0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Jurnal Basicedu: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021 Halaman 1006 - 1017

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Jurnal Basicedu: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021 Halaman 1006 - 1017

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL BASICEDU

Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021 Halaman 1006 - 1017


Research & Learning in Elementary Education
[Link]

Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan
Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD

Dina Aprilianingrum1, Krisma Widi Wardani2


Universitas Kristen Satya Wacana, Jawa Tengah, Indonesia1, 2
E-mail : dinaaprilianingrum125@gmail.com1, [Link]@uksw.edu2

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning
dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Penelitian ini merupakan
penelitian meta analisis. Teknik pengumpulan data berupa artikel-artikel dilakukan melalui penelusuran
Google Cendikia. Dari hasil pencarian peneliti dapat mengumpulkan 20 artikel yang sesuai. Hasil penelitian
dari uji Ancova menunjukkan fhitung> ftabel yaitu (8,608 > 3,59) dan didapat signifikan 0,009 < 0,05 yang berarti
bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh signifikan dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis Effect Size menunjukkan bahwa model
pembelajaran Problem Based Learning lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Hal ini dibuktikan dengan
hasil analisis Effect Size model Problem Based Learning yang memiliki kategori cenderung sedang, dengan 7
hasil penelitian kategori sedang dan 3 penelitian dengan kategori kecil. Sedangkan model Discovery Learning
menunjukkan 8 penelitian dengan kategori kecil dan 2 penelitian dengan kategori sedang.
Kata Kunci: problem based learning, discovery learning, kemampuan berpikir kritis siswa SD, meta analisis

Abstract
This study aims to determine the magnitude of the influence of the Problem Based Learning and Discovery
Learning models in increasing the critical thinking skills of elementary school students. This research is a
meta-analysis research. The technique of data collection in the form of articles is done through Google
Scholars search. From the search results, the researcher can collect 20 suitable articles. The results of the
Ancova test showed fcount> ftabel (8,608> 3.59) and significant 0.009 <0.05, which means that Ho is
rejected and Ha is accepted, meaning that the two learning models have a significant effect in improving
students' critical thinking skills. The results of the Effect Size analysis show that the Problem Based Learning
model is more influential in improving students' critical thinking skills than the Discovery Learning model.
This is evidenced by the results of the Effect Size analysis of the Problem Based Learning model which tends
to be medium category, with 7 research results in medium category and 3 research with small category.
Meanwhile, the Discovery Learning model shows 8 studies in the small category and 2 studies in the medium
category.
Keywords: problem based learning, discovery learning, elementary students’ critical thinking skill, meta-
analysis

Copyright (c) 2021 Dina Aprilianingrum, Krisma Widi Wardani

Corresponding author :
Email : dinaaprilianingrum125@[Link] ISSN 2580-3735 (Media Cetak)
DOI : [Link] ISSN 2580-1147 (Media Onlin
Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1007 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

