0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Metodologi Penelitian Fraktur Ekstremitas Bawah

Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien fraktur ekstermitas bawah. Penelitian dilakukan selama 7 hari di IGD Rumah Sakit Umum Banten dengan subjek 2 pasien fraktur ekstermitas bawah. Penelitian memfokuskan pada penatalaksanaan pembidaian untuk mengurangi nyeri akut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Metodologi Penelitian Fraktur Ekstremitas Bawah

Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien fraktur ekstermitas bawah. Penelitian dilakukan selama 7 hari di IGD Rumah Sakit Umum Banten dengan subjek 2 pasien fraktur ekstermitas bawah. Penelitian memfokuskan pada penatalaksanaan pembidaian untuk mengurangi nyeri akut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 3

METODELOGI PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian


Desain penelitian yang digunakan adalah sudi kasus. Penelitian studi
kasus merupakan penelitian dengan cara meneliti suatu permasalahan
melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. (Rukajat, 2018).
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk asuhan keperawatan
gawat darurat pada pasien fraktur ekstermitas bawah dalam mengatasi
nyeri akut dengan tindakan Pembidaian di Rumah Sakit Umum Banten
Serang.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di ruang IGD Rumah Sakit Umum Banten.
Penelitian ini berlangsung selama 7 hari dari tanggal 10 Februari sampai
selesai

3.3. Subjek Penelitian


Subyek penelitian yang digunakan untuk diteliti dalam asuhan
keperawatan ini adalah dua pasien yang datang ke IGD dengan kasus
fraktur ekstermitas bawah yang akan di review secara rinci dan
mendalam. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Pasien dengan diagnosa medis frakur eksermias bawah.
b. Pasien dewasa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.
c. Pasien sadar penuh dengan tingkat kesadaran compos mentis.
3.4. Fokus Studi
Fokus studi kasus dalam penelitiann ini adalah penatalaksanaan
Pembidaian pada pasien fraktur ekstermias bawah di Rumah Sakit Umum
Banten
3.5. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam variabel penelitian adalah suatu atribut atau
sifat atau nilai dari objekatau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu
yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2015).

Tabel.3 1
Definisi Operasional

Indikator Utama Definisi Operasional


No
Tindakan keperawatan gawat darurat
1 Asuhan Keperawatan dalam pemenuhan nyeri akut degan
tindakan Pembidaian
Pasien Fraktur Pasien fraktur femur yang dating ke IGD
2
ekstermitas bawah dengan masalah keperawatan nyeri akut
Masalah keperawatan gangguan persepsi
3 Nyeri Akut sensori yang diakibatkan oleh trauma atau
fraktur
Tindakan keperawatan pada pasien untung
4 Pembidaian
mengurangi atau meredakan nyeri
[Link] Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan format
pengkajian asuhan keperawatan gawa darurat.

[Link] Pengumpulan Data


Dalam mencari data pada pasien fraktur ekstermitas bawah di ruang IGD
RS Umum Banten, Penulis menggunakan teknik pengumpulan data WOD,
dengan data yang diperoleh dari pembimbing klinik dan pasien fraktur
ekstermitas bawah sebagai berikut :
3.7.1. Wawancara
Wawancara yang dilakukan adalah dengan pembimbing dan pasien fraktur
ekstermitas bawah di ruang IGD RS Umum Banten. Sumber data yang
didapat adalah dari pembimbing ruangan dan pasien fraktur ekstermitas
bawah.
3.7.2. Observasi dan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan menggunakan metode inspeksi,
palpasi, perkusi, auskultasi dan observasi tanda tanda vital terhadap pasien
ekstermitas bawah melalui pembimbing ruangan.
3.7.3. Studi Dokumen
Studi Dokumen akan dilakukan dengan mengumpulkan data yang diambil
dari catatan rekam medis pasien. Studi dokumen yang digunakan untuk
melengkapi hasil studi kasus didapatkan dari pasien fraktur ekstermitas
bawah yang ada di IGD Rumah Sakit Umum Banten.

[Link] Studi Kasus


Etika yang mendasari penyusunan studi kasus, terdiri dari:
3.8.1. Informed Consent (persetujuan menjadi pasien)
Lembar persetujuan penelitian akan diberikan kepada pasien responden,
tujuan adalah subjek mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta
dampak yang diteliti selama pengumpulan data. Jika obyek menolak untuk
diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan menghormati haknya.
3.8.2. Anonimity (tanpa nama)
Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak mencantumkan nama responden
namun lembar tersebut diberikan kode.
3.8.3. Confidentiality (kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi Pasien dijamin oleh peneliti dan hanya kelompok
data tertentu yang dilaporkan hasil peneliti.

[Link] - Langkah Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada studi kasus ini
adalah sebagai berikut:
3.9.1. Meminta surat izin kepada pihak prodi DIII keperawatan untuk
dilaksanakannya studi kasus di RS Umum Banten.
3.9.2. Meminta izin untuk mengumpulkan data dengan metode studi kasus
melalui surat izin pelaksanaan studi kasus kepada pihak RS Umum
Banten.
3.9.3. Mencari dua pasien post op fraktur dengan studi kasus yang sama dan
memberikan informasi singkat tentang tujuan dan manfaat studi kasus
kepada pasien di keikutsertaannya dalam studi kasus ini. Bagi pasien
yang setuju untuk berpartisipasi dalam studi kasus ini, dibagikan lembar
persetujuan (informed consent) untuk di tanda tangani.

3.10. Metode Analisa Data

3.10.1. Pengumpulan data


Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, pengukuran,
dokumen dan metode lainnya yang disalin dalam bentuk catatan
terstruktur.
3.10.2. Mereduksi data
Data yang terkumpul dijadikan satu dan dikelompokkan menjadi data
subjektif dan objektif dan dengan membandingkannya pada nilai normal
yang selanjutkanya dianalis.
3.10.3. Penyajian data
Data disajikan dengan cara terstruktur, dapat disertakan dengan cuplikan
verbal subjek yang dinarasikan. Penyajian data juga dapat dilakukan
dengan menggunakan tabel, grafik, gambar dan lain-lain yang dapat
mengintrepretasikan keadaan subjek penelitian.

Anda mungkin juga menyukai