0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan87 halaman

RKSP SLB Negeri Salatiga 2024

Rencana Kerja Satuan Pendidikan SLB Negeri Salatiga Tahun Anggaran 2024 memberikan gambaran mengenai rencana program dan kegiatan SLB Negeri Salatiga untuk tahun 2024, yang mencakup visi, misi, dan tujuan sekolah, serta program-program unggulan yang akan dijalankan."

Diunggah oleh

Ulfatun Muyasaroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan87 halaman

RKSP SLB Negeri Salatiga 2024

Rencana Kerja Satuan Pendidikan SLB Negeri Salatiga Tahun Anggaran 2024 memberikan gambaran mengenai rencana program dan kegiatan SLB Negeri Salatiga untuk tahun 2024, yang mencakup visi, misi, dan tujuan sekolah, serta program-program unggulan yang akan dijalankan."

Diunggah oleh

Ulfatun Muyasaroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA SATUAN PENDIDIKAN

SLB NEGERI SALATIGA


TAHUN ANGGARAN 2024

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SALATIGA
Jalan Hasanudin Gang III Banjaran Mangunsari Sidomukti Salatiga
Kode Pos 50721 Telp. 0298 328036
Website : [Link]
Email : slbnegerisalatiga@[Link]

i
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SALATIGA
Jalan Hasanudin Gang III Banjaran Salatiga 50721 Telepon (0298) 328036
email: slbnegerisalatiga@[Link] web: [Link]

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa kami seluruh unsur internal warga
sekolah telah terlibat aktif dalam proses penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan
(RKSP) yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan
(RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2024.
Terhadap seluruh keputusan yang ditetapkan dalam dokumen RKSP ini, kami wajib mentaati
dan melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Salatiga, Oktober 2023


Ketua TPMSP Perwakilan Dewan Guru

Reni Setiawati, S. Pd Wawan Pamungkas, S. [Link]


NIP 19800326 201001 2 015 NIP 19640205 198606 1 001

Koordinator TU Kepala Sekolah

Heriani Thamrin, S. Kom Fanie Dipa Pawakaningsih, S. Pd


NIP 19790525 201001 2 018 NIP 19700803 200801 2 013
Mengetahui,
Pengawas Pembina Ketua Komite

Sularno, S. PdSD Maryoto


NIP 19670615 198908 1 003

ii
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SALATIGA
Jalan Hasanudin Gang III Banjaran Salatiga 50721 Telepon (0298) 328036
email: slbnegerisalatiga@[Link] web: [Link]

REKOMENDASI PENGAWAS PEMBINA

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Sularno, [Link]
NIP : 19670615 198908 1003
Jabatan : Pengawas SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V
Merekomendasikan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V untuk mengesahkan
Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS) Ttahun anggaran 2024 dan RKJM untuk Tahun ajaran 2022/2023 s.d. 2025/2026
yang telah disusun oleh :
Nama Sekolah : SLB Negeri Salatiga
Kepala Sekolah : Fanie Dipa Pawakaningsih, S. Pd
Komite Sekolah : Maryoto
Mengingat dokumen RKSP telah memenuhi tahapan sebagaimana ditetapkan dalam regulasi
terkait..

Salatiga, 25 Oktober 2023


Pengawas Pembina

Sularno, [Link]
NIP 19670615 198908 1003

iii
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH V
Jalan Teratai No. 49 Pulisen Boyolali, Email: cd.05@[Link] Telp. 0276 3280475

LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : AGUNG WIJAYANTO, [Link]., [Link].


NIP : 19710713 199802 1 002
Jabatan : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V
Berdasar rekomendasi pengawas Pembina dan hasil evaluasi terhadap usul
dokumen usulan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) tahun 2024 dari SLB
Negeri Salatiga Kota Salatiga, memutuskan hal-hal sebagai berikut :

1. Menyatakan bahwa RKSP TAHUN 2024 telah memenuhi syarat dan dinyatakan sah
sebagai pedoman kegiatan satuan pendidikan.
2. Seluruh unsur sekolah harus menjamin pengelolaan kegiatan sebagaimana tersebut
dalam RKSP TAHUN 2024 merujuk ketentuan perundangan yang berlaku.
3. Terhadap perubahan rencana kegiatan pada RKSP yang telah ditetapkan, harus
dilaksanakan dengan merujuk regulasi yang terkait.
Demikian pengesahan RKSP tahun 2024 Untuk dipedomani dan dilaksanakan
dengan penuh tanggung jawab.

Boyolali, 25 Oktober 2023


Kepala Cabang Dinas Pendidikan
Wilayah V

AGUNG WIJAYANTO, [Link]., [Link].


Pembina Tingkat I
NIP. 19710713 199802 1 002

iv
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala karunia dan
rahmat-Nya sehingga Rencana Kegiatan Satuan Pendidikan (RKSP) SLB Negeri Salatiga
tahun Anggaran 2024 dapat terselesaikan dengan baik sesuai yang direncanakan.

Penyusunan RKSP Tahun Anggaran 2024 ini didasarkan atas RKJM SLB Negeri
Salatiga periode tahun ajaran 2022/2023 s.d 2025/2026 sebagai landasan dan arah
pelaksanaan kegiatan selama 4 tahun ke depan. Dalam pelaksanaan kegiatan dengan adanya
RKSP tahun Anggaran 2024 yang merupakan perencanaan jelas akan memudahkan pelaku
kepentingan bekerja secara mudah dan lebih terarah. Berbeda jika bekerja tanpa perencanaan
sama halnya menciptakan kegagalan akan menimbulkan benturan-benturan tugas atau
tumpang tindiknya kegiatan.

Kami semua menyadari bahwa RKSP tahun Anggaran 2024 SLB Negeri Salatiga
yang kami susun masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu dengan penuh kerendahan hati
kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang berkompeten
dan berkepentingan terhadap kemajuan Pendidikan khususnya SLB Negeri Salatiga untuk
perbaikan penyusunan RKSP di tahun yang akan datang.

Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut
meluangkan waktu, tenaga, atau sumbangan pemikiran-pemikirannya dalam proses
penyusunan RKSP tahun Anggaran 2024 SLB Negeri Salatiga ini.

Akhirnya kami berharap semoga RKSP tahun Anggaran 2024 ini dapat menjadi
pedoman penyelenggaraan Pendidikan di SLB Negeri salatiga untuk tahun 2024 mendatang
gunse mewujudkan tercapainya Visi dan Misi SLB Negeri Salatiga dengan baik.

Salatiga, Oktober 2023

Tim Penyusun

v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..............................................................................................i
LEMBAR PERNYATAAN ....................................................................................ii
REKOMENDASI PENGAWAS.............................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................iv
KATA PENGANTAR.............................................................................................v
DAFTAR ISI............................................................................................................vi
DAFTAR TABEL....................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................viii
LAMPIRAN ............................................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1. Latar Belakang ............................................................................................1
2. Landasan Hukum ........................................................................................1
3. Tujuan Rencana Kerja Satuan Pendidikan...................................................3
4. Manfaat Rencana Kerja Satuan Pendidikan ................................................3
BAB II PROFIL SATUAN PENDIDIKAN ...........................................................4
1. Data Satuan Pendidikan ..............................................................................4
2. Karakteristik Satuan Pendidikan .................................................................6
3. Visi, Misi, Tujuan Satuan Pendidikan .......................................................8
4. Struktur Organisasi .....................................................................................15
5. Prestasi Sekolah ..........................................................................................15
6. Ekstrakurikuler ............................................................................................16
BAB III ANALISIS HASIL RAPOR PENDIDIKAN ...........................................17
1. Hasil Laporan rapor Pendidikan .................................................................17
2. Analisis Hasil Rapor Pendidikan ................................................................18
3. Analisis Keterlaksanaan RKJM dan RKT Tahun Sebelumnya...................21
BAB IV RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH.........................................27
1. Prosedur Penyusunan RKJM ......................................................................27
2. Program Strategis 4 Tahun .........................................................................27
3. Tabel Sasaran RKJM Tahun Anggaran 2023 s.d 2026................................30

BAB V RENCANA KERJA TAHUNAN .............................................................36

vi
1. Prosedur Penyusunan RKT .........................................................................36
2. Program Prioritas Tahun 2024 ....................................................................36
3. Tabel RKT ..................................................................................................37
BAB VI RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) .....41
1. Prosedur Penyusunan RKAS ......................................................................41
2. Program dan Kegiatan Tahun 2024 ............................................................41
3. Ringkasan alokasi kegiatan dan anggaran ..................................................41
4. Tabel RKAS ................................................................................................44
BAB VII MONITORING DAN EVALUASI ........................................................45
1. Rencana Pelaksanaan Monev ......................................................................45
2. Refleksi .......................................................................................................45
3. Tindak Lanjut ..............................................................................................46
BAB VIII PENUTUP..............................................................................................48
1. Kesimpulan .................................................................................................48
2. Saran ...........................................................................................................48
LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 .............................................................................................................................4
Tabel 2.2 .............................................................................................................................5
Tabel 2.3 .............................................................................................................................6
Tabel 3.1 .............................................................................................................................20
Tabel 3.2 .............................................................................................................................21
Tabel 4.1 .............................................................................................................................30
Tabel 5.1 .............................................................................................................................38
Tabel 6.1 .............................................................................................................................42

viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1......................................................................................................................15
Gambar 3.1 .....................................................................................................................17
Gambar 3.2 .....................................................................................................................18
Gambar 4.1 .....................................................................................................................28

ix
LAMPIRAN
Lampiran 1 .....................................................................................................................48
Lampiran 2 .....................................................................................................................

x
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) merupakan sebuah proses
perencanaan terhadap semua hal baik dan teliti untuk mencapai tujuan pendidikan
selama satu tahun di sebuah satuan pendidikan dalam rangka memenuhi rencana kerja
jangka menengah yang telah direncanakan untuk jangka waktu 4 tahun. RKSP
menjadi acuan pendidikan di SLB Negeri Salatiga sebagai dasar dalam upaya
melayani peserta didik berkebutuhan khusus guna mencapai tujuan pendidikan
nasional yaitu mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, RKSP diharapkan dapat
menjadi pedoman dan tuntunan arah bagi seluruh sumber daya manusia di SLB
Negeri Salatiga dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bermutu
sehingga mampu mewujudkan sekolah yang unggul baik secara akademik maupun
non akademik.
RKSP disusun sebagai panduan pelaksanaan program di satuan pendidikan
selama satu tahuan pembelajaran dengan berdasar analisis dari raport mutu
pendidikan. Penyusunan RKSP melalui analisis hasil rapor mutu pendidikan dengan
memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang ada. Penyusunan program ini
dimaksudkan untuk mengembangkan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar isi,
standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian
dan standar pembiayaan.
Penyusunan program yang tercantum dalam RKSP dilaksanakan dengan
mempertimbangkan masukan dari pemangku kepentingan pendidikan yaitu dewan
pembelajaran, komite sekolah dan unsur dinas pendidikan yaitu pengawas sekolah.
Sehingga diharapkan program-program pelaksanaannya dapat dilakukan secara baik
sesuai tuntutan kebutuhan warga sekolah sekaligus dapat dimonitoring untuk menjadi
dasar eveluasi pelaksanaan program.
2. Landasan Hukum
Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) SLB Negeri Salatiga dilandasi oleh
kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai
berikut :
a. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,

1
b. Undang-Undang No 25 Tahun 2005 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nsional,
c. Peraturan pemerintah Republik Indonesia No 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan,
d. Permendiknas No 16 tahun 2007 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru,
e. Permendiknas No 13 Tahun 2007 Tentang Kualifikasi Kepala Sekolah,
f. Permendiknas No 22, 23, dan 24 Tahun 2006 Tentang SI dan SKL,
g. Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses,
h. Permendiknas No 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan,
i. Permendiknas No 28 Tahun 2010 Tentang Tugas Tambahan Guru sebagai Kepala
Sekolah,
j. Permendiknas No 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian,
k. Permendiknas No 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana,
l. Permendiknas No 69 Tahun 2009 Tentang Standar Pembiayaan,
m. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 5 Tahun
2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan padsa Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah,
n. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset,, dan Teknologi Nomor 7
Tahun 2022 Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah,
o. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21
Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah,
p. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16
Tahun 2022 Tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah,
q. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 18
Tahun 2023 Tentang Standar Pembiayaan pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah,
r. Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Standar Sarana dan Prasarana
pada Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidiakn Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah,
s. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2024.

2
3. Tujuan Penyusunan RKSP
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) antara lain :
1. Sebagai acuan bagi sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan dan
pembelajaran,
2. Dapat digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan
sekolah,
3. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalam memajukan
pendidikan,
4. Sebagai tolok ukur bagi keberhasilan pendidikan baik akademik maupun non
akademik.
Selain itu, penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) SLB Negeri
Salatiga juga bertujuan untuk:
1. Mengetahui semua potensi sekolah yang ada untuk dapat diolah dan
dikembangkan,
2. Sebagai pedoman operasional dalam mengelola sekolah selama satu tahun
pelajaran dan tahun-tahun berikutnya,
3. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah dapat tercapai,
4. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah,
5. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi bai kantar pelaku
sekoalh, antar sekoalh dan dians pendidikan,
6. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, pengangguran, pelaksanaan, dan
pengawasan,
7. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat,
8. Menjamin penggunaan sumber daya yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan,
berkelanjutan serta memperhatikan kesetaraan gender.

4. Manfaat RKSP
Manfaat penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) ini adalah :
1. Pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan sekolah,
2. Sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan
sekolah,
3. Bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan sekolah.

