0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep dan Tujuan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dasar manajemen berbasis sekolah. Terdapat penjelasan mengenai pengertian manajemen sekolah, pendekatan manajemen sekolah, pengertian manajemen berbasis sekolah beserta tujuan dan manfaatnya."

Diunggah oleh

wachyudiantab
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep dan Tujuan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dasar manajemen berbasis sekolah. Terdapat penjelasan mengenai pengertian manajemen sekolah, pendekatan manajemen sekolah, pengertian manajemen berbasis sekolah beserta tujuan dan manfaatnya."

Diunggah oleh

wachyudiantab
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Dosen Pengempu : Prof. Dr. Ahmad Zainuri, [Link].I


Dr. Amilda, M.A

Disusun Oleh : Resti Utami (223022023)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN


ISLAM

UIN RADEN FATAH PALEMBANG

2023
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan unsur yang sangat penting yang tidak bisa


dipisahkan dari kehiduopan masyarakat, dimana sekolah merupakan tempat
untuk mencapai sekolah unggulan. Tujuan dari administrasi berbasis
sekolah adalah untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan
pendidikan yang memadai. Selama ada badan pengelola yang bertanggung
jawab atas pendidikan, institusi memiliki kesempatan untuk
memaksimalkan dan beradaptasi dengan kinerja staf, mendorong
keterlibatan langsung dengan organisasi yang didedikasikan untuk
memperluas pengetahuan siswa tentang mata pelajaran tersebut.
Dengan kondisi tersebut penerapan Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS) dapat bepeluang besar menjadikan sekolah lebih mandiri, inovatif
dan kreatif. MBS adalah strategi manajemen yang memberikan sekolah
lebih banyak otonomi dan mendorong partisipasi langsung semua anggota
sekolah dalam pengambilan keputusan (misalnya, guru, siswa, orang tua,
dan anggota masyarakat sekitar program sekolah, atau "pemangku
kepentingan") sehingga rasa kebersamaan dan tanggung jawab untuk
sekolah berkembang.1
Seorang pemimpin harus harus memiliki peran dalam membangun
komunikasi yang baik guna untuk melancarkan proses pencapaian tujuan
pendidikan, peran supervise dengan menempatkan diri sebagai pemimpin
yang bukan hanya di depan namun bisa berada disamping sebagai
pengayom dan berdiri dibelakang untuk memberikan motivasi dan
dukungan. Hal ini dilakukan bemuara pada peningkatan kinerja anggota
kelompoknya dan mutu dari lembaga yang dipimpinannya.2

1
Pelista Karo Sekali [Link]., Manajemen Berbasis Sekolah (Scohool Besed
Manajement) (Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani, 2012) Hal. 56
2
Muafi bin yhohir, “kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam Manajemen
Dakwah”, dakwah, dakwatuna Jurnal Valume, Komunikasi Islam 7 (2012), Hal 3

1
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Konsep Manajemen Sekolah ?
2. Bagaimana Konsep Manajemen Bebasis Sekolah ?
3. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
sebagai Pusat Pemberdayaan ?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apa itu Konsep Manajemen Sekolah
2. Untuk mengetahui Konsep Manajemen Berbasis Berbsekolah
3. Untuk mengetahui manajemen berbasis sekolah sebagai pusat
pemberdayaan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Manajemen Sekolah


1. Pengertian Manajemen Sekolah
Untuk memahami apa itu manajemen sekolah terlebih dahulu
memahami manajemen, Ada beberapa definisi manajemen yang
dikemukakan oleh profesional, diantaranya:
a. Mary Parker Follet a. mengusulkan gagasan bahwa manajemen
adalah seni menyelesaikan sesuatu dengan mengoordinasikan
upaya banyak individu yang berbeda.
b. Manajemen, menurut Gryphon, adalah seni dan ilmu
mengkoordinasikan orang dan sumber daya material secara
efektif dan efisien sehingga menghasilkan hasil yang spesifik dan
terukur.
c. Majir mendefinisikan manajemen adalah pekerjaan manajerial
yang membutuhkan campuran tangan orang lain yang bersifat
non manusia yang dilakukan efisien dan berhasil guna mencapai
tujuan. Sedangkan pengertian sekolah adalah suatu lembaga/
institusi yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan secara
sistematis yang memiliki program, sumberdaya dan tujuan. 3
Manajemen sekolah mengacu pada proses memimpin sekolah
menuju tujuan pendidikan yang dinyatakan melalui persiapan strategis
dan taktis, kepemimpinan, dan pengawasan. Peran kepala sekolah
sebagai manajemen sekolah ditetapkan sejak awal. Ungkapan
"manajemen sekolah" juga dapat merujuk pada keseluruhan proses
mengarahkan sekolah menuju tujuan dalam jangka pendek, menengah,
dan panjang. Pengelolaan yang efektif memastikan bahwa semua aset

