Optimalisasi Velva Sayuran Na-CMC
Optimalisasi Velva Sayuran Na-CMC
ABSTRACT
Velva is a kind of freezing food, like ice cream that made from various fruit or
vegetables. The materials is mixed, homogenized, cooling in the ice cream maker and than was
freezed. Carrot, tomato and mungbean sprout are once of tropical vegetables can be used as
materials for producing velva.
The research is aimed to know effect of proportion carrot, tomato,mungbean sprout and
concentration of Na – CMC to quality of velva sayuran.
The Research used Complete Design Randomized with factorial pattern. The First factor
is kind of vegetables (carrot, tomato, and mungbean sprout); the second factor is
concentration of Na – CMC : 0,5%; 0,6%; 0,7 %; 0,8%;). Ducan't Multiple Range Test was
used to know defference of every treatment.
The best proportion on processing velva vegetables is 80 : 80 : 40(carrot, tomato and
mungbean sprout) and Na- CMC 0,8 %. This treatment is giving the highest overrun is 20,495
%; smooth texture and the highest hedonic value (taste and aroma). The result of chemical
analysis showed that Aw 68,95 %, Caroten total 59,89 %, Vitamin C 68,39%, Vitamin E 24,33
% and Total Soluble Solid 32,47 %.
Key Word : Velva Vegetables, Carrot, Tomato, Mungbean Sprout And Na - CMC
METODOLOGI
Kadar air
Hubungan antara perlakuan proporsi
antara wortel : tomat : kecambah dan
konsentrasi Na – CMC terhadap kadar air
velva sayuran. Dapat dilihat pada Gambar 2
semakin besar konsentrasi Na – CMC dan
pada proporsi antara wortel : tomat :
kecambah (80 : 80 : 40)maka kadar air yang
dihasilkan akan semakin meningkat, karena
pada dasarnya wortel dan tomat
mengandung kadar air tinggi ditambah
dengan adanya Na-CMC yang mempunyai
sifat hidrofilik yang menyebabkan
kemampuan untuk mengikat air pun semakin
tinggi.
69,5000
69,0000
68,5000
Gambar 2. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap kadar air velva sayuran.
70,0000
Total Karoten (mikrogram/g)
60,0000
50,0000
40,0000
30,0000
20,0000
10,0000
0,0000
0,5% 0,6% 0,7% 0,8%
Penambahan Na-CMC (%)
60:90:50 70:70:60 60:80:60 80:80:40
Gambar 3. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap total karoten velva sayuran.
70,0000
68,0000
66,0000
Vitamin C (%)
64,0000
62,0000
60,0000
58,0000
56,0000
54,0000
0,5 0,6 0,7 0,8
Penambahan Na-CMC (%)
60 : 90 : 50 70 : 70 : 60 60 : 80 : 60 80 : 80 : 40
Gambar 4. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap Vitamin C pada velva sayuran.
35,0000
30,0000
Vitamin E (mg/g)
25,0000
20,0000
15,0000
10,0000
5,0000
0,0000
0,5 0,6 0,7 0,8
Penambahan Na-CMC (%)
60 : 90 : 50 70 : 70 : 60 60 : 80 : 60 80 : 80 : 40
Gambar 5. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap Vitamin E pada velva sayuran.
Total Padatan Terlarut penambahan Na – CMC yang semakin besar
maka total padatan terlarut akan semakin
Hubungan antara perlakuan proporsi meningkat, hal ini disebabkan Na – CMC
antara wortel : tomat : kecambah dan akan menarik air yang ada di sekelilingnya,
konsentrasi Na – CMC terhadap total sehingga partikel yang tidak larut air akan
padatan terlarut velva sayuran. Dapat dilihat tetap terdispersi dan menyebabkan
pada gambar 6 pada konsentrasi Na – CMC peningkatan jumlah total padatan terlarut.
0,8% dan pada proporsi antara wortel : Menurut Warsiki dkk (1995)
tomat : kecambah (80 :80: 40) menghasilkan Konsentrasi Na – CMC yang makin
total padatan terlarut tertinggi yaitu 32,4750 meningkat ternyata diikuti dengan
%. Pada Gambar 6 semakin tinggi jumlah peningkatan rendemen, kadar air dan total
wortel pada proporsi sayuran dan padatan terlarut.
33,0000
32,5000
Total Padatan Terlarut(%)
32,0000
31,5000
31,0000
30,5000
30,0000
29,5000
29,0000
0,5 0,6 0,7 0,8
Penambahan Na-CMC (%)
60 : 90 : 50 70 : 70 : 60 60 : 80 : 60 80 : 80 : 40
Gambar 6. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap Total Padatan Terlarut pada velva sayuran.
1,6000
1,4000
Kadar Serat (%)
1,2000
1,0000
0,8000
0,6000
0,4000
0,2000
0,0000
0,5 0,6 0,7 0,8
Penambahan Na-CMC (%)
60 : 90 : 50 70 : 70 : 60 60 : 80 : 60 80 : 80 : 60
.
Gambar 7. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap kadar serat pada velva sayuran.
Ovverun proporsi sayuran wortel : tomat : kecambah
Hubungan antara perlakuan proporsi 80 : 80 : 40 dengan penambahan Na – CMC
antara wortel : tomat : kecambah dan 0,8 %, puree menjadi lebih kental
konsentrasi Na – CMC terhadap overrun dibandingkan dengan perlakuan yang lain,
velva sayuran dapat dilihat pada Gambar 8 sehingga jika kekentalan meningkat maka
pada perlakuan dengan proporsi wortel : teksturnya akan bertambah halus tetapi
tomat : kecambah (60 : 90 : 50) dengan pengembangan adonan akan berkurang.
penambahan Na – CMC 0,8 % memberikan Menurut Arbuckle(1986), jika
overrun tertinggi yaitu sebesar 41,6850 %, kekentalan adonan meningkat maka daya
sedang perlakuan 80 : 80 : 40 dengan pengembangan (overrun) akan semakin
penambahan Na – CMC 0,5 % memberikan menurun.
overrun terendah sebesar 20,4950 %. Pada
45,0000
40,0000
35,0000
overrun (%)x 104
30,0000
25,0000
20,0000
15,0000
10,0000
5,0000
0,0000
0,5 0,6 0,7 0,8
Penambahan Na-CMC (%)
60 : 90 : 50 70 : 70 : 60 60 : 80 : 60 80 : 80 : 40
Gambar 8. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap overun pada velva sayuran.
Gambar 9. Hubungan antara perlakuan proporsi wortel : tomat : kecambah dan penambahan
Na-CMC terhadap waktu pelelehan pada velva sayuran.