Seri bahan kuliah Algeo #8
Determinan
(bagian 1)
Bahan kuliah IF2123 Aljabar Linier dan Geometri
Oleh: Rinaldi Munir
Program Studi Teknik Informatika
STEI-ITB
Definisi determinan
• Misalkan A adalah matriks berukuran n x n
𝑎11 𝑎12 … 𝑎1𝑛
𝑎21 𝑎22 … 𝑎2𝑛
A= ⋮ ⋮ ⋮ ⋮
𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 … 𝑎𝑛𝑛
• Determinan matriks A dilambangkan dengan
𝑎11 𝑎12 … 𝑎1𝑛
𝑎21 𝑎22 … 𝑎2𝑛
det(A) = ⋮ ⋮ ⋮ ⋮
𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 … 𝑎𝑛𝑛
Determinan matriks 2 x 2
Untuk matriks A berukuran 2 x 2:
𝑎11 𝑎12
A= 𝑎
21 𝑎22
maka det(A) = a11a22 – a12a21
Contoh 1: Matriks A berikut 3 2 memiliki determinan
A=
−1 4
det(A) = (3)(4) – (2)(-1) = 12 + 2 = 14
Determinan matriks 3 x 3
Untuk matriks A berukuran 3 x3:
𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12
A = 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22
𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32
maka det(A) = (a11a22 a33 + a12a21a31 + a13a21a32) – (a13a22a31 + a11a23a32 + a12a21a33)
2 1 3
Contoh 1: Matriks A berikut A = 4 −2 5 memiliki determinan
−3 −1 7
det(A) ={ (2)(-2)(7) + (1)(5)(-3) + (3)(4)(-1)} – 2 1 3 2 1
4 −2 5 4 −2
{(3)(-2)(-3) + (2)(5)(-1) + (1)(4)(7)
−3 −1 7 −3 −1
= -28 – 15 – 12 – 18 + 10 - 28 = -91
Determinan Matriks Segitiga
1. Matriks segitiga atas (upper triangular): semua elemen di bawah diagonal utama
adalah nol
𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎14
0 𝑎22 𝑎23 𝑎24
A= 0 det(A) = a11a22 a33a44
0 𝑎33 𝑎34
0 0 0 𝑎44
2. Matriks segitiga bawah (lower triangular): semua elemen di atas diagonal utama
adalah nol
𝑎11 0 0 0
𝑎21 𝑎22 0 0
A= det(A) = a11a22 a33a44
𝑎31 𝑎32 𝑎33 0
𝑎41 𝑎42 𝑎43 𝑎44
• Secara umum, untuk matriks segitiga A berukuran n x n,
det(A) = a11a22 a33… ann
Contoh 2. Determinan matriks
3 0 0 0
2 4 0 0
A=
−1 3 −2 0
0 2 0 1
adalah det(A) = (3)(4)(-2)(1) = -24
Contoh 2. Determinan matriks identitas
1 0 0 0
0 1 0 0
I=
0 0 1 0
0 0 0 1
adalah det(A) = (1)(1)(1)(1) = 1
Aturan Determinan
• Misalkan A adalah matriks n x n. Matriks B adalah matriks yang
diperoleh dengan memanipulasi matriks A. Bagaimana determinan B?
