0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan12 halaman

Karakteristik dan Klasifikasi Sensor

Makalah ini membahas pengertian dan karakteristik sensor. Sensor adalah komponen elektronika yang mengubah besaran fisik atau kimia menjadi sinyal listrik. Terdapat dua jenis sensor, yaitu sensor aktif yang membutuhkan sumber daya dan sensor pasif yang tidak membutuhkannya. Karakteristik kinerja sensor meliputi sensitivitas, span, akurasi, dan noise. Sensor digunakan untuk mendeteksi dan mengukur berbagai besaran fisik.

Diunggah oleh

Rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan12 halaman

Karakteristik dan Klasifikasi Sensor

Makalah ini membahas pengertian dan karakteristik sensor. Sensor adalah komponen elektronika yang mengubah besaran fisik atau kimia menjadi sinyal listrik. Terdapat dua jenis sensor, yaitu sensor aktif yang membutuhkan sumber daya dan sensor pasif yang tidak membutuhkannya. Karakteristik kinerja sensor meliputi sensitivitas, span, akurasi, dan noise. Sensor digunakan untuk mendeteksi dan mengukur berbagai besaran fisik.

Diunggah oleh

Rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGERTIAN SENSOR DAN KARAKTERISTIK

SENSOR

DI SUSUN OLEH :

NAMA :

1. Naufal Fajar Santoso - 20121983


2. Muhammad Dzaky - 20121809
3. Rizky Tri Febrianto - 21121153
4. shahaby kautsar - 21121209
5. Bambang Suryo Tryhatmojo - 27122281

KELAS : 3KB04

TEKNOLOGI SENSOR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2023
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Sensor dan karakteristik sensor.

Tujuan penulisan tugas ini disusun untuk memenuhi mata kuliah


Teknologi Sensor. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan


manfaatmaupun inpirasi terhadap pembaca.

Bekasi, 4 Oktober 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI...........................................................................................................iii

PENGERTIAN DAN PENJELASAN TENTANG SENSOR................................1

KARAKTERISTIK SENSOR……………………………………………………6

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................9

iii
A. Pengertian dan Penjelasan tentang sensor

1. Konsep Sensor
Sensor adalah komponen elektronika yang mengubah besaran mekanik,
magnet, panas, cahaya, dan kimia menjadi besaran listrik berupa tegangan,
hambatan, dan ampere. Sensor sering digunakan untuk deteksi selama pengukuran
atau [Link] Sensor ialah elemen yang mengubah sinyal fisik/kimia menjadi
sinyal elektronik yang dibutuhkan komputer. Umumnya sensor dibentuk dari
transduser yang telah mengubah besaran fisik atau kimia tersebut menjadi bentuk
lain terlebih dahulu.

2. Klasifikasi Sensor

Ada beberapa klasifikasi sensor yang dibuat oleh penulis dan pakar yang
berbeda. Beberapa sangat sederhana dan beberapa sangat kompleks. Klasifikasi
sensor berikut mungkin sudah digunakan oleh pakar dalam hal ini, tetapi ini
adalah klasifikasi sensor yang sangat sederhana.

Dalam klasifikasi sensor pertama, Sensor dibagi menjadi 2:

a. Sensor Aktif Dan Sensor Pasif


b. Sensor Digital Dan Analog

Mari kita bahas satu persatu mengenai klasifikasi sensor ini.

- Sensor aktif adalah sensor yang membutuhkan sumber energi tambahan


untuk bekerja. Sumber energi luar biasanya disebut sinyal eksitasi
{excitation signal}, sinyal tersebut oleh sensor dimodifikasi untuk
memproduksi sinyal output. Berikut ini beberapa contoh sensor aktif yaitu
termokopel, piezoelectric, fotodioda, dan generator.
- Sensor pasif adalah sensor yang tidak membutuhkan sumber energi
tambahan dan secara langsung mengeluarkan sinyal elektrik untuk
merespon rangsangan. Dengan kata lain energi pada rangsangan oleh
sensor menjadi sinyal output. Berikut ini beberapa contoh sensor pasif
yaitu microphone.

