PROPOSAL BISNIS PLAN
“TEH DAUN SALAM (SyzyPo Tea)”
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Ir. Srie Muljani,M. T.
KELOMPOK 2:
1. Zelixa Niftah W (1631010143)
2. Syaroh R. (17031010165)
3. M. Dani Alim (17031010214)
4. Abdurrahman W (18031010116)
5. Geby Prestasindi W. P. (18031010193)
6. R.A Elisa Eka P. (18031010215)
PARALEL B
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
SURABAYA
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan proposal Kewirausahaan dengan topik bahasan Teh Daun
Salam. Tugas Kewirausahaan ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa tanpa bantuan baik
sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan saran. Oleh karena itu, tidak lupa kami ucapkan terima
kasih kepada:
1. Ibu Dr. Ir. Srie Muljani,M. T. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan
2. Rekan – rekan mahasiswa yang membantu dalam memberikan masukan-masukan dalam
makalah ini.
Kami sangat menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
banyak kekurangan, maka kami selalu mengharapkan kritik dan saran dosen pengampu dan
seluruh rekan mahasiswa yang turut membantu dalam pembuatan paper ini. Tentunya kami
sangat berharap paper yang telah kami susun ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas
Teknik khususnya jurusan Teknik Kimia.
Surabaya, 3 Juni 2021
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Tanaman salam termasuk tumbuhan menahun atau tumbuhan keras yang dapat tumbuh
bertahun-tahun dan biasanya salam ditanam di kebun-kebun, pekarangan, maupun tumbuh liar
di hutan. Tanaman salam jenis tanaman yang mudah untuk dikembangbiakkan, yaitu dengan
cara pencangkokan. Beberapa nama yang dimiliki oleh tanaman salam yaitu Sumatera
(meselangan), Melayu (ubar serai), Sunda (gowok), Madura (salam) dan kangean (kastolam).
Tanaman salam ini terdiri dari daun, batang, bunga, akar dan buah. Bagian tanaman
salam yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian daunnya. Masyarakat umumnya
memanfaatkan daun salam sebagai rempah dalam masakan dengan tujuan memberikan aroma
yang khas dalam masakan namun tidak memberikan aroma yang keras.
Selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat daun salam.
Khasiat daun salam dalam mengobati penyakit telah diperkuat oleh beberapa riset ilmiah. Daun
salam mengandung tanin, minyak atsiri (salamol dan eugenol), flavonoid (quercetin, quercitrin,
myrcetindan myrcitrin), seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton, saponindan
karbohidrat. Oleh Badan POM telah menetapkan daun salam sebagai salah satu dari sembilan
tanaman obat unggulan yang telah diteliti atau diuji secara klinis untuk menanggulangi masalah
kesehatan tertentu.
Teh merupakan minuman yang seringkali kita temui. Bahkan semua kalangan umur
menyukai meminum teh. Oleh karena itu kami membuat teh yang berasal dari daun salam yang
mempunyai banyak manfaat. Sehingga teh daun salam tidak hanya berguna untuk
menghilangkan dahaga namun juga untuk Kesehatan si peminum. Daun salam sendiri mudah
untuk ditemukan dan banyak diketahui oleh masyarakat, namun untuk manfaatnya sendiri
masih jarang masyarakat mengetahuinya.
I.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan bisnis Teh Daun Salam “SyzyPo Tea” ini untuk
mengembangkan potensi dari teh daun salam itu sendiri. Dimana saat ini banyak masyarakat
Indonesia yang masih belum mengetahui berbagai macam manffat yang terkandung dalam
daun salam yang baik untuk kesehatan .
I.3 Manfaat
Teh daun salam “SyzyPo Tea” ini dapat bermanfaat menjadi salah satu alternative
minuman teh yang sangat aman untuk dikonsumsi dan dapat meningkatkan imun tubuh dan
mencegah berbagai penyakit.
I.4 Visi dan Misi Perusahaan
I.4.1 Visi
1. Meningkatkan Teh daun salam sebagai tren minuman sehat untuk semua kalangan
masyarakat.
2. Meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap daun salam.
3. Membantu masyarakat mengatasi setiap permasalahan kesehatan dengan pengobatan
herbal.
I.4.2 Misi
1. Memberikan sentuhan baru dalam cara menikmati daun salam.
2. Memberikan inovasi minuman yang bukan hanya nikmat namun menyehatkan.
3. Memberikan kualitas teh terbaik untuk pelanggan dengan mengedepankan sikap sopan
dan ramah.
4. Membantu mengurangi konsumsi obat kimia pada penderita berbagai penyakit.
BAB II
ANALISIS USAHA
II.1 Deskripsi dan Keunggulan Produk
II.1.1 Deskripsi Produk
Teh merupakan salah satu minuman yang sangat digemari oleh berbagai kalangan
masyarakat di Indonesia , tidak hanya kaum dewasa namun banyak generasi mudah yang
sangat menyukai teh. Namun, perlu kita ketahui teh yang selama ini sering kita konsumsi
mengandung cafein. Cafein apabila dikonsumsi terlalu banyak secara berkelanjutan akan
menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh kita. Perusahaan kami hadir dengan menawarkan
inovasi teh, namun the yang kami tawarkan bukan teh biasa seperti pada umumnya. teh yang
kami tawarkan berbahan baku daun salam dimana daun salam mengandung banyak senyawa
organik seperti, tanin, minyak atsiri (salamol dan eugenol), flavonoid (quercetin, quercitrin,
myrcetindan myrcitrin), seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton, saponindan
karbohidrat. Dimana, semua senyawa itu bermanfaat sebagai mpeningkat imun tubuh,
mengobati penyakit pernapasan, diabetes dan penyakit kronis lainnya. The yang kami produksi
dapat diminum oleh semua kalangan.
II.1.2 Keunggulan Produk
1. Cita rasa teh yang menyerupai teh biasanya namun cenderung memiliki aroma khas
daun salam yang sedap. Menambah rasa ingin menikmati disaat saat santai setelah
menjalankan rutinitas.
2. Tidak ada senyawa kimia atau senyawa berbahaya pada produk kami.
3. Inovasi cara menikmati daun salam yang lebih mudah dan menyehatkan.
II.2 Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat)
S W O T
STRENGTHS WEAKNESS OPPORTUNITIES THREATS
Teh merupakan Kebanyakan orang Terdapat teh jenis Orang akan
minuman yang akan lebih memilih lain yang memiliki berpikir rasa dari
digemari semua teh dengan rasa khasiat Kesehatan daun salam yang
orang kekinian juga tidak cocok
dijadikan teh
STRENGTHS
Teh merupakan minuman yang digemari semua orang
WEAKNESS
Kebanyakan orang akan lebih memilih teh dengan rasa kekinian
OPPORTUNITIES
Terdapat teh jenis lain yang memiliki khasiat Kesehatan juga
THREATS
Orang akan berpikir rasa dari daun salam yang tidak cocok dijadikan teh
II.3 Sasaran Pemasaran
1. Penikmat teh dari semua kalangan usia. Disarankan bagi anak-anak bisa ditambah
dengan sedikit gula atau madu, agar dapat menambah cita rasa yang disukai anak anak.
2. Masyarakat dengan keluhan kesehatan seperti masalah pernapasan, jantung, masalah
pencernaan, atau yang ingin menambah kuat daya imun tubuh.
3. Para pecandu teh yang ingin tetap menikmati the namun tanpa rasa was-was.
II.4 Strategi Pemasaran
1. Menggunakan social media berupa WA dan Instagram sebagai salah satu platform
penjualan.
2. Menggunakan sisitem pre-order.
3. Memberi penawaran special bagi pelanggan
II.5 Strategi Perusahaan
1. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi customer, sehingga para pelanggan akan
selalu memberi penilaian yang baik pada perusahaan kami.
2. Memberikan pelayanann terbaik dengan cara memberikan kualitas produk dengan cita
rasa terbaik.
3. Menggunakan strategi Pre-order dalam mencari modal sehingga keuangan perusahaan
bisa stabil.
4. Dikemudian hari, perusahaan kami akan berusaha memberikan inovasi produk teh
daun salam dengan sentuhan bahan herbal yang lainnya. Sehingga semakin banyak
variasi yang akan kami tawarkan ke pelanggan.
