0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Memahami Teks Naratif dalam Bahasa Indonesia

Teks tersebut membahas tiga jenis teks, yaitu teks naratif, teks eksposisi analitis, dan teks diskusi. Teks naratif digunakan untuk menceritakan cerita, teks eksposisi analitis untuk menyajikan pandangan tertentu mengenai suatu isu, sedangkan teks diskusi menyajikan pandangan dari berbagai sisi suatu masalah. Ketiga jenis teks tersebut memiliki struktur dan tujuan yang berbeda dalam menyampaikan informasi

Diunggah oleh

Grisca Evangelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Memahami Teks Naratif dalam Bahasa Indonesia

Teks tersebut membahas tiga jenis teks, yaitu teks naratif, teks eksposisi analitis, dan teks diskusi. Teks naratif digunakan untuk menceritakan cerita, teks eksposisi analitis untuk menyajikan pandangan tertentu mengenai suatu isu, sedangkan teks diskusi menyajikan pandangan dari berbagai sisi suatu masalah. Ketiga jenis teks tersebut memiliki struktur dan tujuan yang berbeda dalam menyampaikan informasi

Diunggah oleh

Grisca Evangelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

NARATIVE TEXT
a. Definition
narrative text is a type of text that tells a story or describes a sequence of events.
The purpose of a narrative text is to entertain or inform the reader by presenting a
series of events in a coherent and engaging way.
(naratif adalah jenis teks yang menceritakan suatu cerita atau menggambarkan
rangkaian peristiwa. Tujuan teks naratif adalah untuk menghibur atau memberi
informasi kepada pembaca dengan menyajikan serangkaian peristiwa secara
koheren dan menarik.)

b. Charcteristics
 Using past tenses (menggunakan bentuk lampau)
example:
“Once upon a time, in a small village, there lived a kind, generous old
man. One day, as he was walking through the forest, he stumbled upon a
giant squash. Amazed, he inched closer.”
In this example, the use of past tenses such as “lived”, “was walking”,
“stumbled”, “amazed” and “inched” is used to describe past events.
(contohnya:
“Pada suatu ketika, di sebuah desa kecil, hiduplah seorang lelaki tua yang
baik hati dan murah hati. Suatu hari, ketika dia sedang berjalan melewati
hutan, dia menemukan sebuah labu raksasa. Terkejut, dia mendekat.”
Dalam contoh ini, penggunaan bentuk lampau seperti “hidup”, “sedang
berjalan”, “tersandung”, “kagum” dan “beringsut” digunakan untuk
menggambarkan peristiwa masa lalu.)

 Using adverbial of time (menggunakan keterangan waktu)


example:
“Early one morning, Sarah decided to go for a jog in the park. As she
jogged, the sun began to rise, casting a golden glow over the trees. Later
that day, she met her friends for lunch and shared her morning adventure
with them.”
In this example, adverbials of time such as “early one morning,” “as she
jogged,” and “later that day” are used to provide context and indicate the
sequence of events, helping the reader understand when each action took
place.
(contohnya:
“Pada suatu pagi, Sarah memutuskan untuk jogging di taman. Saat dia
berlari, matahari mulai terbit, memancarkan cahaya keemasan di atas
pepohonan. Kemudian pada hari itu, dia bertemu teman-temannya untuk
makan siang dan berbagi petualangan paginya dengan mereka.”
Dalam contoh ini, keterangan waktu seperti “suatu pagi”, “saat dia
berlari”, dan “kemudian pada hari itu” digunakan untuk memberikan
konteks dan menunjukkan urutan peristiwa, membantu pembaca
memahami kapan setiap tindakan terjadi.)
 Using adjectives ( menggunakan kata sifat)
Example:
“The brave knight entered the dark, mysterious forest, ready to face any
challenges that lay ahead.”
In this example, the adjectives “brave,” “dark,” and “mysterious” add
depth to the description, giving the reader a clearer sense of the knight’s
personality and the atmosphere of the forest.
(Contoh: “Ksatria pemberani memasuki hutan yang gelap dan misterius,
siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di depan.”
Dalam contoh ini, kata sifat “berani”, “gelap”, dan “misterius” menambah
kedalaman deskripsi, memberikan pembaca pemahaman yang lebih jelas
tentang kepribadian ksatria dan suasana hutan.)

