ACCESS CONTROL
A. PENDAHULUAN
Access control (kontrol akses) merupakan jantungnya keamanan
komputer, karena tujuan utama dari akses kontrol adalah :
a. Untuk mencegah pengguna yang tidak sah mendapatkan
akses ke sumber daya.
b. Untuk mencegah pengguna yang sah mengakses sumber
daya dengan cara yang tidak sah, dan
c. Untuk memungkinkan pengguna yang sah untuk mengakses
sumber daya dengan cara yang ditentukan.
Contoh kasus : Rani adalah pengguna sebuah sistem informasi di
sebuah Rumah Sakit. Bertugas dibagian pendaftaran, Administrator
sistem telah mengatur bahwa hak akses rani adalah mengakses data
pasien kemudian mendaftarkan pasien ke sistem informasi Rumah
Sakit. Rani tidak diizinkan akses data obat, data tagihan, layanan,
inventory. Agar kondisi tersebut dapat dipenuhi, maka manajemen
akses control harus diterapkan dan dikelola dengan baik.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus dapat:
a. Jelaskan konsep akses control yang mencakup otentikasi,
otorisasi, dan audit.
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
b. Tetapkan tiga kategori utama kebijakan kontrol akses.
c. Bedakan di antara subjek, objek, dan hak akses.
d. Model kontrol akses file UNIX.
C. MATERI
C.1. Pengertian Access Control
William Stallings (2012) dalam buku “Computer Security
Principles and Practice” menyatakan bahwa : “Access contol : The
prevention of unauthorized use of a resource, including the prevention of use
of a resource in an unauthorized manner”. Akses kontol : Pencegahan
penggunaan sumber daya tanpa izin, termasuk pencegahan
penggunaan sumber daya dengan cara yang tidak sah.
C.2. Konsep Dasar Access Control
Gambar : konsep akses kontrol
Dalam konsep dasar akses control terdapat 3 fungsi yang
dilakukan seperti gambar :
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
1. Authentikasi function : yaitu Proses validasi dan verifikasi
identitas pengguna yang dilakukan oleh sistem.
2. Access control function : Pemberian hak atau izin ke entitas
sistem untuk mengakses sumber daya yang ada pada sistem.
3. Audit function Suatu tinjauan dan pemeriksaan atas catatan
aktivitas pengguna pada sistem.
Tujuannya :
- Untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan
prosedur operasional,
- Mendeteksi pelanggaran keamanan.
- Merekomendasikan perubahan yang ditunjukkan dalam
kontrol, kebijakan dan prosedur.
C.3. Access Control Policies
Access control policies (Kebijakan kontrol akses). Kebijakan
Kontrol Akses yang terdapat dalam database otorisasi yang disebut
dengan ACL (Access Control List), ACL akan menentukan jenis akses
apa yang diizinkan, dalam kondisi apa, dan oleh siapa. Kebijakan
kontrol akses umumnya dikelompokkan ke dalam kategori berikut:
- Discretionary access control (DAC) : artinya Mengontrol akses
berdasarkan identitas. Akses control yang mengatur apakah
pemohon diizinkan (atau tidak) melakukan suatu aktifitas
dalam sebuah sistem komputer.
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
- Mandatory access control (MAC): Mengontrol akses
berdasarkan perbandingan label keamanan (yang
menunjukkan seberapa sensitif atau kritisnya sumber daya
sistem).
- Role-based access control (RBAC): Mengontrol akses
berdasarkan pada peran yang dimiliki pengguna di dalam
sistem.
C.4. Elemen Access Control.
Elemen dasar kontrol akses adalah: subjek, objek, dan hak
akses. Setiap elemen memiliki fungsi nya masing-masing.
C.4.1. Subjek
Subjek adalah entitas yang mampu mengakses objek. Secara
umum, konsep subjek sama dengan proses. Setiap pengguna atau
aplikasi benar-benar mendapatkan akses ke sebuah objek melalui
proses yang mewakili pengguna atau aplikasi itu. Proses mengambil
atribut pengguna. Subjek biasanya dimintai pertanggungjawaban
atas tindakan yang telah mereka lakukan,
Akses control mendefinisikan tiga kelas subjek dengan hak akses
berbeda untuk setiap kelas:
1. Owner (Pemilik) : merupakan pencipta sumber daya yang ada
pada sistem komputer.
2. Grup (kelompok) : Selain hak yang diberikan kepada pemilik,
grup pengguna juga dapat diberikan hak akses, sehingga
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
keanggotaan dalam grup tersebut dapat menjalankan hak
akses. Dalam sebagian besar skema, pengguna dapat menjadi
bagian ke beberapa grup.
3. Word : Jumlah akses terkecil diberikan kepada pengguna yang
dapat mengakses sistem tetapi tidak termasuk dalam kategori
pemilik dan grup untuk sumber ini. Intilah lain dari word
adalah guest yaitu pengunjung sistem yang bersifat umum.
C.4.2. Objek
Objek adalah sumber daya yang mengontrol akses. Secara
umum, sebuah objek adalah entitas yang digunakan untuk
menyimpan atau menerima informasi. Contohnya seperti catatan,
blok, halaman, segmen, file, bagian file, direktori, susunan direktori,
kotak surat, pesan, dan program. Beberapa sistem kontrol akses juga
mencakup, byte, kata, prosesor, port komunikasi, jam, dan node
jaringan. Jumlah dan jenis objek yang akan dilindungi oleh sistem
kontrol akses tergantung pada lingkungan di mana kontrol akses
beroperasi.