Kalikan sebuah baris dengan k
•A B , maka det(B) = k det(A)
Pertukarkan dua baris
•A B , maka det(B) = –det(A)
Sebuah baris ditambahkan
dengan k kali baris yang lain
•A B , maka det(B) = det(A)
3 2
Contoh 3: Misalkan A = dan sudah dihitung pada Contoh 1 bahwa
−1 4
det(A) = (3)(4) – (2)(-1) = 12 + 2 = 14
Misalkan B diperoleh dengan mengalikan baris pertama A dengan 2,
6 4
B= maka det(B) = (6)(4) – (4)(-1)
−1 4
= 24 + 4 = 28 = 2 x det(A)
Misalkan B diperoleh dengan mempertukarkan baris pertama denga baris kedua,
−1 4
B= maka det(B) = (–1 )(2) – (4)(3)
3 2
= (–2) – 12 = –14 = –det(A)
Menghitung determinan dengan reduksi baris
• Determinan matriks A dapat diperoleh dengan melakukan OBE pada
matriks A sampai diperoleh matriks segitiga (segitiga bawah atau atas)
OBE
𝐴 ~ [matriks segitiga bawah]
𝑎11 𝑎12 … 𝑎1𝑛 𝑎′11 𝑎′12 … 𝑎′1𝑛
𝑎21 𝑎22 … 𝑎2𝑛 OBE 0 𝑎′22 … 𝑎′2𝑛
⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ~
⋮ ⋮ … 𝑎′3𝑛
𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 … 𝑎𝑛𝑛 0 0 0 𝑎′𝑛𝑛
maka det(A) = (−1)𝑝 𝑎′11 𝑎′22 … 𝑎′𝑛𝑛 *)
p menyatakan banyaknya operasi pertukaran baris di dalam OBE
*) Asumsi tidak ada operasi perkalian baris dengan konstanta k
• Jika selama reduksi baris ada OBE berupa perkalian baris-baris matriks
dengan k1, k2, …, km, maka
(−1)𝑝 𝑎′11 𝑎′22 …𝑎′𝑚𝑚
maka det(A) = 𝑘1 𝑘2 …𝑘𝑚
0 1 5
Contoh 4: Misalkan A = 3 −6 9 , determinan matriks A dihitung
2 6 1
dengan reduksi baris menggunakan OBE sebagai berikut
0 1 5 R1 R2 3 −6 9 R3 – 2/3(R1) 3 −6 9 R3 – 10R2 3 −6 9
3 −6 9 ~ 0 1 5 ~ 0 1 5 ~ 0 1 5
2 6 1 2 6 1 0 10 −5 0 0 −55
matriks segitiga atas
Ada satu operasi pertukaran baris, maka p = 1
1
sehingga det(A) = −1 3 1 −55 = 165
3 6 9 3
−1 0 1 0
Contoh 5: Hitung determinan matriks 𝐴 =
1 3 2 −1
−1 −2 −2 1
Penyelesaian:
3 6 9 3 R1 R3 1 3 2 −1 R2 + R1 1 3 2 −1
R3 + R2
−1 0 1 0 −1 0 1 0 0 3 3 −1
~ ~ ~
1 3 2 −1 3 6 9 3 R3 – 3R1 0 −3 3 6
−1 −2 −2 1 −1 −2 −2 1 R4 + R1 0 1 0 0 R4 - 1/3(R2)
1 3 2 −1 1 3 2 −1
0 3 3 −1 R4 +1/6(R3) 0 3 3 −1
~
0 0 6 5 0 0 6 5
0 0 −1 1/3 0 0 0 7/6
Ada satu operasi pertukaran baris, maka p = 1
1 7
sehingga det(A) = −1 1 3 6 = −21
6
Jika misalnya baris 1 terlebih dahulu dibagi dengan 3 sebagai berikut:
3 6 9 3 1 2 3 1 1 2 3 −1
−1 0 1 0 R1/3 −1 0 1 0 R2 + R1 0 2 4 1 R3 - R2/2
~ 1 3 2
~
−1 R3 – R1 ~
1 3 2 −1 0 1 −1 −2
−1 −2 −2 1 −1 −2 −2 1 R4 + R1 0 0 1 2
1 2 3 −1 R4 +R3/3
1 2 3 −1
0 2 4 1 0 2 4 1
~
0 0 −3 −5/2 0 0 −3 −5/2
0 0 1 2 0 0 0 7/6
Tidak ada operasi pertukaran baris, maka p = 0
Ada perkalian baris 1 dengan 1/3
7
(−1)0 (1)(2)(−3)(6) −7
sehingga det(A) = = = −21
1/3 1/3
Teorema tentang determinan
1. Jika A mengandung sebuah baris nol atau kolom nol, maka det(A) = 0
Contoh:
1 2 3
A= 0 0 0 det(A) = 0
2 6 −4
2. Jika AT adalah matriks transpose dari A, maka det(AT) = det(A)
Contoh: 2 1 3
A= 4 −2 5 det(A) = –91
−3 −1 7
2 4 −3 det(A) = (2)(-2)(7) + (4)(-1)(3) + (-3)(1)(5)
AT = 1 −2 −1 - (-3)(-2)(3) – (2)(-1)(5) – (4)(1)(7)
3 5 7 = -28 – 12 – 15 – 18 + 10 – 28 = –9 1
3. Jika A = BC maka det(A) = det(B)det(C)
4. Sebuah matriks hanya mempunyai balikan jika dan hanya jika
det(A) 0
5. det(A–1) = 1/(det(A)
Bukti: AA–1 = I
det(AA–1) = det(I)
det(A)det(A–1) = 1
det(A–1) = 1/det(A)
Latihan
Tentukan determinan matriks2 berikut dengan OBE: