0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan63 halaman

RPP Bahasa Indonesia: Teks Editorial Kelas XII

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Cibinong untuk materi editorial. Pembelajaran akan dilaksanakan dalam 4 pertemuan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan model problem based learning. Peserta didik diharapkan dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial serta merancang teks editorial sendiri.

Diunggah oleh

Rey
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan63 halaman

RPP Bahasa Indonesia: Teks Editorial Kelas XII

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Cibinong untuk materi editorial. Pembelajaran akan dilaksanakan dalam 4 pertemuan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan model problem based learning. Peserta didik diharapkan dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial serta merancang teks editorial sendiri.

Diunggah oleh

Rey
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 2 Cibinong


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : XII / 1 (satu)
Materi pokok : Meluaskan Wawasan dan Daya Kritis
dengan Editorial
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 4 jam pelajaran)

A. Kompetensi Inti

Kompetensi
Inti
KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif
KI-2 dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.

Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
KI-3 pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
KI-4 dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar/KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi/IPK


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menganalisis 3.6.1 Mengidentifikasi struktur teks editorial
struktur dan kebahasaan 3.6.2 Mengidentifikasi unsur kebahasaan teks editorial
teks editorial.

4.6 Merancang teks 4.6.1 Menyusun teks editorial yang sesuai topik, struktur,
editorial dengan
memerhatikan struktur
dan kebahasaan baik dan kebahasaan
secara lisan maupun 4.6.2 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi topik,
tulis. kerangka, stuktur, unsur kebahasaan, dan teks
editorial yang telah disusun

C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah berdiskusi dan menggali informasi (Condition), peserta didik dapat
menenetukan (Behaviour) struktur dalam teks editorial dengan percaya diri
(Degree).
2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi (Condition), peserta didik dapat
mengidentifikasi (Behaviour) kebahasaan teks editorial dengan disiplin
(Degree).
3. Setelah membaca contoh teks editorial yang telah didapatkan (Condition), peserta
didik dapat menyusun (Behaviour) teks editorial yang sesuai topik, struktur, dan
kebahasaan dengan penuh kreativitas (Degree).
4. Setelah menyusun teks editorial dengan memperhatikan isi dan aspek kebahasaan
(Condition), peserta didik dapat mempresentasikan (Behaviour) teks editorial yang
telah disusun secara lisan dengan kerja sama, dan penuh tangung jawab (Degree).
D. Materi Pembelajaran
a. Fakual : Teks editorial
b. Konseptual
1. Pendapat dalam teks editorial.
2. alternatif solusi dalam teks editorial.
3. simpulan dalam teks editorial.
c. Prosedur : Langkah - langkah menyeleksi ragam informasi (fakta dan opini)
dalam teks editorial.
d. Metakognitif : Siswa melakukan pengamatan terhadap teks editorial dan siswa
dapat mengidentifikasi pendapat,alternatif solusi dan simpulan dari teks
editorial, serta siswa dapat menyelksi ram informasi berupa fakta dan opini.

E. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Problem based learning
Teknik : Tanya jawab, diskusi, penugasan
F. Media/Alat dan Bahan PembelajaranMedia
1. Teks Editorial
2. Video
3. Salindia
Alat/Bahan Pembelajaran
1. Spidol
2. Papan tulis
3. Laptop
4. Proyektor
Sumber Belajar
1. Buku penunjang Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII
Kemendikbud, tahun 2016
2. Buku : CERDAS BERBAHASA INDONESIA Untuk SMA Kelas XII
(Kurikulum 2013 Revisi )
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama

Agenda Uraian Kegiatan Penguatan Durasi


Pembelajaran Pendidikan Waktu
Karakter
(PPK)
Pendahuluan 1. Guru melakukan salam Santun 15 menit
dan sapa
2. Guru mengecek
Orientasi kehadiran peserta didik
3. Peserta didik menyiapkan Memelihara
kondisi fisik dan psikis kesehatan,
dengan baik untuk jasmani, rohani,
mengikuti pembelajaran dan lingkungan.

4. Peserta didik mengecek


kebersihan ruangan dan
kerapian tempat belajar
masing-masing dengan
bimbingan guru.
(TPACK)
Religius
5. Salah satu peserta didik
memimpin doa sebelum
kegiatan belajar dimulai.
Apersepsi
6. Peserta didik menyimak
tujuan pembelajaran, Komunikatif
motivasi, dan petunjuk
pembelajaran yang
disampaikan oleh guru.

Motivasi 7. Peserta didik menyimak


penjelasan manfaat
materi pembelajaran
dengan kehidupan sehari-
hari
8. Peserta didik menyimak
Pemberian Acuan kompetensi yang akan
dicapai dan garis
kegiatan yang akan
dilakukan
9. Peserta didik menyimak
aspek-aspek yang akan
dinilai saat pembelajaran.
Inti Problem Based Leraning 60 menit
Orientasi Peserta Didik pada
Masalah
1. Peserta didik
Mengamati mengajukan sebuah Kerja sama
permasalahan terkait Tanggung jawab
dengan editorial
2. Peserta didik
mengamati contoh teks
editorial yang disajikan
3. Berdasarkan contoh
Menanya
yang disajikan, peserta
didik dapat
mengajukan
pertanyaan mengenai
editoral

Mengumpulkan Mengorganisasikan peserta Kerja sama


Data didik belajar
1. Peserta didik
bergabung dengan
kelompok
Tanggung jawab
2. Peserta didik membuka
LKPD tentang
mengidentifikasi
struktur dan
kebahasaan teks
editorial
Membimbing penyelidikan
individu dan kelompok
Kerja sama
1. Guru membimbing
Mengolah Informasi peserta didik
melakukan diskusi
untuk menyelesaikan
masalah yang diajukan.
Mengembangkan dan
menyajikan karya
Mengomunikasikan
1. Secara berkelompok,
peserta didik
menganalisis struktur
teks editorial yang telah
didapatkan

2. Peserta didik menyusun


hasil analisis struktur dan
kebahasaan teks editorial
pada LKPD.