3
BAB II
PROFIL SATUAN PENDIDIKAN
1. Data Satuan Pendidikan
a. Data Pokok Satuan Pendidikan
i. Nama Sekolah : SLB Negeri Salatiga
ii. NPSN : 20328473
iii. Akreditasi Sekolah :A
iv. Alamat Sekolah : Jl. Hasanudin Gg Cakra, Mangunsari, Salatiga.
v. Email Sekolah : slbnegerisalatiga@[Link]
vi. Web Sekolah : [Link]

b. Data Peserta Didik


Jumlah peserta didik SLB Negeri Salatiga hingga bulan oktober tahun ajaran
2023/2024 dapat terlihat dalam tabel berikut
Tabel 2.1
Jumlah Peserta Didik Berdasar Ketunaan

Ketunaan Jumlah
Jenjang Kelas
A B C C1 D D1 Autis
SDLB 1 2 8 13 3 2 28
2 2 11 1 1 15
3 5 7 1 3 16
4 7 1 12 20
5 1 6 5 2 14
6 4 5 4 13
SMPLB 7 4 6 2 2 14
8 2 2 11 15
9 5 6 10 2 23
SMALB 10 4 7 5 2 18
11 1 3 7 3 3 17
12 2 6 8
Jumlah 8 40 53 76 10 8 6 201

4
c. Data Guru dan Tendik
Saat ini SLB Negeri Salatiga memiliki tenaga pendidik sejumlah 26 orang.
Mereka terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran di masing-masing jenjang.
Tenaga Pendidik di SLB Negeri Salatiga mempunyai latar belakang pendidikan
S1 yang sesuai dengan tugas yang diampunya.
Tenaga pendidik SLB Negeri Salatiga terdiri dari guru PNS, guru PPPk, GTT
SK Dinas Pendidikan Provinsi dan GTT Non SK Dinas. Selain melaksanakan
tugas utama sebagai guru kelas/mapel, pendidik SLB Negeri Salatiga juga
mempunyai tugas tambahan untuk mengembangkan satuan pendidikan baik di
bidang akademik maupun non akademik.
Berikut adalah tabel data tenaga pendidik di SLB Negeri Salatiga.
Tabel 2.2
Data Guru dan Tendik SLB Negeri Salatiga
Jenis Kelamin Pendidikan
Pendidik Jumlah Jumlah
L P S1 ≥S2
PNS 2 10 12 10 2 12
ASN PPPK - 8 8 8 8
GTT SK Kadinas 1 5 6 6 6
GTT Non SK Kadinas 1 - 1 1 1
Jumlah 5 26 31 30 1 31

Jenis Kelamin Pendidikan


Tenaga Kependidikan
L P SMA D3 S1
PNS - - - -
GTT SK Kadinas 2 3 2 2 1
GTT Non SK Kadinas 4 - 4 - -
Jumlah 6 3 6 2 1

d. Data Sarana dan Prasarana


SLB Negeri Salatiga mempunyai 2 (dua) lokasi sekolah dalam satu wilayah.
Lokasi pertama digunakan untuk melayani peserta didik jenjang SDLB dan pusat
keterampilan vokasional, sedangkan lokasi kedua untuk melayani peserta didik

5
SMPLB/SMALB. Jarak kedua lokasi tersebut kurang lebih 500 m. Karena
memiliki 2 (dua) lokasi sekolah, maka SLB Negeri Salatiga mempunyai sarana
prasarana yang cukup memadai untuk menunjang pembelajaran yang optimal.
SLB Negeri Salatiga mempunyai ruang pembelajaran yang beragam antara
lain ruang kelas, ruang keterampilan, ruang ibadah, ruang sensori integrasi, ruang
Kemandirian Merawat Diri (KMD) dan ruang perpustakaan. Ruang-ruang tersebut
dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta didik didampingi guru. Penggunaan
ruang kelas yang ada dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran
moving class.
Selain sarana penunjang pembelajaran, SLB Negeri Salatiga juga
mempunyai prasarana dan fasilitas lain yang memadai seperti kamar mandi yang
ramah difabel, UKS, lapangan bermain, kebun, area parkir, taman dan lain
sebagainya. Aksesbilitas sudah cukup memenuhi standar pelayanan untuk anak
berkebutuhan khusus diantaranya lantai terpasang guiding block, handrail, kloset
duduk, pintu mengarah keluar, jendela mengarah ke atas, dll.
Berikut adalah data sarana dan prasarana yang ada di SLB Negeri Salatiga
Tabel 2.3
Data Sarana dan Prasarana SLB Negeri Salatiga

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan


1 Ruang Kepala Sekolah 2
2 Ruang Tata Usaha 2
3 Ruang Kelas 25
4 Ruang Keterampilan 5
5 Ruang Ibadah 2
6 Ruang Sensori Integrasi 1
7 Ruang Komputer 2
8 Ruang Pepustakaan 1
9 Toilet 21
10 Kebun 1
11 Greenhouse 1

2. Karakteristik Satuan Pendidikan (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset/ PKBA)

6
SLB Negeri Salatiga berada di wilayah perkotaan Salatiga yang merupakan salah
satu kota toleransi dan inklusi di Indonesia. Hal ini terlihat dari latar belakang sosial,
budaya dan agama yang sangat beragam di Kota Salatiga. Walaupun beragam, warga
Salatiga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan toleransi. Hal ini sangat
mendukung keberagaman kebutuhan, social dan budaya yang dimiliki sebagian besar
peserta didik dan pendidik serta tenaga kependidikan yang ada di SLB Negeri
Salatiga.
Keberagaman kebutuhan, hambatan, sosial dan budaya yang dimiliki warga
sekolah di SLB Negeri Salatiga tidaklah menjadi penghalang keberlangsungan
pembelajaran di sekolah. Sebaliknya keragaman itu menjadi suatu kekuatan sekolah
untuk meningkatkan rasa saling menghargai, menghormati dan kenyamanan serta
keharmonisan. Kekuatan inilah yang nantinya menjadi dasar dalam mengembangkan
karakter peserta didik yang ada di SLB Negeri Salatiga. Sehingga diharapkan bahwa
seluruh warga sekolah dapat berperan serta membiasakan budaya baik tersebut guna
meningkatkan karakter baik yang mencerminkan nilai-nilai luhur pancasila.
Salah satu wujud bahwa SLB Negeri Salatiga telah menerapkan pembiasaan
pengembangan karakter positif yaitu dengan adanya deklarasi SLB Negeri Salatiga
sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Adanya deklarasi ini menunjukkan bahwa SLB
Negeri Salatiga sangat menjunjung tinggi nilai budaya yang baik. Nilai budaya
postitif yang dicerminkan melalui kegiatan dan pembiasaan karakater seperti budaya
5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun) bagi seluruh warga sekolah, budaya
berdoa bersama di lapangan sesuai agama masing-masing di pagi hari, penyambutan
kedatangan siswa dan bersalaman, budaya malu datang terlambat, budaya malu
melanggar peraturan, budaya hidup bersih sehat.
Selain itu karakteristik SLB Negeri Salatiga juga dipengaruhi dengan situasi dan
kondisi yang ada di lingkungan sekitar sekolah dan lingkungan Kota Salatiga.
Struktur geografis Kota Salatiga adalah kota kecil yang dikelilingi dengan daerah
pertanian dan perkebunan, dan ditopang juga dengan banyaknya pabrik dan pasar
sebagai pusat perdagangan, menjadikan SLB Negeri Salatiga berusaha
mengembangkan pembelajaran keterampilan vokasional sebagai satah satu inti proses
layanan dan pembelajaran peserta didik.
Pengembangan pembelajaran keterampilan vokasional ini dimaksudkan untuk
mempersiapkan peserta didik siap jika lulus nanti untuk kembali berperan di

7
masyarakat. Keterampilan vokasional yang dikembangkan sekolah antara lain yaitu
tata busana, tata boga, kriya kayu, kerajinan tangan, pertanian dan cuci motor.

3. Visi, Misi, Tujuan Satuan Pendidikan


a. Visi
SLB Negeri Salatiga memiliki visi sekolah yang telah ditetapkan pada tahun
2022 berdasarkan rapat komite pembelajaran. Namun sejalannya perubahan
perkembangan dan tuntutan masyarakat terhadap kemajuan sekolah serta
dirasakan bahwa visi dan misi SLB Negeri Salatiga sudah tidak sesuai dengan
kondisi perkembangan kebutuhan kerjasama, maka diputuskan dilakukan
perubahan terhadap visi dan misi SLB Negeri Salatiga.
Pelaksanaan perubahan visi dan misi dilakukan pada tahun 2022 melalui
kegiatan penyusunan visi dan misi Rencana Kegiatan Jangka Menengah (RKJM)
pada periode tahun ajaran 2022/2023 s.d tahun ajaran 2026/2027 atau tepatnya
untuk menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan bagi pendanaan sekolah untuk
tahun anggaran 2022 s.d 2026. Perubahan visi dan misi pada tahun ajaran
2022/2023 tersebut berdampak pada perubahan Rencana Kegiatan Sekolah atau
Rencana Kerja Tahunan (RKS/RKT) termasuk Rencana Anggaran Sekolah
(RKAS) yang akan digunakan di tahun anggaran 2023 berikutnya.
Bulan Oktober 2023 ini masuk triwulan akhir dari pelaksanaan tahun
anggaran 2023, sehingga sekolah diwajibkan menyusun rencana kegiatan tahunan
dan anggaran yang akan digunakan di tahun anggaran 2024 nanti. Oleh karena itu
melalui rapat bersama yang dihadiri oleh pihak Sekolah melalui Kepala sekolah,
perwakilan guru/Dewan guru, pihak komite sekolah (perwakilan orang tua) dan
pengawas SLB selaku perwakilan dari dinas (cabang dinas wilayah V) pada rapat
penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan Anggaran
Sekolah (RKAS) tanggal 16 oktober 2023, menyepakati bahwa belum mengubah
visi dan misi sekolah yang menjadi dasar pengelolaan sekolah dan anggaran
sekolah di tahun anggaran 2024 mendatang. Hal ini dikarenakan visi dan misi
SLB Negeri Salatiga periode tahun ajaran 2022/2023 s.d tahun ajaran 2026/2027
dianggap masih layak/dapat mewakili keinginan dan harapan warga sekolah untuk
mewujudkan ketercapaian pengelolaan sekolah.

8
Adapun visi SLB Negeri Salatiga periode tahun ajaran 2022/2023 s.d tahun
ajaran 2026/2027 adalah:
“Terwujudnya peserta didik yang mandiri, terampil, berbudi pekerti luhur,
berprestasi dan ramah lingkungan.”
Dengan indikator visi sebagai berikut:
i. Terwujudnya peserta didik yang Mandiri, terampil, Berbudi pekerti luhur,
berprestasi dan ramah lingkungan.
ii. Terciptanya penyelenggaraan pendidikan khusus yang bermutu baik dengan
mengedepankan penerapan profil pelajar Pancasila.
iii. Tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan yang professional dan
kompeten sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
iv. Terciptanya budaya sekolah yang ramah serta memiliki karakter positif
guna mewujudkan lingkungan sekolah yang baik, nyaman, hijau,
kekeluargaan dan asri.
b. Misi
Dalam rangka mencapai visi tersebut, maka SLB Negeri Salatiga
mengembangkan misi sebagai berikut:

i. Melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi yang dinamis, efektif,


menyenangkan, kreatif dan inovatif bagi peserta didik berkebutuhan
khusus sesuai hambatan dan kebutuhan khususnya.
ii. Melaksanakan pembelajaran berkarakter guna mewujudkan profil
pelajar Pancasila yang disesuaikan dengan hambatan dan kebutuhan
khususnya.
iii. Melaksanakan pendidikan berbasis keterampilan yang disesuaikan
dengan hambatan dan kebutuhan khususnya.
iv. Melaksanakan pembiasaan ramah lingkungan dan budaya positif demi
peningkatan kualitas hidup disesuaikan dengan hambatan dan
kebutuhan khususnya
v. Melaksanakan penyiapan kemandirian peserta didik berkebutuhan
khusus dengan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga
kependidikan.

9
vi. Menjalin kemitraan yang baik dan harmonis antara sekolah dengan
warga sekolah, masyarakat, instansi dan Lembaga terkait untuk
mewujudkan visi sekolah yang optimal.
vii. Menyiapkan lingkungan sekolah berbasis digital yang disesuaikan
dengan kebutuhan dan karakteristik hambatan khusus.
viii. Mewujudkan sarana prasarana dan lingkungan sekolah yang
mendukung proses pelaksanaan pendidikan yang ramah lingkungan
yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

c. Tujuan
Tujuan Sekolah sebagai bagian dari tujuan Pendidikan Nasional adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Berikut
ini adalah tujuan umum SLB Negeri Salatiga sesuai misi dan visi sekolah.

i. Terwujudnya pelaksanaan pembelajaran berdeferensiasi yang dinamis,


efektif, menyenangkan, kreatif dan inovatif bagi peserta didik
berkebutuhan khusus sesuai hambatan dan kebutuhan
khususnya, dengan kegiatan:
1) Terlaksananya kegiatan Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun
(5S) selama proses pembelajaran berlangsung.
2) Terlaksananya kegiatan Literasi / budaya membaca 15 menit
sebelum pelajaran dimulai.
3) Terlaksananya upacara setiap hari Senin dan hari-hari peringatan
nasional.
4) Terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode dan
model pembelajaran berlandaskan pendidikan karakter, pendidikan
anti korupsi, dan berpedoman atas ideologi pancasila dan undang-
undang dalam naungan NKRI.
5) Terlaksananya penyusunan, dan pembuatan perangkat pembelajaran
dan alat peraga untuk pelaksanaan PBM yang dinamis, efektif,
menyenangkan, dan inovatif sesuai hambatan dan kebutuhan khusus
peserta didik.

10
6) Terwujudnya sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan
dan hambatan peserta didik berkebutuhan khusus.
7) Terlaksananya model pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi
ciri khas satuan pendidikan yang berfokus pada pembelajaran
berpusat pada peserta didik berkebutuhan khusus,
8) terlaksananya pembelajaran yang berbasis individual sesuai tingkat
kemampuan dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus yang
mengarah pada kecakapan hidup dan bakat minatnya.
9) Terwujudnya penyiapan peserta didik berkebutuhan khusus yang
memiliki penghayatan keagamaan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa melalui keteladanan, pembiasaan dan budi pekerti dalam
kehidupan sehari-hari.
10) Melaksanakan kegiatan projek profil pelajar Pancasila sebagai
pengembangan kreatifitas peserta didik berkebutuhan khusus.
ii. Terwujudnya pelaksanaan pembelajaran berkarakter guna mewujudkan
profil pelajar Pancasila yang disesuaikan dengan hambatan dan
kebutuhan khususnya, dengan kegiatan:
1) Terlaksanaya kegiatan berdoa Bersama sebelum dan sesudah
pembelajaran
2) Terlaksananya sholat dhuhur berjamaan bagi agama islam dan
berdoa bersama/beribadat bersama bagi peserta didik beragama non
islam.
3) Terlaksananya peringatan hari besar keagamaan
4) Terlaksananya kegiatan sosial keagamaan
5) Terlaksananya pembelajaran keagamaan berdasarkan keyakinan
masing-masing peserta didk
6) Terlaksananya penanaman budaya ketaqwaan, anti radikalisme
yang berdasarkan pancasila dan UUD 45.
7) Terlaksananya kegiatan kepramukaan, dokter kecil maupun
kegiatan pengembangan pendidikan berkarakter dalam rangka
penyiapan karakter profil pelajar Pancasila.
8) Melaksanakan kegiatan penguatan projek profil Pancasila sebagai
upaya pengembangan pendidikan karakter bagi peserta didik
berkebutuhan khusus

