SENI RUPA
SMA NEGERI 1 SILIMA
PUNGGA-PUNGGA
"siapkan dirimu menjadi bagian
dari universitas terbaik"
Modul Ajar
MEMAHAMI UNSUR SENI RUPA
DALAM BERKARYA SENI RUPA
Monochromatic adalah adalah skema warna yang
dihasilkan dari satu warna
dengan perbedaan saturasi.
Complementary adalah skema warna yang
berlawanan satu sama lain pada
roda warna. Seperti warna ungu dan kuning, biru
dan orange atau merah dan
hijau. Skema warna komplementer ini sangat cocok
di gunakan sebagai warna
latar belakang dan teks.
Analogous adalah skema warna yang bersebelahan
pada roda warna.
Triadic adalah skema warna yang menggunakan
tiga warna dari tiga spasi warna pada roda warna
.
Split Complementary adalah skema warna yang
menggunakan variasi warna
pada roda warna dengan dua
Tetradic adalah skema warna yang menggunakan
dua pasang warna
komplementer
ARTISTIK ADALAH SUATU UNSUR NILAI KEINDAHAN YANG
MELEKAT PADA SEBUAH KARYA SENI HASIL CIPTA
KEMAHIRAN SESEORANG ATAU SEBUAH TIM.
EKSPERIMEN ARTISTIC AKTIVITAS MENGOLAH, MENYUSUN,
MERANGKAI, MENCAMPUR MATERIAL-MATERIAL TEMUAN UNTUK
MEMBUAT KARYA SENI
DUA DIMENSI ADALAH KARYA SENI RUPA YANG HANYA
MEMILIKI DUA UKURAN ATAU SISI YAITU PANJANG DAN
LEBAR
TIGA DIMENSI ADALAH KARYA SENI YANG BISA DILIHAT
TIDAK HANYA DARI PANJANG DAN LEBARNYA SAJA, TAPI
JUGA KETINGGIAN DAN KEDALAMANNYA.
WARNA PRIMER ADALAH WARNA DASAR YANG BUKAN CAMPURAN
DARI WARNA-WARNA LAIN. YANG TERMASUK DALAM
GOLONGAN WARNA PRIMER ADALAH MERAH, BIRU, DAN
KUNING.
WARNA SEKUNDER ADALAH HASIL PERCAMPURAN WARNA-WARNA
PRIMER, DENGAN PROPORSI 1 BANDING 1. MISALNYA,
JINGGA ADALAH HASIL CAMPURAN MERAH DAN KUNING,
HIJAU ADALAH CAMPURAN BIRU DAN KUNING,
SEDANGKAN UNGU ADALAH CAMPURAN MERAH DAN BIRU.
WARNA TERSIER ADALAH CAMPURAN SALAH SATU WARNA
PRIMER DENGAN SALAH SATU WARNA SEKUNDER. MISALNYA,
JINGGA KEKUNINGAN DIPEROLEH DARI PENCAMPURAN WARNA
KUNING DAN JINGGA.
UNSUR SENI RUPA
ADALAH UNSUR-UNSUR YANG MEMBENTUK KESATUAN YANG
PADU SEHINGGA SEBUAH KARYA SENI
DAPAT DINIKMATI SECARA UTUH. UNSUR-UNSUR SENI RUPA
ANTARA LAIN:
Titik adalah unsur paling dasar seni rupa. Dari sebuah titik, dapat terwujud ide-
ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang.
Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi beberapa variasi ukuran dan warna
titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting untuk menciptakan karya
seni rupa. Garis memiliki dimensi datar memanjang, arah dan sifat-sifat khusus
seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak, dst
Bidang Ruang dalam karya seni rupa 2 dimensi berarti kesan dimensi dari objek
atau background yang terdapat pada karya seni. Ruang dihadirkan melalui
perbedaan intensitas gelap-terang, warna, hingga menggunakan teknik
menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).
Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu.
Warna dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder, warna tertier,
analogus dan komplementer. Warna menjadi salah satu unsur dasar seni rupa
yang penting.
Bentuk bentuk merupakan sebuah unsur yang komplek karena mempunyai 3
demensi yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang di gabung menjadi satu hingga
membentuk sebuah volume atau isi.
tekstur penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa.