3. Setiap kelompok
menyampaikan
kesimpulan mengenai
materi struktur teks
editorial.

Menganalisis dan Tanggung jawab


Mengevaluasi Proses
Pemecahan Masalah
1. Peserta didik
Evaluasi mempresentasikan
tulisannya untuk
dikomentari/ditanggapi
oleh peserta didik yang
lain
2. Guru melakukan
evaluasi pembelajaran

Penutup 1. Peserta didik Tanggung jawab 15 menit


menyimpulkan hasil
diskusi tentang poin-
poin penting yang
muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru
dilaksanakan. ( High
Order Thinking Skills-
HOTS).

2. Guru memberikan umpan


balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran
struktur teks editorial.

3. Guru mengerjakan kuis


singkat.

4. Guru menginformasikan
pembelajaran berikutnya.
Religius
5. Guru mengakhiri
pembelajaran dengan
berdo’a .

6. Guru mengucapkan
salam penutup.
Pertemuan Kedua

Agenda Uraian Kegiatan Penguatan Pendidikan Durasi


Pembelajaran Karakter (PKK) Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru melakukan salam
dan sapa Santun

Orientasi 2. Guru mengecek kehadiran


peserta didik
3. Peserta didik menyiapkan
kondisi fisik dan psikis Memelihara kesehatan,
dengan baik untuk jasmani, rohani, dan
mengikuti pembelajaran lingkungan.

4. Peserta didik mengecek


kebersihan ruangan dan
kerapian tempat belajar
masing-masing dengan
bimbingan guru.
(TPACK)
Religius
5. Salah satu peserta didik
memimpin doa sebelum
kegiatan belajar dimulai.
Apersepsi
6. Peserta didik menyimak Komunikatif
tujuan pembelajaran,
motivasi, dan petunjuk
pembelajaran yang
disampaikan oleh guru.
Motivasi 7. Peserta didik menyimak
penjelasan manfaat materi
pembelajaran dengan
kehidupan sehari-hari
8. Peserta didik menyimak
kompetensi yang akan
Pemberian Acuan dicapai dan garis kegiatan
yang akan dilakukan
9. Peserta didik menyimak
aspek-aspek yang akan
dinilai saat pembelajaran.
Inti Problem Based Learning 60 menit
Orientasi peserta didik pada
Mengamati masalah
1. Pendidik mengajukan Disiplin
sebuah permasalahan
terkait isu dalam
editorial
2. Peserta didik
mengamati tayangan
contoh teks editorial Rasa ingin tahu
3. Berdasarkan tayangan
Menanya video yang ditonton
peserta didik
menanyakan langkah-
langkah menyusun teks
editorial
Mengorganisasikan peserta
didik belajar
1. Peserta didik Kerja sama
Mengumpulkan bergabung dengan
Data kelompok kecil.
2. Peserta didik menerima
LKPD tentang
menyusun teks editorial Tanggung jawab
sesuai dengan struktur
dan aspek kebahasaan.
Membimbing penyelidikan
individu dan kelompok
Mengolah 1. Pendidik membimbing
Informasi peserta didik Kerja sama
melakukan diskusi
untuk menyelesaikan
masalah yang diajukan.
2. Peserta didik
mengumpulkan bahan
gagasan/ide yang akan Berpikir kritis
dijadikan topik menulis
teks editorial keadaan
lingkungan sekolah.
Mengembangkan dan
menyajikan karya
1. Peserta didik menyusun
hasil diskusi
Mengomunikasikan pemecahan masalahnya
ke dalam sebuah tulisan
2. Pendidik meminta
kelompok untuk
menyajikan tulisan
mereka.
Menganalisis dan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Peserta didik
mempresentasikan Tanggung jawab
Evaluasi tulisannyauntuk
kemudian
dikomentari/ditanggapi
olehpeserta didik yang
lain.
2. Pendidik melakukan
evaluasi pembelajaran.

Penutup Tanggung jawab 15 menit


1. Peserta didik
menyimpulkan hasil
diskusi tentang poin- poin
penting yang muncul
dalam kegiatan
pembelajaran yang baru
dilaksanakan. ( High
Order Thinking Skills-
HOTS).

2. Guru memberikan umpan


balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran
struktur teks editorial.

3. Guru mengerjakan kuis


singkat.