PENDAHULUAN
Abad 21 disebut dengan abad serba pengetahuan, seperti ekonomi berbasis pengetahuan, abad teknologi
informasi, dan revolusi industri 4.0. Pada abad 21 ini akan terjadi perkembangan yang sangat cepat, dan tidak
bisa diantisipasi, terutama perkembangan teknologi. Teknologi berkembang dengan begitu cepat dikalangan
masyarakat, semua kalangan mengenal dan menggunakan teknologi. Begitu juga dalam dunia pendidikan,
teknologi dapat memberikan kesempatan bahkan tantangan bagi guru. Tantangan dan kesempatan bagi guru
untuk dapat meningkatkan sumberdaya manusia melalui pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan
zaman. Sejalan dengan pendapat tersebut, sekolah harus menerapkan keterampilan 4C yaitu berpikir kritis,
kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Pada abad 21 siswa harus memiliki keterampilan 4C tersebut untuk
mampu bersaing pada era 4.0 (Greenstein, 2012). Keterampilan 4C tidak didapatkan semenjak manusia lahir,
melainkan keterampilan 4C diperoleh dengan belajar, berlatih, dan pengalaman. Pembelajaran merupakan
kegiatan guru yang secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat belajar secara aktif dan
menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Syaiful Sagala, 2011: 62).
Untuk meningkatkan kualitaspembelajaran dan sumberdaya manusiaterutama dalam dunia pendidikan.
Kurikulum 2013 yang digunakan saat ini telah mengakomodasi keterampilan abad 21 yang harus dimiliki
siswa untuk mampu bertahan dan bersaing pada revolusi industri 4.0 dan yang akan terus berkembang. Untuk
mengembangkan siswa dalam memiliki keterampilan abad 21, guru harus mengubah proses pembelajaran
dimana yang sebelumnya pembelajaran berpusat pada guru (teacher center) sekarang diubah menjadi
pembelajaran yang difokuskan pada siswa(student center). IPS adalah salah satu pengetahuan dasar yang
memiliki peran penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing pada
revolusi industri 4.0 dengan dibekali keterampilan abad [Link] kritis sangat dibutuhkan dalam
pemecahan masalah yang terjadi dilihat dari berbagai sudut pandang. Berpikir kritis dalam pembelajaran IPS
sangat diperlukan, karena pada dasarnya IPS tidak hanya melihat dari satu sudut pandang saja namun dari
berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Model pembelajaran memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa untuk
memecahkan suatu permasalahan. Dalam penerapan Kurikulum 2013 terdapat banyak model pembelajaran
yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, diantaranya: Problem Based
Learning, Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem Solving, dan Project Based Learning. Banyaknya
penelitian yang mengatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh positif dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa (Indri Anugraheni, 2018; Kartika Cahaya Phasa, 2020).Tidak
kalah dengan model pembelajaran Discovery Learning, banyak juga penelitian yang mengatakan model
pembelajaran Discovery Learning memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa pada pembelajaran IPS SD (Raras Rakasiwi & Indri Anugraheni, 2020; Wasito Yogi & Naniek
Sulistya Wardani). Kedua model pembelajaran ini memiliki kesamaan, dimana kedua model pembelajaran ini
dapat diterapkan dalam kelompok maupun individu, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan
berpikir kritisnya secara kelompok maupun mandiri.
Problem Based Learning merupakan salah satu model yang memfokuskan dalam menjembatani siswa
untuk mendapatkan pengalaman belajar dalam mengorganisasi, meneliti, dan pemecahan masalah dalam
kehidupan sehari-hari secara kompleks (Torp dan Sage dalam Abidin, 2014: 160). Pendapat ini didukung
dengan Delise dalam Abidin (2014: 159) bahwa model pembelajaran Problem Based Learning membantu
guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa selama proses pembelajaran. Adapun sintaks
model pembelajaran Problem Based Learning diantaranya: (1) Orientasi siswa pada masalah; (2)
Mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) Membimbing pengalaman individu/ kelompok; (4)

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1008 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Mengembangkan dan menyajikan hasil; (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Model pembelajaran Discovery Learning adalah strategi dalam proses pembelajaran untuk mendorong siswa
melakukan observasi, eksperimen, sehingga diperoleh kesimpulan dari eksperimen (Saifuddin, 2014). Sintaks
dalam model pembelajaran Discovery Learning yaitu: (1) Pemberian rangsangan/ stimulus; (2) Identifikasi
masalah; (3) Pengumpulan data; (4) Pengolaham data; (5) Pembuktian; (6) Menarik kesimpulan.
Banyak penelitian yang membahas terkait upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD
dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learningdan Discovery Learning diantaranya,
hasil penelitian Indri Anugraheni terkait dengan model pembelajaran Problem Based Learning dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dari penelitiannya dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
Problem Based Learning memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Indri
Anugraheni, 2018). Kemudian hasil penelitian Kartika Cahaya Phasa dalam penelitiannya terkait pengaruh
model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika,
membuktikan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa (Kartika Cahaya Phasa, 2020). Keberhasilan selanjutnya dalam penelitian
Raras Rakasiwi dan Indri Anugraheni dalam penelitiannya terkait dengan model Discovery Learning terhadap
hasil belajar IPS Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar, berhasil membuktikan bahwa model pembelajaran Discovery
Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS SD (Raras Rakasiwi & Indri
Anugraheni, 2020). Keberhasilan selanjutnya yaitu penelitian Wasito Yogi Noviyanto dan Naniek Sulistya
Wardani terkait dengan pendekatan Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis Siswa Kelas V
Tematik Muatan IPA, hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa pendekatan Discovery Learning
memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Banyaknya hasil penelitian yang sudah dilakukan mengenai pengaruh model pembelajaran Problem
Based Learning dan Discovery Learning, harus dilakukan pengkajian ulang terkait dengan hasil pengaruh dari
model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learningdalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS SD. Dengan begitu peneliti berupaya
untuk mengumpulkan penelitian-penelitian tentang model pembelajaran Problem Based Learning dan
Discovery Learning dilihat dari kemampuan berpikir kritis siswa melalui penelitian dengan judul “Meta
Analisis: KomparasiPengaruh Model Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD”