 Using noun phrases (menggunakan frase kata benda)


Example: “The bright morning sun cast a golden glow on the calm waters
of the lake, creating a breathtaking view.”
In this example, the noun phrases are “the bright morning sun” and “the
calm waters of the lake.” These phrases provide more detailed
descriptions, with “the bright morning sun” referring to the sun and “the
calm waters of the lake” highlighting the lake’s peaceful appearance.
(Contoh: “Sinar matahari pagi yang cerah memancarkan sinar keemasan di
perairan danau yang tenang, menciptakan pemandangan yang
menakjubkan.”
Dalam contoh ini, frasa kata bendanya adalah “matahari pagi yang cerah”
dan “air danau yang tenang”. Ungkapan-ungkapan ini memberikan
deskripsi yang lebih rinci, dengan “matahari pagi yang cerah” mengacu
pada matahari dan “air danau yang tenang” menyoroti penampilan danau
yang damai.)

c. Purpose and social function


The purpose of a narrative text is to tell a story or recount a series of events in an
engaging and entertaining way for the reader
(Tujuan teks naratif adalah menceritakan sebuah kisah atau menceritakan
serangkaian peristiwa dengan cara yang menarik dan menghibur bagi pembaca.)

narrative texts also have social functions, which include entertaining, providing
information, and of course, educating the readers.
(teks naratif juga memiliki fungsi sosial, antara lain menghibur, memberikan
informasi, dan tentunya mendidik pembacanya.)

d. Structure narative text


 Orientation
the orientation should answer the questions “who,” “where, and “when.”
So, when reading the orientation part, we should be able to identify the
character and setting (both time and place) of the story.
(orientasi harus menjawab pertanyaan “siapa”, “di mana, dan “kapan”.
Jadi, ketika membaca bagian orientasi, kita harus bisa mengenali tokoh
dan latar (baik waktu maupun tempat) cerita tersebut.)

 Complication
This section contains the problems that occur within a story. It is divided
into three parts, namely:
Rising action: Problems begin to emerge
Climax: Peak of the problem
Falling action: The tension of the problem begins to decrease, and the
solution starts to emerge
(Bagian ini memuat permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam
sebuah cerita. Terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
Tindakan yang meningkat: Masalah mulai bermunculan
Klimaks: Puncak permasalahan
Tindakan yang gagal: Ketegangan masalah mulai berkurang, dan solusi
mulai muncul)

 Resolution
The resolution is the part of the narrative where the conflict or problem
introduced earlier in the story is resolved or addressed
(Resolusi adalah bagian narasi di mana konflik atau masalah yang muncul
di awal cerita diselesaikan atau ditangani. )

 Re-orientation/evaluation
Re-orientation, also known as evaluation, is an optional component of a
narrative text that serves to reflect on the story and its events, reinforcing
the moral lesson or theme.
This section typically appears at the end of the story, providing a summary
or commentary on the characters’ experiences and the consequences of
their actions.
(Reorientasi, juga dikenal sebagai evaluasi, adalah komponen opsional
teks naratif yang berfungsi untuk merefleksikan cerita dan peristiwa di
dalamnya, memperkuat pelajaran moral atau tema.
Bagian ini biasanya muncul di akhir cerita, memberikan ringkasan atau
komentar tentang pengalaman karakter dan konsekuensi tindakan mereka.)

e. Types of narative text


 Fictional narrative (novel, short story, fable, or fairy tale)
 Autobiography
 Biography
 Memoir
 Legend
2. ANALYTCAL EXPOSITION TEXT
a. Definition
analytical exposition is a type of text that presents a certain point of view
regarding an issue.
(Secara sederhana, analytical exposition adalah jenis teks yang menyajikan sudut
pandang tertentu mengenai suatu isu.)

b. Purpose and social function


The purpose of the analytical exposition text is to persuade the reader that there is
something which needs an attention.
(Tujuan utama dalam Analytical Exposition Text adalah mencoba meyakinkan
pembaca bahwa topik yang dihadirkan adalah topik yang penitng untuk dibahas
atau metndapat perhatian dengan cara pemberian argumen atau pendapat yang
mendukung ide pokok atau topik tersebut)

The social function of Analytical Exposition text is to persuade the reader or the
listener that something is the case, and to analyze the topic that the thesis/opinion
is correct by developing an argument to support it.
(Fungsi sosial dari teks Analytical Exposition adalah untuk meyakinkan pembaca
bahwa topik yang dihadirkan adalah topik yang penting untuk dibahas atau
mendapat perhatian dengan cara pemberian argument-argument atau pendapat-
pendapat yang mendukung main idea atau topik tersebut)

c. Structure
 Thesis: berisi mengenai pengenalan ide pokok.
 Arguments: bagian yang berisi mengenai pendapat yang mendukung ide.
 Reiteration: berisi tentang penulisan kembali ide pokok.