4. Guru menginformasikan
pembelajaran berikutnya.

5. Guru mengakhiri
pembelajaran dengan
berdo’a .

6. Guru mengucapkan salam Religius


penutup.
3. Penilaian Proses dan Hasil
BelajarTeknik Penilaian:
• Sikap : Observasi saat pembelajaran tentang sikap ingin tahu,
tanggungjawab, dan komunikatif.
• Pengetahuan : Tes tulis bentuk uraian tentang menganalisis isi,
struktur, dankebahasaan teks editorial.
• Keterampilan : Praktik merancang teks editorial dengan
memperhatikanstruktur dan kebahasaan.
Remedial
1. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD-nya belum
tuntas
2. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal),
atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
3. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial
belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa
tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
1. Siswa yang mencapai nilai <85 diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
2. Siswa yang mencapai nilai >85 diberikan materi melebihi cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
4. Lampiran
• Bahan Ajar
• Media Pembelajaran
• LKPD
• Kisi-kisi, instrumen, dan rubrik penilaian

Mengetahui Cibinong, September 2022


Kepala SMA Negeri 2 cibinong, Guru Mata Pelajaran

Hj. Elis Nurhayati, [Link]. Sari Rahayu Hidayat, [Link].


NIP. 196902121992032008 NIP.
D
SARI RAHAYU HIDAYAT
Kompetensi Dasar

3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial


4.6 Merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan
kebahasaan baik secara lisan maupun tulis.
Deskripsi
Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran Bahasa
Indonesia untuk SMK kelas XII semester 1. Modul pembelajaran
ini dapat mempermudah dalam proses pembelajaran. Modul ini
berisi materi pembelajaran yaitu Teks Editorial.
PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan dapat:


1. Mengidentifikasi struktur teks editorial.
2. Menganalisis kaidah kebahasaan teks editorial.
3. Menyusun teks editorial dengan memerhatikan struktur dan aspek kebahasaan.
Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi
terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial
(menimbulkan perbedaan pendapat). Teks editorial disebut juga tajuk rencana. Teks editorial dapat
diasumsikan sebgai institusi media massa terhadap peristiwa yang dibahas.
Fakta dan Opini dalam Teks Editorial

Fakta adalah hal, keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang
benar-benar terjadi. Fakta sulit terbantahkan karena dapat dilihat, didengar, atau
diketahui oleh banyak pihak. Fakta yang disajikan dalam teks editorial berupa
peristiwa dan data-data terkait dengan peristiwa yang dibahas.
Opini merupakan tanggapan redaksi untuk mendukung pandangan atau sikap
terhadap peristiwa yang sedang dibahas. Opini masih bisa diperdebatkan. Dalam
menanggapi satu objek atau peristiwa yang sama, akan timbul berbagai pendapat
yang sifatnya beragam. Opini dalam teks editorial dapat berupa penilaian, kritik,
prediksi (dugaan berdasarkan fakta empiris), harapan, dan saran penyelesaian
masalah.
STRUKTUR TEKS EDITORIAL

Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah


mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian [Link]
bagian pengenalan isu disajikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial.
Argumentasi dalam teks editorial disebut juga sebagai penyampaian pendapat. Bagian ini
merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu yang sudah
diperkenalkan sebelumnya.
Penegasan Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran, atau rekomendasi. Di
dalamnya juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau
mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut.
KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

Penggunaan kalimat retoris Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak
ditujukan untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan dimaksudkan
agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan tersebut sehingga
tergugah untuk berbuat sesuatu, atau minimal berubah pandangannya terhadap
isu yang dibahas.
Contoh: Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberi tahu mengenai rencana
Pertamina menaikkan elpiji?
Penggunaan kata-kata populer Penggunaan kata-kata populer digunakan
digunakan dengan tujuan agar pembaca mudah mencerna, tetap merasa rilek
meskipun membaca masalah yang serius dan dipenuhi dengan tanggapan yang
kritis.
Contoh: terkaget-kaget, pencitraan, dan menengarai
Penggunaan kata ganti penunjuk Kata ganti penunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal
lainnya yang menjadi fokus ulasan.
Contoh:
a. Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis.
b. Berdasar simpulan rapat itulah, Presiden kemudian membuat keputusan harga elpiji 12 kg yang diumumkan pada
hari Minggu kemarin.
c. Rasanya mustahil kalau pemerintah, dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberi tahu
serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

Penggunaan konjungsi kausalitas Konjungsi kausalitas diantaranya yaitu sebab, karena, sehingga, oleh sebab itu.
Hal ini terkait dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan redaktur berkenaan dengan masalah
yang dikupasnya.
Contoh:
a. Masyarakat sebagai konsumen menjadi terkaget-kaget karena kenaikan tanpa didahului sosialisasi.
b. Malah boleh jadi ada politisi yang mengkategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan
sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat
Langkah-Langkah Membuat Teks Editorial

Memilih topik
Pemilihan topik menjadi langkah pertama dalam penulisan teks editorial. Pemilihan
topik berkaitan dengan isu yang akan menjadi dasar penulisan editorial.
Isu yang akan diangkat perlu dipertimbangkan dan hal ini sesuai dengan kebijakan
kita sebagai penulis dan pihak redaksi media.
Selain itu, pilihlah isu dengan topik yang menarik minat baca masyarakat dan
berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas seperti tentang kekeringan
yang dialami oleh berbagai daerah di Indonesia, kenaikan harga BBM,
pembentukan kabinet dalam pemerintahan, dan sebagainya.
Mengaitkan bagian-bagian editorial dan mengembangkannya

Penyusunan editorial dapat didiskusikan dengan anggota redaksi.