METODE

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dengan mengkomparasikan pengaruh model pembelajaran
Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD,
dari kedua model tersebut mana yang lebih signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian meta-analisis, dengan pengumpulan data berupa artikel-artikel yang
dilakukan melalui penelusuran Google Cendikia, dengan menggunakan kata kunci “Problem Based
Learning”, “Discovery Learning”, dan “kemampuan berpikir kritis” yang terbit dari rentang tahun 2011
sampai dengan 2021 serta dibatasi hanya pada artikel terbit dari jurnal terakreditasi sinta. Meta Analysis
sebuah rangkuman dari kuantitatif yang mengkaji hasil penelitian secara statistika (Prasetiyo, Yusmin &
Hartoyo, 2010 : 2). Penelitian dengan menggunakan data sekunder dari penelitian yang sudah ada sebelumnya
untuk menerima atau menolak hipotesis yang ada dalam penelitian tersebut. (Retnawati, dkk. 2018)
Hasil dari pencarian artikel dengan menggunakan kata kunci tersebut, penulis dapat mengumpulkan 20
artikel dari berbagai jurnal yang telah terakreditasi Sinta minimal Sinta 6. Penulis mempunyai kriteria dalam
Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1009 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

mencari artikel jurnal yang akan digunakan sebagai subjek dalam penelitian, 20 artikel jurnal yang
dikumpulkan penulissudah termasuk dalam kriteria yang penulis buat diantaranya artikel tebitan 2011-2021;
artikel dipublish pada jurnal terakreditasi sinta; artikel terkait penelitian jenjang sekolah dasar. Dari data yang
didapatkan melalui artikel, data tersebut kemudian dianalisis Effect Sizedan uji Ancova. Uji
Ancovamenggunakan SPSS 25 for windows dan kemudian disimpulkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pencarian artikel jurnal yang sesuai dengan judul penelitian diperoleh 20 artikel dengan kriteria,
artikel tebitan 2011-2021; artikel dipublish pada jurnal terakreditasi sinta; artikel terkait penelitian jenjang
sekolah dasar; dan artikel terkait model Problem Based Learning dan Discovery Learning.
Melalui tabel. 1, dapat diketahui bahwa terdapat 10 artikel dengan model Problem Based Learning yang
digunakan sebagai data dalam penelitian meta analisis ini.
Tabel 1
Klasifikasi Artikel Model Pembelajaran Problem Based Learning
No. Kode Judul Penelitian Nama Peneliti Tahun Jurnal
Data Terbit
1. 1P Efektivitas Problem Based 1. Retno Triningsih 2020 Jurnal Riset
Learning dan Project Based 2. Mawardi Pendidikan
Learning Ditinjau Dari Dasar 03(1)
Kemampuan Berpikir Kritis
Siswa SD
2. 2P Penerapan Model Problem Based 1. Indrianty Rahayu 2019 Jurnal
Learning Untuk Meningkatkan 2. Pupun Nuryani Pendidikan
Keterampilan Berpikir Kritis Pada 3. Ruswandi Guru Sekolah
Pelajaran IPS SD Hermawan Dasar 4(2)
3. 3P Pengaruh Model Problem Based 1. Chayatun Nuchus 2016 PGSD
Learning Terhadap Kemampuan Universitas
Berpikir Kritis Siswa Pada Negeri
Pembelajaran IPS Sekolah Dasar Surabaya
4. 4P Pengaruh Model Problem Based 1. Nurul Hasanah 2020 Jurnal
Learning Terhadap Kemampuan 2. Kiki Pratama Pendidikan
Berpikir Kritis Siswa Sekolah 3. Insyirah Shafa Guru Sekolah
Dasar Dasar 3(1)
5. 5P Pengaruh Problem Based 1. Pricilla Anindyta 2014 Jurnal Prima
Learning Terhadap Kemampuan 2. Suwarjo Edukasia 2(2)
Berpikir Kritis dan Regulasi Diri
Siswa Kelas V
6. 6P Pengaruh Model Problem Based 1. Putu Pande 2014 Jurnal Mimbar
Learning Berbasis Penilaian Christiana PGSD 2(1)
Proyek Terhadap Kemampuan 2. Ni Wayan
Berpikir Kritis Siswa SD Gugus Suniasih
VIII Sukawati