- Sensor digital adalah Sensor elektronik atau sensor elektrokimia di mana


konversi data dan transmisi data berlangsung secara digital. Sensor digital
ini menggantikan sensor analog karena mampu mengatasi kelemahan
sensor analog. Sensor digital terdiri dari tiga komponen utama: senor,
kabel, dan pemancar. Dalam sensor digital, sinyal yang diukur secara

1
langsung dikonversi menjadi output sinyal digital di dalam sensor digital
itu sendiri. Dan sinyal digital ini ditransmisikan melalui kabel secara
digital. Ada berbagai jenis sensor digital yang mengatasi kelemahan
sensor analog.

- sinyal keluaran analog kontinu dan sensor ini dianggap sebagai sensor
analog. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini
sebanding dengan pengukuran dan. Ada berbagai jenis sensor analog;
contoh praktis dari berbagai jenis sensor analog adalah sebagai berikut:
akselerometer, sensor tekanan, sensor cahaya, sensor suara, sensor suhu,
dan sebagainya.

3. Parameter Kinerja Sensor


Kinerja sensor dapat dilihat dari beberapa karakteristik yang dimiliki oleh
sensor tersebut seperti fungsi transfer, sensitivitas, span, akurasi, histeresis,
non-linearitas, noise, resolusi, dan bandwidth. Penjelasan terperincin dari
masing-masing karakteristik sensor dijelaskan pada uraian berikut ini.

a. Fungsi Transfer Fungsi transfer merupakan fungsi yang menunjukkan


hubungan fungsional antara masukan sinyal fisis dengan keluaran sinyal
listriknya. Hubungan tersebut menyatakan deskripsi karakteristik sensor
yang dapat ditunjukkan melalui grafik hubungan antara sinyal masukan dan
sinyal keluaran.
b. Sensitivitas Sensitivitas sensor didefinisikan sebagai hubungan antara
masukan sinyal fisis dengan keluaran sinyal listriknya. Pada umumnya
sensitivitas sensor dinyatakan dalam bentuk rasio antara perubahan kecil
sinyal listrik pada sensor dengan perubahan kecil sinyal fisisnya. Oleh
karena itu, sensitivitas dapat dinyatakan sebagai turunan dari fungsi transfer
yang berhubungan dengan sinyal fisis. Satuan dari sensitivitas adalah
Volt/Kelvin, miliVolt/kiloPascal, atau bentuk lainnya. Sebagai contoh,
sebuah termometer memiliki sensitivitas tinggi jika perubahan suhu yang
kecil menimbulkan perubahan tegangan keluaran yang besar.
c. Span atau Rentang Dinamis Span atau rentang dinamis disefinisikan
sebagai rentang masukan sinyal fisis yang dapat dikonversi menjadi sinyal
listrik oleh sensor. Sinyal yang terdapat di luar rentang tersebut
menyebabkan ketidakakurasian yang tinggi. Span atau rentang dinamis
biasanya ditentukan oleh pemasok sensor sebagai rentang karakteristik
kinerja sensor yang dijelaskan pada data sheet. Satuan yang digunakan
untuk menyatakan span atau rentang dinamis antaralain Kelvin, Pascal,
Newton, dan lain sebagainya.

2
d. Akurasi atau Ketidakpastian Ketidakpastian secara umum didefinisikan
sebagai kesalahan terbesar antara sinyal aktual terhadap sinyal yang ideal.
Ketidakpastian juga dapat diartikan sebagai bagian kecil kesalahan dari
keluaran skala penuh atau bagian kecil kesalahan dari hasil bacaan.
Misalnya, termometer memiliki keakurasian 5% dari FSO (skala keluaran
maksimum). Akurasi pada umumnya dianggap sebagai ungkapan kualitatif,
sedangkan ketidakpastian adalah ungkapan kuantitatif. Misalnya suatu
sensor memiliki keakurasian 1% artinya sensor tersebut memiliki
ketidakpastian yang lebih baik jika dibandingkan dengan sensor yang
memiliki keakurasian 3%.

