Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
DAFTAR ISI HALAMAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN
II. PELAKSANAAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. PEKERJAAN BONGKARAN.................................................10
2. PEKERJAAN DINDING PARTISI GYPSUM.................................12
3. PEKERJAAN PASANGAN LANTAI VINYL..................................14
4. PEKERJAAN PASANGAN HPL..............................................24
5. PEKERJAAN PASANGAN PLIN KAYU SOLID..............................28
6. PEKERJAAN RANGKA PENGGANTUNG PLAFOND.......................29
7. PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM BOARD.................................32
8. PEKERJAAN CAT PLAFOND...............................................34
9. PEKERJAAN CAT DINDING................................................36
10. PEKERJAAN CAT DUCO/ MELAMIK.......................................38
11. PEKERJAAN PASANGAN WALLPAPER....................................40
12. PEKERJAAN PASANGAN KACA............................................41
13. PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU KAYU...........................44
14. PEKERJAAN PINTU KACA RANGKA ALUMINIUM........................47
15. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN .......................................49
16. PEKERJAAN BACKDROP...................................................51
17. PEKERJAAN WALL ART....................................................53
18. PEKERJAAN DINDING PARTISI LIPAT....................................54
19. PEKERJAAN ATAP..........................................................55
III. SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL,ELEKTRIKAL, PLAMBING
1. PEKERJAAN LISTRIK.......................................................58
2. PEKERJAAN TELEPON.....................................................69
3. PEKERJAAN KABEL DATA.................................................74
4. PEKERJAAN AIR BERSIH DAN AIR BEKAS................................82
5. PEKERJAAN TATA UDARA.................................................85
IV. PENUTUP
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
I. PEKERJAAN PERSIAPAN/PENDAHULUAN
a. Papan Nama Proyek
Pekerjaan papan nama proyek dengan ukuran 100 x 200 cm digital
print/banner.
Papan nama proyek ini dipasang oleh kontraktor pelaksana sesudah SPK
diturunkan.
b. Foto Proyek 5 Phase (0, 25, 50, 75, 100%) Uk. 3R
Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, Konsultan Pengawas
dengan menugaskan kepada Penyedia jasa untuk membuat foto-foto
dokumentasi untuk tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan dilapangan
dan diserahkan kepada owner pada setiap rapat pertemuan.
c. Pembersihan, Pemindahan dan Pembuangan Sampah Proyek
Pembersihan, pemindahan dan pembuangan sampah proyek ini meliputi
sebagai berikut :
1. Pembuangan bekas bongkaran harus dilaksanakan sesuai arahan yang
diberikan oleh Konsultan Pengawas, serta dijadwalkan teratur dan
harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan dengan segera.
2. Semua bekas puing bongkaran harus dimasukkan dalam kantong se-
belum dibuang, sehingga tidak menimbulkan debu yang berlebihan di
lokasi pekerjaan.
3. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya
untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Ba-
han-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan
kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek.
4. Pembuangan kebawah harus menggunakan alat yang telah disediakan
oleh kontraktor pelaksana agar puing tidak berhamburan dan mengo-
tori bangunan sekitarnya.
5. Bongkaran dan puing-puing bekas bongkaran harus dibuang ke luar
area lokasi segera, tanpa menumpuk/menimbun di area proyek.
d. Kantor Kontraktor, Gudang Kerja dan Direksi Keet
1. Ukuran luas kantor kontraktor dan los kerja serta tempat peny-
impanan bahan-bahan diserahkan kepada kontraktor dan ukuran luas
untuk Direksi Keet/Kantor Pengawas harus ada fasilitas untuk ruang
rapat, ruang pengawas dan ruang toilet serta alat-alat bantu komu-
nikasi (telepon) dan tidak mengabaikan keamanan dan kebersihan dan
bahaya kebakaran, serta memperhatikan tempat yang tersedia se-
hingga tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
2
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Khusus untuk simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil harus dibu-
atkan kotak simpan, dipagari dengan dinding papan, sehingga masing-
masing bahan tidak tercampur dengan lainnya.
3. Bangunan tersebut terbuat dari rangka kayu, dinding triplek diberi
pintu dan jendela yang cukup dengan penerangan listrik dan penga-
manan.
4. Kontraktor tidak diperkenankan :
a. Menyimpan alat-alat, bahan bangunan diluar pagar proyek,
walaupun untuk sementara.
b. Menyimpan bahan-bahan yang ditolak direksi lapangan karena
tidak memenuhi syarat dan harus segera mengeluarkan bahan-ba-
han tersebut dari proyek, agar kebersihan, keteraturan dan
ketertiban tetap terjaga sepanjang pelaksanaan pekerjaan.
5. Kantor proyek/Direksi keet ini dibangun sebagai tempat bekerja bagi
para staf baik dari staf Penyedia jasa, pengawas maupun pemilik
proyek di lapangan yang dilengkapi dengan ruang kerja staf, ruang ra-
pat, toilet sederhana. Besar kecilnya kantor proyek ini tergantung
pada jenis proyek maupun jumlah staf yang bekerja dan seluruh fasili-
tas/sarana ini dibangun untuk pekerjaan persiapan ini adalah bersifat
sementara.
6. Pengadaan Scafolding
Semua sistem perancah (Scaffolding) harus diperiksa oleh HSE
inspektur sebelum digunakan di tempat kerja untuk memastikan
kepatuhan dengan persyaratan keselamatan. Dia harus melakukan
pemeriksaan mingguan di tempat semua perancah, dan ia juga harus
mencatat hasil pemeriksaan, menempatkan label (sistem penandaan)
setiap perancah untuk mengidentifikasi perancah yang aman dan
tidak aman HSE (Scaffolding) Inspektur harus melaporkan kepada Yard
Supervisor/Manager dan HSE Coordinator mengenai perancah aman.
Berikut ini adalah persyaratan umum yang harus diatasi ketika
melakukan
perencanaan danpemasangan perancah scaffolding untuk digunakan
oleh pekerja:
o Perancah diperlukan setiap kali bekerja di atas dimana tidak da-
pat dilakukan dengan aman bila menggunakan tangga;
o Perancah dan komponen-komponennya akan, tanpa runtuh, dapat
membawa setidaknya 4 kali maksimum yang diizinkan beban
kerja. Jangan Overload;
o Penggunaan perancah yang tidak vertikal dilarang,
o Material dari perancah yang digunakan harus dalam kondisi baik
3
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
dan diperiksa dengan teratur Hal ini tidak diizinkan untuk menghi-
langkan bagian dari perancah tanpa persetujuan terlebih dahulu,
o Platform scaffold tidak akan bersandar atau menggantung di pa-
gar yang dapat dengan mudah dipindahkan;
o Tangga dan perangkat lain untuk mendapatkan ketinggian tidak
boleh digunakan di atas perancah Platform;
o Perancah yang harus dibangun di atas permukaan yang datar di-
mana mampu mendukung berat maksimum dimaksudkan;
o Untuk perancah yang akan didirikan di kisi-kisi, standar harus
berlapis untuk mendistribusikan berat;
o Perlindungan terhadap cuaca, seperti lembaran/kelambu, tidak
akan terikat dengan ketinggian perancah kecuali dijamin dengan
struktur independen yang mampu menahan pekerja oleh angin.
Perawatan dalam pemasangan perancah / platform yang harus
memenuhi kriteria sebagai berikut:
o Scaffold tidak harus menghalangi jalan keluar, atau passage way
yang
menghambat proses evakuasi saat keadaan darurat;
o Dimana obstruksi peralatan darurat atau melarikan diri rute tidak
dapat dihindari, pengaturan keamanan alternatif harus dilakukan
sebelum platform dibangun;
o Daerah kerja harus cukup lebar (setidaknya 650 mm lebar) untuk
memberikan jalan yang jelas;
o Sebuah cara yang aman untuk akses dan jalan keluar (biasanya
dengan tangga) harus disediakan;
o Semua tangga akses harus sesuai dan diikat dengan kuat ke struk-
tur perancah;
o Karena pertimbangan yang diambil untuk loading dan dekat den-
gan bahaya seperti memindahkan mesin, peralatan listrik, dll .;
o Jika memungkinkan personil tidak harus bekerja atau berjalan di
bawah
Perancah Di mana ada bahaya personil terhadap benda-benda
yang terjatuh, maka penutup pelindung harus didirikan antara pa-
pan kaki dan pertengahan rel;
o Good housekeeping daerah perancah dan platform harus dipeli-
hara untuk mencegah tergelincir, tersandung dan jatuh. Semua
tumpahan dan puing-puing harus dibersihkan segera.
o Pemasangan dan Pembongkaran Perancah (Scaffolding):
o Mendirikan dan pembongkaran scaffolding yang benar harus di-
4
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
lakukan hanya dengan disetujui scaffolders yang memiliki serti-
fikat yang sah, dan personil tidak memenuhi syarattidak boleh
mendirikan atau melakukan pembongkaran scaffolding.
o Semua perancah harus dilengkapi dengan pegangan tangan untuk
memastikan keamanansaat berada di ketinggian untuk mencegah
personil jatuh.
e. Pembuatan Gambar Shop Drawing & Asbuilt Drawing
1. Shop Drawing
a. Pengertian gambar shop drawing atau gambar kerja adalah gam-
bar teknis lapangan yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan
suatu pekerjaan. Secara umum, shop drawing adalah gambar yang
siap untuk
diimplementasikan di lapangan.
b. Dalam membuat shop drawing haruslah memperhatikan dan
memahami kemampuan pengguna agar nantinya gambar shop
drawing tidak akan menyulitkan pengguna dalam memahami dan
dapat menghindari terjadinya kesalahan pelaksanaan serta kesala-
han persepsi.
c. Gambar shop drawing merupakan sebuah media komunikasi yang
efektif antara desain dan pelaksanaan. Oleh karena itu gambar
shop drawing harus dibuat dengan tingkat detail yang lebih baik.
d. Gambar shop drawing dibuat/diserahkan pada awal/sebelum
proyek dilaksanakan dan biasanya juga dapat dipakai sebagai
dokumen lelang/tender.
2. As Built Drawing
a. As built drawing adalah gambar koreksi, perbaikan, revisi, dari
gambar pelaksanaan yang ada, dikarenakan adanya permasalahan
di proyek pada saat bangunan dikerjakan. Juga menerangkan pi-
hak mana saja yang ikut.
b. mengerjakan proyek yang dibangun, seperti : sub kontraktor-sub
kontraktor, supplier-supplier, dll yang andil dalam pembangunan
proyek.
c. Gambar As built drawing dibuat, lebih tepatnya dan diserahkan
pada akhir proyek pembangunan kepada owner.
f. Asuransi Tenaga Kerja dan Proyek
Jaminan dan asuransi dalam sebuah proyek sangatlah diperlukan dan
wajib hukumnya baik pada masa pra konstruksi, saat konstruksi maupun
pada saat pasca konstruksi.
1. Jaminan atas pelaksanaan pekerjaan
5
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Jaminan tersebut pada prinsipnya mencakup kerusakan-kerusakan
yang terjadi atas konstruksi yang tidak disengaja, kerusakan peralatan
yg digunakan (baik milik kontraktor atau bukan), tanggung jawab
tersebut dibebankan oleh pihak kontraktor pelaksana.
2. Asuransi atas Tenaga Kerja
Asuransi untuk pekerja sesuai aturan (Workman Compensation
Insurance). Asuransi ini sesuai UU yang berlaku di Indonesia,
dilaksanakan oleh ASTEK berdasarkan PP No 33 Tahun 1977, dan
asuransi atas pegawai yang diatur Perusahaan (Employer's Liability
Insurance). Yaitu tanggung jawab pengusaha
terhadap pekerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
perusahaan.
3. Asuransi atas tanggung jawab terhadap Pihak Ketiga (Public Liability
Insurance) adalah jenis asuransi yang melindungi kontraktor terhadap
pihak ketiga (publik) yaitu apabila dalam melaksanakan pekerjaan
ada pihak ketiga yg dirugikan.
g. Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)
1. Lingkup pekerjaan
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan pekerjaan.
2. Pedoman dan Standar
a. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 1135/MEN/1987
tentang Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
c. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 245/MEN/1990 ten-
tang Hari Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Nasional
d. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.05/MEN/1996 ten-
tang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
3. Keselamatan Kerja
a. Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Kontraktor bertanggungjawab atas keselamatan
dan keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta kon-
struksi.
b. Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan me-
lengkapi perlengkapan keselamatan kerja seperti safety line,
rambu-rambu, papan promosi keselamatan, dan lain-lain.
c. Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam
pelaksanaan pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi den-
6
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
gan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan keselamatan
kerja yang berlaku (Jamsostek).
d. Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Per-
tama Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap di-
gunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musi-
bah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.
e. Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bek-
erja dan dilokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD)
berupa safety belt, safety helmet, masker/kedok las terutama
untuk dipakai pada pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja dan
pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
f. Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan
bersih bagi semua petugas dan pekerja. Membuat tempat pengi-
napan di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperke-
nankan, kecuali atas ijin PPK.
g. Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan
kepada Konsultan dan mengambil tindakan yang perlu untuk kese-
lamatan korban-korban kecelakaan itu.
h. Prosedur Operasi Standar (SOP) Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3)
1. Membuat SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
2. SOP diajukan kepada Konsultan untuk dievaluasi.
3. Menyampaikan laporan pelaksanaan SOP kepada PPK dan Kon-
sultan.
4. Matrik Program K3
a. Safety Health and Environmental Induction.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap ada tamu ataupun pekerja baru
yang memasuki wilayah kerja proyek.
b. Safety Health and Environmental Talk.
Program ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembahasan mengenai
seluruh permasalahan penerapan K-3L dan Lingkungan selama
masa pelaksanaan proyek. Pelaksanaan safety talk setiap 1
minggu sekali.
c. Safety Health and Environmental Patrol/Inspection.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin, bertujuan untuk
memonitor pelaksanaan K-3L di seluruh lingkungan proyek dan
menjaga konsistensi pelaksanaan K-3L.
d. Safety Health and Environmental Meeting Program.
SHE meeting dilaksanakan seminggu sekali dimana dalam kegiatan
ini membahas permasalahan dan kejadian yang terjadi dan
7
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
rencana tindak lanjut untuk memperbaikinya serta membahas
permasalahan yang mungkin terjadi serta langkah-langkah
pencegahannya.
e. Safety Health and Environmental Audit.
Program ini dilaksanakan insidental bertujuan untuk melakukan
audit terhadap kedisiplinan dalam pelaksanaan standar K-3L di
lingkungan proyek terhadap peraturan yang diberlakukan dalam
lingkungan perusahaan.
f. Safety Health and Environmental Trainning.
Pelatihan terhadap seluruh komponen proyek yaitu karyawan,
sub-kon, mandor dan seluruh pekerja mengenai K-3L, P3K dan
respon terhadap keadaan darurat.
g. Housekeeping.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bertujuan untuk menjaga
kebersihan, kerapihan, kenyamanan di lingkungan kerja.
h. Penanganan Covid 19
Diwajibkan kontraktor menyediakan whastaple, sabun cuci tan-
gan, handsainitaizer, masker, penutup kepala ,cairan disinfektan
yang di semprot kan di setiap area kerja untuk pecegahan penu-
laran virus di area kerja.
h. Listrik Kerja
Listrik kerja yang dimaksud adalah jumlah daya yang diperlukan oleh
Penyedia jasa untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi selama
pelaksanaan proyek. Jumlah daya listrik yang diperlukan harus memenuhi
berbagai keperluan tersebut, sedangkan besar kecilnya daya listrik yang
di perlukan tergantung pada besar kecilnya fasilitas kerja yang
dibutuhkan untuk pembangunan kantor maupun sarana pendukung
lainnya.
i. Air Kerja
1. Air kerja diadakan dengan membuat sumur pantek yang dilengkapi
dengan pompa tangan ex. Local (bila mana tidak ditentukan dengan
ara lain) atau menggunakan sumber air yang ada sesuai dengan
kesepakatan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
2. Pompa tangan ini diperkuat dengan landasan cor beton dengan adukan
1 pc : 2 ps : 3 kr.
3. Sekeliling dipasang lantai beton adukan 1 pc : 2 ps : 3 kr seluas 1 m2
tebal 10 cm.
8
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Peletakan pompa air ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
5. Bilamana pompa masih diperlukan, pompa tidak boleh dibongkar dan
menjadi milik proyek, pada penyerahan kedua diserahkan dalam
keadaan baik dan berfungsi.
6. Apabila air di lokasi tidak memenuhi persyaratan, maka Penyedia jasa
harus mendapatkannya dengan membeli air yang memenuhi
persyaratan yang tertera pada BQ (Bill of Quantity).
j. Pagar Pengaman Proyek
Pembuatan pagar proyek dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi
merupakan suatu keharusan. Hal tersebut untuk menjamin keamanan
kerja dalam lingkungan proyek, karena fungsinya sebagai pengaman,
maka pagar dibuat kokoh agar tidak mudah roboh, konstruksi pagar
proyek biasanya dibuat menggunakan dinding seng dan didukung oleh
tiang-tiang kayu dengan jarak tertentu yang dicor, paku dan di cat
sehingga terlihat lebih rapi.
k. Pengadaan Sarana Kerja
Penyediaan/sewa peralatan proyek harus disiapkan dalam suatu proyek
berjalan, hal ini dibebankan oleh pihak kontraktor pelaksana.
l. PROTOKOL PENCEGAHAN COVID 19
A. Pengantar
1. Protokol ini dimaksudkan sebagai panduan bagi Pemilik / Pengguna /
Penyelenggara bersama Konsultan , Kontraktor, Subkontraktor ,
Vendor / Supplier dan Fabrikator , Mandor serta para pekerja untuk
mencegah wabah Covid-19 di lokasi proyek .
2. Protokol ini merupakan bagian dari keseluruhan kebijakan untuk
mewujudkan keselamatan proyek. Keselamatan proyek adalah
keselamatan kerja dan keselamatan lingkungan dan keselamatan
publik dalam setiap tahapan penyelenggaraan proyek
3. Protokol ini berlaku di proyek yang diselenggarakan oleh Pemerintah ,
Pemerintah Daerah, BUMN , maupun Investasi Swata / Gabungan.
Masing masing pihak pemangku amanah di proyek dapat
menindaklanjuti implementasi dari protokol sesuai dengan kebijakan
perusahaan masing masing.
9
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
B. Penyediaan Fasilitas Kesehatan Dilapangan
1. Kontraktor wajib menyediakan ruang klinik dilapangan dilengkapi
dengan sarana kesehatan yang memadai seperti : tabung oksigen,
pengukur suhu badan ( thermoscan ), pengukur tekanan darah, obat
obatan , dan petugas medis.
2. Kontraktor wajib memiliki kerjasama operasional perlindungan
kesehatan dan pencegahan Covid-19 dengan rumah sakit atau pusat
kesehatan masyarakat terdekat dengan proyek untuk tindakan darurat
( emergency )
3. Kontraktor wajib menyediakan fasilitas pengukur suhu tubuh
( thermoscan ), pencuci tangan ( hand sanitizer ), tissue, masker
dikantor dan di proyek bagi para manager, insinyur , arsitek ,
karyawan / staff , mandor, pekerja dan tamu proyek.
C. Pelaksanaan dan Pencegahan Covid-19 di Lapangan
1. Satuan tugas memasang poster ( flyers ) baik digital maupun fisik
tenteng himbauan/anjuran pencegahan Covid-19 seperti : mencuci
tangan, memakai masker, untuk disebarluaskan atau dipasang di
tempat tempat strategis di lokasi proyek.
2. Satuan tugas bersama petugas medis harus menyampaikan
penjelasan, anjuran, kampaye , promosi teknik pencegahan Covid-19
dalam setiap kegiatan penyuluhan K3 pagi hari ( safety morning
talk ).
3. Satuan tugas melarang seseorang yang sakit dengan indikasi suhu ≥ 38
derajat celcius ( seluruh manager , insinyur, arsitek, karyawan /
staff, mandor, pekerja dan tamu proyek ) datang kelokasi proyek.
4. Petugas medis melakukan pengecekan suhu tubuh kepada pekerja dan
karyawan bersama para Satuan Pengamanan Proyek ( security staff )
dan petugas keamanan setiap pagi siang dan sore.
5. Apabila ditemukan manager, insinyur, arsitej, karyawan/staff,
mandor, pekerja dan tamu proyek terpapar virus Covid-19, petugas
medis dibantu petugas keamanan proyek melakukan evakuasi dan
penyemprotan Disinfektan pada tempat, fasilitas, pegangan dan
peralatan kerja.
10
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
II. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
1) PEKERJAAN PEMBONGKARAN
A. Lingkup Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan pembongkaran meliputi bagian dalam gedung
(interior) yaitu pembongkaran dinding (bata dan partisi), keramik lantai
dan vinyl, kusen daun pintu & jendela, rangka, dan jaringan instalasi
pekerjaan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing serta material interior
melekat termasuk membantu pihak user/owner dalam pencatatan dan
pemilahan jenis material yang termasuk barang milik Negara (BMN) dan
buangan puing bongkaran eksisting ketempat yang sudah diarahkan serta
pek bongkaran atap.
B. Pemberitahuan
1) Sebelum memulai pekerjaan pembongkaran pada bagian bangunan
tertentu, maka Kontraktor harus memberitahukan terlebih dahulu
kepada Konsultan Management Konstruksi (MK).
2) Waktu pemberitahuan 2 x 24 jam sebelum memulai pekerjaan.
3) Pelaksanaan pembongkaran bagian dari bangunan tersebut dapat
dilaksanakan setelah mendapat izin dari Pemberi Tugas/Konsultan MK.
C. Pemeriksaan
Kontraktor harus memeriksa bersama MK untuk memastikan bahwa
kesiapan lokasi bangunan yang akan dibongkar benar-benar dapat
dikerjakan/dilaksanakan dengan mempertimbangkan akibat yang mungkin
ditimbulkan selama proses pembongkaran.
D. Pemutusan Jalur - Jalur Instalasi
1) Amankan jalur-jalur instalasi air, listrik atau instalasi lain di lapangan
sebelum pekerjaan pembongkaran dikerjakan. Pemutusan aliran listrik
maupun menutup jalur lainnya dengan izin Konsultan MK, Penguasa
setempat dan pihak-pihak lain yang terkait.
2) Membuat atau mengganti jaringan instalasi pekerjaan M&E seperti
saluran pembuangan air hujan, air bekas dan instalasi lainnya yang
torpotong/terputus karena pembongkaran, jika jaringan tersebut masih
difungsikan maka Kontraktor harus menggantikan dengan yang baru
atas beban biaya Kontraktor.
E. Pengamanan Peralatan
11
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Kontraktor harus mengamankan/melindungi bangunan dan komponen
bangunan serta peralatan lain yang tidak dibongkar agar terhindar dari
kerusakan atau cacat lainnya, jika dalam pembongkaran terjadi kerusakan
maka segala perbaikannya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
F. Pembongkaran
1) Pekerjaan pembongkaran harus dikerjakan dengan alat-alat yang tepat
guna dan aman. Pengawasan agar dilakukan terhadap timbulnya debu,
suara atau getaran yang dapat merusak bagian finishing pada gedung
existing.
2) Pembongkaran harus dikerjakan secara teliti dan benar agar dapat
terhindar dari kerusakan pada elemen bangunan yang tidak dibongkar.
3) Khusus pembongkaran pada lantai yang digunakan untuk finishing lantai
jenis keramik, homogeneous tile, pelaksanaan pembongkaran atau
pengupasan lantai existing cukup dengan ketebalan 2cm, sedangkan
untuk finishing Granit pembongkaran/pengupasan lantai sampai dengan
plat beton struktur.
4) Puing-puing hasil bongkaran harus segera dibuang keluar dari lokasi
pekerjaan (proyek).
5) Semua material bongkaran yang masih utuh dan dapat dipergunakan
kembali, harus diserahkan kepada Konsultan MK dan diberikan Pemberi
Tugas.
2) PASANGAN DINDING PARTISI GYPSUM
A. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat - alat bantu lainnya untuk pelaksanaan
pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan
sempurna.
2. Meliputi seluruh pekerjaan dinding partisi gypsum sesuai yang
ditunjukan dalam gambar.
3. Pekerjaan dinding partisi gypsum ini meliputi sebagai berikut :
- Pas. Rangka metal stud uk. 34x76 mm tebal 0,40 mm, rangka U run-
ner uk. 25x76 mm tebal 0,35 mm.
- Pas. Penutup Dinding Gypsum tebal 12 mm
B. Persyaratan Bahan
12
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
1. Contoh-contoh bahan harus ditunjukan kepada konsultan pengawas/MK
untuk disetujui sebelum mulai pelaksanaan.
2. Bahan material harus tersedia di lapangan/site sesuai dengan jadwal
pelaksanaan, semua barang dan bahan harus disimpan ditempat yang
kering memakai alas dan dijauhkan dari tempat-tempat yang lembab
dan air hujan.
3. Semua barang pekerjaan yang telah selesai dan diperiksa tapi belum
diserahkan harus dijaga, dipelihara keutuhannya oleh pelaksana.
Apabila terjadi kerusakan barang akibat pelaksana, maka kerusakan
tersebut harus diperbaiki tanpa menjadi beban tambahan kepada
pemberi tugas.
C. Material dan Syarat Pelaksanaan
1. Gypsum
- Ketebalan yang dipakai 12 mm per panel, tidak retak atau
pecah/melengkung mempunyai lapisan luar paper cover dipasang
sesuai gambar detail dengan mempergunakan.
2. Rangka Partisi
- Bahan rangka metal stud dan dan metal runner galvanized steel yang
memenuhi persyaratan pabrik. bahan-bahan pelengkap seperti sekrup,
baut, mur, paku metal fittings yang akan berhubungan dengan udara
luar dibuat dari besi yang galvanis. berkas-berkas pekerjaan harus
halus dan rata permukaan.
- Untuk unit yang dipasang harus diberi tanda agar tidak terjadi
kesalahan pemasangan.
- Pekerjaan pemasangan dilakukan sesuai dengan gambar.
- Pemasangan dinding partisi harus benar-benar siku, lapisan dinding
dilapis dengan wallpaper atau di sesuaikan dengan gambar rencana.
D. Syarat Pemeliharaan
Perbaikan
1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding partisi yang
rusak/cacat/kena noda. Perbaikan dilaksanakan sesuai pangarahan
Konsultan Pengawas dan atau Pemberi Tugas dan tidak mengganggu
pekerjaan finishing lainnya.
2. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu
pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki
13
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan
Pengawas dan atau Pemberi Tugas. Biaya yang timbul untuk
pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggungan Pemborong.
Pengamanan
Pemborong wajib mengadakan perlindungan dan pengamanan terhadap
pemasangan dinding partisi gypsum board dan dinding partisi kaca yang
telah dilaksanakan. Biaya yang ditimbulkan untuk
melindungi/pengamanan pekerjaan ini sudah termasuk di dalam
penawaran Pemborong.
E. Syarat Penerimaan
1. Hasil pemasangan komponen dinding-dinding partisi
harus tepat (presisi) pada posisinya serta dapat berfungsi dengan baik
dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan pelak-
sanaan.
2. Hasil pemasangan dinding-dinding partisi harus meru-
pakan hasil pekerjaan yang selaras terhadap lantai dinding ataupun
plafondnya.
3. Hasil pekerjaan dinding-dinding partisi satu sama lain-
nya harus menjadi satu kesatuan yang kokoh (tidak menimbulkan
goyangan karena tekanan beban horizontal) dan tidak terjadi keboco-
ran suara antara ruangan satu dan lainnya yang dibentuk oleh peker-
jaan ini.
3) PEKERJAAN PASANGAN LANTAI VINYL
A. LINGKUP PEKERJAAN
1. Meliputi bagian-bagian permukaan lantai dan dinding sesuai dengan
yang di tunjukan dalam detail gambar. Dalam hal ini termasuk
pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, alat-alat dan peralatan
pembantu lainnya.
2. Pemasangan lantai Vinyl pada ruangan sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar.
B. PERSYARATAN BAHAN
1. Bahan harus mempunyai kualitas yang baik, tahan lama terhadap
Goresan, Anti Static, Hygienis, Low VOC, Bebas DOP, Logam Berat,
14
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Pthalate, Formaldehide dan Benzena, mampu mencegah pertumbuhan
jamur dan bakteri, mudah dibersihkan dan mudah dalam perawatan
disertai GARANSI dari pabrik.
2. Bahan adalah heterogenus vinyl berbentuk modular terbuat dari
lapisan-lapisan material yang menjadi satu kesatuan dengan susunan
lapsian perlundungan terhadap abrasi yang terbuat dari PVC murni
dengan ketegori PUR dan teknologi TopCleanXP dengan ketebalan
0,3mm dengan kandungan pvc type 1 (satu) berarti kandungan pvc
lebih dari 80% sesuai ISO 10582. Berat total material 3400gram per
meterpersegi dengan format modular yang terdiri dari plank 15,2cm x
91,4cm; 22,9cm x 121,9cm dan 30,5cm x 61cm. Ketebalan total
produk 2,0mm, tidak menyusut, mempunyai ketahanan tinggi
terhadap Noda, bekas sol sepatu, roda karet dan bahan-bahan kimia
pembersih lantai, Anti Slip, Anti Static.
3. Bahan harus bersertifikat dan termasuk dalam kategori klasifikasi
sebagai berikut :
- Static Electrical Property : kelas EN 1815 ≤2.0 kV, tebal lapisan 2,0
mm
- Reaction to fire EN9239-1 ≥8kW/m2,EN 11925-2 pass, EN 13501-1
kelas
Bfl-S1
- Slip Resistance : DIN 51130 Grup R9
- Chemical Ressistance : ISO 26987 Good Ressistance
- Binder Content : EN ISO 10582 Type 1 > 80%
- Color Fastness : ISO 105-B02 level 6
- Classification : ISO 10874-EN 685 kelas
- Domestic : 23 heavy, Commercial : 31 heavy
- Dimentional stability ISO 23999 ≤0,25%
- Residual indentation ISO 24343-1 : 0,03mm
- Castor chair ISO 4918 no damage
- Furniture leg EN 424 no damage
15
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Bidang vinyl harus dalam bentuk ‘modular’dengan format plank
15,2cm x 91,4cm; 22,9cm x 121,9cm dan 30,5cm x 61cm total berat
3,4 kg/m2
5. Warna dan corak bahan di ajukan oleh kontraktor dengan persetujuan
Konsultan Perencana, Manajemen Konstruksi dan atau Pemberi Tugas.
6. Merk pabrikasi bahan : Tarkett, Polystyl, disertai bukti sertifikat
keaslian dan surat dukungan dari pabrik.
C. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Bidang permukaan lantai harus rata
dan kuat, tidak terdapat retak-retak, tidak ada lubang dan celah-
celah, bebas debu, bebas lemak dan minyak, sisa mortar dll.
2. Batas ruangan/lokasi pemasangan
yang berupa dinding/partisi harus sudah selesai dikerjakan (kecuali
pengecatan, wall covering dan sejenisnya), plint/skirting lantai
jangan dipasang terlebih dahulu, tunggu hingga pemasangan lantai
vinyl selesai.
3. Pekerjaan lapisan vinyl harus rapi
dan dilakukan sesuai dengan yang dipersyaratkan dari pabrik yang
bersangkutan sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan bermutu baik
dan dapat tahan lama.
4. Jika plafond menggunakan plafond
acoustic atau sejenisnya, sebaiknya pemasangan panel plafond
ditunda hingga pekerjaan pemerataan lantai diselesaikan terlebih
dahulu.
5. Pekerjaan lapisan vinyl dilakukan
setelah pekerjaan finishing yang lain seperti plafond, dinding,
pekerjaan ME, pengecatan selesai dilaksanakan.
D. SYARAT-SYARAT PENYIMPANAN
Tempat penyimpanan barang harus terhindar dari genangan air, tidak
lembab, terhindar dari cuaca (panas matahari/air hujan) dan selalu
bersih. Gulungan Vinyl harus di letakkan dalam posisi berdiri.
E. TAHAP PENGERJAAN VINYL
16
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Tahapan pengerjaan Vinyl Flooring dibagi menjadi 2 Tahap : pekerjaan
perata lantai vinyl dan pemasangan lantai vinyl.
1. PENGERJAAN PERATA LANTAI VINYL
a. Lingkup pekerjaan
- Lingkup pengerjaan dibagi dua yaitu
pengerjaan screeding dan self levelling
- Yang termasuk dalam poin 1.1 termasuk
pengadaan tenaga kerja dan material yang sesuai dengan
speksifikasi ruangan yang akan digunakan.
- Screed adalah lapisan setelah concrete
dengan ketebalan minimal 4 cm, Screed tanpa finishing
acian/penghalusan. Screed harus rata dengan kondisi dalam
setiap bentangan 2 meter, selisih ketinggian antar permukaan
screed (toleransi) adalah 2 milimeter.
b. Persyaratan bahan
- Material screeding harus mempunyai kuat
tekan minimal 22,5 N / mm2, tidak abrasi dan kelembaban
maksimal 4% CM.
- Material self levelling harus mempunyai
kuat tekan minimal 22,5 N / mm2 dan tidak boleh lembab serta
mempunyai ketidakrataan maksimal 2 mm per jarak 2m
- Material screeding terdiri dari Semen OPC,
Pasir Silika dengan gradasi 8 – 16 los, dan screening dengan
diameter 8 – 10 mm serta berbagai aditif
- Material self levelling terdari dari Semen
OPC, Pasir Halus, Kalsium dan aditif
c. Standarisasi Screed
- Mengikuti standard EN 13813
- Ada 4 syarat untuk self levelling, yaitu
17
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
a. CT berbahan dasar semen
b. C20 mempunyai kuat tekan setelah 28 hari minimal 20 N
/mm2
c. F7 mempunyai kuat lentur setelah 28 hari minimal 7 N /
mm2
d. A2 mempunyai ketahanan terhadap api setelah 28 hari
hingga kelas A2
d. Standarisasi Self Leveling
- Mengikuti standard EN 13813
- Ada 4 syarat untuk self levelling, yaitu
a. CT berbahan dasar semen
b. C25 mempunyai kuat tekan setelah 28 hari minimal 25
N /mm2
c. F7 mempunyai kuat lentur setelah 28 hari minimal 7 N /
mm2
d. A2 mempunyai ketahanan setelah 28 hari terhadap api
hingga kelas A2
d. Metode Screed
- Metode Screed terdiri dari 3 berdasarkan jenis pengerjaan
a. Bonded Screed. Screeding yang melekat dengan baik ke Beton.
b. Unbonded Screed with Membrame Proof. Screeding yang tidak
melekat ke lantai Beton namun ada lapisan untuk mencegah air
tanah keluar atau kelembaban.
c. Unbonded Screed with Insulated Floor. Screeding yang melekat
diatas insulated floor, baik insulation terhadap suhu maupun
suara.
18
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Material yang direkomendasikan adalah UZIN K 225 dan
menggunakan Mapei Planicrete SP atau UZIN PE 360 sebagai
bonding agen.
- Fungsi dari Mapei Planicrete SP atau UZIN PE 360 ada 3 yaitu
memperekat screed dengan beton, mengikat debu dan sebagai
tanda jika terjadi kerusakan apakah sudah diberi PE 360 atau
belum.
- Untuk proyek yang waktu pengerjaan singkat. Sebaiknya
menggunakan Mapei Topcem Pronto dikarenakan waktu
pengeringan yang cepat.
e. Cara Pelaksanaan
- Bersihkan lantai beton dari kotoran yang tidak merekat dengan
baik, contoh bekas adukan plesteran atau sisa beton
- Pastikan lantai beton tidak retak dan lembab
- Pasang relat siku atau aluminium jidar yang digunakan sebagaii
patokan ketebalan aplikasi
- Aplikasikan Mapei Planicrete SP atau UZIN PE 360 dengan
menggunakan roll secara merata di lantai
- Aduk Mapei Topcem Pronto atau UZIN K 225 dengan air bersih
sesuai takaran yang disarankan dari pabrik. Gunakan mesin
molen untuk hasil yang baik dan homogen.
- Ketika masih basah, aplikasikan Mapei Topcem Pronto atau
UZIN K 225 ke lantai yang sudah dilapisi Mapei Planicrete SP
atau UZIN PE 360.
- Taruh material screed Mapei Topcem Pronto atau UZIN K 225
ke lantai dan ratakan dengan menggunakan jidar aluminium.
- Setelah rata, haluskan dengan menggunakan roskam besi
sehingga screeding padat dan halus
- Beri dilatasi pada lantai tiap 6 x 6 m dan isi dengan material
yang fleksibel
19
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Untuk ketebalan disarankan 20 – 50 mm. Jika ketebalan 50 – 69
mm, tambahkan kawat ayam untuk perkuatan ditengahnya.
Jika ketebalan 70 – 100 mm, tambahkan wiremesh m4 pada
lantai screeding.
- Untuk ketebalan dibawah 20 mm sebaiknya gunakan Mapei
Topcem Pronto. Mapei Topcem Pronto juga bisa digunakan
untuk sebagai patching atau dempul pada lubang di lantai.
- Diamkan hingga kering selama 21 – 28 hari untuk UZIN K 225
atau 3 hari untuk Mapei Topcem Pronto
f. Alat Kerja Screeding
- Jidar Aluminium atau Siku sebagai penanda ketebalan aplikasi
- Roskam
- Gelas Ukur Air
- Molen atau Tempat untuk aduk
- Roll
g. Cara Pemeriksaan Lantai Screeding
- Untuk pengujian C20, gunakan hammer test untuk menguji
- Untuk pengujian Abrasi gunakan Scratcher ex Wolff Germany
- Untuk pengujian kelembaban gunakan Moisture Meter ex Wolff
Germany
- Untuk ketidakrataan gunakan Laser Level Meter
20
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
h. Cara Pelaksanaan Self Levelling
- Bersihkan lantai screeding dari debu atau kotoran yang tidak
merekat denganbaik
- Periksa lantai screed sebagai berikut
a. Kuat Tekan min 22,5 N / mm2
b. Tidak Lembab atau maksimal 4% CM
c. Tidak abrasi atau lulus RiRi level 2 untuk area komersial
d. Tidak retak
e. Melekat dengan baik
- Jika semua syarat di poin 6.2 terpenuhi, maka aplikasikan
Mapei Planicrete SP ke lantai screeding secara merata
- Diamkan selama 15 menit atau kering
21
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Aduk Mapei Ultraplan Eco dengan Air Bersih sebanyak 25% dari
berat Mapei Ultraplan Eco dengan menggunakan bor mixer
- Aplikasikan Mapei Ultraplan Eco ke lantai yang sudah
diaplikasikan Mapei Planicrete SP
- Ratakan dengan wipping blade atau screed rake atau jidar
aluminium
- Aplikasikan roll duri secara merata. Tujuan dari aplikasi ini
adalah untuk membuat udara yang terjebak keluar dari
material self levelling
- Diamkan selama 24 jam untuk proses pengeringan
i. Alat Kerja Self Levelling
- Roll
- Wadah untuk aduk
- Bor Mixer
- Wipping Blade
- Spike Roller
- Spike Shoe
22
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
j. Metode Perbaikan
- Jika lantai lembab, sebaiknya gunakan Mapei Mapecoat i600W
atau UZIN PE 460 dengan metode impregnasi. Aplikasikan
sebanyak 2 lapis dengan jeda waktu pelapisan adalah 6 – 8 jam.
Taburkan pasir kering halus ketika masih basah atau belum
kering pada lapisan terakhir.
- Jika lantai abrasi atau tidak masuk kuat tekannya, sebaiknya
gunakan Mapei Mapecoat i600W atau UZIN PE 460 dengan
metode impregnasi. Aplikasikan sebanyak 1 lapis dengan jeda
waktu pengeringan adalah 6 – 8 jam. Taburkan pasir kering
23
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
halus ketika masih basah atau belum kering pada lapisan
terakhir.
- Jika lantai retak, sebaiknya perbaikan menggunakan metode
jahit. Metode Jahit yaitu sepanjang garis retakan dipotong
secara melintang dengan menggunakan mesin gurinda dan mata
potong keramik atau beton setiap 20 – 25 cm. Setelah
pemotongan selesai dilakukan sepanjang garis retakan
dilakukan pembesaran retakan dengan menggunakan mesin
gurinda tangan dengan mata potong keramik atau beton.
Vacuum debu atau kotoran yang ada. Kemudian isi potongan
melintang tersebut dengan besi atau aluminium atau paku 5.
Setelah itu baru aduk Mapefloor i600w atau UZIN PE 460 dan
tuang kedalam bekas potongan tersebut hingga penuh. Setelah
penuh tabur pasir kering secara merata disepanjang retakan
tersebut. Biarkan kering hingga 6 – 8 jam.
2. Pemasangan Vinyl Flooring
a. Setelah tahapan levelling selesai dikerjakan, maka tahapan
selanjutnya adalah aplikasi / pemasangan vinyl flooring .
b. Sebelum dilakukan pemasangan lantai vinyl, selesaikan dahulu
pekerjaan yang tersisa seperti pemasangan panel plafond, acoustic,
sisa pekerjaan ME, pengecatan, wall covering dan lain sebagainya,
gunakan scaffolding dengan roda karet untuk pelaksanannya.
Koordinasikan bila ada pemasangan/instalasi mesin-mesin berat
sehingga pengangkutannya tidak merusak vinyl yang akan dipasang.
c. Pastikan permukaan lantai telah bersih dari segala pertikel
debu/kerikil/minyak dll, lumuri Adhesive lem / perekat yang
memenuhi standarisasi pemasangan untuk area/segmen kesehatan
yaitu ; TIDAK BERBAU, TIDAK MENGANDUNG TOXIN, TIDAK
FLAMMABLE ( tidak mudah terbakar ) atau dengan kata lain adhesive
yang digunakan harus WATERBASE memenuhi spesifikasi dari pabrik
pembuat vinyl, dengan waktu kerja [Link] Mapei Ultrabond
Eco V4SP, Thomsit K188E, Uzin KE2000S, Bostic Sadertac V6 dan
setara.
24
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
d. Bersihkan lantai vinyl yang sudah dipasang dengan di pel
menggunakan netral detergent,lalu keringkan. Biarkan lantai vinyl
+/- 24 jam sebelum digunakan.
3. Aplikator dan Garansi
Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh aplikator dan prodak memiliki
garansi 10 tahun.
4) PEKERJAAN PASANGAN HPL
A. Umum
1. Uraian Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi ruang-ruang sesuai petunjuk gambar
rencana. Persyaratan teknis lainnya untuk Pelaksanaan pekerjaan HPL
adalah :
a. Bahan.
b. Peralatan.
c. Tenaga.
d. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan HPL.
e. Standar Nasional Indonesia dan International Organization for Standard-
ization:
- SNI ISO 4586:2 – 2017 – Laminasi dekorasi tekanan tinggi (HPL, HPDL) -
Lembaran dari resin termoseting (biasanya disebut laminasi) - Bagian
2: Penentuan sifat-sifat (ISO 4586-2:2015)
- SNI ISO 4586:7 – 2017 – Laminasi dekorasi tekanan tinggi (HPL, HPDL) -
Lembaran dari resin termoseting (biasanya disebut laminasi) - Bagian
7: Klasifikasi dan spesifikasi untuk laminasi bercorak (ISO 4586-
7:2015).
2. Bahan
a. Bidang Dasar (Substrate)
Bidang dasar pemasangan HPL sesuai dengan persetujuan pihak
perencana dan kontraktor, dan siap untuk dilakukan finishing HPL.
TACO merekomendasikan penggunaan triplek untuk area interior yang
berpotensi terpapar kelembaban lebih tinggi dan MDF (Medium-density
25
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Fibreboard) untuk area interior yang kering sebagai bidang dasar
pemasangan HPL untuk mencapai hasil finishing yang lebih baik.
b. HPL
Tipe, motif, tekstur dan ketebalan HPL yang digunakan sebagai
finishing sesuai dengan persetujuan pihak perencana sebagaimana
tertera pada Outline spek, Boq dan Gambar
c. Perekat/Lem
Perekat/lem yang digunakan harus sesuai dengan persetujuan pihak
perencana dan kontraktor. Untuk bidang dasar berbahan kayu yang
disebutkan pada point 3.a. TACO merekomendasikan jenis lem
berdasarkan metode aplikasinya, yang mana sebagai berikut:
- Chloroprene Neoprene Contact Adhesive: Biasa dikenal dengan lem
kuning. Metode aplikasi dengan lem kuning dilakukan ketika
perekat/lem yang direkatkan pada kedua bahan, HPL dan bidang
dasar, dalam kondisi sudah kering yakni dalam 5-15 menit (lihat
informasi pada kemasan perekat/lem) setelah lem diaplikasikan.
Dalam kondisi ini, kedua bahan sudah terekat dengan cukup baik
sehingga akan sulit untuk dilepaskan.
- PVAC (Polyvinyl Acetate) Adhesive: Biasa dikenal dengan lem putih.
Metode aplikasi dengan lem putih dilakukan ketika lem yang
direkatkan pada kedua bahan, HPL dan bidang dasar, dalam kondisi
masih basah sehingga perekatan bisa dilakukan segera setelah lem
diaplikasikan. Dalam kondisi ini, kedua bahan belum terekat sehingga
masih dapat dilepaskan. Waktu rekat bisa beragam tergantung dari
properti teknis manufaktur lem terkait.
3. KUALIFIKASI PEKERJAAN
a. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing yang harus disetujui
oleh Perencana dan Konsultan Pengawas/MK
b. Mock Up: Kontraktor wajib membuat mock up/contoh pada jenis
furniture/bagian interior lainnya yang berjumlah banyak (lebih dari 5
unit) sesuai dengan gambar perencanaan.
4. PELAKSANAAN
a. Pengiriman Bahan & Produk
Bahan dikirim ke lokasi dalam keadaan terbungkus/terlindung, tidak
cacat atau rusak yang disebabkan oleh benturan, goresan atau
26
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
kerusakan dan bercak-bercak yang diakibatkan oleh zat lain, atau
sesuai dengan rekomendasi manufaktur.
b. Penyimpanan dan Penanganan Bahan & Produk
Penyimpanan sesuai dengan kondisi ideal sesuai rekomendasi
manufaktur. Kondisi ideal penyimpanan HPL adalah pada suhu ruang
(10º-36ºC) dan kelembaban/RH 50% - 65%. Penanganan bahan & produk
mengikuti arahan pengawas di lapangan dan sesuai dengan
rekomendasi manufaktur.
c. Pemeriksaan Lapangan
Dilakukan pemeriksaan pada lokasi pemasangan dan memastikan bahwa
pekerjaan dilakukan di dalam ruangan untuk aplikasi interior. Perlu
diperhatikan kondisi lapangan bersih dan terbebas dari kotoran/debu
yang dapat mempengaruhi performa akhir HPL. Pekerjaan
fasad/selubung bangunan sudah harus selesai beserta dengan
pekerjaan interior seperti pekerjaan lantai, plafond, M&E dan dinding
interior sebelum pemasangan HPL dilakukan.
d. Pemasangan HPL
Pemasangan HPL dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan
mesin bergantung pada peruntukannya. Untuk pemasangan dengan
menggunakan metode mesin, silahkan berkonsultasi dengan
manufaktur mesin terkait. Berikut adalah rekomendasi untuk
pemasangan secara manual:
i. Sebelum proses pemasangan dimulai, proses pra-kondisi (pre-
conditioning) dengan cara menyimpan HPL dan bidang dasar dalam
kondisi suhu dan kelembaban yang sama dianjurkan untuk
menghindari resiko bergelombang ataupun retak. Silahkan mengacu
pada point 5.b. untuk kondisi ideal yang dianjurkan;
ii. Pastikan pemasangan HPL dilakukan dalam kondisi lapangan yang
sesuia beserta dengan suhu dan kelembaban yang ideal (point 5.b
dan 5.c).
iii. Bidang dasar dibersihkan, bila sebelumnya pernah tertempel sesuatu
harus dibersihkan dengan mengamplas sisa-sisa perekatnya.
Dipastikan permukaannya rata dan bersih;
iv. Bidang dasar dioleskan perekat dengan menggunakan kuas, spray,
roller atau trowel. (Lihat rekomendasi perekat/lem yang digunakan)
v. Oleskan perekat ke bagian belakang HPL dengan cara yang sama
dengan point iv;
27
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
vi. Jika menggunakan lem kuning, biarkan perekat/lem kering, jika
menggunakan lem putih, proses perekatan bisa segera dilakukan;
vii. Mohon mengacu pada rekomendasi manufaktur perekat untuk
bonding time yang dianjurkan. Saat waktu perekatan tiba, gunakan
dowel rods untuk memudahkan penempelan dan mengurangi potensi
timbulnya gelembung udara. Posisikan dowel rods dengan jarak ca.