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1010 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

7. 7P Efektivitas Model Problem Based 1. Mutiara Sassy 2020 Jurnal


Learning dan Think Pair Share Ayudya Pendidikan
Ditinjau Dari Kemampuan Tambusai 4(1)
Berpikir Kritis Siswa Kelas 5 SD
8. 8P Penerapan Model Problem Based 1. Susilowati 2018 JIPP 2(1)
Learning Berbantuan Media
Audio Visual Untuk
Meningkatkan Berpikir Kritis
Kelas 4 SD
9. 9P Penerapan Model Problem Based 1. Faisal Miftakhul 2018 Jurnal Mitra
Learning Untuk Meningkatkan Islam Pendidikan
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar 2(7)
Dalam Tema 8 Kelas 4 SD
10. 10P Kemampuan Berpikir Kritis dan 1. Rahmah 2018 Jurnal
Penguasaan Konsep Siswa dengan Kumullah Pendidikan
Problem Based Learning Pada 2. Ery Tri Djatmika 3(12)
Materi Sifat Cahaya 3. Lia Yuliati

Dari artikel yang telah tersaji pada tabel 1, artikel yang menganalisis 2 model, dari kedua model yang
dieksperimenkan menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning lebih berpengaruh dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa (3P, 4P, 5P, dan 6P). Selanjutnya, pada penelitian dengan
judul efektivitas menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan
model Think Pair Share dan Project Based Learning (1P dan 7P). Selain itu, ada beberapa artikel dengan judul
penerapan model pembelajaran Problem Based Learning, menunjukkan hasil bahwa model Problem Based
Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD (2P, 8P, 9P, 10P).
Tabel 2
Klasifikasi Artikel Model Pembelajaran Discovery Learning
No. Kode Judul Penelitian Nama Peneliti Tahun Jurnal
Data Terbit
1. 1D Pengaruh Model Discovery 1. Karlina Wong 2020 Jurnal
Learning Terhadap Keterampilan Lieung Musamus 1(2)
Berpikir Kritis Siswa Sekolah
Dasar
2. 2D Peningkatan Kemampuan 1. Toni Hidayat 2019 Jurnal
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Pendidikan
Melalui Model Pembelajaran UNSIKA 7(1)
Discovery Learning Pada Tema
Indahnya Keberagaman Negeriku
3. 3D Model Discovery Learning 1. Fadilah Wulan 2020 Jurnal
Sebagai Upaya Meningkatkan Dari Pendidikan
Kemampuan Berpikir Kritis 2. Syafri Ahmad Tambusai 4(2)
Siswa SD
4. 4D Peningkatan Kemampuan 1. Yulita Windarti 2018 Jurnal
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar 2. Slameto Pendidikan

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1011 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Melalui Penerapan Model 3. Eunice Widyanti Berkarakter