Diskusi tersebut perlu dilakukan agar dapat menghubungkan antara isu atau topik yang
ditulis dengan sikap media.
Tidak hanya isu yang perlu disepakati bersama tetapi juga detail dan contoh yang akan
diungkapkan dalam editorial tersebut.
Setelah itu, didiskusikan pula tentang opini yang akan disampaikan dan solusi yang akan
diberikan dalam editorial.
Lalu dikembangkanlah teks editorial dengan memperhatikan hal-hal yang sudah didiskusikan
tersebut.
Memperbaiki isi teks editorial termasuk isi dan kaidah kebahasaannya

Editorial harus berisi kejelasan dan disampaikan dengan akurat serta tidak menyerang
pihak lain.
Selain itu, penyampaian opini dalam editorial tidak terkesan mengajari kepada pembaca.
Paragraf disusun dengan menggunakan kalimat yang efektif dan kata-kata yang lugas.
Penggunaan contoh dan ilustrasi akan sangat bermanfaat.
Apalagi jika tulisan disertai dengan kutipan yang memiliki nilai untuk menguatkan opini
yang akan ditulis dan hal yang penting adalah menyampaikan opini dengan jujur dan
akurat.
TEKS EDITORIAL
KOMPETENSI DASAR

3.5 Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan


simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial

4.5 Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial


baik secara lisan maupun tulis

3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial

4.6 Merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan


kebahasaan baik secara lisan maupun tulis
Teks editorial adalah sebuah artikel dalam surat
kabar yang merupakan pendapat atau pandangan
redaksi terhadap suatu peristiwa yang aktual atau
sedang menjadi perbincangan hangat pada saat
surat kabar itu diterbitkan. Isu atau masalah aktual
itu dapat berupa masalah politik, sosial, maupun
masalah ekonomi yang berkaitan dengan politik.
TEKS EDITORIAL

Teks Editorial merupakan opini


atau pendapat yang ditulis oleh
redaksi sebuah media terhadap
isu aktual di masyarakat. Opini
yang diulis oleh redaksi tersebut
dianggap sebagai pandangan
resmi suatu penerbit atau media
terhadap suatu isu aktual.
MEMBACA BERITA????

GAWAI SURAT KABAR


Opini dan Fakta
Opini Fakta

Buah pemikiran Peristiwa,


berupa pendapat, kejadian, atau
penilaian, kritik, keadaan yang
harapan, atau
prediksi (dugaan)
nyata dan benar
terjadi.
Polusi Udara Jakarta

[Link]
Polusi Udara Jakarta

• Polusi udara Jakarta (FAKTA) PERISTIWA........


• Polusi tidak bisa diremehkan walau
efeknya tidak
terasa (OPINI) PENILAIAN / PENDAPAT
• Peningkatan jumlah kendaraan menjadi
penyebab
utama (OPINI) PENILAIAN / PENDAPAT
• Polutan dari pembangunan PLTU lebih mengerikan dan
berbahaya (OPINI) PENILAIAN / PENDAPAT

• Kualitas udara Jakarta dipantau melalui alat pengukur


kelas udara FAKTA
• Menggunakan masker yang benar, tidak membakar
sampah, mengurangi rokok dan beralih ke moda
Opini dalam Teks Editorial
• Harapan
Contoh:Sebaiknya pemerintah
mempertimbangkan kembali rencana
kebijakan kenaikan tarif dasar listrik
tersebut.
• Saran
Contoh: Jika memang kenaikan
tersebut urgent dilakukan, alangkah
bijaksananya jika pemerintah juga
dengan pemberian subsidi kepada
masyarakat menengah ke bawah di
sektor yang lain, misalnya bidang
kesehatan.
Ciri-ciri Teks Editorial
• Topik tulisan teks editorial selalu hangat
(sedang berkembang dan dibicarakan secara
luas oleh masyarakat), bersifat aktual dan
faktual.
• Teks editorial bersifat sistematis dan logis.
• Teks editorial merupakan sebuah opini/
pendapat yang bersifat argumentatif.
• Teks editorial menarik untuk dibaca, karena
ditulis dengan menggunakan kalimat yang
singkat, padat dan jelas.
STRUKTUR TEKS EDITORIAL

Pernyataan atau
Pengenalan Isu Argumentasi Penegasan Ulang

alasan atau bukti penegasan ulang


sudut pandang pendapat yang didukung
penulis tentang yang digunakan oleh fakta di bagian

isu atau guna memperkuat argumentasi guna


memperkuat/menegaskan.
pernyataan dalam
masalah yang tesis.
Penegasan ulang berada
di bagian akhir teks.
dibahas Solusi atau saran-saran
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kalimat retoris merupakan kalimat tanya yang tidak


ditujukan untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan
retoris ditujukan untuk pembaca agar merenungkan
masalah yang dipertanyakan tersebut, sehingga
tergugah untuk berbuat sesuatu, atau minimal
berubah pandangannya terhadap isu yang
dibahas.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Kalimat dan pertanyaan retorik sangat lekat dalam budaya
Indonesia yang berhubungan dengan soal ramah-tamah.
Kalimat retorik yang paling sering ditemui dalam kehidupan
sehari-hari adalah kalimat seperti:
“Baru pulang mas/mbak” “Mau pergi kerja ya?”
“Wah rumahnya jauh ya”
“Kamu ke mana aja baru tau?”
“Wah cuacanya bagus ya”
“Apa bisa kita hidup tanpa makan dan minum?”
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kata populer yaitu kata-kata yang mudah


dipahami oleh orang banyak.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Menggunakan kata ganti penunjuk yang merujuk pada


waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi
fokus ulasan.
contohnya seperti penunjuk tempat sana, sini, situ, ke
sana, ke sini, ke situ, di sana, di sini, di situ. Atau
penunjuk hal begini dan begitu.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang


menghubungkan dua satuan bahasa yang
sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa,
klausa dengan klausa, serta kalimat dengan
kalimat.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

• Klausa: terdiri atas beberapa kelompok kata.


