M. ILHAM S/ 33 – X TITL.
1. POTENSIOMETER
Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai
Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika
ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang
tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri
dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai
pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer
beserta bentuk dan Simbolnya.
Struktur Potensiometer beserta Bentuk dan Simbolnya
Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam Komponen Potensiometer
adalah :
a. Penyapu atau disebut juga dengan Wiper
b. Element Resistif
c. Terminal
Fungsi-fungsi Potensiometer
Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan,
Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan
Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
a. Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video
seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player.
b. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply
c. Sebagai Pembagi Tegangan
d. Aplikasi Switch TRIAC
e. Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser
f. Sebagai Pengendali Level Sinyal
Cara Menguji
a. Aturlah posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
b. Hubungkan Probe Multimeter pada kaki Terminal yang pertama (1)
dan Terminal ketiga (3).
c. Perhatikan nilai Resistansi Potensiometer pada Display Multimeter,
nilai yang tampil adalah nilai maksimum dari Potensiometer yang
sedang kita ukur ini.
2. TRIMPOT
Trimpot adalah sebuah resistor variabel kecil yang biasanya digunakan
pada rangkaian elektronika sebagai alat tuning atau bisa juga sebagai re-kalibrasi.
Seperti potensio juga, Trimpot juga mempunyai 3kaki selain kesamaan tersebut
sistem kerja/cara kerjanya juga meyerupai potensio hanya saja kalau potensio
mempunyai gagang atau handle untuk memutar atau menggeser sedangkan Trimpot
tidak. Lalu bagaimana cara merubah nilai resistansi sebuah Trimpot?, jawabannya
adalah dengan cara mengetrimnya menggunakan obeng pengetriman. Dalam
rangkaian elektronika Trimpot disimbolkan dengan huruf VR.
Bentuk dan Simbol
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
Fungsi
Fungsi dari pada Trimpot juga memiliki kesamaan layaknya Potensio,
namun adakalanya berbeda karena Trimpot seringnya dipasang pada pcb
langsung. Contoh penggunaan Trimpot sering kita temukan pada
rangkaian RGB sebagai tuning warna pada televisi berwarna dan sebagai
tuning subbrigth serta contras.
cara menguji
Meletakkan prob hitam pada kaki no 2 dan prob merah di kaki no 1
atau no 3Hasil pengukuran 0 ohm itu posisi putaran trimpot dalam kondisi
full jika tidak maka masih akan terhitung nilai hambatannya. Terkadang
hasil pengukuran tidak bisa di jadikan patokkan karena bisa jadi trimpot
akan mengalami perubahan jika terhubung dengan rangkaian
pendukungnya.
3. LDR
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen
resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya
yang mengenai sensor ini. LDR juga dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Perlu
diketahui bahwa nilai resistansi dari sensor ini sangat bergantung pada intensitas
cahaya. Semakin banyak cahaya yang mengenainya, maka akan semakin menurun
nilai resistansinya. Sebaliknya jika semakin sedikit cahaya yang mengenai sensor
(gelap), maka nilai hambatannya akan menjadi semakin besar sehingga arus listrik
yang mengalir akan terhambat.
Bentuk dan Simbol
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
Umumnya Sensor LDR memiliki nilai hambatan 200 Kilo Ohm pada
saat dalam kondisi sedikit cahaya (gelap), dan akan menurun menjadi 500
Ohm pada kondisi terkena banyak cahaya. Tak heran jika komponen
elektronika peka cahaya ini banyak diimplementasikan sebagai sensor
lampu penerang jalan, lampu kamar tidur, alarm dan lain-lain.
Fungsi
LDR berfungsi sebagai sebuah sensor cahaya dalam berbagai macam
rangkaian elektronika seperti saklar otomatis berdasarkan cahaya yang
jika sensor terkena cahaya maka arus listrik akan mengalir(ON) dan
sebaliknya jika sensor dalam kondisi minim cahaya(gelap) maka aliran
listrik akan terhambat(OFF). LDR juga sering digunakan sebagai sensor
lampu penerang jalan otomatis, lampu kamar tidur, alarm, rangkaian anti
maling otomatis menggunakan laser, sutter kamera otomatis, dan masih
banyak lagi yang lainnya
Cara Menguji
Prinsip kerja LDR sangat sederhana tak jauh berbeda dengan variable
resistor pada umumnya. LDR dipasang pada berbagai macam rangkaian
elektronika dan dapat memutus dan menyambungkan aliran listrik
berdasarkan cahaya. Semakin banyak cahaya yang mengenai LDR maka
nilai resistansinya akan menurun, dan sebaliknya semakin sedikit cahaya
yang mengenai LDR maka nilai hambatannya akan semakin membesar.