BAB III
PROSES PEMBUATAN
III.1 Waktu dan Tempat
Tempat: Home industry salah satu karyawan
Waktu:
Membeli bahan baku
Membuat teh daun salam
Mengemas teh daun salam
III.2 Alat dan Bahan
III.2.1 Alat:
1. Baskom
2. Penumbuk
3. Loyang
4. Kantung teh celup
5. Timbangan
III.2.2 Bahan:
1. Daun salam yang masih muda
2. Perasa
III.3 Prosedur
1. Daun salam mudah dicuci hingga bersih
2. Ditambahkan perasa dan dicampur dengan daun salam
3. Dikeringkan dibawah sinar matahari hingga kering
4. Digiling menjadi serbuk
5. Masukkan kedalam kantong teh dengan ukuran 5gram
6. Teh daun salam siap digunakan
BAB IV
KEBUTUHAN INVESTASI DAN BIAYA OPERASIONAL
IV.1 Kebutuhan Investasi
Kebutuhan investasi menunjukkan besar kebutuhan pembiayaan atau investasi yang
dibutuhkan untuk jangka Panjang, sebagai berikut:
Harga
No Kebutuhan Satuan Jumlah
Satuan Harga Total
Bahan
1 Daun salam 300 lembar 300 lembar Rp 5000 Rp 5,000
Alat
1 Baskom Pcs 1 Rp 3,000 Rp 9,000
2 Sendok Pcs 2 Rp 3,000 Rp 6,000
3 Sarung tangan Pack 1 Rp 7,000 Rp 7,000
4 Blander Unit 1 Rp 110,000 Rp 110,000
Kemasan
pack (isi 100
1 Kantong teh pcs) 3 Rp 10,000 Rp 30,000
Plastik pack (isi 15
2 Kemasan pcs) 2 Rp 1,500 Rp 3,000
3 Stiker Pcs 30 Rp 250 Rp 7,500
IV.2 Biaya Praoperasional
Biaya ini dipergunakan pada saat awal pembuatan usaha ini, biaya digunakan untuk
mencoba barang yang akan digunakan secara permanen. Praoperasional sebagai berikut :
Jasa Biaya satuan Biaya total
Karyawan 2 orang Rp 200,000 Rp 400,000
Promosi Biaya satuan Biaya total
Promosi lewat sosial media Bulanan Rp 50,000 Rp 50,000
IV.3 Resume Keuangan (Sales, Profit, Cash Flow, NPV, IRR, ROI)
IV.3.1 Kebutuhan Modal :
No Kebutuhan Satuan Jumlah Harga Satuan Harga Total
Bahan
1 Daun salam 300 lembar 300 lembar Rp 5000 Rp 5,000
Alat
1 Baskom Pcs 1 Rp 3,000 Rp 9,000
2 Sendok Pcs 2 Rp 3,000 Rp 6,000
3 Sarung tangan Pack 1 Rp 7,000 Rp 7,000
4 Blander Unit 1 Rp 110,000 Rp 110,000
Kemasan
1 Kantong teh pack (isi 100) 3 Rp 10,000 Rp 30,000
2 Plastik Kemasan pack (isi 15) 2 Rp 1,500 Rp 3,000
3 Stiker Pcs 30 Rp 250 Rp 7,500
Jasa Biaya satuan Biaya total
Karyawan 2 orang Rp 200,000 Rp 400,000
Promosi Biaya satuan Biaya total
Promosi lewat sosial media Bulanan Rp 50,000 Rp 50,000
IV.3.2 Harga Pokok Penjualan (HPP)
No Kebutuhan Biaya
1 Total kebutuhan Rp 627,500
2 Persen Keuntungan (30%) Rp 188,250
Total Rp 815,750
1 HPP 1 Kemasan isi 10 PCS Rp 27,192
HPP kemasan isi 10 PCS pembulatan Rp 27,200
IV.3.3 Perhitungan BEP
Perhitungan BEP
BEP Rupiah = (Biaya tetap)/(Kontribusi margin per kemaan/Harga per
kemasan)
BEP 23.0788898
BEP Pembulatan 24 kemasan
IV.3.4 Sales and Profit
Jumlah
Keterangan (unit) Harga Total
Pengeluaran
Produksi 30 kemasan Rp 627,500
Pemasukan
Penjualan 30 Rp27,200 Rp 816,000
Keuntungan Rp 188,500
IV.3.5 Cash Flow, NPV, IRR, ROI
Jika total modal yang dibutuhkan untuk membuat produk SyzyPo Tea selama 1 tahun
sebesar Rp.627,500 dan umur usaha = 5 tahun, maka total biaya perusahaan selama 5 tahun
Rp. 627,500 x 5 = Rp. 3,137,500
IV.3.5.1 Aliran dana (Cash Flow)
Tahun
ke- Cash Flow Cash flow Kumulatif
1 Rp 428,100 Rp 428,100
2 Rp509,439 Rp 937,540
3 Rp 595,060 Rp 1,532,599
4 Rp680,679 Rp 2,213,279
5 Rp 766,300 Rp 2,979,579
(𝐴 − 𝐵)
𝑃𝐵𝑃 = 4 𝑥 1 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
( 𝐶 − 𝐵)
(3137500 − 2213279)
𝑃𝐵𝑃 = 4 𝑥 1 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
( 2979579 − 2213279)
PBP= 5 tahun 2 bulan
Jadi usaha Teh daun salam kami membutuhkan waktu 5 tahun 2 bulan untuk
mengenbalikan biaya investasi awal.