Minimal ada satu subjek dan satu predikat.
Contohnya saya sudah sampai.
• Kalimat: terdiri atas klausa. Contohnya kemarin
malam saya membeli martabak manis di depan
toko swalayan.
• Paragraf: terdiri atas berbagai kalimat sehingga
membentuk paragraf.
Teks editorial dan teks berita sama-
sama turunan dari produk jurnalistik.
Lalu, bagaimana membedakan teks
berita yang kita baca sehari-hari,
dengan teks editorial?
Teks Editorial dan Berita
• Penulisan teks editorial merupakan pandangan atau pendapat dari
redaksi atau seseorang terhadap suatu isu. Pendapat tersebut
dikuatkan dengan bukti berupa data dan fakta.
• Tujuannya agar memberikan pandangan kepada pembaca serta
mengajak pembaca berpikir tentang isu yang sedang berkembang.
Sementara teks berita ditulis dengan tujuan memberi informasi
pada pembaca. Informasi tersebut berupa kejadian atau isu yang
memenuhi nilai berita. Penulis berita adalah wartawan atau
reporter. Penulis tidak dapat memasukkan opini atau pendapatnya
dalam teks berita, karena akan menyalahi kode etik jurnalistik.
Teks Editorial dan Artikel
Artikel ditulis berdasarkan fakta dengan topik yangdisesuaikan
dengan kebutuhan pembaca . Editorial memiliki topik yang
selalu hangat diperbincangkan dan ditulis oleh redaksi sebuah
media . Berita berisi informasi terkini yang penting untuk
diketahui khalayak umum .
TIPE TEKS EDITORIAL

• Menjelaskan atau menginterpretasikan

• Kritis

• Persuasi (membujuk)

• Pujian
ALTERNATIVE RESOURCES
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sekolah : SMA Negeri 2 Cibinong


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : XII / 1 (satu)
Materi pokok : Meluaskan Wawasan dan Daya Kritis dengan
Editorial
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 4 jam pelajaran)

Kelompok : ..................................................... Nilai


Anggota : 1..............................................
: 2..............................................
: 3..............................................
: 4..............................................
: 5..............................................

Kompetensi Dasar Indikator


3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan 3.6.1 Mengidentifikasi struktur teks editorial
teks editorial. 3.6.2 Mengidentifikasi unsur kebahasaan teks editorial
3.6.3 Menganalisis topik teks editorial
3.6.4 Menganalisis kerangka karangan teks editorial

4.6 Merancang teks editorial dengan 4.6.1 Menentukan struktur dan unsur kebahasaan dalam
memerhatikan struktur dan kebahasaan teks editorial
baik secara lisan maupun tulis. 4.6.2 Menyusun teks editorial yang sesuai topik,
struktur, dan kebahasaan
4.6.3 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi
topik, kerangka, stuktur, unsur kebahasaan, dan teks
editorial yang telah disusun
Tujuan Pembelajaran

a. Setelah peserta didik (Audience) berdiskusi dan menggali informasi


(Condition), peserta didik dapat menenetukan (Behaviour) struktur dan unsur
kebahasaan dalam teks editorial (Degree).
b. Setelah peserta didik (Audience) membaca contoh teks editorial yang telah
didapatkan (Condition), peserta didik dapat menyusun (Behaviour) teks
editorial yang sesuai topik, struktur, dan kebahasaan (Degree).
c. Setelah peserta didik (Audience) menyusun teks editorial dengan
memperhatikan isi dan aspek kebahasaan (Condition), peserta didik dapat
mempresentasikan (Behaviour) teks editorial yang telah disusun secara lisan
dengan kerja sama, kreativitas, dan penuh tangung jawab (Degree).
KEGIATAN PESERTA DIDIK
PERTEMUAN 1

Menyusun teks editorial yang sesuai topik, struktur, dan kebahasaan.

1. Pilihlah satu berita di koran yang faktual, fenomenal atau kontrovesrsial!


2. Buatlah teks editorial berdasarkan struktur untuk menaggapi berita tersebut!
3. Kumpulkan bersama berita terpilih!
1. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 2 Cibinong


Kelas/Semester : XII / 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

KEJADIAN/ BUTIR POSITIF/ TINDAK


NO WAKTU NAMA
PERILAKU SIKAP NEGATIF LANJUT
1
2
3
4
5

2. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN


a. Penilaian Formatif
SOAL
1. Sebutkan dan jelaskan struktur teks editorial!
2. Jelaskan apa saja yang terdapat pada bagian pengenalan isu?
3. Bagaimana bentuk pendapat media dalam teks editorial?
4. Jelaskan apa saja yag terdapat pada bagian penegasan?

KUNCI JAWABAN
1. Struktur Teks Editorial
a. Pengenalan isu
b. Pendapat
c. Penegasan
2. Isi pengenalan isu berupa eristiwa atau fakta yang ramai dibahas khalayak ramai. Dari
peristiwa ini mediamenuliskan permasalahan.

