MAKALAH
PEMBELAJARAN TERPADU
PEMBELAJARAN MODEL WEBBED
Disusun oleh :
T. Nancy Indah Sari
Aidila Syafitri
Dosen pengampu : Paradita Kumala Lemmy, [Link]
PROGRAM STUDI PIAUD
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL ARAFAH
DELI SERDANG-SUMATERA UTARA
2022 / 2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat yang
telah dilimpahkannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Adapun pokok bahasan yang dikaji dalam makalah ini adalah tentang “ PEMBELAJARAN
MODEL WEBBED “ yang bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Pembelajaran
Terpadu.
Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Paradita Kumala Lemmy,
[Link] yang merupakan dosen PEMBELAJARAN TERPADU yang telah membimbing
kami. Kami mohon bantuan yang sebesar - besarnya jika masih banyak kesalahan dalam
penulisan makalah ini.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan
dan kesilapan baik dalam hal penulisannya maupun isi, kami mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca sekalian yang bersifat membangun yang bisa menjadi bahan acuan dan
pertimbangan bagi kami untuk kesempurnaan makalah dikemudian harinya.
Deli Serdang, 19 Oktober 2023
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah............................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan..............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................3
A. PENGERTIAN MODEL WEBBED................................................................................3
B. Karakteristik Model Webbed...........................................................................................4
1. Berpusat pada siswa.....................................................................................................4
2. Memberi pengalaman langsung...................................................................................4
3. Pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas.......................................................4
4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran........................................................4
5. Bersifat Fleksibel.........................................................................................................4
6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat siswa...........................................4
7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan...........................4
C. Langkah Membuat Rancangan Model Webbed...............................................................5
1. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.......................................................5
2. Mempelajari kompetensi dasar dan indikator dari mata pelajaran yang akan
dipadukan............................................................................................................................5
3. Memilih dan menetapkan tema/topik pemersatu.........................................................5
4. Membuat bagan hubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu....................6
5. Menyusun silabus pembelajaran terpadu.....................................................................6
6. Menyusun satuan pembelajaran terpadu......................................................................6
D. Keuntungan Model webbed.............................................................................................7
3
E. Kelemahan Model Webbed..............................................................................................7
F. Penerapan Model Webbed...............................................................................................8
1. IPA................................................................................................................................8
2. Matematika...................................................................................................................8
3. Bahasa Indonesia..........................................................................................................8
4. Seni Budaya dan Keterampilan....................................................................................8
BAB III PENUTUP....................................................................................................................9
A. Kesimpulan......................................................................................................................9
B. Saran................................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................10
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara
sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata
pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa akan memperoleh pengetahuan dan
ketrampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi [Link]
pembelajaran terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat
menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan dan menerapkan konsep yang telah
[Link]-aktivitas dalam pembelajaran terpadu menawarkan model-model
pembelajaran yang menjadikan aktivitas pembelajaran itu relavan dan penuh makna sehingga
membantu anak mengerti dan memahami dunia mereka.
Sebagai seorang guru perlunya memahami pembelajaran terpadu, agar pembelajaran
lebih bervariatif. Guru perlu memahami berbagai macam model-model pembelajaran
[Link] dari cara memadukan konsep, ketrampilan, topik, dan unit tematiknya
menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) membagi model terpadu menjadi
10 model. Salah satu model pembelajaran terpadu yang akan dibahas dalam makalah ini
adalah model pembelajaran webbed.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah diantaranya:
1. Apa yang dimaksud dengan model webbed ?
2. Bagaimana karakteristik model webbed ?
3. Bagaimana cara menyusun model webbed ?
4. Apa kelebihan model webbed ?
5. Apa kekurangan model webbed ?
6. Bagaimana penerapan model webbed dalam pembelajaran ?
1
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas, adapun
tujuan penyusun dalam melakukan penyusunan makalah ini adalah untuk :
1. Mengetahui pengertian model webbed.
2. Mengetahui karakteristik model webbed.
3. Mengetahui cara menyusun model webbed.
4. Mengetahui kelebihan model webbed.
5. Mengetahui kekurangan model webbed.
6. Mengetahui penerapan model webbed dalam pembelajaran.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MODEL WEBBED
Pembelajaran terpadu model terjala atau jaring laba-laba yang dalam Bahasa Inggris
disebut Webbed Model. Model Webbed merupakan salah satu model pembelajaran terpadu
yang menggunakan pendekatan tematik. Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran
Terpadu menyatakan, Webbed menyajikan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan mata
pelajaran. Satu tema yang subur dijaring laba-labakan untuk isi kurikulum dan mata
[Link] pelajaran menggunakan tema untuk menyelidiki keseuaian konsep, topik, dan
[Link] pendekatan tema ini untuk mengembangkan kurikulum dimulai dengan
satu tema misalnya “transportasi”, “lingkungan”, dan lain-lain.