e. Histerisis Beberapa sensor tidak kembali ke nilai keluaran yang sama


ketika diberikan masukan besaran fisis naik atau turun. Nilai kuantitas dari
lebar kesalahan yang terukur disebut histerisis dengan satuan Kelvin atau
persentase FSO.

f. Nonlinieritas Nonlinieritas adalah penyimpangan maksimum fungsi


transfer linier pada rentang dinamis yang ditentukan. Ada beberapa jenis
perhitungan kesalahan tersebut. Perhitungan yang paling umum yaitu
membandingkan fungsi transfer sebenarnya dengan garis lurus terbaik yang
terletak di tengah antara dua garis sejajar dan mencakup seluruh fungsi
transfer pada rentang dinamis suatu perangkat. Metode perbandingan
tersebut banyak digunakan karena membuat kinerja sensor menjadi lebih
baik. Garis referensi lain dapat digunakan, sehingga pengguna sensor harus
berhati-hati untuk membandingkan dengan referensi yang sama.

g. Noise Semua sensor selain menghasilkan sinyal keluaran dari sensor


tersebut, juga menghasilkan keluaran berupa noise. Pada beberapa kasus,
noise sensor lebih kecil daripada noise dari elemen elektroniknya atau lebih
kecil dari fluktuasi sinyal fisisnya (dalam hal ini dapat diabaikan). Banyak
kasus, noise sensor dapat membatasi kinerja sistem sensor sehingga sangat
merugikan. Noise pada umumnya terdistribusi pada seluruh spektrum
frekuensi tertentu. Banyak sumber-sumber noise yang menghasilkan
distribusi white noise maupun spectrum noise yang memiliki densitas sama
pada seluruh frekuensi. Johnson noise pada sebuah resistor adalah salah
satu contoh distribusi noise. Pada white noise dan densitas spektrum noise
dinyatakan dalam satuan Volt/Root (Hz).

h. Resolusi Resolusi sensor didefinisikan sebagai batas minimum fluktuasi


sinyal yang terdeteksi oleh sensor. Terdapat hubungan antara skala waktu

3
untuk fluktuasi dan amplitudo minimum yang terdeteksi karena fluktuasi
merupakan fenomena temporal. Oleh karena itu, definisi resolusi harus
menyertakan beberapa informasi tentang sifat pengukuran yang dilakukan.
Banyak sensor dibatasi oleh noise dengan distribusi white spectrum. Pada
kasus tersebut, resolusi dapat ditentukan dalam satuan signal/root (Hz).
Kemudian, resolusi aktual dalam pengukuran tertentu dapat diperoleh
dengan mengalikan besaran tersebut dengan akar kuadrat dari pengukuran
bandwidth. Data sheet sensor umumnya dalam satuan signal/root (Hz) atau
mendeskripsikan sinyal minimum yang dapat terdeteksi untuk pengukuran
tertentu. Jika bentuk distribusi noise juga ditentukan, maka memungkinkan
untuk menggeneralisasikan hasil tersebut untuk pengukuran apapun.

i. Bandwidth Semua sensor memiliki waktu respon yang terbatas untuk


perubahan yang terjadi secara cepat pada sinyal fisis yang diukur. Selain
itu, banyak sensor memiliki waktu peluruhan yang lambat dan terjadi
setelah perubahan pada sinyal fisis. Kebalikan waktu tersebut sesuai
dengan frekuensi cut-off batas atas dan bawah. Bandwidth sensor adalah
rentang frekuensi batas atas dan batas bawah dari sinyal fisis yang
terdeteksi oleh sensor tersebut.