Discovery Learning dalam 1(1)
Pembelajaran Tematik Kelas 4 SD
5. 5D Efektivitas Penerapan Model 1. Krisda Amelia 2020 Jurnal Ilmiah
Discovery Learning dan Inquiry 2. Suhandi Astuti Wahana
Terhadap Keterampilan Berpikir Pendidikan
Kritis Pembelajaran Subtema 6(2)
Perubahan Bentuk Energi Kelas
III Gugus Sudirman
6. 6D Pengaruh Pembelajaran Discovery 1. Elga Azmala 2018 Jurnal Tadris
Learning Terhadap Kemampuan Putri Matematika
Berpikir Kritis Peserta Didik 2. Yanti Mulyanti 1(2)
Ditinjau dari Motivasi Belajar 3. Aritsya
Imswatama
7. 7D Pengaruh Model Pembelajaran 1. Yusnia Nurrohmi 2017 Jurnal
Discovery Learning Terhadap 2. Sugeng Utaya Pendidikan
Kemampuan Berpikir Kritis 3. Dwiyono Hari 2(10)
Siswa SD Utomo
8. 8D Pengaruh Penerapan Model 1. Desti Susianita 2018 FKIP
Discovery Learning Melalui 2. Irwan Koto Universitas
Media Nyata Terhadap Bengkulu
Kemampuan Konseptual dan
Berpikir Kritis Pada Kelas IV SD
Negeri 45 Kota Bengkulu
9. 9D Peningkatan Keterampilan 1. Emi Nurfaizah 2014 JPGSD 02(03)
Berpikir Kritis Melalui Model
Pembelajaran Discovery Learning
Pada Pembelajaran IPS di Sekolah
Dasar
10. 10D Efektivitas Model Discovery 1. Joko Subiono 2020 Jurnal Karya
Learning dan Inquiry Terhadap 2. Wasitohadi Pendidikan
Keterampilan Berpikir Kritis Pada Matematika
Mata Pelajaran Matematikaa 7(1)
Siswa Kelas 5 SD

Dari artikel yang telah tersaji pada tabel 2, artikel yang menganalisis 2 model, dari kedua model yang
dieksperimenkan menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning lebih efektif dibandingkan
dengan model Inquiry (5D dan 10D). Selain itu, ada beberapa artikel yang mengeskperimenkan satu model
yaitu Discovery Learning menunjukkan hasil bahwa model Discovery Learning dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa SD (1D, 2D, 3D, 4D, 6D, 7D, 8D, dan 9D).

Berdasarkan hasil pencarian 10 artikel Problem Based Learning dan 10 artikel Discovery Learning yang
sudah diklasifikasikan dalam 2 tabel diatas, berikut adalah tabel hasil analisis model pembelajaran Problem
Based Learning yang digunakan sebagai subject penelitian meta analisis.

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1012 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Tabel 3
Hasil Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning
No. Kode Data Presentase (%)
Skor Pretest Skor Posttest Gain Gain %
1. 1P 85,16 92,46 7,3 8,57
2. 2P 59,00 88,00 29,00 49,15
3. 3P 61,03 83,61 22,58 36,99
4. 4P 43,00 88,20 45,2 95,13
5. 5P 71,43 79,28 7,85 10,98
6. 6P 62,92 72,08 9,16 14,55
7. 7P 64,30 88,60 24,3 37,79
8. 8P 57,00 81,30 24,3 42,63
9. 9P 65,90 89,60 23,7 35,96
10. 10P 53,63 74,19 20,56 38,33
Model 62,33 83,54 21,39 37,00
Pembelajaran PBL

Dari hasil analisis pada tabel 3, dapat dilihat bahwa model pembelajaran Problem Based Learning
berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Persentase terendah yaitu 8,57% dan
persentase tertinggi 95,13% dengan rata-rata sebesar 37,00%.
Tabel 4
Hasil Analisis Model Pembelajaran Discovery Learning
No. Kode Data Presentase (%)
Skor Pretest Skor Posttest Gain Gain %
1. 1D 62,5 83,81 28,31 45,29
2. 2D 73,57 79,14 5,57 7,57
3. 3D 61,4 78,7 17,3 28,17
4. 4D 69,5 76,5 7,00 10,07
5. 5D 71,74 77,69 5,95 8,29
6. 6D 67,92 74,52 6,6 9,71
7. 7D 61,25 93,33 32,08 52,37
8. 8D 76,14 82,63 6,49 8,52
9. 9D 55 70,00 15,00 27,27
10. 10D 79 83,00 4,00 5,06
Model Pembelajaran DL 67,80 77,68 12,03 20,23

Dari hasil analisis pada tabel 4, dapat dilihat bahwa model pembelajaran Discovery Learning juga
berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Persentase terendah yaitu 5,06% dan
persentase tertinggi 52,37% dengan rata-rata sebesar 20,23%.

