0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Mengukur Modulus Young Kawat Tembaga

Dokumen tersebut menjelaskan cara menentukan modulus young kawat tembaga dengan mengukur perubahan panjang kawat akibat beban yang diberikan, kemudian menggunakan hubungan antara tegangan, regangan, dan modulus young untuk menghitung nilai modulus young dari data percobaan.

Diunggah oleh

Evi Yunita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Mengukur Modulus Young Kawat Tembaga

Dokumen tersebut menjelaskan cara menentukan modulus young kawat tembaga dengan mengukur perubahan panjang kawat akibat beban yang diberikan, kemudian menggunakan hubungan antara tegangan, regangan, dan modulus young untuk menghitung nilai modulus young dari data percobaan.

Diunggah oleh

Evi Yunita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

TUJUAN
Menentukan modulus young kawat tembaga.

B. DASAR TEORI
Elastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk awalnya
setelah suatu gaya eksternal ( dari luar ) yang diberikan sebelumnya berakhir. Jika benda
tersebut tidak kembali ke bentuk semula setelah gaya dihentikan , benda tersebut
dikatakan memiliki sifat plastis ( Giancoli,2001).
Menurut Hooke, regangan sebanding dengan tegangannya, dimana yang
dimaksud dengan regangan adalah presentasi perubahan dimensi . Tegangan adalah gaya-
gaya yang merenggang persatuan luas penampang yang dikenainya ( Soedojo, 2004 :
33 ).
Besarnya gaya yang diberikan pada benda memiliki batas-batas tertentu. Jika gaya
sangat besar maka regangan benda sangat besar sehingga akhirnya benda patah. Sesuai
dengan Hukum Hooke, yang berbunyi “ Jika gaya Tarik tidak melampui batas elastis
pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus ( sebanding ) dengan gaya
tarik” ( Young, 2002).
Modulus young merupakan besaran yang menyatakan sifat elastis suatu bahan
tertentu dan bahan menunjukkan langsung seberapa jauh sebuah batang atau kabel atau
pegas yang bersangkutan mengalami perubahan akibat pengaruh beban. Modulus Young
didefinisikan sebagai hasil bagi antara tegangan ( stress ) dan regangan ( strain )
(Zemansky, 2002 : 42).
Stress atau tegangan dengan simbol σ secara matematis dapat dirumuskan sebagai
berikut:
F
σ= (1)
A

Dengan σ merupakan tegangan, F merupakan besarnya gaya (N) dan A adalah luas
penampang dari benda yang diukur tersebut ( Joseph, 1978: 32 ).
Sedangkan Strain atau rengganngan dengan simbol ε , didefinisikan sebagai
pertambahan panjang dibagi panjang mula-mula:
∆L
ε= (2)
L
Dengan ε merupakan Regangan, ∆ L adalah pertambahan Panjang (m), dan L adalah
panjang mula-mula benda ( Tippler, 1998:8 ).
Dengan demikian , modulus Young ( Y ) dapat dinyatakan dengan:
σ FL
Y= = (3)
ε A ∆L
Dengan Y merupakan modulus young, F adalah besarnya gaya (N), L adalah panjang
mula-mula benda (m), A merupakan luas penampang benda ( m2), dan ∆ L adalah
pertambahan panjang (m) benda ( Zemansky, 2002: 42 ).

C. ALAT DAN BAHAN


Peranti percobaan modulus young, terdiri dari:
1. Waterpass
2. Sekrup pengatur waterpass
3. Skala dasar dan skala pembantu ( nonius )
4. Beban-beban penggantung
5. Mikrometer sekrup
6. Kawat
7. Mistar

D. PROSEDUR KERJA
1. Memperhatikan jenis kawat dan peranti percobaan
2. Mengukur jejari kawat dengan micrometer sekrup
3. Menggantungkan beban sedemikian hingga kedua kawat dalam keadaan lurus dan
tegang
4. Mengatur pemutar sambal mengamaati waterpass sedemikian sehingga posisinya
dalam keadaan benar-benar horizontal ( gelembung udara dalam waterpass tepat di
tengah )
5. Membaca posisi noniusnya
6. Menambahkan beban 100 g pada salah satu ujung kawat , lalu atur kembali
pemutarnya sedemikian sehingga posisinya horizontal lagi seperti semula
7. Membaca kembali posisi noniusnya
8. Menghitung selisih ( ∆ L ) kedua pembacaan noniusnya
9. Mengulangi percobaan sebanyak 4 kali dengan menambahkan beban kelipatan 100 g
untuk setiap pengulangan.
Grafik Hubungan ∆L dengan F
4.5

4 f(x) = 4.46391322486441 x + 0.290362953692115


R² = 0.955277430120985
3.5

2.5

1.5

0.5

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
Grafik Hubungan ∆L dengan F
4.5

4 f(x) = 4.46391322486441 x + 0.290362953692115


R² = 0.955277430120985
3.5

2.5

1.5

0.5

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
Grafik Hubungan ∆L dengan F
4.5

4 f(x) = 4.46391322486441 x + 0.290362953692115


R² = 0.955277430120985
3.5

2.5

1.5

0.5

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9

Anda mungkin juga menyukai