Ojs Smart PLS
Ojs Smart PLS
Tiolina Evi
Widarto Rachbini
Penulis:
Tiolina Evi
Widarto Rachbini
Desain Cover:
Tahta Media
Editor:
Dr. Miftahus Surur [Link]
Proofreader:
Tahta Media
Ukuran:
v, 85 , Uk: 15,5 x 23 cm
ISBN: 978-623-5488-83-7
Cetakan Pertama:
November 2022
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas rahmat dan karunia-Nya karena para penulis dari berbagai Perguruan
Tinggi di Indonesia mampu menyelesaikan naskah buku kolaborasi dengan
Judul “Partial Least Squares (Teori dan Praktek)”.
Latar belakang dari penerbit mengadakan kegiatan Menulis Kolaborasi
adalah untuk membiasakan Dosen menulis sesuai dengan rumpun
keilmuannya. Buku dengan judul “Partial Least Squares (Teori dan Praktek)”
merupakan buku yang disusun sebagai media pembelajaran, sumber referensi
dan pedoman belajar bagi dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan dan
masyarakat umum. Buku ini juga akan memberikan informasi secara
lengkap mengenai materi apa saja yang akan mereka pelajari yang berasal dari
berbagai sumber terpercaya yang berguna sebagai tambahan wawasan
mengenai bab-bab yang dipelajari tersebut.
Buku ini tentu memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis
dengan tangan terbuka menerima segala kritik dan saran yang membangun
untuk peningkatan kualitas di masa yang akan datang. Tidak lupa penulis
sangat berterima kasih atas segala motivasi dan dukungan semua pihak yang
berperan langsung maupun tidak langsung dalam proses penyelesaian buku
ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Penerbit Tahta Media
Group yang telah berkenan menerbitkan karya akademik ini.
Akhir kata dengan terbitnya buku ini, harapan penerbit ialah
menambah referensi dan wawasan baru dibidang pendidikan dan dapat
dinikmati oleh kalangan pembaca baik Akademisi, Dosen, Peneliti,
Mahasiswa atau Masyarakat pada umumnya
iv
DAFTAR ISI
v
PENGENALAN PLS
PENGERTIAN PLS
PLS pertama kali dikembangkan oleh Herman O. A. Wold dalam bidang
ekonometrik pada tahun 1960-an. Kelebihan dari Partial Least Square yang
penting adalah dapat menangani banyak variabel independen, bahkan
meskipun terjadi multikolinieritas diantara variabel-variabel independen.
Analisis regresi berganda sebenarnya masih dapat digunakan ketika terdapat
variabel prediktor yang banyak. Namun, jika jumlah variabel tersebut terlalu
besar (misal lebih banyak variabel dari pada jumlah observasi), maka akan
diperoleh model yang fit dengan data sampel, tapi akan gagal memprediksi
untuk data baru. Fenomena ini disebut overfitting. Dalam kasus overfitting
seperti itu, meskipun terdapat banyak faktor manifes, mungkin saja hanya
terdapat sedikit faktor laten yang paling bisa menjelaskan variasi dalam respon.
Maka muncullah ide PLS. Ide umum dari PLS adalah untuk mengekstrak
faktor-faktor laten tersebut, yang menjelaskan sebanyak mungkin variasi
faktor manifes saat memodelkan variabel respon.
Partial Least Squares merupakan jenis analisis statistik multivariat yang
kegunaannya sama dengan SEM di dalam analisis covariance. PLS sering juga
disebut “SEM berbasis komposit”, “SEM berbasis komponen”, atau “SEM
berbasis varians”, berbeda dengan “SEM berbasis kovarians”, merupakan tipe
biasa yang biasanya diterapkan oleh Amos, SAS, Stata, MPlus, LISREL, EQS
dan sofware lainnya. PLS ini bisa menangani banyak variabel respon serta
variabel eksplanatori sekaligus. Metode ini sangat baik digunakan ntuk
metode analisis regresi berganda dan regresi komponen utama, karena metode
ini bersifat lebih robust. Robust merupakan paremeter model tidak banyak
berubah ketika sampel baru diambil dari total populasi.
PLS mampu menghubungkan kumpulan variabel independen dengan
beberapa variabel dependen (respon). Pada sisi prediktor, PLS dapat
menangani banyaknya variabel indepnden bahkan ketika prediktor
Pengenalan PLS | 1
menampilkan multikolineritas. PLS dapat diimplementasikan sebagai model
regresi, memprediksi satu atau lebih tanggungan dari satu set atau lebih
undependen. PLS juga dapat mengimplementasikannya sebagai model jalur,
menangani jalur kausal yang menghubungkan prediktor dengan jalur serta
menghubungkan prediktor dengan variabel respons. SmartPLS adalah
implementasi yang paling umum sebagai model jalur, bahkan sampai
diimplementasikan sebagai model regresi oleh SPSS dan PROC PLS SAS.
PLS-SEM menggunakan proxy untuk mewakili kontruksi yang menarik,
meupakan komposit tetimbang dari variabel indikator untuk kontruksi tertentu.
Menggunakan komposit tertimbang variabel indikator memfasilitasi seorang
akuntansi untuk kesalahanpengukuran, sehingga menjadikan PLS-SEM lebih
unggul dibandingkan regresi berganda dengan menggunakan skor
penjumlahan.
Menurut Jogiyanto dan Abdillah (2009), PLS dapat digunakan untuk
analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian yang secara
simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian
model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan
reabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas
(pengujian hipotesis dengan model prediksi).
Masih menurut Jogiyanto dan Abdillah (2009) menyatakan analisis
Partial Least Squares (PLS) adalah teknik statistika multivarian yang
melakukan perbandingan antara variabel dependen berganda dan variabel
independen berganda. PLS merupakan salah satu metode statistika SEM
berbasis varian yang didesain untuk menyelesaikan regresi berganda ketika
terjadi permasalahan spesifik pada data. Sedangkan menurut Ghozali (2006)
menjelaskan bahwa PLS adalah software yang dapat digunakan untuk analisis
yang bersifat soft modeling karena tidak mengasumsikan data harus dengan
pengukuran skala tertentu, yang berarti jumlah sampel dapat kecil (dibawah
100 sampel), hal ini merupakan perbedaan mendasar PLS yang merupakan
SEM berbasis varian dengan LISREL atau AMOS yang berbasis kovarian
adalah tujuan penggunaannya.
Menurut Field (2000), PLS dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan
analisis regresi dengan teknik OLS (Ordinary Least Square) ketika
karakteristik datanya mengalami masalah, seperti : (1). ukuran data kecil, (2).
adanya missing value, (3). bentuk sebaran data tidak normal, dan (4). adanya
2 | Pengenalan PLS
gejala multikolinearitas. OLS regression biasanya menghasilkan data yang
tidak stabil apabila jumlah data yang terkumpul (sampel) sedikit, atau
adanya missing values maupun multikolinearitas antar prediktor karena
kondisi seperti ini dapat meningkatkan standard error dari koefisien yang
diukur
Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab digunakan PLS dalam
suatu penelitian. Dalam penelitian ini alasan-alasan tersebut yaitu: pertama,
PLS (Partial Least Square) merupakan metode analisis data yang didasarkan
asumsi sampel tidak harus besar, dan residual distribution. Kedua, PLS
(Partial Least Square) dapat digunakan untuk menganalisis teori yang masih
dikatakan lemah, karena PLS (Partial Least Square) dapat digunakan untuk
prediksi. Ketiga, PLS (Partial Least Square) memungkinkan algoritma dengan
menggunakan analisis series ordinary least square (OLS) sehingga diperoleh
efisiensi perhitungan algaritma (Ghozali, 2006). Keempat, pada pendekatan
PLS, diasumsikan bahwa semua ukuran variance dapat digunakan untuk
menjelaskan.
Pengenalan PLS | 3
Dengan demikian, PLS-SEM dapat dikatakan sebagai komplementari
atau pelengkap CB SEM (AMOS dan LISREL) bukannya sebagai pesaing.
Terdapat 10 kriteria perbandingan antara penggunaan VBSEM (PLS–SEM)
dengan CBSEM (AMOS dan LISREL) dapat dilihat pada Tabel dibawah ini
4 | Pengenalan PLS
No Kriteria PLS AMOS-Lisrel
Algoritma CBSEM
Model Rekursif dan
8 Identifikasi Model hanya menangani
non Rekursif
model rekursif
Sedikit alat parameter Lebih banyak alat
9 Uji GOF
GOF parameter GOF
Konsisten ketika
Kekuatan Taksiran Lebih baik, kuat dan
10 jumlah sampel
Parameter konsisten
meningkat
Secara Eksplisit
11 Skor Variabel Laten Interminate
destimasi
Optimal untuk Optimal untuk
12 Implikasi
ketepatan Prediksi ketepatan parameter
Pengenalan PLS | 5
Pemilihan SEM PLS menjadi salah satu software pembantu dalam
penelitian, dapat dilihat dari beberapa penyebab, diantaranya :
1. Tujuannya adalah memprediksi konstruksi target utama atau
mengidentifikasi konstruksi "penggerak" utama.
2. Konstruksi yang diukur secara formatif adalah bagian dari model
struktural. Perhatikan bahwa tindakan formatif juga dapat digunakan
dengan CB-SEM, tetapi melakukannya memerlukan modifikasi
spesifikasi konstruk (misalnya, konstruk harus menyertakan keduanya
formatif dan indikator reflektif untuk memenuhi persyaratan identifikasi).
3. Model strukturalnya kompleks (banyak konstruksi dan banyak indikator).
4. Ukuran sampelnya kecil dan/atau datanya tidak terdistribusi secara
normal.
5. Rencananya adalah menggunakan skor variabel laten dalam analisis
selanjutnya.
Kekurangan PLS
1. PLS kesulitan dalam menafsirkan pemuatan variabel laten independen
(didasarkan pada hubungan lintas produk dengan variabel respons)
sangat besar;
2. SmartPLS hanya bisa membaca data excel dalam bentuk csv.
6 | Pengenalan PLS
Dilihat dari kekurangan dan kelebihannya, PLS lebih disukai sebagai
teknik prediksi dan bukan sebagai teknik interpretasi, kecuali untuk analisis
eksplorasi sebagai pendahuluan untuk teknik interpretasi seperti regresi linear
berganda atau pemodelan persamaan struktural berbasis kovarians.
Pemodelan jalur PLS direkomendasikan pada tahap awal pengembangan
teoritis untuk menguji dan menvalidasi model eksplorasi.
FUNGSI PLS
Fungsi dari PLS, yauti sebagai berikut:
1. Partial Least Square adalah analisis yang fungsi utamanya untuk
perancangan model, tetapi juga dapat digunakan untuk konfirmasi teori.
2. PLS tidak butuh banyak syarat atau asumsi seperti SEM. Apa itu SEM
nanti akan saya jelaskan lebih lanjut pada artikel lainnya.
3. Fungsi Partial Least Square kalau dikelompokkan secara awam ada 2,
yaitu inner model dan outer model. Outer model itu lebih kearah uji
validitas dan reliabilitas. Sedangkan inner model itu lebih kearah regresi
yaitu untuk menilai pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.
4. Kecocokan model pada Partial Least Square tidak seperti SEM yang ada
kecocokan global, seperti RMSEA, AGFI, PGFI, PNFI, CMIN/DF, dll.
Dalam PLS hanya ada 2 kriteria untuk menilai kecocokan model, yaitu
kecocokan model bagian luar yang disebut dengan outer model dan
kecocokan bagian dalam yang disebut dengan inner model. Sehingga
maksud poin 3 diatas adalah menjelaskan poin 4 ini. Untuk kecocokan
model bagian luar ada 2 yaitu pengukuran reflektif dan pengukuran
formatif, yang sudah dijelaskan diatas.
5. Penilaian kecocokan model bagian luar atau outer model antara
lain: Reliabilitas dan validitas variabel laten reflektif dan validitas
variabel laten formatif.
6. Penilaian kecocokan model bagian dalam antara lain: Penjelasan varian
variabel laten endogenous, ukuran pengaruh yang dikontribusikan dan
relevansi dalam prediksi.