11
iii. Terwujudnya pelaksanaan pendidikan berbasis keterampilan yang
disesuaikan dengan hambatan dan kebutuhan khususnya, dengan
kegiatan:
1) Terlaksananya pembelajaran keterampilan berbasis kearifan local
dan Pendidikan karakter
2) Terlaksananya peningkatan pembelajaran berbasis keterampilan
3) Terlaksananya kegiatan marketing hasil produk keterampilan.
4) Terlaksananya kegiatan pengembangan dan upaya penciptaan
produk hasil pembelajaran keterampilan.
5) Melaksanakan kegiatan projek profil Pancasila sebagau upaya
pengembangan pendidikan kemandirian dan pengembangan bakat
minat dan prestasi peserta didik berkebutuhan khusus.
iv. Terwujudnya pelaksanaan pembiasaan ramah lingkungan dan budaya
positif demi peningkatan kualitas hidup disesuaikan dengan hambatan
dan kebutuhan khususnya, dengan kegiatan:
1) Terlaksananya kegiatan jumat sehat
2) Terlaksananya Kegiatan Pramuka berbasis kearifan lokal dan
pendidikan karakter berpedoman pada Pancasila dan UUD 45
3) Terlaksananya Kegiatan PMR dan dokter kecil berbasis kearifan
lokal dan pendidikan karakter berpedoman pada Pancasila dan UUD
45.
4) Terlaksananya Pendidikan Pengenalan Lingkungan Sekolah
5) Terlaksananya Pendidikan Pengenalan Luar Sekolah
6) Terlaksananya kerja bakti, piket kelas dan kegiatan kebersihan di
lingkungan SLB Negeri Salatiga
7) Terlaksananya Pengembangan siswa berprestasi sesuai bakat dan
minat peserta didik
v. Terwujudnya pelaksanaan penyiapan kemandirian peserta didik
berkebutuhan khusus dengan meningkatkan profesionalisme pendidik
dan tenaga kependidikan, dengan kegiatan:
1) Terlaksananya Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
2) Terlaksananya kegiatan peningkatan Keprofesionalan pendidik dan
tenaga kependidikan

12
3) Terlaksananya Pemberian kesempatan bagi pendidik dan tenaga
kependidikan untuk mengembangkan diri sesuai potensi yang
dimiliki peserta didik.
4) Terlaksananya penyiapan lulusan siswa berdasarkan potensi dan
hambatan peserta didik.
5) Terlaksananya penyiapan kelengkapan perangkat administrasi
pengelolaan Sekolah.
vi. Terwujudnya pelaksanaan jalinan kemitraan yang baik dan harmonis
antara sekolah dengan warga sekolah, masyarakat, instansi dan
Lembaga terkait untuk mewujudkan visi sekolah yang optimal, dengan
kegiatan:
1) Terwujudnya kemitraan dan Kerjasama dengan instanssi dinas
terkait.
2) Terwujudnya kemitraan dan kerjasama dengan instansi dinas
terkait, lembaga dan masyarakat dalam upaya pengembangan
pembelajaran dan peningkatan kompetensi peserta didik
berkebutuhan khusus.
3) Terwujudnya kerjasama dengan pihak terkait guna meningkat
kegiatan belajar mengajar.
4) Terlaksananya kemitraan untuk pengembangan pembelajaran
berbasis keterampilan.
5) Terwujudnya kerjasama dengan pihat dinas terkait, lembaga dan
mayarakat guna peningkatan prestasi, bakat dan minat peserta didik
berkebutuhan khusus.
6) Terwujudnya kemitraan dengan pihak terkait dalam hal penyaluran
siswa setelah lulus.
7) Terwujudnya kerjasama dengan pihak terkait untuk peningkatan
Keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan
8) Terwujudnya kerjasama terkait pengembangan pembelajaran pada
potensi akademik dan non akademik yang berbasis tehnologi
informatika.
9) Terwujudnya kerjasama dalam upaya penyiapan guru pembimbing
khusus bagi sekolah inklusi/ lembaga inklusi lainnya

13
10) Terlaksananya kemitraan dengan dinas lain dan lembaga
masyarakat lainnya dalam mengembangkan informasi pendidikan
khusus dan peserta didik berkebutuhan khusus.
vii. Terwujudnya penyiapan lingkungan sekolah berbasis digital yang
disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik hambatan khusus,
dengan kegiatan:
1) Terwujudnya penyelenggaraan system penilaiana perkembangan
kompetensi peserta didik berkebutuhan khusus berfokus pada
potensi akademik non akademik yang berbasis teknologi
informatika
2) Terwujudnya penyelenggaraan kegiatan asesmen berbasis tehnologi
informatika dalam upaya pengembangan kompetensi peserta didik
berdasarkan hambatan khususnya.
viii. Terwujudnya sarana prasarana dan lingkungan sekolah yang
mendukung proses pelaksanaan pendidikan yang ramah lingkungan
yang disesuaikan dengan kearifan local, dengan kegiatan:
1) Tersedianya sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan
dan hambatan peserta didik berkebutuhan khusus.
2) Terwujudnya penyelenggaraan kelengkapan Sarana dan Prasarana
sekolah yang mendukung pembelajaran dan disesuaikan dengan
hambatan dan kebutuhan khusus peserta didik.
3) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana terkait
pengembangan informasi pendidikan khusus dan peserta didik
berkebutuhan khusus berbasis tehnologi informatika.
4) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana berbasis
tehnologi informatika guna menunjang proses pembelajaran dan
keterampilan dan profil sekolah yang lebih baik.
5) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana yang
menunjang pengembangan bakat minat dan prestasi peserta didik
berkebutuhan khusus.
6) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana yang
menunjang pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan guna keberhasilan pembelajaran

14
7) Terwujudnya penyelenggaraan sarana prasarana yang menunjang
pembelajaran vokasional dan penyiapan kemandirian bagi peserta
didik berkebutuhan khusus
8) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana administrasi
pengelolaan sekolah
9) Terwujudnya penyelenggaraan sarana dan prasarana yang
menunjang ketersediaannya lingkungan sekolah yang asri, bersih
dan nyaman.

4. Struktur Organisasi
Struktur organisasi SLB negeri Salatiga terlihat dalam gambar di bawah ini.

KEPALA SLB KOMITE SEKOLAH

WAKA WAKA WAKA WAKA


KURIKULUM KESISWAAN HUMAS SARPRAS

GURU DAN
KA TU
TENDIK

PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Gambar 2.1
5. Prestasi Sekolah
Sekolah Luar Biasa Negeri Salatiga pada tahun ajaran 2023/2024 memiliki prestasi
baik di tingkat cabang dinas, provinsi dan pusat oleh peserta didik maupun tendik.
Hasil prestasi tingkat provinsi dan nasional peserta didik SLB Negeri Salatiga dapat
dilihat dalam tabel 2.4 berikut.
Tabel 2.4

15
Prestasi Peserta Didik SLB Negeri Salatiga
No Nama Peserta Nama Lomba Juara Penyelenggara
Didik
1 Aisya Anindya Kreasi Barang 1 Kemendikburistekdikti
Putri Bekas Provinsi
2 Pinkan Mutiara Hantaran 1 Kemendikbudristekdikti
Maharani Provinsi
3 Rifqi Faizul Haq Cipta Baca Puisi 1 Kemendikbudristekdikti
Provinsi
4 Rifqi Faizul Haq Cipta Baca Puisi 2 Kemendikbudristekdikti
Nasional
5 Rifqi Faizul Haq Catur Tunanetra 1 Kemendikbudristekdikti
Provinsi
6 Rifqi Faizul Haq Catur Tunanetra 2 Kemendikbudristekdikti
Nasional
7 Raffa Ridho Razaq Balap Kursi 2 Kemendikbudristekdikti
Roda Provinsi
8 Fransiska Dewi Tolak Peluru 3 PEPARNAS
Puspita Sari Nasional
9 Fransiska Dewi Tolak Peluru 1 PEPARPOV
Puspita Sari Provinsi

6. Ekstrakurikuler

SLB Negeri Salatiga menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler di luar jam belajar.


Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan
potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta
didik secara optimal sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan profil pelajar
Pancasila. Kegiatan Ekstrakurikuler di SLB Negeri Salatiga terdiri atas Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib dan Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan.
1. Ekstrakurikuler Wajib
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib di SLB Negeri Salatiga adalah Pramuka.
Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus
diikuti oleh seluruh peserta didik.
2. Ekstrakurikuler Pilihan
16
Kegiatan ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang
dikembangkan dan diselenggarakan oleh SLB Negeri Salatiga sesuai bakat dan
minat peserta didik. Peserta didik memilih satu jenis ekstrakurikuler sesuai
dengan minat dan bakat peserta didik. Jenis ekstrakurikuler pilihan di SLB Negeri
Salatiga yaitu:
a. Seni musik
b. Seni lukis
c. Design grafis
d. Olahraga

BAB III
ANALISIS HASIL RAPOR MUTU PENDIDIKAN
1. Hasil Laporan Rapor Pendidikan
Rapor Mutu pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan 8 Standar
Nasional pendidikan (SNP) dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan
output pembelajaran terlihat dalam lampiran 1. Yang dilihat terlebih dahulu yaitu output
yang berupa mutu dan relevan di hasil belajar peserta didik (A), pemerataan pendidikan yang
bermutu (B) dan ini termasuk Standar Kompetensi Lulusan (SKL) meskipun di dalam rapor
mutu pendidikan SLB Negeri Salatiga, pemerataan pendidikan yang bermutu (B) tidak
muncul dalam laporan rapor pendidikan. Proses terdiri dari mutu dan relevansi pembelajaran
(D), pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel (E) dan ini
termasuk pada standar Isi, Proses, penilaian, pengelolaan pada SNP. Terakhir input terdiri
dari kompetensi dan kinerja GTK (C) dan juga Sebagian pengelolaan satuan pendidikan yang
partisipatif, transparan, akuntabel (E) dan ini termasuk standar GTK, pembiayaan, dan sarana
prasarana pada SNP. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

17
Gambar 3.1

Selanjutnya nanti akan dapat dilihat berdasarkan urutan dimensinya. Dimensi A dan B
termasuk output, dimensi D adalah proses, serta dimensi C dan E termasuk input.
Maka ketika mencari akar masalahnya nanti untuk dijadikan perhatian dalam
menentukan kegiatan yang akan dimasukkan ke dalam RKAS harus berdasarkan
urutan ini. Jadi lihat output (dimensi A dan B) dulu yang ada dalam rapor pendidikan
sekolah kemudian cari masalahnya di bagian proses (dimensi D) jika dilanjutkan cari
masalahnya ke input (dimensi C dan D) seperti terlihat dalam gambar berikut.

Gambar 3.2

2. Analisis Hasil Rapor Pendidikan


Walaupun SLB Negeri Salatiga adalah satuan pendidikan dengan pola satu atap yang
terdiri atas 3 (tiga) jenjang yaitu SDLB, SMPLB dan SMALB, Namun pada tahun 2023 ini
hasil raport mutu pendidikan SLB Negeri Salatiga hanya muncul di jenjang SMPLB dan
SMALB saja. Untuk jenjang SDLB raport mutu pendidikan SLB Negeri Salatiga tidak
muncul dikarenakan pada tahun 2022 jumlah siswa SDLB yang mengikuti ANBK hanya 1

18
orang siswa. Kondisi ini menurun dari jumlah siswa SDLB yang mengikuti ANBK di tahun
2021 yaitu sebanyak 7 orang siswa. Sehingga dinyatakan bahwa rapor mutu pendidikan tahun
2023 yang merupakan gambaran capaian pembelajaran siswa di tahun 2022 tidak muncul.
Hasil rapor mutu pendidikan untuk jenjang SMPLB mengalami kenaikan sedangkan
untuk jenjang SMALB mengalami penurunan. Detail dimensi indikator di masing-masing
rapor mutu SLB Negeri Salatiga per jenjang dapat terlihat pada lampiran tabel 3.1.
Berdasarkan kelemahan yang terlihat pada rapor mutu pendidikan SLB Negeri Salatiga di
jenjang SMPLB dan SMALB ini maka dilakukan analisis dalam rengka mengenali kondisi
sekolah yang relevan untuk dapat dilakukan pembenahan sesuai kebutuhan sekolah. Berikut
adalah langkah-langkah SLB Negeri Salatiga dalam upaya mengenali kondisi sekolah
berdasarkan rapor mutu pendidikan:
a. Mengidentifikasi permasalahan berdasarkan indikator yang ditampilkan di
dalam profil pendidikan.
b. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan
pendidikan dan daerah masing-masing untuk menemukan akar masalah.
c. Melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan dalam bentuk rencana
kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) untuk menyelesaikan
akar masalah.
Setelah dilakukan upaya mengenali kondisi di SLB Negeri Salatiga berdasarkan
rapor mutu pendidikan, ditemukan banyak kelemahan terutama di jenjang SMALB.
Baik dari indikator literasi dan numerasi. Sebaliknya di jenjang SMPLB terlihat 6
indikator capaian mutu sekolah terlihat baik. Hal ini memicu pihak sekolah
melakukan analisis dengan melihat akar permasalahan. Kenyataan di lapangan
membuktikan bahwa ternyata rapor mutu pendidikan yang muncul di aplikasi tidak
sesuai dengan analisis kondisi sebenanya. Hal ini lah yang menyebabkan kepala
sekolah, Dewan pembelajaran/komite pembelajaran, komite orang tua sepakat bahwa
rapor mutu tidak dapat dijadikan sebagai dasar pemetaan mutu pendidikan di SLB
Negei Salatiga yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar penyusun RKT dan RKAS
di tahun anggaran 2024.
Adapun alasan mengapa rapor mutu pendidikan tidak dapat digunakan sebagai
standar dalam penyusunan RKT dan RKAS tahun anggran 2024 adalah :
1. Hasil rapor mutu tidak memunculkan kevalidan ketercapaian proses pembelajaran
yang ada di SLB karena jumlah sampel yang mengikuti ANBK berbeda dari tahun
ke tahun. Terlebih siswa yang mengikuti ANBK hanya dari 2 ketunaan/hambatan

19
saja padahal SLB Negeri Salatiga melayani 5 hambatan dengan jumlah peserta
didik terbessar addalah hambatan intelektual, namun hambatan intelektual tidak
dijadikan sampel dalam pelaksanaan ANBK yang hasilnya menjadi dasar rapor
mutu pendidikan
2. Partisipisi peserta didik yang mengikuti ANBK tiap tahun berbeda sehingga
berpengaruh terhadap nilai capaian.
3. Hambatan di SLB Negeri Salatiga ada 5 sedangkan yang mengikuti ANBK hanya
2 hambatan sehingga berpengaruh terhadap capaian mutu pendidikan yang tidak
mencerminkan layanan pembelajaran di sekolah.
4. Soal-soal di dalam ANBK tidak akomodatif bagi peserta didik berkebutuhan
khusus.

Berikut adalah hasil rapor mutu pendidikan SLB Negeri Salatiga tahun 2022
dijabarkan dalam tabel 3.1.

20
Tabel 3.1
Hasil Analisis Rapor Pendidikan SLB Negeri Salatiga Tahun 2022

No Jenjang Domain Prioritas Pembenahan Keterangan


Kemampuan Kemampuan Karakter Iklim Iklim Kualitas
Literasi Numerasi Keamanan Kebhinekaan Pembelajara
Sekolah n
1 SMALB Kurang Kurang Baik Baik Sedang Baik [Link] literasi Prioritas
(0%) (33,33%) [Link] pembenahan
Capaian Capaian Capaian Capaian Capaian turun Capaian naik numerasi berdasar
turun 100% turun 33,34% turun turun 4,5% 6,75% 15,63% [Link] kebhinekaan dari
dari tahun dari tahun 17,44% dari [Link] keamanan kategori
2022 2022 tahun 2022 sekolah capaian
[Link]
[Link]
pembelajaran
2 SMPLB Baik Baik Sedang Baik Baik Baik [Link]
100% 100% [Link] keamanan
Capaian tidak Capaian naik Capaian Capaian Capaian naik Capaian naik sekolah
berubah dari 25% dari turun turun 7,62% 0,19% dari 0,48% dari [Link] kebhinekaan
tahun 2022 gtahun 2022 14,02% dari tahun tahun 2022 tahun 2022 [Link]
2022 pembelajaran
[Link] literasi

19
[Link]
numerasi
3 SDLB Belum Belum Belum Belum Belum Belum Memadai -
Memadai Memadai Memadai Memadai Memadai

20
3. Analisis Keterlaksanaan RKJM dan RKT Tahun Sebelumnya
Analisis RKJM dan RKT tahun sebelumnya menggunakan analisis SOAR TAHUN
2022 dengan 4 indikator yang dikembangkan yaitu Aset Utama Sekolah, Kondisi
Nyata di sekolah (strength), Potensi yang dapat dikembangkan (opportunity) dan
Gagasan/ inovasi Pengembangan (Aspiration) terlihat pada tabel beikut.
Tabel 3.2
Analisis SOAR Tahun 2022

No Aset Kondisi Nyata di Potensi yang dapat Gagasan/Inovasi


Utama Sekolah dikembangkan Pengembangan
Sekolah
Strength, Opportunity, Aspiration
(Profil Pelajar
Pancasila)
a B C d E
1. Modal - Memiliki guru a. Peningkatan a. Peningkatan
Manusia kualifikasi S1 Kompetensi Guru kompetensi guru dan
PLB dan S2 dalam merancang PDBK dalam
sebanyak 32 dan menerapkan kegiatan
orang dengan pembelajaran mata pembelajaran
status pns dan pelajaran akademik, pengetahuan dan
P3K sebanyak pembelajaran pembelajaran
25 orang dan vokasional dan program khusus
GTT sebanyak penerapan berdeferensiasi
7 orang. pembelajaran b. Peningkatan
- Memiliki guru program khusus kompetensi guru dan
dengan (yang disesuaikan PDBK kompetensi
kualifikasi S1 dengan hambatan keterampilan dengan
mapel lain PDBK) sehingga tehnik sederhana
sebanyak 24 dapat membantu berbasis
orang dengan mengembangkan kewirausahaan yang
status PNS dan potensi PDBK untuk selaras kearifan
P3K dan 7 berkomunikasi, dan local.
orang GTT. mengeksplore
- Memiliki dirinya dengan
tendik Tu masyarakat di luar
kualifikasi komunitasnya
manajemen b. Peningkatan
informatika 2 kompetensi PDBK
org dengan dalam merancang
status PTT. dan/ atau
- Memiliki menerapkan
tendik pembelajaran bagi
kebersihan dan dirinya sendiri untuk
mengembangkan

20
penjaga kompetensi
sekolah akademik, dan
sebanyak 4 kompetensi
orang keterampilan yang
- Memiliki mengarah pada
PDBK peningkatan
sebanyak 185 kompetensi peserta
orang dari 5 didik berkebutuhan
macam khusus di bidang
hambatan/ketun pengetahuan dan
aan wirausaha sebagai
- Memiliki bekal kemandirian
komite setelah lulus sekolah
orangtua wali c. Peningkatan
sebanyak 8 kompetensi PDBK
orang dari mampu
berbagai jenis meningkatkan
latar belakang karakter dan
pendidikan dan kompetensi dirinya
pekerjaan yang secara khusus
aktif berperan melalui program
- Memiliki 1 khusus dan
pengawas SLB keterampilan dasar
dengan latar yang disesuaikan
belakang dengan hambatan
Pendidikan S1 yang dimilikinya
PLB dengan tehnik
- Memiliki 2 sederhana sebagai
orang dari modal dasar
DUDI yang kemandiriannya
berperan dalam
kemitraan
2. Modal - Adanya peran - dukungan komunitas - Adanya dukungan
Sosial social di setiap di masyarakat yang dari komunitas di
even lomba di dapat dijadikan mitra sekolah, masrakat
tingkat bagi pengembangan dan dinas dalam
kabupaten, kompetensi PDBK penerapan
cabang dinas dan guru sebagai pengembangan
dan provinsi hasil praktek program khusus
- Sering diminta pembelajaran dalam pembelajaran
tampil mengisi program khusus PDBK
acara di tk kota seperti polres, media, - Adanya dukungan
dan kecamatan rumah sakit, instansi dari komunitas
- Sering dinas lainnya dan pembelajaran
mengadakan kemitraan DUDI keterampilan
kegiatan sadar (laundry, berbasis
lingkungan, catering,dsb) kewirausahaan bagi
bakti sosial dan - dukungan komunitas PDBK dalam
kegiatan amal di lingkungan penerapan
lainnya. masyarakat yang pembelajaran

21
- Sering dijadikan ajang ketererampilan
mengadakan praktek kemandirian berbasis
kegiatan PDBK dan sasaran kewirausahaan
perekonomian hasil praktek - Adanya dukungan
di sekitar kemandirian seperti penerapan
sekolah seperti tempat usaha yang pengembangan dan
pameran, dapat menerima hasil pengelolaan produk
bazzar, produk pembelajaran hasil keterampilan
penjualan hasil PDBK berbasis
produk (catering,toko, pasar, kewirausahaan
keterampilan, kantor, dsb) - Munculnya
dsb. dukungan dan
kemitraan/Kerjasama
dalam peningkatan
kompetensi guru
dalam pembelajaran
program khusus dan
keterampilan dengan
tehnik sederhana.
- Munculnya
dukungan kegiatan
diseminasi/sharing
hasil pelaksanaan
keterampilan
membatik dan
kerajinan tangan
untuk guru di
sekolah lain
- Adanya dukungan
dalam pelaksanaan
peningkatan prestasi
PDBK dalam lomba
keterampilan
membatik dan
kerajinan tengan
berbasis
kewirausahaan yang
diadakan oleh
instansi terkait dan
masyarakat.
3. Modal c. Sekolah terdiri - Pemanfaatan aula - Terpenuhinya dan
Fisik 2 unit lokasi sekolah secara termanfaatkannya
(Sarana Dengan luas optimal sarana prasarana
Prasaran area 6.034 Ha - Pemanfaatan lahan yang dapat
a) d. Adanya ruang tanam holtikultura memenuhi/melengka
kelas sebanyak dan green house pi kegiatan
23 ruang, sebagai tempat peningkatan
ruang pembelajaran kompetensi guru dan
keterampilan 5 keterampilan PDBK dalam
ruang, ruang pertanian atau pembelajaran

22
penunjang 5 holtikultura dengan akademik, dan
ruang (ruang tehnik sederhana progsus
KS dan TU, - Pemanfaatan … - Terpenuhinya dan
ruang guru ruang keterampilan termanfaatkannya
e. Adanya secara optimal. sarana prasarana
perpustakaan yang dapat
f. Adanya memenuhi/melengka
mushola pi kegiatan
sebanyak 2 peningkatan
buah. kompetensi guru dan
g. Adanya lahan PDBK dalam
tanam untuk pembelajaran
pembelajaran vokasional dan
holtikultura dengan tehnik
seluas 725 Ha sederhana berbasis
h. Memiliki kewirausahaan serta
green house pengembangan bakat
seluas 523 Ha siswa.
i. Adanya aula
untuk
kapasitas 50
orang
j. Tersedianya
jaringan WIFI
k. Ada
persediaan air
melalui
jaringan
PDAM
l. Memiliki
4. Modal - Sekolah berada - pemanfaatan kondisi - Adanya pemanfaatan
lingkung di tengah areal alam lingkungan kondisi alam sebagai
an/alam perkotaan di disekitar perkotaan salah satu pendukung
daerah dan perumahan proses pembelajaran
kecamatan namun sekolah munculnya motif dan
sidomukti kota memiliki areal tanam bentuk kreasi baru
salatiga holtikultura sebagai pada keterampilan
- Areal sekolah salah satu dukungan vokasional dengan
seluas 6.034 m3 memunculkan kreasi tehnik sederhana
milik keterampilan berbasis
pemerintah vokasional dengan kewirausahaan
provinsi dengan tehnik sederhana - Munculnya motif dan
status hak milik berbasis bentuk kreasi baru
- Lingkungan kewirausahaan pada keterampilan
sekitar vokasional dengan
perumahan dan tehnik sederhana
perkotaan berbasis
- Berdekatan kewirausahaan
dengan rumah
sakit umum

23
daerah dan
rumah sakit
paru dengan
jarak 3 km
- Berdekatan
dengan
kecamatan
sidomukti
dengan jarak 3
km
- Berdekatan
dengan pasar
Rejosari dengan
jarak 1 km
- Berdekatan
dengan sekolah
SMK negeri 1
dan 2 dengan
jarak 1,5 km.
- Jarak sekolah
dengan rumah
PDBK yang
beragam antar
kabupaten.
5. Modal - Sumber - Melakukan tata - Terlaksananya tata
finansial keuangan dari Kelola keuangan Kelola keuangan
/anggara BOS dan BOP untuk pemenuhan untuk pemenuhan
n untuk kegiatan/kebutuhan kegiatan/kebutuhan
operasional kegiatan peningkatan kegiatan peningkatan
PDBK yang kompetensi guru dan kompetensi guru dan
sesuai dengan PDBK dalam PDBK dalam
juknis. pembelajaran, pembelajaran,
- Sumber pengembangan bakat pengembangan bakat
keuangan dan prestasi, progsus dan prestasi, progsus
lainnya dari serta keterampilan serta keterampilan
hasil prestasi berbasis berbasis
siswa seperti kewirausahaan kewirausahaan
BOS Kinerja sesuai skala prioritas sesuai skala prioritas
- Bantuan dari anggaran yang telah anggaran yang telah
pihak ketiga disesuaikan dengan disesuaikan dengan
berupa hibah juknis anggaran yang juknis anggaran yang
sumbangan telah ada. telah ada.
dari orang tua - Terlaksananya
yang sifatnya pemanfaatan
situasional anggaran dan tata
momenitas Kelola keuangan di
misalnya masing-masing
sumbangan kegiatan sesuai
sosial untuk dengan ketentuan
bakti sosial dan skala prioritas.

24
dsb.
6. Modal - Adanya Permohonan dukungan Adanya dukungan dan
Politik dukungan dan bantuan dari dinas, bantuan dari dinas,
(dukung dari instansi dan dudi instansi dan dudi
an pemerintah setempat dalam kegiatan setempat dalam kegiatan
pemerint kabupaten, peningkatan kompetensi peningkatan kompetensi
ah dan pemerintah guru dan PDBK dalam guru dan PDBK dalam
provinsi,
komunit pembelajaran akademik, pembelajaran
dan
as pengembangan bakat pembelajaran akademik,
pemerintah
sekolah) pusat dan prestasi, progsus pengembangan bakat
- Adanya dan keterampilan dan prestasi, progsus dan
dukungan berbasis kewirausahaan keterampilan berbasis
dari dinas kewirausahaan
social dan
dinas
Kesehatan
setempat
- Adanya
dukungan
dari cabang
dinas
Pendidikan
wilayah V
- Adanya
dukungan
dari mkks
secabang
dinas
wilayah V
dan kkg
guru SLB
se cabang
dinas
wilayah V
- Adanya
dukungan
dari
kemitraan
DUDI
setempat
untuk
pengemban
gan bakat
dan minat
- Adanya
dukungan
dari
unversitas

25
UNS
sebagai
bentuk
kemitraan
pengemban
gan
kompetensi
guru
7. Modal - Berada di - Pengaruh toleransi a. Adanya Pengaruh
agama lingkungan beragama dan toleransi beragama
dan masyarakat budaya sosial yang dan budaya sosial
budaya perkotaan beragam dalam yang beragam dalam
dengan penerapan kegiatan penerapan kegiatan
Sebagian peningkatan peningkatan
besar kompetensi guru dan kompetensi guru dan
memiliki PDBK di PDBK di
sosial pembelajaran pembelajaran
budaya akademik, akademik,
yang pengembangan bakat pengembangan bakat
beragam dan prestasi, progsus dan prestasi, progsus
dengan dan keterampilan dan keterampilan
kearifan dengan berbasis dengan berbasis
local yang kewirausahaan yang kewirausahaan yang
kental disesuaikan dengan disesuaikan dengan
dengan kearifan local, agama kearifan local, agama
budaya dan budaya. dan budaya.
keagamaan - pengaruh budaya b. Adanya pengaruh
yang kearifan local pada budaya kearifan local
beragam proses pada proses
- Budaya penciptaan/kreatifitas penciptaan/kreatifitas
toleransi dalam program dalam program
beragama peningkatan peningkatan
yang sangat kompetensi guru dan kompetensi guru dan
kuat PDBK di kegiatan PDBK di kegiatan
mendasari pembelajaran pembelajaran
setiap tata akademik, akademik,
kehidupan pengembangan bakat pengembangan bakat
masyarakat dan prestasi, progsus dan prestasi,
- Mayoritas dan keteramspilan progsus dan
masyarakat berbasis keteramspilan
sekitar kewirausahaan . berbasis
adalah kewirausahaan
pegawai, c. Munculnya motif
pedagang hasil produk
dan keterampilan
wiraswasta vokasional baru yang
mewarnai budaya
local.

26
BAB IV
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM)

1. Prosedur Penyusunan RKJM


Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) di SLB Negeri Salatiga
menggunakan metode penyusunan sebagai berikut :
a. Pemahaman bersama pengetahuan RKJM kepada semua warga sekolah.
b. Penyusunan RKJM melalui diskusi dan musyawarah Bersama guru dan
komite sekolah
c. Sosialisasi RKJM kepada wali murid dan stake holder yang berkepentingan
terhadap sekolah.

Alur penyusunan RKJM di SLB Negeri Salatiga terlihat pada gambar berikut.

PERSIAPAN PENYUSUNAN PENGESAHAN


RKSP
1. Pembentukan 1. Persetujuan
TPMS 1. Analisis Rapor oleh rapat
2. Pembekalan Pendidikan komite sekolah
TPMS 2. Penyusunan 2. Pengesahaan
program oleh dinas
kegiatan pendidikan
3. Penyusunan 3. Sosialisasi
rencana kepada
anggaran pemangku
sekolah kepentingan
4. Penyususnan
RKT dan
RKAS

Gambar 4.1

2. Program Strategis 4 Tahun

Program strategis 4 (empat) tahun SLB Negeri Salatiga yang tercantum dalam RKJM
meliputi : pembenahan/pemeliharaan/pengadaan sarana dan prasarana dengan tujuan
penyediaan pendukung untuk mengoptimalisasi layanan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan
pembelajaran yang berintegrasi dengan program vokasional serta kegiatan penguatan karakter
seperti kegiatan P5, peningkatan literasi melalui pojok baca dan peningkatan kualitas SDM

27
peserta didik, guru dana tenaga kepenedidikan melalui program pelatihan, pengembangan
sekolah ramah anak, penyiapan menjadi sekolah integritas dan menuju sekolah adiwiyata.

