LAB II - Addressing, Route, DNS, Firewall
I. Tujuan Praktikum :
Mahasiswa dapat memahami apa itu Addressing, Route, DNS, Firewall.
Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi Addressing, Route, DNS, Firewall. Pada
RouterBoard mikrotik.
II. Dasar Teori
Addressing : Adalah suatu metode pengamatan IP yang memungkinkan
administrator dalam suatu jaringan untuk mrngatur alamat komputer yang terhubung
dengan jaringannya / client secara manual.
Route : Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan
meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Bahwa
dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission
Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman paket data
dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagi tugas masing-
masing mulai dari penerimaan paket data sampai pengiriman paket data dalam
sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam pengiriman paket data dapat
dipecahkan dengan baik.
DNS : DNS (domain name sistem) adalah sistem yang menerjemahkan domain
Internet, seperti [Link] menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian
nomor yang terlihat seperti [Link]. Istilah DNS berhubungan dengan konvensi
untuk penamaan host pada Internet dan cara penangan nama-nama tersebut.
Firewall : Firewall yaitu seperangkat program yang saling terhubung, yang beerada di
server gateway jaringan, yang berfungsi untuk melindungi sumber daya dari jaringan
pribadi dari pengguna dari jaringan lain. Dengan intranet suatu perusahaan
memungkinkan pekerjanya mengakses ke Internet lebih luas menginstal firewall
untuk mencegah orang luar mengakses sumber daya pribadi untuk mengendalikan
data.
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 4
Firewall, pada dasarnya bekerja sama dengan program router yang memeriksa
setiap paket jaringan supaya dapat menentukan apakah akan maju ke arah
tujuannya. Firewall juga bekerja dengan proxy server yang membuat permintaan
jaringan atas nama pengguna workstation. Komputer yang dirancang khusus terpisah
dari sisa jaringan sering diinstal Firewall, sehingga tidak ada permintaan yang masuk
bisa langsung pada sumber daya jaringan pribadi.
III. Langkah Percobaan :
Setting topologi
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 5
Login Winbox
yang berfungsi sebagai remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI jalankan winbox
seperti pada Gambar 1.1. Klik tombol yang memiliki tiga titik [...] disamping tombol
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 6
[connect]. Jika router sudah terkoneksi dengan baik ke LAN, maka akan muncul
sebuah list yang berisikan MAC Address dan IP Address. Klik MAC Addressnya untuk
connect ke router lalu klik [Connect].
1
3
Gambar 2.1
Maka akan muncul jendela seperti Gambar 1.2 yang menanyakan, apakah akan
menggunakan settingan default dari mikrotik atau ingin menggunakan settingan sendiri.
Klik [Remove Configuration] karena kita akan melakukan settingan sendiri.
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 7
1
Gambar 2.2
Pemberian Nama Interface
Pertama atur konfigurasi Interfacenya yang terletak pada sub menu disebelah kiri
seperti gambar 1.3, Double klik pada Ether1 dan ganti namanya dengan Spedy-ether1
(mengarah ke internet).
1
4
Gambar 2.3
Lakukan hal yang sama pada Ether2 dan untuk namanya isikan LAN-ether2 (mengarah
ke LAN). Perhatikan Gambar 1.4 isi nama interface dengan LAN-ether2.
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 8
3
Gambar 2.4
Selanjutnya kita akan memberikan IP Address. Klik [IP] – pilih [Address], maka
akan muncul window seperti Gambar 1.5, Klik tanda [+] pada bagian kiri atas.
3
2
Gambar 2.5
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 9
Setelah kita klik tanda [+] maka akan muncul windows baru seperti gambar 1.6 berikut.
Berikan IP Address untuk Spedy-ether1 (disini kami menggunakan IP
[Link]/24).
2 4
Terisi Otomatis 3
Gambar 2.6
Memberikan IP Address untuk LAN-ether2 (disini kami menggunakan IP
[Link]/24) seperti pada Gambar 1.7
2 4
Terisi Otomatis 3
Gambar.2.7
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 10
Jika sudah berhasil maka akan terlihat seperti pada Gambar 1.8 dibawah.
Gambar.2.8
Jika langkah diatas sudah dilakukan. kita akan melakukan tes koneksi Router Mikrotik
ke IP Address LAN-ether1 dan LAN-ether2 dengan cara pilih New Terminal diSub
menu bagian kiri, kemudian ketikkan ping [Link] (IP Address LAN-ether1) –
Enter dan lakukan hal yang sama dengan IP Address LAN-ether2 . Apabila proses ping
seperti Gambar 1.9 berhasil, berarti proses yang kita lakukan diatas telah berhasil.
Gambar2.9
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 11
Setting Router Internet
Setting Router. Agar jaringan lokal bisa akses ke jaringan internet, maka harus dibuat
routing table. Agar paket memiliki arah tujuan yang jelas dan paket tersebut tahu
bagaimana cara dia menuju tujuannya. Klik [IP] – [Routes]. Maka akan terlihat 2 buah
routing default seperti yang terlihat pada Gambar 2.1 klik tanda [+] dan akan muncul
windows baru.
Opsi konfigurasi yang diperlukan pada Dst Address biarkan saja [Link]/0 Gateway
isikan IP yang menjadi Gateway dari router kita. Disini kami memasukkan [Link] –
pilih [OK].
1
5
[Link]
Gambar 2.10
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 12
Sekarang kita lakukan lagi tes koneksi dengan melakukan ping ke gateway
[Link] Jika tampilan seperti pada Gambar 2.3 maka konfigurasi berhasil
dilakukan.
Gambar 2.2
Setting DNS
DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP dan sebaliknya
yaitu dari alamat IP ke nama domain. Klik [IP] – pilih [DNS] maka akan muncul jendela
DNS seperti pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 13
klik pada tab [settings], pada server kita masukkan DNS Google [Link] atau DNS dari
gateway kita sendiri [Link] dan jangan lupa untuk mencentang pada [Allow
Remote Request]. Klik [Apply] – [OK].
2 4
3
Gambar 3.2
Setelah itu kita akan kembali melakukan tes konfigurasi. Lakukan koneksi ke ping
[Link], jika seperti pada Gambar 3.3, berarti koneksi berhasil.
Gambar 3.3
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 14
Setting NAT
Setting NAT Rule. Tujuan dari membuat NAT Rule adalah agar paket bisa dikirim ke
jaringan luar atau internet. Agar paket yang berasal dari interface lokal LAN-ether2 bisa
sampai ketujuannya dengan melewati interface internet LAN-ether1.
Perhatikan Gambar 4.1 klik [IP] – [Firewall] – masuk ke tab [NAT] klik tanda [+], maka
akan muncul jendela baru dan opsi konfigurasi yang diperlukan Chain = srcnat
Out Interface = Spedy-ether1 – [OK], perhatikan gambar 4.1.
2 7
1
5
6
3
4
Gambar 4.1
Kemudian pindah ke sub [Action] isikan action = masquerade. Klik [Apply] – [OK].
1
3
Gambar 4.2
Jika konfigurasi diatas sudah berhasil, kita sudah bisa melakukan koneksi ke internet.
Modul Praktikum Administrasi Jaringan LAB II – Addressing, Route, DNS, dan Firewall| 15