Terdapat tekstur semu (buatan) dan tekstur asli.
Prinsip desain adalah cara penyusuan, pengaturan unsur-unsur rupa sehingga
membentuk
suatu karya seni.
Kesatuan (Unity) adalah wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga
unsur-unsur
seni rupa saling berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri [Link]
unsur seni
rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan
menarik. Prinsip kesatuan merupakan bahan awal komposisi karya seni.
Keseimbangan berhubungan dengan berat ringan nya suatu karya seni. Karya
seni diatur
agar mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya.
Skala/ Proporsi adalah perbandingan antara bagian-bagian yang satu yang
lainnya
dengan pertimbangan seperti: besar-kecil, luas-sempit, panjang-pendek, jauh –dekat
dan
yang lainnya.
Tekanan adalah karya yang dibuat berdasarkan prioritas utama. Karya yang
diciptakan
paling awal tersebut lebih menonjol dari berbagai segi obyek pendukungnya seperti
ukuran, teknik, dan pewarnaannya
Kontras dan Kesamaan adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari dua
unsur
yang berlawanan dan saling berdekatan.
Daerah Penghasil Batik yang terkenal
Pekalongan Yogyakarta
1. batik semen 1. batik ceplok kembang
2. batik tujuh rupa kates
3. batik terang bulan 2. batik kawung
4. batik liong 3. batik truntum
4. batik parangkusumo
Cirebon
1. batik mega mendung Bali
2. batik patran keris 1. batik ulamsari mas
3. batik pak sinaga liman 2. batik singa barong
4. batik taman teratai 3. batik buketan
4. batik abyor hokokai
Solo
1. batik kawung Kalimantan
2. batik sidomukti 1. batik batang garing
3. batik parang 2. batik burung enggang
4. batik truntum 3. batik bayam raja
4. batik awan berarak
Sulawesi
1. batik karawo
2. batik lipa saqbe
3. batik bomba
4. batik wakatobi
motif batik mega mendung motif batik tujuh rupa motif batik parang
motif batik ceplok motif batik ulamsari mas motif batik bayam raja
motif batik trumtum motif batik kawung motif batik bomba
motif batik liong motif batik singa barong
macam - macam garis
-Garis Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
-Garis Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
- Garis Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.
- Garis Lengkung S/Wavy : Grace, keanggunan.
- Garis Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat. Bending up
right : Sedih, lesu atau kedukaan.
- Garis Spiral : Kelahiran atau generative forces.
- Garis Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
- Garis Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
- Garis Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan
kebingungan.
- Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb
tekstur yang ada di alam
Gambar Unsur tiruan material alam
material alam sebagai inspirasi unsur seni
Guru menampilkan presentasi tentang Konsep berkarya Seni rupa dengan
memaknai penggunaan prinsip-prinsip seni rupa dalam menyusun unsur seni
rupa sebagai media ekpresi pelukis/perupa dan memancing siswa menggali
informasi tentang proses penciptaan karya seni dengan mengamati tayangan
gambar.
Materi Mixed Media dalam Seni Lukis
Mixed media atau yang biasa dikenal Media campuran, seni visual, mengacu pada
karya seni dalam pembuatan yang lebih dari satu media telah digunakan .Ada
perbedaan penting antara " mixed - media" karya seni dan "seni multimedia " .
Campuran media cenderung merujuk pada sebuah karya seni visual yang
menggabungkan berbagai media seni rupa tradisional yang berbeda . Sebagai contoh
, sebuah karya di atas kanvas yang menggabungkan cat , tinta , dan kolase bisa
benar disebut " campuran media" pekerjaan , tetapi tidak sebuah karya "seni
multimedia . " Seni multimedia Istilah menyiratkan lingkup yang lebih luas daripada
media campuran , menggabungkan seni visual dengan unsur-unsur non -visual
(seperti rekaman suara , misalnya) atau dengan unsur-unsur seni lainnya ( seperti
sastra , drama, tari , grafis gerak , musik, atau interaktivitas ) .