Pengenalan PLS | 7
TAHAPAN ANALISIS SMARTPLS
Pada tahap awal proyek penelitian melibatkan penerapan SEM, langkah
pertama yang penelitia yaitu menenentukan diagram yang menggambarkan
hipotesis penelitian dan menampilkan hubungan variabel yang akan diperiksa,
diagram ini sering disebut model jalur. Model jalur merupakn diagram yang
menghubungkan variabel/kontruk berdasarkan teori dan logika untuk
menampilkan secara visual hipotesis yang akan diuji.
Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas model jalur terdiri dari dua
elemen. Pertama, model struktural yang menggambarkan hubungan antara
veriabel laten. Kedua, pengukuran model yang menggambarkan hubungan
antara variabel laten dan ukuran indikator.
Pertama, model struktural memiliki dua isu utama yang perlu
dipertimbangkan yaitu, urutan kontruksi dan hubungan di antara mereka.
Kedua isu tersebut sangatlah penting bagi konsep pemodelan karena memiliki
hipotesis dan berhubungan dengan teori yang diuji.
Urutan kontruksi dalam model struktural didasarkan pada teori, logika,
atau praktis pengalaman yang dialami peneliti. Urutan ditampilkan dari kiri ke
kanan, dengan kontruksi independen (prediktor) berada di sebelah kiri
sedangkan variabel dependen (hasil) berada di sebelah kanan samping. Dapat
diartikan, kontruksi di sebelah kiri diasumsikan mendahului dan memprediksi
kontruksi di sebelah kanan. Kontruk yang bertindak sebagai variabel
independen biasanya disebut variabel laten eksogen dan berada disebelah sisi
paling kiri dari model struktural. Variabel laten eksogen hanya meiliki panah
yang menunjuk keluar dari mereka dan tidak pernah memiliki panah yang
mengarah ke mereka.
Kontruksi dipertimbangkan bergantung pada model struktural yang
memiliki panah menunjuk ke dalamnya atau lebih sering disebut variabel laten
endogen dan berada di sebelah kanan model struktural. Kontruksi yang
beroperasi baik sebagai variabel independen dan dependen dalam model juga
Fornell, C.; Bookstein, F.L. 1982. "A Comparative Analysis of Two Structural
Equation Models: LISREL and PLS Applied to Market Data", in C.
Fornell [ed.]. A Second Generation of Multivariate Analysis, 1, 289-324.
New York: Praeger Publishers.
Garson, G. [Link] Least Squares: Regression & Structural
Equation Models. USA : Associates Publishing.
Ghozali, I. (2014). Structural Equation Modeling, Metode Alternatif dengan
Partial Least Square (PLS). Edisi 4. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Dipenegoro.
Hair, et al.(1998). Multivariate Data Analysis, Fifth Edition, Prentice Hall,
Upper Saddle. River : New Jersey.
Hair, J. F., Hult, G. T., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2016). A Primer on
Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Second
. Los Angeles: SAGE.
Hayes, A. F. (2013). Introduction to Mediation, Moderation, and Conditional
Process Analysis. New York: The Guilford Press
Jr, Joseph F Hair, dkk.2017.A Primer on Partial Least Squares Structural
Equation Modeling (PLS-SEM). Los Angeles : Sage [Link].
Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono, MM, MPd. 2016. Metode SEM Untuk
Penelitian Manajemen dengan AMOS 22.00, LISREL 8.80 dan Smart
PLS 3.0. Jakarta. PT. Intermdedia Personalia Utama
Solimun, Fernandes, A. A., & Nurjannah. (2017). Metode Statistika
Multivariat Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) Pendekatan
WarpPLS. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Vinzi, V. Esposito, [Link] of Partial Least Squares : Concepts,
Methods and Applications. Berlin : Springer.
Yamin, [Link] Data Statistik SMARTPLS3, AMOS & STATA
(Mudah & Praktis). Bekasi : PT Dewangga Energi Internasional.
84 | Daftar Pustaka
PROFIL PENULIS
Profil Penulis | 85