3. DISCUSSION TEXT
a. Definition
discussion text is a text that presents both sides of an issue or argument. The title
of the text often outlines the issue to be discussed in the form of a question.
(discussion text adalah sebuah rangkaian kalimat yang berisi rangkaian topik
permasalahan terkait sebuah isu yang akan didiskusikan atau dibahas dari berbagai
sudut pandang, misalnya dari sudut pandang orang yang langsung terlibat, atau
hanya pengamat saja.)

b. Purpose and social function


The purpose of a discussion text is to present arguments and information from
differing viewpoints. Discussion texts are usually written in the present tense.
(Tujuan teks diskusi adalah untuk menyajikan argumen dan informasi dari sudut
pandang yang berbeda. Teks diskusi biasanya ditulis dalam present tense)
The social function of Discussion text is to present at least two different points of
view about an issue
(fungsi sosialnya juga tidak jauh dari definisinya. Fungsi dari jenis teks ini ialah
untuk memaparkan permasalahan yang berdasarkan pendapat atau pandangan
yang berbeda.)

c. Structure
 Issue : Bagian ini akan berisi pengenalan masalah yang dibahas. Issue
pada Discussion Text bisa berupa masalah hangat yang sedang beredar di
sekitar, masalah pendidikan, kesehatan, sosial, politik, sejarah, atau isu-isu
lainnya.
 arguments for: Struktur Discussion Text yang kedua adalah argumentasi
atau poin-poin pendukung . Pada bagian ini, berisi penjelasan yang
bersifat positif (pro). Jadi, jika kamu bisa menjelaskan hal-hal yang
membuatmu setuju/mendukung isu yang didiskusikan. Argumen yang
kamu sampaikan bisa berupa keuntungan, manfaat, dan sebagainya.
 arguments against: Kebalikan pada poin sebelumnya, argument
menentang atau poin kontras akan berisi penjelasan yang bersifat negatif
(kontra). Jadi, kamu bisa menjelaskan hal-hal yang membuat Anda tidak
setuju terkait isu yang dibahas. Bisa berupa kerugian, atau hal-hal negatif
lainnya.
 conclussion/recommendation: Bagian terakhir dalam Discussion Text
adalah kesimpulan atau rekomendasi . Di sini, kamu bisa membuat
kesimpulan dari hasil diskusi yang sedang dibahas. Selain itu, kamu juga
bisa memberikan saran terkait solusi terhadap isu tersebut.

4. MODAL VERB
a. Types of modal verbs

Ability
Modal verbs such as ‘can’, ‘could’, and ‘be able to’ express ability. They indicate the
capability or potential to do something. For example:
I can swim.
She could speak Spanish fluently.
He is able to run a marathon.
(Kemampuan
Kata kerja modal seperti 'bisa', 'bisa', dan 'mampu' mengungkapkan kemampuan.
Mereka menunjukkan kemampuan atau potensi untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Saya bisa berenang.
Dia bisa berbicara bahasa Spanyol dengan lancar.
Dia mampu lari maraton)

Permission
Modal verbs such as ‘may’, ‘can’, and ‘could’ express permission. They indicate the
allowance or authorization to do something. For example:
May I leave early from work today?
Can I borrow your car for the weekend?
Could you please turn down the music?
(Izin
Kata kerja modal seperti 'may', 'can', dan 'could' menyatakan izin. Mereka
menunjukkan izin atau wewenang untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Bolehkah saya pulang kerja lebih awal hari ini?
Bolehkah saya meminjam mobil Anda untuk akhir pekan?
Bisakah Anda mengecilkan musiknya?)