Ketercapaian program strategis 4 (empat) tahun SLB Negeri Salatiga dapat terwujud dan
terpenuhi dengan cara menyusun dan melaksanakan program-program unggulan tahunan di
masing-masing tahun anggaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa Program unggulan tahunan
merupakan program prioritas penyelesaian program-program yang tercantum dalam Rencana
kerja Tahunan Sekolah (RKT) dan pelaksanaan pendanaannya tertuang dalam rencana
Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) tiap tahunnya.
Untuk tahun anggaran 2024, Program-program prioritas/unggulan yang akan dikerjakan
adalah beberapa program unggulan yang di tahun sebelumnya belum terlaksana, selain itu
ada beberapa program unggulan yang memerlukan peningkatan dan pengembangan dalam
pelaksanaannya di lapangan seperti: 1) pengembangan dan pembinaan prestasi siswa, 3)
program pengadaan/pemeliharaan sarana dan prasarana guna melengkapi kebutuhan
peralatan vokasional untuk pembelajaran, 4) program peningkatan kualitas SDM baik peserta
didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan melalui diklat atau mendatangkan guru
tamu bagi peserta didik.
Berikut adalah program unggulan tahun anggaran 2024 meliputi:
1. Peningkatan literasi dan numerasi melalui penambahan bahan bacaan dan
pojok baca di lingkungan SLB Negeri Salatiga
2. Program penyiapan kemandirian siswa melalui pembelajaran vokasional
yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya yaitu menggabungkan
pembelajaran intrakurikuler seperti P5 dengan pembelajaran vokasional,
pembelajaran vokasional dengan kegiatan penguatan karakter yaitu P5,
kegiatan program khusus (progsus) dengan kegiatan observasi/pengenalan
lingkungan sekitar, Dan sebagainya.
3. Pengadaan/ pemeliharaan Sarana dan Prasarana lingkungan SLB Negeri
Salatiga yaitu pembenahan selasar gedung SDLB fokus di bagian depan
ruang keterampilan hingga ruang tata usaha/kantor sekolah. Pembenahan ini
bertujuan untuk menghubungkan satu ruang dengan ruang yang lain serta
memberikan kemudahan akses jalan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
4. Peningkatan Kualitas SDM
a. Kualitas SDM Peserta Didik melalui kegiatan pelatihan
b. Kualitas SDM Tenaga Pendidik melalui kegiatan Workshop

28
c. Kualitas SDM Tenaga Kependidikan melalui kegiatan In House
Tarining
5. Penyiapan administrasi dan program kegiatan pengembangan guna
pelaksanaan pengembangan sekolah ramah anak , penyiapan menjadi sekolah
integritas dan menuju sekolah adiwiyata.
Adapun langkah atau strategi yang akan dilaksanakan dalam rangka usaha pencapaian
Program Unggulan Tahun 2024 tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan pemanfaatan sarpras sebagai sumber bacaan, pojok baca,
dan pusat informasi di lingkungan SLB Negeri Salatiga bagi peserta didik
berkebutuhan khusus dan warga sekolah di SLB Negeri Salatiga.
2. Perencanaan administrasi, penyusunan perangkat administrasi dan
penunjang, kegiatan tertib adminstrasi dan pelaksanan sosialisasi di semua
lini kegiatan yang melibatkan semua bidang urusan di SLB Negeri Salatiga
yaitu bidang kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana dan humas.
3. Perencanaan dan pengelolaan hasil vokasional yang terintegrasi satu dengan
mata pelajaran dan kegiatan pendukung lainnya (misalnya pemanfaatan
hasil kebun dari vokasional berkebun untuk diolah menjadi bahan pangan
oleh vokasional tataboga).
4. Pengembangan dan pembinaan prestasi peserta didik berkebutuhan khusus,
melalui berbagai ajang lomba/kompetensi seperti FLS2N, O2SN, LKSN,
AKAPDBK di Tingkat Cabang Dinas, Provinsi, Nasional
5. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan pengadaan berbagai sarana dan
prasarana penunjang optimalisasi proses pembelajaran seperti kegiatan
perbaikan/ pemeliharaan asset sarana, pemeliharaan selasar ruang
keterampilan hingga ruang kantor, dan penambahan volume ruang kelas.
Dan pemeliharaan/perbaikan beberapa bagian ruang kelas.
6. Peningkatan Kualitas SDM
1) Peserta Didik dilakukan dengan strategi mendatangkan guru tamu
untuk mengajar di kelas sesuai dengan Kompetensi keterampilan
masing-masing, memberi kesempatan/ peluang untuk mengikuti ajang
lomba dan non ajang
2) Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Pendidik dilakukan dengan
strategi yang pertama mengadakan workshop/ IHT/ Bintek di dalam/
luar sekolah yang diikuti oleh semua guru untuk peningkatan kualitas

29
tenaga pendidik, kedua mengikutkan diklat atau pelatihan untuk
guru-guru tertentu sesuai kebutuhan.
3) Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Kependidikan dilakukan dengan
strategi mengikutkan tenaga kependidikan untuk
pelatihan/bimtek/magang di instansi lain sesuai dengan bidangnya.
4) Peningkatan kualitas pendidik dan tendik dengan memberikan
peluang pada kegiatan ajang lomba dan non ajang sebagai
pendamping dan pelatih serta narasumber.

3. Tabel Sasaran RKJM untuk Tahun Anggaran 2023 s.d 2026


Berdasarkan visi, misi dan tujuan sekolah yang disusun berdasarkan
Permendikbud Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan dan
kekhasan sekolah dan berdasarkan analisis SOAR terlihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.1
RKJM Tahun Anggaran 2023 s.d. 2026

Sasaran Tahun Anggaran


No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
1 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
1.1 Meningkatkan kegiatan Meningkatnya kegiatan 6% 8% 9% 10%
ibadah sesuai dengan ibadah sesuai dengan
agamanya masing-masing. agamanya masing-masing
25%
1.2 Meningkatkan kegiatan Meningkatnya kemampuan 5% 7% 8% 10%
keagamaan dan akhlak membaca Al-Quran bagi
mulia siswa beragama muslim
20% dan beraklak mulia
1.3 Meningkatkan Meningkatnya kedisiplinan 3% 5% 8% 10%
kedisiplinan siswa siswa 15%
(kedatangan siswa)
1.4 Meningkatkan prosentase Prosentase kehadiran siswa 2% 3% 4% 5%
kehadiran siswa meningkat 10%
1.5 Meningkatkan sikap Sikap tanggungjawab siswa 5% 6% 7% 8%
tanggungjawab siswa meningkat 20%
(100%siswa membuang
sampah pada tempatnya)
1.6 Meningkatkan sikap Meningkatnya kepedulian 5% 6% 6% 7%
peduli terhadap terhadap lingkungan 22%
lingkungan (100% siswa
melaksanakan piket

30
Sasaran Tahun Anggaran
No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
kebersihan di kelas setiap
hari)
1.7 Meningkatkan budaya 5S Meningkatnya budaya 5S 2% 3% 4% 5%
10%
1.8 Meningkatkan nilai KKTP Meningkatnya nilai KKTP Mahir Mahir Mahi Mahi
r r
1.9 Meningkatkan nilai rata- Meningkatnya nilai rata- 74 75 76 78
rata Ujian Sekolah rata Ujian Sekolah menjadi
78
1.10 Meningkatkan Meningkatnya kemampuan 5% 5% 5% 5%
kemampuan literasi dan litearsi dan numerasi tanpa
numerasi intervensi khusus
1.12 Meningkatkan Meningkatkan 6% 7% 8% 9%
kompetensi siswa dalam kompetensi siswa dalam
keterampilan tata boga, keterampilan tata boga,
cuci motor, membatik, cuci motor, membatik,
menjahit, kriya kayu, menjahit, kriya kayu,
berkebun dan kemandirian berkebun dan kemandirian
meningkat 25%
1.13 Meningkatkan siswa Meningkatnya siswa 6% 7% 7% 8%
SMALB yang diterima SMALB yang diterima
magang di DUDI magang di DUDI 25%
1.14 Meningkatkan jumlah Meningkatkan jumlah 50% 75% 85% 100
Kompetensi keterampilan Kompetensi keterampilan %
dalam berbagai lomba yang berhasil menjuarai
Tingkat Cabang Dinas LKS, FLS2N, O2SN,
Pendidikan V, Provinsi, LKSN, AKAPDBK
Nasional dan Internasional Tingkat Cabang Dinas
Pendidikan V, Provinsi,
Nasional dan Internasional
1.15 Meningkatkan jumlah Meningkatnya Kejuaraan Juara 1 Juara 1 Juara Juara
Kompetensi keterampilan Kompetensi keterampilan 25% 50% 1 1
yang berhasil menjuarai yang berhasil menjuarai
75% 100
berbagai lomba FLS2N, O2SN, LKSN,
AKAPDBK Tingkat %
Cabang Dinas Pendidikan
V, Provinsi, Nasional
2 STANDAR II
2.1 Penyusunan Kurikulum Tersusunnya Kurikulum 100% 100% 100 100
sesuai dengan regulasi sesuai dengan regulasi yang % %
yang berlaku berlaku
2.2 Melaksanakan IKM di Terlaksananya IKM di 100% 100% 100 100
selurih kelas seluruh kelas

31
Sasaran Tahun Anggaran
No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
% %
2.3 Penyusunan KOSP sesuai Tersusunnya KOSP sesuai 100% 100%( 100 100
dengan IKM sudah sesuai dengan IKM sudah sesuai % %
dengan ketentuan yang dengan ketentuan yang
berlaku berlaku
2.4 Pembelajaran Pembelajaran intrakurikuler 100% 100% 100 100
intrakurikuler dan P5 dan P5 terlaksana sesuai % %
terlaksana sesuai KOSP KOSP
2.6 Alokasi waktu Alokasi waktu 100% 100% 100 100
pembelajaran dan beban pembelajaran dan beban % %
belajar sudah sesuai belajar sudah sesuai dengan
dengan struktur kurikulum struktur kurikulum
2.8 Kurikulum sudah memuat Kurikulum sudah memuat 100% 100% 100 100
program pengembangan program pengembangan % %
diri siswa melalui diri siswa melalui kegiatan
kegiatan ekstrakurikuler ekstrakurikuler
3 STANDAR PROSES
3.1 Penerimaan peserta didik Terpenuhinya peserta didik 20 30 30 35
baru baru sesuai kriteria
3.2 Dokumen rencana proses Dokumen rencana proses 3% 3% 4% 4%
pembelajaran sudah sesuai pembelajaran yang sesuai
dengan ketentuan dan dengan ketentuan dan
mendapatkan legalitas dari mendapatkan legalitas dari
Kepala Sekolah Kepala Sekolah meningkat
10%
3.3 Melaksanakan Terlaksananya 100% 100% 100 100
pembelajaran secara pembelajaran secara % %
berdiferensiasi dengan berdiferensiasi dengan
memperhatikan sosial memperhatikan sosial
emosional peserta didik emosional peserta didik
3.4 Melaksanakan Proses pembelajaran sesuai 4% 4% 5% 5%
pembelajaran sudah sesuai dengan ketentuan dan
dengan ketentuan dan mencapai kompetensi yang
mencapai kompetensi diharapkan termasuk
yang diharapkan termasuk kegiatan Lomba – lomba
kegiatan Lomba – lomba siswa meningkat 15%
siswa
3.5 Kegiatan pembiasaan Kegiatan pembiasaan 2% 5% 7% 10%
literasi tercapai literasi meningkat 5 %
3.7 Memberikaan motivasi Semua siswa termotivasi 100% 100% 100 100
siswa untuk untuk memanfaatkan sarana % %
memanfaatkan sarana prasarana dan sumber
prasarana dan sumber belajar yang ada

32
Sasaran Tahun Anggaran
No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
belajar yang ada dilingkungan sekitar
dilingkungan sekitar
3.9 Guru melaksanakan Guru melaksanakan 100% 100% 100 100
kegiatan penutup kegiatan penutup % %
pembelajaran dengan pembelajaran dengan baik.
baik.
3.10 Pelaksanaan penilaian
Proses penilaian otentik 100% 100% 100 100
otentik secara maksimal
dilakukan secara maksimal % %
3.11 Kegiatan supervisi Hasil kegiatan supervisi 100% 100% 100 100
sekolah digunakan sebagai % %
rekomendasi tindak lanjut
4 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
4.1 Melaksanakan kegiatan Terlaksananya kegiatan 100% 100% 100 100
Penilaian formatif dan Penilaian formatif dan % %
sumatif sesuai dengan sumatif sesuai dengan
standar dalam kurikulum standar dalam kurikulum
merdeka merdeka
4.2 Melaksanakan Kegiatan Kegiatan penilaian 1% 2% 3% 5%
Penilaian dengan menggunakan berbagai
menggunakan berbagai macam jenis penilaian yang
macam jenis penilaian obyektif dan akuntabel
yang obyektif dan meningkat 7%
akuntabel
4.4 Penilaian Pendidikan Penilaian pendidikan 100% 100% 100 100
100% sudah dilaksanakan dan % %
ditindaklanjuti dan dilaporkan secara periodik
dilaporkan secara periodik
4.5 100% instrumen penilaian 100% instrumen penilaian 100% 100% 100 100
tersusun berdasarkan tersusun berdasarkan aspek % %
aspek penegtahuan penegtahuan sedangkan
sedangkan penialain sikap penialain sikap amsuk ke
amsuk ke dalam P5 dalam P5
4.6 Melaksanakan Penilaian Penilaian dilakukan sesuai 100% 100% 100 100
dilakukan sesuai prosedur prosedur dan hasil penilaian % %
akan tetapi hasil penilaian digunakan secara maksimal
belum digunakan secara untuk kegiatan tindak
maksimal untuk kegiatan lanjut.
tindak lanjut.