3. Pendapat dapat berupa penilaian, kritik, prediksi, harapan, atau saran.


4. Isi penegasan, berupa simpulan dan saran kepada pihak terkait.

b. Penilaian Sumatif
Kisi-Kisi Penilaian Pengetahuan

No Kompetnsi Indikator Materi Indikato Level Bentuk Nomor


Dasar Pencapaian r Soal Kognitif Soal Soal
Kompetensi
1. Menganalisis Menganalisis Struktur Disajikan Pemahaman PG 1
struktur dan struktur teks teks: kutipan
kebahasaan teks editorial teks
editorial Pengenalan editorial,
Isu siswa
dapat
menentuk
an isu
dengan
tepat.
2. Pendapat Disajikan Pemahaman PG 2
kutipan
teks
editorial,
siswa dapat
menentuk
an
pendapat
(kritik)
dengan
tepat.

3. Pendapat Disajikan Pemahaman PG 3


kutipan
teks
editorial,
siswa dapat
menentuk
an
penilaian
dengan
tepat.

4. Saran Disajikan Pemahaman PG 4


kutipan
teks
editorial,
siswa dapat
menentuk
an saran
dengan
tepat.

5. Menganalisis Kalimat Disajikan Pemahaman PG 5


kebahasaan fakta kutipan teks
teks editorial editorial,
siswa dapat
menentuk
an kalimat
fakta
dengan
tepat.

6. Kalimat Disajikan Pemahaman PG 6


penegas kutipan teks
editorial,
siswa dapat
menentuk
an kalimat
penegas
dengan
tepat.
7. Kata Disajikan Pemahaman PG 7
populer kutipan
teks
editorial,
siswa dapat
menentuk
an kata
populer
dengan
tepat.

8. Merancang teks Menulis Jenis Disajikan Pemahaman PG 8


editorial dengan teks berita kutipan
memerhatik an editorial teks berita,
struktur dan siswa dapat
kebahasaan menentuk
an jenis
berita
dengan
tepat.

9. Menuliska Disajikan Penerapan PG 9


n kutipan
Permasala teks berita,
han siswa dapat
menentuk
an
permasala
han
dengan
tepat.

10 Konjungsi Disajikan Penerapan PG 10


kutipan
teks
editorial
yang
rumpang,
siswa dapat
mengisis
bagian
rumpang
konjungsi
dengan
tepat.
SOAL

1. Bacalah dengan cermat soal di bawah ini.


Kabar duka kembali menghentak di dada. Belasan WNI tewas akibat perahu
terbalik di perairan Johor. Jenazah para WNI tersebut ditemukan di Pantai Tanjung
Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia (15/12/2021). Ada 19 jenazah dimakamkan di
tempat pemakaman setempat dan 14 orang selamat, sedangkan 17 orang dinyatakan
hilang. Mereka adalah para pekerja migran illegal yang menyeberang dari Pulau Bintan
ke negeri jiran. Perahu mereka terbalik karena cuaca buruk dan dihantam ombak.
Cerita tragedi seperti itu terus berulang dari waktu ke waktu. Polanya hampir
[Link] Indonesia-Malaysia seolah menjadi kuburan bagi WNI akibat praktik-
praktik perdagangan orang. Pada 20 September 2020 enam tenaga migran ilegal yang
menyeberang dari Pulau Bintan tewas setelah perahu mereka tumpangi bersama 9
oranglain tenggelam di perairan Bandar Penawar, Malaysia.
A. Isu pada kutipan editorial tersebut adalah …
B. Belasan WNI tewas akibat perahu terbalik di perairan Johor.
C. Perdagangan orang dengan menyelundupkan tenaga migran lewat jalur laut,
meskipun berisiko masih terus terjadi.
D. Perahu yang dinaiki tenaga migran illegal tenggelam di perairan Indonesia-
Malaysia.
E. Tragedi tenaga kerja migran illegal yang tewas saat menyeberang terus
berulang.
F. Perairan Indonesia-Malaysia tidak aman untuk menyeberang karena banyak
perahutenggelam.
Kunci : B

[Link] teks berikut dengan cermat!


Kompetensi dan kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran selalu menjadi sorotan dan diskusi
panjang sejak sebelum pandemi. Dengan tingkat kompetensi guru yang rata-rata kurang dari 70 tidak
mudah berharap pada daya kreatif semua guru dalam PJJ ini. Laporan penelitian progran Research on
Improving System of Education menunjukkan bahwa perekrutan guru tidak fokus ke pemilihan tenaga
pendidik yang profesional, tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan aparatur sipil negara.
Pendapat redaktur tersebut berupa ...
A. Kritik
B. Harapan
C. Penilaian
D. Prediksi
E. Saran
Kunci : B

[Link] teks berikut dengan cermat!


Sebenarnya teknologi internet dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk memasarkan produknya.
Pada tahun 2018 Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM. Namun, menurut Kementerian Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah sekitar 8 juta atau 13 persen saja yang memanfaat teknologi digital. Hal
itu tentu sangat disayangkan. Rendahnya jumlah UMKM pengguna teknologi digital karena mereka
belum menguasai teknologi, belum meratanya jaringan internet, dan belum menguasai cara
pembayaran daring.
Pendapat pada editorial tersebut berupa ....
A. Kritik
B. Prediksi

C. Harapan

D. Saran

E. penilaian

Kunci: E

[Link] teks berikut dengan cermat!