3
Abdul majir, pradigma manajemen pendidikan abad 21, (Yogyakarta : Deefublish, 2020)
Hal. 2

3
yang tersedia digunakan bersama untuk memajukan misi lembaga.4
Dari pengertian diatas disimpulkan bahwa kapasitas untuk
membujuk orang lain untuk untuk mencapai tujuan dengan sukses dan
efisien, mematuhi aturan yang telah ditetapkan dikenal sebagai
manajemen sekolah. Efektivitas mengacu pada kemampuan untuk
melaksanakan program pendidikan sesuai dengan rencana, sedangkan
efisiensi mengacu pada penyelesaian kegiatan dengan tepat, sesuai
rencana, tepat waktu, dan dengan kemampuan menilai efektivitasnya
(goal).

2. Pendekatan Manajemen Sekolah


Menurut Robbin dalam buku denim 2008 ada tiga pendekatan
sekolah yang baik yaitu : (a) pendekatan pencapaian tujuan, (b)
pendekatan proses atau sistem dan (c) pendekatan respons terhadap
lingkungan.
a. Pendektan pencapaian tujuan
Kapasitas untuk secara efektif mengelola dan memimpin
proses pendidikan sangat penting untuk mencapai tujuan, seperti
kemampuan untuk meningkatkan nilai akademik, yang terkait
erat dengan elemen input untuk menghasilkan output yang
unggul.
b. Pendekatan proses
Metode proses, juga dikenal sebagai pendekatan multidimensi,
adalah strategi sekolah yang didasarkan pada konsistensi internal,
sumber daya yang tersedia, dan tenaga kerja yang produktif.
Sekolah hendaknya membina perkembangan masa depan di mana
mereka menjadi warga negara yang sehat, terinformasi,
kompeten, kreatif, mandiri, dan berbakti dari negara yang
demokratis dan akuntabel; masa depan di mana mereka percaya
dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa; masa depan dimana
mereka beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4
Muhammad mustari, administrasi dan manajemen pendidikan sekolah, (Prodi S2
Studi Agama-Agam Uin Sunan Gunung Djati Bandung : 2022) Hal. 4

4
Sekolah juga harus membina pengembangan kemampuan dan
karakter siswa sebagai peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang ketercapaiannya
secara terukur.
c. Pendekatan Respons Terhadap Lingkungan
Sekolah disusun dan dikelola dengan cara yang
memungkinkan akuntabilitas internal dan eksternal, serta persuasi
masyarakat bahwa sekolah dan pemangku kepentingannya akan
terus berkembang di masa depan. Setiap jenjang pendidikan,
untuk menghadapi tantangan dunia modern, harus
memperhitungkan dampak globalisasi. Konteks setiap tindakan
sangat penting. (thinks globally, but act locally).5

B. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah


1. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Istilah Terjemahan manajemen berbasis sekolah adalah
manajemen berbasis sekolah. Paradigma pendidikan baru yang disebut
school based management (MPMBS) beroperasi secara independen
dari kebijakan pendidikan nasional di tingkat sekolah. Jelaslah bahwa
desentralisasi merupakan ciri peningkatan mutu berbasis sekolah
pendidikan. Desentralisasi pendidikan adalah penyelenggaraan
wewenang dalam bidang pendidikan dari pemerintah pusat
kepemerinyah daerah kabupaten/ kota dan dari kabupaten/kota
kesekolah bahkan dari sekolah ke guru dalam rangka pendidikan
nasional.6
Salah satu tujuan reformasi pendidikan selama beberapa
dekade terakhir adalah menerapkan sistem Manajemen Peningkatan
Mutu di Sekolah (MPMBS). Masalah ini karena peran sekolah sebagai
penyelenggara pendidikan sangat bergantung pada aturan, pedoman,
dan banyak pilihan birokrasi yang memakan waktu yang dibuat sebagai