4. DIODA GE/SI
Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi
menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari penggabungan dua semikonduktor
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
yang masing-masing diberi doping (penambahan material) yang berbeda, dan
tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.
Jenis Jenis Dioda
Setelah anda tahu beberapa fungsi dari komponen elektronika dioda, tentunya
anda juga ingin tahu jenis-jenis dioda itu sendiri. Berikut akan kami jabarkan secara
lengkap informasi mengenai jenis-jenis dioda lengkap dengan fungsinya masing-
masing. Penasaran? Simak baik-baik ulasan [Link] berikut.
- Dioda Zener
Dioda Zener adalah jenis dioda junction P dan N yang bahannya
terbuat dari silikon. Dioda jenis ini juga dikenal sebagai Voltage Regulation
Diode yang beroperasi pada daerah reverse. Dioda zener dapat digunakan
sebagai penstabil tegangan, serta pembatas tegangan pada level tertentu guna
mengamankan rangkaian.
Cara menguji Dioda Zener dipasang dengan prinsip Bias Balik (Reverse
Bias), Rangkaian tersebut merupakan cara umum dalam pemasangan Dioda
Zener. Dalam Rangkaian tersebut, tegangan Input (masuk) yang diberikan
adalah 12V tetapi Multimeter menunjukan tegangan yang melewati Dioda
Zener adalah 2,8V. Ini artinya tegangan akan turun saat melewati Dioda
Zener yang dipasang secara bias balik (Reverse Bias).
- LED atau Light Emiting Diode
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
salah satu jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya ketika masing-
masing kutubnya diberi polaritas. Dioda jenis ini memiliki fungsi sebagai
indikator, serta transmisi sinyal cahaya. Perlu diketahui bahwa ada batas arus
maksimal yang dapat dialirkan dalam sebuah dioda. Jadi jika arus berlebih,
maka bisa dipasang resistor untuk menghambatnya.
Cara Mengujinya yaitu hampir sama dengan keluarga dioda yang
memiliki dua kutub, yaitu Kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED
hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias foward)
dari Anoda ke Katoda.
- Dioda Cahaya atau Photo Dioda
jenis dioda yang sangat peka terhadap cahaya. Dioda jenis ini bekerja
di daerah reverse, sehingga hanya arus yang bocor saja yang dapat
melewatinya. Dalam kondisi cahaya gelap, arus yang mengalir pada dioda
photo berbahan dasar germanium sekitar 10 ampere, sedangkan untuk dioda
yang berbahan dasar silikon sebesar 1 ampere.
Simbol dan bentuk dioada foto
Cara kerja diode foto yaitu
a. Cahaya yang diserap oleh dioda foto
b. Terjadinya pergeseran foton
c. Menghasilkan pasangan electron-hole dikedua sisi
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
d. Electron menuju sumber positif dan Hole menuju sumber negative
e. Sehingga arus akan mengalir di dalam rangkaian
5. TRANSISTOR
Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3
kaki elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar).
Komponen ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching),
stabilitasi tegangan, modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu,
transistor juga dapat digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan listrik
dengan sangat akurat dan sumber listriknya
Bentuk dan simbol
Fungsi
a. Sebagai penguat amplifier.
b. Sebagai pemutus dan penyambung (switching).
c. Sebagai pengatur stabilitas tegangan.
d. Sebagai peratas arus.
e. Dapat menahan sebagian arus yang mengalir.
f. Menguatkan arus dalam rangkaian.
g. Sebagai pembangkit frekuensi rendah ataupun tinggi.
Cara menguji
a. Atur Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x10k
b. Hubungkan Probe Merah pada Terminal Basis (B) dan Probe Hitam pada
Terminal Emitor (E), Jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai
tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik
c. Pindahkan Probe Hitam pada Terminal Kolektor (C), jika jarum bergerak ke
kanan menunjukan nilai tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi
baik
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
6. KONDENSATOR/KAPASITOR
Symbol dan bentuk
Fungsi
Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada Kapasitor dalam
Rangkaian Elektronika :
- Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
- Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating
Current)
- Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
- Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
- Sebagai Kopling
- Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
- Sebagai Penggeser Fasa
- Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang
digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
Cara menguji
- Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω) dengan skala x1K
M. ILHAM S/ 33 – X TITL. 2
- Hubungkan Probe Merah (Positif ) ke kaki Kapasitor Positif
- Hubungkan Probe Hitam (Negatif) ke kaki Kapasitor Negatif
- Periksa Jarum yang ada pada Display Multimeter Analog,
Kapasitor yang baik : Jarum bergerak naik dan kemudian kembali
lagi.
Kapasitor yang rusak : Jarum bergerak naik tetapi tidak kembali
lagi.
Kapasitor yang rusak : Jarum tidak naik sama sekali