Kita ingin pula mendorong pemerintah daerah bergerak memaksimalkan keterhubungan
jaringan jalan tol. Pemerintah daerah harus merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) begitu
Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan trase ruas tol yang akan dibangun. Dengan demikian,
Ketika ruas-ruas jalan tol baru diresmikan, pada saatitu pula ekonomi daerah dapat melonjak.
Mencermati ekspansi jaringan tol ini, kita ingat pula pepatah Cina yang berbunyi: Jika ingin
kaya, bangunlah jalan. Dengan mengembangkan jalan tol hingga berbagai sudut negeri, kita
mempersiapkan jalan menyejahterakan rakyat.
Rekomendasi redaksi dalam kutipan editorial tersebut adalah …
A. Pemerintah harus merevisi rencana tata ruang wilayah untuk menyesuaikan dengan
rencana Pemerintah Pusat.
B. Pemerintah sebaiknya mengimplementasikan pepatah Cina yang berbunyi: Jikaingin
kaya, bangunlah jalan.
C. Dengan dibangun jalan tol, diharapkan ekonomi daerah melonjak.
D. Pemerintah sebaiknya mempersiapkan jalan untuk menyejahterakan rakyat.
E. Pemerintah daerah seharusnya memaksimalkan keterhubungan jaringan jalan tol.
Kunci: D

[Link] teks berikut dengan cermat!


(1) Dalam telekonferensi, Senin (10/8/2020), Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan
sosialisasi diplin protokol kesehatan harus lebih intensif. (2) Meski sudah berjuang keras, masalah
bukannya mereda. (3) Di DKI Jakarta, tercatat kasus tertinggi dengan 721 kasus baru dalam sehari.
(4) jumlah kasus harian itu memang seiring makin banyaknya tes rapid dan swab oleh Pemda DKI.
(5) Namun, lonjakan kasus itu juga disebabkan rendahnya kedisiplinan warga menerapkan
protokol kesehatan.
Kalimat fakta pada editorial tersebut adalah kalimat ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Kunci: C

[Link] teks berikut dengan cermat!


(1) Langkah-langkah persuasi tetap perlu dilakukan kepala daerah dalam sosialisasi
protokol kesehatan. (2) Diharapkan dengan sosialisasi intensif, warga mematuhi
protokol dengan penuh kesadaran sehingga kasus-kasus baru bisa dicegah. (3)
Meskipun demikian, seiring waktu, kedisiplinan warga sungguhlah langka. (4)
Di mana-mana dan kapan saja masih terlihat banyak warga tidak bermasker dan
tidak disiplin dalam menjaga jarak. (5) Jika publik lemah dalam disiplin protokol
kesehatan, usaha dan perjuangan kepala daerah sia-sia belaka.
Kalimat penegas terdapat pada kalimat ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Kunci: C

[Link] teks berikut dengan cermat!


Saat ini, ramai pertentangan antara pembangunan jaringan kereta dan jalan tol.
Pembangunan jaringan kereta lebih dibela karena efisien, ramah lingkungan, dan
ditengarai tak terlalu banyak mengubah lahan pertanian. Pembangunan jalan tol kini
justru menggurita. Panjang tol Trans-Jawa saja mencapai 1.023 kilometer, membentang
dari Banten hingga Pasuruan, Jawa Timur. Hingga akhir tahun 2024 pemerintah Joko
Widodo menargetkan membangun 4.500 kilometer jalan tol.
Kata popular yang terdapat dalam teks editorial tersebut adalah …
A. membentang
B. menargetkan
C. jaringan
D. menggurita
E. ditengaraiKunci: E

[Link] teks berikut dengan cermat!


Jakarta. Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam, FPI pulang ke tanah
air, Selasa (10/11/2020). Habib Rizieq tiba di terimanl 3, bandara Soekarno Hatta,
pukul 09.00 WIB. Sejak pagi massa pengikutnya sudah menunggu di bandara.
Banyaknya massa yang menjemput di Bandara Soetta membuat sejumlah fasilitas di
Bandara Soetta rusak. Salah satunya kursi tunggu karena dijadikan tempat berdiri
agar bisa melihat Habib Rizieq. Penyambutan itu juga memacetkan jalan menuju
bandara sampai 7 kilometer. Banyak penumpang yang akan menuju ke bandara ikut
telantar. Akibat kemacetan tersebut, beberapa maskai penerbangan melakukan
penjadwalan ulang atas penerbangan hari itu.
(Kompas, 11 November 2020)
Berita tersebut termasuk berita ....
A. kontroversial
B. fenomenal
C. kontekstual
D. krusial
E. aktual
Kunci: B

[Link] teks berikut dengan cermat!


JAKARTA, [Link] - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta
akan memberikan denda administratif sebesar Rp 50 juta kepada Front Pembela
Islam (FPI) dan pemimpinnya, Rizieq Shihab. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin
mengungkapkan, ada pelanggaran protokol kesehatan pada perhelatan acara Maulid
Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab, Sabtu (14/11/2020). Arifin menambahkan,
pihaknya sudah melayangkan surat pemberian sanksi kepada Rizieq Shihab pada
Minggu (15/11/2020). "Berlaku semua sama. Penegakan protokol Covid-19 berlaku
untuk semua, tidak ada pengecualian," kata Arifin kepada wartawan, Minggu
(15/11/2020). Pernikahan putri Habib Rizieq dihadiri oleh ribuan orang simpatisan
dan pengikut FPI dari berbagai daerah karena bersamaan dengan peringatan Maulid
Nabi.
Permasalahan yang bisa diangkat menjadi editorial adalah ..., kecuali ....
A. Ada ketidakadilan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan. Jika
kerumunan itu dilakukan oleh pihak lain, Satpol PP sangat tegas menindak.
B. Pemda DKI Jakarta seperti gamang menindak karena takut dengan risiko
didemo pengikut FPI yang cenderung anarkis.
C. Seharusnya yang dilakukan Pemda DKI Jakarta adalah tidak memberikan
izin atau memberikan izin tapi terbatas. Satpol PP seharusnya mendatangi,
membubarkan atau mengurangi pengunjung dengan mekanisme bergilir,
bukan mendenda. Virus tidak akan berhenti menyebar dengan didenda.
D. Denda administrasi dapat menjadikan efek jera bagi pelanggar protokol
kesehatan yang lain. Warga Jakarta akan lebih berhati-hati karena dendanya
tidak sedikit.
E. Di saat Jakarta sedang PSBB transisi, tindakan mendenda adalah penegakan
disiplin protokol kesehatan yang lemah. Karena warga Jakarta sangat mampu
membayar denda dan efeknya akan meremehkan protokol kesehatan.
Kunci: D