IV.3.5.2 NPV
Perhitungan NPV :
Dengan berdasarkan bunga Bank Pinjaman daerah Jawa Timur (11%)
𝐶𝑓1 𝐶𝑓2 𝐶𝑓𝑛
𝑁𝑃𝑉 = ( + + − 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
(1 + 𝑖)1 (1 + 1)2 (1 + 𝑖)𝑛
428100 509.439 595.060 680.679 766.300
𝑁𝑃𝑉 = ((1+0.11)1 + (1+0.11)2 + (1+0.11)3 + (1+0.11)4 + (1+0.11)5 ) − 3.137.500
NPV = - 1000103
Hasil perhitungan NPV didapatkan nnilai NPV sebesar -1000103 artinya SyzyPo tea kami
belum bisa memnuhi kebutuhan pengembalian investasi dengan cash flow Rp. 2.979.579
dengan Bungan 11%
Perhitungan Metode Profibility Index (PI):
𝐶𝑓1 𝐶𝑓2 𝐶𝑓𝑛
( + +
(1+𝑖)1 (1+𝑖)2 (1+𝑖)𝑛
𝑃𝐼 = 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
𝐶𝑓1 𝐶𝑓2 𝐶𝑓𝑛
( + +
(1 + 𝑖)1 (1 + 𝑖)2 (1 + 𝑖)𝑛
𝑃𝐼 =
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
2770197,58
PI= ( )
3137500
PI = 0,8829315
Karena hasil NPV (-) maka PI< 1= ditolak artinya usaha kami belum bisa memenuhi atau
mengembakikan investasi awal selama 5 tahun
IV.3.5.3 IRR
Perhitungan Metode Internal rate Of Return (IRR) :
Dengan mengtrial i dimana nilai NPV = 0
𝐶𝑓1 𝐶𝑓2 𝐶𝑓3 𝐶𝑓4
𝑁𝑃𝑉 = 0 = ((1+𝑖)1 + (1+1)2 + (1+𝑖)3 + (1+𝑖)4 ) − 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
𝐶𝑓1 𝐶𝑓2 𝐶𝑓𝑛
𝑁𝑃𝑉 = 0 = ( 1
+ 2
+ − 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
(1 + 𝑖) (1 + 1) (1 + 𝑖)𝑛
428100 509.439 595.060 680.679 766.300
𝑁𝑃𝑉 = 0 = ( 1
+ 2
+ 3
+ 4
+ ))
(1 + 0.025) (1 + 0.025) (1 + 0.025) (1 + 0.025) (1 + 0.025)5
− 3.137.500
NPV= 0 = 3.137.500-3.137.500
NPV= 0= 0
IV.3.5.4 ROI
Jadi didapatkan nilai suku Bungan 2,5% untuk bisa mengembalikan biaya investasi awal.
LAMPIRAN
Persiapan bahan Daun salam kering Persiapan penghalusan
Proses Penghalusan
Proses pengemasan teh dalam kantong
Teh siap untuh di packing Teh siap diberikan ke customer
Testimoni dari Customer
LAYOUT BISNIS MODEL CANVAS (BMC)
TEH DAUN SALAM
Costumer
Key Activities Relantionship
A. produksi teh Value Propotion A. online:
daun salam A. mencegah kanker instagram, shopee,
B. marketing B. Menghilangkan tokopedia,blibli,line
C. pengolahan stress facebook, lazada
keuangan C. sebagai antiviru B. ojek online
D. distribusi D. anti inflamasi C. traditional:
E. promosi E. menyehatkan dan pembelian putus
Key Partnership meningkatkan saat transaksi Customers
A. warung atau imunitas tubuh segments
angkringan F. harga terjangkau Channels Seluruh kalangan
Key resources
B. Ojek online G. bahan yang aman A. e-commerce umur (mulai anak
Tenaga kerja,
C. Pasar dikonsumsi tubuh seperti tokopedia, anak sampai oran
peralatan masak,
tradisional shopee, blibli, dewasa), para
peralatan
lazada pecinta the, orang
penyimpanan,
B. media social dengan keluhan
kemasan, brand,
seperti instagram, sesak nafas,
stand, alat
line,twitter, diabetes, gangguan
kebersihan, ponsel,
facebook pencernaan
kuota, fasilitas
C. ojek online
offline, kendaraan
D. offline store
Cost structure
A. biaya produksi
B. biaya distribusi Revenue stream
C. biaya promosi Asset sale: penjualan
D. pembayaran gaji pegawai teh daun salam
E. pembayaran sewa lokasi
F. pembayaran biaya perawatan