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1013 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Tabel 5
Hasil Analisis Data Menggunakan Uji Ancova
Dependent Variable: Posttest
Model Pembelajaran Mean Std. Deviation N
Problem Based Learning 83.5420 6.79593 10
Discovery Learning 77.6890 4.39531 10
Total 80.6155 6.32796 20

Dari tabel 5, dapat diketahui rata-rata nilai akhir dari kedua model tersebut memperoleh hasil yang
berbeda. Rata-rata kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model Problem Based Learning mencapai
nilai sebesar 83,5420. Sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran
Discovery Learning memperoleh rata-rata sebesar 77,6890. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan
dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD, antara pembelajaran menggunakan model
pembelajaranProblem Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learning. Dari rata-rata yang
terdapat pada tabel 5, dapat diketahui bahwa model pembelajaran Problem Based Learning terbukti memiliki
hasil yang tinggi daripada model pembelajaran Discovery Learning.
Tabel 6
Hasil Analisis Data Menggunakan Uji Ancova
Dependent Variable: Posttest
Type III
Sum of Mean Partial Eta
Source Squares df Square F Sig. Squared
Corrected Model 291.243a 2 145.622 5.272 .017 .383
Intercept 1671.555 1 1671.555 60.515 .000 .781
Pretest 119.955 1 119.955 4.343 .053 .203
Model_Pembelajaran 237.781 1 237.781 8.608 .009 .336
Error 469.576 17 27.622
Total 130737.996 20
Corrected Total 760.819 19
a. R Squared = .383 (Adjusted R Squared = .310)

Dari tabel hasil uji Ancova dapat diketahui nilai signifikansi dengan melihat kolom model
pembelajaran. Hasil sig pada model pembelajaran menunjukkan hasil sebesar 0,009 yang artinya 0,009 < 0,05,
dengan taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti bahwa H o ditolak dan Ha diterima. Artinya kedua model
pembelajaran tersebut secara signifikan berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
SD. Untuk mengetahui besarnya pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning dan model
pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD, dapat dilihat
dengan analisis effect size. Berikut tabel interpretasi effect size pada tabel 7.
Tabel 7
Interpretasi Effect Size
Effect Size Interpretasi
0 < d < 0,2 Kecil

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1014 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

0,2 < d ≤ 0,5 Sedang


0,5 < d ≤ 0,8 Besar
d > 0,8 Sangat Besar

Besarnya pengaruh kedua model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
SD, dapat dilakukan dengan analisis Effect Size dari tiap artikel yang diperoleh. Pada tabel 8 dapat dilihat hasil
analisis Effect Size artikel yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.
Tabel 8
Analisis Effect Size Model Problem Based Learning
Kode Skor Skor Hasil Analisis Kategori
Data Pretest Posttest Effect Size
1P 85,16 92,46 92,46 − 85,16 Kecil
100
= 0,073
2P 59,00 88,00 88,00 − 59,00 Sedang
100
= 0,29
3P 61,03 83,61 83,61 − 61,03 Sedang
100
= 0,22
4P 43,00 88,20 88,20 − 43,00 Sedang
100
= 0,45
5P 71,43 79,28 79,28 − 71,43 Kecil
100
= 0,07
6P 62,92 72,08 72,08 − 62,92 Kecil
100
= 0,09
7P 64,30 88,60 88,60 − 64,30 Sedang
100
= 0,24
8P 57,00 81,30 81,30 − 57,00 Sedang
100
= 0,24
9P 65,90 89,60 89,60 − 65,90 Sedang
100
= 0,23
10P 53,63 74,19 74,19 − 53,63 Sedang
100
= 0,20

Dari hasil analisis Effect Size pada tabel 8. dapat diketahui bahwa model pembelajaran Problem Based
Learning berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD yang cenderung sedang, hal
ini dibuktikan dari 10 artikel yang dianalisis Effect Size sebanyak 7 artikel dengan kategori sedang dan 3
artikel dengan kategori kecil. Sedangkan hasil analisis Effect Size model pembelajaran Discovery Learning
dapat dilihat pada tabel 9, berikut ini :

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1015 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Tabel 9
Analisis Effect Size Model Pembelajaran Discovery Learning
Kode Skor Skor Hasil Analisis Kategori
Data Pretest Posttest Effect Size
1P 62,5 83,81 83,81 − 62,5 Sedang
100
= 0,21
2P 73,57 79,14 79,14 − 73,57 Kecil
100
= 0,05
3P 61,4 78,7 78,7 − 61,4 Kecil
100
= 0,17
4P 69,5 76,5 76,5 − 69,5 Kecil
100
= 0,07
5P 71,74 77,69 77,69 − 71,74 Kecil
100
= 0,05
6P 67,92 74,52 74,52 − 67,92 Kecil
100
= 0,06
7P 61,25 93,33 93,33 − 61,25 Sedang
100
= 0,32
8P 76,14 82,63 82,63 − 76,14 Kecil
100
= 0,06
9P 55 70,00 70,00 − 55,00 Kecil
100
= 0,15
10P 79 83,00 83,00 − 79,00 Kecil
100
= 0,04

Dari hasil analisis Effect Size pada tabel 9. dapat diketahui bahwa model pembelajaran Discovery
Learning berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD yang cenderung kecil. Hal
ini dibuktikan dari 10 artikel yang dianalisis menggunakan Effect Size terdapat 8 artikel dengan kategori kecil
dan 2 artikel dengan kategori sedang. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa model pembelajaran Problem
Based Learning lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD dibandingkan dengan
model Dsicovery Learning. Hal ini dibuktikan adanya perbedaan nilai dari hasil uji Ancova, yang
menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih unggul dengan nilai rata-rata 83,5420 dan model
Discovery Learning dengan nilai rata-rata 77,6890. Selain itu, hasil analisis Effect Size menunjukkan bahwa
model Problem Based Learning cenderung dengan kategori sedang dalam meningkatkan kemampuan berpikir
kritis. Sedangkan model Discovery Learning cenderung dengan kategori kecil dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa SD. Maka dapat disimpulkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa SD lebih efektif menggunakan model Problem Based Learning dibandingkan dengan
menggunakan model Discovery Learning. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Feri Setia
Buana (2020) dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif
Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1016 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

dibandingkan dengan model Discovery Learning. Hal ini dibuktikan dengan hasil posttest model Problem
Based Learning sebesar 83,04% sedangkan model Discovery Learning sebesar 69,95%.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian meta-analisis yang sudah dilakukan dengan menggunakan 20 subjek artikel
jurnal terkait model pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learningdalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswaSD, dari hasil uji Ancova terdapat perbedaan nilai rata-rata model
pembelajaran Problem Based Learning sebesar 83,5420. Sedangkan perolehan rata-rata dengan menggunakan
model pembelajaran Discovery Learning memperoleh nilai sebesar 77,6890. Dari hasil analisis uji Ancova
menggunakan SPSS 25 for windows diperoleh fhitung> ftabel yaitu (8,608 >3,59) dan signifikan 0,009 < 0,05.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh signifikan dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Dari hasil analisis Effect Size dengan 10 artikel model
Problem Based Learning terdapat 7 artikel dengan kategori sedang dan 3 artikel dengan kategori kecil,
sedangkan 10 artikel dengan model Discovery Learning terdapat 8 artikel dengan kategori kecil dan 2 artikel
dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning memiliki
Effect Size yang lebih tinggi dibandingkan model Discovery Learning.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pandangan kepada guru terkait keefektifan dari kedua
model pembelajaran tersebut dengan kemampuan berpikir kritis siswa SD.

