0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan6 halaman

Pelanggaran Etik Keperawatan Viral di Media Sosial

Kasus asusila antara perawat dan pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet mencoreng pengorbanan tenaga medis. Dekan FIK UI mengatakan peristiwa ini perlu diinvestigasi jika terbukti melanggar kode etik. Sanksi beratnya adalah pencabutan STR. PPNI belum memberikan tanggapan, tetapi pelanggaran dapat dihukumi peringatan atau pencabutan keanggotaan.

Diunggah oleh

Itin Ijal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan6 halaman

Pelanggaran Etik Keperawatan Viral di Media Sosial

Kasus asusila antara perawat dan pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet mencoreng pengorbanan tenaga medis. Dekan FIK UI mengatakan peristiwa ini perlu diinvestigasi jika terbukti melanggar kode etik. Sanksi beratnya adalah pencabutan STR. PPNI belum memberikan tanggapan, tetapi pelanggaran dapat dihukumi peringatan atau pencabutan keanggotaan.

Diunggah oleh

Itin Ijal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mahasiswa mencari berita, ataupun klipping secara online text maupun

text berbaca secara hardcopy , masing –masing 2 klipping untuk setiap


topik. Berita ataupun klipping yang didapatkan dianalisa sesuai dengan
konsep teori yang telah dipelajari.

1. PPNI soal Mahasiswi Viral Pasang Kateter: Langgar Kode Etik

Baca artikel CNN Indonesia "PPNI soal Mahasiswi Viral Pasang Kateter:
Langgar Kode Etik" selengkapnya di
sini: [Link]
804161/ppni-soal-mahasiswi-viral-pasang-kateter-langgar-kode-etik.

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia


(PPNI) DIY menilai perbuatan mahasiswi keperawatan Universitas
Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) pembuat konten video TikTok
memasang kateter urine ke pasien pria telah melanggar kode etik profesi.

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jun 2022 21:04 WIB
Bagikan :
Ilustrasi. Mahasiswi keperawatan di Yogya dianggap melanggar kode etik
lantaran mengunggah cerita tentang memasang kateter pada pasien pria
( Pixabay/DarkoStojanovic)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI) DIY menilai perbuatan mahasiswi keperawatan Universitas
Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) pembuat konten video TikTok
memasang kateter urine ke pasien pria telah melanggar kode etik profesi.
"Kalau kontennya iya (melanggar kode etik). Karena sebetulnya dalam
kode etik sudah disampaikan intinya bahwa ketika kita memberikan
pelayanan itu kan ada rahasia pasien yang tak boleh diungkapkan. Intinya
seperti itu," kata Ketua DPW PPNI DIY Tri Prabowo saat dihubungi,
Kamis (2/6).

Menurut Tri, kode etik macam ini tetap harus dipahami oleh mereka yang
berstatus calon perawat sekalipun.

"Etika saja. Intinya kan dia belum menjadi perawat sesungguhnya.


Karena dia calon perawat selalu kita ingatkan tentang etik-etik itu yang
ada di dalam kode etik," jelasnya.

Dalih edukasi, menurut Tri, juga ada batasannya. Berbagi pengalaman


praktik selayaknya hanya untuk kalangan sesama calon perawat atau
perawat saja yang memahami konteksnya.

"Bisa saja saya diskusi dengan teman-teman, tapi tidak untuk publikasi di
media sosial. Tapi antar saya dengan teman saya diskusi karena kita satu
kelompok. Tadi saya mendapatkan pengalaman pemasangan kateter gini-
gini," paparnya.

"Dalam hal kita diskusi secara dalam rangka untuk peningkatan


kompetensi saya kira tidak masalah. Tapi untuk kalangan sendiri, kan
gitu," sambung Tri.

Nasi sudah menjadi bubur. Meski menyayangkan, Tri memilih untuk


memaklumi peristiwa ini. Menganggapnya sebagai seseorang yang
tengah antusias akan hal baru, dalam kasus ini pengalaman memasang
kateter ke pasien lawan jenis.

"Menurut saya sebagai orang tua, namanya juga anak-anak mungkin dia
baru satu kali mengalami kondisi seperti itu jadi mungkin baru exciting
ya. Kalau anda tanyakan pada orang yang sudah lama atau senior saya
kira pegang kaya gitu udah biasa," ujarnya.