@150mm pada bidang dasar;
viii. Posisikan HPL di atas dowel rods dengan permukaan kasar yang
sudah diaplikasikan perekat di bagian dalam;
ix. Perlahan atur posisi kedua permukaan dan tempel kedua permukaan
dengan menggeser dowel rods keluar;
x. Beri tekanan dengan menggunakan J-roller atau mesin tekan/press
saat merekatkan. Proses perekatan direkomendasikan dilakukan
pada suhu ruang untuk memastikan kualitas perekatan tetap baik.
Sementara, perekatan dengan mesin press disarankan mengacu
kepada rekomendasi manufaktur mesin untuk tekanan (cold-press
dan hot-press) dan/atau suhu (hot-press) yang direkomendasikan
untuk bahan pelapis HPL;
xi. Setelah keduanya (bidang dasar dan HPL) direkatkan dengan ukuran
yang sama, bila ada sisi yang berlebih/tidak rata, dirapihkan dengan
alat potong/router atau diamplas. Kikir tepi HPL untuk
menumpulkan tepi yang tajam.
e. Perawatan
i. Jangan gunakan permukaan HPL sebagai alas langsung untuk
memotong sesuatu
ii. Sebisa mungkin jauhkan furniture berlapis HPL dari paparan
matahari (misalkan cahaya matahari yang masuk dari jendela
langsung mengenai furniture) karena berpotensi mengubah warna HPL
iii. Jauhkan dari benda bersuhu tinggi, contohnya seperti dasar teflon
yang baru saja diangkat dari kompor.
iv. Jika terpapar noda, sesegera mungkin dibersihkan. Jangan biarkan
noda menetap terlalu lama, apalagi lebih dari 60 menit.
v. Permukaan HPL harus dibersihkan secara berkala namun tidak
membutuhkan perawatan khusus, cukup dengan air dan kain lap
basah.
vi. Penggunaan produk pembersih bersifat abrasive (mengikis, seperti
spons kawat) dan cairan pembersih dengan kadar asam dan basa yang
tinggi harus dihindari, kecuali sudah berkonsultasi dengan pihak
28
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
TACO. Silahkan mengacu pada TDS untuk ketahanannya terhadap
bahan kimia.
f. Aplikator dan Garansi
Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh aplikator dan prodak memiliki
garansi untuk mutu selama 5 tahun tidak termasuk kerusakan akibat
penggunaan.
5) PEKERJAAN PASANGAN PLINT KAYU SOLID
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan
a. Uraian pekerjaan ini meliputi semua kegiatan dan pelaksanaan
pemasangan serta penyediaan bahan utama plint seperti PLINT KAYU
SOLID dan lainnya, menyiapkan tempat-tempat atau lokasi pasangan
sesuai ketentuan dalam gambar rencana.
b. Persyaratan yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut diatas
adalah:
1). Persyaratan pekerjaan penyelesaian/finishing
lantai.
2). Persyaratan pekerjaan penyelesaian/finishing
dinding.
2. Ketentuan
a. Tenaga kerja
Pekerjaan pemasangan plint harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang
sudah berpengalaman dan ahli dalam bidangnya.
b. Peralatan
Kegiatan pemasangan plint harus menggunakan alat-alat kerja yang
tepat disesuaikan dengan bahan plint yang digunakan seperti alat
potong, alat ukur (meteran), benang ukur, waterpas dan alat-alat
kerja lainnya.
3. Penyerahan
a. Sebelum pelaksanaan pemasangan plint secara menyeluruh oleh
Pelaksana Pekerjaan diminta untuk menyerahkan contoh-contoh bahan
sebagai berikut:
29
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
b. Contoh bahan plint yang digunakan atau dipasang.
1). Shop drawing yang menunjukan detail pasangan
yang jelas berdasarkan gambar rancangan dan disesuaikan dengan
kondisi lahan/lapangan.
2). Contoh-contoh tersebut guna pemeriksaan dan
persetujuan dari Pengawas Pekerjaan/Perencana.
B. Bahan
1. Bahan plint
a. Plint Kayu Solid berukuran tinggi 10cm dan tebal 1cm
b. Perekat untuk sambungan plint kayu memakai lem dan paku cacing
C. Hasil akhir
Seluruh pasangan harus rapih, kuat, permukaan pasangan plint rata dan
naad pasangan plint satu garis dengan naad pasangan ubin lantai.
6) PEKERJAAN RANGKA PENGGANTUNG PLAFOND
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan pemasangan
rangka/gantungan plafond dari bahan cross tee & main tee rangka
tersebut berfungsi sebagai penggantung plafond dari bahan akustik dan
untuk plafond gypsum, multiplek menggunakan rangka hollow galvanis
ukuran 40x40 mm dan 20x40 mm dengan tb. 0,3 mm atau bahan penutup
plafon lainnya sesuai dengan ketentuan dalam gambar rencana.
2. Ketentuan
a. Sistem
Rangka penggantung plafond adalah produk jadi dari pabrik dan di
desain khusus untuk penggantung plafond yang menjadi satu sistem
rangkaian terpadu. Komponen-komponen dari rangka penggantung
tersebut merupakan komponen lengkap untuk kebutuhan penggantung
plafond.
b. Pelaksanaan dan perencanaan
Rangka/gantungan dibuat oleh Kontraktor dalam bentuk shop drawing
berdasarkan di lapangan dan gambar plafond yang dibuat oleh
perencana.
30
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c. Tenaga ahli
Tenaga ahli untuk melaksanakan pekerjaan tersebut diatas harus
berpengalaman dan trampil dalam melaksanakan pekerjaan plafond,
sesuai dengan rekomendasi dari pabrik/agen resmi.
d. Peralatan dan tata-cara pemasangan
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan rangka dan penggantung plafond
dilaksanakan menggunakan peralatan yang memadai dan tepat
termasuk tata-cara pemasangan yang ditentukan dari pabrik.
3. Penyerahan
Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus menyerahkan :
a. Contoh approval rangka yang akan di gunakan.
b. Data-data teknis mengenai Bahan.
c. Petunjuk pemasangan dan perbaikan.
d. Shop drawing sistem gantungan, yang dibuat berdasarkan gambar
rancangan.
e. Contoh pemasangan pada suatu bidang pasangan.
B. Bahan
1. Rangka/Gantungan Plafond
Rangka/gantungan plafond yang dipakai dari bahan metal anti karat pro-
duk jadi pabrik dan direkomendir oleh produsen dari bahan penutup
plafond yang dipakai dan memenuhi standard SNI dan standard
Internasional yang berlaku, rangka penggatung dari produk/merk Knauf,
HanterDouglas.
2. Peralatan Lain
Peralatan dan accessories seperti: Wall angle, Main Tee, Cross Tee,
bracket dan lainnya merupakan bagian standard dari rangka penggantung
metal untuk plafon yang dikeluarkan oleh pabrik.
C. Pelaksanaan
1. Persiapan
Kontraktor harus memeriksa kesiapan lokasi pekerjaan untuk menentukan
posisi/elevasi rangka penggantung yang harus dipasang.
31
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Fabrikasi
Berdasarkan kondisi lokasi dan shop drawing, Kontraktor melakukan
fabrikasi semua komponen rangka penggantung plafond dengan cermat
dan tepat ukurannya.
3. Pemasangan
[Link] penggantung plafond dipasang pada lokasi yang sudah
ditentukan, pemasangan awal berupa bracket dipasang pada dak beton
dengan cara diramset tiap jarak 120 cm dan diperkuat dengan mur
baut.
b. Kawat-kawat penggantung plafond dipasang pada bracket tersebut
[Link] hanger/main frame dipasang tiap jarak 120cm dan rangka profil
lainnya dipasang sesuai dengan ukuran/pola plafon yang tertera dalam
gambar rencana, sistem pemasangan rangka gantungan plafond secara
umum harus mengikuti ketentuan/rekomendasi dari pabrik.
d. Pemasangan plafond disesuaikan dengan material dan pola pasangan
yang ditentukan dalam gambar rencana.
4. Pemeriksaan
a. Pemasangan tiap komponen rangka/gantungan plafond harus diperiksa
terhadap kelurusan, rata atau waterpass dan jarak pasangan antara
rangka satu dengan lainnya harus disesuaikan dengan dimensi bahan
plafond yang akan dipasang.
b. Pengukuran tinggi rangka penggantung harus sesuai elevasi finish yang
ditentukan dalam gambar rencana.
Hasil akhir seluruh pasangan rangka penggantung plafond harus kuat,
kokoh serta datar dan tidak bergelombang.
7) PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM BOARD
A. Umum
1. Uraian Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan
32
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
a. Uraian ini mencakup pengadaan dan pemasangan plafond dari bahan
gypsum board dengan rangka hollow galvanis. lokasi pasangan sesuai
gambar rencana dan gambar detail.
b. Persyaratan teknis lain yang berkaitan adalah:
1) Pekerjaan Rangka Penggantung dari hollow galvanis.
2) Persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan pengecatan langit-langit.
2. Ketentuan
a. Tenaga Kerja
Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang terlatih dan
telah berpengalaman memasang plafon dari lembaran gypsum.
b. Tata Cara Pemasangan
Pemasangan lembaran gypsum pada rangka penggantung mengacu pada
aturan atau ketentuan yang direkomendir oleh Pabrik.
c. Penyerahan
Sebelum pemasangan lembaran gypsum secara masal, Kontraktor harus
menyerahkan data-data teknis berupa katalog, contoh komponen
gypsum, alat penggantung dari metal dan tata cara pemasangannya.
Kontraktor harus membuat shop drawing lengkap dengan detail sesuai
dengan lapangan dan gambar rencana.
Persyaratan tersebut diatas diperlukan untuk persetujuan dari
Konsultan MK.
B. Bahan
1. Lembaran Penutup Plafond
Lembaran gypsum board dengan variasi dimensi ketebalan sebagai
berikut: tebal 9 mm & penggunaan lembaran gypsum tersebut disesuai
dengan ketentuan dalam gambar rencana.
Khusus untuk plafond pada toilet digunakan gypsum 9 mm watter
resistant tahan terhadap lembab.
2. Rangka/Gantungan
Rangka/gantungan uk.40/40mm dan 20/40mm hollow galvanized
3. Cat
Finishing plafond dicat.
33
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Pasangan shadow line/ tali air digunakan sebagai penggantinya Lis profil
gypsum
C. Pemasangan
a. Lokasi pasangan lembaran gypsum harus diukur dan ditentukan
tinggi/elevasi dari lantai tersebut, sesuai dengan ketentuan dalam
gambar rencana.
b. Rangka penggantung dipasang pada dudukannya sesuai dengan urutan
pasangan yaitu :
1) Pemasangan bracket tiap jarak 120 cm.
2) Kawat penggantung diameter 5mm dipasang pada bracket tersebut
diatas
3) Hollow 40x40mm dipasang pada jarak 120cm.
4) Hollow 20x40mm dipasang tiap jarak 60cm.
c. Gypsum board dipasang pada rangka penggantung dengan disekrup tiap
60cm.
d. Sambungan plat gypsum board satu dengan lainnya ditutup dengan
paper tape khusus untuk pasangan gypsum.
e. Bekas sekrup atau silotip dan cacat lainnya didempul dengan bahan
gypsum yang merupakan dempul khusus untuk gypsum.
f. Pemotongan atau pembuatan lubang atau bukaan pada lembaran
gypsum harus menggunakan peralatan yang tepat seperti pisau pemo-
tong (cutter), mesin bor atau peralatan lainnya yang sesuai dengan
keperluan tersebut.
g. Hasil pemotongan atau pembuatan bukaan/lubang pada lembaran
gypsum harus rata, halus dan rapi pada tempat yang tepat.
h. Pasangan langit-langit sebelum dicat harus diamplas terlebih dahulu
hingga seluruh permukaan halus dan rata.
i. Setelah seluruh pasangan lembaran gypsum terpasang secara benar dan
rapih, tahapan selanjutnya pengecatan 3x (lapis).
D. Syarat Pemeliharaan
1. Perbaikan
Kontraktor harus memperbaiki plafon rusak/cacat dalam masa
pemeliharaan, biaya yang ditimbulkan karena pekerjaan perbaikan
tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor.
34
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Pengamanan
Kontraktor harus melakukan perlindungan terhadap hasil pekerjaan yang
telah dilaksanakan dan dihindari dari kerusakan. Biaya yang ditimbulkan
akibat pengamanan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
E. Syarat Penerimaan
1. Kontraktor harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu
pelaksanaan, sesuai dengan pengarahan dan persetujuan Pengawas
Pekerjaan.
2. Hasil pasangan permukaan plafon harus rata/waterpass tidak
bergelombang.
8) PEKERJAAN CAT PLAFOND/LANGIT-LANGIT
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan
Uraian ini mencakup persyaratan teknis untuk Pelaksanaan pekerjaan
pengecatan pada permukaan langit-langit dari bahan gypsum finish cat,
multiplek finish HPL, lokasi sesuai ketentuan dalam gambar rencana.
2. Ketentuan
a) Kualifikasi Tenaga Kerja
Pekerjaan Pengecatan ini harus kerjakan oleh tenaga ahli dan
berpengalaman dalam bidang pengecatan, serta direkomendir oleh
pabrik pembuat bahan cat tersebut.
b) Pelaksanaan Pengecatan harus dikerjakan dengan pro-
sedur dan ketentuan dari pabrik cat yang dipakai, serta dibawah peng-
awasan tenaga ahli dari pabrik pembuat cat yang bersangkutan.
3. Peralatan
Pengecatan langit-langit menggunakan alat cat roller dan kuas, jika type
cat bertekstur maka peralatan yang digunakan adalah kompressor dan
alat sprayer dengan sistem semprot.
4. Garansi
Hasil pelaksanaan pekerjaan pengecatan harus mendapat jaminan atau
garansi dari pabrik berlaku selama 6 bulan terhitung dari saat serah ter-
ima pertama.
35
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Jaminan tersebut meliputi :
Menjamurnya bidang cat, terkelupasnya lapisan cat, lunturnya warna asli.
5. Penyerahan
Sebelum pelaksanaan pengecatan, Kontraktor diminta untuk menyerahkan
contoh, katalog dan data-teknis/petunjuk pemakaian dari bahan Cat yang
akan dipakai, guna penentuan warna serta persetujuan pemakaian oleh
Pengawas Pekerjaan/MK dan Perencana.
B. Bahan
1. Bahan Cat
a. Pengecatan langit-langit secara umum menggunakan cat Arcylic
Emulsion A 921 (interior), cat untuk exterior dengan cat Weatershield A
918, warna ditentukan kemudian oleh Perencana yang di setujui
bersama.
b. Khusus untuk pengecatan langit-langit pada ruang tertentu (interior)
dapat juga menggunakan cat dari produk lain, penggunaan cat tersebut
terlebih dahulu harus melalui persetujuan Konsultan MK dan Perencana.
2. Bahan-Bahan Lain
Bahan lain yang digunakan sebagai kelengkapan dari sistem pengecatan
untuk pekerjaan pengecatan seperti bahan dempul dan lainnya harus
direkomendasi dari pabrik bahan cat yang dipakai.
C. Pelaksanaan
1. Persiapan
a) Bidang pekerjaan yang akan dicat harus bersih dari
kotor minyak, gemuk, percikan semen atau kotoran lain yang dapat
mempengaruhi daya rekat pengecatan.
b) Permukaan langit-langit harus dalam kondisi kering,
dengan kelembaban maksimum 4% diukur dengan menggunakan
peralatan ukur kelembaban.
c) Sekitar area langit-langit yang dicat seperti lantai dan
dinding harus dilindungi dengan lembaran plastik agar tidak kotor
akibat percikan cat.
d) Khusus untuk permukaan langit-langit dari beton,
sebelum dicat terlebih dahulu dibersihkan dan diratakan serta
dihaluskan dengan digurinda/amplas hingga permukaan halus.
36
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Pengecatan
a) Prosedur dan tahapan pengecatan sesuai ketentuan
dari pabrik cat.
b) Pelaksanaan pengecatan menggunakan alat rol dan
dikerjakan secara hati-hati karena mempertimbangkan terhadap
gangguan/kotor pada lantai dan finishing dinding lainnya.
c) Pengecatan lapis pertama dan lapis berikutnya selisih
waktu minimal 24 jam, jumlah lapis untuk tiap bidang pengecatan baik
untuk interior maupun exterior adalah 2 lapis cat finish/akhir.
3. Hasil Pengecatan
Hasil Pengecatan untuk warna harus rata dan halus dalam tekstur, kuat,
tahan terhadap pengaruh udara maupun cuaca.
D. Syarat Penerimaan
Hasil pengecatan pada setiap permukaan bidang cat khusus warna harus
rata (tidak belang-belang), pelaksanaan sesuai dengan aturan/tatacara
yang direkomendasi pabrik serta arahan dari Konsultan MK.
9) PEKERJAAN CAT DINDING
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan peralatan pengecatan serta
pelaksanaan pekerjaan pengecatan pada permukaan dinding interior dan
exterior sesuai dengan petunjuk dalam gambar rencana.
2. Ketentuan
a) Kualifikasi Tenaga Kerja
Pekerjaan Pengecatan dinding harus dikerjakan oleh tenaga ahli dan
berpengalaman dalam bidang pengecatan, serta direkomendir oleh
pabrik pembuat bahan cat tersebut.
b) Pelaksanaan Pengecatan harus dilakukan dengan prosedur dan
ketentuan dari pabrik cat yang dipakai, serta dibawah pengawasan
tenaga ahli dari pabrik pembuat cat yang bersangkutan.
3. Peralatan
Untuk pelaksanaan pekerjaan cat tekstur dengan sistem semprot,
Kontraktor harus menggunakan peralatan yang sesuai seperti penggunaan
37
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
peralatan kompressor dan alat sprayer/semprot agar membentuk cat
bertekstur dan untuk pengecatan dinding tidak bertekstur menggunakan
alat cat roller dan kuas.
4. Garansi
Hasil pelaksanaan pekerjaan pengecatan harus mendapat jaminan atau
garansi dari pabrik berlaku selama 6 bulan terhitung dari saat serah ter-
ima pertama.
Jaminan tersebut meliputi :
Menjamurnya bidang cat, terkelupasnya lapisan cat, lunturnya warna asli.
5. Penyerahan
Sebelum pelaksanaan pengecatan, Kontraktor diminta untuk menyerahkan
contoh, katalog dan data-teknis/petunjuk pemakaian dari bahan cat yang
dipakai, guna penentuan warna serta persetujuan dari Pengawas
Pekerjaan, Perencana.
B. Bahan
1. Bahan Cat
a. Pengecatan dinding secara umum menggunakan cat Arcylic Emulsion
A 921 (interior), cat untuk exterior dengan cat Weatershield A 918,
warna ditentukan kemudian oleh Perencana.
b. Khusus untuk pengecatan dinding pada ruang tertenu (interior) dapat
juga menggunakan cat dari produk lain, penggunaan cat harus melalui
persetujuan Konsultan MK dan Perencana.
2. Bahan-Bahan Lain
Bahan lain yang digunakan sebagai kelengkapan dari sistem pengecatan
untuk pekerjaan pengecatan seperti bahan dempul dan lainnya harus
direkomendasi dari pabrik bahan cat yang dipakai.
C. Pelaksanaan
1. Persiapan
a) Bidang pekerjaan yang akan dicat harus bersih dari kotor
minyak, gemuk, lapisan organis atau kotoran lainnya yang dapat
mempengaruhi daya rekat pengecatan.
b) Permukaan bidang yang dicat harus dalam kondisi kering,
dengan kelembaban maksimum 4% diukur dengan menggunakan
peralatan ukur kelembaban.
38
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c) Retak-retak dan kerusakan lain pada bidang dinding yang akan
dicat harus diperbaiki ditambal dempul hingga rata, bahan dempul
yang dipakai adalah bahan yang mendapat rekomendasi dari pabrik
cat.
d) Khusus untuk permukaan dinding beton, sebelum pengecatan
dilaksanakan terlebih dahulu permukaan beton diratakan dan
dihaluskan dengan digurinda/amplas hingga permukaan halus dan
rata.
2. Pengecatan
a) Prosedur dan tahapan pengecatan sesuai ketentuan
dari pabrik cat.
b) Pelaksanaan pengecatan menggunakan alat rol dan
dikerjakan secara hati-hati karena mempertimbangkan terhadap
gangguan/kotor pada lantai dan finishing dinding lainnya.
c) Pengecatan lapis pertama dan lapis berikutnya selisih
waktu minimal 24 jam, jumlah lapis untuk tiap bidang pengecatan
baik untuk interior maupun exterior adalah 3 lapis, yaitu lapis 1
(pertama) cat dasar dengan lapisan Undercoat dan kemudian
dilanjutkan 2 lapis cat akhir.
3. Hasil Pengecatan
Hasil akhir pengecatan dinding untuk warna rata dan halus dalam
tekstur, kuat dan tahan terhadap pengaruh udara maupun cuaca.
D. Syarat Penerimaan
a. Pengecatan dinding dikerjakan dengan cara/prosedur
yang benar dan dengan hasil yang baik serta mengikuti arahan atau
petunjuk dari Konsultan MK.
b. Pembersihan pada permukaan lantai akibat percikan cat
harus segera dibersihkan sehingga secara keseluruhan baik dinding dan
lantai cukup bersih.
10) PEKERJAAN CAT DUCO/CAT MELAMIK
A. Umum
1. Lingkup Pekerjan
39
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Uraian ini meliputi persyaratan teknis utnuk pelaksanaan pekerjaan cat
duco/melamik pada permukaan besi/baja atau kayu seperti tercantum di
dalam gambar rencana.
2. Ketentuan
a. Warna Cat
Warna cat ditentukan oleh Konsultan Perencana berdasarkan contoh dan
catalog yang diajukan oleh Kontraktor.
b. Peralatan
Untuk pelaksanaan pekerjaan pengecatan, Kontraktor harus menggunakan
perlatan yang sesuai dan tepat guna seperti alat pengecatan dengan
kompresor.
3. Penyerahan
Sebelum mulai pekerjaan pengecatan, Kontraktor harus menyerahkan
contoh bahan :
a. Contoh dan catalog, data teknis dari bahan cat dan bahann-bahan lain
yang diperlukan guna pelaksanaan pekerjaan.
b. Contoh pelaksanaan pekerjaan pengecatan dalam komposisi lengkap.
B. Bahan
1. Bahan untuk cat melamik yang dipakai adalah dari produk PROPAN,
IMPRA.
2. Bahan untuk cat duco yang dipakai adalah dari produk NIPON 2000,
GLOTEX.
3. Bahan dempul yang dipakai adalah jenis polyster lengkap dengan
bahan campuran dari merk sampolac atau merk lain yang setara
C. Pelaksanaan
1. Komponen atau permukaan bidang yang akan dicat duco/melamik
harus sudah dibentuk permukaannya menurut ukuran seperti tertera di
dalam gambar rencana.
2. Semua permukaan yang akan dicat harus dalam keadaan halus,
bersih, kering serta rata/datar.
3. Permukaan yang tidak rata harus di dempul terlebih dahulu dengan
menggunakan bahan dempul yang telah ditentukan, tata cara pengecatan
menurut petunjuk dari pabrikya.
40
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Selama atau sesudah selesainya proses pelaksanaan pekerjaan
pengecatan, semua bidang pengecatan harus dilindungi dari segala
kemungkinan gangguan rusak atau kotor.
5. Pada prinsipnya, pelaksanaan pekerjaan pengecatan yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pembersihan permukaan bidang pengecatan.
2. Dicat dasar.
3. Didempul dan diampelas.
4. Dicat akhir 3 x (lapis) atau tebal lapisan cat 60 micron.
6. Pengecatan harus menggunakan alat semprot yang dilengapi dengan
kompresor, bertekanan anger ± 3 kg/cm2.
D. Syarat Pemeliharaan
1. Pengamanan
Pelaksanaan pekerjaan harus melakukan perlidungan terhadap pekerjaan
yang telah dilaksanakan agar dihindarkan dari kerusakan. biaya yang
ditimbulkan oleh pengamanan pekerjaan tersebut menjadi tanggung
jawab pelaksana pekerjaan.
2. Perbaikan
Apabila pada permukaan dinding, lantai dan langit-langit terkena noda
cat harus segera dibersihkan dan bidang cat yang rusak atau cacat harus
segera diperbaiki.
E. Syarat Penerimaan
Hasil pengecatan pada setiap permukaan bidang yang dicat warnanya
harus rata, rapi (tidak belang), dalam pelaksanaan mengikuti pengarahan
dari Konsultan MK serta warna sesuai dengan ketentuan dari Konsultan
Perencana.