4.7 Melaksanakan kriteria Terlaksananya kriteria 100% 100% 100 100


kelulusan dan kenaikan kelulusan dan kenaikan % %
kelas berdasar kriteria kelas berdasar kriteria
sudah 100% sudah 100%

33
Sasaran Tahun Anggaran
No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
5 STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
5.1 Memenuhi jumlah guru Terpenuhinya jumlah guru 1% - - -
keterampilan keterampilan 1%
5.2 Memberikan peluang Meningkatnya kualifikasi menin menin meni meni
guru untuk mengikuti guru dan tenaga gkat ngkat ngkat
gkat
PPG, Workshop, Diklat kependidikan 31,25%
dan pengembangan
profesi lainnya

5.3 Mengusulkan kepada Komposisi ketersediaan Tercap Tercap Terc terca


instansi terkait komposisi guru meningkat 10 % PNS ai ai apai pai
ketersediaan guru 60 % ASN dan 5 % GTT
ASN dan 40 % GTT menurun
5.4 Memperkuat kualifikasi Kepala sekolah memenuhi 100% 100% 100 100
Kepala sekolah sesuai semua kualifikasi yang % %
dengan kualifikasi yang ditentukan
ditentukan
5.5 Mengusulkan kepada Komposisi tenaga 100% 100% 100% 100%
instansi terkait Komposisi administrasi meningkat
tenaga administrasi 30%
PNS ASN
5.6 Meningkatkan diklat Adanya peningkatan 100% 100% 100 100
pustakawa pustakawan kompetensi pustakawan % %
6 STANDAR SARANA DAN PRASARANA
6.1 Memperkuata Daya Daya tampung sekolah 80% 80% 80% 80%
tampung sekolah tetap terpenuhi terpenuhi
6.2 Pemenuhan Ruang Ruang Praktik Siswa 10% 10% 10% 10%
Praktik Siswa meningkat 15%
6.3 Pengadaan dan Sarana dan prasarana 10% 10% 10% 10%
pemeliharaan sarana pembelajaran meningkat
prasarana pembelajaran 15%
yang lengkap dan layak
6.4 Pemeliharaan dan Sarana dan prasarana 10% 10% 10% 10%
Pengadaan sarana pendukung meningkat 15%
prasarana pendukung yang
lengkap dan layak
7 STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
7.1 Melakukan perencanaan Perencanaan pengelolaan 4% 4% 4% 6%
pengelolaan yang sekolah meningkat 15%
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
7.2 Melaksanakan Pengelolaan sekolah 3% 3% 4% 4%

34
Sasaran Tahun Anggaran
No Program Indikator
2023 2024 2025 2026
pengelolaan sekolah meningkat 10%
sesuai ketentuan
7.3 Memperkuat kompetensi Kepala sekolah berkinerja 100% 100% 100 100
kepala sekolah, berkinerja baik dalam melaksanakan % %
baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya
tugas kepemimpinannya

7.4 Melaksanakan kegiatan Sekolah memiliki dan 100% 100% 100 100
sekolah dengan informasi menerapkam pengelolaan % %
manajemen yang terpadu sekolah dengan informasi
manajemen yang terpadu
8 STANDAR PEMBIAYAAN
8.1 Penguatan data Data Data administrasi sekolah 100% 100% 100 100
administrasi sekolah tersedia terdokumentasi % %
dengan baik

8.2 Pengalokasian anggaran Beban operasional sekolah 100% 100% 100 100
Beban operasional sekolah non personil terpenuhi % %
non personil dengan baik

8.3 Penyusunan alokasi Penyusunan RKAS dan 100% 100% 100 100
anggaran sesuai dengan RKT terpenuhi sesuai % %
kebutuhan sekolah rencana

35
BAB V
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)

1. Prosedur Penyusunan RKT


Rencana Kerja Tahunan (RKT) SLB Negeri Salatiga, dimulai dari adanya sosialisasi
yang dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah V tanggal 28
September 2023, kemudian dilanjutkan dengan dilaksanakannya rapat Tim Pengembang
Manajemen Sekolah (TPMS) tanggal 2 Oktober 2024 yang dipimpin oleh kepala SLB Negeri
Salatiga, selanjutnya tim pengembangan manajemen sekolah bersama dengan komite sekolah
dan pengawas melakukan pembahasan, penyusunan dan penetapan mengenai rencana kerja
tahunan (RKT) SLB Negeri Salatiga untuk tahun anggaran 2024 pada tanggal 16 Oktober
2023 bertempat di Aula SLB Negeri Salatiga.
2. Program Prioritas Tahun anggaran 2024
Program prioritas/unggulan SLB Negeri Salatiga untuk tahun anggaran 2024 antara lain :
a. Mengoptimalkan pemanfaatan sarpras sebagai sumber bacaan, pojok baca, dan pusat
informasi di lingkungan SLB Negeri Salatiga bagi peserta didik berkebutuhan khusus
dan warga sekolah di SLB Negeri Salatiga.
b. Perencanaan, penyusunan perangkat, pelaksanaan dan evaluasi serta monitoring
kegiatan pembelajaran intrakulikuler dan kokulikuler serta ektrakulikuler serta
kegiatan penunjang program khusus lainnya.
c. Perencanaan administrasi, penyusunan perangkat administrasi dan penunjang,
kegiatan tertib adminstrasi dan pelaksanan sosialisasi di semua lini kegiatan yang
melibatkan semua bidang urusan di SLB Negeri Salatiga yaitu bidang kurikulum,
kesiswaan, sarana prasarana dan humas.
d. Perencanaan dan pengelolaan hasil vokasional yang terintegrasi satu dengan mata
pelajaran dan kegiatan pendukung lainnya (misalnya pemanfaatan hasil kebun dari
vokasional berkebun untuk diolah menjadi bahan pangan oleh vokasional tataboga).
e. Pengembangan dan pembinaan prestasi peserta didik berkebutuhan khusus, melalui
berbagai ajang lomba/kompetensi seperti FLS2N, O2SN, LKSN, AKAPDBK di
Tingkat Cabang Dinas, Provinsi, Nasional
f. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan pengadaan berbagai sarana dan prasarana
penunjang optimalisasi proses pembelajaran seperti kegiatan perbaikan/ pemeliharaan
asset sarana, pemeliharaan selasar ruang keterampilan hingga ruang kantor, dan

36
penambahan volume ruang kelas. Dan pemeliharaan/perbaikan beberapa bagian ruang
kelas.
g. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
1) Peserta Didik dilakukan dengan strategi mendatangkan guru tamu untuk
mengajar di kelas sesuai dengan Kompetensi keterampilan masing-masing,
memberi kesempatan/ peluang untuk mengikuti ajang lomba dan non ajang
2) Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Pendidik dilakukan dengan strategi yang
pertama mengadakan workshop/ IHT/ Bintek di dalam/ luar sekolah yang
diikuti oleh semua guru untuk peningkatan kualitas tenaga pendidik, kedua
mengikutkan diklat atau pelatihan untuk guru-guru tertentu sesuai kebutuhan.
3) Peningkatan Kualitas SDM Tenaga Kependidikan dilakukan dengan strategi
mengikutkan tenaga kependidikan untuk pelatihan/bimtek/magang di instansi
lain sesuai dengan bidangnya.
4) Peningkatan kualitas pendidik dan tendik dengan memberikan peluang pada
kegiatan ajang lomba dan non ajang sebagai pendamping dan pelatih serta
narasumber.

3. Tabel RKT
Rencana kegiatan terlihat dalam tabel berikut.

37
Tabel 5.1
Rencana Kegiatan Tahun 2024
A. Rencana Kegiatan dan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Keteranga
Bulan
n
No Kegiatan Sasaran
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Guru piket dan


1 Pembiasaan karakter positif
guru kelas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Literasi (include dalam pembelajaran) Guru kelas
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Asesmen Diagnostik Semester Genap
3 Guru Kelas
Tahun Ajaran 2022/2023 √
Workshop Anti Perundungan untuk
4 GTK
GTK √
5 IHT Anti Perundungan Siswa dan Ortu

6 Workshop Kespro GTK GTK

7 IHT Kespro Siswa dan Ortu Siswa dan Ortu

8 ASAS SMA Siswa

Asesmen persiapan P5 Semester
9 Guru
Ganjil Tahun Ajaran 2023/2024 √
IHT P5 Semester Genap Tahun
10 GTK
Ajarana 2023/2024 √
P5 Semester Genap Tahun ajaran
11 Guru dan siswa
2023/2024 √

38
12 ASAS SMP Siswa

13 ASAS SD Siswa

Tidak
14 Wasana Warsa GTK dan siswa dibiayai
√ BOS
Gelar/ Panen/ Unjuk Karya P5
15 Semester Genap Tahun Ajaran GTK dan siswa
2023/2024 √
Asesmen Sumatif semester genap
16 Siswa
tahuan ajaran 2023/2024 √
Rapat Verifikasi semester genap tahun
17 GTK
ajaran 2023/2024 √
Penyusunan KOSP tahun ajaran
18 GTK
2024/2025 √
Rapat verifikasi semester genap tahun
19 GTK
ajaran 2023/2024 √
Workshop penyusunan MA intra dan
20 GTK
P5 tahun ajaran 2024/2025 √
21 Rapat tahun ajaran baru 2024/2025 GTK

22 MPLS tahun ajaran 2024/2025 GTK dan siswa

Kegiatan Parenting tahun ajaran
23 GTK dan Ortu
2024/2025 √
Asesemen Diagnostik semester gasal
24 Siswa
tahun ajaran 2024/2025 √
25 ANBK SMALB, SMPLB, SDLB Siswa
√ √ √
Observasi proses pembelajaran GTK dan
26
kontekstual yaitu kegiatan outbond Siswa √
27 Observasi proses pembelajaran intra GTK dan siswa √

39
dan P5 semester ganjil tahun ajaran
2024/2025
28 Pembelajaran vokasional Siswa
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
29 Seleksi kegiatan FLSN, OSN, LKSN Siswa
√ √ √ √ √ √
30 Peringatan hari besar keagamaan GTK dan siswa
√ √ √
Peringatan hari besar nasional
31 (batik, guru, HDI, santri, peringatan GTK dan siswa
17an, dll) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
32 Persiapan magang PDBK kelas 11 Siswa

Perbaikan selasar depan ruang guru
33
dan tangga
34 Perbaikan selasar ruang IT dan kanopi

35 Renovasi tangga

36 Penambahan ruang kecantikan

Pengadaan MMT informasi visi misi
37 sekolah, sekoalh integrasi, anti
perundungan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Workshop Penggunaan AI untuk
38 GTK
pembelajaran √

40
BAB VI

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH

1. Prosedur penyusunan RKAS


Penyusunan rencana kegiatan anggaran sekolah merupakan proses yang terstruktur
dan penting untuk memastikan efisiensi pengelolaan sumber daya sekolah.
Langkah-langkah dalam prosedur penyusunan rencana kegiatan dan anggraan
sekolah :
a. Analisis kebutuhan
Dengan melakukan identifikasi kebutuhan PDBK, GTK dan sekolah kemudian
mempertimbangkan dalam rancangan rencana kegiatan.
b. Penetapan tujuan dan sasaran
Hal ini dilakukan untuk menetapkan sasaran dan tujuan yang jelas agar
kegiatan berlangsung sesuai dengan anggaran yang ditentukan
c. Penyusunan anggaran
Dilakukan melalui rapat pleno bersama guru, tenaga kependidikan dan komite
sekolah
2. Program dan Kegiatan Tahun 2024
Program kegiatan Tahun 2024 seperti tercantum dalam tabel 5.1 dalam bab V
3. Ringkasan Alokasi Kegiatan dan Anggaran
Ringkasan alokasi kegiatan dan anggaran terlihat dalam tabel 6.1 dibawah ini

41
Tabel 6.1
Ringkasan Alokasi Kegiatan dan Anggaran

URAIAN/STANDAR/
NOM INDIKATOR/SUB SATUAN TAHUN LEADING
VOLUME
OR INDIKATOR/KEGIATA (Rp) 2024 (Rp) SEKTOR
N

A PENDAPATAN

1 PEMERINTAH 1 Periode 721.140.000

1.1 BOS 1 Periode 721.140.000

B BELANJA

1 Pengembangan Standar Isi 11.415.000

01.01 Penyusunan KOSP Waka


Kurikulum

01.05 Penyusunan Kebijakan


sekolah

2 Pengembangan Standar
Kompetensi Lulusan

02.01 Program Transisi/ magang

02.03 Asesmen PDBK

02.05 IHT Anti Perundungan

3 Pengembangan Standar
Proses Waka
13.792.500 Kesiswaan

03.03 Pelaksanaan Kegiatan


Pembelajaran dan Waka
Ekstrakurikuler Kesiswaan

03.05 Pelaksanaan Administrasi Waka


Kegiatan Sekolah Kesiswaan

03.06 Pengembangan Profesi


. Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Waka
Kurikulum

4, Pengembangan pendidik
dan tenaga kependidikan Waka
15.350.000 Kurikulum

04.06
. Pengembangan Profesi
Pendidik dan Tenaga Waka
Kependidikan Kurikulum

5, Pengembangan sarana dan 361.354.600 Waka Sarpras

42
prasarana sekolah

05.02 Pengembangan
. Perpustakaan Waka Sarpras

05.03 Pembiayaan Kegiatan


. Pembelajaran dan Waka Sarpras
Ekstrakurikuler

05.05 Pelaksanaan Administrasi


. Kegiatan Sekolah Waka Sarpras

05.08 Pemeliharaan Sarana dan


. Prasarana Sekolah Waka Sarpras

05.09 Penyediaan Alat Multi


. Media Pembelajaran Waka Sarpras

6, Pengembangan standar
pengelolaan
Waka
215.983.150 Kurikulum

06.01 Penerimaan Peserta Didik


. Baru
Waka
Kurikulum

06.03 Pelaksanaan Kegiatan


. Pembelajaran dan
Ekstrakurikuler
Waka
Kesiswaan

06.05 Pelaksanaan Administrasi


. Kegiatan Sekolah
Waka
Kesiswaan

7, Pengembangan standar
pembiayaan Bendahara
34.569.750 BOS, BOP

07.05 Pelaksanaan Administrasi


. Kegiatan Sekolah
Bendahara
BOS, BOP

07.07 Pembiayaan Langganan


. Daya dan Jasa
Bendahara
BOS

07.10 Penyelenggaraan Kegiatan Bendahara


. Peningkatan Komptetensi BOS

43
Keahlian

8, Waka
Pengembangan dan
implementasi penilaian 68.675.000 Kurikulum

08.04
. Pelaksanaan Kegiatan Waka
Asesmen dan Evaluasi Kurikulum
Pembelajaran

4. Tabel RKAS
Tabel RKAS terlihat dalam lampiran 2

BAB VII

44
MONITORING DAN EVALUASI
1. Rencana Pelaksanaan Monitoring Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui keterlaksanaan dan tingkat
keberhasilan rencana kerja dan kegiatan. Monitoring internal dilaksanakan oleh kepala
sekolah dibantu oleh wakil dan pembantu kepala sekolah. Monitoring dan evaluasi
dilaksanakan secara berkala, sekurang-kurangnya 2 kali dalam setahun. Sasaran
monitoring dan evaluasi adalah
a. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dan
perolehan prestasi akademik dan non akademik.
b. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam memenuhi standar isi/ kurikulum dan dokumen
kurikulum seperti ATP, MA dan P5.
c. Pelaksanaan proses pembelajaran dan pembinaan minat dan bakat siswa melalui
supervisi kelas dan dokumen pengembangan model-model pembelajaran dan
pembinaan minat dan bakat siswa.
d. Pelaksanaan kegiatan dalam pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
seperti workshop, pelatihan-pelatihan, dan perolehan sertifikasi.
e. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam pengembangan sarana dan prasarana yang
meliputi pengadaan, pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengadministrasian sarana dan
prasarana.
f. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengelolaan sekolah yang meliputi perencanaan,
kelengkapan administrasi sekolah, kegiatan rapat-rapat sekolah, kerja sama dengan
komite sekolah dan orang tua murid, serta dengan lembaga, instansi, dunia usaha, dan
dunia kerja.
g. Pelaksanaan kegiatan pengembangan pembiayaan sekolah yang meliputi penyusunan
RKAS, pengelolaan keuangan sekolah, pelaporan, dan upaya-upaya penggalian
sumber dana melalui kerjasama dengan pihak luar.
h. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan penilaian yang meliputi pelaksanaan ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan kenaikan kelas, ujian, analisis butir soal, kisi-kisi
soal dan bank soal serta workshop tentang penilaian.