4. Keterbatassan Sensor

a. Keterbatasan dalam pengukuran resistansi

Resistansi konduktor
Konduktor tambahan, seperti kawat timah pada elemen sensor yang
bekerja dengan konsep resistif memiliki kontribusi kesalahan resistansi pada
sensor tersebut. Resistansi tersebut cukup besar untuk menambah kesalahan
pengukuran dan memiliki ketergantungan temperatur yang cukup besar. Salah
satu solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan pendekatan model
kompensator resistansi 4-kabel. Contoh rangkaian kompensator tersebut
ditunjukkan Gambar 1.1.

Pada kasus tersebut, arus dilewatkan melalui kawat timah dan melalui
elemen sensor.

4
Sepasang kawat tersebut secara independen melekat pada kawat timah
sensor dan pembacaan tegangan dilakukan pada dua kawat tersebut. Hal ini
diasumsikan bahwa tegangan yang terukur pada instrumen tidak menarik arus
yang signifikan, sehingga hanya mengukur penurunan tegangan elemen
sensor. Konfigurasi 4-kawat tersebut sangat penting jika resistansi sensor
kecil sedangkan resistansi pada kawat timah besar sehingga signifikasi
resistansi tersebut sangat berarti jika dibandingkan dengan resistansi sensor.
Keluaran impedansi Pengukuran jaringan memiliki karakteristik resistansi
yang hanya menempatkan batas bawah pada nilai resistansi yang dapat
terhubung di terminal keluaran tanpa mengubah tegangan keluaran. Sebagai
contoh, jika resistansi sensor suhu termistor adalah 10 KΩ dan resistansi
beban resistor adalah 1 MΩ, keluaran impedansi dari rangkaian ini sekitar 10
KΩ. Jika sebuah resistor 1 KW terhubung pada keluaran sensor, maka
tegangan keluaran akan berkurang sekitar 90%. Hal ini karena beban pada
rangkaian sebesar 1 KΩ jauh lebih kecil dari pada keluaran impedansi
rangkaian sebesar 10 KΩ sehingga keluarannya mejadi turun. Oleh karena itu
setiap pengukuran keluaran sensor harus memperhatikan resistansi efektif
yang terdapat pada keluaran rangkaian tersebut. Masalah tersebut sering
terjadi dalam suatu sistem instrumen. Alat ukur keluaran sensor kadang
memiliki impedansi rendah sehingga berkontribusi pada kesalahan
pengukuran sehingga alat ukur banyak yang dirancang dengan impedansi
masukan maksimum agar dapat meminimalkan efek pembebanan (Efek
Thevenin).

b. Keterbatasan untuk pengukuran kapasitansi


Setiap konduktor memiliki keterbatasan kapasitansi. Kapasitansi tersebut
bisa terjadi karena suatu konduktor pada sensor memiliki sifat seperti
kapasitor. Misalnya konduktor yang dibuat sejajar akan menghasilkan efek
medan seperti pada Hukum Gauss sehingga menimbulkan nilai kapasitansi.

5
Nilai tersebut akan berkontribusi terhadap kesalahan sensor terutama yang
memiliki sifat keluaran dengan model kapasitansi. Kapasitansi liar tersebut
muncul sebagai tambahan kapasitansi dalam pengukuran pada rangkaian dan
dapat menyebabkan kesalahan.
Salah satu sumber kesalahan efek kapasitansi misalnya terjadinya
perubahan nilai kapasitansi sensor yang dihasilkan dari kabel yang ditanahkan
sehingga menyebabkan fluktuasi kapasitansi yang dapat mempengaruhi sinyal
dari sensor. Efek ini dapat disebabkan oleh tekanan vibrasi akustik pada posisi
objek atau disebut microphonics. Salah satu solusi untuk meminimalkan
penyimpangan kapasitansi tersebut adalah dengan pemisahan antara elemen
sensor dengan rangkaian elektroniknya. Cara lain untuk minimalisasi efek
penyimpangan kapasitansi adalah dengan rangkaian penguat yang ditanahkan.