DAFTAR PUSTAKA

Amelia, K. S. (2020). Efektivitas Penerapan Model Discovery Learning dan Inquiry Terhadap Keterampilan
Berpikir Kritis Pembelajaran Subtema Perubahan Bentuk Energi Kelas III Gugus Sudirman. Jurnal
Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(2), 2.

Anindyta, P. S. (2018). Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan
Regulasi Diri Siswa Kelas V. Jurnal Prima Edukasi, 2(2), 210–222.

Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian. Rineka Cipta.

Azmala, E. Yanti., Aritsya, I. (2018). Pengaruh Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis Peserta Didik Ditinjau dari Motivasi Belajar. Jurnal Tadris Matematika, 1(2), 2621–
4008.

Faisal Miftakhul, I., Nyoto, H., Gamaliel Septian, A. (2018). Penerapan Model Problem Based Learning untuk
Meningkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Dalam Tema 8 Kelas 4 SD. Jurnal Mitra
Pendidikan, 2(7), 613–628.

Greenstein. (2012). Assesing 21st Century Skills:a guide to evaluating mastery and authentic learning. Sage
Publications Ltd.

Heri, R. (2018). Pengantar Analisis Meta. Parama Publishing.

Hidayat, Toni., Mawardi., Suhandi, A. (2019). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar
Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Tema Indahnya Keberagaman Negeriku.
JUDIKA, 7(1), 1–9.

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
1017 Meta Analisis: Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery
Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD – Dina Aprilianingrum, Krisma
Widi Wardani
DOI : [Link]

Kumullah, R., Djatmika, E. T., Yulianti, L. (2018). Kemampuan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep
Siswa dengan Problem Based Learning pada Materi Sifat Cahaya. Jurnal Pendidikan, 3(12), 1583–1586.

Lieung, W. (2019). Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Sekolah Dasar. Jurnal of Primary Education, 1(2), 073–082.

Nuchus, C., Ganes, G. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir
Kritis IPS di Sekolah Dasar. PGSD Universitas Negeri Surabaya.

Nur, Faizah, E. (2014). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Discovery
Learning Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. JPGSD, 2(3).

Nurul Hasanah., Kiki Pratama., I. S. (2020). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 24–30.

Pande Putu, C., Ni Wayan Suniasih., I. N. S. (2014). Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis
Penilaian Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Gugus VIII Sukawati. Jurnal Mimbah
PGSD, 2(1).

Rahayu Indrianty., Pupun Nuryani., R. (2019). Penerapan Model Problem Based Learning Untuk
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pelajaran IPS SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, 4(2), 93–101.

Saifuddin. (2014). Pengelolaan Pembelajaran Teoretis dan Praktis. Deepublish.

Sassy Mutiara, A., T. S. R. (2020). Efektivitas Model Problem Based Learning dan Think Pair Share Ditinjau
Dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 5 SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(1), 272–281.

Subiono, Joko., W. (2020). Efektivitas Model Discovery Learning dan Inquiry terhadap Keterampilan
Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas 5 SD. Jurnal Karya Pendidikan
Matematika, 7(1), 2339–2444.

Susanto, A. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Prenadamedia Group.

Susianita, Desti., Irwan, K. (2018). Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Melalui Media Nyata
Terhadap Kemampuan Konseptual dan Berpikir Kritis Pada Kelas IV SD Negeri 45 Kota Bengkulu.

Susilowati. (2018). Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Untuk
Meningkatkan Berpikir Kritis Kelas 4 SD. JIPP, 2(1).

Wulan, F., Syafri, A. (2020). Model Discovery Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Kritis Siswa SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1469–1479.

Yulita, Windarti., Slameto., Eunice Widyanti, S. (2018). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil
Belajar Melalui Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Tematik Kelas 4 SD. Jurnal Pendidikan
Karakter, 1(1), 150–155.

Yusnia Nurrohmi., Sugeng, U., Dwiyono, H, U. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning
Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan, 2(10), 1308–1314.

Jurnal Basicedu Vol 5 No 2 Tahun 2021


p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147

Anda mungkin juga menyukai