Tema ini ditentukan guru bersama siswa maupun guru lain. Dari tema ini
dikembangkan menjadi sub-sub tema dengan memperhatikan kaitan antar bidang studi. Tema
sentral dapat diambil dari kehidupan sehari-hari yang menarik dan menantang kehidupan
siswa untuk memicu minat belajar siswa, cakupannya harus luas dan memberi bekal bagi
siswa untuk belajar lebih lanjut.
Model webbed lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara
aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan
terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui
pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan
menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.
Webbed adalah model pembelajaran terpadu yang implementasinya menggunakan
pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema-
tema tertentu, misalnya, Lingkungan. Tema bisa ditentukan dengan negosiasi antara guru
dengan siswa, tetapi dapat pula dengan cara diskusi sesama guru. Setelah tema disepakati,
kemudian dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitan dengan bidang-
bidang studi lainnya. Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang dilakukan
oleh siswa. Jadi model webbed atau jaring laba- laba terimplementasi melalui pendekatan
tematik sebagai pemandu bahan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan ini adalah model
pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang cenderung dapat
disampailan melalui beberapa bidang study lain. Dalam hubungan ini, tema dapat mengikat
kegiatan pembelajaran, baik dalam mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran.
3
B. Karakteristik Model Webbed
1. Berpusat pada siswa
Pendekatan ini lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar, sedangkan
guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu dengan menberikan kemudahan-
kemudahan kepada siswa untuk melakuakan aktivitas belajar.
2. Memberi pengalaman langsung
Dengan pengalaman langsung, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata/konkrit
sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
3. Pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas
Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat
berkaitan dengan kehidupan siswa.
4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
Menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses
pembelajaran. Dengan demikian siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara
[Link] ini deperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi
sehari-hari.
5. Bersifat Fleksibel
Guru dapat mengkaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran
lain, bahkan mengkaitkan mata pelajaran dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan
sekolah dimana meraka berada.
6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat siswa.
7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan.
4
C. Langkah Membuat Rancangan Model Webbed
Langkah untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jaring laba -
laba yaitu :
1. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan
Sebelum menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan, hendaknya membuat peta
kompetensi dasar secara menyeluruh pada semua mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah
dasar dengan maksud supaya terjadi pemetaan keterpaduan. Setelah itu baru menentukan mata
pelajaran yang akn dipadukan, pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan
dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan rasional yang berkaitan dengan pencapaian
kompetensi dasar oleh siswa dan kebermaknaan belajar.
2. Mempelajari kompetensi dasar dan indikator dari mata pelajaran yang akan dipadukan
Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada
jenjang kelas dan semester yang sama dari beberapa mata pelajaran yang memungkinkan
untuk diajarkan secara terpadu. Kegiatan dilanjutkan dengan mempelajari materi pokok yang
telah ditetapkan pada setiap kompetensi dasar yang bisa dipadukan.
3. Memilih dan menetapkan tema / topik pemersatu
Selanjutnya ditetapkan tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi dasar setiap
mata pelajaran yang akan dipadukan pada jenjang kelas dan semester yang sama. Tema adalah
pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Dalam mengembangkan
tema-tema pembelajaran terpadu di sekolah dasar terdapat sejumlah aspek yang perlu
dipertimbangkan, diantaranya :
a. Tema yang dipilih memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa serta
terkait dengan cara dan kebiasaan belajarnya.
b. Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk
minat dan kemampuannya.
c. Penetapan tema dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan siswa, dari hal-hal yang
termudah menuju yang sulit, dari hal yang sederhana menuju yang kompleks, dan dari
hal yang kongkrit menuju yang abstrak
5
4. Membuat bagan hubungan kompetensi dasar dan tema / topik pemersatu
Pada tahap ini dilakukan pemetaan keterhubungan kompetensi dasar masing-masing
mata pelajaran yang akan dipadukan dengan tema pemersatu. Pemetaan tersebut dibuat dalam
bentuk bagan jaringan topik yang memperlihatkan kaitan antara tema pemersatu dengan
kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.
5. Menyusun silabus pembelajaran terpadu
Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan
dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Secar umum, silabus ini diartikan
sebagai garis-garis besar, ringkasan, ikhtisar atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran
terpadu. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi, kompetensi
dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa
dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut.
6. Menyusun satuan pembelajaran terpadu
Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran terpadu di kelas perlu disusun suatu
satuan pembelajaran [Link] satuan pembelajaran terpadu merupakan realisasi
dari pengalaman belajar siswa yang telah ditentukan pada silabus pembelajaran terpadu.
Komponen satuan pembelajaran terpadu meliputi :
Identitas pembelajaran ( nama mata pelajaran yang akan dipadukan, kelas semester,
dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang di alokasikan ).
Kompetensi dasar yang hendak dicapai.
Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalm rangka mencapai
kompetensi dasar.
Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran yang kongkret yang harus dilakukan
siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk
menguasai kompetensi dasar.
Alat media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar.
Penilain dan tindak lanjut (prosedur dan instrument yang akan digunakan untuk
menilai pencapaian belajar siswa serta tindak lanjut hasil penilaian.
6
D. Keuntungan Model webbed
Keuntungan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah
faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor
motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada
minat siswa.
Kelebihan Model Webbed antara lain :
1. Adanya faktor motivasi yang dihasilkan dari penyeleksi tema yang diminati.
2. Model webbed atau jaring laba-laba relative lebih mudah dilakukan guru yang belum
berpengalaman mengajar.
3. Model ini memudahkan perencanaan kerja tim untuk mengembangkan tema kesemua
bidang isi pelajaran.
4. Memberi kemudahan bagi siswa dalam melihat kegiatan-kegiatan yang saling terikat.
5. Siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan yang berbeda dan ide yang
berbeda dapat saling berhubungan
E. Kelemahan Model Webbed
Adapun beberapa kelemahan yang ada pada pembelajaran model webbed di antara nya
adalah :
1. Langkah yang sulit dalam pembelajaran terpadu model webbed adalah menyeleksi
tema.
2. Adanya kecenderungan dalam merumuskan suatu tema yang dangkal, sehingga hal ini
hanya berguna secara artifisial dalam perencanaan kurikulum, sehingga kurang
bermanfaat bagi siswa.
3. Dalam pembelajaran guru lebih fokus pada kegiatan, dari pada pengembangan konsep.
4. Memerlukan keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.
7
F. Penerapan Model Webbed
Pembelajaran terpadu menggunakan model webbed dimulai dengan menentukan tema.
Sebagai contoh tema yang sudah ditentukan bersama adalah“Binatang”. Dari tema ini
dikembangkan dan dipadukan menjadi sub-sub tema
1. IPA
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan bagian-bagian yang tampak pada hewan di sekitar
rumah dan sekolah.
Siswa belajar tentang bagian-bagian utama tubuh binatang dan kegunaanya,
mengetahui cara bagaimana binatang bergerak berdasarkan pengamatan, misalanya
menggunakan kaki, perut, sayap dan sirip.
2. Matematika
Kompetensi Dasar : Memahami konsep urutan bilangan cacah
Siswa diajarkan tentang membilang bilangan dan membandingkan bilangan. Siswa
belajar menyebutkan banyaknya binatang pada gambar, menuliskan dengan kata dan angka
banyaknya binatang pada gambar dan siswa menentukan kumpulan binatang lebuh banyak ,
lebih sedikit atau sama dengan kumpulan lainnya
3. Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan binatang disekitar
Siswa belajar mendeskripsikan binatang di sekitar secara rinci sesuai dengan ciri-
cirinya menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat. Misalnya siswa
diajarkan ciri-ciri binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya di mana hidupnya).
4. Seni Budaya dan Keterampilan
Kompetensi Dasar : Menunjukan sikap apresiatif terhadap unsur rupa pada benda di alam
sekitar.
Siswa belajar menghubungkan garis-garis gambar binatang dan memberi warna
gambar tersebut
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Model pembelajaran Webbed merupakan model pembelajaran terpadu yang
menggunakan pendekatan [Link] yang dimulai dengan menentukan tema, yang
kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut
dengan mata pelajaran yang [Link] webbed lebih menekankan pada keterlibatan siswa
dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat
memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai
pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami
konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah
dipahaminya.
Langkah untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jaring laba-
laba yaitu: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan, Mempelajari kompetensi dasar
dan indikator dari mata pelajaran yang akan dipadukan, Memilih dan menetapkan tema/topik
pemersatu, Membuat bagan hubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu, Menyusun
silabus pembelajaran terpadu, dan Menyusun satuan pembelajaran terpadu
B. Saran
Sebagai guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlunya
memahami model webbed, terutama dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran terpadu
model Webbed. Guru perlu mengaplikasikan model webbed agar siswa tahu bahwa antara
materi satu dengan materi lain saling berkaitan.
9
DAFTAR PUSTAKA
Trianto. 2010. Model Pembelajaran TerpaduKonsep, Strategi dan Impelementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT. Bumi Aksara
Resmini, Novi., dkk. 2006. Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI Press
Ria Luvit (2012). Model Pembelajaran Webbed [Online].
Tersedia:[Link]
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Nur’aini, Umri. 2008. Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar Kelas 1. Jakarta: Depdiknas
Sulistyanto, Heri. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI 1. Jakarta: Depdiknas
Purnomosidi., dkk. 2008. Matematika 1. Jakarta: Depdiknas
Wasis Jatmiko, Inoki., dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial Bangga Menjadi Insan
Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Depdiknas
Widihastuti, Setiati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan SD /MI .Jakarta: Depkdiknas
10