0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan11 halaman

Pengenalan dan Penggunaan Multitester

Makalah ini membahas tentang pengenalan dan cara penggunaan alat ukur multitester untuk berbagai aplikasi seperti mengukur tegangan, arus, resistansi, transistor, kondensator, dan lainnya. Multitester terdiri dari dua jenis yaitu analog dan digital, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Diberikan pula contoh langkah-langkah pengukuran menggunakan multitester untuk berbagai komponen elektronika.

Diunggah oleh

endy haris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan11 halaman

Pengenalan dan Penggunaan Multitester

Makalah ini membahas tentang pengenalan dan cara penggunaan alat ukur multitester untuk berbagai aplikasi seperti mengukur tegangan, arus, resistansi, transistor, kondensator, dan lainnya. Multitester terdiri dari dua jenis yaitu analog dan digital, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Diberikan pula contoh langkah-langkah pengukuran menggunakan multitester untuk berbagai komponen elektronika.

Diunggah oleh

endy haris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH METROLOGI

MULTITESTER

DISUSUN OLEH KELOMPOK 6


NAMA: NIM:
1. AWALUDDIN RIZKY PJT 5131122002
2. SATRIA SUPIANTO 5131122006
3. BAGUS TRI HADI 5132122003
4. HELMI ANDRIYAN 5132122005
5. BAYU SAMIDERA 5133122003

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


FAKULTAS TEKNIK
PROGAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada tuhan atas petunjuk dan kesempatan yang di berikan sehingga
makalah ini dapat di selesaikan. Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada
makalah ini. Kami sebagai penyusun dengan senang hati menerima kritik dan saran dari
pembaca.
Kami menyusun makalah ini sebagai tugas mata kuliah METROLOGI INDUSTRI
yaitu membahas tentang ALAT UKUR MULTI TESTER.
Kami sebagai penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, baik
tampilan, isi, maupun penulisan. Oleh karena itu, kami sebagai penyusun mohon maaf yg
sebesar-besarnya.
Penulis
DAFTAR ISI
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
[Link] belakang
B. Tujuan Pokok Bahasan
C. Metode Penulisan
BAB II. PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metrologi Industri adalah ilmu yang membahas tentang ilmu pengukuran. Bagaimana
cara kita menggunakan alat ukur dengan benar. Terkhusus pada bidang teknik. Ilmu ini
haruslah benar-benar harus dikuasai untuk pembelajaran dan pengajaran yang baik.
B. Tujuan Pokok Bahasan
Pokok bahasan ini akan membahas tentang pengenalan alat ukur multi tester baik itu
kegunaan dan bagaima cara menggunakannya.

C. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode literatur, dimana bahan-
bahan penulisan berasal dari buku-buku pedoman, materi kuliah, maupun sumber lain yang
masih berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas.
BAB II
PEMBAHASAN
Alat Ukur Multitester

Multitester atau multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan
listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multitester secara umum,
sedangkan pada perkembangannya multitester masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi
seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang
menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt),
dan O(ohm). Dalam otomotif, alat ukur multitester sering digunakan untuk pengecekan
rangkaian kelistrikan, dari kelistrikan bodi sampai kelistrikan mesin. Pengukuran beberapa
komponenpun ada yang diukur dengan multitester, seperti pengukuran tahanan KTT ( Kabel
Tegangan Tinggi / Kabel Busi ), mengukur tahanan koli, dsb.

Multitester dibagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

Multitester analog
Multitester analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para
tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini.
Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple.
Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang
memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multitester digital.

Multitester digital

Multitester digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak
jika dibandingkan dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan
yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere,
volt, dan ohm saja. Multitester digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja
mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-
bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya
adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran
tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.

Cara mengkalibrasi multitester analog.


1. Tunjukan Slector ke arah satuan yang dibutuhkan, seperti pada 10 Kilo Ohm
2. Satukan ujung kabel merah dengan hitam (+) dan (-)
3. Ketika jarum sudah bergerak, putar knob san arahkan jarum pada angka 0 pada papan skala
MULTIMETER ANALOG
Multimeter analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Papan skala
2. Jarum penunjuk skala
3. Pengatur jarum skala
4. Knop pengatur nol ohm
5. Batas ukur ohm meter
6. Batas ukur DC volt (dcv)
7. Batas ukur AC volt (acv)
8. Batas ukur ampere meter DC
9. Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
10 Test pin positif (+)
11 Test pin negatif (-)
Adapun cara menggunakan multitester ini ialah sebagai berikut :
a. Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur: Transistor, Tahanan,
Potensiometer, VR (Variabel Resistor), Kondensator, LS, Kumparan, MF dan trafo,
mengukur Kabel, dsb.
b. Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur :
– Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
– Mengukur (menguji) accu atau batere
c. Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur kuat tegangan
AC, ada dan tidaknya arus listrik.
d. Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur berapa banyak
ampere pada accu maupun batere atau catu daya (adaptor).
MENGUJI RESISTOR
Resistor atau tahanan bisa putus. Jika putus maka suatu rangkaian tak akan bisa bekerja atau
setidak-tidaknya mengalami keadaan cacat.