2. Refleksi

45
Penyusunan rencana kegiatan sekolah adalah langkaha penting dalam memastikan bahwa
pendidikan yang diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus tidak hanya
terfokus pada aspek akademik tetapi juga melibatkan pengembangan keterampilan,
kepribadian, dan keterampilan sosial.
Yang menjadi dasar refleksi kami yaitu
a. Perencanaan matang
Memiliki perencanaan matang adalah kunci keberhasilan dalam melaksanakan
kegiatan sekolah yang bermanfaat bagi peserta didik berkebutuhan khusus,
perencanaan yang teliti. Perencanaan yang teliti dan komprehensif membantu
mengidentfiikasi tujuan jangka pendek dan Panjang serta cara terbaik untuk
mencapainya.
b. Melibatkan Semua Pihak
Proses ini mengajarkan kami bahwa melibatkan peserta didik, orang tua, guru dan
tenaga pendidik lainnya membantu mengidentifikasi kebutuhan yang berbeda dan
memastikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan relevan dan bermanfaat bagi
semua. Partisipasi semua pemangku kepentingan membawa beragam ide dan
perspektif, memperkaya pengalaman peserta didik.
c. Fleksibilitas dan Penyesuaian
Terkadang rencana harus disesuaikan dengan perubahan situasi atau kebutuhan
sekolah. Fleksibilitas dalam perencanaan merupakan keterampilan penting yang
harus dimiliki oelh semua pihak terlibat. Keberhasilan dalam penyelenggaraan
kegiatan seringkali bergantung pada kemampuan untuk menyesuaikan rencana
dengan cepat dan efektif ketika diperlukan.
d. Kepemimpinan dan Koordinasi
Memimpin tim dalam penyusunan rencana membutuhkan kemampuan koordinasi
dan komunikasi yang baik. Seorang pemimpin harus dapat mengarahkan dan
memotivasi orang lain agar bekerja menuju tujuan Bersama. Pembelajaran ini
menguatkan pemahaman kami tentang pentingnya kepemimpinan yang efektif
dalam mencapai hasil yang diinginkan.
e. Evaluasi dan Pembelajaran Berkelanjutan
Proses evaluasi setelah kegiatan memberikan wawasan berharga tentang apa yang
berhasil dan apa yang diperbaiki di masa depan. Pembelajaran berkelanjutan adaalh
kunci untuk meningkatkan kualitas kegiatan sekolah. Evaluasi yang jujur dan kritis

46
adalah Langkah penting untuk meningkatkan rencana kegiatan di masa mendatang.
Kesalahan adalah peluang untuk belajar dan berkembang.
f. Pentingnya Dampak ada Siswa
Peserta didik berkebutuhan khusus menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan
kegiatan sekolah. Kegiatan sekolah dirancang dengan tujuan memberikan manfaat
maksimalkepada peserta didik berkebutuhan khusus sehingga membantu mereka
berkembang secara akademik, emosionla, sosial dam kreatif.
3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut penting untuk memastikan bahwa rencana tidak hanya menjadi dokumen
tetapi juga diimplementasikan dengan baik untuk memberikan manfaat maksimal kepada
peserta didik berkebutuhan khusus dan komunitas sekolah. Langkah yang diambil dalam
kegiatan tindak lanjut yaitu :
a. Implementasi Rencana
Melakukan sosialisai rencana kegiatan kepada semua pihak termasuk peserta didik
berkebutuhan khusus, orang tua, komite dan pemangku kepentingan sehingga ada
persamaan persespsi terkait kegiatan tersebut. Melakukan pemantauan rencana
secara teratur, memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan jadwal dan tujuan
yang telah ditetapkan.
b. Evaluasi dan Pengukuran
Melakukan evaluasi berkala terhadap kemajuan kegiatan unytuk mengidentifikasi
pencapaian dan permasalaha yang mungkin muncul setelah implementasi.
c. Pembelajaran dan Perbaikan
Melakukan analisis hasil evaluasi dan pengukuran kinerja sehingga teridentifiksi
keberhasilan dan tantangan yang ada selama pelaksanaan kegiatan. Menggunakan
temuan dari evaluasi untuk melakukan perbaikan rencana kegiatan di masa
mendatang sesuai dengan rencana agar lebih realistis dan efektif.
d. Pelaporan dan Komunikasi
Menyampaikann hasil evaluasi kepada dinas pendidikan untuk mendapatkan umpan
balik dari peserat didik, orang tua, dan pemangku kepentingan.

47
BAB VIII

PENUTUP

1. Kesimpulan
Penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan merupakan proses penting dalam
mengarahkan visi, misi, tujuan pendidikan dan kegiatan yang dilaksanakan selama 1
tahun ke depan dengan berpedoman pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
yang disusun bersama.

2. Saran
Penyusunan Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP) merupakan langkah kritis
yang memerlukan perencanan matang dan strategis meskipun disusun dalma waktu
yang sangat singkat. Untuk itu diperlukan saran dan kritik yang menbangun guna
sempurnanya Rencana Kerja Satuan Pendidikan (RKSP ) ini.

48
Lampiran 1
IDENTIFIKASI, REFLEKSI, DAN BENAHI
BERDASARKAN RAPOR PENDIDIKAN 2022
SMALB SLB NEGERI SALATIGA
No Identifikasi Refleksi Benahi

Program Benahi Kegiatan Benahi

1 D.8 Iklim Merintis 2.13 Komitmen Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kebhinekaan kebangsaan GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang terciptanya guru dan kepala sekolah terkait materi
sikap inklusif Sikap Inklusif (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Sikap Inklusif (Benahi
4)

Penyusunan dan Penerapan kurikulum


operasional satuan pendidikan sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi
sekolah, terutama terkait Sikap
Inklusif (Benahi 6)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Sikap
Inklusif (Benahi 7)
Kegiatan pembelajaran dengan
menonton dan diskusi terkait materi

49
Sikap Inklusif (Benahi 10)
2 A.2 Di atas 2,25 Sebagian besar Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi peserta didik GTK melalui komunitas mengajar untuk peningkatan kapasitas
Numerasi minimum dalam kategori belajar di satuan guru dan kepala sekolah terkait materi
mahir dan dasar pendidikan dan kebijakan numerasi (Benahi 1)
terutama dalam yang menunjang Penguatan pembelajaran numerasi
hal kompetensi kompetensi numerasi dengan menggunakan modul numerasi
pada domain melalui berbagi berbasis tema dan sumber lainnya di
bilangan pengetahuan dan diskusi luar platform merdeka mengajar
(54.91)*, (Benahi 2)
kompetensi Pembentukan dan optimalisasi
pada domain komunitas belajar untuk peningkatan
aljabar (50.24)*, kompetensi guru dan kepala sekolah
kompetensi dengan berbagi pengetahuan dan
pada domain diskusi terkait numerasi (Benahi 4)
geometri Refleksi pembelajaran oleh guru dan
(52.66)*, kepala sekolah untuk mengidentifikasi
kompetensi tantangan dalam pembelajaran
pada domain numerasi dengan melibatkan
data dan pemangku kepentingan sekolah
ketidakpastian (Benahi 5)
(54.33)*, Penyusunan dan Penerapan kurikulum
kompetensi operasional satuan pendidikan yang
mengetahui (L1) terkait peningkatan numerasi sesuai
(60.91)*, dengan kebutuhan siswa dan kondisi
kompetensi sekolah (Benahi 6)
menerapkan
(L2) (51.33)*,
dan kompetensi
menalar (L3)
(49.66)*

50
*Angka dalam
kurung "()"
merupakan nilai
domain tersebut
3 A.2 Di atas 2,25 Refleksi dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi perbaikan GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
numerasi minimum pembelajaran menunjang refleksi atas guru dan kepala sekolah terkait materi
oleh guru praktik mengajar refleksi pembelajaran (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kemampuan melakukan
refleksi (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas pembelajaran
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
4 D.8 Iklim Merintis 2,13 Toleransi dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kebhinekaan kesetaraan siswa GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang pemahaman guru dan kepala sekolah terkait materi
atas toleransi dan Dukungan atas kesetaraan agama dan
kesetaraan siswa budaya (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Dukungan atas
kesetaraan agama dan budaya (Benahi
4)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum

51
operasional satuan pendidikan sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi
sekolah, terutama terkait Dukungan
atas kesetaraan agama dan budaya
(Benahi 6)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Dukungan
atas kesetaraan agama dan budaya
(Benahi 7)
Kegiatan pembelajaran dengan
menonton dan diskusi terkait materi
Dukungan atas kesetaraan agama dan
budaya (Benahi 10)
5 D.4 Iklim Aman 2,35 Pengalamana Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Keamanan hukuman fisik GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
Sekolah siswa menunjang budaya guru dan kepala sekolah terkait materi
positif tampa adanya Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 1)
reward dan punishment Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Penyalahgunaan
Narkoba (Benahi 4)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait
Penyalahgunaan Narkoba (Benahi 7)
Pembuatan peraturan dan tata tertib
sekolah terkait Penyalahgunaan
Narkoba (Benahi 9)
6 A.2 Di atas 2,25 Kepemimpinan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi instruksional GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
numerasi minimum menunjang pembentukan guru dan kepala sekolah terkait materi

52
kepemimpinan kepemimpinan Instruksional (Benahi
instruksional melalui 1)
diskusi Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kepemimpinan instruksional
(Benahi 4)

7 D.4 Iklim Aman 2,35 Kesejahteraan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
keamanan psikologis GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
sekolah (wellbeing) guru menunjang kesejahteraan guru dan kepala sekolah terkait materi
guru dalam pembelajaran Kesejahteraan psikologis guru (Benahi
1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Kesejahteraan
psikologis guru (Benahi 4)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait
Kesejahteraan psikologis guru (Benahi
7)
8 A.2 Di atas 2,25 Kualitas Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi pembelajaran GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
numerasi minimum menunjang pembelajaran guru dan kepala sekolah terkait materi
melalui diskusi dan kualitas pembelajaran (Benahi 1)
berbagi pengetahuan Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan

53
diskusi terkait kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas pembelajaran
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
9 D.8 Iklim Merintis 2,13 Toleransi agama Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
kebhinekaan dan budaya GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang toleransi guru dan kepala sekolah terkait materi
beragama dan budaya Toleransi beragama dan budaya
dalam kegiatan (Benahi 1)
pembelajaran Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Toleransi beragama dan
budaya (Benahi 4)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan pendidikan sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi
sekolah, terutama terkait Toleransi
beragama dan budaya (Benahi 6)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Toleransi
beragama dan budaya (Benahi 7)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Toleransi
beragama dan budaya (Benahi 7)
10 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Refleksi dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
perbaikan GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
pembelajaran menunjang refleksi atas guru dan kepala sekolah terkait materi

54
oleh guru praktik mengajar refleksi pembelajaran (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kemampuan melakukan
refleksi (Benahi 4)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kemampuan melakukan
refleksi (Benahi 4)
11 D.4 iklim Aman 2,35 Pemahaman dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
keamanan sikap terhadap GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
sekolah perundungan menunjang pemahaman guru dan kepala sekolah terkait materi
dan sikap siswa terhadap Perundungan (Benahi 1)
perundungan Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Perundungan (Benahi
4)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait
Perundungan (Benahi 7)
Sekolah mengadopsi program ROOTS
untuk pencegahan perundungan
(Benahi 8)
Pembuatan peraturan dan tata tertib
sekolah terkait perundungan (Benahi
9)

55
12 D.8 Iklim Merintis 2,13 Komitmen Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
kebhinekaan kebangsaan GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang komitmen guru dan kepala sekolah terkait materi
kebangsaan dalam Komitmen Kebangsaan (Benahi 1)
kegiatan diskusi dengan Pembentukan dan optimalisasi
berbagi penegtahuan komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Komitmen Kebangsaan
(Benahi 4)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan pendidikan sesuai
dengan kebutuhan siswa dan kondisi
sekolah, terutama terkait Komitmen
Kebangsaan (Benahi 6)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Komitmen
Kebangsaan (Benahi 7)
Kegiatan pembelajaran dengan
menonton dan diskusi terkait materi
Komitmen Kebangsaan (Benahi 10)
13 D.4 Iklim Aman 2,35 Pengalaman Peningkatan kompetensi Kegiatan pembelajaran dengan
keamanan perundungan GTK dan kebijakan yang menonton dan diskusi terkait materi
sekolah siswa menunjang pemahaman Komitmen Kebangsaan (Benahi 10)
siswa terhadap Pembentukan dan optimalisasi
perundungan komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Hukuman Fisik (Benahi
4)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Hukuman

56
Fisik (Benahi 7)
14 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Kepemimpinan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
instruksional GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang guru dan kepala sekolah terkait materi
kepemimpinan kepemimpinan Instruksional (Benahi
instruksional dalam 1)
kegiatan pembelajaran Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kepemimpinan instruksional
(Benahi 4)
15 D.4 Iklim Aman 2,35 Kesejahteraan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
keamanan psikologis GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
sekolah (wellbeing) menunjang kesejateraan guru dan kepala sekolah terkait materi
murid psiokologis (wellbeing) Kesejahteraan psikologis siswa
murid dalam kegiatan (Benahi 1)
belajar Pemanfaatan platform merdeka
mengajar untuk peningkatan kapasitas
guru dan kepala sekolah terkait materi
Kesejahteraan psikologis siswa
(Benahi 1)
Pemanfaatan platform merdeka
mengajar untuk peningkatan kapasitas
guru dan kepala sekolah terkait materi
Kesejahteraan psikologis siswa
(Benahi 1)
16 A.1 Di atas 2,5 Sebagian besar Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi peserta didik GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
literasi minimum dalam kategori menunjang kompetensi guru dan kepala sekolah terkait materi
mahir dan cakap berliterasi literasi (Benahi 1)
terutama dalam Penguatan pembelajaran literasi

57
hal kompetensi dengan menggunakan modul literasi
membaca teks berbasis tema dan sumber lainnya di
informasi luar platform merdeka mengajar
(78.83)*, (Benahi 2)
kompetensi Kegiatan membaca dan mendiskusikan
membaca teks beragam buku dari berbagai sumber
sastra (75.92)*, dan genre secara rutin oleh guru dan
kompetensi siswa (Benahi 3)
mengakses dan Pembentukan dan optimalisasi
menemukan isi komunitas belajar untuk peningkatan
teks (L1) kompetensi guru dan kepala sekolah
(75.67)*, dengan berbagi pengetahuan dan
kompetensi diskusi terkait literasi (Benahi 4)
menginterpretas Refleksi pembelajaran oleh guru dan
i dan memahami kepala sekolah untuk mengidentifikasi
isi teks (L2) tantangan dalam pembelajaran literasi
(69.83)*, dan dengan melibatkan pemangku
kompetensi kepentingan sekolah (Benahi 5)
mengevaluasi Penyusunan dan Penerapan kurikulum
dan operasional satuan pendidikan yang
merefleksikan terkait peningkatan literasi sesuai
isi teks (L3) dengan kebutuhan siswa dan kondisi
(70.66)* sekolah, contohnya, dengan penerapan
kurikulum merdeka atau kurikulum
darurat (Benahi 6)
17 D.4 Iklim keamanan sekolah 2,35 Pemahaman dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Aman sikap terhadap GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
hukuman fisik menunjang pengetahuan guru dan kepala sekolah terkait materi
terkait budaya positif Kekerasan Seksual (Benahi 1)
tanpa adanya reward dan Pembentukan dan optimalisasi
punishment komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah

58
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Kekerasan Seksual
(Benahi 1)
Pelatihan guru dan kepala sekolah
serta pembelajaran terkait Kekerasan
Seksual (Benahi 7)
Sekolah mengadopsi program ROOTS
untuk pencegahan Kekerasan Seksual
(Benahi 8)
Pembuatan peraturan dan tata tertib
sekolah terkait Kekerasan Seksual
(Benahi 9)
18 A.1 Di atas 2,5 Refleksi dan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
kemampuan kompetensi perbaikan GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
literasi minimum pembelajaran menunjang refleksi dan guru dan kepala sekolah terkait materi
oleh guru perbaiakn pembelajaran refleksi pembelajaran (Benahi 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kemampuan melakukan
refleksi (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas pembelajaran
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
19 Membudaya 2,92 Kreativitas Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
A.3 Karakter GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang kreativitas guru dan kepala sekolah terkait materi
dalam proses kreativitas (Benahi 1)
pembelajaran Penguatan pembelajaran karakter

59
terkait tema kreativitas dengan
menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait karakter kreativitas
(Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter kreativitas dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter kreativitas
sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)
20 A.1 Di atas 2,5 Kepemimpinan Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi instruksional GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
literasi minimum menunjang guru dan kepala sekolah terkait materi
kepemimpinan kepemimpinan Instruksional (Benahi
instruksional 1)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kepemimpinan instruksional
(Benahi 4)
21 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Kualitas Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka

60
pembelajaran GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
menunjang kualitas guru dan kepala sekolah terkait materi
pembelajaran dengan kualitas pembelajaran (Benahi 1)
berbaghi pengetahuan Pembentukan dan optimalisasi
dan diskusi komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas pembelajaran
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
22 A.1 Di atas 2,5 Kualitas Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Kemampuan kompetensi pembelajaran GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
literasi minimum mendorong kualitas guru dan kepala sekolah terkait materi
pembelajaran dengan kualitas pembelajaran (Benahi 1)
berbagi pengetahuan dan Pembentukan dan optimalisasi
diskusi komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas pembelajaran
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
23 A.3 karakter Membudaya 2,92 Beriman, Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
Bertakwa GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
kepada Tuhan mendorong karakter guru dan kepala sekolah terkait materi

61
Yang Maha Esa beriman, bertakwa beriman, bertakwa kepada Tuhan
dan Berakhlak kepada Tuhan Yang YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
Mulia Maha Esa dan berakhlak Penguatan pembelajaran karakter
mulia terkait tema Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME dan berakhlak
mulia dengan menggunakan sumber
lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait karakter Beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia
dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia sesuai dengan
kebutuhan siswa dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
24 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Kemandirian Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
mendorong karakter guru dan kepala sekolah terkait materi

62
mandiri dalam komunitas karakter Kemandirian (Benahi 1)
belajar Penguatan pembelajaran karakter
Kemandirian dengan menggunakan
sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait karakter Kemandirian
(Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan
kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter Kemandirian dengan
melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter
Kemandirian sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)
25 A.3 karakter Membudaya 2,92 Gotong royong Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
mendorong terwujudnya guru dan kepala sekolah terkait materi
hidup gotong royong karakter gotong royong (Benahi 1)

Penguatan pembelajaran karakter


gotong royong dengan menggunakan
sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)

63
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait karakter gotong royong
(Benahi 4)

Refleksi pembelajaran oleh guru dan


kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter gotong royong dengan
melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)

Penyusunan dan Penerapan kurikulum


operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter gotong
royong sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)

26 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Kebhinekaan Peningkatan kompetensi Pembentukan dan optimalisasi
global GTK dan kebijakan yang komunitas belajar untuk peningkatan
mendukung kebhinekaan kompetensi guru dan kepala sekolah
global melalui komunitas dengan berbagi pengetahuan dan
belajar satuan pendidikan diskusi terkait karakter Kebhinekaan
Global (Benahi 1)

Pemanfaatan platform merdeka


mengajar untuk peningkatan kapasitas
guru dan kepala sekolah terkait materi
Kebhinekaan Global (Benahi 1)

64
Penguatan pembelajaran karakter
Kebhinekaan Global dengan
menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)

Refleksi pembelajaran oleh guru dan


kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter Kebhinekaan Global dengan
melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)

Penyusunan dan Penerapan kurikulum


operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan kondisi sekolah
(Benahi 6)

27 A.3 Karakter Membudaya 2,92 Nalar kritis Peningkatan kompetensi Pemanfaatan platform merdeka
GTK dan kebijakan yang mengajar untuk peningkatan kapasitas
mendukung sikap guru dan kepala sekolah terkait materi
bernalar kritis karakter nalar kritis (Benahi 1)

Penguatan pembelajaran karakter nalar


kritis dengan menggunakan sumber
lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)

Pembentukan dan optimalisasi


komunitas belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala sekolah

65
dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait karakter nalar kritis
(Benahi 4)

Refleksi pembelajaran oleh guru dan


kepala sekolah untuk mengidentifikasi
tantangan dalam pembelajaran
karakter nalar kritis dengan
melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)

Penyusunan dan Penerapan kurikulum


operasional satuan pendidikan yang
terkait peningkatan karakter nalar
kritis sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)

66
Lampiran 3

1. PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SALATIGA
Jl. Hasanudin Gang III Banjaran, Mangunsari, Salatiga Kode Pos: 50721
Telp.(0298) 328036 email: slbnegerisalatiga@[Link] web:
[Link]

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SALATIGA
NOMOR :
Tentang
Penetapan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS)
SLB Negeri Salatiga Tahun Pelajaran 2023/ 2024

Menimbang : a Bahwa penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk


menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan
secara sistemik, holistic, dan berkelanjutan, sehingga
tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan
pendidikan secara mandiri,
b Bahwa keberadaan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan
Sekolah di SLB Negeri Salatiga pada kegiatan sebagaimana
tercantum dalam huruf a tersebut di atas, perlu ditetapkan
dengan keputusan Kepala SLB Negeri Salatiga.
Memperhatikan : 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan
dosen
3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan daerah
4 Peratutran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
StandarNasional Pendidikan;
5 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

67
Nasional Pendidikan;
6 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun
2007 tentangStandar Kepala Sekolah/Madrasah;
7 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
8 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2013tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 15Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal
Pendidikan Dasar diKabupaten/Kota;
9 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009
tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
10 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009
tentang Standar Pembiayaan;
11 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru;
12 Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor : 03/ V/ PB/ 2010, Nomor 14 tahun
2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan
ANgka Kreditnya;
13 Peraturan Menteri Pendidikan dna Kebudayaan Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
14 Peraturan Menteri Pendidikan dna Kebudayaan Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar isi;
15 Peraturan Menteri Pendidikan dna Kebudayaan Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses;
16 Peraturan Menteri Pendidikan dna Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PENETAPAN TIM PENJAMINAN MTU PENDIIDKAN
SEKOLAH (TPMPS) SLB NEGERI TAHUN
PELAJARAN 2022/2023
PERTAMA : Membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS)
Tahun pelajaran 2022/2023 sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan ini merupakan bagian tidak terpisahkan

68
KEDUA : Menugaskan kepada yang bersangkutan untuk melaksanakan
penjaminan mutu pendidiakn sekolah sebagaimana tercantum dalam
lampiran keputusan ini;
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Salatiga
Pada Tanggal : 28 Juli 2023
Kepala SLB Negeri Salatiga

Fanie dipa pawakaningsih, S. Pd


NIP 19700803 200801 2 013

69
Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA SLB NEGERI SALATIGA
Nomor :
Tentang : Penetapan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SLB Negeri Salatiga Tahun Pelajaran 2022/ 2023.
No Jabatan Nama Tugas Uraian Tugas
1 Pengawas Sularno, S. PdSD Pembina/ Evaluator a. Bersama dengan tim
bertanggung jawab untuk
mengawasi, mnedampingi,
membina dan memberi
masukan dalam penyusunan
rencana kegiatan sekolah
guna mewujudkan
kelancaran penjaminana
mutu Pendidikan sekolah
1 Kepala SLB N Fanie Dipa Pawakaningsih, S. Pd Penanggung Jawab a. Bertanggung jawab atas
kelancaran terselenggaranya
penjaminan mutu
pendidikan sekolah yang
dipimpinnya.
b. Meneima laporan dan
mengevaluasi kegiatan
penjainan mutu pendidikan
sekolah
2 Wakakur Reni Setiawati, S. Pd Ketua a. Mengkoordinasikan semua
kegiatan penjaminan mutu
pendidikan sekolah
3 Guru Istiqomah, S. Pd Sekretaris a. Menyusun program
kegiatan dan melaksanakan
urusan administrasi kegiatan
penjaminan mutu
pendidikan sekolah

70
b. Menginventarisasi
kelengkapana administrasi
kegiatan penjaminan mutu
pendidikan sekolah
c. Menyiapkan blangko-
blangko/ format-format dan
keperluan lainnya
4 1. Guru 1. Yuliati Dewi Saputri, S. Pd (SKL) Pengembangan a. Melaksanakan pemetaan
2. Komite 2. Maryoto (SKL) Sekolah mutu pendidikan
3. Guru 3. Baniyah, S. Pd (SKL) berdasarkan data mutu
4. Guru 4. Haksari Wijayanti, S. Pd (Standar Isi) pendidikan (rapor mutu)
5. Guru 5. Wawan PAmungkas, S. Pd (Standar Isi) b. Merencanakan,
6. Guru 6. Apriana Sri Hartanti, S. Pd (Standar Isi) melaksanakan,
7. Waka Kesiswaan 7. Indah Widyahetti, S. Pd (Standar Proses) mengendalikan, dan
8. Guru 8. Innik Haniati, S. Pd (Standar Proses) mengembangkan system
9. Komite 9. Aprilia (Standar Proses) penjaminan mutu
10. Guru 10. Dwi Hariyanti (Standar Pengelolaan) pendidikan sekolah
11. Tendik 11. Firdaus Dwi Prasetyo, S. Kom (Standar c. Menyusun dokumen
12. Tendik Pengelolaan) penjaminan mutu yang
13. Waka Sarpras 12. Dewi Pujiati, A. Md (Standar Pengelolaan) terdiri atas dokumen
14. Komite 13. Mustofa, S. Pd (Standar Sarpras) kebijakan, dokumen
15. Komite 14. Ahmad Qirom (Standar Sarpras) standar, dan dokumen
16. Bendahara BOS 15. Teguh (Standar Sarpras) formulir
17. Bemdahara BOP 16. Ninda Solikhah, S. Pd (standar pembiayaan) d. Membuat perencanaan
18. Komite 17. Hastien Chandraningrum, S. Pd, M. Pd peningkatan mutu yang
(standar pembiayaan) dituangkan dalam rencana
18. Kristiyana (standar pembiayaan) kerja sekolah
e. Melaksanakan pemenuhan
mutu baik dalam
pengelolaan sekolah
maupun proses
pembelajaran

71
f. Mengelola data mutu
pendidiakn di sekolah

5 1. Pengawas 1. Sularno, [Link] Petugas Monitoring a. Menyusun instrument


2. Kepala SLB 2. Fanie Dipa Pawakaningsih, S. Pd, M. Pd dan Evaluasi Internal monitoring dan evaluasi
3. Komite 3. DR. Sugiman (Monev)
4. Guru 4. Drs. Sarjiya b. Melakukan Monev terhadap
5. Waka Humas 5. Ismail, [Link] indikator proses penjaminan
6. Guru 6. Wisnu Laksono Jati, [Link] mutu pendidikan sekolah
c. Melakukan Monev terhadap
indicator output penjaminan
mutu pendidikan sekolah
d. Melakukan monev terhadap
indicator outcome
penjaminann mutu
pendidikan sekolah
e. Melakukan monev terhadap
indicator dampak
penjaminan mutu
pendidikan sekolah
f. Melaporkan hasil monev
penjaminan mutu
pendidikan sekolah
g. Memberikan rekomendasi
strategi pengembangan
mutu yang belum terpenuhi

72
Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA SLB NEGERI SALATIGA
Nomor :
Tentang : Penetapan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SLB Negeri
Salatiga Tahun Pelajaran 2023/ 2024.

SUSUNAN
Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SLB Negeri Salatiga Tahun
Pelajaran 2023/ 2024.
NO Nama NIP Jabatan Jabatan Dalam
TIM
1 Sularno, S. PdSD 196706151989081003 Pengawas Pembina/
Evaluator
2 Fanie Dipa 197008032008012013 Kepala SLB Penanggung
Pawakaningsih, S. Pd, M. Jawab
Pd
3 Reni Setiawati, S. Pd 198003262010012015 Waka Ketua
Kurikulum
4 Istoqomah, S. Pd 199707192022212003 Guru Sekretaris
5 Yuliati Dewi Saputri, S. 198206292022212003 Guru Pengembang
Pd Standar
Kompetensi
Lulusan
6 Maryoto - Komite Pengembang
Standar
Kompetensi
Lulusan
7 Baniyah, S. Pd - Guru Pengembang
Standar
Kompetensi
Lulusan
8 Haksari Wijayanti, S. Pd 199101102022212006 Guru Pengembang
Standar Isi
9 Wawan Pamungaks, S. Pd 196402051986061001 Guru Pengembang
Standar Isi
10 Apriana Sri Hartanti, S. 199404072022212006 Guru Pengembang
Pd Standar Isi
11 Indah Widyahetti, S. Pd 197710132010012005 Waka Pengembang
Kesiswaan Standar Proses
12 Innik Haniati, S. Pd 197201062022212004 Guru Pengembang
Standar Proses
13 Aprilia - Komite Pengembang
Standar Proses
14 Dwi Haryanti, S. Pd 197611252022212003 Guru Pengembang
Standar
Pengelolaan

73
15 Firdaus Dwi Prasetyo, S. - Tendik Pengembang
Kom Standar
Pengelolaan
16 Dewi Puji Astuti, A. Md - Tendik Pengembang
Standar
Pengelolaan
17 Mustofa, S. Pd - Guru Pengembang
Standar
Sarpras
18 Ahmad Qirom - Komite Pengembang
Standar
Sarpras
19 Teguh - Pengembang
Standar
Sarpras
20 Ninda Solikhah, S. Pd 198705082010012018 Bendahara Pengembang
BOS Standar
Pembiayaan
21 Hastien Chandraningrum, 198205022010012028 Bendahara Pengembang
S. Pd, M. Pd BOP Standar
Pembiayaan
22 Kristiyana - Komite Pengembang
Standar
Pembiayaan

Salatiga, 28 Juli 2023


Mengetahui
Kepala SLB Negeri Salatiga

Fanie Dipa Pawakaningsih, S. Pd


NIP. 19700803 200801 2 013

74

Anda mungkin juga menyukai