B. Karakteristik Sensor
1. Akurasi (accuracy)
Sejauh mana sensor dapat menunjukan hasil yang mendekati nilai sesungguhnya.
2. Kalibrasi
Kalibrasi pada umumnya merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau
indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari
standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

3. Histeresis

Perbedaan nilai pembacaan suatu instrumen untuk suatu nilai masukan tertentu
bila nilai masukan tertentu bila nilai masukan tersebut didekati dari nilai yang
lebih rendah dan yang lebih tinggi.

4. Impendasi keluaran

Jumlah impedansi antara perangkat output preamp atau amplifier (biasanya


transistor, tetapi mungkin transformator atau tabung) dan terminal output aktual
dari komponen. Ini termasuk impedansi internal perangkat itu sendiri.

5. karaktersitik dinamik
Menyatakan seberapa cepat perubahan keluaran yang
terjadi terhadap perubahan masukan

6
Spesifikasi dinamik terdiri dari :
1. Rise time
2. Time konstan
3. Dead time
4. Respon frekuensi
5. Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi
natural,
settling time, dan maksimum overshoot.

6. Kehandalan

Persyaratan penting dalam sistem pengukuran,


reliabilitas suatu sistem pengukuran didefinisikan sebagai probabilitas bahwa
sistem akan beroperasi pada level unjuk kerja yang ditetapkan dalam suatu
periode waktu tertentu dan pada kondisi lingkungan tertentu.

7. Karakterstik Aplikasi

Ada beberapa jenis sensor berdasarkan besaran fisika dan kimia yang dideteksi
beserta aplikasinya, diantaranya yaitu :

[Link] Suhu (Thermal)

Merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan suhu


pada suatu benda atau ruang. Ada beberapa macam sensor suhu antara lain
termokopel, RTD (Resistance Temperature Detector), Termistor, dan IC
Sensor.

Aplikasi sensor suhu : pada industri besi dan baja, pembangkit listrik tenaga
panas radioisotop, food processing, bimetal, higrometer, dsb.

[Link] Cahaya

Merupakan sensor untuk mendeteksi perubahan cahaya baik pemantulan atau


pembiasan cahaya. Contoh sensor cahaya adalah LDR (Light Dependent
Resistor).

Aplikasi sensor cahaya : counter (penghitung), indikator, potensiometer dan


rangkaian alarm.

[Link] Suara

Merupakan sensor yang mendeteksi suara dan mengubahnya menjadi sinyal


listrik. Contoh sensor suara adalah mic kondenser.

7
Aplikasi sensor suara : pada sistem robot dan sistem telekomunikasi

[Link] Tekanan

Merupakan sensor yang mengukur tekanan suatu zat, dan mengubahnya


menjadi sinyal listrik. Contoh sensor tekanan adalah sensor tipe tekanan
langsung dengan teknologi Silicon On Sapphire dan sensor tekanan MPX4100.

Aplikasi sensor tekanan : pengukur tekanan ban, pada pesawat terbang dan
pada pemantau cuaca.

[Link] Kecepatan

Merupakan sensor yang mendeteksi kecepatan gerak benda dan mengubahnya


menjadi sinyal listrik. Contoh sensor kecepatan adalah Tachometer dan
encoder meter.

Aplikasi sensor kecepatan : speedometer pada kendaraan.

[Link] Magnet

Merupakan sensor yang mendeteksi medan magnet. Contoh sensor magnet


adalah Maglev.

Aplikasi sensor magnet : pada pintu mobil dan pintu hotel yang menerapkan
sensor magnet.

[Link] Warna

Merupakan sensor yang mendeteksi waran pada suatu obyek. Contoh sensor
warna adalah sensor warna TCS230.

Aplikasi sensor warna : pendeteksi cat warna mobil.

8
DAFTAR PUSTAKA

Sensor, Teknologi dan Aplikasinya oleh Mitra Jamal, ITB. , [Link],


firdaafida

Handbook Of Modern Sensors Physics, Designs,and Applications 4th Edition


[Chapter 2] Related document, video and image from Youtube, Google

[Link]

[Link]

Anda mungkin juga menyukai