11) PASANGAN WALLPAPER
a. Lingkup pekerjaan
Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
lainnya untuk melaksanakan pekerjaan pasangan wallpaper ,sehingga dapat
tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna sesuai dengan gambar
rencana.
b. Pekerjaan Pasangan Wallpaper
41
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Cara pemasanganya sebagai berikut :
1. Sebagai percobaan,anda tidak perlu melapisi semua dinding eksisting dan
dinding partisi gypsum. cobalah lebih dulu untuk menghias pemisah
dinding / border.
2. Kenali dulu sifat dinding,apakah lembab atau kering. sebaiknya pastikan kering
sebelum wallpaper di pasang.
3. Pada dinding baru harus menunggu sampai kering,jika di butuhkan lapisi dinding
dengan plamur dan tunggu sampai benar-benar kering.
4. Jangan terlalu banyak menggunakan perekat / lem agar tidak menimbulkan
gelembung pada wallpaper,dan hati-hatilah dalam menentukan motif yaitu
setiap bagian yang terpotong sambungan.
5. Jika ada retakan/dinding berlubang,tambal lebih dulu menggunakan plamur
sehingga cat atau wallpaper tidak terkelupas dan menyebabkan banyak tonjolan
di permukaan pelapis dinding tersebut.
6. Dalam pemasangan wallpaper anda sebaiknya cari tukang yang sudah benar-
benar ahli dalam pasang memasang wallpaper.
c. Pelaksanaan
a. Penyedia jasa wajib membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum
tercakup lengkap dalam gambar kerja atau yang diminta direksi/perencana.
Shop drawing ini harus jelas mencantumkan dan menggambarkan semua data
yang diperlukan termasuk pengajuan contoh bahan, keterangan produk, cara
pemasangan, dan spesifikasi/persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik
pembuat.
b. Shop drawing harus disetujui dahulu oleh konsultan pengawas/direksi sebelum
di mulai pelaksanaan pekerjaan.
c. Pemasangan semua perangkat perlengkapan pintu dan jendela harus rapi dan
sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan dalam gambar kerja atau
petunjuk konsultan pengawas/direksi.
d. Aplikator dan Garansi
Pekerjaan pemasangan wallpaper dilakukan oleh aplikator dan prodak memiliki
garansi 5 tahun terhadap mutu produk.
12) PEKERJAAN PASANGAN KACA
A. Umum
1. Uraian Pekerjaan
a. Lingkup Pekerjaan
42
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Uraian ini meliputi persyaratan teknis untuk pelaksanaan pekerjaan
pemasangan kaca secara umum, dipasang pada rangka pintu dan jendela
alluminium maupun rangka kayu serta pada pintu kaca frameless maupun
kaca temperd. Pekerjaan pasangannya sesuai dengan lokasi yang tertera
dalam gambar rencana.
b. Uraian pekerjaan lain yang termasuk/dipakai di dalam pekerjaan ini
adalah:
- Persyaratan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan pintu dan jendela
kayu
- Persyaratan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan pintu dan jendela
alluminium
2. Ketentuan
a. Tenaga ahli
Pelaksanaan pemasangan kaca harus dikerjakan/dilaksanakan oleh
tenaga ahli yang telah berpengalaman dalam bidangnya.
b. Peralatan
Pemotongan, pengangkatan dan penyetelan kaca harus menggunakan
peralatan yang khusus digunakan untuk maksud itu, antara lain
peralatan potong khusus kaca, kop untuk alat pengangkat lembaran
kaca dan lain-lain peralatan yang diperlukan guna pelaksanaan
pekerjaan.
3. Penanganan Pekerjaan
a. Pengangkutan dan penyimpanan serta hasil pemasangan kaca harus
dilindungi dari segala kemungkinan kerusakan fisik maupun
penyelesaian permukaannya.
b. Kerusakan yang terjadi akibat dari kelalaian perlindungan pekerjaan,
menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya, baik dalam hal
perbaikan maupun penggantian dengan pasangan baru.
4. Penyerahan
Kontraktor harus menyerahkan contoh sebelum pengadaan bahan kaca
secara menyeluruh seperti :
a. Contoh Bahan Kaca biasa, stopsol dan kaca
tempered.
b. Katalog, data teknis lainnya.
43
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c. Contoh pasangan kaca terhadap frame aluminium dan sealantnya atau
karet penjepit.
B. Bahan
1. Kaca
a. Kaca yang dipergunakan didalam pelaksanaan pekerjan ini secara
umum harus bebas dari cacat distorsi atau cacat-cacat fisik lainnya.
b. Kaca untuk pintu Frameless dipakai adalah jenis kaca tempered tebal
10mm dan 12mm sesuai dengan yang tertera dalam gambar rencana.
c. Daun pintu dan jendela rangka/frame aluminium dipasang pada bagian
dalam (interior) menggunakan kaca jenis stopsol 8mm ( blue green )
dengan variasi ketebalan penggunaan disesuaikan dengan petunjuk
dalam gambar detail rencana kusen pintu dan jedela.
d. Khusus untuk partisi kaca pada ruang tertentu menggunakan kaca
tempered dengan sandblast sesuai ketentuan dalam gambar rencana.
e. Kaca-kaca yang dipakai untuk pintu maupun jendela dari produk/merk
ASAHI MAS.
b. Joint sealant antar kaca menggunakan sealant type elastosil 121
transparant.
C. Pelaksanaan
1. Pemeriksaan Lokasi Pekerjaan
Sebelum mulai pemasangan, Kontraktor diminta untuk memeriksa
kondisi lokasi pemasangan kaca, baik dalam hal kesiapan maupun
ketelitian dan kecermatan pekerjaannya .
2. Penyimpangan
Dalam hal terjadi penyimpangan pada pelaksanaan pekerjaan pen-
dahulunya, Kontraktor diminta untuk segera melaporkan keadaan
tersebut guna penyelesaian permasalahannya.
3. Pemotongan, Pengangkatan dan Pemasangan Kaca
a. Pemotongan kaca harus lurus, rapi dan halus,
tepat ukuran, selanjutnya dipasang pada lokasi yang sudah disiapkan.
b. Semua proses pemotongan, pelubangan atau
segala sesuatu yang dapat menimbulkan perubahan dimensi bidang
pada fisik kaca harus dikerjakan sebelum kaca dipasang.
44
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Pembersihan
Seluruh pekerjaan kaca yang sudah terpasang dengan benar harus
dibersihkan sehingga kaca tetap terlihat bersih dan rapih.
D. Syarat Pemeliharaan
1. Perbaikan
Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat, perbaikan
kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu
pelaksanaan, maka Kontraktor diwajibkan memperbaiki sampai
dinyatakan diterima oleh Pengawas Pekerjaan. Biaya yang ditimbulkan
karena pekerjaan perbaikan tersebut menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
2. Pengamanan
Kontraktor harus melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan agar terhindar dari kerusakan. Biaya yang ditimbulkan oleh
pengamanan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor.
E. Syarat Penerimaan
1. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan dan gambar
perencana, shop drawing dan pengarahan yang diberikan Pengawas
Pekerjaan
1. Dalam hal ditemukan adanya goresan pada permukaan kaca sekecil
apapun bentuknya tidak dapat ditolelir harus diganti dan dikeluarkan dari
lokasi pekerjaan.
13) PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU KAYU
A. Umum
1. Uraian Pekerjaan
a) Lingkup Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan kusen dan daun pintu dari bahan kayu meliputi
penyediaan bahan, .pembuatan kusen dan daun pintu serta
pemasangan pada posisi yang ditentukan dalam gambar rencana.
b) Lingkup pekerjaan pintu adalah:
Pintu kayu solid
Pintu rangka kayu finish cat Pelitur
45
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c) Pekerjaan yang berhubungan dan diuraikan terpisah adalah:
Persyaratan teknis Pelaksanaan pekerjaan pengecatan kayu.
Persyaratan teknis Pelaksanaan pekerjaan penggantung dan pengunci.
2. Persyaratan
a) Pengeringan
Kayu dikeringkan dengan oven/dry-clean dipabrik yang mempunyai
sisitim pengeringan.
b) Anti Rayap
Semua Produk olahan kayu harus melalui proses anti rayap, anti jamur,
anti bubuk kayu.
c) Pengerjaan dan Kualifikasi Pelaksana
Kusen dan Daun Pintu harus dibuat dibengkel kerja/work shop dengan
peralatan mesin yang memproduksi semua pekerjaan kayu sesuai den-
gan dimensi yang tertera dalam gambar rencana.
Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut diatas Pelaksana Pekerjaan
harus mempekerjakan tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman mini-
mal 5 tahun.
3. Penyerahan
Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan yang dipakai, sebelum
pengadaan bahan secara total seperti:
a) Contoh bahan kayu kusen dan daun pintu yang akan dipakai.
b) Contoh bahan finishing kayu dan catalog.
c) Contoh pasangan kusen dan daun pintu pada tempat terten-
tu, contoh-contoh tersebut untuk pemeriksaan dan persetujuan pe-
makaian oleh Pengawas Pekerjaan/MK.
4. Perlindungan
a) Pekerjaan kusen dan daun pintu/jendela baik penyimpanan
hingga terpasang pada posisinya harus dilindungi dari kemungkinan
gangguan kerusakan fisik, biaya untuk perlindungan tersebut menjadi
beban Pelaksana Pekerjaan.
b) Jika terjadi kerusakan harus segera diperbaiki dan perbaikan
tersebut tidak sempurna sehingga harus diganti dengan yang baru maka
46
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
biaya penggantian tersebut menjadi beban dan tanggung jawab
Pelaksana Pekerjaan.
B. Bahan
a. Kayu
1. Kusen dan daun pintu dari kayu.
a). Kusen ukuran 5x10cm, 5x15cm dan rangka daun pintu kayu Jati dan
kamper samarinda kering oven dengan mutu/kualitas terbaik
(satu).
b). Kelembaban bahan untuk kusen dan daun pintu kayu 10% - 12%
2. Untuk pekerjaan daun Pintu Panel.
- Daun panel menggunakan rangka (frame) dari jenis kayu Jati dan
kamper samarinda dengan persyaratan mutu seperti uraian diatas.
- Pelapis finishing daun pintu menggunakan cat pelitur.
- Bahan perekat untuk pembuatan daun pintu panel menggunakan lem
Aica Aibond, lem putih (Racol).
b. Penggantung Dan Pengunci
1). Engsel ( Hings ) pintu BB 4”X3”X3 mm stainless steel dari produk/
merk Wilka, Dekson dan disetujui oleh Perencana/Pengawas
Pekerjaan
2). Lever Handle ART- 306/22 SS, Lockcase ART- 1490.55 SS, Cylinder
ART- 1400.60 NICKEL.
c. Cat
Kosen/daun pintu/jendela terbuat dari kayu difinish dicat dengan jenis
pelitur, uraian teknis pengecatan kayu diuraikan tersediri dalam RKS
ini.
C. Pelaksanaan
1. Pekerjaan Kusen dan Daun Pintu
a) Bahan-bahan kayu yang akan digunakan untuk kusen maupun
daun pintu harus diperiksa atau diteliti terhadap ukuran, cacat-cacat
pada kayu dan kelurusannya sebelum dikerjakan di work shop.
47
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
b) Kusen dan Daun Pintu/Jendela kayu difabrikasi di bengkel
kerja yang khusus digunakan untuk pekerjaan kayu dan dikerjakan
sesuai ukuran dan bentuk yang tertera di dalam gambar rencana.
c) Konstruksi frame daun pintu terdiri dari rangka kayu ukuran
penampang 3,2cmx10cm masing-masing 2 buah rangka pada posisi
vertikal atau tinggi pintu dan 4 buah pada posisi lebar pintu
(horizontal), selanjutnya rangka-rangka pintu dirangkai hingga
membetuk rangka/frame daun pintu.
d) Pemasangan pintu panel pada rangka/frame kayu
menggunakan lem yang dioles pada permukaan rangka kayu kemudian
panel ditempelkan dan dipress hingga rekat kuat.
e) Hasil pekerjaan kusen dan daun pintu kayu harus membentuk
ukuran yang tepat, sambungan/pertemuan kayu harus rapat, permuka-
an halus, rata kokoh dan kuat.
2. Pemasangan Kusen dan Daun Pintu
a) Pasangan kusen pada dinding/kolom harus menggunakan
angkur besi sebagai penguat, setiap tiang kusen diberi 3 buah angkur
besi Ø 8mm dibentuk menjadi siku-siku, pada sisi siku terpanjang uku-
ran 15cm dan sisi siku lainnya 7cm.
b) Pasangan angkur terhadap kusen pintu dan jendela dengan
cara kayu dibor hingga dalam 3cm dan dengan diameter sesuai besaran
diameter angkur yang dipakai, kemudian angkur (sisi terpanjang 15cm)
dimasukan kedalam kusen tersebut.
c) Posisi pasangan kusen terhadap dinding atau tembok harus
diberi tali air ukuran lebar 8mm dan dalam 10mm, untuk pasangan
kusen pintu kayu harus sampai permukaan lantai (tanpa dudukan/sep-
atu).
d) Pemasangan alat-alat penggantung dan pengunci harus diker-
jakan oleh tukang pintu yang berpengalaman dan ahli dalam bidan-
gnya.
e) Tiap-tiap daun pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel dengan
ukuran 4".
f) Pasangan handle dan pengunci posisinya berada 100cm dari
lantai setempat, setiap pengunci harus disertai dengan 3 buah kunci
dalam 1 (satu) set.
48
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
g) Khusus untuk daun pintu ganda, pemasangan engsel dan
penggantung pengunci sama seperti tersebut diatas dengan ditam-
bahkan/dilengkapi dengan 2 (dua) set espagnolet yang dipasang 1 di
atas dan 1 di bawah daun pintu.
Finishing kusen dan daun pintu kayu dengan melamik, uraian teknis
pengecatan melamik dijelaskan dalam pasal Pengecatan Kayu, yang
diuraikan tersendiri/terpisah pada bagian lain.
14) PEKERJAAN PINTU KACA RANGKA ALUMINIUM
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan pada pasal ini meliputi :
a. Penyediaan bahan frame aluminium untuk kusen dan pintu
b. Penyediaan bahan kaca untuk daun pintu
c. Penyiapan peralatan penggantung dan pengunci.
d. Pelaksanaan pemasangan/penempatan sesuai dengan petunjuk dalam
gambar rencana dan daftar penyelesaian bahan.
2. Persyaratan
a. Sistem rangka aluminium dipakai adalah profil-profil extrusi yang
produksi didalam negeri dengan lisensi aluminium suatu sistem luar
negeri.
b. Penggunaan bahan untuk masing-masing fungsi harus dari satu
merk/produk seperti rangka kusen dan frame daun pintu aluminium
termasuk pasangan kaca dan penggantung/penguncinya.
c. Pelaksana Pekerjaan sebelum melakukan pengadaan bahan secara
total, terlebih dahulu harus memberikan contoh-contoh bahan sebagai
berikut:
1). Contoh bahan aluminium untuk kusen dan daun pintu dan
accessoriesnya.
2). Penggantung dan pengunci dan door closer.
3). Contoh kaca untuk pintu.
4). Contoh pasangan pada lokasi tertentu.
5). Membuat gambar kerja (shop drawing).
d. Seluruh contoh tersebut untuk penilaian dan persetujuan dari
Perencana dan Pengawas Pekerjaan.
49
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
B. Bahan
1 Rangka profil aluminium merupakan produk dalam negeri dengan
standard Nasional Indonesia.
2 Alloy 6063 T5/Billet yang diguanakan harus dari aslinya (tidak dibuat
dari bahan scrap/sisa).
3 Finishing aluminium dengan anodize 18 micron ex produk ALEXINDO,
tebal berwarna ditentukan kemudian oleh Perencana.
4 Jenis extrusion depth 100mm.
Bahan lain seperti paku sekrup, karet penjepit, bahan pengisi (sealant)
harus mendapat rekomendasi dari pabrik aluminium tersebut.
Kaca yang dipakai sesuai dengan ketentuan dalam pasal Pekerjaan
Pasangan Kaca.
5 Penggantung dan pengunci yang dipakai sesuai dengan ketentuan dalam
pasal Penggantung dan Pengunci, untuk engel yang dipakai ukuran 4”.
C. Pelaksanaan
1. Pengukuran lokasi pasangan terhadap tinggi dan lebar bidang pasangan.
2. Rangka kusen dan daun pintu aluminium dipotong sesuai dengan dimensi
lobang pasangan.
3. Pemasangan/perakitan rangka kusen dan daun pintu aluminium untuk
masing-masing komponen harus dikerjakan dipabrik (work shop) secara
masinal.
4. Pasangan kusen aluminiuim pada tembok atau kolom beton dengan cara
disekrup dan diberi celah 6mm diisi dengan seal elatis jenis Poly Sulfida,
persyaratan penggunaan bahan sealant sesuai dengan standar dari
pabrik.
5. Pemasangan kaca pada frame aluminium menggunakan sealant.
6. Pasangan engsel pada daun pintu kaca rangka aluminium dipasang
sebanyak 3 buah.
7. Penggantung dan pengunci dipasang pada frame daun pintu dengan
tinggi 100cm dari lantai setempat.
8. Lokasi pemasangan door closer pada pintu-pintu aluminium disesuaikan
dengan kebutuhan yang ditentukan dalam kontrak.
50
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
D. Hasil akhir
1. Pasangan kusen pintu dan jendela kokoh, kuat dan tegak terhadap
lantai setempat.
2. Daun pintu dan jendela dapat dibuka dan ditutup berfungsi dengan
baik.
15) PEKERJAAN PENGGANTUNG & PENGUNCI
A. Umum
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pelaksanaan pekerjaan pasangan penggantung dan pengunci mencakup
pengadaan dan pemasangan atau alat-alat penggantung dan pengunci
pada semua pintu-pintu dan jendela baik dari bahan kayu maupun
aluminium. Pemasangan penggantung dan pengunci pada pintu dan
jendela sesuai dengan gambar perencanaan .
b. Persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan kusen pintu dan jendela dari
kayu maupun alluminium.
c. Persyaratan teknis Pelaksanaan pekerjaan kusen pintu dan jendela dari
aluminium.
2. Ketentuan
Pemasangan penggantung dan pengunci yang baik dan benar harus
meminta pada supplier untuk melakukan pengawasan dan memberi
petunjuk teknis mengenai prosedur pemasangan peralatan kunci dan peng-
gantung pintu.
3. Penyerahan
Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan kepada
Pengawas Pekerjaan seperti contoh dan katalog dari produk yang telah
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan atau Konsultan Perencana.
B. Bahan
Penggantung dan pengunci dari kualitas terbaik. Kunci 2 slag jenis atau
tipe ditentukan kemudian oleh Perencana.
[Link] Penggantung dan Pengunci pada Pintu Kaca Framless
Top rail, Bottom rail, Top Center steel, standard length (upper & lower
part compleate), Door Strap, Floor Spring + cover plate, Mortise Lock,
Profile cylinder PC dari merek/produk seperti tersebut diatas.
51
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
[Link] Penggantung dan Pengunci pada Pintu Alumunium
Engsel, Kunci Lock case, Double sylinder, Door closer, Handel dari
merek/produk seperti tersebut diatas.
[Link] Penggantung dan Pengunci pada Pintu Kayu
Engsel, Kunci Lock case, Double sylinder, Door closer, Handel dari
merek/produk seperti tersebut diatas.
[Link] penggantung dan pengunci serta engsel-engsel, kunci-kunci
dan door closer dari kualitas terbaik
[Link] angin, grendel, espagnolet dan lain sebagainya perlengkapan pintu
dan jendela dari kualitas yang sejajar dengan engsel serta kuncinya
seperti tersebut di atas.
[Link] dari alat-alat ini sebelum dipasang seyogianya diperlihatkan
kepada Pengawas Pekerjaan/MK, Perencana untuk mendapat
persetujuannya.
C. Pelaksanaan
Untuk pintu-pintu kayu pemasangan harus dilakukan oleh tukang-tukang
yang berpengalaman dan akhli dalam bidangnya. Sekrup-sekrup harus
tertanam rapih tanpa merusak daun pintu, kusen maupun alat-alat
penggantung dan penguci lainnya. Jika pemasangannya tidak rapih, apalagi
sampai ada yang cacat, dapat mengakibatkan seluruh pintu harus diganti
atas beban biaya Kontraktor.
Khusus untuk daun pintu swing single door/double door letak/tinggi
pasangan penggantung dan pengunci adalah 100cm dari lantai setempat.
D. Syarat Pemeliharaan
Kontraktor wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan agar terhindar dari kerusakan. Biaya yang ditimbulkan oleh
pengamanan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor.
E. Syarat Penerimaan
Pemasangan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam standard
pelaksanaan pabrik dan semua pasangan pengunci dapat berfungsi dengan
baik.
52
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
16) PEKERJAAN BACKDROP
A. U m u m
1. Lingkup pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan barang/bahan dan pelaksanaan serta
pemasangan backdrop dari bahan kayu/multiplek termasuk
pemasangan accessories seperti penggantung dan pengunci, lokasi
pasangan sesuai ketentuan dalam gambar rencana.
[Link] pekerjaan lain yang terkait di dalam pekerjaan ini adalah:
1) Persyaratan teknis pekerjaan finishing interior yang di tunjukkan
dalam gambar rencana.
2) Persyaratan teknis pekerjaan kayu.
3) Persyaratan teknis pekerjaan finishing pengecatan & HPL.
2. Ketentuan
a. Pekerjaan pemasangan backdrop harus dikerjakan oleh tenaga ahli dan
berpengalaman dalam bidangnya.
b. Pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas dikerjakan dengan peralatan
yang memadai sesuai dengan fungsi pekerjaannya, seperti alat potong
kayu (gergaji listrik), bor untuk kayu, serutan, kompresor untuk
finishing pengecatan dan peralatan lainnya.
c. Sebelum pemasangan, Pelaksana Pekerjaan harus memberi tahu/ijin
kepada Pengawas Pekerjaan/MK agar dapat memastikan bahwa semua
lokasi pasangan pekerjaan sudah siap/benar.
3. Penyerahan
Sebelum pekerjaan ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan
contoh bahan yang akan digunakan kepada Pengawas Pekerjaan contoh-
contoh tersebut antara lain :
a. Katalog atau brosur bahan-bahan yang akan digunakan
b. Contoh-contoh bahan backdrop yang akan digunakan.
c. Contoh penggantung dan pengunci.
d. Contoh bahan finishing cat
Pelaksanaan selanjutnya dapat dikerjakan setelah penyerahan contoh-
contoh tersebut disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
53
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
B. Bahan
1. Bahan utama
a. Kayu lapis dari kualitas baik/super dengan Uk. 25 X 50 mm produk ex.
dalam negeri.
b. Pendukung utama kayu solid kamper samarinda oven dari bahan
playwood Uk. 25 X 50 mm sesuai dengan detail gambar rencana.
c. Perekat yang digunakan dari merk/produk Herferin dan Rackool (lem
kayu ke kayu).
d. Lapisan Multiplek 9 mm & 15 mm
e. Rangka Hollow Galvanized 40x40x1,4mm
2. Finishing
a. Finishing dengan lembaran cutting laser finish cat duco,ketentuan
penggunaannya sesuai dengan notasi finishing yang tertera dalam
gambar rencana.
b. Finishing menggunakan HPL.
C. Pelaksanaan
1. Persiapan
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan komponen , terlebih
dahulu dilakukan pemeriksaan kondisi lokasi pasangan.
b. Pengukuran terhadap letak/posisi pasangan sesuai ketentuan dalam
gambar rencana.
17) PEKERJAAN WALL ART
A. U m u m
1. Lingkup pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan barang/bahan dan pelaksanaan serta
pemasangan Wall art dari bahan kayu/multiplek termasuk pemasangan
accessories seperti penggantung dan pengunci, lokasi pasangan sesuai
ketentuan dalam gambar rencana.
[Link] pekerjaan lain yang terkait di dalam pekerjaan ini adalah:
1) Persyaratan teknis pekerjaan finishing Wall art yang di tunjukkan
dalam gambar rencana.
2) Persyaratan teknis pekerjaan kayu.
54
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
3) Persyaratan teknis pekerjaan finishing Wallpaper & Pengecatan.
2. Ketentuan
a. Pekerjaan pemasangan harus dikerjakan oleh tenaga ahli dan
berpengalaman dalam bidangnya.
b. Pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas dikerjakan dengan peralatan
yang memadai sesuai dengan fungsi pekerjaannya, seperti alat potong
kayu (gergaji listrik), bor untuk kayu, serutan, kompresor untuk
finishing pengecatan dan peralatan lainnya.
c. Sebelum pemasangan, Pelaksana Pekerjaan harus memberi tahu/ijin
kepada Pengawas Pekerjaan/MK agar dapat memastikan bahwa semua
lokasi pasangan pekerjaan sudah siap/benar.