5
Ibid, Hal 3-4
6
Aldjon Nixon Dapa dan Roos Marie Stella Tuerah, Manajemen Sekolah Inklusi
(Yogyakarta : Deepublihs Publisher, 2021), Hal. 18

5
bagian dari implementasi birokrasi pendidikan nasional.
Bastian mengemukakan bahwa manajemen peningkatan mutu
Pendidikan Berbasis Sekolah (MPMBS) merupakan salah satu jenis
pendidikan alternatif dalam desentralisasi pendidikan, yang ditandai
dengan keterlibatan otonomi untuk sekolah tinggi dan keterlibatan
masyarakat nasional dalam kebijakan pendidikan. Tujuan otonomi
adalah memberi sekolah lebih banyak kelonggaran dalam
mengalokasikan dan mengelola sumber daya mereka tuntutan yang
mendesak dan meningkatkan daya tanggapnya terhadap kebutuhan
lokal. Sekolah juga harus melaksanakan program nasional yang
menjadi prioritas utama pemerintah. Menurut gagasan ini, sekolah
harus bertanggung jawab kepada masyarakat dan pemerintah.

2. Tujuan dan Manfaat MPMBS


Tata kelola mandiri dan partisipasi siswa dalam pengambilan
keputusan merupakan inti dari misi MBS untuk meningkatkan hasil
pendidikan. Otonomi dapat dilihat sebagai kebebasan dari kontrol
eksternal atas perilaku sendiri. Oleh karena itu, otonomi sekolah
mengacu pada kebijaksanaan sekolah dalam melaksanakan dan
mengelola kebutuhan siswanya dalam batas-batas hukum dan kebijakan
pendidikan nasional.
Berkenaan dengan tujuan dan manfaat pelaksanaan MPMBS
maka supriono dan sapri juga mengungkapkan bahwa maanfaat struktur
umum manajemen peningkatan mutu di sekolah adalah sebagai berikut
:
a. Karena mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang
kekuatan, keterbatasan, peluang, dan potensi ancaman mereka
sendiri, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang
mereka miliki untuk memajukan institusi mereka.
b. Sekolah lebih menyadari tuntutan lembaganya, terutama input
sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan siswa,
pendidikan akan dikembangkan dan digunakan dalam proses

6
pengajaran..
c. Pengambilan keputusan sekolah dapat mengidentifikasi
kebutuhan karena sekolah lebih mengetahui tentang apa yang
terbaik bagi mereka.
d. Ketika masyarakat mengawasi penggunaan sumber daya
pendidikan, lebih efektif dan efisien.
e. Melibatkan komunitas sekolah dalam demokrasi yang terbuka
dan kuat dipupuk melalui pengambilan keputusan yang
transparan..
f. Ketika masyarakat mengawasi cara yang lebih cerdas dan lebih
efisien untuk menggunakan sumber daya pendidikan.
g. Sekolah dapat dimintai pertanggungjawaban kepada
masyarakat, orang tua, pemerintah, dan siswa atas kualitas
pendidikan yang mereka berikan.
h. Sekolah dapat terlibat dalam kompetisi konstruktif untuk
meningkatkan kualitas pengajaran.
i. Sekolah mampu beradaptasi dengan cepat dan efektif terhadap
pergeseran aspirasi masyarakat.7

3. Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)


Konsep peningkatan mutu berbasis sekolah Menerapkan empat
prinsip manajemen berbasis sekolah sebagai cara untuk mewujudkan
otonomi daerah di bidang pendidikan memungkinkan manajemen
dipahami dari tujuannya: Fleksibilitas, kemandirian, inisiatif, dan
kemandirian.
a. Prinsip otonomi
Kemandirian, khususnya kemandirian dalam mengatur dan
mengendalikan diri, merupakan pengertian dari prinsip otonomi.
Indikator utama kemandirian sekolah adalah kemandirian
program dan keuangan. Kemandirian yang konsisten akan
menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan pendidikan.

