DIARE
Kelompok 6
PENGERTIAN
Diare adalah keadaan tidak normalnya pengeluaran
feses yang ditandai dengan peningkatan volume dan
keenceran feses serta frekuensi buang air besar lebih dari
3 kali sehari (pada neonatus lebih dari 4 kali sehari)
dengan atau tanpa lendir darah. Jenis diare ada dua,
yaitu diare akut dan diare kronik. Diare akut adalah diare
yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara diare
kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 15 hari.
Nyeri perut (abdominal
discomfort).
Mual, kadang-kadang sampai
muntah.
Rasa perih di ulu hati.
GEJALA Rasa lekas kenyang.
Nafsu makan berkurang.
Perut kembung, rasa panas di
dada dan perut.
diarrhea
Regurgitasi (keluar cairan dari
lambung secara tiba-tiba).
Demam dan lemah.
Membrane mukosa mulut dan bibir
kering.
Fontanel cekung.
GEJALA PADA
ANAK
Manifestasi klinis dari diare yaitu mula– mula anak balita menjadi
cengeng, gelisah, demam, dan tidak nafsu makan. Tinja akan menjadi
cair dan dapat disertai dengan lendir ataupun darah. Warna tinja dapat
berubah menjadi kehijau–hijauan karena tercampur dengan empedu.
Frekeuensi defekasi yang meningkat menyebabkan anus dan daerah
sekitarnya menjadi lecet.
Tinja semakin lama semakin asam sebagai akibat banyaknya asam
laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi oleh usus
selama diare. Gejala muntah dapat ditemukan sebelum atau sesudah
diare. Muntah dapat disebabkan oleh lambung yang meradang atau
gangguan keseimbangan asam-basa dan [Link]– anak adalah
kelompok usia rentan terhadap diare. Insiden tertinggi pada kelompok
usia dibawah dua tahun dan menurun dengan bertambahnya usia
anak.
menurut Ngastiyah dalam (Wijayaningsih, 2013), penyebab
AB
dari diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu:
EB
PENY
A. Faktor infeksi
1. Infeksi Internal
Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi
bakteri, infeksi virus (enteovirus, poliomyelitis, virus echo coxsackie). Adeno
virus, rota virus, astrovirus, dan lain-lain, dan infeksi parasite: cacing (ascaris,
trichuris, oxyuris, strongxloides), protozoa (Entamoeba histolytica, giardia
lamblia, trichomonas humonis), jamur (canida albicous).
2. Infeksi parenteral
Ialah infeksi di luar alat pencernaan makanan seperti Otitis Media Akut
(OMA), Tonsillitis atau Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis dan
sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di
bawah dua tahun.
AB
menurut Ngastiyah dalam (Wijayaningsih, 2013), penyebab
B
dari diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu:
E
PENY
B. Faktor Malabsorbsi
1) Karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, dan sukrosa) dan
monosakarida (intoleransi glukkosa, fruktosa, dan galaktosa). Pada anak
serta bayi yang paling berbahaya adalah intoleransi laktosa.
2) Protein.
3) Lemak.
c. Faktor makanan
misalnya makanan basi, beracun, serta alergi.
d. Faktor psikologis
BAB
E
Faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak ada tiga. PENY
Faktor yang pertama adalah faktor lingkungan. Diare dapat terjadi karena seseorang
tidak memerhatikan kebersihan lingkungan dan menganggap bahwa masalah
kebersihan adalah masalah sepele. Faktor lingkungan yang dominan dalam
penyebaran penyakit diare pada anak yaitu pembuangan tinja dan sumber air
minum.
Faktor yang kedua adalah faktor sosiodemografi. Faktor sosiodemografi yang
berpengaruh terhadap kejadian diare pada anak yaitu pendidikan dan pekerjaan
orang tua, serta umur anak.
Faktor ketiga yang dapat memengaruhi kejadian diare yaitu faktor perilaku.
Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan kebiasaan mencuci tangan merupakan
faktor perilaku yang berpengaruh dalam penyebaran kuman enterik dan menurunkan
risiko terjadinya diare
a. Pemberian cairan (rehidrasi awal dan rumatan).
b. Dietetik (pemberian makanan).
c. Obat-obatan.
1) Jumlah cairan yang diberikan adalah 100ml/kgBB/hari sebanyak 1 kali
setiap 2 jam, jika diare tanpa dehidrasi. Sebanyak 50% cairan ini diberikan
dalam 4 jam pertama dan sisanya adlibitum.
2) Sesuaikan dengan umur anak: a) < 2 tahun diberikan ½
gelas, b) 2-6 tahun diberikan 1 gelas, c) > 6 tahun diberikan
LAKSAN 400 cc (2 gelas).
TA
3) Apabila dehidrasi ringan dan diarenya 4 kali sehari,
N! PENA
AA
maka diberikan cairan 25- 100ml/kg/BB dalam sehari atau
N! PENA
setiap 2 jam sekali.
4) Oralit diberikan sebanyak ±100ml/kgBB setiap 4-6 jam
AA
TA
LAKSAN pada kasus dehidrasi ringan sampai berat.
Beberapa cara untuk membuat cairan rumah tangga (cairan RT):
1) Larutan gula garam (LGG): 1 sendok the gula pasir + ½ sendok teh
garam dapur halus + 1 gelas air hangat atau air the hangat,
2) Air tajin (2 liter + 5g garam).
a) Cara tradisional
3 liter air + 100 g atau 6 sendok makan beras dimasak
LAKSAN selama 45-60 menit.
TA
ENA
AA
b) Cara biasa.
N! PENA
P
2 liter air + 100 g tepung beras + 5 g garam dimasak
N!
hingga mendidih.
AA
TA
LAKSAN
d. Teruskan pemberian ASI karena bisa membantu
meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Kelompok 6
THANK YOU
I hope you can get helpful
knowledge from this presentation.
Good luck!