Nilai resistor berdasarkan kode warna.

Langkah-langkah pengujian resistor dengan multitester adalah sebagai berikut :


a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
b. Tempelkan probe masing-masing pada kawat resistor.
Pengukuran jangan sampai tangan menyentuh kawat (salah satu
kawat boleh tersentuh asal tidak keduanya).
c. Perhatikan jarum pada papan skala. Jika bergerak berarti resistor
baik, jika diam berarti resistor putus

MENGUJI TRANSISTOR PNP


[Link] kaki kolektor, basis dan emitornya (anda harus mengetahui secara pasti)
[Link] pemilih pada multitester harus menunjuk pada ohm meter
[Link] positif (berwarna merah) ditempelkan pada B (basis).
Probe negatif (hitam) ditempelkan pada E (Emitor), jika jarum bergerak maka pindahkan
probe negatif pada kolektor. Jika pengukuran pertama dan kedua, jarum bergerak berarti
transistor baik. Jika salah satu pengukuran, jarum tidak bergerak berarti transistor rusak
MENGUJI TRANSISTOR NPN
a. Pastikan kaki-kaki transistor, yang terdiri dari kolektor, emitor dan basis.
b. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
c. Tempelkan probe negatif (hitam) pada basis. Probe positif pada kolektor. Jika bergerak
berarti antara kolektor dan basis baik.
d. Pindahkan probe negaif pada kaki emitor. Jika bergerak maka emitor dan basis baik.
Jika salah satu pengukuran (atau keduanya) jarum tidak bergerak berarti transistor
putus.

MENGUJI KONDENSATOR ELCO


a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
b. Perhatikan tanda negatif atau positif yang ada pada badan elco dan lurus pada salah
satu kaki.
c. Probe hitam ditempel pada kaki positif (+) dan probe merah ditempel pada kaki
negative (-). Perhatikan gerakan jarum.
d. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri berarti kondensator
ELCO baik.
e. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri namun tidak penuh berarti
kondensator ELCO agak rusak.
f. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian tidak kembali ke kiri (berhenti)
kondensator ELCO bocor.
g. Jika jarum tak bergerak sama sekali berarti kondensator ELCO putus.
MENGUJI TEGANGAN PLN
Multitester juga dapat dipakai untuk menguji atau mengukur tegangan listrik dari jaringan
PLN, langkah-langkahnya :
a) Putarlah saklar pemilih pada posisi ACV (perkirakan berapa volt yang diukur).
Misalnya anda memperkirakan 220 v maka saklar pemilih harus lebih tinggi yaitu
250 v.
b) Masing-masing probe di tempelkan pada lubang stop kontak. Selanjutnya amati
gerakan jarum pada papan skala. Anda akan tahu seberapa besar tegangan listrik
yang anda ukur.

MENGUJI DIODA
A. Putar saklar pemilih ke posisi ohm.
B. Probe merah (+) ditempelkan pada
kutub katoda dan probe hitam (-) ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum pada
papan skala bergerak berarti dioda baik, jika diam berarti putus.
Selanjutnya dibalik : Probe hitam (-) ditempelkan pada kutub katoda dan probe merah (+)
ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum diam, berarti dioda dalam kondisi baik, jika
bergerak berarti dioda rusak.

MENGUKUR DC VOLT
 Perkirakan seberapa besar DC Volt yang anda ukur. Misalnya jika 10 volt, maka
saklar penunjuk harus menunjuk angka lebih besar (50 DC)
 Probe merah ditempelkan pada kutub positif dan probe hitam ditempelkan pada
kutub negatif.
 MENGUKUR AMPERE METER DC
 Besarnya arus listrik (DC) yang mengalir dalam suatu rangkaian bisa diketahui
dengan menggunakan multitester.
 Terlebih dahulu perkirakan seberapa besar ampere yang diukur, baru kemudian
saklar pemilih diposisikan pada angka yang lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Sudjimunadi. (1990). Metrologi Industri. Jakarta: Depdikbud – P2LPTK
Rochim, Taupiq, dan Soetarto, SM. (1985). Teknik Pengukuran (Metrologi Industri).
Jakarta: Depdikbud

Anda mungkin juga menyukai