7
Ibid. Hal. 19-21

7
b. Prinsip fleksibel
Prinsip fleksibel dapat dilihat sebagai ukuran kepercayaan
yang diberikan kepada kepala sekolah oleh para donor untuk
memastikan bahwa dana sekolah umum digunakan secara efektif
untuk meningkatkan standar pendidikan. Mandiri, mobile, dan
responsif terhadap isu-isu mendesak, akan muncul sekolah-
sekolah yang mengikuti konsep panduan ini.
c. Prinsip partisipasi
Menciptakan suasana yang demokratis dan terbuka
merupakan salah satu cara untuk memahami konsep partisipasi.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, warga sekolah (guru,
staf, siswa, dan lingkungan sekitar sekolah) didorong untuk
berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan,
dan penilaian.
d. Prinsip inisiatif
Manusia dipandang sebagai sumber daya yang dinamis
daripada yang tetap, yang merupakan filosofi penuntun proyek.
Dengan demikian, potensi laten sumber daya manusia harus
selamanya diselidiki, digali, dan diubah menjadi aset
kewirausahaan dalam administrasi instruksional.8

4. Ruang Lingkup Manjemen Berbasis Sekolah (MBS)


Manajemen dalam pengaturan pendidikan mencakup beberapa
aspek, termasuk namun tidak terbatas pada:
a. adalah kemandirian distrik sekolah untuk membuat
keputusan tentang pendidikan. Dalam situasi ini, komite
sekolah membantu administrator dan guru mengelola
sekolah.
b. Otonomi pimpinan pendidikan terkait manajemen
(rencana strategis, rencana operasional, struktur

8
Ara Hoidayat dan imam machali, pengelolaan pendidikan : konsep, prinsip, dan
aplikasi dalam mengelola sekolah dan madrasah, (Yogyakarta : kaukaba, 2012) Hal. 56

8
organisasi, dan prosedur kerja, sistem audit dan
pengendalian internal, sistem penjaminan mutu internal).
Hal ini termasuk dalam lingkup MBS, ketika setiap unit
sekolah diberi kekuasaan untuk mengawasi kegiatan pendidikan yang
berlangsung di satuan pendidikan tersebut. Sederhananya, orang sering
kekurangan pemahaman konseptual dan dasar tentang prinsip
desentralisasi model MBS. Karena mereka membutuhkan peraturan
untuk berbagai tindakan untuk melaksanakan kebijakan sekolah,
administrasi sekolah yang seharusnya dapat menangani berbagai hal
secara mandiri, tidak dapat melakukannya.
MBS yang demikian tidak ideal, seolah-olah sekolah dikelola
oleh pemerintah sebagai pengelola suatu daerah secara “ultpilot”.
Model yang sesuai dengan kondisi aktual masing-masing sekolah,
kondisi masing-masing sesuai dengan koneksi lokalnya, belum
teridentifikasi karena MBS sering dipersoalkan dengan berbagai cara.
Oleh karena itu, diperlukan teks tentang MBS yang dibuat secara tepat
dan relevan sesuai dengan keadaan aktual di sekolah.9

C. Manajemen Berbasis Ssekolah (MBS) Sebagai Pusat Pemberdayaan


Pemberdayaan adalah metode yang telah dicoba dan benar untuk
meningkatkan hasil pendidikan. Berbagi akuntabilitas profesional dengan
pendidik adalah kunci untuk menghasilkan karya terbaik mereka. Partisipasi
partisipasi guru dalam pengambilan keputusan dan pembagian tugas.
Pemberdayaan merupakan hal mendasar bagi MBS karena
membantu siswa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri dan
dengan demikian meningkatkan hasil akademik. Di sisi lain, jika kita ingin
memperkuat sekolah kita, kita perlu bekerja untuk memberdayakan anak-
anak kita dan lingkungan sekitar kita. Untuk tujuan meningkatkan
kesejahteraan siswanya, SBM menggunakan pendekatan pemberdayaan
yang merangsang kemauan dan kapasitas mereka untuk mengendalikan

9
Ana widyastuti, dkk., manajemen berbasis sekolah: konsep,strategi dan
Perencanaan, (Yayasan kita menulis, 2020), Hal. 14