3. Penyerahan
Sebelum pekerjaan ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan
contoh bahan yang akan digunakan kepada Pengawas Pekerjaan contoh-
contoh tersebut antara lain :
a. Katalog atau brosur bahan-bahan yang akan digunakan
b. Contoh-contoh bahan wall art yang akan digunakan.
c. Contoh bahan finishing cat & wallpaper
Pelaksanaan selanjutnya dapat dikerjakan setelah penyerahan contoh-
contoh tersebut disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
B. Bahan
1. Bahan utama
a. MDF Board Uk. 9 mm dan 18 mm .
b. Pendukung utama adalah pekerjaan Cutting Laser pada setiap wall art
sesuai dengan gambar rencana
c. Perekat yang digunakan dari merk/produk Herferin dan Rackool (lem
kayu ke kayu).
d. Rangka Hollow Galvanized uk. 40x40x1,4mm & 20x40x1,4mm
2. Finishing
a. Finishing dengan lembaran cutting laser finish cat duco,ketentuan
penggunaannya sesuai dengan notasi finishing yang tertera dalam
gambar rencana.
b. Finishing menggunakan HPL & Wallpaper .
55
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
C. Pelaksanaan
1. Persiapan
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan komponen , terlebih
dahulu dilakukan pemeriksaan kondisi lokasi pasangan.
b. Pengukuran terhadap letak/posisi pasangan sesuai ketentuan dalam
gambar rencana.
18) PEKERJAAN DINDING PARTISI LIPAT
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan
dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat
tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Meliputi pekerjaan dinding partisi Lipat sesuai dengan yang ditunjukan
dalam gambar.
c. Material dan Syarat Pelaksanaan
- Partisi Lipat ( Moveble Partition ) PANEL TYPE WP 65 – STC 48 , tebal 65 m
d. Aplikator dan Garansi
Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh aplikator dan prodak memiliki
garansi 5 tahun terhadap sparepart.
19) PEKERJAAN ATAP
A. LINGKUP PEKERJAAN
56
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan
peralatan yang akan dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan
pemasangan penutup atap seperti yang ditunjukkan dalam gambar
rencana.
B. BAHAN
b. Rangka kaso menggunakan baja ringan C-75 tebal 0,75
mm
c. Reng menggunakan baja ringan 45 mm tebal 0,40 mm
d. Penutup atap menggunakan spandek ecotrim 1060 mm, dengan
ketebalan 0,40 mm
C. PELAKSANAAN
1. Mengukur jarak tumpuan desain kuda-kuda baja ringan. Ada beber-
apa faktor dalam mendesain kuda-kuda yaitu kekuatanya dalam
menahan beban atap (kemiringan atap agar air hujan dapat mengalir
dengan lancar) dan menentukan panjang top cord. Jangan lupa
menyertakan tenaga yang sudah ahli dalam pekerjaan struktur
rangka atap agar tidak terjadi gagal struktur. Sekaligus dapat mem-
perhatikan bagaimana cara pasang atap spandek yang dilakukan.
2. Pemasangan Kaso baja ringan.
Setelah desain selesai barulah pemasangan kaso dapat dilakukan.
3. Pemasangan reng baja ringan
Pemasangan reng tergantung pada jenis penutup atap yang akan di
pergunakan. Karena reng harus pas dengan lebar daun atap, jadi
jarak antar reng tidak selalu sama tergantung jenis penutup atap
yang digunakan.
4. Pemasangan penutup atap
Pemasangan atap spandek sebaiknya dilakukan dengan rapi agar
tidak terjadi kebocoran.
5. Pemasangan nok/karpus/flasing perlu dilakukan dengan teliti, rapi
dan kuat.
57
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
6. Pemasangan rangka atap dan penutup atap dilakukan oleh aplikator
yang sudah berpengalaman
7. Aplikator dan Garansi
Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh aplikator dan prodak memiliki
garansi 10 tahun terhadap daya tahan korosi.
D. SYARAT PEMELIHARAAN
1. Perbaikan
a. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat,
perbaikan dilaksanakan dengan memperhatikan pekerjaan lain-
nya sehingga tidak mengganggu pekerjaan yang sudah dipasang.
b. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada
waktu pelaksanaan, maka Pemborong diwajibkan memperbaiki
sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas.
Biaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan perbaikan tersebut men-
jadi tanggungjawab Pemborong.
2. Pengamanan
Pemborong harus melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang
telah dilaksanakan agar dapat dihindarkan dari kerusakan. Biaya
yang ditimbulkan oleh pengamanan pekerjaan tersebut menjadi
tanggungjawab Pemborong.
E. SYARAT PENERIMAAN
Pekerjaan diterima setelah semua kegiatan atau pelaksanaan telah
memenuhi persyaratan gambar perancangan, shop drawing dan
pengarahan yang diberikan Konsultan Pengawas/MK.
58
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
III. SYARAT – SYARAT TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
1. PEKERJAAN LISTRIK
1.1 UMUM
1. Uraian Pekerjaan
Termasuk dalam lingkup pekerjaan dalam kontrak ini adalah:
a. Pengadaan dan pemasangan Panel Utama dan Panel Pembagi.
b. Pengadaan dan pemasangan instalasi tegangan rendah dari Panel
Utama ke Panel Penerangan dan Daya.
c. Pengadaan dan pemasangan kabel feeder dari Panel Utama ke Panel
Pembagi sesuai gambar rencana.
d. Pengadaan dan pemasangan kabel-kabel untuk instalasi penerangan
dan stop kontak.
e. Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan.
f. Pengadaan dan pemasangan Armature Lampu sesuai dengan gambar
rencana.
g. Pembuatan grounding /Pentanahan.
59
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
h. Kontraktor wajib memenuhi mutu lingkup pekerjaan diatas, sehingga
setelah dipasang dan diuji dengan baik, didapat mutu instalasi yang
siap untuk dipakai dan juga mudah dalam pemeliharaan selama masa
pakai.
2. Standard Persyaratan
Standard yang digunakan adalah yang terakhir, sebagai berikut:
- Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1977 / 2000
- Perubahan dan Tambahan dari Komisi Bidang Listrik Indonesia urusan
PUIL – 1987 / 2000
- Peraturan-peraturan setempat yang dikeluarkan oleh PLN Daerah
Distribusi setempat
- AVE / VDE
- Peraturan-peraturan dari Dinas keselamatan Kerja Daerah setempat.
- Persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik berkenaan dengan
peralatan yang dipakai.
- Sakelar, stop kontak, konduit, doos junction box, surface mounting
box, floor duct, floor oulet, floor service box, dan perlengkapan lain
memenuhi British Standard dan IEE.
- Kabel memenuhi I.E.C, SII, SPLN
60
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
3. Pengajuan Material / Bahan
a. Kontraktor wajib menyampaikan materi Pengajuan sebanyak 3 ( tiga )
rangkap ditentukan kemudian untuk mendapat persetujuan dari MK /
Konsultan Pengawas, mencakup yang disebut dalam butir-butir berikut.
b. Kontraktor wajib membuat Gambar Rencana Kerja (Shop drawing) yang
juga mencakup Detail-detail Pemasangan, layout dan Coordinated
Ceiling Plan, set-outs, untuk disetujui Pengawas untuk pekerjaan yang
akan dilakukannya sebanyak 2 ( dua ) rangkap.
c. Kontraktor wajib mengajukan contoh-contoh bahan yang akan dipakai.
d. Segera setelah penunjukkan, Pemborong wajib menyerahkan katalog
sesuai dengan schedule material.
e. Material yang diajukan harus dilengkapi salinan sertifikat kesesuaian
mutu dari badan standarisasi yang bersangkutan.
f. Pemborong harus menyerahkan daftar material yang belum tercantum
dalam schedule material selambat-lambatnya 2 ( dua ) minggu
setelah penunjukkan, untuk mendapat persetujuan dari MK / KP
g. Semua material yang tercantum dalam schedule material bersifat
mengikat dan merupakan lampiran dokumen penawaran.
h. Kontraktor wajib menyerahkan Rencana Kerja (Time Schedule) dan
rencana kerja harian/mingguan lengkap dengan jumlah tenaga kerja
dan peralatannya.
61
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Jaminan Kualitas
a. Sub-kontraktor hanya dapat dilakukan dengan persetujuan MK / KP
b. Kehadiran subkontraktor harus dilaporkan kepada MK / KP
c. Pelaksana harus memiliki pas PLN Golongan C dan pas pemasangan dari
Telkom.
d. Gambar serta Rencana Kerja ini harus tersedia di Ruang Kontraktor dan
mudah diperiksa sewaktu-waktu
e. Setiap kemajuan pekerjaan harus dicantumkan pada Gambar dan
Rencana Kerja tersebut.
f. Kontraktor wajib menempatkan tenaga-tenaga pengawas untuk
mengawasi pekerjaanya sendiri.
g. Penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan harus selalu berada
ditempat pekerjaan dan dapat mengambil keputusan penuh, demi
kelancaran pekerjaan.
h. Hal-hal yang tidak tercantum dalam Gambar Rancangan, Gambar
Rencana kerja, maupun Spesifikasi, tetapi hal itu diperlukan untuk
kelengkapan dan kesempurnaan sistem pemasangan atau sistem kerja
suatu peralatan atau instalasi, maka hal itu menjadi tanggungjawab
Kontraktor untuk melangkapinya.
i. Kontraktor harus mengajukan gambar koordinasi instalasi pada plafon
(coordinated ceiling plan) yang menggambarkan rencana (layout) jalur
penarikan kabel dan set-out dari fixtures; dan dikoordinasikan antara
berbagai jenis instalasi, rencana plafon dan pekerjaan lain yang
berkaitan.
1.2 SPESIFIKASI MATERIAL
1. Kabel Listrik
- Kabel yang digunakan sesuai spesifikasi baik Merk, kualitas maupun
kapasitas.
- Seluruh instalasi didalam bangunan menggunakan jenis NYY dan NYM
sesuai dengan gambar.
- Seluruh instalasi yang ditanam dan berhubungan langsung dengan
tanah, harus menggunakan jenis kabel tanah NYFGBY 0.6/1 KV.
- Seluruh instalasi yang berhubungan dan dimaksudkan untuk sistem
proteksi dari kebakaran , menggunakan jenis kabel tahan api FRC.
- Sambungan kabel didalam tanah tidak diperkenankan, tanpa
persetujuan MK / Pengawas. Seandainya keadaan tidak
memungkinkan dan telah ada ijin dari Pengawas Lapangan,
Kontraktor harus menggunakan sambungan dengan resin dari merk
sesuai spesifikasi.
62
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Konduit
- Konduit yang digunakan sesuai spesifikasi baik Merk, kualitas maupun
kapasitas.
- Konduit dari jenis PVC Hi-impact, kecuali ditunjukkan lain pada
gambar.
- Peralatan bantu untuk konduit harus dilengkapi dan dipasang dengan
cara yang sebenarnya.
- Pada beberapa tempat yang ditunjukkan dalam gambar, harus
digunakan fleksibel konduit lengkap dengan alat-alat bantunya.
- Mutu konduit yang disetujui oleh pihak Pemilik dan/atau KP
- Konduit untuk instalasi penerangan dan stop kontak yang akan
ditanam didalam plat beton lantai (secara inbow), harus dipasang
sebelum pengecoran plat beton lantai dilaksanakan.
- Pada pemasangan konduit didalam beton, Kontraktor harus mengikat
konduit tersebut pada besi sedemikian rupa sehingga tahan terhadap
getaran pada waktu pengecoran.
3. Panel Listrik
- Jumlah dan jenis komponen panel listrik ditunjukkan dalam gambar.
- Tebal pelat yang digunakan minimum 2 mm untuk floor mounted dan
1.6 mm2 untuk type wall.
- Panel tenaga dan panel penerangan berdiri sendiri ( terpisah ).
- Seluruh terminal untuk penyambungan ke luar harus ada di sisi
sebelah atas panel (disesuaikan gambar).
- Terminal kabel masuk disesuaikan dengan kabel masuk.
- Kabel masuk dilengkapi dengan “cable lug” ( kabel schoen ).
- Panel harus dengan 5 bus-bar termasuk 1 bus-bar untuk pentanahan
yang besarnya minimum berukuran sesuai dengan kapaitas beban dan
mendapat persetujuan Pengawas.
- Panel-panel yang berada diluar bangunan harus diproteksi terhadap
cuaca/wheater proof
- Tiap panel diberi name plate sesuai nama panel.
- Untuk panel MDP, harus dilengkapi grounding arrester.
4. Komponen Panel
- Circuit Breaker Panel Utama Circuit Breaker untuk panel-panel
utama, harus mempunyai interrupting minimum 25 KA ( standard )
dilengkapi dengan pengaman terhadap arus lebih, arus hubung
singkat.
63
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Circuit breaker untuk penerangan, minimum mempunyai interrupting
capacity 5 KA / 8 KA sesuai dengan VDE.
- Fuse Load Break Switch : Fuse Load Break yang digunakan harus dapat
memutuskan arus pada beban. Untuk Fuse Load Break yang lebih
besar dapat digunakan sepanjang fuse pengaman yang sesuai dengan
kebutuhan.
- Ampere Meter: Ampere Meter yang digunakan dari tipe untuk
dipasang pada panel. Dilengkapi dengan Trafo Arus dengan maksimum
ratio 5.
- Volt Meter: Volt Meter yang digunakan harus dari tipe untuk dipasang
pada panel. Dilengkapi dengan Selector Switch dengan 6 posisi + 0.
- Lampu Indikasi: Lampu Indikasi dari tipe untuk dipasang pada panel.
Warna lampu disesuaikan dengan tanda phase: merah untuk R, kuning
untuk S, biru untuk T. Dilengkapi dengan fuse pengaman.
- Busbar : Material Busbar berupa Hard drawn high conductivity copper
dengan kandungan tembaga ( Cu > 99%), dibuktikan dengan sertifikat
yang menunjukkan komposisi untuk setiap jenis / ukuran busbar. Tiap
Panel terdapat 5 busbar terdiri dari 3 busbar phase R-S-T, 1 busbar
netral dan 1 busbar untuk grounding. Besarnya busbar harus
diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar
tersebut, penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL.
Masing-masing busbar diberi warna sesuai peraturan PLN, dimana
lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang
timbul. Bus bar dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai
berikut Phasa : Merah, Kuning dan Hitam ; Netral : Biru ; Ground :
Kuning / Hijau.
5. Sakelar
- Sakelar yang digunakan sesuai spesifikasi baik Merk, kualitas maupun
kapasitas.
- Sakelar dibuat dari plastik putih untuk sambungan didalam tembok
( recessed type )
- Sakelar dengan kemampuan minimum 10 Ampere 250 V.
6. Stop Kontak
- Stop Kontak yang digunakan sesuai spesifikasi baik Merk, kualitas
maupun kapasitas.
- Dalam pengadaan stopkontak harus lengkap dengan box tempat
dudukannya dari bahan metal jenis pasangan recess mounted.
64
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Two Pole & Earth, 10 A / 16 A, 220 Volt, 50 Hz, untuk keperluan
umum, screw fixed.
- Three Pole & Earth, 10 A / 16 A, 380 Volt, 50 Hz.
- Minimal16 A, 250 Volt untuk Peralatan.
7. Perlengkapan Instalasi
- Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk
melengkapi instalasi tersebut, supaya kelihatan baik dan memenuhi
persyaratan.
- Seluruh klem-klem kabel harus buatan pabrik dan tidak
diperkenankan membuat sendiri.
- Seluruh instalasi penerangan & stop kontak harus didalam konduit.
- Doos / junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan
minimum 10 cm, terbuat dari jenis logam. Setelah terpasang, doos-
doos ini harus ditutup dengan baik dengan penutup yang khusus untuk
itu.
- Semua sambungan kabel harus dipilin kawatnya dengan baik, sehingga
tidak menimbulkan beda tegangan satu sama lain, kemudian di-isolasi
dengan isolasi PVC dan terakhir diberi penutup atau Dop.
8. Lampu
a. Lampu TL LED
- Lampu, fitting, ballast dan starter yang digunakan sesuai spesifikasi.,
dilengkapi sertifikat resmi dari pabrik pembuatnya.
- Type rumah disesuaikan dengan ruang (sesuai gambar).
- Kapasitor minimal menghasilkan Cos . 0.8.
- tiap-tiap lampu dilengkapi dengan ballast
- LED tube TL5 Cool Light atau sesuai dengan persetujuan Pemilik
Pekerjaan
- Bahan besi plat dengan tebal bahan mentah minimum 0.7 mm (untuk
rumah lampu dengan louver), finishing electrostatic powder coating/
ICI Stove enamelled, dengan anti korosi RG film coating dalam larutan
dioxidin, dilengkapi dengan terminal pertanahan.
- Reflector (untuk rumah / armature lampu dengan louver) dibuat dari
alumunium mirror tebal 0.45 mm.
- Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror
- Daya tiap Lampu sesuai dengan gambar perencanaan
b. Downlight
- Tipe Downlight LED
65
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c. Lampu Emergency
- Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad
battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai
dengan 2 jam.
9. Sistem Listrik
- Sistem tegangan listrik yang termasuk dalam lingkup pekerjaan
Kontraktor adalah tegangan rendah 380 V / 220 V.
- Semua titik lampu yang mempunyai rumah terbuat dari logam dan
stop kontak harus disambungkan ke sistem pentanahan, sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
- Instalasi mengikuti ketentuan normal (dengan sumber daya dari PLN).
- Semua sistem pentanahan harus dipasang dengan baik, dengan
tahanan max 2 Ω.
1.3 PEMASANGAN / INSTALASI
1. Instalasi Tenaga
- Yang dimaksud dengan Instalasi Tenaga adalah instalasi listrik untuk
Penerangan, equipment air conditioning, pompa, fan dan lain-lain
sesuai dengan petunjuk dalam gambar.
- Kontraktor wajib memasang kabel dari panel Utama ke Panel
penerangan dan Panel-panel lain.
- Untuk penerangan diluar bangunan digunakan jenis kabel tanam, type
NYFGBY
- Kabel yang digunakan jenis NYY dan NYM didalam bangunan, sesuai
dengan kebutuhan serta yang ditunjukkan dalam gambar.
- Kabel dari [Link] dan P. Pompa ke masing-masing peralatan/equipment
menjadi scope pemborong mekanikal.
2. Instalasi penerangan
- Instalasi penerangan yang dimaksud adalah titik lampu dan stop
kontak, sesuai dengan petunjuk didalam gambar.
- Letak pasti dari lampu-lampu tersebut, disesuaikan dengan keadaan
di lapangan dan mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
- Semua jenis panel adalah scope pekerjaan pemborong listrik .
- Diatas plafond , kabel-kabel dipasang pada rak kabel dan diatur
dengan baik, di klem setiap jarak 1,5 meter.
- Lampu-lampu dipasang diatas plafond tiap-tiap lantai (disesuaikan
dengan gambar).
- Pada setiap percabangan titik lampu, harus diberi doos / junction
box, dari sini dihubungkan dengan kabel ke titik penerangan.
66
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Sambungan pada junction box/doos, sesuai dengan jumlah cabang
dan menggunakan las dop merk sesuai spesifikasi.
- Sambungan kabel untuk menuju ke titik penerangan hanya diperlukan
pada junction box/doos tersebut
- Seluruh instalasi penerangan dan stop kontak menggunakan kabel
NYM dipasang dalam conduit high impact 20 mm lengkap dengan
kabel klem, junction box.
3. Saklar dan Stop Kontak
- Sakelar untuk sambungan didalam tembok ( recessed type ) satu atau
lebih, Instalasi dapat dilihat dalam gambar.
- Tinggi sakelar pada umumnya 150 cm dan Stop Kontak 30 cm dari
lantai kecuali ada permintaan dari Pemilik yang menginginkan tinggi
lain.
- Letak pasti dari sakelar dan Stop Kontak harus disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
4. Grounding (Pentanahan)
- Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan dan persyaratan yang
berlaku
- Seluruh panel, Trafo dan peralatan harus ditanahkan. Penghantar
pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min.
6 mm² dan max. 95 mm², penyambungan ke panel harus
menggunakan sepatu kabel (cable lug). Ukuran Penghantar BCC
dilihat pada Gambar untuk tiap Panel.
- Elektroda pentanahan berupa batangan tembaga Ø 25 mm dengan
panjang minimal 6 meter, kedalaman pentanahan minimal 12 meter
dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air
tanah, agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah
2 (dua) ohm, yang diukur setelah tidak hujan selama 7 (tujuh) hari
berturut-turut.
- Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan
setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Pengukuran
ini harus disaksikan Konsultan Pengawas.
1.4 PENGUJIAN
1. Umum
- Sebelum daya listrik digunakan ke instalasi, seluruh instalasi harus
sudah selesai diuji dan didapat hasil yang baik yang harus disaksikan
dan disetujui oleh KP / Badan Pemerintah yang berwenang.
67
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Pengujian tahanan isolasi dan kabel tegangan 220 V / 380 V harus
menggunakan megger 500 Volts. Megger yang digunakan harus tipe
elektronik.
- Pengujian harus disaksikan oleh KP. Bila didapat hasil buruk / kurang
memuaskan pada suatu bagian instalasi, Kontraktor wajib
memperbaiki kembali, kemudian pengujian diulangi sampai
mendapatkan hasil yang baik dan dibuat Berita Acara Hasil Pengujian
- Kontraktor wajib mengadakan peralatan dan tenaga serta biaya yang
diperlukan untuk pengujian tersebut dan pemberitahuan kepada KP
harus paling lambat 48 jam dimuka.
- Pengujian instalasi listrik dilaksanakan dengan beban penuh selama 3
x 24 jam secara terus menerus dengan biaya dari pemborong.
- Pengujian seluruh sistem dilakukan bersama vendor / supplier / sub-
kon dan hasilnya harus baik dan memenuhi persyaratan spesifikasi
dan pabrik pembuat.
- Apabila diperlukan pengujian terhadap bahan-bahan instalasi dan
peralatan, maka Pengawas boleh meminta bahan-bahan instalasi dan
peralatan tersebut untuk diuji ke lab. atas biaya Kontraktor.
2. Pengujian Tahanan Isolasi
- Pengujian tahanan isolasi instalasi listrik didasarkan atas peraturan
yang berlaku, ditambah dengan syarat-syarat sebagaimana diatur
dalam pasal berikut.
- Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan menggunakan megger 500
Volt elektronik.
- Pada saat pengujian semua titik lampu dan sakelar harus dalam
keadaan terbuka.
- Pengujian dilakukan setiap kali, untuk setiap jurusan ( group ).
- Hasil minimum yang diijinkan adalah 10 Mega-Ohm.
3. Pengujian Tahanan Tanah
- Setelah diadakan penanaman pentanahan (ground rod) pengujian
tahanan dapat dilaksanakan.
- Pengujian untuk ini dapat digunakan alat uji tahanan tanah
elektronik.
- Tahanan maksimum yang diijinkan adalah 2 Ohm.
4. Hasil pengujian yang tidak baik
- Bila didapat hasil pengujian yang tidak baik, Kontraktor harus segera
memperbaiki pekerjaannya.
68
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- MK berhak memerintahkan kepada Kontraktor untuk membongkar
pekerjaannya bila ternyata hasil uji tidak baik karena kecerobohan
pekerjaan Kontraktor.
- Setelah perbaikan dan dianggap memuaskan oleh MK, pengujian
dapat diulangi atas tanggungan biaya Kontraktor.
- Bila pengujian mendapat hasil buruk sebanyak 3 ( tiga ) kali setelah
diperbaiki, Kontraktor wajib membongkar pekerjaannya.
- Pengujian dilakukan sampai mendapatkan hasil yang baik sesuai
dengan pasal-pasal diatas.
1.5 KELENGKAPAN SERAH TERIMA
1. Pengurusan penambahan daya ke PLN
2. Instruction / operational manual box 2 set copy, 1 set asli meliputi :
- Maintenance manual box.
- Certificate warranty dari pabrik (Asli) min. 1 tahun.
