tersebut.”
Pembedaan antara kombatan dan warga sipil serta asas proporsionalitas, bagian
dari antara elemen hukum humaniter internasional (IHL), jelas kerap diabaikan
sejauh ini dalam perang Gaza.
Sementara penyanderaan warga sipil DE Hamas juga tidak dibenarkan
menurut IHL, tuduhan pelanggaran terbesar ditujukan pada Israel. Isu
perlindungan warga sipil itu sengaja kita angkat agar lebih menjadi perhatian
ketika perang di Gaza sudah masuk fase perang kota. Di fase ini, Israel
memfokuskan operasinya di kota Gaza. . Meski sebagian warga telah mengungsi
ke selatan, puluhan ribu warga masih di Gaza utara
Perang kota di Gaza menarik perhatian pengamat dan mantan komandan
militer terkait keberadaan, menurut estimasi Israel, 1.300 terowongan, yang
membentang 483 kilometer di bawah tanah Gaza. Dewan Inovasi Pertahanan dan
mantan Direktur Komunikasi di Komando Pusat AS, Joe Buccino, menyebut
terowongan Hamas mirip terowongan Viet Cong dalam Perang Vietnam 1968
(Foreign Policy, 1/11/2023).
Dalam terowongan, anggota milisi Hamas yang diperkirakan mencapai
40.000 orang bergerak leluasa di bawah tanah, lalu tiba-tiba muncul dan
menyergap dengan amunisi antitank, peluncur granat, dan senjata mematikan
lainnya. Keunggulan perlengkapan militer tak selalu berbuah kemenangan pada
medan seperti itu.
3. PENEGASAN :
Tak ada solusi bagi militer Israel untuk menghadapi Hamas di terowongan
Gaza, kata John Spencer, Ketua Kajian Perang Kota pada Modern War Institute
(Kompas, 8/11/2023). Perang di Gaza akan berlangsung lama. Dampak
kemanusiaan yang ditimbulkannya tak terperikan.