10. Bacalah teks berikut dengan cermat!


Kasus tingginya harga tawaran karantina di hotel terjadi karena ada kebutuhan dari orang
yang baru bepergian ke luar negeri. Orang kaya yang pergi berbelanja atau berlibur
memang tidak mendapatkan layanan karantina gratis di Wisma Atlet. …, peraturan
mengharuskan mereka karantina selama 7 hari. Kenyataannya, ada orang yang pulang
dari luar negeri untuk pengobatan yang ditemani keluarganya. Mereka orang yang susah,
tetapi dicekik dengan harga yang kelewat batas itu.
Konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian rumpang adalah ….
A. padahal
B. bahkan
C. namun
D. oleh karena itu
E. meskipun
Kunci: A
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan


NO KD IPK MATERI INDIKATOR LEVEL BENTUK NOMOR
SOAL SOAL

1. Merancang Menulis Langkah- Disajikan teks Mencipta Portofolio 1-3


teks editorial teks langkah berita yang
dengan editorial menulis faktual,
memerhatik berdasarkan teks fenomenal
an struktur struktur dan editorial atau
dan kebahasaan kontroversial,
kebahasaan siswa dapat
menulis teks
editorial
berdasarkan
struktur dan
kebahasaan
Soal
1. Pilihlah satu berita di koran yang faktual, fenomenal atau kontrovesrsial!
2. Buatlah teks editorial berdasarkan struktur untuk menaggapi berita tersebut!
3. Kumpulkan bersama berita terpilih!

Rubrik Penilaian

NO. ASPEK DESKRIPSI SKOR

1. Struktur Struktur tidak lengkap, ada dua yang 10


tidakterpenuhi.
Struktur kurang lengkap, ada satu yang 15
tidak terpenuhi.
Struktur lengkap, semua terpenuhi. 20

2. Pendapat dan Pendapat tidak sesuai dengan permasalahan, 10


argumentasi argumentasi tidak mempunyai bukti/data yang
akurat, saran sesuai dengan kebutuhan dan
kontekstual.
Pendapat sesuai dengan permasalahan, 15
argumentasi tidak mempunyai bukti/data yang
akurat, saran sesuai dengan kebutuhan dan
kontekstual.
20
Pendapat sesuai dengan permasalahan,
argumentasi mempunyai bukti/data yang akurat,
saran sesuai dengan kebutuhan dan kontekstual.
3. Diksi Tidak ada terdapat kata popular, tidak 10
menggunakan kata baku.
Sebagian menggunakan kata popular, sebagian 15
menggunakan kata baku.
Banyak menggunakan kata popular, menggunakan 20
kata baku.
4. Kalimat efektif Terdapat lima kalimat tidak efektif. 10
Terdapat dua kalimat tidak efektif. 15
Semua kalimat adalah kalimat 20
efektif.
5. Ejaan Ada lima kesalahan penulisan huruf kapital, 10
kata, tanda baca, dan angka benar menurut
PUEBI. 15
Masih ada 2 kesalahan penulisan huruf kapital,
kata, tanda baca, dan angka benar menurut
PUEBI. 20
Tidak ada kesalahan penulisan huruf kapital, kata,
tanda baca, dan angka benar menurut PUEBI.
TOTAL 50 -
100

LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO

Jenis Tugas : Menulis Teks Editorial

Kelas XII

Semester/ Tahun Pelajaran : 1 / 2022-2023

Nama Tanda Tangan


Tugas Deskripsi kemajuan
No Peserta Hari/tgl Nilai
KD siswa Peserta
didik Guru
Didik
1
2
dst

HASIL PENILAIAN DISKUSI

Topik : Menganalisis Struktur Teks


EditorialTanggal :.................................
Kelas : ................................
Menyampaikan Mempertahankan
Nama Pendapat Menanggapi Jumlah
No Argumentasi Nilai
siswa skor
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

10

11

12

13

dst

RUBRIK :

 Menyampaikan pendapat
1. Tidak sesuai masalah
2. Sesuai dengan masalah, tapi belum benar
3. Sesuai dengan masalah dan benar
4. Dengan masalah dan benar serta didukung dengan referensi
 Menanggapi pendapat
1. Langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan
2. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar tidak sempurna
3. Setuju atau menyanggah dengan alasan benar
4. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi
 Mempertahankan pendapat
1. Tidak dapat mempertahankan pendapat
2. Mampu mempertahankan pendapat, alasan kurang benar
3. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar tidak didukung referensi
4. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar didukung referensi

Anda mungkin juga menyukai