3. As built drawing 2 (dua) set, 1 set kalk
4. Training
5. Surat jaminan pas instalasi yang terpasang.
6. Pemborong wajib memberikan jaminan/garansi selama 6 bulan.
1.6 DAFTAR PRODUK
URAIAN SPESIFIKASI PRODUK
1. Kabel LV / NYM, NYY, NYA, NYMHY Tranka, Supreme,
TR Kebel Metal,
Kabelindo
1. Panel LV / Panel Maker Simetri, Industira,
TR Schneider, Siemens,
Bima sakti,
wall mounted, Powder
Coating Finishing
69
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Komponen Breaker : MG,Schneider, ABB
MCCB Fixed, MCB
Ampermeter, Voltmeter,
Frequency Meter, Cos
phi meter
Push Button & Pilot
Lamp
Current Transformer Omron,
Control Relay, Telemecanique
Contactor
Time Delay
Philips, Osram,
1. Lampu LED
Panasonic
MK, Panasonic,
1. Saklar
Clipsal, Philips
1. Stop kontak
MK, Panasonic,
dinding /
Clipsal, Philips
meja
6. Pipa Ega, Clipsal, Bos,
PVC Higt Impact
conduit Pralon
Las Dop
1. Material In- Cable Mark Legrand, 3M< Nitto
stalasi :
2. PEKERJAAN TELEPON
- UMUM.
1. Uraian dan syarat-syarat ini menjelaskan tentang detail spesifikasi ba-
han dan syarat pemasangan instalasi Telepon meliputi pekerjaan se-
cara lengkap dan sempurna mulai dari penyedian bahan sampai di
site, upah pemasangan, penyimpanan, pengujian, supervisi, pemeli-
haraan dan memberi jaminan dan melatih operator.
2. fungsi Instalasi Telephone adalah untuk :
3. Pembicaraan Telephone keluar bangunan langsung
4. Semua peralatan Telephone yang memerlukan pentanahan harus
diberi pentanahan tersendiri secara baik dengan tahanan tanah
lebih kecil dari 1 ohm dan tertanam minimal 6 meter.
70
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
5. Semua pemipaan dari bahan metal yang terpasang dalam tanah harus
dilindungi dengan bahan anti karat.
6. Semua pemipaan instalasi yang tidak masuk dalam cor-coran atau
tertanam harus dicat dengan warna yang ditentukan kemudian untuk
dapat dibedakan dari instalasi lain.
- SISTEM TELEPON
1. System Pemasangan Instalasi dan Peralatan.
a) Semua pemasangan instalasi harus memakai pelindung pipa lengkap
dengan fiting-fitingnya. Dalam bangunan memakai pipa PVC High
impact 20.
b) Sedapat mungkin Instalasi terpasang inbow atau tidak nampak dari
luar.
2. Sistem operasi atau pemakai.
a) Exchange line dari Perumtel ditampung oleh terminal box yang ter-
letak di dinding luar ruang dan selanjutnya ke Peralatan Utama.
b) Tiap lantai disediakan socket outlet telepone yang merupakan in-
stalasi telephone melalui TB .
c) Dari TB lantai Dasar ke socket outlet masing-masing pesawat tele-
phone.
- LINGKUP PEKERJAAN.
1. Pemasangan instalasi Telephonne baru
2. Melaksanakan Instalasi Telephone dari TB ke socket outlet telephone .
3. Melaksanakan Instalasi pengabelan daya listrik :
a) Dari Peralatan ke Rectifier.
b) Dari Rectifier ke Battery lengkap Automatic Battery Charger.
c) Dari Rectifier ke Surge Protection dan Jaringan Listrik.
4. Melaksanakan Instalasi Pentanahan.
5. Melaksanakan pengujian instalasi dan peralatan sehingga memenuhi
persyaratan Perumtel dan dapat dipakai dengan menyerahkan surat
ijin.
6. Membuat gambar kerja dan meyerahkan gambar terpasang/as built
drawing.
7. Membuat program dan penomoran nomor extension.
8. Menyerahkan Surat ke luar hasil balik dari Perumtel, brosur operation
dan maintenance manual dalam bahasa indonesia.
9. Melatih teknisi operator Pemilik Bangunan sejak serah terima pertama
pada jam kerja kantor.
71
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- PERYARATAN UMUM, BAHAN DAN PERALATAN
1. Syarat-syarat dasar.
a. Semua bahan atau peralatan harus baru dalam arti bukan barang
bekas atau hasil perbaikan.
b. Material atau peralatan harus mempunyai kapasitas atau rating yang
cukup.
c. Harus sesuai dengan spesifikasi /persyaratan.
d. Kapasitas yang tercantum dalam gambar atau spesifikasi adalah
minimum. Kontraktor boleh memilih kapasitas yang lebih besar dari
yang diminta dengan syarat :
Tidak menyebabkan sistem menjadi lebih sulit.
Tidak menyebabkan pertambahan bahan.
Tidak meminta pertambahan ruangan.
Tidak menyebabkan pertambahan biaya.
2. Syarat-syarat Fisik.
a. Bahan atau peralatan dari klasifikasi atau type yang sama diminta
merk atau di buat oleh pabrik yang sama.
b. Setiap bagian dari peralatan yang jumlahnya jelas, maka jumlah terse-
but harus merupakan suatu unit yang utuh.
- SPESIFIKASI TEKNIK, BAHAN DAN PERALATAN.
1. Spesifikasi bahan.
-. Kabel
a) Kabel Telephone.
Bahan inti :Tembaga.
Diameter : 0,6 mm.
Spesifikasi : indoor cable
Isolasi : PVC and Sheathed serta PVC dan
Sheated memakai pelindunglapisan
alumunium.
Produksi : Dalam negeri dengan sertifikat ( LMK /
SII ).
b) Kabel Listrik.
Bahan inti : Tembaga.
Diameter : Sesuai dengan Kebutuhan Min.2
1/2 mm .2
Jumlah Core : 1 atau banyak.
Kelas Tegangan : 1000 volt dan 600/1000 volt.
Isolasi : PVC dan Sheathed.
Spesifikasi : NYA dan NYY.
72
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
-. Conduit.
a. Conduit PVC H. Impact dengan tebal minimal 0,5 mm dan diam-
eter tidak kurang dari ø 3/4” untuk dalam bangunan.
b. pipa harus dilengkapi dengan fiting-fiting berupa socket, el-
bow, tulles, doos percabangan dan lain-lain.
c. Untuk pasangan di bawah lantai, dan dalam tanah / halaman
menggunakan pipa Galvanished kelas medium dan pipa PVC ke-
las 8 kg/ cm2 lengkap fiting-fitingnya berupa socket, elbow
dan lain-lain
d. Pipa flexible bahan alumunium bilamana diperlukan untuk tem-
pat-tempat tertentu.
3. Hanger dan rak kabel.
Hanger dan rak kabel horizontal di atas plafond.
Rak kabel di shaft atau rackriser.
4. TB (Terminal Box).
Type wall mounted.
Bahan besi pelat tebal minimal 1 mm untuk TB.
Kotak diberi pelindung anti karat dan dicat bakar warna
sesuai warna dinding/kolom.
Ukuran sesuai standard pabrik dengan kapasitas kelipatan 20
pairs.
Bahan terminal strip bakelite, porcelein atau polyester resin.
2. Peralatan atau Equipment.
a. Pesawat telephone.
Pesawat Telephone biasa
Type desk Multi Frequency Pushbutton.
b. Terminal Box.
Badan terminal box ( local ) lengkap terminal strip.
Terminal box dengan pintu memakai kunci.
Kapasitas disesuaikan gambar.
- SPESIFIKASI PEMASANGAN.
1. Persyaratan Pemasangan.
a. Kontraktor diharuskan meneliti semua dimensi-dimensi secepatnya
sesudah mendapat Surat Perintah Kerja (SPK).
73
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Ajukan usul-usul kepada MK apa yang perlu dirubah atau diatur kembali
sehingga semua peralatan dan instalasi dalam sistem dapat
ditempatkan dengan baik dan bekerja dengan sempurna.
b. Kontraktor harus membuat gambar kerja yang memuat gambar denah,
potongan dan detail mengenai cara pemasangan instalasi dan peralatan
sebelum memulai pekerjaan.
Gambar-gambar tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari MK.
c. Sebelum Pelaksanaan, Kontraktor diharuskan memberi tanda-tanda di
proyek tentang jalur kabel dan peletakan peralatan dan harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari MK.
d. Bilamana terjadi perbedaan antara gambar rencana dan gambar kerja
dengan keadaan sebenarnya dilapangan, Kontraktor diharuskan
memberitahukan kepada MK untuk dapat dicarikan Jalan keluarnya.
e. Kontraktor harus dapat bekerjasama dengan kontraktor lain serta
konsultan.
f. Apabila timbul perselisihan antara kontraktor, maka keputusan akhir
ada pada KP.
g. Pemasangan instalasi dan peralatan harus sesuai ketentuan RKS/Pabrik.
h. Semua bahan instalasi dan peralatan sebelum dipesan dibeli, masuk
site atau dipasang harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
MK.
2. Pemasangan Instalasi dan peralatan .
a. Pada daerah langit-langit dengan plafond, instalasi diklem ke pelat
beton atau digantung memakai hanger setiap jarak 100 cm memakai
pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya.
b. Dibawah langit-langit atau plafond instalasi terpasang masuk dalam
kolom atau dinding tembok memakai pelindung pipa lengkap fitting -
fittingnya. Dalam partisi terpasang tanpa pipa.
c. Dibawah plafond dari TB ke atas plafond instalasi terpasang inbow
dalam dinding tembok atau memakai pelindung pipa lengkap fitting -
fittingnya.
d. Dalam shaft instalasi diklem ke rack riser setiap jarak 150 cm memakai
pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya.
e. Pemasangan Hanger dan rackriser.
Angkur diramset atau difscherplug ke pelat beton untuk hanger
horizontal dan dicor ke dinding untuk rackriser.
74
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Penggantung besi beton atau besi pelat untuk jalur kabel 1 atau
2 buah sedang union angle untuk jalur 3 atau lebih penggantung
di sekrup ke angkur.
Rackriser besi siku di sekrup ke angkur dengan murbaut.
f. Terminal box Perumtel terpasang surface mouted pada dinding setinggi
180 cm diatas lantai.
g. Socket outlet telephone tempat penyambungan pesawat telephone
terpasang inbow setinggi 30 cm dari ubin lantai pada kolom dinding
tembok atau partisi.
h. Terminal Box terpasang mounted ke dalam dinding tembok atau kolom
pada ketinggian 180 cm diatas lantai
i. Surge protection dan rectifier terpasang bebas diatas lantai.
j. Battery unit terpasang tersendiri di ruang battery.
k. Semua pesawat telephone terpasang diatas meja dengan perletakan
yang tepat akan ditentukan kemudian
- PENGUJIAN.
Selama pelaksanaan instalasi dan peralatan, harus dilakukan pengujian
sehingga diperoleh hasil yang baik dan bekerja dengan sempurna sesuai
dengan persyaratan RKS, Perumtel dan Pabrik.
Tahap - tahap pengujian adalah sebagai berikut :
1. Setiap bagian Instalasi yang akan tertutup harus diuji sebelum dan sesudah
bagian tersebut tertutup sehingga diperoleh hasil yang memenuhi
persyaratan.
2. Setiap satu lantai selesai dilaksanakan, harus dilakukan pengujian sehingga
dicapai hasil yang memenuhi persyaratan.
3. Tahapan / impedansi instalasi harus sesuai dengan persyaratan perumtel
dan pabrik.
4. Peralatan harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang diminta dan dapat
bekerja secara sempurna.
5. Peralatan-peralatan yang lain harus sesuai spesifikasi dan persyaratan
Perumtel.
- PENYERAHAN DAN PEMELIHARAAN
1. Penyerahan dilakukan dengan berita acara proyek disertai lampiran -
lampiran sebagai berikut :
a. Gambar terpasang / As built drawing.
b. Brosur.
c. Operation dan maintenance manual dalam bahasa Indonesia.
d. Surat Kerja hasil baik Instalasi dari Perumtel.
75
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
e . Surat garansi yang ditujukan kepada pemilik bangunan.
2. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone diharuskan melakukan
pemeliharaan selama 6 bulan, sehingga Instalasi dan peralatan tetap bekerja
dengan baik.
Segala kerusakan yang timbul dan bukan karena kesalahan pemakai oleh
pemilik bangunan harus diperbaiki dan bilamana perlu harus diganti.
3. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone harus melatih dan
mengajar operator Pemilik Bangunan menjalankan dan memperbaiki
kerusakan.
4. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone harus memberi garansi
terhadap instalasi dan peralatan selama 6 bulan tetap dalam keadaan
bekerja dengan sempurna.
- DAFTAR PRODUK
URAIAN SPESIFIKASI PRODUK
PABX Hybrid Panasonic, Siemens,
1 Line / 7 Extension Toshiba, LG Nortel,
Alcatel
Pesawat Telepon PanasonPanasonic, Alcatel
Konektor RJ-11 MK, Panasonic, Clipsal
Outlet Telepon PanasonPanasonic, Alcatel
Kabel ITC / UTC Supreme, Kabelindo,
Kabel Metal,
Conduit PVC Hight impact Ø Clipsal, Ega
20 mm
3. PEKERJAAN KABEL DATA
3.3 UMUM.
1. Uraian dan syarat-syarat ini menjelaskan tentang detail spesifikasi bahan
dan syarat pemasangan instalasi Kabel Data meliputi pekerjaan secara
lengkap dan sempurna mulai dari penyedian bahan sampai di site, upah
pemasangan, penyimpanan, pengujian, supervisi, pemeliharaan dan mem-
beri jaminan dan melatih operator.
2. Fungsi Instalasi Kabel Data adalah untuk : Sistem Komunikasi Data den-
gan system LAN (Local Area Network) ,yang menggunakan Network
Server sebagai sentra pengelolaan .
76
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
3. Dalam sub-bidang pekerjaan ini ,tugas kontraktor adalah pelaksanaan in-
stalasi pengkabelan pada Lapis Pertama Jaringan ,yaitu jaringan antara
User ke/hingga Ethernet Switch.
4. Semua peralatan Data yang memerlukan pentanahan harus diberi pen-
tanahan tersendiri secara baik dengan tahanan tanah lebih kecil dari 1
ohm dan tertanam minimal 6 meter.
5. Semua pemipaan dari bahan metal yang terpasang dalam tanah harus
dilindungi dengan bahan anti karat.
6. Semua pemipaan instalasi yang tidak masuk dalam cor-coran atau ter-
tanam harus dicat dengan warna yang ditentukan kemudian untuk dapat
dibedakan dari instalasi lain.
3.4 INSTALASI KABEL DATA
1. Sistem Pemasangan Instalasi dan Peralatan.
a. Semua pemasangan instalasi harus memakai pelindung pipa lengkap
dengan fiting-fitingnya. Dalam bangunan memakai pipa PVC High
impact 20.
b. Sedapat mungkin Instalasi terpasang inbow atau tidak nampak dari
luar.
2. Sistem operasi atau pemakai.
a. line dari semua Outlet Data ditampung oleh terminal box dan selanjut-
nya ke Peralatan Utama.
b. Tiap lantai disediakan socket outlet Data yang merupakan instalasi
Data melalui TB .
c. Dari TB tiap lantai ke socket outlet masing-masing Komputer Pemakai.
3.5 LINGKUP PEKERJAAN.
Lingkup pekerjaan yang diuraikan di bawah ini meliputi pengadaan,
pemasangan, testing, sehingga seluruh sistem komunikasi data dalam
gedung dapat berfungsi dengan baik dan benar.
Lingkup pekerjaan tersebut meliputi :
1. Pengadaan dan Pemasangan Outlet /Stop Kontak Data.
2. Pengadaan dan pemasangan kabel data ,termasuk konektor dan konduit-
nya ,dari Outlet ke Ethernet Switch .
3. Penyambungan /terminasi kabel ke Ethernet Switch .
4. Melaksanakan Instalasi pengabelan daya listrik :
a. Dari Peralatan ke Rectifier.
b. Dari Rectifier ke Battery lengkap Automatic
Battery Charger.
77
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
c. Dari Rectifier ke Surge Protection dan
Jaringan Listrik.
5. Melaksanakan Instalasi Pentanahan.
6. Melaksanakan pengujian instalasi dan peralatan sehingga berfungsi den-
gan baik
7. Membuat gambar kerja dan meyerahkan gambar terpasang / as built
drawing.
8. Menyerahkan kelengkapan berupa brosur, operation dan maintenance
manual dalam bahasa indonesia.
9. Melatih teknisi operator Pemilik Bangunan sejak serah terima pertama
pada jam kerja kantor.
3.6 PERYARATAN UMUM BAHAN DAN PERALATAN
1. Syarat-syarat dasar.
a. Semua bahan atau peralatan harus baru dalam arti bukan barang
bekas atau hasil perbaikan.
b. Material atau peralatan harus mempunyai kapasitas atau rating yang
cukup.
c. Harus sesuai dengan spesifikasi /persyaratan.
d. Kapasitas yang tercantum dalam gambar atau spesifikasi adalah
minimum. Kontraktor boleh memilih kapasitas yang lebih besar dari
yang diminta dengan syarat :
Tidak menyebabkan sistem menjadi lebih sulit.
Tidak menyebabkan pertambahan bahan.
Tidak meminta pertambahan ruangan.
Tidak menyebabkan pertambahan biaya.
2. Syarat-syarat Fisik.
a. Bahan atau peralatan dari klasifikasi atau type yang sama diminta
merk atau di buat oleh pabrik yang sama.
b. Setiap bagian dari peralatan yang jumlahnya jelas, maka jumlah
tersebut harus merupakan suatu unit yang utuh.
3.7 SPESIFIKASI BAHAN DAN PERALATAN.
1. Kabel
- Jenis kabel yang digunakan adalah UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kategori 6 ,dengan isolasi PVC sesuai standard EIA/TIA 568 ,TSB-
36 ,SB-40.
- Kabel Cat. 6 UTP memiliki ciri : Terdiri dari 8 kawat yang terlilit
hingga membentuk 4 TWP (Twisted Wire Pair) ,terbuat dari tembaga
78
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
22-24 AWG ,dapat menghasilkan kemampuan Kecepatan :
10/100/1000 MbE + 10 GbE (pada panjang kabel 10 Meter) pada frek-
wensi : 250 MHz
2. Outlet Data
- Outlet yang digunakan adalah tipe RJ-45 model recessed /tertanam .
- Outlet dilengkapi Kotak Tanam yang standard .
1. Konektor Modular
- Merupakan konektor pada ujung kabel yang menuju ke Ethernet Switch .
- Tipe pin konektor adalah RJ-45 atau 8P8C ,lengkap dengan No-Catch
Connector.
- Seluruh spesifikasi Konektor Modular dari FCC CFR 4 part 68 sub-
part F dan IEC 603-7 yang dilapisi emas setebal 50 micro-inch pada
bagian konektornya.
- Seluruh kawat modul harus terbungkus dengan isolasi yang kuat
dan ringan.
- Konektor Modular harus dilengkapi dengan ‘No-Catch Connector’
- Spesifikasi Kelistrikan :
- Resistansi DC maksimal : 9.38 Ohm /100 Meter.
- Maksimal kapasitansi antar kawat : 56 F/Meter
- Karakteristik Impedansi : 100 Ohm + 15% pada frekwensi 1 –
100 MHz.
2. Distribution Frame
- Distribution Frame harus diatur sedemikian rupa sehingga mu-
dah bagi perubahan ataupun pengembangan system .
- Distribution Frame harus mampu mendukung penggunaan Cat.
6 serta memiliki fasilitas interkoneksi dan koneksi silang .
- Distribution Frame terdiri dari satu atau beberapa Modular
Patch Panel.
- Patch Panel harus terbuat dari Aluminium Anodized dengan
konfigurasi 24 ;28 ;32 ;48 ;64 ;96 Port .
- Port dalam Patch Panel harus mudah dilepas dari sisi
depan ,agar memudahkan modifikasi dan rekonfigurasi .
- Patch Panel yang digunakan harus mendukung penggunaan
UTP ;adapter Fiber SC dan ST ;dan kabel Coaxial .
- Cara pemasangan Slot harus mengikuti ANSI /EIA-310.
- Untuk Wiring Block dapat digunakan kabel penghantar 24 AWG
.
79
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Distribution Frame harus terpasang dalam kabinet /rak yang
berkapasitas sekitar 125% dari kapasitas kebutuhan .
- Rak harus memiliki Channel /saluran 80 – 150 mm untuk ka-
bel vertical .
- Rak harus memiliki standard Mounting Hole sesuai ANSI/EIA-310-
C , dan semua kabel harus dapat terlihat dari sisi depan ;be -
lakang ;dan samping Channel .
- Rak harus terbuat dari bahan aluminium yang dicat hitam .
3. Conduit / Pelindung Kabel
- Pipa PVC dengan tebal minimal 0,5 mm dan diameter tidak kurang dari
ø 3/4” untuk dalam bangunan.
- pipa harus dilengkapi dengan fiting-fiting berupa socket, elbow, tulles,
doos percabangan dan lain-lain.
- Untuk pasangan di bawah lantai, dan dalam tanah / halaman menggu-
nakan pipa Galvanished kelas medium dan pipa PVC kelas 8 kg/ cm 2
lengkap fiting-fitingnya berupa socket, elbow dan lain-lain
- Pipa flexible bahan alumunium bilamana diperlukan untuk tempat-tem-
pat tertentu.
3.8 SPESIFIKASI PEMASANGAN.
1. Persyaratan Pemasangan.
a. Kontraktor diharuskan meneliti semua dimensi-dimensi secepatnya
sesudah mendapat Surat Perintah Kerja ( SPK ).
Ajukan usul-usul kepada MK apa yang perlu dirubah atau diatur kembali
sehingga semua peralatan dan instalasi dalam sistem dapat
ditempatkan dengan baik dan bekerja dengan sempurna.
b. Kontraktor harus membuat gambar kerja yang memuat gambar denah,
potongan dan detail mengenai cara pemasangan instalasi dan peralatan
sebelum memulai pekerjaan.
Gambar-gambar tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari MK.
c. Sebelum Pelaksanaan, Kontraktor diharuskan memberi tanda-tanda di
proyek tentang jalur kabel dan peletakan peralatan dan harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari MK.
d. Bilamana terjadi perbedaan antara gambar rencana dan gambar kerja
dengan keadaan sebenarnya dilapangan, Kontraktor diharuskan
memberitahukan kepada MK untuk dapat dicarikan Jalan keluarnya.
e. Kontraktor harus dapat bekerjasama dengan kontraktor lain serta
konsultan.
80
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
f. Apabila timbul perselisihan antara kontraktor, maka keputusan akhir
ada pada MK.
g. Pemasangan instalasi dan peralatan harus sesuai ketentuan RKS /
Produsen.
h. Semua bahan instalasi dan peralatan sebelum dipesan dibeli, masuk
site atau dipasang harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
MK.
2. Pemasangan Instalasi dan peralatan .
a. Semua instalasi kabel-data harus dilindungi oleh konduit .
b. Pada area yang kotor (shaft ;ruang mesin) ,instalasi kabel-data
harus ditutup dengan Seal /sekat
c. Kabel –Data tidak boleh disatukan dengan kabel-daya dalam satu
konduit.
d. Untuk menghindari induksi dari kabel daya ,maka jarak penem-
patan kabel-data dari kabel-daya diperhitungkan .
e. Acuan jarak kabel-data terhadap kabel-daya adalah sebagai berikut :
Jarak Terhadap Kabel –Data (mm )
Beban Kabel
Tanpa Dengan
Daya
Pelindung Pelindu
(kVA)
ng
0 –1 300 25
1–2 450 50
2–5 600 150
> 5 1500 300
f. Semua kabel yang terpasang ,harus memenuhi Radius Tekuk mini-
mum sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuatnya .
g. Kabel tidak boleh terpasang dalam kondisi tertarik .
h. Instalasi kabel-data antar perangkat terminasi harus menerus tanpa
ada sambungan.
i. Panjang kabel dari Outlet ke Ethernet Switch harus diusahakan agar
tidak lebih dari 50 meter, bila ternyata lebih ,maka harus ditambahkan
Repeater.
j. Semua ujung konduit harus dihaluskan dan fitting-fitting sambun-
gannya setidaknya harus masuk 10 mm ke dalam kotak
sambungan .
k. Setiap konduit yang tertanam di bawah lantai beton ,kedalaman
minimumnya adalah 100 mm dari permukaan lantai ,dengan pen-
81
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
empatan sisi ujung konduit sedekat mungkin dan tegak lurus ter-
hadap dinding .
l. Semua kabel yang melewati dinding harus terpasang tegak lurus
terhadap peletakan outlet .
m. Bila terdapat sambungan silang ,maka harus dipersiapkan kabel –
jumper.
n. Jenis kabel-jumper harus mengikuti persyaratan EIA/TIA
Cat.6 . ,dengan melalui blok-terminal Patch-Panel atau LIU .
o. Patch Cord Cat.6 harus disediakan untuk Patch Panel
p. Kabel Jumper harus diberi warna /tanda khusus.
q. Draw Wire (kawat pancingan ) harus terpasang pada semua spring
conduit PVC.
r. Setiap jalur kabel harus diberi Label (pada ujung sebelum Konektor
Modular) yang menyatakan titik aksesnya .
s. Pada daerah langit-langit dengan plafond, instalasi diklem ke pelat be-
ton atau digantung memakai hanger setiap jarak 100 cm memakai
pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya
t. Dibawah langit-langit atau plafond instalasi terpasang masuk dalam
kolom atau dinding tembok memakai pelindung pipa lengkap fitting -
fittingnya. Dalam partisi terpasang tanpa pipa.
u. Dibawah plafond dari Box Patch Panel ke atas plafond instalasi ter-
pasang inbow dalam dinding tembok atau memakai pelindung pipa
lengkap fitting - fittingnya.
v. Dalam shaft instalasi diklem ke rack riser setiap jarak 150 cm memakai
pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya.
w. Pemasangan Hanger dan rackriser.
Angkur diramset atau difscherplug ke pelat beton untuk hanger hori-
zontal dan dicor ke dinding untuk rackriser.
Penggantung besi beton atau besi pelat untuk jalur kabel 1 atau 2
buah sedang union angle untuk jalur 3 atau lebih penggantung di
sekrup ke angkur.
Rackriser besi siku di sekrup ke angkur dengan murbaut.
x. Box Ditribution Frame / Patch Panel terpasang surface mouted pada
dinding setinggi 180 cm diatas lantai.
y. Socket outlet data tempat penyambungan PC terpasang inbow setinggi
30 cm dari ubin lantai pada kolom dinding tembok atau partisi.
z. Khusus untuk pemasangan outlet di meja ,dengan jalur kabel
melalui bawah lantai .
Pemasangan Konektor Modular
Sistem Koneksi dapat berupa Straight-Pin atau Cross-Over.
82
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Pemasangan sebaiknya dari pelaksana bidang IT mengenai sistem
koneksinya.
Surge protection dan rectifier terpasang bebas diatas lantai.
Battery unit terpasang tersendiri di ruang battery.
3.9 PENGUJIAN.
Selama pelaksanaan instalasi dan peralatan, harus dilakukan pengujian
sehingga diperoleh hasil yang baik dan bekerja dengan sempurna sesuai
dengan persyaratan RKS.
Tahap - tahap pengujian adalah sebagai berikut :
1. Setiap bagian Instalasi yang akan tertutup harus diuji sebelum dan
sesudah bagian tersebut tertutup sehingga diperoleh hasil yang
memenuhi persyaratan.
2. Setiap satu lantai selesai dilaksanakan, harus dilakukan pengujian
sehingga dicapai hasil yang memenuhi persyaratan.
3. Impedansi instalasi harus sesuai dengan data dari produsen.
4. Peralatan harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang diminta dan
dapat bekerja secara sempurna.
5. Peralatan-peralatan yang lain harus sesuai spesifikasi dan persyaratan
6. Pengujian bahwa semua jalur kabel tersambung ,tanpa ada kabel putus
atau cacat di pertengahan jalur.
7. Pengujian terhadap hantaran dan polaritas arus listrik dalam kabel .
8. Pengujian terhadap kelaikan fungsi perangkat Outlet Data .
9. Pembuktian bahwa keseluruhan Sistem dan Perangkat dapat
berfungsi secara teknis ,tanpa menyalahi ketentuan keselamatan
dan kesehatan penggunanya.
[Link] terhadap seluruh alat /perangkat harus disaksikan oleh se-
mua pihak yang berwenang
3.10 PENYERAHAN DAN PEMELIHARAAN
1. Penyerahan dilakukan dengan berita acara proyek disertai lampiran-
lampiran sebagai berikut :
a. Gambar terpasang / As built drawing.
b. Brosur.
c. Operation dan maintenance manual dalam
bahasa Indonesia.
d. Berita Acara Hasil Pekerjaan
e. Surat garansi yang ditujukan kepada
pemilik bangunan.
83
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor diharuskan melakukan
pemeliharaan selama 6 bulan, sehingga Instalasi dan peralatan tetap
bekerja dengan baik.
Segala kerusakan yang timbul dan bukan karena kesalahan pemakai oleh pemilik
bangunan harus diperbaiki dan bilamana perlu harus diganti.
3. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor harus melatih dan mengajar
operator Pemilik Bangunan menjalankan dan memperbaiki kerusakan.
4. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor harus memberi garansi terhadap
instalasi dan peralatan selama 6 ( enam ) bulan tetap dalam keadaan
bekerja dengan sempurna.
3.11 DAFTAR PRODUK
URAIAN SPESIFIKASI PRODUK
Patch Panel UTP Belden, Systimax, AMP,
Panduit, Schneider
Digilink
Switch / Hub D-Link, Cisco, 3Com,
Avaya,
Konektor RJ-45 Belden, Systimax, AMP,
Panduit, Schneider
Digilink
Outlet Data Berker, Clipsal, MK
Face Plate Belden, Systimax, AMP,
Panduit, Schneider
Digilink
Kabel UTP / CAT 6 Belden, Systimax, AMP,
Panduit, Schneider
Digilink
Conduit PVC Hight impact Ø Clipsal, Ega, bos, pralon
20 mm
4. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH, AIR KOTOR DAN AIR BEKAS
- UMUM.
84
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Spesifikasi Pekerjaan Air Bersih, Air Kotor dan Air Bekas menjelaskan
persyaratan mengenai pekerjaan instalasi plumbing yang harus dikerjakan
oleh pemborong khusus pada proyek ini meliputi :
1. Pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan plumbing
2. Pekerjaan instalasi pemipaan.
3. Pekerjaan material pipa, valve dan material bantu.
Perbedaan Dokumen :
Apabila terdapat perbedaan isi / maksud yang tertera pada dokumen
maka yang digunakan adalah kapasitas, kualitas, uraian yang terbaik dari
beberapa dokumen yang ada yaitu :
Spesifikasi, gambar diagram, gambar site plan & section, bill of
material dan quantity.
- URAIAN SISTEM.
1. Sistem Distribusi air bersih berasal dari Jaringan air bersih Bangunan
Utama atau secara grafitasi air bersih di suplai ke toilet - toilet atau ru-
angan yang memerlukan..
2. Pemipaan antara air kotor dan air bekas dipisahkan. Kedua pemi-
paan ini secara gravitasi mengalir ke septictank dan rembesan, setelah
diproses di septic tank air bekas dibuang ke saluran drainase kota /
drainage site.
3. Pemipaan Gas dari peralatan tabung gas Ruang Gas distribusikan ke out-
let outlet ruangan yang membutuhkan
- LINGKUP PEKERJAAN.
1. Pengadaan dan pemasangan pemipaan dari Pompa ke Jaringan instalasi
pipa.
2. Pengadaan dan pemipaan air bersih, air kotor, air bekas, venting.
3. Melaksanakan pekerjaan yang diuraikan dalam gambar dan
spesifikasi teknis.
4. Melaksanakan pengetesan / test tekan untuk pipa air bersih selama 24
jam tanpa penurunan tekanan.
5. Melaksanakan test rendam selama 24 jam untuk pipa air bekas
dan air kotor.
85
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
6. Pengadaan Pompa Air Bersih termasuk Pemipaan dari Ruang Pompa ke
Roof Tank.
7. Pengadaan Mesin/Tabung Gas termasuk peasangan dan pemipaan sam-
pai ke ruangan- ruangan
- INSTALASI PEMIPAAN.
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi, kontraktor diwajibkan men-
gajukan contoh material, Gambar kerja untuk disetujui KP.
2. Instalasi pemipaan yang terpasang harus sesuai dengan gambar
kerja yang telah disetujui. Apabila dalam pelaksanaan tersebut terda-
pat hambatan yang menyebabkan adanya perubahan terhadap seba-
gian dari shop drawing, maka Pemborong harus minta persetujuan dari
Pengawas lapangan mengenai perubahan tersebut.
3. Sparing pipa Gambar dan lokasi sparing pipa dibuat gambar detail dan
disetujui. Pekerjaan ini harus telah siap sebelum pekerjaan struktur
yang berkaitan dimulai.
4. Fabrikasi. Khusus untuk instalasi Ruang Pompa, Maka gambar secara
detail mengenai pemipaan tersebut harus dibuat oleh pemborong dan
disetujui oleh Konsultan perencana. Pada pipa header untuk bagian
cabangnya harus memakai fitting dan pada ujungnya harus ditutup
dengan flange.
5. Persyaratan yang lain.
Pemasangan pipa digantung dengan suport penggantung khusus,
dipasang dengan dyna bolt. Penggantung terbuat dari besi beugel
diameter 8 mm. Pemasangan pipa tidak boleh digantungkan ke pipa
lain.
6. Pengujian.
-Setelah selesai pemasangan instalasi dan sebelum dipasang Sanitary
fixtures. Seluruh distribusi air harus diuji dengan tekanan hidro-
statik satu setengah kali tekanan kerjanya (working pressure)
dalam waktu cukup lama dengan tanpa mengalami kebocoran.
-Sedangkan pengujian Sistem Perpipaan Air Kotor adalah sebagai
berikut : Seluruh sistem pembuangan air harus mempunyai lubang-
lubang yang dapat ditutup ( plugged ) agar seluruh sistem terse-
but dapat diisi dengan air sampai lubang “ vent “ tertinggi. sistem
tersebut harus dapat menahan air yang diisikan seperti tersebut
diatas minimal selama 60 menit dan penurunan air selama waktu
tersebut tidak lebih dari 10 cm.
-Kerusakan atau kegagalan uji
86
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata
ada kerusakan atau kegagalan dari suatu bagian instalasi atau suatu
bahan dari instalasi, Maka Pemborong harus mengganti bagian atau
bahan yang rusak / gagal tersebut dan pemeriksaan / pengujian
dilakukan lagi sampai disetujui KP
- DAFTAR SPESIFIKASI MATERIAL
JENIS PEKERJAAN SPESIFIKASI PRODUK
1. Pipa air Polypropelin PPR PN TORO, WAVIN
bersih 10
2. Pipa air PVC AW class. Rucika, Wavin,
bekas Pralon
3. Fitting – fit- Elbow, Tee, Disesuaikan produk
ting Reduser, dll Pipa
4. Valve-valve 10 K TOYO. [Link]
5. Grease Trap Stanles steel Lokal
Toto, San-ei
6. Clean out
Toto, San-ei
7. Floor Drain
5. PEKERJAAN TATA UDARA
- UMUM
1. Pekerjaan tersebut mencakup pengadaan peralatan, pemasangan, pengu-
jian-pangujian dan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan.
87
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
2. Persyaratan Teknis Pekerjaan merupakan uraian penjelasan yang
saling melengkapi serta berkaitan dengan Gambar Perencanaan dan
3. Daftar Kuantitas, sehingga keseluruhan dokumen tersebut dapat di-
jadikan pedoman untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
4. Sistem Tata Udara yang digunakan dalam proyek ini merupakan sistem
yang lazim diperuntukan bagi gedung Laboratorium dan Perkantoran.
5. Material atau Peralatan yang digunakan adalah material dengan kualitas
dan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk ruangan baik
Laboratorium maupun perkantoran yang meliputi seluruh pekerjaan pen-
gadaan dan pemasangan unit peralatan Tata Udara secara lengkap dari
sistem pengkodisian tata udara didalam bangunan termasuk perlengka-
pan-perlengkapan dan sarana-sarana penunjang, sehingga seluruh system
dapat dikontrol, diuji, dibalance, serta dapat bekerja dengan baik, aman
dan juga mudah dalam pemeliharaan (maintenance) selama masa pakai.
6. Segala produk atau peralatan yang jelas-jelas merupakan standard atau
dinyatakan sebagai produk pabrik, pengadaannya tidak boleh diganti
produk lain buatan sendiri atau dipesan dibengkel tertentu tanpa
izin/persetujuan Konsultan Perencana atau Pemberi Tugas
7. Semua produk yang dipakai di dalam pekerjaan harus memenuhi syarat
teknis pelaksanaan pekerjaan dan peraturan teknis lain yang dinyatakan
berlaku.
8. Tiap-tiap produk jadi baik material atau peralatan yang disyaratkan
harus dijamin / digaransi, Pelaksana Pekerjaan harus membuat /
mengadakan Surat Jaminan / Garansi dari Pabrik dan dari Pelaksana
Pekerjaan untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas, antara lain berisi /
menyebutkan jenis material / peralatan / pekerjaan, tanggal atau masa
88
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
laku garansi unit setelah dilakukan testing commissioning (dinyatakan
dengan surat keterangan dari principal atau distributor utama dengan
tanda tangan dan stempel basah, serta Garansi yang memberikan
jaminan pengantian atas sparepart dan biaya kerja dan jaminan
ketersediaan spare part setelah berakhirnya masa garansi.
9. Hal-hal yang belum tercantum agar mengikuti spesifikasi standard yang
berlaku dalam pelaksanaan pekerjaan, pengadaan dan pemasangan Air
Conditioining seperti:
- ASHRAE; Amerika Society of Heating, Refrigeration and air
conditioning Engineers.
- SMACNA ; Sheet Metal and Air Conditioining Contractor Na-
tional Association.
- ASTM : America Standard of Testing and materials.
- JIS : Japan Industrial Standard.
- Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979.
- SNI-03-6572-2001 : Tata cara perancangan sistem ventilasi & pen-
gkondisian udara pada bangunan gedung.
- SII : Standard Industri Indonesia.
- PUIL : Peraturan Umum Instalasi Listrik – 2000.
- Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang,
peraturan pemerintah daerah –dan lain – lain.
- LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan, pengadaan dan
pemasangan instalasi air conditioner, ventilasi mekanis secara lengkap
termasuk semua perlengkapan sarana penunjangnya, sehingga diperoleh
suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap
dipergunakan.
Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut :
1. Peralatan Utama.
Pengadaan, pemasangan, Instalasi dan penyetelan semua peralatan
utama Air Conditioner dan Fan / Exhaust Fan sebagaimana tertera pada
daftar kuantitas / Bill of Quantity.
2. Pengadaan, pemasangan dan penyetelan semua peralatan peralatan
kontrol otomatis lengkap dengan thermostat dan instalasi
pengkabelannya.
3. Pengadaan dan instalasi pipa refrigerant dari Indoor Unit ke Condensing
Unit / Outdoor Unit.
89
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
4. Pengadaan dan instalasi pemipaan drain dari Indoor Unit sampai ke
saluran drainase yang disediakan.
5. Pengadaan dan instalasi kabel daya AC, kabel komunikasi data indoor ke
outdoor dan Outdoor ke Panel serta kabel daya Fan / Exhaust Fan.
6. Pengadaan dan pemasangan panel daya AC lengkap dengan pengkabelan
dari panel ke peralatan Outdoor Unit dan dari Outdoor Unit ke Indoor
Unit.
7. Pekerjaan testing dan commisioning terhadap seluruh sistem sehingga
dapat bekerja dan berfungsi dengan baik, termasuk penyediaan
peralatan uji/ukur dan segala keperluan lainnya secara lengkap.
8. Pembuatan buku manual operasi dan jadwal perawatan rutin maupun
berkala sampai dengan, operation log-sheet, spare-part number list
untuk setiap peralatan / unit mesin yang dipasang dan segala keperluan
operasi lainnya untuk seluruh peralatan dalam sistem ini.
- SPESIFIKASI MATERIAL
1. Peralatan Air Conditioner ( Unit AC )
- Unit Air Conditioner yang digunakan adalah sistem AC Split & Cassete
(condensing unit dan indoor unit terpisah) terdiri dari beberapa tipe
yaitu Split
- Komponen Evaporator dalam unit indoor dipisahkan dan dipasang di
dalam area beban pendinginan.
- Evaporator tersebut bisa beroperasi pada posisi Wall Mounted ;Ceiling
Immersed (Cassette) ;Ceiling Concealed dengan penempatan sesuai
gambar perencanaan .
- Fan yang berfungsi sebagai sirkulator proses evaporasi hendaknya
beroperasi dengan cara Cross-Flow yang telah dibalans, baik secara
statis maupun secara dinamis. Dengan didukung sistem stabilisasi hidro-
lik yang baik agar bunyi tidak melebihi 40 dB pada jarak 3 Meter .
- Unit Evaporator setidaknya dilengkapi dengan katup ekspansi ;ther-
mostat ;mekanisme Auto-Start ,yang bisa dikendalikan melalui Remote
Control
- Condensing Unit / Out Door Unit dilengkapi weather-proof casing yang
mampu melindungi seluruh komponen didalamnya termasuk peralatan
kontrol terhadap cuaca dan sinar matahari...
- Kelengkapan Condensing Unit / Out Door unit harus mengikuti ketentuan
berikut :
Outdoor dengan compressor
Air-cooled condenser coil
90
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Fan dan motor drive dengan power AC
Refrigerant circuit c/w receiver, drier dan filter
Charging valve
Heavy duty coil guard
Control equipment.
- Komponen Kompresor dan Kondensor menjadi satu unit yang dipasang
di luar area beban pendinginan .
- Pendinginan Kondensor dengan sistem Air-Cooled
- Coil Kondensor harus terbuat dari tembaga. Fan dari aluminium yang
direkatkan secara mekanis. Coil ini harus sudah diuji terhadap
kebocoran, dan telah dilakukan dehidrasi serta diisi gas refrigerant
sesuai kebutuhan .
- Fan Kondensor dari jenis Propeler yang telah dibalans secara statis
maupun dinamis . Dengan motor yang hendaknya dari jenis “Permanent
Split Capasitor”, yang dipasang pada porosnya dengan bantalan peluru
yang dilumasi secara tetap.
- Dinding unit Kondenser setidaknya dari plat besi. Seluruh panel atau
lubang-lubang berpintu harus dapat dengan mudah dan cepat dibuka,
dan rangka hendaknya dilengkapi dengan titik-titik penyangga yang
telah diperkuat. Dinding dan rangka hendaknya dilapisi dengan cat anti
karat agar mampu mengatasi kondisi atmosfir lingkungan.
- Bak pengembunan air hendaknya terletak dibawah coil pendingin dan
harus cukup besar untuk menampung seluruh pengembun uap air dari
coil berada pada kondisi maksimalnya. Dinding pada unit ini hendaknya
diisolasi, yang dimulai pada daerah / tempat masuk sampai pada
keluarnya udara pada unit tersebut.
- Media pemindah panas ,menggunakan refrigeran yang hendaknya je-
nis R 410 A . Penyalurannya dilakukan melalui pipa tembaga yang
terisolasi dari konduksi dan konveksi energi luar.
- Isolasi harus cukup kuat, tebal serta berat jenisnya cukup untuk meng-
halangi terjadinya pengembunan isolasi harus tahan terhadap aliran
udara dan tahan api, sesuai dengan persyaratan NFPA Standard 90–A .
- Tempat penampungan air pengembunan harus diisolasi untuk menghin-
dari terjadinya pengembunan pada bagian luarnya. Coil pendingin harus
terbuat dari tembaga dengan Fin dari bahan aluminium yang
direkatkan . Coil ini harus teruji oleh fabrikatornya terhadap kebocoran.
- Dalam pengoperasiannya, pengatur temperatur ruangan dilakukan den-
gan thermostat yang dapat diatur secara remote.
- Refrigerant Field Piping,
91
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Mengikuti rekomendasi dari pabrik pembuat untuk penentuan di-
ameter pipa penempatan trap, tambahan receiver dan lainnya.
Dilengkapi dengan isolasi dari jenis Foamed Neoprene Rubber Pipe
Insulation tebal 0.5 inch
Menggunakan 'hard drawn copper tube' sesuai dengan ketentuan
pada Bab Persyaratan Teknis MEP atau sesuai rekomendasi pabrik
pembuat unit AC.
2. Bahan Pemipaan Air Conditioner
- Untuk pipa Refrigerant AC Split digunakan pipa tembaga 99,9% dan
mengikuti standar ASTMB 280 untuk penggunaan dengan Gas Refrigerant
R410a (Ramah Lingkungan)
- Harus mengikuti 'Safety Code for Mechanical Refrijeration ASA-B9.1-
1965' dan Code for Refrigerant Piping ASA-B3.5-1962.
- Untuk pipa kondensat digunakan pipa PVC yang diisolasi sampai ke pipa
tegak dengan bahan isolasi yang sama dengan isolasi pipa refrigerant.
- Dimensi Pipa
Diamater Pipa (Inch)
Daya Pendinginan
Refrigeran (Tembaga)
(BTU/h) Drainase (PVC-AW)
Fluida Cair Fluida Gas
3/8 5/8
3/8 ¾
½ ¾
Catatan :
Besaran Pipa Refrigeran tersebut adalah untuk panjang kesetaraan
hingga 8 Meter.
Untuk Panjang kesetaraan yang melebihi , maka diameter pipa harus
diperbesar hingga ukuran satu tingkat di atasnya.
Tabel ini merupakan acuan secara umum, untuk data yang spesifik
dapat digunakan ketentuan dari fabricator AC.
3. Unit Ventilator
- Exhaust fan untuk ruang Panel, Gudang, toilet dan ruang lainnya meng-
gunakan menggunakan Ceiling Mounted Type.
- Unit harus dipilih dengan laju aliran udara yang mampu mengatasi be-
ban kerja seperti yang dicantumkan pada gambar skedul peralatan.
- Pada saat pengajuan usulan tipe dan kapasitas Fan, Kontraktor harus su-
dah memperhitungkan segala kemungkinan adanya penurunan kapasitas
92
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
terhadap pertambahan static pressure sebagai akibat dari static pres-
sure loss pada diffuser atau grille atau atau filter atau damper dan/
atau peralatan lain di dalam saluran udara sesuai dengan yang akan di-
pasang.
- Propeller Type :
Fan dari type propeller yang digunakan adalah Wall Mounted Fan
Dilengkapi dengan automatic shutter dari jenis alluminium
Untuk fan dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high
pressure fan), rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan im-
peller dari alluminium diecast
- Terminasi dengan menggunakan Stop Kontak ber-saklar atau Timer
dan lampu indicator.
- Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.
- Memiliki Noise level yang rendah
- Sound Attenuator / Peredam Suara untuk Axial Type
4. Material Instalasi Listrik
- Seluruh bahan kabel dan lainnya yang dipergunakan harus berkualitas
baik dan baru .
- Kabel Daya disambungkan dari unit Outdoor dan Indoor ke Panel-AC
- Ukuran Kabel Daya yang digunakan adalah sesuai gambar .
- Kabel Kontrol antar Unit Indoor dan Outdoor mengacu pada kebutuhan
pengendalian yang dipakai.
- Kabel Kontrol antar Unit Indoor dan Outdoor menggunakan ukuran an-
tara 1.5 mm2 hingga 2.5 mm2, tergantung dari beban AC yang
bersangkutan .
- Instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit high im-
pact.
- PERSYARATAN PEMASANGAN DAN INSTALASI
1. Persyaratan Umum Pemasangan :
a. Pembuatan shop drawings dan menyerahkan kepada pengawas dalam
rangkap 3 (tiga), pelaksanaan pekerjaan seara fisik tidak diperkenankan
dimulai sebelum gambar shop drawings yang dibuat ini disetujui oleh
Pengawas.
b. Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan sipil seperti pembuatan pondasi
peralatan AC lengkap dengan peredam getaran dan saluran pembuangan
air dari peralatan AC. Pelaksanaan pekerjaan seperti pembobokan,
93
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
pembongkaran, penutupan kembali seperti semula terhadap dinding-
dinding, lantai dan sebagainya, serta perbaikan kembali (revisi) atas
kerusakan pekerjaan-pekerjaan pihak lain.
c. Melaksanakan pekerjaan testing, adjusting dan balancing dari seluruh
instalasi yang terpasang, sehingga seluruh instalasi dapat bekerja dengan
sempurna, sesuai dengan criteria perancangan.
d. Pemborong harus menyerahkan 1 set asli dan 1 set copy. Buku petunjuk
dan pemeliharaan dan cara operasinya. Buku tersebut harus dijilid rapi
dengan sampul tebal dan diberi judul didepannya, serta harus memuat :
Uraian secara umum dari sistem dan peralatan instalasi
Sistem kerja masing-masing unit.
Cara mengoperasikan setiap equipment.
Cara menentukan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil yang
mungkin timbul.
Gambar revisi yaitu gambar-gambar terakhir sebagaimana
dilaksanakan (As built Drawings) 1 (satu) set diatas kalkir dan 1 (satu)
set blue print.
Petunjuk pemeliharaan dari semua peralatan yang memuat tugas
pemeliharaan secara umum, berkala dan daftar suku cadang.
e. Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemilik mengenai cara-cara
menjalankan dan memelihara instalasi ini, sehingga petugas tersebut
betul-betul dapat menjalankan dan memelihara instalasi ini secara baik.
f. Melakukan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa
pemeliharaan.
g. Memberi garansi terhadap peralatan atau mesin yang dipasang untuk
instalasi sistem ini selama minimal 1 (satu) tahun, terhitung saat
penyerahan pertama.
h. Melengkapi dan memasang perlatan-peralatan yang sewajarnya dipasang,
walaupun tidak secara nyata disebutkan dalam spesifikasi atau tertera
dalam gambar rencana.
i. Pipa drain harus dilengkapi dengan trap yang serviceable dan merupakan
sistem tersendiri dari sistem plumbing serta sampai dengan pembuagan
terakhir.
j. Pemasangan floor drain lantai lengkap dengan U trap.
2. Pemasangan Unit Air Conditioner
- Pemasangan Unit Peralatan, penyambungan instalasi kabel daya, kabel
kontrol dan pemipaan harus disesuaikan dengan persyaratan pabrik, bila
terjadi ketidak sesuaian dengan Dokumen Kontrak, sehingga dapat men-
94
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
gakibatkan terganggunya operasi, pemborong harus mengajukan gambar
kerja (shop drawing) untuk disetujui oleh Direksi
- Sebelum melakukan pemasangan unit ,pemborong harus memahami
daya dukung statis maupun dinamis struktur bangunan.
- Out door AC unit harus diletakan diatas sesuai gambar atau sesuai petun-
juk Pengawas Lapangan.
- Cover dibuat secara potongan-potongan yang diberi cross broken/diagonal
supaya tidak mudah melendut, serta bisa dibuka dan dipasang kembali
(pemasangan dengan tapping) pada rak pipanya
- Material dan dimensi Hanger / Support untuk menumpu Indoor Unit
harus dipilih berdasarkan beban dan dimensi unit tersebut .
- Baut pengikat antara Hanger dengan beton penumpunya harus
mampu mengikat hingga menyatu, tanpa ada celah pergeseran .
- Alas dari Indoor Unit harus terpasang merata /sejajar ,tidak boleh ter-
jadi kemiringan .
- Dalam pemasangan Outdoor Unit, selain beban unit, pemborong juga
harus mempertimbangkan vibrasi yang ditimbulkan, Unit harus diran-
cang untuk beroperasi minim getaran, dimana semua peralatan yang berg-
erak harus menggunakan unit vibration mounting dan dibalance dengan
teliti untuk menjamin vibration (getaran) yang kecil.
- Tata Letak Outdoor Unit harus diatur sedemikian rupa sehingga kalor
buangannya (udara panas) dapat terlepas ke udara bebas, sedangkan
kalor masukannya harus dapat diambil dari udara bebas.
- Dalam kondisi keterbatasan ruang yang tersedia , maka sisi kalor
buang harus dihadapkan ke udara bebas ,sedangkan sisi kalor masuk
dapat dihadapkan ke dinding dengan jarak minimal 50 cm.
- Sebelum melaksanakan pengisian refrigeran, harus dilaksanakan Vacu-
uming (minimal hingga 500 mikron Hg.) untuk meniadakan embun dan
udara dari system .
- Hasil Vacuum harus bertahan setidaknya 15 menit, sebelum pengisian
refrigeran.
- Unit di-operasikan selama 15 menit, untuk memastikan bahwa volume
refrigeran telah sesuai dengan memperhatikan tekanan isap dan liq-
uida yang masing-masing harus mencapai 75 psig dan 275 psig
- Drain kondensat dipasang dengan kemiringan setidaknya 1 % , pemi-
paan untuk drain harus dipasang dengan kemiringan tersebut sehingga se-
mua air kondensasi yang keluar dari unit bisa mengalir ke pipa drain den-
gan sempurna
- Thermostat dan tombol pengatur terpasang pada tempat yang ditentukan
- Kondisi udara apabila tidak ditentukan lain, dirancang :
95
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Suhu ruangan : 24 + 1 0C
Kelembaban nisbi : 70 + 10 % RH
Fresh air ventilation : ASHRAE Standard 62-1981.
3. Pemasangan Unit Ventilator
- Fan dan Exhaust Fan ada yang difungsikan sebagai sistem Fresh Air untuk
mendukung unit Air Conditioner dalam sistem pengkondisian udara dan
ada yang berfungsi sebagai ventilating untuk ruangan- ruangan yang telah
ditentukan.
- Semua fan setelah dipasang dengan tanpa menimbulkan getaran dan suara
(misal yang berlebihan / tidak wajar), motor dari setiap fan harus di bal-
ans statis/dinamis dari Pabrik.
- Rangka untuk alas dudukan fan digantung pada plat dak beton dari pelat
baja, besi siku dan gantungan dari batang besi yang dilengkapi peredam
getaran (vibration isolator)
- Peredam getaran yang akan dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik
pembuat. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. Neoprene
Mounts, Spring, Isolator, Restrain Isolator, Pipe hanger dll.
- Rangka untuk dudukan fan pada dinding direkatkan dengan baut-baut yang
tahan karat.
- Exhaust Fan yang berkapasitas besar dilengkapi dengan Sound Attenuator
untuk mengurangi / meredam noise atau suara yang terlalu berisik.
- Fan dan Exhaust Fan untuk Fresh Air dan Exhaust Fan Axial Type untuk ru-
angan tertentu dilengkapi dengan ducting dan grille.
4. Instalasi Pemipaan
- Disesuaikan dengan ASHRAE atau peraturan lainnya yang berhubungan
dengan Tata Udara.
- Semua pipa-pipa mendatar harus ditumpu atau digantung pada plat dak
dengan baik rapi, sehingga tidak mudah goyah. Penumpuan atau penggan-
tungan harus dilakukan pada setiap jarak 2 m.
- Semua pipa posisi vertikal / tegak harus diklem dengan baik, dimana
klem-klemnya harus tertanam pada dinding. Pemasangan klem ini harus
dilakukan setiap jarak 2 m.
- Semua pipa baik refrigerant maupun drain yang berada diatas ceilling
harus digantung dengan menggunakan tray pipa.
- Pipa-pipa yang berada dalam shaft harus dibuatkan klem dengan besi siku
- Semua penggantung pipa yang berada dekat dengan mesin unit harus
diberi peredam getaran (Vibration Eliminator) dan sisanya cukup diberi
lapisan isolasi penahan getaran.
96
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Untuk pipa yang berisolasi, penumpu atau penggantungnya harus
dilengkapi dengan pipa selubung pelindung dari pipa galvanized steel
gauge atau yang sejenis untuk mencegah kerusakan isolasinya.
- Pipa harus dipasang sejauh minimal 2” dari tepi dinding, atap, lantai dan
lain-lain untuk mempermudah pemeliharaan
- Semua belokan-belokan harus dari jenis Long Radius Elbow, kecuali apa-
bila tempatnya tidak memungkinkan. Belokan harus memiliki radius mini-
mal 1,5 kali garis tengah pipa.
- Untuk pipa dengan garis tengah sampai dengan 2” harus memakai
sambungan ulir. Pipa-pipa dengan garis tengah lebih besar dari 2” harus
memakai sambungan las atau flens.
- Pipa yang menembus lantai, dinding, atap dan lain-lain harus diberi
lapisan pelindung dengan penyekat / karet dan BJLS 60.
- Apabila ada pipa-pipa yang terpaksa harus ditanam (baik dibawah lantai,
didalam tanah maupun didalam dinding), harus diberi lapisan pelindung
tahan karat (bitumen coating) setebal minimal 2 mm.
- Pemasangan pipa-pipa refrigerant harus dilakukan sedemikian rupa se-
hingga menghindari kotoran-kotoran yang mungkin masuk kedalam refrig-
erant.
- Pemasangan pipa drain harus lengkap dengan trap dan clean out yang dik-
lem pada plat dak sejauh yang tidak merusak tampak exterior daripada
bangunan dan harus extruded polythelene foam untuk menghindari kon-
densasi.
- Semua jaringan pipa refrigerant harus dilapisi isolasi khusus dengan koe-
fisen perpindahan panas konduksi 0,23 BTU in/[Link].°F. permeabilitas 0,1
permin dan tidak brasap kalau dibakar. Bagian luar harus dilapisi dengan
water proof vapour barrier aluminium foil.
- Secara umum pemborong harus menyediakan peredam getaran (vibration
eliminators) dan suara untuk melindungi bangunan dari suara berisik dan
getaran yand ditimbulkan oleh peralatan.
- Pemborong harus menyediakan dan memasang semua dudukan (support)
atau penggantung (hanger), pondasi untuk peralatan, alat-alat, pipa-pipa
dan ducting yang diperlukan.
- Untuk menyesuaikan dengan kondisi setempat, dudukan atau penggan-
tung-penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa, profil batang
(rod) atau strip yang telah disetujui oleh Pengawas. Semua dudukan harus
mempunyai plat atas (flanges) yang cukup dan dibuat dengan dynabolt
pada lantai.
- Pipa Refrigerant :
Suction Line
97
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Harus dibuat dengan Total Pressure Drop maksimum 3 psi (setara
dengan perubahan temperatur 2o).
Harus memiliki kecepatan aliran yang cukup untuk menghantar
kan oli ke Comppresor.
Harus diisolasi dengan lapisan isolasi yang khusus untuk pipa re-
frigerant.
Harus dilapisi dengan Vapor Barrier dari bahan Aluminium Foil,
untuk pemipaan yang langsung terkena sinar matahari.
Harus dibuat Suction Line Loop untuk Evaporator yang lokasinya
lebih tinggi dari Compressor.
Liquid Line
Harus dibuat dengan Total Pressure Drop antara 3 sampai 6 psi
(setaraf dengan perubahan temperatur 1 - 2o).
Refrijeran harus pada tingkat keadaan Sub Cooling pada saat
mencapai 'Refrigerant Control Device'.
Sub-Cooling harus diperhitungkan untuk dapat mengatasi Friction
Loss pada pipa dan Vertical Rise.
Liquid Line yang berada di luar gedung, atau yang terkena sinar
matahari langsung harus diisolasi seperti Suction Line.
Sambungan
Harus dengan Branzed Joints with Sweat Fitting.
Harus menggunakan Forged / Extruded Copper Fitting sesuai den-
gan standard ASA-B.16.181963.
Harus dengan proses Hard Solder.
Filter Material dengan 'Silver Base Alloy' Melting for 1000 0F.
Sambungan ke peralatan di sesuaikan dengan outlet dari perala-
tan tersebut.
Proses soldering/brazing harus dilakukan dengan mengalirkan gas
Nitrogen pada bagian dalam pipa, untuk menghindari penumpu-
kan jelaga pada bagian dalam pipa sambungan/fitting/elbow.
Belokan-belokan harus menggunakan elbow, tidak diizinkan mem-
bengkokan pipa untuk membuat belokan.
Pemasangan isolasi baru boleh dilakukan setelah pipa ditest.
Pressure Test dan Leaking Test untuk semua sambungan dan
Jalur pipa dilakukan dengan tekanan gas N2 (Nitrogen) selama 2
x 24 Jam dengan tekanan minimal 400Psi
Setelah dilakukan Pressure dan Leaking test, dilakukan FLUSHING
dengan N2 untuk membersihkan bagian dalam pipa dari berbagai
material yang tidak diinginkan dalam proses aliran gas refrijeran
tipe R410a.
98
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Pipa harus benar-benar lurus dan diikat dengan klem kedudukan
pipa.
Isolasi Pipa Refrigerant
Isolasi harus dipasang dengan cara memasukkan pipa ke lubang
yang telah tersedia tanpa merobek isolasi tersebut.
Ketebalan Isolasi harus mengikuti standar ASTMB280 atau
mengikuti rekomendasi dari pabrikan AC yang terpasang
Apabila terjadi robekan pada isolasi, maka harus dirapatkan kem-
bali dengan menggunakan lem karet seperti Castrol, Aica Aibon
atau sejenisnya.
Bila robekan lebih panjang dari 40 cm, maka isolasi tersebut
harus diganti.
Setelah isolasi terpasang, untuk pemipaan yang terkena sinar
matahari langsung, harus dibungkus dengan Aluminium Foil.
Sisi-sisi Aluminium foil tersebut harus direkat dengan Foil Tape
sehingga benar -benar rapat.
Pada bagian-bagian yang akan diklem atau ditumpu harus dilin-
dungi dengan pelat BjLS 100 yang dilekuk sesuai dengan bentuk
isolasi.
Pada bagian Filter Drier dan peralatan lainnya, isolasi menggu-
nakan Foamed Plastic Insulating Tape.
- Pipa Drain / Kondensat :
Harus dipasang dengan kemiringan minimum 1%.
Sambungan dengan Solvent Cement.
Pipa harus diisolasi dengan lapisan isolasi jenis Styrofoam yang sudah
dicetak setengah pipa dan dibungkus dengan Aluminium Foil atau dari
Polyethylene Foam atau Ruber yang mempunyai lapisan Vapor Barrier
(kedap uap air) pada bagian luarnya, bahan isolasi ini harus yang
khusus untuk isolasi pipa dengan sambungan lem.
Fitting harus dari jenis Injection Moulded Fitting.
Pada setiap belokan yang dekat dengan indoor unit AC harus
dilengkapi dengan clean out / trap yang mudah untuk diperiksa atau
dibersihkan bila terdapat kotoran yang menyumbat.
Tebal minimal isolasi adalah :
Diameter 2” ke bawah dengan tebal : 25 mm
Diameter 2” – 4” dengan tebal : 40 mm
Diameter 4” keatas dengan tebal : 50 mm
- Pemborong harus menjamin bahwa instalasi yang dipasang tidak akan
menyebabkan penerusan suara atau getaran (vibration dan noise transmis-
sion) kedalam ruangan-ruangan yang dihuni.
99
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Dalam hal ini pemeriksaan dilakukan oleh Pengawas.
- Pemborong bertanggung jawab atas modifikasi-modifikasi yang perlu untuk
memenuhi syarat tersebut.
5. Instalasi Listrik
Penyediaan dan pemasangan kabel power serta control dari panel AC dan panel
daya ke seluruh peralatan AC dan Ventilator berikut perlengkapannya, harus
dalam pipa PVC type high impact yang ditandai warna bisa pada klem atau
conduit dan pada setiap belokan / pertemuan.
- Semua wiring kabel-kabel listrik dan kontrol harus dipasang dalam PVC
type high impact diklem dengan klem aluminium (lico), kabel jenis NYY
sesuai spesifikasi.
- Kabel-kabel power dan kontrol AC dari unit ke panel AC termasuk scope
Pemborong AC. Panel AC termasuk lingkup pekerjaan Pemborong AC dan
kabel feeder termasuk pekerjaan pemborong listrik.
- Pemasangan kabel feeder ke panel AC dilakukan oleh Pemborong Listrik.
- Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC
yang bersangkutan.
- Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan.
- Penyambungan kabel tersebut pada terminal harus menggunakan sepatu
kabel.
- Ijin/pas Instalasi mengikuti instalatur listrik gedung.
- Kabel power tidak diperkenenkan adanya sambungan.
- PENGATURAN SISTEM DAN SETTING PERANGKAT.
1. Distribusi Aliran Udara Ke Ruangan
a. Dilakukan setelah semua unit dihubungkan dengan sistem saluran udara
dan seluruh komponen dalam saluran telah selesai dipasang.
b. Pekerjaan yang harus dilakukan :
- Mengatur jumlah aliran udara yang dibutuhkan oleh setiap ruangan
sesuai dengan yang tertera pada gambar.
- Mengatur splitter damper dan volume damper sehingga jumlah udara
yang mengalir ke setiap ruangan sesuai dengan kebutuhan ruangan
tersebut.
c. Balancing dinyatakan selesai bila aliran air telah sesuai dengan kebutuhan
mesin Air Conditioning dengan ketelitian pengaturan +10% atau - 5%.
2. Sistem pengaturan otomatis dan instrumentasi.
a. Pemasangan dan setting system otomatic termperatur control untuk insta-
lasi air conditioning sehingga siap untuk digunakan.
100
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
b. Alat-alat pengatur harus dibuat oleh pabrik dan yang disetujui.
c. Pemasangan an Setting semua “Control Panel” yang diperlukan untuk in-
stalasi ini, dan melakukan penyambungan-penyambungan (wiring) yang
diperlukan kepada power yang diperlukan sampai kepada power panel.
d. Packing list dari power panel untuk setiap mesin atu peralatan yang
membutuhkan tenaga listrik adalah tanggung jawab pemborong.
3. Penyetelan Dan Pemeriksaan Operasi Sistem Kontrol
a. Setelah sistem dioperasikan, dengan disaksikan Direksi, Pemborong harus
memeriksa seluruh wiring hook-up dari seluruh peralatan kontrol dan
melakukan dummy test untuk memeriksa gerakan-gerakan, response
dan kehalusan kerja sistem tersebut.
b. Hal-hal yang harus diset dan dilakukan pengaturan (set and adjustment)
adalah set point dan throttling range dari setiap peralatan sehingga tidak
terjadi kegagalan operasi/kerja akibat perbedaan throttling range antara
setiap peralatan.
4. Pemberian Tanda-Tanda Penyetelan (Marking),
Setelah seluruh sistem bekerja dengan baik, lancar dan sesuai dengan
fungsinya Pemborong harus memberi tanda-tanda pada pressure gauge,
thermometer, valve opening, flow meter, splitter damper, volume
damper dan peralatan pengatur serta pengukur lainnya dengan cara-cara
yang disetujui Direksi.
- PENGUJIAN
1. Ketentuan Umum
a. Pengujian harus disaksikan oleh Direksi, Pengawas serta wakil Pemberi Tu-
gas.
b. Pengujian operasi sistem baru boleh dilaksanakan setelah sistem bekerja
dengan baik selama 3 x 24 jam.
c. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum dilakukan, Kontraktor
harus mengajukan prosedur pengujian kepada Direksi
d. Start-up Unit Mesin Air Conditioning hanya boleh dilakukan oleh Ahli dari
Perwakilan merk tersebut di Indonesia.
a. Penyediaan Peralatan Pengukur dan Penguji,Alat-alat dan segala keper-
luan untuk pengujian harus disediakan oleh dan atas biaya Kontraktor.
b. Alat-alat khusus untuk pengujian sistem Air Conditioning yang sedikitnya
harus disediakan Kontraktor untuk pengujian adalah :
- Thermo Hygrograph : 3 (tiga) buah.
101
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
- Sling Psikrometer : 2 (dua) buah.
- Portable Measuring Station : 1 (satu) buah.
- Portable Hotwire Anemometer : 1 (satu) buah.
- Peralatan ukur lainnya yang harus dipasang pada sistem pemipaan,
saluran udara dan tempat lainnya sesuai dengan rencana pengujian
yang diajukan oleh Kontraktor dan telah disetujui.
2. Pengujian Sistem Pemipaan
a. Dilakukan dengan metoda Hidrostatik Test sesuai dengan ketentuan pada
Bab Persyaratan Teknis ME.
b. Tekanan pengujian adalah 400 Psi dengan menggunakan N2 (Nitrogen).
c. Bila selama 24 jam tidak terjadi penurunan tekanan, maka pengujian
dinyatakan selesai.
d. Bila terjadi penurunan, Kontraktor harus memperbaiki kerusakan tersebut
dan pengujian harus diulangi dari awal.
3. Pengujian Kriteria Kebisingan (Noise Criteria)
a. Pengukuran dilakukan terhadap Tingkat Tekanan Suara dalam satuan uku-
ran atau skala 'weighing' decible (dB CA) pada berbagai pita frekuensi se-
hingga dapat dibuat kurva Noise Criteria.
b. Hasil pengukuran harus dilaporkan dalam bentuk hasil pengukuran dan
diplot pada NC chart.
c. Apabila NC melebihi angka-angka perancangan seperti pada pasal ter-
dahulu, maka Kontraktor harus menambahkan beberapa peredam suara
pada saluran udara, misalnya duct acoustic lining.
4. Pengujian Operasi Sistem
a. Pengujian ini dilakukan setelah seluruh peralatan atau sistem diuji dan
dibersihkan, dan telah menjalani 'trial-run' selama 1X24 jam.
b. Pengujian ini dimaksudkan untuk sekaligus menguji kemampuan sistem
dengan dioperasikan secara terus menerus selama 1X24 jam.
c. Pada saat pengujian ini Kontraktor harus melakukan bersama Direksi dan
atas petunjuk Direksi, hal-hal berikut :
-Mengamati seluruh sistem pemipaan.
-Mengamati seluruh sistem saluran udara.
-Mengamati kerja sistem kontrol.
-Mengamati kerja peralatan Indoor dan Outdoor Unit dalam sistem Air
Conditioning.
- Memperbaiki segala hal yang masih belum beroperasi dengan se-
mestinya dan bila terdapat getaran atau noise yang berlebihan.
102
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
5. Laporan Pengujian
a. Menggunakan formulir-formulir yang dicantumkan dalam buku 'SMACNA,
Testing and Balancing of Air Conditioning System' dan/atau buku 'NEBB',
National Engineering Balancing Bureau.
b. Segala kebutuhan untuk hal tersebut diatas menjadi tanggung jawab Kon-
traktor yang bersangkutan baik dalam segi pengadaan buku asli, hasil
fotokopi formulir dan pengisiannya sehingga merupakan hasil pengujian
yang baik.
6. Testing Commisioning.
a. Pemborong AC harus melakukan test sesuai petunjuk pabrik, sehingga
menghasilkan kondisi ruangan sesuai yang dirancang.
b. Pemborong AC diwajibkan memiliki keahlian dalam pengetesan dengan
peralatan-peralatan yang memadai.
c. Biaya atas pengetesan tersebut diatas menjadi tanggung jawab pem-
borong.
d. Pemborong harus menyerahkan hasil pengetesan kepada Pemberi /Pen-
gawas Lapangan untuk memperleh persetujuan hasil test rangkap 3 (tiga).
e. Segala penggantian material-material yang rusak akibat pengujian men-
jadi tanggung jawab Pemborong yang bersangkutan
6. KELENGKAPAN SERAH TERIMA
1. Instruction / operational manual book dalam bahasa Indonesia 2 set copy
(asli + copy).
2. Part book – 2 set (asli + copy).
3. a. Maintenance manual book.
[Link] program maintenance untuk 1 tahun pertama.
[Link] penawaran kontrak service untuk 1 tahun pertama.
4. Certificate warranty dari pabrik (asli).
5. As built drawing 2 (dua) set, 1 set kalkir.
6. Surat jaminan “After sales sales” dari keagenan peralatan yang dipasang dan
pengadaan suku cadang selama 10 tahun.
7. Foto Dokumentasi.
- DAFTAR PRODUK
103
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
URAIAN SPESIFIKASI PRODUK
Panasonic, Daikin,
Unit Air Conditioning Split , Cassete
Mitsubishi
Tateyama, Kembla,
Pipa Refrigerant Inaba, Denji,Trust,
Nipon, Hoda
Pipa Drain Pralon, Wavin, Rucika
Armafalex, K-Flex,
Isolasi Pipa
Insulflex
Alumunium Tape AB Tape, Instape
Penggantung / Support /
Galvanized Steel Lokal
Bracket
Kabel power / control Supreme, Kabelindo,
Kabel metal, Tranka
104
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
IV. PENUTUP
Penyedia Jasa harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan
pada Dokumen Pekerjaan Renovasi Gedung Annex Lantai 3 RSAB Harapan Kita
Kementerian Kesehatan yaitu Rencana Kerja dan Syarat Teknis, BQ dan Gambar
Perencanaan yang saling mendukung dan melengkapi. Kekurangan dan
permasalahan-permasalahan pada dokumen tersebut baik yang terjadi di dalamnya
maupun ketidakcocokan antar dokumen atau dengan peraturan-peraturan yang
terkait, harus diselesaikan bersama pada rapat monitoring yang dihadiri oleh
Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas Teknis dan Kontraktor
Pelaksana (Penyedia Jasa) yang bertempat di Direksi Keet dengan saling
mendukung untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Jakarta, 2022
Konsultan Perencana
PT. HUDA TATA SARANA
Ir. M. WAJIHUDIN, IAI
Direktur
105