C.4.3. Hak Akses
Hak akses menjelaskan cara di mana subjek dapat mengakses
suatu objek. Hak akses dapat mencakup sebagai berikut:
[Link] (Baca) : Pengguna dapat melihat informasi dalam
sumber daya sistem (mis., File, memilih catatan dalam file,
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
atau beberapa kombinasi). Akses baca mencakup
kemampuan untuk menyalin atau mencetak.
[Link] (Tulis) : Pengguna dapat menambah, memodifikasi,
atau menghapus data pada sumber daya sistem (mis., File,
catatan, program). Akses tulis sudah termasuk akses baca.
[Link]: Pengguna dapat menjalankan program yang
ditentukan.
[Link] : Pengguna dapat menghapus sumber daya sistem
tertentu, seperti file, direktori atau catatan.
[Link] : Pengguna dapat membuat file, catatan, atau hal baru.
[Link] : Pengguna dapat mencari data baik file maupun
direktori.
C.5. Model Access Control Linux
Linux merupakan jenis sistem operasi yang popular dan banyak
digunakan sebagai sistem operasi server. Karena bersifat opensourse
dan murah, Linux menjadi pilihan sistem operasi yang dapat
dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan memiliki tata kelola
akses control yang baik.
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
Subjek Action Object
Read, Write, Execute File, Directory, etc
(User)
Object Permissions
Example :
User : Full
Group : Full
Other : Read
Kernel
Gambar : Linux Transaction Security
Kebijakan akses control sistem operasi Linux menggunakan
metode Discretionary access control (DAC) : artinya Mengontrol akses
berdasarkan identitas. Sebelum kita bahas bagaimana cara pemberian
hak akses subjek terhadap object pada sistem operasi Linux, perlu
diketahui bagaimana struktur file dan direktori pada sistem operasi
Linux yaitu sebagai berikut :
Nama Partisi Fungsi
bin Program binary
boot File-File yang diperlukan pada proses booting
etc Konfigurasi sistem
lib Modul kernel dan library
media Mount point media removable
mnt Mount point sementara untuk file system
sbin Program untuk sistem
tmp File-file sementara
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
usr Hierarki sekunder
var Data-data variable
home Data user
Tabel : struktur direktori Linux
C.6. File Permissions Linux
File permissions Linux Merupakan cara untuk menentukan apa
yang dapat dilakukan oleh user (owner), group, other terhadap
sebuah file/ direktori SO Linux. Apakah diizinkan untuk read, write,
execute. Adapun konsep pengelompokan hak akses di SO Linux
adalah sebagai berikut :
r)
ne
up
er
w
O
th
ro
r(
O
G
se
U
Gambar : Kelompok hak akses
Contoh : Ada sebuah file yang disimpan pada partisi
/home/ayu/[Link]. setelah dilakukan cek permission file di lihat
struktur strukturnya sebagai berikut :
-rw-rw-r—1 ayu pendaftaran 35423 mar 25 11:12 [Link]
Keterangan struktur :
-rw-rw-r-- : hak akses yang dimiliki owner, group, other.
Ayu : nama user/ owner
Pendaftaran : Nama group user ayu.
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
35423 : ukuran file.
Mar 25 11:12 : Waktu pembuatan file.
[Link] : nama file.
Dari struktur file [Link] dapat didefinisikan file permissions
nya sebagai berikut :
Ayu sebagai owner (pemilik file) [Link] memiliki hak akses
(rw-), artinya diizinkan untuk read dan write, sedangkan yang satu
group dengan ayu yaitu group pendaftaran memilik hak akses (rw-)
read, write sedangkan other yaitu bukan ayu dan bukan satu group
dengan ayu memiliki akses (r--) read terhadap file [Link]
tersebut.
Cara mengganti hak akses terhadap file [Link] tersebut,
yaitu dengan perintah chmod (change mode) dengan format perintah
chmod permissions nama_file dan memiliki beberapa cara sebagai
berikut :
1. Menggunakan attribut
Permissions Type attribut
No Permission ---
Execute --x
Write -w-
Execute + Write -wx
Read r--
Read + Execute r-x
Read + Write rw-
Read + Write + Execut rwx
Tabel. Tabel Permission Linux dengan attribut
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
Jika dijalankan perintah :
chmod u+rwx,g+rw-,o+--- /home/ayu/[Link]
Tanda + (plus) dan – (minus) digunakan sebagai operator untuk
meambahkan/mengaktifkan permission atau menghapus/mencabut
permission.
maka hak akses terhadap file belajar menjadi :
r
up
r
ne
e
th
ro
w
O
G
O
Keterangan gambar :
7 = user(owner) diizinkan read, write, execute, 6 = group :
diizinkan read, write dan other : tidak memiliki hak akses.
2. Menggunakan Binary Reference
Permissions Type Number
No Permission 0
Execute 1
Write 2
Execute + Write 3
Read 4
Read + Execute 4
Read + Write 5
Read + Write + Execut 6
Tabel. Tabel Permission Linux dengan binary reference
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]
Untuk mengganti hak akses menggunakan angka seperti kasus
diatas dengan perintah :
chmod 760 /home/ayu/[Link]
D. Tugas
1. Buat kesimpulan dari materi Access Control.
2. Budi memiliki file [Link] yang disimpan pada direktori
/home/budi/[Link] Berikan hak akses terhadap user
berdasarkan tabel dibawah ini menggunakan metode
attribute atau binary reference.
User Group user
budi Admin
Roy Admin
Ayu Marketing
randi gudang
1. Budi memiliki hak akses full (read,write, execute)
2. Roy memiliki akses read and write
3. Randi memiliki akses read.
Keamanan Komputer Oleh : Ahmad Junaidi, [Link], [Link]