Contoh gambar lukisan mixs media bahan alam
Pengertian sketsa
Sketsa berasal dari skedios dalam bahasa Yunani yang memiliki arti “temporer”. Oleh
karenanya, sketsa merupakan gambar yang belum jadi, gambaran kasar yang seakan-akan
nantinya harus diselesaikan. Istilah sketsa kerap kali digunakan dalam dunia arsitektur. Dalam
seni lukis, sketsa sering disebut sebagai gambaran kasar.
Unsur sketsa
Unsur sketsa, yaitu:
Garis
Garis sangat berperan dalam membentuk komposisi ataupun rangka objek sketsa. Garis dapat
berupa garis horizontal, vertikal, maupun melengkung.
Warna
Warna sangat berperan untuk mengatur gelap atau terangnya dari suatu sketsa, sehingga
umumnya warna dalam sketsa hanyalah hitam dan putih saja.
Bidang dan bentuk
Kumpulan garis akan menjadi bidang yang kemudian juga akan menjadi suatu bentuk. Di
sinilah objek dalam sketsa terlihat.
Efek pencahayaan
Dalam sketsa dapat dibentuk suatu bayangan dari hasil pencahayaan supaya objek terlihat
lebih hidup.
Teknik sketsa
Berikut teknik yang dapat digunakan dalam membuat sketsa:
Teknik arsir Teknik arsir dilakukan dengan pembuatan garis secara berulang. Garis
dapat berupa garis menyilang, garis melengkung, garis pendek, maupun garis sejajar.
Teknik menggosok Teknik ini dapat dilakukan dengan menggosokkan pensil yang tipis
ke media pembuatan sketsa.
Teknik membuat highlights Teknik ini dapat dilakukan setelah teknik arsir atau teknik
gosok. Gunakan penghapus untuk membuat highlights pada bagian-bagian tertentu
yang sudah diarsir atau digosok, sehingga menciptakan kelompok-kelompok cahaya
yang terlihat seakan bersinar.
Teknik pointilis Teknik ini membuat sketsa menggunakan titik-titik yang saling
berdekatan dalam jumlah yang banyak.
Pameran seni rupa
adalah kegiatan memperkenalkan, menunjukkan, dan mempromosikan karya seni rupa.
Serta media untuk mengkomunikasikan nilai seni itu sendiri.
Beberapa manfaat pameran seni rupa, yakni:
Menambah wawasan dalam upaya mengevaluasi karya secara obyektif.
Menambah pengalaman sosial
Melatih seseorang untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab
Menjadi alat komunikasi antara pencipta seni dengan pengamat seni.
Dapat menjadi pembangkit apresiasi seni pada masyarakat umum.
Dapat menjadi sarana pencapaian prestasi seniman
Menjadi sarana untuk melatih publik dalam hal menyelenggarakan kegiatan
Berdasarkan jumlah peserta, pameran seni rupa dibagi menjadi:
Pameran tunggal
Pameran yang hanya menampilkan karya seorang seniman disebut pameran tunggal. Karya seorang
perupa yang ditampilkan diambil dengan sudut pandang tertentu. Misalnya, proses kreatif, respons
atas kejadian yang menimpa perupa, atau alasan lainnya. Pameran tunggal umumnya lebih subyektif
karena berasal dari satu sudut pandang saja.
Pameran kelompok
Pameran ini umumnya dilakukan oleh sekelompok seniman yang masing-masing senimannya
menampilkan karya seni. Pameran kelompok biasanya didorong dari kesamaan pandangan atau
pemahaman dari para seniman yang tergabung dalam kelompok.
Berdasarkan sifatnya, jenis-jenis pameran seni rupa sebagai berikut:
Pameran permanen atau tetap
pameran permanen adalah pameran yang dilaksanakan secara terbuka dan terus-menerus,
dengan tempo waktu tidak terbatas. Contoh dari pameran tetap/permanen adalah galeri dan
museum karya seni rupa.
Pameran rutin
Pameran seni rupa yang dilakukan pada periode tertentu, namun secara tetap dan
berkelanjutan. Tema yang diusung biasanya juga berbeda. Misalnya pameran seni rupa yang
dilakukan setiap akhir tahun atau menjelang awal tahun.
Pameran insidental
Pameran seni rupa yang dilakukan karena momentum atau berdasarkan kebutuhan yang ada.
Seperti, pameran seni rupa yang dilakukan untuk penggalangan dana kegiatan amal.