Tindakan kampus berupa penarikan dari tempat praktik profesi beserta


ancaman sanksi lainnya, kata Tri, adalah konsekuensi yang harus
ditanggung mahasiswi tersebut. Penjatuhan sanksi ini juga terlepas dari
kewenangan PPNI.
PPNI hanya sebatas menekankan jika kode etik profesi wajib dipegang
teguh bagi perawat yang tengah menjalankan tugasnya.

"Karena yang bersangkutan masih dalam hal belajar, artinya menjadi


tanggungjawabnya dari institusi pendidikan. Maka kewajiban institusi
pendidikan untuk bisa memperingatkan dan menegur terkait dengan
konten yang dibuat," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video TikTok dari akun @Moditabok yang


menampilkan cerita seorang mahasiswi keperawatan memasang kateter
ke pasien pria memanen hujatan warganet karena dianggap sebagai suatu
bentuk pelecehan hingga pelanggaran kode etik profesi.

Tangkapan layar dari video akun @Moditabok beserta komentarnya juga


tersebar di berbagai akun sosial media. Salah satunya akun Twitter
@AREAJULID.

"Ketika aku harus masang kateter urine/DC untuk pasien cowok. Mana
udah cakep, seumuran lagi," tulis akun @Moditabok dalam videonya
disertai beberapa emoticon.

Informasi yang beredar, pemilik akun merupakan mahasiswi salah satu


kampus yang tengah menempuh praktik profesi keperawatan di salah satu
rumah sakit daerah Gunungkidul, DIY.

Setelahnya, Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mengkonfirmasi


bahwa sosok pemilik akun @Moditabok merupakan salah seorang
mahasiswinya. Tepatnya, dari Program Studi Keperawatan-Pendidikan
Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan.

Usai panen hujatan, mahasiswi itu lewat akunnya sempat mengunggah


video berisikan klarifikasi. Dalam kontennya itu, dia memohon maaf dan
menyampaikan sama sekali tak bermaksud merendahkan profesi perawat.

Sementara dari pihak kampus telah menarik mahasiswa itu dari tempat
praktik profesinya. Termasuk membeberkan ancaman sanksi berupa
penundaan kelulusan profesi, skors, hingga pembatalan keseluruhan
proses yang sudah ditempuh
Baca artikel CNN Indonesia "PPNI soal Mahasiswi Viral Pasang Kateter:
Langgar Kode Etik" selengkapnya di
sini: [Link]
804161/ppni-soal-mahasiswi-viral-pasang-kateter-langgar-kode-etik.

Analisa
Dari kasus diatas terdapat pelanggaran kode etik keperawatan antara perawat
dengan klien pada point 4 kode etik perawat dengan klien di jelaskan bahwa
Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan
dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang
berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

2. Kasus Asusila Di RSD Wisma Atlet. Dekan Keperawatan, Investigasi


[Link] – Kasus tindakan asusila yang terjadi di RS Darurat Wisma Atlet
antara perawat dan pasien Covid-19 mencoreng pengorbanan para tenaga medis
yang berjuang di garda terdepan dalam melawan pandemi Covid-19. Kasus
tersebut juga didesak untuk segera diusut.
Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agus
Setiawan mengatakan kejadian tersebut sangat disesalkan. Menurutnya perawat
yan seharusnya bisa menjadi role model justru melakukan tindakan asusila.
“Kejadian ini perlu diinvestigasi lebih lanjut, jika terbukti jelas ini melanggar
kode etik profesi keperawatan,” katanya kepada [Link], Minggu (27/12).
Dirinya menegaskan tentu ada konsekuensi sanksi dari profesi. Paling berat
tentunya sampai mencabut Surat Tanda Registrasi (STR).
“Dari sisi profesi, sanksi bisa dari teguran, pembinaan sampai rekomendasi
pencabutan Surat Tanda Registrasi,” ungkapnya.
Sementara itu, [Link] sudah mencoba untuk menghubungi Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) namun belum mendapatkan respons dari
Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah. Sejauh ini, aturan menyebutkan bila
memang melakukan ada pelanggaran, hukuman bisa berupa peringatan maupun
teguran. Sanksi terberat adalah dicabutnya keanggotan pelanggar dari PPNI.
Sebelumnya, Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS, mengatakan
bahwa benar telah terjadi insiden asusila sesama jenis antara oknum tenaga
kesehatan dan pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet, Sabtu (26/12)
Kapendam Jaya juga menyatakan bahwa perbuatan keduanya sungguh sangat
disesalkan. Mereka telah melanggar norma susila. Dampak dari perbuatan
mereka berisiko terhadap penularan virus kepada tenaga kesehatan lain.

Analisa

Anda mungkin juga menyukai