9
hidup mereka dan dunia di sekitar mereka.
Dalam MBS, setidaknya ada delapan fase pemberdayaan,
diantaranya sebagai berikut :
1. Buat kelompok pendidik untuk menandakan penerimaan pertama
program.
2. Mengidentifikasi dan membuat kelompok siswa di sekolah
3. Memilih dan mendidik pendidik dan otoritas lokal yang akan
bekerja sama dengan administrasi berbasis sekolah.
4. Membentuk dewan sekolah yang diawasi oleh pemerintah daerah,
terdiri dari perwakilan sekolah dan masyarakat.
5. Menjadwalkan rapat dewan pendidikan.
6. Dorong aktivitas tim yang berkelanjutan
7. Menjalin hubungan positif antara masyarakat dan sekolah
8. Merencanakan lokakarya evaluasi.10

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Ungkapan "manajemen sekolah" juga dapat merujuk pada
keseluruhan proses mengarahkan sekolah memiliki tujuan jangka pendek,
menengah, dan panjang.

10
Ahmad zainal aziz, manajemen berbasis sekolah : arternatif peningkatan mutu
pendidikan madrasah (jurnal pendidikan islam : El-Tarbawi volume VIII, NO.1 2015) Hal
86

10
Pendekatan Manajemen Sekolah Ada tiga metode sekolah yang
efektif, menurut Robbin dalam buku denim 2008: (a) pendekatan untuk
mencapai tujuan, (b) pendekatan proses atau sistem, dan (c) pendekatan
reaksi terhadap lingkungan.
Bastian mengklaim bahwa MPMBS, atau Manajemen Peningkatan
Mutu Berbasis Sekolah, adalah bentuk pendidikan alternatif di bawah
desentralisasi pendidikan. Ini dibedakan oleh tingginya tingkat keterlibatan
masyarakat dalam kebijakan pendidikan nasional dan otonomi sekolah
yang cukup besar.
Dalam MBS, setidaknya terdapat delapan tahapan pemberdayaan,
yaitu sebagai berikut: 1) Pembentukan kelompok guru sebagai tahap awal
adopsi program. 2. Mengidentifikasi dan membuat kelompok siswa di
sekolah. 3. Memilih dan mendidik pendidik dan otoritas lokal yang akan
bekerja sama dengan administrasi berbasis sekolah. Buat dewan sekolah
yang terdiri dari perwakilan masyarakat dan sistem pendidikan, di bawah
arahan pemerintah daerah. 5. Atur pertemuan untuk anggota dewan sekolah.
Dukung kegiatan kelompok yang berkelanjutan, nomor enam. 6.
Menciptakan hubungan positif antara masyarakat dan sekolah. 7. lokakarya
evaluasi perencanaan.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat., Ara dan imam machali,2012., pengelolaan pendidikan : konsep,


prinsip, dan aplikasi dalam mengelola sekolah dan madrasah,
Yogyakarta : kaukaba

Karo., Pelista Sekali [Link]., 2012., Manajemen Berbasis Sekolah (Scohool


Besed Manajement) Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani,

Majir.,Abdul,2020 pradigma manajemen pendidikan abad 21, Yogyakarta :


Deefublish

11
Muafi bin yhohir,2012 “kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam
Manajemen Dakwah”, dakwah, dakwatuna Jurnal Valume,
Komunikasi Islam 7

Mustari., Muhammad , 2022 administrasi dan manajemen pendidikan


sekolah, Prodi S2 Studi Agama-Agam Uin Sunan Gunung Djati
Bandung

Nixon ., Aldjon Dapa dan Roos Marie Stella Tuerah, 2021. Manajemen
Sekolah Inklusi (Yogyakarta : Deepublihs Publisher

widyastuti, Ana.,dkk.,2020. manajemen berbasis sekolah: konsep,strategi


dan Perencanaan, Yayasan kita menulis

zainal aziz, Ahmad ., 2015. manajemen berbasis sekolah : arternatif


peningkatan mutu pendidikan madrasah . Jurnal pendidikan islam :
El-Tarbawi volume VIII, NO.1

12

Anda mungkin juga menyukai