Possibility
Modal verbs such as ‘may’, ‘might’, and ‘could’ express possibility. They indicate the
chance or likelihood of something happening. For example:
It may rain tomorrow.
He might be late for the meeting.
The concert could be cancelled due to bad weather.
(Kemungkinan
Kata kerja modal seperti 'mungkin', 'mungkin', dan 'bisa' mengungkapkan
kemungkinan. Mereka menunjukkan peluang atau kemungkinan terjadinya sesuatu.
Misalnya:
Mungkin akan hujan besok.
Dia mungkin terlambat menghadiri rapat.
Konser bisa dibatalkan karena cuaca buruk.)

Obligation
Modal verbs such as ‘must’, ‘have to’, and ‘should’ express obligation. They indicate
the necessity or requirement to do something. For example:
I must finish this report by tomorrow.
You have to wear a seatbelt while driving.
We should recycle to protect the environment.
(Kewajiban
Kata kerja modal seperti 'harus', 'harus', dan 'seharusnya' menyatakan kewajiban.
Mereka menunjukkan perlunya atau persyaratan untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Saya harus menyelesaikan laporan ini besok.
Anda harus mengenakan sabuk pengaman saat mengemudi.
Kita harus mendaur ulang untuk melindungi lingkungan.)

Necessity
Modal verbs such as ‘must’ and ‘have to’ express necessity. They indicate the
essential or mandatory nature of something. For example:
You must brush your teeth twice a day.
I have to pay my bills on time.
They must wear a helmet while riding a bike.
(Kebutuhan
Kata kerja modal seperti 'harus' dan 'harus' mengungkapkan kebutuhan. Mereka
menunjukkan sifat esensial atau wajib dari sesuatu. Misalnya:
Anda harus menyikat gigi dua kali sehari.
Saya harus membayar tagihan saya tepat waktu.
Mereka wajib memakai helm saat mengendarai sepeda.)

Request
Modal verbs such as ‘can’, ‘could’, and ‘would’ express request. They indicate the
desire or need for something to be done. For example:
Can you please pass me the salt?
Could you help me with this heavy box?
Would you mind closing the window?
(Meminta
Kata kerja modal seperti 'can', 'could', dan 'would' mengungkapkan permintaan.
Mereka menunjukkan keinginan atau kebutuhan untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Bisakah Anda memberikan saya garamnya?
Bisakah Anda membantu saya dengan kotak yang berat ini?
Maukah Anda menutup jendelanya?

Suggestion
Modal verbs such as ‘should’, ‘ought to’, and ‘could’ express suggestion. They
indicate the recommendation or advice to do something. For example:
You should try this new restaurant.
We ought to exercise regularly for good health.
You could take a break and relax for a while.
(Saran
Kata kerja modal seperti 'seharusnya', 'seharusnya', dan 'bisa' mengungkapkan sugesti.
Mereka menunjukkan rekomendasi atau nasihat untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Anda harus mencoba restoran baru ini.
Kita harus berolahraga secara teratur untuk kesehatan yang baik.
Anda bisa istirahat dan bersantai sejenak.)

Certainty
Modal verbs such as ‘must’, ‘can’t’, and ‘should’ express certainty. They indicate the
level of confidence or assurance in something. For example:
He must be at home by now.
She can’t have finished the project already.
They should know the answer to this question.
(Kepastian
Kata kerja modal seperti 'harus', 'tidak bisa', dan 'seharusnya' mengungkapkan
kepastian. Mereka menunjukkan tingkat keyakinan atau kepastian terhadap sesuatu.
Misalnya:
Dia pasti sudah berada di rumah sekarang.
Dia belum bisa menyelesaikan proyeknya.
Mereka harus mengetahui jawaban atas pertanyaan ini.)

Probability
Modal verbs such as ‘might’, ‘may’, and ‘could’ express probability. They indicate
the likelihood or chance of something happening. For example:
The train might be delayed.
It may snow tonight.
The project could be completed by next week.
(Kemungkinan
Kata kerja modal seperti 'mungkin', 'mungkin', dan 'bisa' mengungkapkan
probabilitas. Mereka menunjukkan kemungkinan atau peluang terjadinya sesuatu.
Misalnya:
Kereta mungkin tertunda.
Mungkin akan turun salju malam ini.
Proyek ini bisa selesai minggu depan.)

In summary, modal verbs are an essential part of English grammar that express a wide
range of meanings.
(Singkatnya, kata kerja modal adalah bagian penting dari tata bahasa Inggris yang
mengungkapkan berbagai makna)

Anda mungkin juga menyukai